Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI BCG TERHADAP KEJADIAN TB PARU PADA ANAK BALITA Diane Marlin; Dwi Rahmawati; niki astria; Ismail Usman; Rudi Asmajaya; Rahman Setiawan; Sabar Hutabarat
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (Global TB Report, 2022), estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 Dari 10,6 juta kasus tersebut, terdapat 6,4 juta orang yang telah dilaporkan dan menjalani pengobatan dan 4,2 juta orang lainnya belum ditemukan/ didiagnosis dan dilaporkan. dari total 10,6 juta kasus di tahun 2021, setidaknya terdapat 6 juta kasus adalah pria dewasa, kemudian 3,4 juta kasus adalah wanita dewasa dan kasus TBC lainnya adalah anak-anak, yakni sebanyak 1,2 juta kasus. Desain penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk menggambarkan adanya Hubungan Ketepatan waktu Imunisasi BCG Terhadap Kejadian TB Paru Pada Anak Balita Di Puskesmas Bukit Indah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2024 Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bukit Indah pada bulan Februari s/d Maret 2024. Jumlah sampel sebanyak 33 orang, menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 33 responden mengalami TB paru, 2 responden (0.06%) mendapatkan imunisasi BCG tepat waktu, sedangkan 31 responden (93%) dengan imunisasi tenggang mengalami Tb . Berdasarkan uji statistik pada tabel Fisher's Exact Test diperoleh nilai p= (0,00) Dari hasil penelitian ini hendaknya sebagai tenaga kesehatan lebih meningkatkan kualitas pelayanan dalam penanganan penyakit tuberkulosis pada anak dan menggalakkan tindakan preventif penyakit TB Paru melalui penyuluhan kesehatan, pendidikan kesehatan maupun promosi kesehatan kepada masyarakat
Komparatif Gejala Menopause pada Wanita Jepang dan Indonesia: Perspektif Budaya dan Penanganan Siti Nurhatifah; Lailatul Badriah; Diane Marlin; Subang Aini Nasution
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Masa menopause bagi seorang wanita merupakan satu fase yang akan dilalui oleh setiap wanita pada usia di atas 45 tahun, meskipun demikian pada keadaan tertentu wanita dapat mengalami menopause dini di usia kurang dari 40 tahun. Sebelum masa menopause terjadi, wanita akan mengalami masa premenopause. Pada masa ini akan terjadi perubahan, yaitu fungsi reproduksi mulai menurun, perubahan hormon, perubahan fisik, maupun perubahan psikis (Linda, 2018)). Tanda-tanda menopause berbeda-beda antara individu dan budaya. Di negara-negara maju, seperti Jepang, menopause kerap dianggap sebagai perubahan alami dalam kehidupan seorang wanita dan diterima dengan lapang dada. wanita Jepang umumnya memiliki pandangan yang lebih positif terhadap menopause. Hal ini dipengaruhi oleh pola konsumsi tradisional Jepang yang kaya akan fitoestrogen, seperti isoflavon yang terdapat dalam produk kedelai (misalnya tahu dan tempe). Fitoestrogen terbukti efektif dalam meredakan gejala vasomotor seperti hot flashes (Chen et al., 2021). Ruang lingkup penelitian ini membahas tentang “Studi komparatif gejala menopause pada wanita jepang dan indonesia : perspektif budaya dan penanganan”. Adapun jenis penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. penelitian ini dilakukan di wilayah kerja di Panti Jompo Anzuen jepang. Dengan jumlah populasi usia 50-100 tahun yang telah mengalami menopause alami. Sampel total 20 responden 10 dari Indonesia di sekitar penduduk desa Cianjur yaitu, 10 dari Jepang di panti Azuen. Teknik penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Disimpulkan bahwa gejala menopause sudah mulai dirasakan oleh wanita premenopause meskipun dalam skala ringan dan menengah saja, namun pada sebagian besar wanita premenopause ini merasa agak terganggu terutama gejala kelelahan atau mudah lelah, mudah lupa, gangguan tidur dan gejala vasomotor seperti hot flash dan keringat malam. Keluhan atau gejala menopause kecemasan, rasa menyendiri atau kesepian dan depresi belum banyak dirasakan dan hanya dirasakan dalam skala ringan, karena gejala menopause lain juga belum dirasakan terlalu berat oleh para wanita premenopause. Kemungkinan besar apabila sudah benar-benar berhenti haid atau menopause, barulah gejala kecemasan, rasa menyendiri dan depresi tersebut akan dirasakan berat dan amat mengganggu.  
PELAKSANAAN PROGRAM MAKANAN BERGIZI GRATIS (MBG) TERHADAP STATUS GIZI DAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Eka Ulan Sari; Diane Marlin; Niki Astria
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Volume 4, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i3.62441

Abstract

One way to help meet kids' nutritional needs is through the Free Nutritious Food (MBG) Program, which is expected to boost their nutrition and focus in school. This study aims to see how the Free Nutritious Food Program is run and how it relates to the nutrition status and learning focus of fifth graders at SD Negeri Lubuk Harjo. The research uses a mixed methods approach, blending both quantitative and qualitative methods in one study. The sample included 68 fifth graders who met the inclusion criteria. Quantitative data came from observing the MBG program, taking anthropometric measurements to check nutrition based on BMI-for-age, and the Grid Concentration Test to measure learning focus, while qualitative data was gathered through interviews about how the program is carried out. Based on the study's findings, it was found that 41 students (60.3%) had optimal MBG implementation, 46 students (67.6%) had a normal nutritional status, and 38 students (55.9%) had good learning concentration. The Chi-Square test results showed a strong relationship between MBG implementation and nutritional status (p=0.000) as well as students' learning concentration (p=0.000). Qualitative findings also supported the study results by showing that scheduling, coordination, and providing food that meets students' nutritional needs improved the optimal implementation of the MBG program at SD Negeri Lubuk Harjo. However, there is still a need to evaluate menu changes regularly, conduct periodic evaluations, and improve program coordination. Thus, it can be concluded that the nutritional status and learning concentration of fifth-grade students at SD Negeri Lubuk Harjo are highly related to the implementation of the MBG program.
Efektivitas Permainan Edukatif PALAJI Terhadap Kemampuan Kognitif Dan Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah Nurahma Yanti; Diane Marlin; Niki Astria
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Volume 4, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i3.62442

Abstract

Cognitive abilities and fine motor development are essential aspects of preschool children’s development. The PALAJI educational game is designed to improve these two aspects by stimulating children’s thinking abilities and hand-eye coordination through various play activities. This study aimed to determine the effectiveness of the PALAJI educational game on the cognitive abilities and fine motor development of preschool children aged 4–5 years at RA DWP Kota Jambi. This study employed a quantitative method with a quasi-experimental design using a nonequivalent control group design. A total of 50 children participated in the study and were divided into intervention and control groups. Data were collected using observation sheets based on the Standards for the Achievement of Child Development (STPPA) as stipulated in Permendikbud No. 137 of 2014, and the data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results showed an improvement in cognitive abilities and fine motor development among the intervention group after receiving the PALAJI educational game. The p-value for cognitive abilities was 0.000, while the p-value for fine motor development was also 0.000 (p < 0.05). These results indicate a significant difference between the intervention and control groups. Therefore, the PALAJI educational game is effective in improving the cognitive abilities and fine motor development of preschool children aged 4–5 years at RA DWP Kota Jambi.
PERAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP BREASTFEEDING SELF EFFICACY IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSLUSIF Alya Rizma; Kristine Evitaloka; Diane Marlin
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62458

Abstract

Breastfeeding self-efficacy merupakan keyakinan ibu terhadap kemampuan dirinya dalam menyusui dan menjalankan berbagai perilaku yang mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Dukungan suami memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kepercayaan diri ibu selama proses menyusui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dukungan suami terhadap breastfeeding self-efficacy ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 ibu menyusui yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan suami dan breastfeeding self-efficacy, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden, Breastfeeding Self Efficacy rendah memiliki dukungan suami yang kurang ada 23 responden (46%), sedangkan pada Breastfeeding Self Efficacy tinggi memiliki dukungan suami yang baik sebanyak 27 responden (54 %). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ibu yang memperoleh dukungan suami yang baik cenderung memiliki breastfeeding self-efficacy yang lebih tinggi dibandingkan ibu yang memperoleh dukungan suami yang kurang. Dengan demikian, dukungan suami memiliki peran penting dalam meningkatkan breastfeeding self-efficacy ibu dan mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
PEMBERIAN TERAPI MUSIK MOZART DAN BACK EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI DYSMENORHEA PRIMER PADA REMAJA PUTRI Lili Lailatul Zuhro; Niki Astria; Diane Marlin
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62466

Abstract

Primary dysmenorrhea is menstrual pain that occurs without any pathological abnormalities in the reproductive organs and is commonly experienced by adolescent girls. This condition may interfere with daily activities, learning concentration, and quality of life. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce menstrual pain is the combination of Mozart music therapy and back exercise. This study aimed to determine the effect of Mozart music therapy and back exercise on reducing primary dysmenorrhea pain among adolescent girls at Pondok Pesantren Jauharul Falah Al-Islamy. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. A total of 76 respondents were selected using the total sampling technique. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of α = 0.05. The results showed that the mean pain score before the intervention was 5.16 ± 0.801, which decreased to 2.59 ± 0.615 after receiving Mozart music therapy and back exercise. The Wilcoxon Signed Rank Test revealed a p-value of 0.000 (p< 0.05), indicating a statistically significant effect of Mozart music therapy and back exercise on reducing primary dysmenorrhea pain. It can be concluded that the combination of Mozart music therapy and back exercise is effective in reducing the intensity of primary dysmenorrhea pain and may be used as a safe, practical, and effective non-pharmacological alternative for managing menstrual pain.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN SIKLUS MENSTRUASI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI: HUBUNGAN STATUS GIZI DAN SIKLUS MENSTRUASI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Novi wahyuni; Lailatul Badriyah; Diane Marlin
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62674

Abstract

Anemia pada remaja putri adalah masalah kesehatan yang dapat dikaitkan dengan menstruasi dan gizi. Studi ini menyelidiki hubungan antara status gizi, siklus menstruasi, dan kadar hemoglobin (Hb) remaja putri di kelas X dan XI SMA Islam Al-Arief Sebapo di Jambi pada tahun 2026. Penelitian memanfaatkan pendekatan kuantitatif analitik yang dikenal sebagai pendekatan cross-sectional. Random sampling sederhana digunakan untuk memilih sampel dari 100 siswa dan 80 responden, yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Indeks massa tubuh, kuesioner tentang siklus menstruasi, dan pemeriksaan Hb digital digunakan untuk mengukur status gizi seseorang. Untuk menganalisis bivariat, uji Chi-Square digunakan dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51 (63,7%) dari responden memiliki kadar Hb normal, 54 (67,5%) memiliki siklus menstruasi teratur, dan 56 (70,0%) memiliki status gizi normal. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kadar Hb (p=0,000) dan antara siklus menstruasi dengan kadar Hb (p=0,000). Kesimpulannya, status gizi dan siklus menstruasi berhubungan signifikan dengan kadar Hb pada remaja putri. Pemantauan gizi, menstruasi, dan pencegahan anemia perlu ditingkatkan.
PENGARUH PEMBERIAN ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI HAID (DYSMENORRHEA) PADA REMAJA PUTRI DI SMA N 8 KOTA JAMBI Tiara Nur Anjani; Subang Aini Nasution; Diane Marlin
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62750

Abstract

Masa remaja, yang umumnya berlangsung antara usia 12 hingga 20 tahun, merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dan kedewasaan. Pertumbuhan dan perkembangan fisik yang pesat, khususnya selama masa pubertas, menjadi ciri khas tahapan ini. Menarce, atau siklus menstruasi pertama, biasanya menjadi tanda awal pubertas pada remaja putri. Meskipun menstruasi merupakan peristiwa biologis yang alami, banyak remaja putri mengalami masalah kesehatan reproduksi yang mengganggu aktivitas sehari-hari mereka, terutama dismenore. Penatalaksanaan non-farmakologis merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak buruk penggunaan obat-obatan. Latihan peregangan perut adalah metode non-farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri dengan cara merelaksasi otot-otot rahim. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian Abdominal Stretching Exercise terhadap penurunan intensitas nyeri Dismenore pada remaja putri di SMA N 8 Kota Jambi tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pre-test and post-test dengan metodologi kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari remaja putri kelas X dan XI yang mengalami dismenore. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Skala penilaian nyeri Wong-Baker FACES digunakan untuk mengukur tingkat nyeri. Berdasarkan temuan penelitian, 58 responden melaporkan nyeri haid yang berkurang intensitasnya setelah melakukan latihan peregangan perut, 22 responden melaporkan tidak ada perubahan,dan tidak ada satu pun yang melaporkan peningkatan intensitas nyeri. Ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat rasa sakit akibat menstruasi sebelum dan setelah dilakukan tindakan.  menurut Uji Wilcoxon Signed Rank, yang menghasilkan nilai Z sebesar -6,795 dan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, nyeri haid pada remaja putri berkurang melalui Abdominal Stretching Exercise. Hasil studi menunjukan bahwa melakukan Latihan peregangan pada bagian perut dapat signifikan Tingkat nyeri menstruasi pada remaja. Aktivitas ini dapat dianjurkan sebagai Solusi tanpa obat untuk meredakan ketidaknyamanan selama periode menstruasi.
PENGARUH PRENATAL GENTLE YOGA TERHADAP KONDISI PSIKOLOGIS IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB TAHUN 2026 Kartika Sari; Diane Marlin; Niki Astria
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62946

Abstract

Kehamilan merupakan periode yang ditandai oleh perubahan fisiologis, hormonal, dan psikologis yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan, stres, dan depresi, terutama pada trimester III. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah prenatal gentle yoga, yaitu latihan yang mengombinasikan pernapasan, peregangan, relaksasi, dan meditasi. Prenatal gentle yoga berpotensi membantu menurunkan kecemasan, stres, dan depresi ibu hamil.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Prenatal Gentle Yoga Terhadap Kondisi Psikologis Ibu Hamil Trimester III di PMB. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan quasi experiment menggunakan desain pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden, Data psikologis ibu hamil menggunakan kuesioner DASS-21 sementara prenatal gentle yoga diukur menggunakan lembar observasi uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon Signed- Rank Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah pemberian prenatal gentle yoga pada tingkat stres dengan nilai p = 0,001, kecemasan dengan nilai p = 0,004, dan depresi dengan nilai p = 0,002 yang artinya nilai (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara kondisi psikologis sebelum dan sesudah pemberian prenatal gentle yoga
EFEKTIVITAS KOMBINASI SENAM DISMINORE DAN MUSIK KLASIK MOZART TERHADAAP PENURUNAN NYERI DISMINORE PADA REMAJA PUTRI Angely Avriliana; Diane Marlin; Dwi Rahmawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62991

Abstract

Dismenore adalah nyeri yang dirasakan remaja putri saat menstruasi. Nyeri ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri tanpa obat adalah dengan senam dismenore dan musik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi senam dismenore dan musik klasik terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Jumlah responden sebanyak 70 remaja putri. Nyeri diukur sebelum dan sesudahnya diberikan kombinasi senam dismenore dan musik klasik. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 0,05. Rata-rata nyeri sebelum diberikan intervensi adalah 4,97 ± 0,932, sedangkan setelah diberikan intervensi menurun menjadi 2,56 ± 0,605. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value < 0,001, sehingga terdapat perbedaan nyeri yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Kombinasi senam dismenore dan musik klasik efektif dalam membantu menurunkan nyeri dismenore pada remaja putri di Pondok Pesantren Jauharul Falah Al-Islamy Tahun 2026.