Claim Missing Document
Check
Articles

Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dan Pola Menstruasi terhadap Kadar Hemoglobin Remaja Putri Refi Ariani; Subang Aini Nasution; Diane Marlin
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63138

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang cakupan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)-nya masih berada di bawah target nasional sebesar 80%. Rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe dan pola menstruasi yang tidak teratur diduga berkontribusi terhadap tingginya kejadian anemia pada kelompok usia ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum tablet Fe dan pola menstruasi dengan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri di SMKN 6 Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 80 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin dari populasi 100 siswi kelas X. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan konsumsi TTD, kuesioner pola menstruasi, dan pemeriksaan Hb darah kapiler, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test karena syarat Chi-Square tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61 responden (76,3%) tergolong patuh mengonsumsi tablet Fe, 68 responden (85,0%) memiliki pola menstruasi teratur, dan 66 responden (82,5%) memiliki kadar Hb normal. Terdapat hubungan yang sangat signifikan secara statistik antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kadar Hb (p=0,0000019; OR=26,58; 95% CI: 6,08–116,22) serta antara pola menstruasi dengan kadar Hb (p=0,000000016). Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan konsumsi tablet Fe dan keteraturan pola menstruasi berhubungan bermakna dengan kadar Hb pada remaja putri. Pihak sekolah dan petugas kesehatan disarankan memperkuat pengawasan konsumsi TTD serta edukasi kesehatan reproduksi remaja secara berkelanjutan guna menurunkan prevalensi anemia pada kelompok usia remaja.  
Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai dengan Perkembangan Kognitif Anak pada Usia 4-6 Tahun di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi Elsa Pebrianti; Diane Marlin; Subang Aini Nasution
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63148

Abstract

Akses penggunaan gawai yang kian lazim di kalangan anak usia dini dapat memberikan manfaat dalam mendukung pembelajaran, tetapi penggunaan dengan intensitas tinggi membawa potensi untuk membatasi peluang anak dalam merengkuh stimulasi lewat interaksi beserta aktivitas langsung yang penting bagi perkembangan kognitif. Kajian ini diarahkan untuk mengidentifikasi tingkat korelasi antara intensitas penggunaan gawai berhadapan dengan perkembangan kognitif anak usia 4–6 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi. Observasi ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang mengusung desain cross-sectional. Skala populasi riset menyentuh 45 anak dengan penetapan sampel sejumlah 41 responden yang ditarik melalui teknik purposive sampling. Proses penghimpunan data dieksekusi dengan memanfaatkan kuesioner intensitas penggunaan gawai dan instrumen perkembangan kognitif berdasarkan STPPA. Tahapan analisis data dikelola secara bivariat maupun univariat dengan mengandalkan uji Mann-Whitney. Temuan penelitian membeberkan fakta bahwa mayoritas responden menunjukkan intensitas penggunaan gawai kategori tinggi, yaitu 28 anak (68,3%), sedangkan 13 anak (31,7%) berada pada kategori sedang. Perkembangan kognitif dominasi terpusat pada kategori Mulai Berkembang (MB) dengan jumlah 22 anak (53,7%), disusul oleh kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) yang mencapai 16 anak (39,0%). Hasil uji Mann–Whitney memperlihatkan perolehan p-value di angka 0,013 (<0,05), yang mengindikasikan eksistensi korelasi signifikan yang menautkan antara intensitas penggunaan gawai bersama laju perkembangan kognitif anak. Penggunaan gawai perlu diperhatikan dalam konteks durasi, pendampingan, dan aktivitas anak secara keseluruhan. Disimpulkan bahwa terdeteksi jalinan korelasi yang signifikan di antara intensitas eksploitasi gawai terhadap progres perkembangan kognitif anak rentang usia 4–6 tahun yang bermukim di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 6 BULAN Marsya Trinanda; Diane Marlin; Subang Aini Nasution
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63190

Abstract

Masa bayi merupakan "periode emas" dalam perkembangan manusia. Perkembangan pesat terutama pada sistem saraf pusat, kemampuan sensorik, dan keterampilan motorik meletakkan dasar bagi pencapaian tahap perkembangan selanjutnya selama enam bulan pertama kehidupan. Penguasaan keterampilan motorik halus yaitu kemampuan memakai otot-otot kecil dalam aktivitas koordinasi mata-tangan seperti menggenggam, memindahkan benda, dan bereksplorasi merupakan prediktor penting bagi perkembangan bayi. Faktor genetik, kesehatan, stimulasi, nutrisi, dan nutrisi saat lahir memengaruhi perkembangan motorik halus, penelitian dilakukan akan menambah pemahaman ibu mengenai studi ini melihat bagaimana ASI eksklusif dan kesehatan gizi memengaruhi perkembangan motorik halus pada bayi berusia enam bulan. Penelitian ini menggunakan desain analisis dengan pendekatan potong lintang. Dalam penelitian ini, semua data dikumpulkan sekaligus tanpa melakukan intervensi pada responden. Perkembangan motorik bayi enam bulan dievaluasi setelah peneliti menganalisis status gizi dan riwayat pemberian ASI eksklusif mereka. Terdapat hubungan yang signifikan antara ASI eksklusif dan perkembangan motorik, dengan nilai uji Fisher's Exact 0,045 (p < 0,05). Status gizi dan perkembangan motorik bayi enam bulan juga menunjukkan korelasi yang signifikan, dengan nilai uji Fisher's Exact 0,019 (p < 0,05). Bayi yang sehat dapat menguasai keterampilan motorik lebih cepat dibandingkan dengan bayi yang memiliki masalah gizi. Oleh karena itu, ASI eksklusif dan status gizi memiliki pengaruh penting pada perkembangan motorik bayi enam bulan, jadi menangani kedua variabel ini sangat perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
EFEKTIVITAS PIJAT EFFLUERAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I DI RSUD NURDIN HAMZAH TAHUN 2026 Septi Elvera; Yulianti Yulianti; Andi Wana; Nurasiah Nurasiah; Diane Marlin
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63343

Abstract

Nyeri persalinan merupakan kondisi dimana perasaan yang tidak meyenangkan akibat proses persalinan. Sifatnya sangat subjektif karena perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam hal skala atau tingkatnya. Nyeri pada kala I persalinan bisa berasal dari uterus dan leher rahim dan dihasilkan oleh distensi jaringan rahim dan dilatasi serviks. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi nyeri yang dirasakan pasien adalah dengan melakukan terapi relaksasi pijat Effluerage. Tujuan penelitian ini adalah efektifitas pijat effluerage terhadap intensitas nyeri persalinan kala I Di RSUD Nurdin Hamzah Tahun 2026. Studi ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental dengan rancangan pre test and post-tes with control design. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 responden pada kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian Uji statistik menggunakan uji wilcoxon didapatkan hasil pada kelompok intervensi didapatkan p-value 0,000 atau p<0.05 dan pada kelompok kontrol didapatkan p-value 0,655 atau p>0,05 dan hasil uji mann whitney pengukuran post test pada kelompok intervensi dan kontrol diperoleh nilai sig atau p-value 0,000. Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian terapi relaksasi pijat Effluerage terhadap nyeri persalinan kala I, dimana pada kelompok yang diberikan intervensi relaksasi pijat Effluerage lebih baik dalam menurunkan nyeri dari pada kelompok yang tidak diberikan relaksasi pijat Effluerage. Sehingga terapi relaksasi ini dapat dijadikan salah satu intervensi dalam mengatasi nyeri persalinan kala I.