cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
PELATIHAN PEMANFAATAN SERESAH DAUN MIMBA DAN TEH HIJAU SEBAGAI REPELLENT NYAMUK di DESA KESEK, KABUPATEN BANGKALAN Rizka Efi Mawli; Devi Anggraini Putri; Dwi Aprilia Anggraini
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1453

Abstract

Desa Kesek merupakan desa dengan keadaan lingkungan masih sangat asri dengan banyak tumbuhan sehingga banyak ditemukan sampah hingga seresah daun di jalan utama maupun gang kecil rumah penduduk dan dibiarkan begitu saja tanpa penanganan lanjut. Seresah yang ada di lingkungan desa kesek biasanya akan dibakar, padahal seresah bisa dimanfaatkan salah satunya sebagai pengusir nyamuk atau repellent.  Daun mimba merupakan tumbuhan yang paling sering ditemukan di desa kesek. Banyaknya tumbuhan di desa ini, membuat seserah daun khususnya daun mimba berserakan di jalan utama maupun gang rumah penduduk. Pemanfaatan seresah daun mimba (Azadirachta indica) dan teh hijau (Camellia Sinensis) untuk repellent sangat sesuai dengan kondisi lingkungan dan kandungan kimia daun yang mampu mengganggu pertumbuhan, reproduksi, dan metamorfosis serangga hingga penolak serangga. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan (1) pemanfaatan limbah seresah daun mimba dan teh hijau sebagai penolak serangga (2) mentransformasi pengetahuan dan teknologi pemberantasan nyamuk dengan membuat obat nyamuk dari bahan-bahan alami yang mudah didapat di desa; (3) mendampingi ibu-ibu desa membuat repelan secara mandiri. Metode yang digunakan adalah orientasi desa, penyiapan alat dan bahan, perencanaan teknis, pelaksanaan sosialisasi, dan pelatihan pembuatan repelan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 peserta (100%) menunjukkan suatu peningkatan pemahaman terkait pemanfaatan seresah daun mimba dan teh hijau sebagai repellent.   Abstract. Kesek Village is a village where the environment is still very beautiful with lots of plants, so there is a lot of rubbish and leaf litter found on the main road and small alleys of people's houses and left like that without further handling. Litter in the Kesek village environment is usually burned, even though the litter can be used as a mosquito repellent or repellent. Neem leaves are the plant most often found in the village of Kesek. There are so many plants in this village that leaves, especially neem leaves, are scattered on the main roads and alleys of people's houses.Neem leaf litter (Azadirachta indica) and green tea (Camellia Sinensis) for repellents is very suitable for environmental conditions and the chemical content of leaves that can interfere growth, reproduction and metamorphosis of insects to repel insects. The purpose of this community service is to provide (1) utilization of neem leaf litter waste and green tea as insect repellent (2) transform knowledge and technology for eradicating mosquitoes by making mosquito repellent from natural ingredients that are easily available in the village; (3) accompany village women to make repellent independently. The methods are village orientation, preparation of tools and materials, technical planning, implementation of socialization, and training in making repellent. The results showed that 19 participants (100%) produced an increased understanding of the use neem leaf litter and green tea as repellents.
PENGUATAN KELEMBAGAAN PRODUSEN KERIPIK SINGKONG ATAKORE ATADEI LEMBATA Man, Stanis; Firmansyah, Mariano; Paridy, Anggraeny; Amaral, Maria Augustin Lopes; Dima, Enike Tje Yustin; Timuneno, Antonius Yohanes Wiliam; Tukan, Gerardus Diri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1972

Abstract

Produsen keripik singkong di Desa Atakore Kecamatan Atadei Kabupaten Lembata, menjalankan usaha produksi keripik singkong dengan memanfaatkan energy dapur alam panas bumi Karun Atakore Atadei untuk mengukus singkong dan singkong kukusan diiris serta dikeringkan dan dijual. Terdapat permasalahan dalam hal pengembangan teknologi produksi, manajemen usaha  dan jaringan pemasaran. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu memperkuat kelembagaan mitra sasaran yang mencakup inovasi teknologi produksi, penataan manajemen usaha dan perluasan jaringan pemasaran. Penulisan naskah ini bertujuan untuk publikasi ilmiah tentang pelaksanaan kegiatan dan hasil-hasilnya. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu pendidikan masyarakat. Kepada mitra kegiatan diberikan pendidikan dan pelatihan atau penguatan  tentang inovasi produksi, penataan manajenem poduksi, penataan keuangan dan perluasan jaringan penjualan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anggota sangat antusias mengikuti kegiatan penguatan tersebut yang mencakup inovasi produksi, penataan manajemen produksi, keuangan dan perluasan jejaring pemasaran. Peserta kegiatan antusias berdiskusi dengan calon pelanggan yang dihadirkan pada kegiatan tersebut, dan juga menghubungi kawan-kawannya di kota terdekat bahkan di kota  pada pulau yang lain untuk menjadi pelanggan produk keripik setengah jadi yang dihasilkan. Temuan inovasi dari pelaksanaan kegiatan ini yakni pemanfaatan uap panas bumi di permukaan tanah untuk produksi keripik singkong dari singkong parutan. Abstract. A cassava chips producer in Atakore Village, Atadei District, Lembata Regency, runs a cassava chips production business by utilizing Karun Atakore Atadei's natural geothermal kitchen energy to steam cassava and the steamed cassava is sliced, dried and sold. There are problems in terms of developing production technology, business management and marketing networks.. The aim of implementing this activity is to strengthen target partner institutions which include production technology innovation, structuring business management and expanding marketing networks. The aim of writing this manuscript is for scientific publication regarding the implementation of activities and their results. The method of implementing activities is community education. Activity partners are provided with education and training or strengthening regarding production innovation, structuring production management, financial structuring and expanding product sales networks. The results of the activity show that members are very enthusiastic about participating in these strengthening activities which include production innovation, structuring production management, finance and expanding marketing networks. Activity participants enthusiastically discussed with potential customers who were presented at the activity, and also contacted their friends in nearby cities and even in cities on other islands to become customers of the semi-finished chip products produced. The innovation found from the implementation of this activity is the use of geothermal steam at the ground surface to produce cassava chips from grated cassava.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENDANAAN USAHA BAGI APARATUR BUMDES DI DESA CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG Nurcahyo, Anggoro Ari
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1853

Abstract

Dalam membuat suatu kegiatan atau gagasan dan ide dapat dijalankan optimal ialah dengan ada proposal yang dapat menjadi alat bantu untuk para pemangku kepentingan dalam melihat secara menyulur lanar/logika dari gagasan tersebut. Dalam Menyusun proposal bukan hanya berisikan konten saja, akan tetapi bagaimana konten (gagasan/ide) itu dikemas dengan menarik sehingga para pemangku kepentingan dapat mengatakan “AHA!” dalam gagasan yang diberikan, Office 365 ialah aplikasi yang digunakan untuk membuat konten yang akan digunakan dalam menyajikan informasi saat momen pemaparan kepada pihak-pihak yang dituju, dalam bentuk laporkan, presentasi, dan lainnya. Konten kreatif yang menarik dan Design visual yang mendukung untuk pemaparan gagasan dan ide memang menjadi hal yang perlu ditingkatkan sehingga menghindari dari mis-informasi atau memudahkan peserta untuk memahami konten yang disajikan dan tertarik untuk mendengarkan gagasan dan ide yang ditawarkan. Metode pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di atas yaitu dengan metode pelatihan, pembimbingan, dan pendampingan dalam mengoptimalkan penggunaan Office 356.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KELOMPOK TERNAK GUNA MENGINTEGRASIKAN SAMPAH RUMAHAN DENGAN MAGGOT BSF UNTUK MEMAKSIMALKAN PAKAN ALTERNATIF Triadi, Feby; A., M. Awaluddin; Bonewati, Yulia Irwina; Rezky, Muhammad; Faidzaturrahmah, Nur; Ashshiddiqy, Hasbi; Irfandinata, Irfandinata
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2190

Abstract

Pemberdayaan perempuan kelompok ternak yang ada di Kempompok Ternak Batara Deceng ingin memberikan dampak yang baik terhadap pendapatan baik secara ekonomi maupun secara linkungan pada peternakan ayam petelur. Bertempat di Desa Kajaolaliddong Kabupaten Bone, pemberdayaan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada perempuan atau ibu-ibu peternak guna menyuplai bahan pakan Maggot BSF bagi peternakan ayam petelur mereka. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan berdampak positif pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Para peternak yang sebelumnya terjebak pada peningkatan harga pakan yang kian massif, kini mampu berdiri di kaki sendiri untuk hasil telur yang memuaskan. Tindak lanjut program ini melibatkan kegiatan pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan, pelatihan kompetensi, pengembangan partisipasi, dan sosialisasi literasi keuangan. Kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan peran pemerintah dalam mendukung pemberdayaan sehingga masyarakat dapat menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.  Abstract. The empowerment of women's livestock groups in the Batara Deceng Livestock Group aims to have a positive impact on income both economically and environmentally on laying hen farms. Located in Kajaolaliddong Village, Bone Regency, this empowerment aims to provide guidance to women or mothers of livestock farmers to supply BSF Maggot feed for their laying hen farms. This program uses the Participatory Action Research (PAR) method. The results of this community service activity show that the empowerment program has a positive impact on increasing income and community welfare. Farmers who were previously trapped in the increasingly massive increase in feed prices are now able to stand on their own two feet for satisfactory egg production. The follow-up to this program involves ongoing monitoring and evaluation activities, competency training, participation development, and financial literacy socialization. This activity also emphasizes the importance of active community participation and the role of government in supporting empowerment so that the community can become an economically independent community.
PKM SOSIALISASI PENCEGAHAN HOAKS MELALUI PENINGKATAN KESADARAN MEDIA SOSIAL BAGI SISWA SMK TANA TORAJA Ervianti Ervianti; Hans Lura; Sefrin S. Tangkearung; Hendrik Hendrik
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1844

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi pencegahan hoaks kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan fokus pada peningkatan kesadaran media sosial. Fenomena hoaks atau berita palsu telah menjadi masalah serius dalam lingkungan media sosial, yang dapat merugikan individu dan masyarakat. Siswa SMK dianggap sebagai salah satu kelompok yang rentan terhadap penyebaran hoaks dan informasi palsu karena intensitas penggunaan media sosial mereka. PKM ini melibatkan pelaksanaan dengan kegiatan sosialisasi edukasi yang sesuaikan dengan media sosial unruk siswa SMK. Selain itu, kami menggunakan teknik interaktif yang relevan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang tanda-tanda hoaks, cara memverifikasi informasi, dan dampak negatif dari penyebaran berita palsu. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kesadaran media sosial siswa SMK terkait pencegahan hoaks. Mereka menjadi lebih kritis dalam mengevaluasi informasi yang mereka temui di media sosial dan lebih bertanggung jawab dalam berbagi informasi. Selain itu, para siswa juga memahami betapa pentingnya literasi media dalam era digital yang penuh dengan informasi yang tidak diverifikasi.Dengan demikian, proyek ini memberikan kontribusi yang berharga dalam membantu siswa SMK menjadi lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, sehingga dapat meminimalkan penyebaran hoaks dan informasi palsu di masyarakat. Dengan peningkatan kesadaran media sosial ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan informatif bagi generasi muda.  Abstract. This Community Service (PKM) aims to provide outreach on hoax prevention to Vocational High School (SMK) students with a focus on increasing social media awareness. The phenomenon of hoaxes or fake news has become a serious problem in the social media environment, which can be detrimental to individuals and society. Vocational school students are considered to be a group that is vulnerable to the spread of hoaxes and false information because of the intensity of their use of social media. This PKM involves implementing educational outreach activities that are adapted to social media for vocational school students. In addition, we use relevant interactive techniques to increase students' understanding of the signs of hoaxes, how to verify information, and the negative impacts of spreading fake news. The results of this community service show a significant increase in vocational school students' social media awareness regarding hoax prevention. They become more critical in evaluating the information they encounter on social media and more responsible in sharing information. In addition, the students also understand how important media literacy is in a digital era full of unverified information. Thus, this project makes a valuable contribution in helping vocational school students become smarter and more responsible in using social media, so as to minimize the spread of social media. hoaxes and false information in society. With this increase in social media awareness, it is hoped that it can create a safer and more informative digital environment for the younger generation
STRATEGI MENJAGA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA MELALUI MENTAL HEALTH LITERACY INTERVENTION Putri Pusvitasari; Ari Okta Viyani; Adi Heryadi
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2023): December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v7i2.1592

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis para remaja melalui kegiatan intervensi literasi kesehatan mental. Implementasi PkM ini berkoordinasi dengan pihak Puskesmas terkait jadwal kegiatan, mempersiapkan modul kegiatan, pelaksanaan program intervensi, dan melaporkan hasil kegiatan. Materi yang disajikan dalam intervensi literasi kesehatan mental, yaitu: 1) definisi kesehatan mental, 2) aspek-aspek dalam kesehatan mental, 3) kriteria orang sehat mental menurut WHO, 4) jenis dan ciri-ciri gangguan mental, 5) faktor penyebab gangguan mental, 6) life skills untuk mencegah gangguan mental, 7) studi kasus. Peserta pelatihan adalah kader remaja binaan Puskesmas Ngaglik 2. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah (1) Kader remaja mampu memahami dan dan mengindentifikasi kondisi kesejahteraan psikologis dalam diri mereka, (2) remaja dapat mempelajari berbagai macam pengetahuan terkait kesehatan mental, seperti definisi, aspek, jenis dan ciri gangguan mental, faktor dan dampak dari gangguan mental serta mempelajari keterampilan untuk mencegah munculnya permasalahan mental pada diri sendiri maupun yang terjadi di sekitar masyarakat, (3) kader remaja dapat menyebarluaskan pengetahuan yang didapatkan kepada keluarga dan masyarakat secara luas, (4) sebagaimana hasil analisis statistik dan hasil evaluasi, menunjukkan bahwa intervensi literasi kesehatan mental ini cukup efektif dalam meningkatkan kondisi kesejahteraan psikologis para peserta.   Abstract. This community service program is implemented to improve the psychological well-being of adolescents through mental health literacy intervention activities. The implementation of this PkM coordinates with the Puskesmas regarding the schedule of activities, prepares activity modules, implements intervention programs, and reports activity results. Material presented in the mental health literacy intervention, namely: 1) definition of mental health, 2) aspects of mental health, 3) criteria for mentally healthy people according to WHO, 4) types and characteristics of mental disorders, 5) factors that cause disorders mental health, 6) life skills to prevent mental disorders, 7) case studies. The training participants were youth cadres assisted by the Ngaglik 2 Health Center. The outputs produced in this Community Service activity were (1) Youth cadres were able to understand and identify psychological well-being conditions within themselves, (2) adolescents could learn various kinds of knowledge related to mental health, such as definitions, aspects, types and characteristics of mental disorders, factors and impacts of mental disorders and learning skills to prevent the emergence of mental problems in oneself and those that occur around the community, (3) youth cadres can disseminate the knowledge gained to families and society as a whole broadly, (4) as the results of statistical analysis and evaluation results, show that this mental health literacy intervention is quite effective in improving the psychological well-being of the participants.
PENDAMPINGAN KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI DESA CISALAK KABUPATEN SUMEDANG Hidayat, Trifenaus Prabu; Widawati, Enny; Sukwadi, Ronald; Wahju, Marsellinus Bachtiar; Hutahaean, Hotma Antoni
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.1924

Abstract

Pengembangan peternakan ayam petelur di Desa Cisalak, Sumedang merupakan salah satu inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Artikel ini membahas hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pendampingan kelayakan usaha dan strategi pengembangan peternakan ayam petelur. Metode pendampingan dilakukan melalui analisis kebutuhan, pelaksanaan dan evaluasi. Pendekatan partisipatif digunakan untuk melibatkan tim, warga desa dan peternak secara aktif dalam perumusan solusi dengan metode SWOT. Contoh perhitungan kelayakan usaha juga diberikan. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang praktik terbaik dalam peternakan ayam petelur. Keberhasilan pendampingan dapat dilihat dari hasil evaluasi umpan balik kegiatan yang baik dan sangat baik. Selain itu, indikator keberhasilan dilihat dari respon positif dan antusiasme seluruh peserta. Artikel ini dapat menjadi referensi bagi pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah, warga desa, dan peternak lainnya dalam upaya pengembangan usaha peternakan ayam petelur di berbagai desa.  Abstract. The development of layer farms in Cisalak Village, Sumedang is one of the initiatives to improve the welfare of the local community. This article discusses the results of community service activities that aim to provide assistance on business feasibility and development strategies for layer farming. The mentoring method is carried out through needs analysis, implementation and evaluation. A participatory approach was used to actively involve the team, villagers and farmers in the formulation of solutions using the SWOT method. Examples of business feasibility calculations were also given. This improved their understanding of best practices in layer farming. The success of the mentoring can be seen from the results of the evaluation of good and excellent activity feedback. In addition, the success indicator is seen from the positive response and enthusiasm of all participants. This article can be a reference for related parties, both local governments, villagers, and other farmers in efforts to develop layer farming businesses in various villages.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMBUATAN ANEKA OLAHAN DAUN KELOR DI DESA BOWONG CINDEA KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP Makkatenni, Makkatenni; Jalil, Jalil; Kusmaladewi, kusmaladewi; Bandong, I; Risnashari, Risnashari
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1878

Abstract

Pemberdayaan kelompok wanita tani melalui pengolahan daun kelor di Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), dengan fokus pada pengentasan stunting dan peningkatan gizi anak. Melibatkan kerjasama antara Universitas Terbuka (UT) Makassar, kelompok wanita tani, Penyuluh Pertanian, dan pemerintah kabupaten, studi ini menerapkan metode kualitatif partisipatif. Prosesnya mencakup ceramah mengenai nilai gizi daun kelor, sesi tanya jawab untuk pemahaman mendalam, praktik pembuatan produk berbasis daun kelor, dan pendampingan oleh tim pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah daun kelor, serta dampaknya terhadap kesejahteraan komunitas. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, serta perkembangan positif dalam pemanfaatan daun kelor sebagai sumber gizi dan peluang ekonomi. Studi ini menyimpulkan bahwa pengolahan daun kelor sebagai intervensi nutrisi memiliki potensi signifikan dalam mengatasi kekurangan gizi dan membuka peluang ekonomi baru di daerah pedesaan. Pemberdayaan kelompok wanita tani dalam inisiatif ini juga mendemonstrasikan efektivitas pendekatan berbasis komunitas dalam intervensi kesehatan dan ekonomi. Abstract. Empowerment of Women's Farmer Groups through Moringa Leaf Processing in Bowong Cindea Village, Bungoro District, Pangkajene and Islands Regency (Pangkep). With a focus on reducing stunting and improving children's nutrition, this study involves collaboration between Universitas Terbuka (UT) Makassar, women's farmer groups, agricultural extension workers, and the district government. Using a participatory qualitative method, the process includes lectures on the nutritional value of Moringa leaves, Q&A sessions for in-depth understanding, hands-on practice in creating Moringa-based products, and guidance from the implementation team. The study aims to evaluate the effectiveness of these activities in enhancing participants' knowledge and skills in processing Moringa leaves, as well as their impact on community welfare. Data is collected through activity observation, in-depth interviews, and documentation. The results show a significant increase in participants' knowledge and skills, along with positive developments in the utilization of Moringa leaves as a nutritional source and economic opportunity. The study concludes that processing Moringa leaves as a nutritional intervention has significant potential in addressing malnutrition and opening new economic opportunities in rural areas. The empowerment of women's farmer groups in this initiative also demonstrates the effectiveness of a community-based approach in health and economic interventions
PELATIHAN MODIFIKASI SAYURAN HIDROPONIK MENJADI PRODUK MIE SAYUR Nurliani, Nurliani; Suherah, Suherah; Marwan, Rasdar
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2279

Abstract

Konsumsi sayur dan buah sangat penting dalam pola  makan  seimbang. Sayur dan buah mengandung vitamin dan mineral, serat makanan, dan zat-zat phytochemical yang diperlukan tubuh.  Permasalahan mitra yang ditemukan adalah anak-anak mereka mempunyai kebiasaan buruk tidak mau mengkonsumsi sayur. Solusi yang dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra membuat modifikasi produk olahan sayur. Metode pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu melakukan penyuluhan tentang manfaat dan kandungan gizi sayuran, pelatihan dan pendampingan menanam sayuran hidroponik dan membuat produk olahan sayur. Hasil kegiatan menunjukkan 80% mitra mampu mendeskripsi manfaat sayuran hidroponik, terampil menanam sayur hidroponik, serta terampil memodifikasi produk olahan sayu.  Abstract. Consumption of vegetables and fruits is very important in a balanced diet. Vegetables and fruits contain vitamins and minerals, dietary fibre, and phytochemicals that the body needs.  The problem partners found was that their children had a bad habit of not wanting to consume vegetables. The solution is to increase the knowledge and skills of partners to make modifications to processed vegetable products. The method of implementing the Community Partnership Programme (PKM) is to conduct counseling on the benefits and nutritional content of vegetables, training and assistance in growing hydroponic vegetables and making processed vegetable products. The results showed that 80% of partners were able to describe the benefits of hydroponic vegetables, skilled in growing hydroponic vegetables, and skilled in modifying processed vegetable products.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PEMBUDIDAYA JAMUR TIRAM MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI MONITORING BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) Ridwansyah, Ridwansyah; Faika, Siti; Suhaeb, Sutarsi; Jaya, Hendra; Idris, Maruf
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i1.1735

Abstract

Pembudidayaan jamur tiram diperlukan media tanam yang disebut Baglog. Dalam pembuatan baglog jamur tiram, seringkali timbul yellow spot, green spot, gagal menumbuhkan miselium, perkembangan miselium lambat, dan baglog membusuk. Seringkali faktor sterilisasi media dianggap sebagai satu-satunya sebab dalam kegagalan. Untuk itu perlu dijaga dengan baik yang merupakan syarat hidup jamur: Suhu, kelembaban, keasaman (pH), cahaya, kadar Air, kebutuhan nutrisi jamur. Tahapan  pelaksanaan  kegiatan terdiri metode pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dan solusi yang ditawarkan adalah melakukan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok pembudidaya Jamur Tiram (mitra) tentang pengetahuan dalam Pembuatan peralatan Berbasis IoT (Internet of Things) dalam membantu pemeliharaan dan peningkatan Produksi Jamur Tiram yang praktis, dan mudah dimengerti, metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan, tanya jawab.  Abstract. Oyster mushroom cultivation requires a planting medium called Baglog. In making oyster mushroom baglogs, yellow spots, green spots, failure to grow mycelium, slow mycelium development, and rotting baglogs often occur. Often the media sterilization factor is considered the only cause of failure. For this reason, it needs to be properly maintained which is a requirement for mushroom life: Temperature, humidity, acidity (pH), light, water content, nutritional needs of mushrooms. The stages of implementing the activity consist of the method of implementing the activities of the Community Partnership Program (PKM), and the solution offered is to conduct training and mentoring to groups of Oyster Mushroom cultivators (partners) on knowledge in making IoT (Internet of Things) Based equipment in helping to maintain and increase Oyster Mushroom Production which is practical, and easy to understand, the methods used are lectures, discussions and, questions and answers.