cover
Contact Name
Siti Dahlia
Contact Email
sitidahlia@uhamka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgel@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan
ISSN : 25798499     EISSN : 25798510     DOI : -
Jurnal Geografi Edukasi dan Lingkungan (JGEL) ISSN 2579-8499 (print), ISSN 2579-8510 (online) is an national journal in Indonesia published by the Departement of Geography Education, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, concerns with physical geography, human geography, geography techniques, and geography education which releases twice in year (July and January).
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Geo-Vulcan Metaverse: Virtual Learning Environment Pada Bentang Alam Gunungapi Kelud Berbasis Spatial.io Anna Yulia Astuti; Listyo Yudha Irawan; Alfyananda Kurnia Putra; Sumarmi
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.18949

Abstract

Keterbatasan teknologi dan media pembelajaran geografi menyebabkan siswa kesulitan memahami materi vulkanisme yang abstrak, sehingga diperlukan media yang dapat menvisualisasikan objek dan memberikan pengalaman imersif dalam membantu siswa memahami materi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk media pembelajaran Geo-Vulcan Metaverse dan mengevaluasi seberapa layak produk tersebut.  Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi adalah lima langkah dalam model ADDIE yang digunakan untuk pengembangan.  Informasi kuantitatif dan kualitatif dimasukkan ke dalam data yang dikumpulkan.  Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara, serta dokumentasi kegiatan, dengan analisis data deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Uji coba kelayakan produk media pembelajaran Geo-Vulcan Metaverse dilakukan pada 36 siswa kelas XI IPS 1 di SMAN 2 Pare. Hasil validasi dari ahli materi menunjukkan persentase 87,78%, sementara validasi dari ahli media mencapai 85,53%, keduanya berada dalam kategori Sangat Layak. Respon guru tercatat sebesar 98,53%, dan pengalaman pengguna dari siswa juga memenuhi semua indikator user experience yang diukur. Siswa sangat tertarik dengan media Geo-Vulcan Metaverse, terlihat dari antusiasme mereka dalam berpartisipasi aktif, bertanya, dan berbagi pengalaman selama eksplorasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media Geo-Vulcan Metaverse tergolong sangat layak dan dapat diterapkan dalam pembelajaran geografi, khususnya untuk materi vulkanisme.
Dampak El Niño Southern Oscillation (ENSO) Terhadap Anomali Curah Hujan Di Kabupaten Temanggung 1995 – 2024 Firmansyah, Anugrah Jorgi; Emilya Nurjani; Andung Bayu Sekaranom
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.19111

Abstract

Fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) memengaruhi kondisi curah hujan disuatu wilayah, salah satunya Kabupaten Temanggung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak ENSO terhadap anomali curah hujan di Kabupaten Temanggung pada periode 1995–2024. Data yang digunakan berupa curah hujan satelit CHIRPS yang dikoreksi dengan data observasi dan membandingkan rata-rata curah hujan saat fase El Niño serta La Niña dengan fase netral berdasarkan nilai Oceanic Niño Index (ONI). Metode analisis data temporal dan spasial yang disajikan secara deskriptif kuantitatif digunakan untuk menjelaskan hasil yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan secara temporal dampak El Niño memicu penurunan curah hujan rata-rata sebesar 20,6% dengan penurunan terbesar hingga 82,9% pada bulan Oktober, dengan dampak terbesar di sekitar lereng Gunung Sumbing dan Sindoro dan sisi utara pada perbukitan yang berbatasan dengan Kabupaten Kendal. Dampak La Niña meningkatkan curah hujan tahunan sekitar 14%, dengan peningkatan tertinggi di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro dan semakin melemah menuju wilayah dengan elevasi yang lebih rendah. Secara temporal, dampak ENSO terhadap curah hujan di Temanggung lebih berpengaruh pada bulan Agustus-Oktober yang dapat memengaruhi perubahan antara musim kemarau ke penghujan di wilayah ini. Secara spasial, sebaran anomali curah hujan di Kabupaten Temanggung memiliki hubungan dengan kondisi topografinya dengan dampak lebih tinggi pada daerah pegunungan dan melemah menuju elevasi yang lebih rendah. Perlunya strategi adaptasi dan mitigasi lokal yang mempertimbangkan variasi spasial anomali curah hujan akibat ENSO guna mengantisipasi dampak lebih buruk akibat perubahan iklim yang diprediksi akan memperkuat frekuensi dan intensitas ENSO di masa depan.
Representasi Simbol Eco Green Pada Hunian Indekos Dan Implikasinya Terhadap Kesadaran Lingkungan Penghuni Di Kawasan Perkotaan Yogyakarta Widyawati
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.19234

Abstract

Perubahan iklim menuntut peningkatan kesadaran lingkungan, terutama di hunian kos-kosan perkotaan yang dihuni generasi muda. Namun, efektivitas simbol eco green dalam membentuk kesadaran lingkungan penghuni perempuan masih memerlukan kajian mendalam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik simbol eco green, mengeksplorasi persepsi penghuni, dan menganalisis dampaknya terhadap kesadaran serta perilaku lingkungan. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan melalui wawancara mendalam delapan penghuni dan satu pengelola, observasi partisipatif, serta dokumentasi foto di kos-kosan perempuan Yogyakarta. Simbol eco green yang dianalisis meliputi tanaman hijau (palem, kamboja, aglonema, lidah mertua), AC berbasis refrigeran R32, stiker hemat energi, dan simbol pembuangan sampah dengan tanda hati. Hasil menunjukkan simbol-simbol ini memperkuat kesadaran lingkungan, mendorong perilaku hemat energi dan air, adopsi tanaman hias, serta menciptakan suasana restoratif. Pemahaman terbatas tentang teknologi R32 mengindikasikan perlunya edukasi tambahan. Penelitian ini menawarkan solusi praktis promosi gaya hidup berkelanjutan di hunian perkotaan.
Efektivitas Arang Karbon Aktif Dari Limbah Bahan Pertanian Dalam Menurunkan Polusi Mikroplastik Garfansa, Marchel Putra; Holifah, Siti; Iswahyudi; Ekalaturrahmah, Yenni Arista Cipta
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.19270

Abstract

Polusi mikroplastik (MPs) semakin meningkat setiap tahun dan hamper dijumpai di lingkungan sekitar terutama perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi arang karbon aktif berbasis limbah pertanian dalam mengurangi tingkat mikroplastik pada air irigasi pertanian. Penelitian ini menggunakan teknik filtrasi kolom, di mana berbagai bahan baku arang seperti sekam padi, kayu, dan tempurung kelapa diolah dan diuji dalam proses aktivasi untuk menghasilkan karbon aktif. Efektivitas karbon aktif dalam mengurangi mikroplastik diuji dengan menggunakan empat jenis mikroplastik yang berbeda dalam ukuran dan bentuk, dan pengukuran efisiensi dilakukan secara gravimetrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang karbon aktif yang diaktivasi, terutama yang berasal dari kayu (AKK), mampu menghilangkan mikroplastik hingga 98,79%, lebih tinggi dibandingkan arang yang tidak diaktivasi. Proses aktivasi meningkatkan kapasitas adsorpsi karbon aktif, yang terbukti lebih efektif dalam menangani mikroplastik, terutama yang lebih besar dan tidak teratur. Kesimpulannya, arang karbon aktif berbasis limbah pertanian merupakan alternatif yang efektif dan ramah lingkungan dalam mengurangi polusi mikroplastik di sistem pertanian. Penelitian ini memberikan dampak yang signifikan dalam mengatasi polusi mikroplastik yang semakin meningkat di sektor pertanian dan dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk pengelolaan air irigasi.
Evaluasi Permasalahan Sampah Anorganik DAS Kedak Kota Kediri Berdasarkan Kerangka DPSIR Mochammad Tri Herwanto; Bismarq Pulungan Aulia Al Amien; Adi Wicaksono; Novika Adi Wibowo; Waode Yunia Silviariza; Ifan Deffinika; Rivandi Pranandita Putra
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.19415

Abstract

Permasalahan sampah anorganik khususnya plastik menjadi isu kritis yang mengancam keberlanjutan ekosistem perairan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedak di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab serta merumuskan strategi penanganan pencemaran sampah anorganik berdasarkan pendekatan kerangka DPSIR (Driving Forces, Pressures, State, Impact, Response). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan dokumentasi visual di delapan titik strategis DAS Kedak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, dan pola konsumsi produk sekali pakai merupakan faktor pendorong utama yang memicu tekanan berupa pembuangan sampah langsung ke sungai dan lemahnya sistem pengelolaan limbah. Kondisi lingkungan DAS mengakibatkan degradasi fisik dan ekologis dengan dampak berupa penurunan kualitas air, akumulasi mikroplastik, serta risiko terhadap kesehatan masyarakat. Strategi terpadu melalui penguatan kebijakan, pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis Circular Economy (CE), serta penguatan gerakan komunitas seperti Clean River Movement (CRM) menjadi solusi alternatif permasalahan sampah anorganik. Kerangka DPSIR terbukti efektif dalam mengurai permasalahan lingkungan perkotaan secara sistematis dan dapat dijadikan dasar perumusan kebijakan pengelolaan DAS yang adaptif dan berkelanjutan.
Analysis Of Public Perception And Knowledge About RIP Current At Drini Beach, Gunungkidul Regency, Yogyakarta Based On X Data Bella, Syintia; Arif, Nursida; Ikhlas Nur Muhammad
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.19997

Abstract

This study analyzes public perception and knowledge regarding rip current hazards at Drini Beach, Gunungkidul, Yogyakarta, using X (Twitter) data collected between January 1 and April 22, 2025. The research was motivated by the low level of public awareness, which contributes to recurring coastal accidents. Data were obtained through a Python-based crawling process in Google Collaboratory using the hashtags #ripcurrent and #pantaidrini, producing 200 tweets, of which 23 were identified as relevant after a filtering stage. These tweets were further examined using Social Network Analysis (SNA) to identify key actors, interaction patterns, and information dissemination networks. Complementary spatial analysis was performed through the interpretation of Google Earth imagery to identify rip current–prone zones and relate them to public responses on social media. The findings indicate a sharp increase in online discussion and awareness following a fatal incident involving a student from Mojokerto in January 2025. Although limited in number, relevant tweets effectively disseminated safety information and risk awareness. This study highlights the potential of X as a rapid disaster communication tool and its value in enhancing community preparedness in coastal tourism areas.
Analisis Pola Rotasi Tanam Padi Menggunakan Model Fusi Spasial Temporal ESTARFM Pada Citra Landsat 8 Dan MODIS Rosyadi, Raden Ibnu; Ananda Shabrina Putri Gunawan; Bayu Kurniawan; Gilang Cahya Nusantara
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.20142

Abstract

Luas dan rotasi tanam merupakan variabel kunci dalam estimasi produksi padi yang dapat dianalisis melalui penginderaan jauh dengan pendekatan temporal. Meskipun demikian, penginderaan jauh menghadapi kendala biaya ketika dibutuhkan citra dengan resolusi temporal yang tinggi sekaligus resolusi spasial yang memadai. Oleh karena itu diperlukan metode yang dapat meningkatkan aspek resolusi temporal citra penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan algoritma Enhanced Spatial and Temporal Adaptive Reflectance Fusion Model (ESTARFM) dalam menghasilkan informasi temporal tambahan untuk mengenali pola rotasi tanam padi. Metode yang digunakan adalah pemodelan ESTARFM pada citra Landsat 8 dan citra MODIS untuk menghasilkan citra fusi dengan resolusi spasial setara Landsat 8 dan resolusi temporal yang ditingkatkan dari MODIS. Uji akurasi nilai indeks NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) pada citra fusi hasil ESTARFM dilakukan dengan menghitung RMSE dari perbandingan nilai NDVI antara citra fusi tersebut dan citra Landsat 8 pada waktu citra yang sama. Dihasilkan nilai RMSE 0,017165 (baik). Analisis pola rotasi tanam padi melalui grafik nilai mean indeks NDVI dengan penambahan citra fusi hasil ESTARFM menghasilkan pendetailan fase pertumbuhan tanaman padi. Kesimpulan penelitian ini adalah pemodelan ESTARFM mampu menghasilkan citra fusi spasial temporal dengan akurasi yang memadai serta mendukung identifikasi fase pertumbuhan tanaman padi secara detail, sehingga berpotensi memperkuat penyediaan informasi produksi padi berbasis penginderaan jauh.
Pengaruh Kerapatan Vegetasi Pada Ruang Terbuka Hijau Terhadap Suhu Permukaan Di Kota Malang Purwanto, Rizky; Melati Julia Rahma
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.20296

Abstract

Perkembangan pesat kawasan perkotaan di Kota Malang telah menyebabkan meningkatnya suhu permukaan akibat berkurangnya tutupan vegetasi dan meningkatnya lahan terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kerapatan vegetasi pada ruang terbuka hijau (RTH) terhadap suhu permukaan di Kota Malang dengan pendekatan penginderaan jauh berbasis NDVI dan LST. Data yang digunakan berupa citra satelit Landsat 8 tahun 2025 yang telah dikoreksi secara radiometrik. Pengolahan data dilakukan melalui perhitungan NDVI untuk mengetahui kerapatan vegetasi dan perhitungan LST untuk mengetahui distribusi suhu permukaan. Selanjutnya, hasil perhitungan tersebut dianalisis dengan teknik overlay spasial dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif  yang kuat antara NDVI dan LST, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,4454. Artinya, sekitar 44,54% variasi suhu permukaan di Kota Malang dapat dijelaskan oleh kerapatan vegetasi. Wilayah dengan tutupan vegetasi tinggi, seperti Kedungkandang dan Sukun bagian selatan, menunjukkan suhu permukaan yang relatif lebih rendah, sedangkan wilayah dengan tutupan vegetasi rendah seperti Klojen dan Blimbing mengalami suhu permukaan yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan kualitas dan distribusi RTH dalam mitigasi urban heat island dan perencanaan kota yang berkelanjutan.
Efek Integratif Pembelajaran Inovatif (Experiential Learning, Inquiry-Based Learning, Project-Based Learning) Terhadap Pengembangan Literasi Sains Dan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Syarif, Erman; Samsu, Taufiq Hidayat
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.20888

Abstract

ABSTRAK Model pembelajaran inovatif seperti Experiental Learning Inquiry-Based Learning, dan Project-Based Learning di pandang relevan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Ketiga model ini lebih berfokus pada keterlibatan aktif peserta didik, pengalamn belajar yang autentik serta kontekstual. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan AMOS, melibatkan 150 responden yang dipilih secara proporsional. Uji normalitas multivariat menunjukkan data berdistribusi normal (CR = –1,238), sedangkan hasil goodness of fit mengonfirmasi kelayakan model (p = 0,124; CMIN/DF = 1,198; GFI = 0,928; CFI = 0,922; RMSEA = 0,036). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan Experiential Learning (β = 0,033; p = 0,021), Inquiry Based Learning (β = 0,835; p < 0,001), dan Project Based Learning (β = 0,264; p < 0,001) berpengaruh signifikan terhadap literasi digital. Ketiga model juga berpengaruh terhadap sikap peduli lingkungan (β = 0,379; β = 0,972; β = 0,577; p < 0,001). Literasi digital terbukti menjadi prediktor kuat bagi sikap peduli lingkungan (β = 0,903; p < 0,001). Temuan ini menegaskan relevansi pendekatan konstruktivis yang mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan reflektif untuk memperkuat literasi digital sekaligus membentuk perilaku pro-lingkungan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan abad ke-21.
Pemetaan Dan Analisis Pola Spasial Kriminalitas Di Indonesia Halengkara, Listumbinang; Susilo, Bowo; Farda, Nur Mohammad
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.21131

Abstract

Kriminalitas masih menjadi salah satu permasalahan utama di Indonesia yang perlu diatasi. Berdasarkan data, jumlah kriminalitas dan tingkat resiko kriminalitas di Indonesia masih tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis pola spasial berbagai jenis kriminalitas di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data statistik kriminalitas pada rentang waktu tahun 2018 - 2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pemetaan dilakukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG), sedangkan analisis pola spasial dilakukan dengan teknik Spatial Autocorrelation (Morans I). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 jenis kriminalitas di Indonesia, Provinsi Sumatera Utara tercatat memiliki rerata tertinggi untuk lima jenis kriminalitas, diikuti DKI Jakarta yang memiliki rerata tertinggi untuk dua jenis kriminalitas lainnya, sedangkan Provinsi Sulawesi Selatan dominan pada satu jenis kriminalitas. Jika dilihat berdasarkan jenis kriminalitas dengan rerata tertinggi di setiap provinsi, ada tiga jenis kriminal yang mendominasi, yaitu kriminalitas terhadap hak milik (25 provinsi), kriminalitas terhadap fisik (3 provinsi), dan kriminalitas terkait narkotika (2 provinsi). Hasil analisis juga menunjukkan bahwa ada dua jenis kriminalitas yang memiliki pola clustered, dan enam jenis kriminalitas yang memiliki pola random. Hasil kajian tentang karakteristik kriminalitas dari sudut pandang geografi ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pembuat kebijakan untuk pengembangan strategi yang lebih adaptif, kontekstual, tepat sasaran, dan spesifik untuk setiap wilayah di Indonesia dalam rangka pencegahan dan pengendalian kriminalitas.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari Vol. 9 No. 2 (2025): Edisi Bulan Juli Vol. 9 No. 1 (2025): Edisi Bulan Januari Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Bulan Juli Vol. 8 No. 1 (2024): Edisi Bulan Januari Vol. 7 No. 2 (2023): Edisi Bulan Juli Vol. 7 No. 1 (2023): Edisi Bulan Januari Vol. 6 No. 1 (2022): Volume 6, No. 1 Tahun 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): Edisi Bulan Juli Vol. 6 No. 1 (2022): Edisi Bulan Januari Vol. 5 No. 2 (2021): Volume 5, No. 2 (2021) Vol. 5 No. 1 (2021): Volume 5, No. 1 (2021) Vol. 5 No. 2 (2021): Edisi Bulan Juli Vol. 5 No. 1 (2021): Edisi Bulan Januari Vol. 4 No. 2 (2020): Edisi Bulan Juli Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 4 No. 1 (2020): Edisi Bulan Januari Vol 2 No 2 (2019): Januari - Juni 2019 Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 3 No. 2 (2019): Edisi Bulan Juli Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 3 No. 1 (2019): Edisi Bulan Januari Vol 2 No 1 (2018): Juli - Desember 2018 Vol 1 No 2 (2018): Januari - Juni 2018 Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 2 No. 2 (2018): Edisi Bulan Juli Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 2 No. 1 (2018): Edisi Bulan Januari Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 1 No. 1 (2017): Edisi Bulan Juli More Issue