cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran
ISSN : 25499203     EISSN : 25499114     DOI : -
Core Subject : Education,
PEMBELAJAR menerbitkan hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, dan praktisi pendidikan pada bidang Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
Strategi Pengembangan Emotional Quotient Peserta Didik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Anisa, Devi; Bahri, Saiful; Baharudin, Baharudin; Hasanah, Uswatun; Octafiona, Era
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i1.71354

Abstract

Kecerdasan intelektual (IQ) menyumbang sekitar 20% dalam prestasi hidup seseorang, sedangkan 80 % lainnya dipengaruhi oleh kekuatan lainnya, yang diantaranya adalah kecerdasan emosional (EQ). Dengan strategi yang tepat, diharapkan guru dapat mengembangkan kecerdasan emosional peserta didik agar mampu memahami pembelajaran yang disampaikan, karena akal saja tidak cukup tanpa adanya penghayatan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kecerdasan emosional (Emotional Quotient/EQ) peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 2 Bandar Lampung. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali strategi guru PAI dalam mengembangkan EQ peserta didik selama proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pengembangan EQ peserta didik strategi yang digunakan yaitu melalui model pembelajaran yang digunakan seperti cooperative learning, quantum learning, dan project based learning. Kemudian metode pembelajaran yang variatif, media pembelajaran yang reflektif, dan evaluasi berbasis reflektif. Serta kegiatan luar kelas seperti shalat berjamaah, tadarus, dan kegiatan perlombaan islam. Kemudian terdapat faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi pengembangan EQ peserta didik diantaranya; peran guru, inovasi pembelajaran, fasilitas, peran orang tua dan juga peserta didik itu sendiri.
Pengembangan Media Lift The Flap Book Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Puisi Siswa bachtiar, Yusril wisnu; Bektiningsih, Kurniana
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i1.71143

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Lift The Flap Book untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV sekolah dasar. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan Mixed Methods, yang mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Proses pengembangan mengikuti model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: (1) analisis potensi dan masalah, (2) desain produk, (3) pengembangan produk, (4) uji coba produk, dan (5) evaluasi serta perbaikan produk. Pengumpulan data diperoleh dari angket kebutuhan yaitu guru dan siswa, wawancara dengan sekolah, melaksanakan validasi ahli yaitu materi dan media, serta uji coba kelompok yaitu kecil dan besar. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji t-test, dan perhitungan N-Gain untuk mengukur efektivitas media dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lift The Flap Book sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran, terbukti melalui validasi ahli mendapatkan penilaian 89,2% untuk ahli media dan 92,7% untuk ahli materi dan Peningkatan pemahaman siswa terhadap puisi juga ditunjukkan melalui hasil posttest yang lebih tinggi 42,86% dibandingkan pretest, dengan nilai N-Gain dalam kategori sedang yaitu 0,3339. Serta respons positif dari siswa serta guru selama uji coba.  Yang menunjukan skor 95,8% untuk angket guru dan 88,1 % untuk angket tanggapan siswa. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan media pembelajaran inovatif dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa, terutama dalam materi yang sering dianggap sulit dan kurang menarik. 
Model Edupreneurship Dalam Meningkatkan Intensi Mahasiswa Iqbal, Iqbal
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i1.71374

Abstract

 Tujuan penelitaian ini untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan faktor penghalang pengembangan edupreneurship di Provinsi Lampung serta menawarkan model terkait pengembangannya. Penelitian ini memiliki sifat eksploratif dan telah mengadopsi pendekatan kualitatif. Penelitian ini memberikan perhatian khusus kompetensi mahasiswa yang memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan intensi dalam berwirausaha. Dukungan Universitas dilakukan melalui pengembangan kurikulum/pembelajaran dan pelatihan-pelatihan yang mengasah kemampuan berwirausaha terutama pelatihan peningkatan kompetensi kerjasama antara universitas dengan dinas terkait seperti, dinas koperasi dan UMKM menjadi faktor pendukung pengembangan edupreneurship. Sementara hambatan yang dihadapi terkait persoalan pola pikir dimana mahasiswa masih berpikir sebagai pencari kerja, bukan pencipta kerja. Hambatan lainnya adalah persoalan iklim kewirausahaan yang belum memadai secara kuantitas dan kualitas serta kurangnya hubungan terpadu antara penyelenggara perguruan tinggi dengan organisasi usaha tertentu. Model edupreneurshi di Provinsi Lampung antara lain: (1) Pembenahan dalam Kurikulum, silabus dan RPP dimana pelaksanaan Pembelajaran Kewirausahaan lebih menekankan praktik daripada teori; (2) Pendidikan kewirausahaan menjadi tanggung jawab bersama antara universitas, keluarga, masyarakat dan pemerintah; (3) Pendidikan kewirausahaan dapat diimplementasikan secara terpadu dengan kegiatan-kegiatan pendidikan di universitas secara bersama-sama dengan dunia industri sebagai suatu komunitas pendidikan Kewirausahaan.
Studi Penerapan Kampus Merdeka Menghadapi Era Revolusi Industri 5.0 pada Mahasiswa Politeknik Ilmu Pelayaran Sunusi, Sahabuddin; Susanto, Rudy; Winarno, Winarno; Sunusi, M. Syafril; Arwansah, Arwansah; Shalehuddin, Hasnan Habib
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v8i2.68248

Abstract

Salah satu metode yang dapat digunakan universitas dalam beradaptasi dengan revolusi industri 5.0 adalah blended learning, yaitu metode pembelajaran hybrid menggabungkan secara online dan tatap muka. Pendekatan metode seperti itu, dapat memperkuat pengalaman mahasiswa menggunakan perangkat digital, yang sangat penting di dunia kerja di masa depan. Pola lama pendidikan tinggi tidak lagi cukup untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja. Kemampuan atau skills seperti berpikir kritis (critikal thinking), kreatifitas, dan adaptabilitas, semakin penting dimiliki mahasiswa. Universitas atau perguruan tinggi perlu menyesuaikan kurikulumnya untuk memastikan agar para mahasiswa memiliki skills yang dibutuhkan demi mencapai kesuksesan di era baru ini. Jenis penelitian ini adalah survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas X tahun pelajaran 2024/2025. Sampel penelitian sebanyak 100 orang yang dipilih secara purposive random. Teknik pengumpulan data, yaitu kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu distribusi tabel frekuensi. Kesimpulan penelitian adalah: (1) Politeknik Ilmu Pelayaran cukup menerapkan kampus merdeka dalam menghadapi era revolusi industri 5.0., dan (2) faktor penghambat penerapan kampus merdeka menghadapi era revolusi industri 5.0 pada universitas X adalah pemahaman mahasiswa, pemahaman orang tua, dan industri yang masih baru menjadi penghambat dalam menghadapi era revolusi industri 5.0; serta kurangnya literasi mahasiswa. Selanjutnya faktor pendukung penerapan kampus merdeka menghadapi era revolusi industri 5.0 pada universitas X adalah penggunaan digitalisasi, kemampuan dan kompetensi dosen, serta pengembangan program pendidikan dan pelatihan bagi dosen.
Efektivitas Konseling Kelompok Pendekatan Cbt Teknik Cognitive Restructuring Dalam Meningkatkan Resiliensi Remaja Fatherless Susika, Shevia Fera; Rasimin, Rasimin; Fitriana, Fitriana
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 9 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i2.77276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok menggunakan pendekatan Terapi Perilaku Kognitif (CBT) dengan teknik Restrukturisasi Kognitif untuk meningkatkan ketahanan remaja tanpa ayah. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain eksperimental satu kelompok pra-tes dan pasca-tes, dilakukan di MTS PKP Al-Hidayah di Kota Jambi dengan 10 peserta yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan uji T. Hasil menunjukkan peningkatan skor ketahanan rata-rata dari 48 (kategori buruk) menjadi 73,25 (kategori cukup), dengan nilai signifikansi 0,000. Dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan pendekatan CBT menggunakan teknik Restrukturisasi Kognitif efektif dalam meningkatkan ketahanan remaja yang kehilangan ayah. 
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kepercayaan Diri Siswa Azzahra, Mai Lindah; Nelyahardi, Nelyahardi; Zulfikar, Muhammad
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 9 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i2.76839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan signifikan antara dukungan sosial dengan kepercayaan diri pada siswa SMA Negeri 11 Kota Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 11 Kota Jambi berjumlah 252 orang, dengan sampel 155 siswa yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket terdiri atas 50 item untuk variabel dukungan sosial (X) dan 29 item untuk variabel kepercayaan diri (Y), yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan sosial dan kepercayaan diri dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai korelasi sebesar 0,352 yang termasuk kategori rendah (jelas tetapi kecil). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima siswa maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan dirinya, meskipun hubungannya tidak terlalu kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara dukungan sosial dengan kepercayaan diri siswa kelas X SMA Negeri 11 Kota Jambi.Kata Kunci: Dukungan Sosial,  Kepercayaan Diri,  Remaja,  Siswa SMA,  Hubungan.
Pengembangan Media Fun Thinkers Book Berbasis Aplikasi Unity Materi Hak Dan Kewajiban masluchi, sita sabilana; Amalia, Shofi Nur; Alfi, Cindya Alfi3
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 9 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i2.75930

Abstract

This study aims to develop an interactive learning medium called Fun Thinkers Book, which is integrated with the Unity application to improve students’ engagement and motivation in learning about rights and obligations. The issue addressed in this research is the traditional, teacher-centered learning approach and the limited use of interactive media, which results in a lack of student interest in civics education. The study adopts the 4D development model, consisting of Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The research subjects were third-grade students and a teacher at UPT SDN Garum 01. Data were collected through interviews, questionnaires, and documentation. Validation results showed that the media was categorized as highly valid by media, material, and language experts, requiring only minor revisions. The final product also received positive feedback, with 100% of teachers and 89.3% of students rating the media as highly engaging. Therefore, the Fun Thinkers Book integrated with Unity is considered a valid and engaging educational tool for teaching rights and obligations in elementary civics education.
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis ang Diajar Menggunakan Model Problem Based Learning Dan Discovery Learning Lase, Intan Yulistin; Telaumbanua, Desman; Harefa, Agnes Renostini; Waruwu, Yaredi
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 9 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i2.76436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan nilai rata-rata kelas Problem Based Learning; (2) menentukan nilai rata-rata kelas Pembelajaran Berbasis Penemuan; dan (3) menunjukkan apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa. X1 (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan X2 (Pembelajaran Berbasis Penemuan) adalah dua kelompok eksperimen dalam penelitian ini, yang menggunakan desain quasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol posttest-only. Siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Hiliduho menjadi subjek penelitian. Uji kemampuan berpikir kritis yang dimodifikasi dari California Critical Thinking Skills Test (CCST) digunakan sebagai alat penelitian. Uji ini dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 2030 untuk menentukan validitas, reliabilitas, tingkat kesulitan, dan daya beda. Setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) dan model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) Nilai rata-rata kelas yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah adalah 83,00, sedangkan nilai rata-rata menggunakan model pembelajaran penemuan adalah 76,08. Uji T Sampel Independen digunakan untuk menguji hipotesis, dan hasilnya menunjukkan bahwa nilai (dua ekor) P adalah <0,01, artinya P <0,05, yang menunjukkan bahwa hipotesis (H0) ditolak. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam keterampilan berpikir kritis yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran penemuan.
Dampak Penggunaan Video Tutorial Interaktif Dalam Meningkatkan Penguasaan Materi Algoritma Dan Pemrograman Daming, Hamdi M.; Nurdianah, Nurdianah M.; Ferdiansyah, Handy
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 9 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i2.76843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan video tutorial interaktif dalam meningkatkan penguasaan materi algoritma dan pemrograman pada mahasiswa. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, dengan sumber utama berupa artikel ilmiah, buku akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Fokus analisis diarahkan pada sejauh mana media video interaktif memengaruhi keterlibatan belajar, pemahaman konsep, fleksibilitas belajar, serta hasil akademik mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan video tutorial interaktif memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Media ini mampu menghadirkan proses belajar yang lebih menarik, komunikatif, dan kontekstual sehingga mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam setiap tahapan pembelajaran. Visualisasi yang disajikan membantu mahasiswa memahami konsep-konsep abstrak dengan lebih mudah, sementara fleksibilitas waktu dan ritme belajar memungkinkan mereka untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan individu. Selain itu, video interaktif juga mendorong terbentuknya lingkungan belajar mandiri yang mendukung penguatan pemahaman secara berkelanjutan. Dengan demikian, video tutorial interaktif dapat dipandang sebagai solusi pedagogis yang efektif untuk mengatasi berbagai kendala dalam pembelajaran algoritma dan pemrograman, sekaligus relevan dengan karakteristik pembelajar digital pada era teknologi saat ini.
Pengembangan Media Diorama Kincir Air (Kicar) Berbasis STEM Materi Perubahan Bentuk Energi Muzaqi, Muhamad; Amalia, Shofi Nur; Alfi, Cindya Alfi
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 9 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i2.76061

Abstract

Penelitian ini berawal dari sedikitnya pemanfaatan media yang baik dan  menarik dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar Negeri Jatitengah 01 Kabupaten Blitar. Penelitian memiliki tujuan sebagai Langkah awal membangun media pembelajaran diorama kincir air (KICAR) berbasis STEM. menurut (Kisma et al., 2020) media pembelajaran diorama membuat peserta didik tidak hanya menerima materi atau konsep dari guru, tapi peserta didik mampu menemukan konsep menggunakan sendirinya. Penemuan ini menerapkan metode (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi 5 komponen: Analisis, Desain, Developmen, Implementasi, dan  evaluasi. Peserta penelitian adalah siswa kelas IV pada Sekolah Dasar Negeri Jatitengah 01. Data dihasilkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan guru dan siswa, dokumentasi, dilanjutkan dengan  angket validasi dan  tanggapan dari pakar materi, media, guru, dan  peserta didik. akibat validasi memberikan bahwa KICAR dinyatakan oleh para pakar materi 82,5% “valid” serta ahli media 90% “sangat valid”, dan  mendapatkan respons asal pengajar 92,5% “sangat menarik” dan  siswa 91,lima% “sangat menarik”. dengan eksistensi media KICAR, proses pembelajaran menjadi lebih menarik karena siswa tidak hanya menerima berita secara konstektual, tetapi pula dapat merasakan dan  mempelajari konsep secara pribadi. yang akan terjadi penelitian memberikan bahwa media diorama kincir air yang berbasis STEM layak digunakan menjadi alat pembelajaran untuk materi perubahan bentuk tenaga di SD.