cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
PENGEMBANGAN SENTRA PENGOLAHAN HERBAL PADA KELOMPOK ASUHAN MANDIRI ASMAN TOGA DESA WAGE MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN Setiawan, Finna; Pradana, Aditya Trias; Hadi, Faizal Susilo; Kusyairi, Achmad; Jayani, Nikmatul Ikhrom Eka; Rani, Karina Citra
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2164

Abstract

Pemberdayaan Asuhan Mandiri (Asman) TOGA, Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dilakukan dalam upaya memanfaatkan potensi dan menyelesaikan permasalahan yang dialami mitra. Program ini dilaksanakan atas kerjasama antara UBAYA, UNITOMO, pemerintah Desa Wage, dan mitra. Pelatihan dan pendampingan khususnya terkait diversifikasi dan pengembangan produk olahan berbasis TOGA dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra, serta memotivasi dalma upaya menciptakan berbagai produk olahan berbasis TOGA. Metode yang dilakukan mulai dari analisis situasi, pemaparan materi, diskusi interaktif, praktik pembuatan produk, dan monitoring. Mitra secara aktif berpartisipasi dalam proses diskusi interaktif maupun proses pembuatan produk. Pada kegiatan ini dilakukan pembuatan 2 jenis produk minuman serbuk instan yaitu wedang pokak dna jahe instan. Pada Produk wedang pokak telah dilakukan desain kemasan untuk wedang pokak. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kelompok yang terlihat dari dihasilkannya produk wedang pokak yang siap dipasarkan. Diharapkan produk ini akan menjadi salah satu produk unggulan kelompok Asman TOGA, Desa Wage.  Abstract. Empowerement of Asuhan Mandiri (Asman) TOGA, Wage Village, Taman Subdistrict,Sidoarjo District, Sidoarjo Regency, East Java was carried out to utilizes potential and solve the problems of this group.This program was conducted by collaboration of UBAYA, UNITOMO Wage Village government, and Asman TOGA. This program was focused to diversification and development of TOGA based products. The aim to improving of knowledge and skills, as well as motivating them to create new products. The methods used includes analysis of situation, sharing knowledge, interactive discussion, and practise to making product. From this activity, we got two produts are wedang pokak and jahe instan. The result of this programme showed an increase of knowledge and skill of this group,  this is obtained from the new prodcut that produced  which is ready for the market. Hopefully, this product will become one if the  superior product from Asman TOGA,Desa Wage,
PELATIHAN WEBSITE MARKETPLACE DAN DIGITAL MARKETING CHALODO MENGGUNAKAN FACEBOOK ADS DAN GOOGLE ADWORDS Rahmat Siswanto; Sahrir Sahrir
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1806

Abstract

Chalodo merupakan salah satu industri pengolahan kakao. Cakupan bisnis Chalodo meliputi pertanian coklat, pengolahan coklat, sampai ke pemasaran produk serbuk kakao, kakao pasta dan coklat batang. Saat ini, produk hasil pengolahan kakao Chalodo dijual di Café Chalodo yang terletak di Kota Masamba, Provinsi Sulawesi Selatan.  Sebagai pemain utama dalam pengolahan coklat menjadi produk siap pakai yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan, Chalodo memiliki target untuk menggaet pasar yang lebih luas lagi. Cakupan bisnis Chalodo meliputi pertanian coklat, pengolahan coklat, sampai ke pemasaran produk serbuk kakao, kakao pasta dan coklat batang. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk mencapai target pasar yang lebih luas dengan biaya yang murah. Penulis mengajukan solusi untuk menggunakan platform marketplace berbasis web sebagai salah satu media penjualan produk kakao serta meggunakan teknik digital marketing seperti pemanfaatan Facebook Ads dan Google Ads untuk mengiklankan produk-produk Chalodo. Dengan memanfaatkan teknologi-teknologi tersebut Chalodo mampu memasarkan produknya diwilayah manapun di seluruh Indonesia tanpa harus menuju ke lokasi tersebut sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi lebih efisien.  Abstract. Chalodo is one of the cocoa processing industries. The scope of Chalodo's business includes cocoa farming, cocoa processing, and the marketing of cocoa powder, cocoa paste, and chocolate bars. Currently, Chalodo's processed cocoa products are sold at Café Chalodo located in Masamba City, South Sulawesi Province As a major player in the chocolate processing industry that operates in South Sulawesi Province, Chalodo aims to capture an even broader market. Chalodo's business scope encompasses cocoa farming, cocoa processing, and the marketing of cocoa powder, cocoa paste, and chocolate bars. Therefore, an effective strategy is needed to reach a wider market with cost efficiency. The author proposes a solution to use a web-based marketplace platform as one of the channels for selling cocoa products and to employ digital marketing techniques, such as utilizing Facebook Ads and Google Ads, to advertise Chalodo's products. By leveraging these technologies, Chalodo can effectively market its products in any region of Indonesia without the need to physically visit these locations, resulting in more cost-efficient operations
ACHIEVEMENT MOTIVATION AND CAREER PLANNING UNTUK SISWA SMK PGRI 1 SENTOLO Wulandari, Nanda Yunika; Rahmatulloh, Ainurizan Ridho; Fitria, Annas
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2252

Abstract

SMK PGRI 1 Sentolo merupakan salah satu sekolah kejuruan yang memiliki tantangan dimana sebagian besar siswa belum memiliki perencanaan karier yang matang. Ketidaktahuan terkait perencanaan karier menyebabkan siswa menjadi kurang termotivasi untuk menunjukan usaha maksimal saat kegiatan belajar berlangsung ataupun ketika menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Berdasarkan permasalahan ini maka tim pengabdi memberikan pelatihan terkait perencanaan karir bagi siswa SMK PGRI 1 Sentolo. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan motivasi, gambaran, dan perencanaan yang matang di dunia kerja nantinya. Selain memberikan pelatihan, pengabdi juga memberi pelayanan pendampingan konsultasi bagi siswa yang ingin membuat perencanaan karir. Adapun pendekatan yang digunakan melalui 3 tahap, yaitu tahap koordinasi dan sosialisasi program, tahap asesmen dan implementasi, tahap evaluasi dan monitoring. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa lebih termotivasi dalam belajar dan semakin siap untuk merencanakan karirnya setelah lulus sekolah. Hal ini terlihat dari antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas maupun dalam melaksanakan PKL atau praktik kerja lapangan. Abstract. SMK PGRI 1 Sentolo is a vocational school that has challenges where most students do not have mature career plans. Ignorance regarding career planning causes students to be less motivated to show maximum effort during learning activities or when undergoing practical field work (PKL). Based on this problem, the service team provides training related to career planning for students of SMK PGRI 1 Sentolo. This service aims to provide motivation, insight and careful planning in the future world of work. Apart from providing training, the service also provides consulting assistance services for students who want to make career plans. The approach used goes through 3 stages, namely the program coordination and socialization stage, the assessment and implementation stage, the evaluation and monitoring stage. The result of this service activity is that students are more motivated in learning and more ready to plan their careers after graduating from school. This can be seen from the enthusiasm of students in participating in learning activities in class and in carrying out PKL or field work practices.
PENGUATAN KAPASITAS GURU PAUD DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL: STRATEGI ADAPTASI DAN INOVASI TEKNOLOGI PENDIDIKAN Iswadi, Iswadi; Iriansyah, Herinto Sidik; Anom, Erman
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2444

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dikemas dalam bentuk seminar berjudul “Tantangan Guru PAUD di Era Digital”.  Tujuan dari program tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas Guru PAUD dalam menyelenggarakan pembelajaran yang adaptif dan inovatif di era digital saat ini. Metode yang digunakan yaitu pelatihan berbentuk ceramah, evaluasi serta diskusi dalam upaya pencarian solusi terhadap ragam persoalan pendidikan yang bersinggungan dengan teknologi digital. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan efektif dan membantu Guru PAUD dalam memahami urgensi dari penerapan teknologi digital dan strategi penggunaannya dalam pembelajaran. Selain itu, dari penelitian ini, maka Guru PAUD perlu menyadari tentang penting peran kolaborasi bersama orang tua guna mengawasi akses teknologi anak, baik di sekolah atau di rumah. Sehingga demikian, penelitian ini berkontribuasi dalam kajian pembelajaran dan perkembangan teknologi di dalamnya.Abstract. This community service program is packaged in the form of a seminar entitled "Challenges of PAUD Teachers in the Digital Era". The purpose of the program is to improve the ability and capacity of PAUD Teachers in organizing adaptive and innovative learning in the current digital era. The methods used are training in the form of lectures, evaluations and discussions in an effort to find solutions to various educational problems that intersect with digital technology. The results show that the activities are effective and help PAUD Teachers understand the urgency of implementing digital technology and strategies for using it in learning. In addition, from this study, PAUD Teachers need to be aware of the important role of collaboration with parents to supervise children's access to technology, both at school and at home. Thus, this study contributes to the study of learning and the development of technology in it.
SUSTAINING ENTREPRENEURIAL BEHAVIOR: COMMUNITY ENGAGEMENT OF BAMBOO CRAFTSMEN IN TIGAWASA VILLAGE, BULELENG, BALI Kusumawijaya, Ida Ketut; Astuti, Partiwi Dwi; Wartana, I Made Hedy; Adi, I Ketut Yudana
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2305

Abstract

Pengrajin bambu di Desa Tigawasa, Buleleng, Bali, merupakan aset budaya dan ekonomi yang penting, namun menghadapi tantangan yang mengancam keberlanjutan kerajinan mereka. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku kewirausahaan melalui aktivitas, ketahanan, dan proaktivitas, yang dirancang untuk membekali para pengrajin dalam memenuhi tuntutan pasar, melestarikan warisan budaya, dan mencapai kestabilan ekonomi. Menggunakan pendekatan penelitian tindakan partisipatif. Lokakarya mencakup pelatihan praktis dalam pengembangan produk, analisis pasar, strategi ketahanan, dan pemecahan masalah, didukung oleh umpan balik dan pembelajaran kolaboratif. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam perilaku kewirausahaan, dengan skor rata-rata komposit naik dari 1,542 menjadi 4,190. Temuan ini menegaskan keberhasilan intervensi dalam menggeser pengrajin dari praktik tradisional menuju strategi kewirausahaan modern. Dengan mengatasi hambatan sistemik seperti kesenjangan gender dan generasi serta mengintegrasikan dukungan berkelanjutan, inisiatif ini memposisikan kerajinan bambu Tigawasa sebagai aset budaya dan ekonomi yang berkembang. Abstract. The bamboo craftsmen of Tigawasa Village, Buleleng, Bali, serve as a vital cultural and economic resource but face challenges threatening their craft's sustainability. This community service initiative aimed to enhance entrepreneurial behavior through activities, resilience, and proactivity, equipping craftsmen to meet market demands, preserve heritage, and achieve economic stability. Using a participatory action research approach. Workshops included practical training in product development, market analysis, resilience, and problem-solving, reinforced by feedback and collaborative learning. Results indicated marked improvements in entrepreneurial behavior, with the composite mean score rising from 1.542 to 4.190. These outcomes highlight the intervention's success in transitioning craftsmen from traditional to modern entrepreneurial strategies. By addressing systemic barriers like gender and generational disparities and integrating sustained support mechanisms, this initiative positions Tigawasa’s bamboo craftsmanship as a thriving cultural and economic asset, advancing community well-being and contributing to rural entrepreneurship scholarship.
EDUKASI DAN PEMANFAATAN JUS MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L.) SEBAGAI SUPORTIF ANTIHIPERTENSI Abdissalam, Erfan; Ananda, Tiara Sophia; Prasetio, Gesit; Octariani, Salwa
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2334

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit utama yang sering terjadi pada masyarakat, ditandai dengan meningkatnya tekanan darah sistolik >140 mmHg dan/atau peningkatan tekanan diastolik >90 mmHg. WHO menyatakan bahwa pada tahun 2020 terdapat sekitar 1,56 milyar orang dewasa yang akan hidup dengan hipertensi. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada penderita hipertensi ialah terapi alternatif berupa pemberian jus timun dalam menurunkan tekanan darah. Buah timun memiliki kandungan kalium, magnesium, dan fosfor yang diketahui dapat menghambat sistem renin angiotensin sehingga menyebabkan terjadinya pelebaran pada pembuluh darah perifer. Selain itu, buah mentimun juga mengandung air sebanyak 90% sehingga bermanfaat sebagai detoksifikasi dengan memberikan efek diuretik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan diantaranya adalah demonstrasi pembuatan jus mentimun, pengukuran tekanan darah, dan pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Tanjung Batu tentang hipertensi serta dapat membantu dan melatih masyarakat dalam menurunkan tekanan darah dengan memanfaatkan bahan alam yang ada di sekitar. Abstract. Hypertension is a significant health issue prevalent in the community, defined by a systolic blood pressure exceeding 140 mmHg and/or a diastolic pressure exceeding 90 mmHg. According to the World Health Organization (WHO), it is projected that by 2020, approximately 1.56 billion adults will be living with hypertension. One potential alternative therapy for hypertensive patients is the consumption of cucumber juice, which may help lower blood pressure. Cucumbers are rich in potassium, magnesium, and phosphorus, which are known to inhibit the renin-angiotensin system, resulting in the dilation of peripheral blood vessels. Additionally, cucumbers are composed of about 90% water, making them beneficial for detoxification and providing a diuretic effect. Community service activities conducted include demonstrations on how to make cucumber juice, measuring blood pressure, and providing health education about hypertension. The aim of these activities is to enhance the knowledge of the residents of Tanjung Batu Village regarding hypertension and to assist and train the community in lowering blood pressure by utilizing natural remedies.
PENYULUHAN OPTIMALISASI LAHAN USAHATANI KELAPA DI DESA MUARA SUNGSANG Ritonga, Utan Sahiro; Wahyuni, Reshi; Silvian, Trissa; Yuliani, Maulidia Tri; Swasdiningrum, Trisna Wahyu; Sari, Serly Novita; Zuliansyah, Muhammad Andri; Adriani, Dessy; Purbiyanti, Erni; Malini, Henny; Thirtawati, Thirtawati
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2459

Abstract

Tanaman kelapa pada area yang mengalami siklus pasang surut dan penggenangan air mengahadapi beberapa kendala jika tidak dikelola dengan optimal. Untuk itu penyuluhan budidaya yang tepat, dan pengenalan pola tanam yang optimal untuk dapat meningkatkan penerimaan yang maksimal pada usahatani kelapa menjadi sangat perlu. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman petani pada pengetahuan tentang tumpang sari meningkat dari 36,4% (4 orang) menjadi 90,9% (10 orang), pemahaman terhadap manfaat meningkat dari 27,3% (3 orang) menjadi 81,8% (9 orang), dan keyakinan akan nilai ekonomi tumpang sari meningkat dari 45,5% (5 orang) menjadi 72,7% (8 orang). Sebanyak 10 dari 11 petani menyatakan ketertarikan untuk menerapkan optimalisasi lahan melalui teknik tumpang sari, meskipun masih ditemukan satu petani yang ragu karena terbatasnya modal, usia petani, dan usia tanaman yang sudah tidak memungkinkan untuk melakukan adaptasi terhadap metode budidaya baru. Kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan berhasil mengubah persepsi dan minat petani, membuka peluang peningkatan produktivitas dan pendapatan petani. Untuk keberlanjutan diperlukan kegiatan penyuluhan sesuai kebutuhan yaitu pelatihan maupun pengetahuan dalam analisis pasar dan praktik lapangan.Abstract. Coconut plants in areas that experience ebb and flow cycles and waterlogging face several obstacles if not managed optimally. For this reason, appropriate cultivation extension and introduction of optimal planting patterns to be able to increase maximum income from coconut farming are very necessary. The results showed an increase in farmers' understanding of intercropping knowledge increased from 36.4% (4 people) to 90.9% (10 people), understanding of the benefits increased from 27.3% (3 people) to 81.8% (9 people), and belief in the economic value of intercropping increased from 45.5% (5 people) to 72.7% (8 people). As many as 10 out of 11 farmers expressed interest in implementing land optimization through intercropping techniques, although one farmer was still hesitant due to limited capital, age of the farmer, and age of the plants that no longer allow for adaptation to new cultivation methods. The extension activities that have been carried out have succeeded in changing farmers' perceptions and interests, opening up opportunities for increasing farmer productivity and income. For sustainability, extension activities are needed according to needs, namely training and knowledge in market analysis and field practice.
KONSERVASI MANGROVE UNTUK KETAHANAN EKOSISTEM DAN EKONOMI PESISIR Puspitasari, Lisa; Rustam, Rustam; Adawiyah, Rabiatul; Iqbal, Muhammad; Prayoga, Candra; Bawan, Diana Putri; Nastiar, Abdul Agim
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2506

Abstract

Mangrove merupakan salah satu tanaman karena mampu menyerap karbondioksida, melindungi pantai dari abrasi, dan membantu masyarakat meningkatkan pendapatan. Karena alih fungsi pemukiman, penebangan liar, perluasan infrastruktur pesisir, dan kurangnya kesadaran masyarakt akan pentingnya keberlanjutan hutan mangrove pelahan mulai terkikis. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya ekosistem mangrove, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya konservasi dan rehabilitasi hutan mangrove melalui penanaman mangrove, dan melatih masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis mangrove sebagai alternatif sumber penghasilan. Kegiatan ini menggunakan beberapa metode diantaranya partisipatif, edukasi, dan aplikatif. Hasil kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pemahaman pengetahuan dan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga ekosistem mangrove, bertambahnya jumlah tanaman mangrove melalui kegiatan penanaman mangrove atau revitalisasi tumbuhan mangrove, dan terciptanya peluang-peluang bisnis berbasis mangrove dari segi olahan makanan dan minuman serta sektor pariwisata. Setiap kegiatan telah didokumentasikan agar bisa menghasilkan rencana tindak lanjut kegiatan dan dukungan pemerintah daerah serta mitra lainnya. Abstract. Mangroves are not of the plants because they are able to absorb carbon dioxide, protect the coast from abrasion, and help communities increase income. Due to the conversion of residental functions, illegal logging, expansion of coastal infrastructure, and lack of public awareness of the importance of mangrove forest sustainability, it is slowly being eroded. The results of this activity are an increase in the understanding of knowledge and awareness of the importance of maintaining the mangrove ecosystem, an increase in the number of mangrove plants through mangrove planting or mangrove plant revitalization activities, and the creation of mangrove-based business opportunities in terms of processed food and beverages and the tourism sector. Each activity has been documented in order to produce a follow-up plan for activities and support from local government and other partners.
PENGENALAN URBAN FARMING DI KELOMPOK PETANI WANITA KUBE BAROKAH JAYA, KABUPATEN MALANG Irawanto, Dodi Wirawan; Setiawan, Adi; Nabiela, Noorsy Zidna
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.1900

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang inklusif adalah kegiatan yang dilakukan bersama oleh para pakar yakni dosen multidisipliner dalam menyelesaikan masyarakat di sebuah lingkungan sosial. Dengan berbekal keahlian manajemen, kegiatan ini mengusung tema Urban Farming dalam konteks ekonomi kelembagaan di salah satu desa di Kabupaten Malang. Tujuan yang ingin dicapai pada Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu: 1) untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam perencanaan keuangan serta penguatan dari sisi kemampuan pemasaran digital 2) memberikan pemahaman dan pengalaman pada masyarakat dalam melakukan penanaman metode urban farming. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah melalui ceramah, pelatihan dan pendampingan. Materi-materi terkait pelatihan disampaikan melalui ceramah dan diskusi. Pendampingan pelatihan dilaksanakan dalam praktik melakukan penanaman dengan metode Urban Farming. Kegiatan ini secara keseluruhan mendapatkan hasil yang baik dan memuaskan. Melalui kegiatan ini masyarakat memiliki kemampuan dalam melakukan penanaman metode Urban Farming. Beberapa komponen yang berhasil dicapai dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah tercapainya tujuan kegiatan yaitu, meningkatnya pemahaman masyarakat dalam perencanaan keuangan serta penguatan dari sisi kemampuan pemasaran digital 2) meningkatkan pemahaman dan pengalaman pada guru dalam melakukan penanaman metode urban farming.
PEMAHAMAN APLIKASI PEMASARAN, HUBUNGAN PELANGGAN (CRM), DAN LOGISTIK TERHADAP ORIENTASI PASAR MELALUI KEARIFAN LOKAL PELAKU UMKM DI BATAM Hasan, Golan; Fasha, Andina; Pratama, Amelia Jeny
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2025): Inpress
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v9i1.2578

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mendampingi UMKM Olshop By Rusiana Tarigan yang bergerak di bidang penjualan barang thrift secara online dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan melalui penguatan hubungan pelanggan, strategi pemasaran, dan pengelolaan logistik. Pemanfaatan teknologi digital mendorong UMKM untuk menggunakan media sosial sebagai sarana utama interaksi dengan pelanggan. Kegiatan dilakukan melalui pendampingan, pelatihan, dan observasi langsung terhadap proses pemasaran, pelayanan, serta pengiriman barang. Hasil menunjukkan bahwa penguatan hubungan pelanggan melalui komunikasi ramah, cepat, dan transparan mampu meningkatkan kepercayaan serta loyalitas konsumen. Pendampingan strategi pemasaran dengan live Facebook terbukti efektif dalam menciptakan keterlibatan pelanggan, meskipun masih terdapat tantangan dalam pemanfaatan platform lain seperti TikTok. Selain itu, identifikasi kendala logistik berupa keterlambatan pasokan produk dari luar negeri memberikan pemahaman bagi UMKM dalam mengantisipasi keterbatasan variasi produk. Secara keseluruhan, kegiatan ini menekankan pentingnya integrasi hubungan pelanggan, pemasaran, dan logistik sebagai upaya pengembangan UMKM yang adaptif dan berkelanjutan di era digital. Abstract. This community service program was carried out to assist the MSME Olshop By Rusiana Tarigan, an online thrift store, in improving product and service quality through strengthening customer relations, marketing strategies, and logistics management. The rapid development of digital technology encourages MSMEs to utilize social media as the main platform for customer interaction. The program was implemented through mentoring, training, and direct observation of marketing processes, customer service, and product delivery. The results show that strengthening customer relations through friendly, responsive, and transparent communication can enhance consumer trust and loyalty. Mentoring in marketing strategies using Facebook live sessions proved effective in creating customer engagement, although challenges remain in optimizing other platforms such as TikTok. In addition, the identification of logistics constraints, particularly delays in product supply from abroad, provided valuable insights for MSMEs in anticipating product variation limitations. Overall, this program emphasizes the importance of integrating customer relations, marketing, and logistics management as key efforts to support the development of adaptive and sustainable MSMEs in the digital era.