cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 480 Documents
KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI MOLEKULER BAKTERI ASAM LAKTAT ASAL IKAN RINUAK (PSILOPSIS SP) SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK HALAL DARI DANAU MANINJAU SUMATERA BARAT Annita, Annita; Zahra, Eliza; Prima, Heppy Setya
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.2976

Abstract

Lactic Acid Bacteria (LAB) have recently become one of the main topics of discussion in the fields of health, food industry, science, animal husbandry, agriculture. LAB plays an important role in efforts to reduce stunting through various mechanisms related to intestinal health and nutrient absorption. One source of LAB is fermented Rinuak fish (Psilopsis sp) from Lake Maninjau, West Sumatra, Indonesia, which is isolated from probiotic bacteria which have the potential to act as antimicrobials, but must be ensured that they are halal in accordance with Islamic religious teachings. The aim of this study was to examine the antimicrobial potential of probiotic LAB isolated from Rinuak fish (Psilopsis sp). The research methods carried out were as follows: isolation and characterization of Rinuak fish (Psilopsis sp) LAB DNA, followed by assessment of the antimicrobial activity of the raw bacteriocin supernatant. Then, 16S rRNA was used to assess LAB isolate species that potentially had antimicrobial activity. The results showed that 3 samples of Rinuak fish (Psilopsis sp), After testing its ability to kill pathogenic bacteria, it was found that IR1 isolate had the greatest antimicrobial activity against Escherichia coli ATCC 0157 (30..27 mm), Staphylococcus aureus ATCC 25923 (25.65 mm) and Listeria monocytogenes CFSAN 004330 (18.65 mm) while the diameter of the inhibition zone by the supernatant of lactic acid bacteria Crude bacteriocin against Escherichia coli ATCC 0157 was 18.87 mm, Staphylococcus aureus ATCC 25923 was 22.67 mm while Listeria monocytogenes CFSAN 004330 did not form an inhibition zone. The results of molecular identification using 16S rRNA showed that the isolated lactic acid bacteria were 99.64% similar to those isolated from Rinuak fish (Psilopsis sp) with Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16, which has antimicrobial potential against pathogenic bacteria. Lentilactobacillus buchneri subsp. silagei CD034 strain 17-16 can be used as an antidiarrheal and antityphoid drug in humans as well as a natural preservative in food that is guaranteed halal
Determinan Faktor dari Gangguan Fungsi Kognitif pada Lansia Yuliharni, Siti; Jamil, Mohd; Wenny, Bunga Permata; Fitriani, Sukmah; Berlian, Rima; Putri, Putri; Nurleny, Nurleny
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3162

Abstract

Proses menua mengakibatkan konsekuensi penurunan fungsi pada lansia, salah satunya penurunan fungsi kognitif, sehingga lansia berisiko mengalami demensia. Gangguan fungsi kognitif akan memberi dampak pada kemandirian lansia, dan penurunan kualitas hidup. Gangguan fungsi kognitif pada lansia dapat disebabkan banyak faktor. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk melihat hubungan antara faktor-faktor dengan gangguan fungsi kognitif. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 101 orang lansia menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument MMSE, PASE, Tensimeter, dan kuesioner data usia dan perilaku merokok. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan yang bermakna pada usia (p value < 0,022), hipertensi (p value < 0,010), aktivitas fisik (p value < 0,000) dengan gangguan fungsi kognitif, serta tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku merokok dengan gangguan fungsi kognitif. Intervensi terkait pengontrolan tekanan darah dan aktivitas fisik perlu ditingkatkan untuk menghambat terjadinya gangguan fungsi kognitif pada lansia.
KORELASI DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI DUNIA Aprihatin, Yessy; Yanti, Erpita; Minas Sari, Putri; Novera, Milya; Sinthania, Debby; Trisna Ajani, Anggra; Elvira, Mariza
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3285

Abstract

Various water quality pollutions have had a negative impact on children's health. One of the pollution that commonly occurs in urban and rural environments is the use of pesticides in agricultural environments. Pesticides are made for the specific purpose of causing harm (to insects, rodents, and other pests), they have the potential to cause serious damage to a developing fetus. Another cause that causes the environmental quality to decline, especially the air environment, is the bad behavior of the community in consuming cigarettes. This research method uses descriptive techniques, which describes how Environmental quality affects public health, especially in the impact of stunting among children under five. Environmental quality and community behavior will determine the health status of the community. Furthermore, a person's health status will affect the quality of life and productivity which in turn will affect their welfare. The existence of environmental pollution from various toxic chemicals such as excessive use of pesticides in the environment results in disturbances in infant growth and in early childhood. In addition, an increase in cigarette consumption of about two percent has been replaced by a decrease in expenditure on rice, protein and fat sources, as well as education. Household expenditure on meat and fish decreased by around 2.3 percent during 2012-2023. Yet, as many studies have shown, this type of expenditure will profoundly influence the future development of children in terms of weight, height and cognitive abilities. 
Efektivitas Pengembangan Video Edukasi “Ayahanda Asi” Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Dukungan Suami Dalam Pemberian Asi Eksklusif di TPMB Wilayah Kecamatan Duren Sawit suri, cut meliana; Rahayu, Sri; N.Si, Riza Dwi; Kristianingsih, Ani; Kumalasari, Desi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3110

Abstract

ASI memiliki banyak manfaat diantaranya menurunkan risiko terjadinya penyakit infeksi misalnya infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran pernafasan, dan infeksi telinga. ASI juga dapat mencegah terjadinya penyakit non infeksi seperti penyakit alergi, obesitas, kurang gizi, asma, dan eksim, selain itu juga dapat meningkatkan kecerdasan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pengembangan video edukasi dalam peningkatan pengetahuan dan dukungan suami dalam pemberian ASI eksklusif.Jenis penelitian ini adalah kuantitaif dengan desain quasy experiment, pendekatan penelitiannya adalah two group pre-test post-tes design dengan memberikan intervensi yang berbeda pada 2 kelompok. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sample 30 orang. Teknik mengolah data dilakukan dengan uji independent T test dan dependent T test, kemudian uji Mann whitney dan uji Wilcoxon.Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan dan dukungan suami dalam mendorong pemberian ASI eksklusif antara kelompok suami yang diberikan video edukasi “Ayahanda asi” dengan kelompok suami yang tidak diberikan video edukasi “Ayahanda asi” (p value=0,000 < 0,05). Dan hasil analisis lanjutan menunjukan bahwa video edukasi “Ayahanda asi” efektif dalam meningkatkan pengetahuan suami dalam” (p value=0,000 < 0,05) dan efektif dalam meningkatkan dukungan suami” (p value=0,000 < 0,05). Dalam mendorong keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif pada bayinya.Pengetahuan dan dukungan suami kepada para istri mesti ditingkatkan dengan cara promosi kesehatan melalui penyberan video edukasi tentang asi agar para suami tahu, mau dan mampu memberi dukungan kepada para istri saat memberikan ASI eksklusif bagi bayinya
KETAHANAN HIDUP PENDERITA KANKER SERVIKS DI INDONESIA SYSTEMATIC REVIEW Muchtariza, Suci; Masnarivan, Yeffi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3248

Abstract

Secara global kanker serviks menempati urutan keempat terbanyak pada wanita di dunia. Pada tahun 2020, diperkirakan 604.000 wanita didiagnosis kanker serviks di seluruh dunia dan sekitar 342.000 wanita meninggal karena kanker serviks. Adapun tujuan penulisan adalah mengidentifikasi dari berbagai penelitian-penelitain yang sudah ada mengenai ketahanan hidup penderita kanker serviks di Indonesia serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Studi ini merupakan systematic literature review dengan metode PRISMA melalui empat tahap, yaitu identifikasi, skrining, kelayakan dan hasil yang diterima. Studi ini mengkaji beberapa literatur tentang ketahanan hidup (survival) pasien kanker serviks. Studi ini mengkaji permasalahan berdasarkan elemen PICO dengan menggunakan beberapa database yaitu: Pubmed dan Google Scholar.  Penulis menganalisa 7 artikel yang telah di screening yaitu dari 7 penelitian yang direview diperoleh desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian cross sectional retrospektif (n=1) dan kohort retrospektif (n=6). Sehubungan dengan tahun publikasi dalam artikel yang direview, rentang tahun penelitian yang diterbitkan 2019-2023. Semua sampel dalam penelitian adalah pasien kanker serviks. Terdapat perbedaan tingkat kelangsungan hidup kanker serviks serta beberapa faktor yang mempengaruhi Tingkat kelangsungan hidup pada pasien kanker serviks , diantaranya yaitu profil klinikopatologi (Usia, Histopatologi dan Stadium), Faktor Risiko (Paritas, Pendidikan, Jumlah Pernikahan, Gangguan Menstruasi, Kontrasepsi, Riwayat Kanker, Indeks Massa Tubuh, Daerah Tempat Tinggal) serta Faktor prognostic (tipe kemoradiasi, tipe kemoterapi, tipe radiasi, teknik radiasi). Terdapat perbedaan dalam tingkat kelangsungan hidup kanker serviks antar negara. Pada artikel ini membahas tentang Tingkat kelangsungan hidup pasien kanker serviks di Indonesia.
"Pengaruh Psychological Well-Being terhadap Tingkat Kesepian pada Lansia: Sebuah Studi Kuantitatif" wenny, bunga permata; Zulfiana, Lilis; Agoes, Gusti Sumarsih; Adelirandy, Okky; Mahathir, Mahathir; yuliharni, Siti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3194

Abstract

Usia lansia banyak mengalami proses perubahan diantaranya adalah perubahan mental dan psikologis. Kesepian merupakan gangguan psikologis yang paling sering terjadi pada lansia yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya psychological well being. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan psychological well being dengan kesepian pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Desain penelitian adalah correlation dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya sebanyak 148 orang lansia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner PWBS (Psychological well being scale) untuk mengukur psychological well being dan DJGLS (de Jong Giervield Loneliness Scale) untuk mengukur tingkat kesepian. Analisa data menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tengah Psycological well being  adalah 75,50 dan Kesepian 5,00. Terdapat hubungan yang signifikan antara psychological well being dengan kesepian p-value 0,000 (α < 0,05) pada lansia dengan arah negatif (r=-763) dan kekuatan korelasi kuat. Pengaruh psychological well being terhadap kesepian sebesar 58,2%. Diharapkan bagi perawat sebaiknya mendorong lansia menjadi aktif dalam mengikuti kegiatan, sehingga dapat meningkatkan psychological well being dan mengurangi perasaan kesepian yang di alami lansia. 
HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN, DAN STRES DENGAN STRATEGI KOPING PENGASUH KELUARGA PASIEN KANKER PAYUDARA Maidaliza, Maidaliza; Tabita, Kanaya Kafka; Suendi, Qorry
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3210

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada pasien, tetapi juga secara signifikan mempengaruhi keluarga, khususnya pengasuh utama. Caregiver, yang umumnya berasal dari anggota keluarga dekat seperti pasangan, anak, atau saudara kandung, memegang peran penting dalam mendampingi pasien, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis. Peran ini, meskipun mulia, sering kali menimbulkan tekanan dan stres, terutama ketika pasien mengalami gejala berat atau tidak mampu mengelola kondisinya dengan baik. Stres yang berkepanjangan tanpa disertai strategi koping yang efektif dapat memicu gangguan kesehatan fisik dan mental pada caregiver. Oleh karena itu, penting untuk memberikan dukungan menyeluruh kepada pengasuh, misalnya melalui pelatihan mekanisme koping, layanan konseling, serta akses terhadap sumber daya dan komunitas pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, tingkat pendidikan, dan tingkat stres dengan mekanisme koping caregiver keluarga yang merawat pasien kanker payudara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 68 responden yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian dilakukan pada Maret 2024 di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,054), jenis kelamin (p=0,575), dan tingkat stres (p=0,059) dengan mekanisme koping pengasuh. Meskipun tidak ada hubungan yang signifikan, penting untuk mengembangkan program pelatihan koping universal bagi caregiver, seperti teknik relaksasi, manajemen stres, dan terapi kognitif, agar kualitas hidup mereka tetap terjaga.Kata Kunci: Caregiver, Kanker Payudara, Koping, Stres, Pendidikan, Usia
PENGARUH KOMUNIKASI ORGANISASI DAN KERJASAMA TIM TERHADAP PERILAKU PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RS X Erlim, Rezi; Purwadhi, Purwadhi; Syarifuddin, Didin
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3276

Abstract

Komunikasi dan kerjasama tim merupakan dimensi penting dalam budaya keselamatan pasien. Budaya ini mendorong lingkungan kerja kolaboratif yang mendukung pelaporan insiden secara aman dan adil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi organisasi dan kerjasama tim terhadap perilaku pelaporan insiden keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X. Penelitian menggunakan metode deskriptif verifikatif, melibatkan 201 responden dari total 415 perawat dan bidan yang diambil secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner elektronik dan dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi organisasi (p=0,001<0,05; OR=8,5%) dan kerjasama tim (p=0,002<0,05; OR=11,1%) berpengaruh signifikan terhadap perilaku pelaporan. Uji simultan juga menunjukkan pengaruh signifikan dari kedua variabel terhadap perilaku pelaporan (p=0,000 <0,05). Namun, besarnya kontribusi kedua variabel terhadap perilaku pelaporan hanya sebesar 19,6%, menunjukkan adanya faktor lain yang turut memengaruhi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa komunikasi yang efektif dan kerjasama tim yang solid dapat meningkatkan perilaku pelaporan insiden keselamatan pasien, mendukung terciptanya budaya just culture di rumah sakit.
PENGARUH PEMBERIAN OAT LOTION TERHADAP PENGURANGAN SKALA PRURITUS PADA PASIEN HEMODIALISA Dwijayanti, Anisa; Rivani, Dyah; Rismanta, Agus
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3133

Abstract

Pruritus merupakan salah satu keluhan kulit yang sering dialami oleh pasien hemodialisis akibat akumulasi toksin uremik dan gangguan keseimbangan elektrolit. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang potensial untuk mengurangi pruritus adalah penggunaan oat lotion, yang memiliki sifat antiinflamasi, antipruritus, dan pelembap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas oat lotion dalam menurunkan skala pruritus pasien hemodialisa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada seorang pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis rutin dua kali seminggu di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Intervensi berupa aplikasi oat lotion dua kali sehari selama dua minggu yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dievaluasi selama empat kali pertemuan. Terdapat penurunan skor pruritus dari skor 7 menjadi 5, serta perbaikan kondisi kulit kering berskala 9 menjadi 5. Hal ini menunjukan pemberian oat lotion efektif dalam menurunkan skala pruritus.Kata kunci : Oat lotion, Pruritus, Hemodialisis, Terapi Non-Farmakologis
PENGUNAAN NON-INVASIVE VENILTION (NIV) TERHADAP KESTABILAN SATURASI OKSIGEN DAN FREKUENSI NAFAS PADA BAYI ASFIKSIA DENGAN BBLR DI RUANG NICU RS PKU MUHAMMDIYAH GAMPING Rahmawati, Ernovita; Rahmah, Rahmah; Cahyani, Hartatik Dwi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3163

Abstract

Abstrak Asfiksia pada neonatus merupakan suatu kondisi dimana bayi yang baru lahir mengalami gagal nafas atau adanya kegagalan dalam petukaran gas dan transportasi oksigen, kondisi bayi yang mengalami asfiksia dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang merupakan kondisi kegawatdarurat yang memerlukan penanganan yang cepat. Pada bayi yang mengalami gangguan pada pernapasan bisa dilakukan peberian terapi dengan penggunan Non-invasive veniltion (NIV), yaitu alat bantuan ventilasi tanpa pemasangan tuba endotrakeal. Tujuan: untuk mengetahui terkiat dengan pengunaan NIV sebagai terapi untuk kasus asfiksia pada neonatus, sehingga bisa meningatkan kualitas hidup pada neonatus. metode: dalam penelitian ini mengunakan laporan kasus (case report) dengen pemberian intervensi pemasangan non-invasive veniltion (niv) pada pasien dengan asfiksia dan BBLR. Hasil: studi ini menunjukan bahwa adanya perubahan saturasi oksigen saat pertama dilakukan pemasangan ventilator, serta freuensi nafas membak setelah lakukan intervensi selama 6 hari. Kesimpulan: Penggunaan Ventilasi Non-Invasif (NIV) ditemukan memiliki dampak positif pada peningkatan saturasi oksigen dan laju pernapasan pada neonatus dengan asfiksia dan BBLR. NIV dapat berfungsi sebagai intervensi dini yang efektif di unit perawatan intensif neonatal (NICU).Abstract Neonatal asphyxia is a condition in which a newborn experiences respiratory failure or impaired gas exchange and oxygen transport. This condition, especially in infants with low birth weight (LBW), represents a critical emergency that requires prompt and effective intervention. One of the therapeutic approaches for respiratory distress in neonates is Non-Invasive Ventilation (NIV), a method of providing ventilatory support without endotracheal intubation. Objective: This study aimed to examine the effect of non-invasive ventilation (NIV) as a therapeutic intervention for neonates with asphyxia and LBW, and its potential to improve clinical outcomes and quality of life.Methods: This research employed a case report design, focusing on a neonate diagnosed with asphyxia and LBW. The intervention involved the administration of NIV, and the patient’s oxygen saturation and respiratory rate were monitored over six days. Results: The findings revealed a noticeable improvement in oxygen saturation immediately after the application of NIV. In addition, the respiratory rate showed significant stabilization after six days of intervention.Conclusion: The use of Non-Invasive Ventilation (NIV) was found to have a positive impact on improving oxygen saturation and respiratory rate in neonates with asphyxia and LBW. NIV may serve as an effective early intervention in neonatal intensive care units (NICUs).