cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENGUATAN PEMAHAMAN ECO-FRIENDLY BAGI CALON PENGEMUDI DALAM MENJAGA LINGKUNGAN BERKENDERA Reza Fahmi; Syifa Saputra; Sumanti Sumanti; Faizin Faizin; Munawar Munawar; Aidil Amar; Cut Roswita; Marlina Marlina; Muhammad Fikri; Munawir Munawir
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19820

Abstract

Abstrak: Pengemudi eco-friendly memainkan peranan yang sangat penting dalam menjaga keselamatan dan lingkungan. Pengendara yang baik tentu memahami teknik menjadi pengemudi yang ramah lingkungan. Untuk meningkatkan pemahaman ini, diperlukan kegiatan pelatihan terstruktur melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada calon pengemudi tentang cara mengemudi yang aman dalam keselamatan berkendara, termasuk cara menghindari resiko kecelakaan. Membentuk karakter mitra dan calon pengemudi yang bertanggung jawab dan sadar lingkungan membantu mengurangi dampak negatif kendaraan terhadap lingkungan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah di Rizki Driving Center (RDC) dengan sasaran peserta adalah calon pengemudi yang sedang belajar mengemudi pada Rizki Driving Center, jumlah peserta yang dilibatkan sebanyak 25 peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak lima kali pertemuan dimulai dari tanggal 15 juli 2023 sampai dengan 10 Agustus 2023, metode pelaksanaan berupa pelatihan dan edukasimenggunakan experince probased method. Teknik untuk mendapatkan data menggunakan teknik Ppre-test dan postt-test, dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian. Hasil pretestpostest menunjukkan bahwa peserta 65% peserta masih kurang memahami cara mengemudi yang ecofriendly dan 75% calon peengemudi masih belum mampu memperioritaskan keselamatan. Sedangkan hasil postest yang dilakukan calon peengemudi sudah 90% memahami cara mengemudi yang ecofriendly dan 90% peserta sudah mampu memahami teknik berkendara yang baik serta dapat menjaga etika berlalu lintas. Dengan adanya peningkatan pemahaman ecofriendly, calon pengemudi akan mampu untuk memahami teknik berkendara yang baik dalam menjaga lingkungan.Abstract: Eco-friendly drivers play a very important role in maintaining safety and the environment from negative impacts while driving. Good drivers understand eco-friendly techniques and fuel supply. To improve this understanding, structured training activities are needed through community service activities. Community service activities aim to provide prospective drivers with an understanding of how to drive safely in driving safety, including how to avoid the risk of accidents. Shaping the character of partners and prospective drivers who are responsible and environmentally conscious helps reduce the negative impact of vehicles on the environment and improve traffic safety. The partner in implementing this activity is at the Rizki Driving Center (RDC) with the target participants being prospective drivers who are learning to drive at the Rizki Driving Center, the number of participants involved is 25 participants. The implementation of the activity was carried out for five meetings starting from July 15, 2023 to August 10, 2023, the method of implementation was training and education. Techniques for obtaining data using pre-test and post-test techniques, carried out to determine the level of understanding of participants before and after the implementation of service activities. The pretest results showed that 65% of participants still did not understand how to drive ecofriendly and 75% of prospective drivers were still unable to prioritize safety. While the results of the posttest conducted by prospective drivers are 90% understanding how to drive ecofriendly and 90% of participants have been able to understand good driving techniques and can maintain traffic ethics. With an increase in ecofriendly understanding, prospective drivers will be able to understand good driving techniques in protecting the environment.   
UPAYA PENGELOLAAN BANTARAN SUNGAI BERBASIS ECOBEHAVIOUR Nursida Arif; Ulfa Hidayati; Fatikhah Fauziah Hanum; Laifa Rahmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16097

Abstract

Abstrak: Kota Yogyakarta memiliki beberapa daerah yang berada di kawasan bantaran sungai, salah satunya yaitu Ngadimulyo, Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan. Ngadimulyo dipilih sebagai lokasi sasaran kegiatan karena berdasarkan hasil survei masih memiliki permasalahan yang kompleks dalam pengelolaan lingkungan serta permasalahan ekonomi. Padatnya pemukiman di wilayah ini mengancam kelestarian sungai serta hilangnya ruang terbuka hijau. Tujuan kegiatan pengabdian ini dilakukan adalah sebagai upaya untuk mendukung kelestarian sungai, mencegah terjadinya bencana banjir serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang memperhatikan keseimbangan ekologis. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk pelatihan, pendampingan kepada masyarakat serta pembentukan kampung sayur Ngadimulyo. Jumlah sasaran pengabdian yaitu masyarakat Ngadimulyo yang bermukim di sekitar bantaran sungai berjumlah 25 orang. Metode yang dilakukan yaitu dengan pendekatan ecobehavior yaitu bentuk integrasi ekologi dan paritispasi masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sungai berbasis ecobehaviour mencapai 88%, dan peningkatan pengetahuan tentang kampung sayur serta teknik menanam setelah diadakan pelatihan mencapai 92%. Keberhasilan program, perlu komitmen dari semua pihak termasuk masyarakat, Kepala Dukuh serta akademisi dalam memberikan pendampingan berkelanjutan.Abstract: The city of Yogyakarta has several villages located on the riverbanks, one of which is the village of Ngadimulyo, Pakuncen Village, Wirobrajan District. Ngadimulyo was chosen as the target location for the activity because based on survey results it still has complex problems in environmental management and economic problems. The density of settlements in this area threatens the sustainability of the river and the loss of green open space. The purpose of this service activity is carried out as an effort to support the preservation of rivers, prevent floods and increase the economic level of the community through activities that pay attention to ecological balance. Service activities are carried out in the form of training, assistance to the community and the establishment of the Ngadimulyo vegetable village. The number of service targets, namely the Ngadimulyo people who live around the riverbanks, is 25 people. The method used is the ecobehavior approach, which is a form of ecological integration and community participation. The results of the service showed that the level of community knowledge about ecobehavior-based river management reached 88%, and increased knowledge about vegetable villages and planting techniques after training reached 92%. The success of the program requires commitment from all parties including the community, hamlet heads and academics in providing ongoing assistance.
DEMONSTRASI PENANAMAN TOGA UNTUK MENCEGAH PENINGKATAN KASUS HIPERTENSI DI DESA NGAMPEL PROVINSI JAWA TIMUR Devina Windy Mangiri; Lilis Sulistyorini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19904

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat terkait demonstrasi penanaman TOGA bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman mengenai penanaman TOGA dalam memenuhi serta memperbaiki pola makan pada pra lansia hingga lansia untuk mencegah peningkatan kasus hipertensi di Desa Ngampel. Penanaman TOGA dilakukan dengan metode FDG serta praktik penanaman TOGA dengan teknik hidroponik. Kegiatan dilaksanakan bermitra dengan karang taruna dan perangkat Desa Ngampel berjumlah 15 orang. Evaluasi pasca kegiatan dilakukan dengan melihat indikator keberhasilan yang telah ditetapkan dari program tersebut yaitu adanya peningkatan pengetahuan sasaran sebesar 60%. Hasil menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan terhadap tanaman TOGA untuk pencegahan penyakit hipertensi sebesar 62,5%.Abstract: Community service related to the TOGA planting demonstration aims to provide education and understanding of TOGA planting in meeting and improving the diet of the elderly to prevent the increase in cases of hypertension in Ngampel Village. TOGA planting is done by FDG method and TOGA planting practices with hydroponic techniques. The activity was carried out in partnership with karang taruna and ngampel village officials totaling 15 people. Post-activity evaluation is carried out by looking at the success indicators that have been determined from the program, namely an increase in target knowledge of 60%. The results showed that there was an increase in knowledge of TOGA plants for the Prevention of hypertension by 62.5%. 
SOSIALISASI GIZI TELUR SEBAGAI PROTEIN HEWANI MURAH UNTUK PENCEGAHAN STUNTING
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15823

Abstract

Abstrak: Stunting di Kalimantan Barat mencapai 27,8% dari total stunting di Indonesia, sedangkan stunting di Kabupaten Sambas mencapai 30,5% dari total stunting di Kalimantan Barat. Perlu dilakukan usaha untuk dapat menurunkan stunting dengan pemberian pemahaman tentang pentingnya peran protein hewani dalam menu sehari-hari. Telur merupakan contoh protein hewani yang murah dan mudah diperoleh. Mitra kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK Desa Saing Rambi yang mempunyai balita sebanyak 25 orang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatan pemahaman mitra tentang stunting, sehingga dapat menurunkan stunting di Kabupaten Sambas. Metode kegiatan berupa sosialisasi, praktik, serta evaluasi. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa setelah proses sosialisasi terkait stunting, 68% responden dapat memahami stunting dengan baik. Sebanyak 52% responden dapat memahami fungsi makanan bagi tubuh, dan 80% responden dapat memahami telur sebagai protein hewani. Seluruh responden (100%) berminat untuk mengonsumsi telur sebagai sumber protein dalam menu sehari-hari. Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti dengan Kerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan Posyandu di lingkungan terdekat agar pola makan tinggi protein menjadi kebiasaan yang dilakukan sehari-hari untuk mencegah stunting.Abstract: Stunting in West Kalimantan reached 27.8% of the total stunting in Indonesia while stunting in Sambas Regency reached 30.5% of the total stunting in West Kalimantan. Efforts need to be made to reduce stunting by providing an understanding of the critical role of animal protein in the daily menu. Eggs are an example of animal protein that is cheap and easy to obtain. The partners of this activity are twenty five PKK Saing Rambi Village mothers with toddlers. This activity aims to increase partners' understanding of stunting so that it can reduce stunting in Sambas Regency. Methods of activity in the form of socialization, practice, and evaluation. The activity results show that after the socialization process related to stunting, 68% of respondents can understand stunting well. As many as 52% of respondents could understand the function of food for the body, and 80% of respondents could understand eggs as animal protein. All respondents (100%) are interested in consuming eggs as a source of protein in their daily menu. This activity must be followed up by collaborating with related agencies such as the Health Service and Posyandu in the nearest environment so that a high-protein diet becomes a daily habit to prevent stunting.
SOSIALISASI PIJAT BAYI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Revinel Revinel; Dina Sulviana Damayanti; Astrid Kizi Primadani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23350

Abstract

Abstrak: Kejadian stunting di DKI Jakarta sebesar 14,8% dengan jumlah balita yang mengalami stunting maupun stunted sebanyak 116 ribu balita. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan melalui sosialisasi pijat bayi sebagai upaya pencegahan stunting pada ibu yang mempunyai balita di posyandu kelurahan rawabadak wilayah kerja puskesmas kecamatan koja Jakarta Utara. Metode Ceramah, pemutaran video dan tanya jawab serta demontrasi. Peserta 26 ibu yang mempunyai bayi dari usia 6 sampai 24 bulan. Evaluasi yang dilakukan dengan melihat hasil pre test dan post test dengan 20 pernyataan, sebelum dan sesudah diberikan materi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu dengan hasil pre-test 57,7% dan post-test 80,8%. Kegiatan ini efektif untuk pemberdayaan ibu dalam upaya minimalisasi stunting dan dapat memberikan asuhan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkesinambungan sesuai dengan umur dan kebutuhan anak.Abstract: The incidence of stunting in DKI Jakarta is 14.8% with the number of toddlers experiencing stunting or being stunted as many as 116 thousand toddlers. This community service aims to increase knowledge, understanding, and skills through the promotion of baby massage as an effort to prevent stunting in mothers of toddlers at the Posyandu, Rawabadak sub-district, working area of the Koja sub-district health center, North Jakarta. Lecture method, video screening, and question and answer as well as demonstration. The participants were 26 mothers who had babies aged 6 to 24 months. Evaluation is carried out by looking at the results of the pre-test and post-test with 20 statements, before and after being given the material. This activity showed increased mothers' knowledge and abilities with pre-test results of 57.7% and post-test results of 80.8%. This activity is effective in empowering mothers in efforts to minimize stunting and can provide care for children's growth and development on an ongoing basis according to the child's age and needs.
AKSI PREVENTIF ANEMIA PADA IBU HAMIL MELALUI EDUKASI DAN PEMBERIAN JUS BUAH NAGA Nancy Olii; Nurfaizah Alza; Endah Yulianingsih; Nanda Wahyudi; Nurhidayah Nurhidayah; Nurnaningsih Ali Abdul; Yollanda Dwi Santi Violentina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22101

Abstract

Abstrak: Prevalensi anemia pada ibu hamil di Provinsi Gorontalo sebesar 22,9%. Anemia pada ibu hamil mengakibatkan perdarahan, persalinan prematur, dan bayi dengan BBLR. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait anemia pada ibu hamil dan manfaat jus buah naga untuk mencegah serta meminmalisir prevalensi anemia pada ibu hamil, khususnya di Puskesmas Kota Selatan kota Gorontalo. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan tindakan pemberian jus buah naga. Mitra pelaksana kegiatan ini adalah bidan koordinator Puskesmas Kota Selatan sedangkan mitra sasaran adalah ibu hamil yang berada di Wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan. Peserta pada kegiatan ini adalah 12 orang. Bentuk evaluasi berupa pengukuran pengetahuan peserta melalui kuesioner pretest dan posttest, diskusi, dan umpan balik dengan indikator keberhasilan kegiatan adalah adanya peningkatan pengetahuan, terjadi keaktifan peserta dalam diskusi, dan adanya umpan balik. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan rata-rata pengetahuan ibu hamil sebesar 29,66 dan pemberian edukasi terbukti efektif, serta adanya kegiatan pemberian jus buah naga pada setiap ibu hamil.Abstract: The prevalence of anemia in pregnant women in Gorontalo Province is 22.9%. Anemia in pregnant women results in bleeding, premature labor, and LBW babies. This community service aims to increase pregnant women's knowledge regarding anemia in pregnant women and the benefits of dragon fruit juice to prevent and minimize the prevalence of anemia in pregnant women, especially at the South City Health Center, Gorontalo City. The methods used were counseling and giving dragon fruit juice. The implementing partner for this activity is the coordinator midwife of the South City Health Center, while the target partners are pregnant women in the working area of the South City Health Center. There were 12 participants in this activity. The form of evaluation is in the form of measuring participants' knowledge through pretest and posttest questionnaires, discussions, and feedback, with indicators of activity success being an increase in knowledge, participants' activeness in discussions, and feedback. The results of this activity were an increase in the average knowledge of pregnant women by 29.66 and the provision of education, which was proven to be effective, as well as the activity of giving dragon fruit juice to every pregnant mother.
PENERAPAN PANEL SURYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ENERGI TERBAHARUKAN DAN ENERGI LISTRIK TAMBAHAN DI SEKOLAH ALAM GAHARU Istiqomah Istiqomah; Arif Abdul Aziz; Achmad Rizal; Muhammad Fahriza Bahrudin; Soediponegoro Soediponegoro; Azriansyah Azriansyah; Naufal Widad Sundawa; Abdillah Nur Isnaini; Vincentius Adisurya Fransisco Antu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21562

Abstract

Abstrak: Sekolah Alam mengedepankan alam sebagai aspek utama objek pembelajaran, sehingga kewajiban menjaga alam menjadi hal penting untuk diajarkan ke peserta didik. Salah satu upaya untuk menjaga alam adalah dengan menggunakan energi baru dan terbarukan sebagai alternatif energi bersih. Sehingga hal tersebut menjadi misi yang sedang digiatkan di Sekolah Alam Gaharu. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim berusaha memenuhi kebutuhan sekolah alam yaitu penerapan EBT berupa panel surya sebagai media pembelajaran dan energi listrik tambahan untuk kegiatan outdoor di sekolah alam tersebut. EBT yang diterapkan adalah panel surya yang kiranya mudah dirancang menyesuaikan kebutuhan Sekolah Alam Gaharu. Panel surya yang menghasilkan listrik DC diintegrasikan dengan sistem lain seperti Aki dan inventer DC ke AC agar catu daya bisa langsung digunakan perangkat elektronik di Sekolah Alam Gaharu. Diharapkan kegiatan masyarakat ini menjadi media pembelajaran EBT di Sekolah Alam Gaharu. Diakhir kegiatan akan ada survei kepada 15 guru di Sekolah Alam Gaharu untuk melihat keefektifan penerapan panel surya sebagai media pembelajaran di sekolah alam. Dari hasil survei yang dilakukan tersebut disimpulkan 100% kegiatan memenuhi kebutuhan dari Sekolah Alam Gaharu.Abstract: The Nature School prioritizes nature as the main aspect of learning objects, so the obligation to protect nature is an important thing to teach to students. One effort to protect nature is to use new and renewable energy as a clean energy alternative. So this has become a mission that is being carried out at the Gaharu Nature School. In carrying out this community service activity, the team tried to meet the needs of the natural school, namely the application of new renewable energy in the form of solar panels as a learning medium and additional electrical energy for outdoor activities at the natural school. The new renewable energy implemented is solar panels which can be easily designed to suit the needs of the Gaharu Nature School. Solar panels that produce DC electricity are integrated with other systems such as batteries and DC to AC inverters so that the power supply can be directly used by electronic devices at Alam Gaharu School. It is hoped that this community activity will become a medium for new renewable energy learning at Gaharu Nature School. At the end of the activity there will be a survey of 15 teachers at Gaharu Nature School to see the effectiveness of implementing solar panels as a learning medium in natural schools. From the results of the survey conducted, it was concluded that 100% of the activities met the needs of the Gaharu Nature School.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN DAN RUMAH TANGGA MENJADI PRODUK BERNILAI DI WILAYAH RURAL FARMING MENGGUNAKAN PARTISIPATORY RURAL APPRAISAL Agustina Shinta; Rizkiana Mahardika; Wisynu Ari Gutama; Dego Yusa Ali; Heli Tistiana; Riyanti Isaskar; Alya Salsabila Puteri; Ravita Nila Aswar; Muhammad Dzulfadzli Firhad; Annisa Rahma Sabrina; Vera Verdiana; Lidia Valentina Sihombing; Aulia Nadhifah Rifani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20121

Abstract

Abstrak: Isu Lingkungan hidup saat ini menjadi persoalan yang kompleks di Indonesia, dilihat dari kerusakan dan pencemaran lingkungan yang semakin meningkat disebabkan oleh sampah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan analisis permasalahan yang ada di Kecamatan Tosari, Kab. Pasuruan yang tidak memiliki TPA dan sebagai wilayah dengan penghasil sampah organik. Tujuan pendampingan pengelolaan limbah pertanian ini agar masyarakat dapat memilah sampah organik dan non organik serta dapat menciptakan produk ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah organik menjadi eco enyzme, biowash, dan kompos. Pengabdian ini menggunakan pendekatan sosialisasi, penyuluhan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian melibatkan mitra Gapoktan Bala Daun dan Universitas Yudharta Pasuruan. Kegiatan ini dilaksanakan tepatnya di Desa Tosari, Baledono, Mororejo, dan Wonokitri. Terdapat tiga tahap kegiatan yakni pra-kegiatan, inti kegiatan, dan pasca kegiatan. Evaluasi kegiatan mencakup evaluasi pemahaman materi pelatihan dan pendampingan menggunakan statistik deskriptif dengan hasil rata-rata peningkatan pemahaman masyarakat pada seluruh materi sebesar 64,74% ini menunjukkan bahwa pendampingan yang dilakukan mampu memberikan dampak baik kepada mitra masyarakat dalam pengelolaan sampah.Abstract: Environmental issues are currently a complex problem in Indonesia, seen from the increasing environmental damage and pollution caused by waste. This community service activity was carried out based on an analysis of the problems that exist in Tosari District, Pasuruan Regency which does not have a landfill and as an area with organic waste producers. The purpose of this agricultural waste management assistance is so that the community can sort organic and non-organic waste and can create environmentally friendly products by utilizing organic waste into eco enyzme, biowash, and compost. This service uses a socialization, counseling and mentoring approach. The service activities involved partners of Gapoktan Bala Daun and Yudharta University Pasuruan. This activity was carried out precisely in the villages of Tosari, Baledono, Mororejo, and Wonokitri. There are three stages of activity, namely pre-activity, core activities, and post-activity. Evaluation of activities includes evaluation of understanding of training and mentoring materials using descriptive statistics with the results of an average increase in community understanding of all materials of 64.74%, indicating that the assistance provided is able to have a good impact on community partners in waste management.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENYANDANG DIABETES MELITUS DALAM PENANGANAN NEUROPATI Okti Sri Purwanti; Astrid Indah Istiningrum; Syarif Fathurozaq Wibowo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16403

Abstract

Abstrak: Neuropati perifer merupakan komplikasi makrovaskuler pada penyandang diabetes melitus yang menyebabkan kerusakan saraf perifer. Tujuan dilaksanakannya pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan penyandang Diabetes Melitus dalam mengenali dan menangani neuropati perifer. Pendidikan kesehatan dilaksanakan di Prolanis Puskesmas Ngrampal Sragen pada bulan Januari 2023 pada 21 orang yang menyandang diabetes melitus. Pendidikan kesehatan dengan tema “Tandai dan Atasi Kebas pada Diabetes Melitus (Neuropati Perifer)” dengan kegiatan meliputi penyampaian materi menggunakan media power point, video, dan leaflet serta pre-test dan post-test menggunakan kuisioner. Dengan adanya pendidikan kesehatan ini didapatkan hasil yaitu adanya peningkatan pengetahuan penyandang diabetes melitus tentang penanganan neuropati perifer sebesar 47 % setelah mendapatkan pendidikan kesehatan. Responden atau peserta pendidikan kesehatan sangat antusias dan mengajukan beberapa pertanyaan saat sesi tanya jawab selama proses kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung. Abstract: Peripheral neuropathy is a macrovascular complication in people with diabetes mellitus which causes peripheral nerve damage. The purpose of implementing this health education is to increase the knowledge of people with Diabetes Mellitus in recognizing and treating peripheral neuropathy. Health education was carried out at the Prolanis Puskesmas Ngrampal Sragen in January 2023 for 21 people with diabetes mellitus. Health education with the theme "Sign and Overcome Numbness in Diabetes Mellitus (Peripheral Neuropathy)" with activities including the delivery of material using power point media, videos and leaflets as well as pre-test and post-test using questionnaires. With this health education, the result was an increase in the knowledge of people with diabetes mellitus about the management of peripheral neuropathy by 47% after receiving health education. Respondents or health education participants were very enthusiastic and asked several questions during the question and answer session during the community service activity process.
OPTIMALISASI PERAN KADER, IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI MELALUI PARTICIPATORY HYGIENE AND SANITATION TRANSFORMATION SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Nissa Noor Annashr; Andy Muharry; Dadan Yogaswara; Nisa Khoerunisa; Iis Aisyah; Audry Putri Fasya; Reyhandra Habib Yanuar; Ripal Anwar Awalludin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23607

Abstract

Abstrak: Prevalensi stunting di Kota Tasikmalaya tertinggi ke-9 di Jawa Barat (22,4%), lebih tinggi dari prevalensi stunting di Jawa Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kader, ibu hamil, ibu menyusui mengenai intervensi stunting melalui perbaikan sanitasi lingkungan, serta meningkatkan keterampilan mereka untuk mengolah makanan sesuai prinsip higiene dan sanitasi makanan. Kegiatan ini dilakukan melalui metode Participatory Hygiene And Sanitation Transformation (PHAST), dengan tahap: (1) persiapan; (2) tahap pelaksanaan dengan pengisian pre-test, penayangan video, brainstorming, penyuluhan, demonstrasi dan (3) evaluasi (pengisian post-test). Total peserta sebanyak 45 orang kader, ibu hamildan ibu menyusui. Hasil brainstorming menunjukkan peserta di wilayah Puskesmas Cihideung mengakui masih banyak masyarakat di sekitar mereka yang sudah memiliki jamban namun membuang limbahnya ke selokan. Peserta di wilayah Puskesmas Tamansari mengakui belum disiplin melakukan CTPS (cuci tangan pakai sabun). Sebelum kegiatan PHAST, rata-rata nilai pengetahuan peserta 10,37 meningkat menjadi 13,83 setelah kegiatan PHAST.Abstract: The prevalence of stunting in Tasikmalaya City was the 9th highest in West Java (22.4%), higher than the prevalence of stunting in West Java. Community service activities aim to increase the knowledge and attitudes of cadres, pregnant women and breastfeeding mothers regarding stunting interventions through improving environmental sanitation, as well as improving their skills in processing food according to the principles of food hygiene and sanitation. This activity was carried out using the Participatory Hygiene And Sanitation Transformation (PHAST) method, with stages: (1) preparation; (2) implementation stage by completing the pre-test, showing videos, brainstorming, counseling, demonstration; and (3) evaluation (filling in the post-test). The total number of participants was 45 people. The results of the brainstorming showed that participants in the Cihideung Public Health Center area admitted that there were still many people around them who already had toilets but threw their waste into the gutter. Participants in the Tamansari Public Health Center area admitted that they had not been disciplined in carrying out CTPS (washing hands with soap). Before the PHAST activity, the mean knowledge score of participants was 10.37, increasing to 13.83 after the PHAST activity.