Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Introduksi Komposter Aerob Ember Tumpuk dan Limbah Spanduk untuk Mengatasi Permasalahan Sampah Organik di Kelurahan Malasom Distrik Aimas Kabupaten Sorong Mayla Fazza Mistani; Dorsila Wandosa; Angganeta Yenusi; Gerda Novela Yesnath; Puput Fatmawati; Nurul Zakiah; Nur Afifah Lihayati Salam; Aligonda Rumaf; Sania Mariyolan Saflafo; Budi Santoso; Ihsan Ihsan; Febrian Andi Hidayat; Lisa Dewi Ramadany
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v3.282

Abstract

Sampah organik rumah tangga merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam mengelola limbah organik melalui penerapan dua model teknologi tepat guna, yaitu komposter aerob sistem ember tumpuk dan komposter aerob berbahan limbah spanduk bekas. Program dilaksanakan di Kelurahan Malasom, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, dengan melibatkan delapan perwakilan warga RT 002/RW 008 menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi–refleksi, dan perencanaan ulang. Pelatihan dilakukan dengan metode hands-on training yang memungkinkan peserta berpartisipasi langsung dalam pembuatan, pengoperasian, dan perawatan dua model komposter. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pengetahuan, keterampilan, dan komitmen warga terhadap pengelolaan limbah organik, dengan rata-rata peningkatan sebesar 75% dari hasil pre-test dan post-test. Peserta mampu memahami prinsip pengomposan aerobik, mengidentifikasi manfaat ekologis, serta berkomitmen untuk mengurangi praktik pembakaran sampah di rumah. Kedua model komposter dinilai efektif dan mudah direplikasi; model ember tumpuk unggul dalam efisiensi ruang, sedangkan model spanduk menjadi inovasi berbasis upcycling yang sekaligus mengurangi limbah plastik. Kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap upaya mitigasi perubahan iklim dan penguatan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13 (Climate Action) dan poin 12 (Responsible Consumption and Production).
Introduksi Komposter Maggot Ember Tumpuk untuk Mengatasi Permasalahan Sampah Organik di Kelurahan Malasom Distrik Aimas Kabupaten Sorong Ivone Felicia Sangaji; Risty Aulia; Putri Sundari; Jihan Rumasukun; Norlince Bleskadit; Priscila Saflesa; Maria Paula; Jaharudin Jaharudin; Febrian Andi Hidayat; Lisa Dewi  Ramadany
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v3.283

Abstract

Sampah organik rumah tangga masih menjadi persoalan prioritas yang berdampak pada pencemaran dan peningkatan emisi gas rumah kaca. Pengabdian ini bertujuan memperkenalkan teknologi komposter maggot ember tumpuk sebagai solusi biokonversi limbah organik skala rumah tangga sekaligus mendukung SDGs 13 (Climate Action). Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Malasom, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong (Oktober 2025) dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan 8 perwakilan warga RT 002/RW 008. Rangkaian kegiatan meliputi perencanaan partisipatif, pelatihan hands-on perakitan komposter dan pengelolaan larva Black Soldier Fly (BSF), evaluasi-pretest–posttest, serta refleksi untuk tindak lanjut. Empat indikator dievaluasi: pengetahuan komposter, pemahaman manfaat biokonversi, komitmen mengolah sampah di rumah, dan pemahaman kontribusi pengurangan emisi metana. Hasil menunjukkan peningkatan yang nyata: pengetahuan naik 25%→100%, pemahaman manfaat 25%→100%, komitmen pengolahan 75%→100%, dan pemahaman kontribusi terhadap penurunan CH₄ 0%→100% (rata-rata peningkatan ≈75%). Peserta mampu merakit dan mengoperasikan komposter, memahami prinsip perawatan media, serta merencanakan pemantauan mandiri dan pelatihan lanjutan menuju tahap panen dan pemanfaatan frass serta larva sebagai input pertanian/pakan. Disimpulkan, model PAR dengan teknologi komposter maggot yang sederhana, murah, dan replikatif efektif meningkatkan eco-literacy, keterampilan teknis, dan komitmen warga, serta berkontribusi pada mitigasi emisi di tingkat komunitas.
Smartphone Sensor-Based Physics Module for Hands-On Learning in Waves and Optics Endra Putra Raharja; Edi Sutomo; Febrian Andi Hidayat; Asih Kasan; Nia Mangkasa
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 3 (2025): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i3.10240

Abstract

The limited laboratory equipment in many schools hinders students in conducting physics experiments, so that learning is more theoretical and less supportive of practice-based understanding. This study aims to develop a smartphone sensor-based physics experiment module on wave and optical materials that is valid, practical, and effective, and allows students to conduct experiments flexibly and independently. This research uses the Research and Development (R & D) method with the Borg & Gall model. Validation by media and material experts showed that this module has met the eligibility standards, with a score of 3.67 (73.4%) for media aspects and 3.56 (71.2%) for material aspects. The practicality test showed that this module can be used well in experimental learning, with a score of 3.48 (69.6%) in the “Good” category. Evaluation of effectiveness through comparison of pre-test and post-test showed an increase in learning outcomes with an N-gain of 0.55 (medium category). These results indicate that the integration of smartphone sensors in physics experiments can be an alternative solution for schools with limited laboratory facilities. This module offers a more flexible, accessible and technology-based learning approach. Future research can develop similar modules for other physics materials and evaluate their effectiveness in various learning scenarios.
Evaluation of the Futsal Extracurricular Program: Developing Students’ Life Skills Vocational High School Farcham Mulloh; Amung Ma'mun; Nurlan Kusmaedi; Bambang Abduljabar; Febrian Andi Hidayat; Raisa Anakotta; Waskito Aji Suryo Putro
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 4 (2025): October
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i4.2140

Abstract

Purpose of the study: This study aims to evaluate the effectiveness of integrating life skills education into futsal extracurricular activities in vocational high schools. The research was conducted in response to the limited application of life skills learning in sports-based programs, particularly in futsal, which is often focused merely on technical performance. Methodology: The study employed a quantitative descriptive approach using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model. The participants were 13 students purposively selected from the extracurricular futsal program at Vocational High School Muhammadiyah Kutawinangun. Data were collected using validated questionnaires to measure life skills and performance tests to assess basic futsal skills (dribbling, passing, and shooting). The data were analyzed using paired sample t-tests and N-Gain to determine the effectiveness of the intervention. Main Findings: The results showed a significant improvement in students’ life skills (M = 50.69; t = 8.957; p < 0.001) and a moderate improvement in futsal skills (M = 9.39; t = 3.501; p = 0.004). The integration of structured life skills learning within futsal training proved effective in developing students’ teamwork, communication, and self-management abilities. Novelty/Originality of this study: The novelty of this study lies in its systematic combination of sports pedagogy and life skills education within an extracurricular setting, providing a new model for holistic learning in vocational education. The findings have practical implications for educators and policymakers in designing sports-based learning models that foster students’ personal, social, and professional competencies in alignment with 21st-century education goals.
Co-Authors A. Suhandi Abdul Rachman Tiro, Abdul Rachman Aligonda Rumaf Amung Ma'mun Anakotta, Raisa Angganeta Yenusi Ani Umkabu, Siti Arum Anjarwati Asih Kasan Atep Sujana Bambang Abduljabar Budi Santoso Dahlia Mayalibit Dewi Rachmatin Dian Septy Andhini Dorce Safle Dorsila Wandosa Dwi Budi Santoso Dyah Ayu Laras Edi Sutomo Efendi, Fajar Emma Yekwam Fajar Efendi Farcham Mulloh fathurrahman fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Fathurrahman Fenetiruma, Yufita Fitriani, Anis Alfian Gerda Novela Yesnath HERNANI - Hodijah, Siti Romlah Noer Ihsan Ihsan Indri Anugrah Ramadhani Isnawati Isnawati Ivone Felicia Sangaji Jaharudin, Jaharudin Jihan Rumasukun Kaniawati*, Ida La Musa Lina Kumalasari Maria Paula Matius Rumbewas Matonda, Kristin Seru Mayla Fazza Mistani Muh Ishar Difinubun Muh. Rifa’i Natalia Kambuaya Nengsih Sri Wahyuni Nia Mangkasa Norlince Bleskadit Nur Afifah Lihayati Salam Nurlan Kusmaedi Nursalim Nursalim Nurul Zakiah Obet Wayuri prasetyaningsih prasetyaningsih Prasetyaningsih Prasetyaningsih, Prasetyaningsih Priscila Saflesa Puput Fatmawati Putri Sundari Raharja, Endra Putra Rahayu, Desti Raisa Anakotta Ramadany, Lisa Dewi Rista Nur Aulia Risty Aulia Robi Mambrasar Ronetha Burdam, Yakomina Rustamadji Rustamadji Sania Mariyolan Saflafo Shohibul Ma'arif Sirojjuddin Sirojjuddin Siti Aminah A. Baransano Siti Romlah Noer Hodijah Suega, Salsabila Suhendar Sujana*, Atep Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyatna Supriyatna Triono, Mukhlas Trisna Amelia Trisna Amelia Wahyu Sopandi Wugaje, Annisa Luxfiati Yunus, Sitti Rahma Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa