cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
INTEGRASI VIDEO ANIMASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN MASKER WAJAH ALAMI SEBAGAI EDUKASI PERAWATAN KULIT Yani, Fina Ratih Wira Putri Fitri; Theresia, Nita; Sulistyowati, Reny
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37386

Abstract

Abstrak: Remaja rentan mengalami permasalahan kulit wajah akibat perubahan hormonal dan tingginya paparan informasi perawatan kulit yang belum sepenuhnya dipahami secara kritis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan remaja dalam perawatan wajah berbasis bahan alami melalui pendekatan video animasi dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri dengan melibatkan 15 siswa sebagai mitra. Metode yang digunakan meliputi edukasi menggunakan video animasi, demonstrasi, dan praktik pembuatan masker wajah berbahan pati beras, bengkuang, dan oatmeal. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test sebanyak 10 pertanyaan. Hasil menunjukkan peningkatan skor total dari 1290 pada pre-test menjadi 1470 pada post-test, atau meningkat sebesar 12%. Selain peningkatan aspek kognitif, peserta juga mampu mempraktikkan secara mandiri seluruh tahapan pembuatan masker wajah alami dengan memperhatikan prinsip keamanan. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi video animasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan perawatan wajah alami pada remaja.Abstract: Adolescents are a vulnerable group to facial skin problems due to hormonal changes and exposure to skincare information that is not always critically understood. This community service program aimed to enhance adolescents’ knowledge, skills, and independence in natural-based facial skincare. The activity was conducted at SMA Negeri and involved 15 students as participants. The methods included education through animated videos, demonstrations, and hands-on practice in preparing facial masks made from rice starch, yam bean, and oatmeal. Evaluation was carried out using a pre-test and post-test design to assess changes in participants’ understanding. The results showed an increase in total scores from 1290 in the pre-test to 1470 in the post-test, indicating an improvement of 180 points (12%). In addition to cognitive improvement, participants were able to independently perform all stages of facial mask preparation while applying safety principles. These findings suggest that integrating animated video-based education with practical learning is effective in improving adolescents’ knowledge and practical skills in natural facial skincare.
OPTIMALISASI UMUR SIMPAN KERIPIK CARICA PRODUKSI UMKM SEJAHTERA ABADI MENGGUNAKAN FOOD DEHYDRATOR Permanadewi, Indrasukma; Megawati, Megawati; Prasetiawan, Haniif; Kurniadi, Ninda; Bahlawan, Zuhriyan Ash Shiddieqy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36765

Abstract

Abstrak: UMKM Sejahtera Abadi di Kabupaten Wonosobo menghadapi masalah rendahnya umur simpan keripik carica, hanya 1–2 bulan, akibat kadar air tinggi dari proses pengeringan konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan hardskill mitra untuk memperpanjang umur simpan dan efisiensi produksi melalui penerapan teknologi food dehydrator. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada delapan tenaga kerja mitra, disertai evaluasi melalui wawancara dan observasi. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknis mitra rata-rata sebesar 52% dalam pengoperasian alat, pengontrolan kadar air, dan manajemen produksi. Penerapan food dehydrator berhasil menurunkan kadar air dari 6–8% menjadi 4,2% yang dapat memperpanjang umur simpan menjadi 5–6 bulan. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas dan keawetan produk, tetapi juga mendorong peningkatan nilai ekonomi dan keberlanjutan usaha UMKM.Abstract: The Sejahtera Abadi MSME in Wonosobo Regency faces the problem of a short shelf life of carica chips, only 1–2 months, due to the high water content from the conventional drying process. This community service activity aims to improve partners' hard skills to extend shelf life and production efficiency through the application of food dehydrator technology. The methods used include socialization, training, and mentoring for eight partner workers, accompanied by evaluation through interviews and observations. The results show an average increase in partners' technical skills of 52% in equipment operation, water content control, and production management. The application of the food dehydrator successfully reduced the water content from 6–8% to 4.2%, which can extend the shelf life to 5–6 months. This technology not only improves product quality and durability, but also encourages increased economic value and sustainability of MSME businesses.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DENGAN ATUR NUTRISI KENDALIKAN HIPERTENSI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN KESEHATAN GARJUS Hermawan, Belya Anindia; Junaedi, Effan Cahyati; Prasetiawati, Riska; Suryana, Shendi; Pitriani, Karina; Lubis, Novriyanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37122

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup masyarakat. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman mengenai pencegahan hipertensi melalui pengaturan nutrisi serta belum optimalnya pemanfaatan bahan herbal lokal sebagai minuman kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengendalikan hipertensi melalui edukasi nutrisi dan pelatihan pembuatan minuman kesehatan GARJUS metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, workshop, kuis interaktif, dan praktik langsung pembuatan GARJUS dengan melibatkan 35 peserta dari masyarakat Desa Parakan. Evaluasi dilakukan menggunakan angket pre-test dan post-test serta observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman peserta pada seluruh indikator pengetahuan hipertensi, dengan rentang peningkatan sekitar ±10% hingga ±44% setelah penyuluhan. Selain itu, seluruh peserta (100%) mampu dan bersedia membuat minuman kesehatan GARJUS secara mandiri. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat sebagai upaya pencegahan hipertensi berbasis pemanfaatan bahan herbal local.Abstract: Hypertension is a non-communicable disease with high prevalence influenced by dietary patterns and lifestyle. The main problems faced by the community include limited knowledge of nutritional management for hypertension prevention and the underutilization of local herbal ingredients as health beverages. This community service activity aimed to improve public knowledge and skills in hypertension control through nutritional education and training in preparing GARJUS health drinks. The methods included health education sessions, workshops, interactive quizzes, and hands-on practice involving 35 participants from Desa Parakan. Evaluation was conducted using pre- and post-test questionnaires and direct observation during the activity. The results showed an improvement in participants’ knowledge across all hypertension-related indicators, with an increase ranging from approximately ±10% to ±44% after the intervention. In addition, all participants (100%) were able and willing to independently prepare GARJUS health drinks. This program proved effective in enhancing community awareness and skills for hypertension prevention through the utilization of local herbal resources.
PENINGKATAN MUTU PRODUK RENDANG SAPI STERIL DAN PENERAPAN PROGRAM MANAJEMEN RISIKO UKM PANGAN DI KABUPATEN BANDUNG Pangawikan, Aldila Din; Sukri, Nandi; Nurhadi, Bambang; Syahida, Khonsa Fadia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36330

Abstract

Abstrak: Peningkatan mutu dan keamanan produk pangan merupakan hal strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan daya saing UKM, terutama melalui penerapan manajemen risiko serta penggunaan teknologi pengolahan dan sterilisasi yang terstandarisasi. Namun banyak UKM masih terbatas dalam kapasitas teknis dan sarana produksi, sehingga diperlukan pendampingan dan pelatihan berbasis praktik untuk memastikan konsistensi mutu serta keamanan produk olahan pangan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan mutu produk rendang sapi steril dan menerapkan Program Manajemen Risiko (PMR) mitra UKM. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, meliputi Pra-pelaksanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan learning by doing, mencakup validasi proses sterilisasi, penggunaan peralatan modern seperti automatic can seamer dan high temperature datalogger, serta penyusunan Standard Operating Procedure (SOP). Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pendampingan secara berkala serta pemberian post-test setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi pelatihan teknis, teknologi tepat guna, dan manajemen risiko mampu meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, dan kemandirian mitra secara berkelanjutan yang dapat dilihat dari rata-rata pemahaman 15 peserta meningkat sebesar 80%.Abstract: Improving the quality and safety of food products is strategic for supporting food security and the competitiveness of SMEs, particularly through the implementation of risk management and the use of standardized processing and sterilization technologies. However, many SMEs still have limited technical capacity and production facilities, so practical assistance and training are needed to ensure the consistency of quality and safety of processed food products. This community service program aims to improve the quality of sterilized beef rendang products and implement a Risk Management Program (RMP) for SME partners. The activities were carried out over three days, including pre-implementation, implementation, and evaluation. The training was conducted using a learning-by-doing approach, covering sterilization process validation, the use of modern equipment such as automatic can seamers and high-temperature data loggers, and the development of Standard Operating Procedures (SOPs). The activities were evaluated through periodic mentoring and post-tests after the training. The results of the activity showed that the combination of technical training, appropriate technology, and risk management was able to improve product quality, production efficiency, and the sustainability of partners' independence, as seen from the average understanding of the 15 participants increasing by 80%. 
PENGUATAN KAPASITAS INDUSTRI RUMAH TANGGA MINYAK GORENG KELAPA AL-HIKMAH Dewi, Novi Yanti Sandra; Aqodiah, Aqodiah; Agustina, Ahadiah; Astini, Baiq Ida; Zaenudin, Zaenudin; Wahab, Abdul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37396

Abstract

Abstrak: Industri rumah tangga memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya alam. Salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi adalah kelapa, yang dapat diolah menjadi minyak goreng. Namun, industri rumah tangga pengolahan kelapa umumnya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya efisiensi produksi, lemahnya manajemen usaha, keterbatasan pemasaran, serta belum optimalnya pemahaman terhadap legalitas produk, khususnya sertifikasi halal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Industri Rumah Tangga Minyak Goreng Kelapa Al-Hikmah, dengan melibatkan pemilik dan pekerja sebanyak 7 orang. Kegiatan ini dilakukanmelalui penerapan teknologi tepat guna, digitalisasi manajemen usaha, dan edukasi legalitas halal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, diskusi reflektif, dan perbandingan kondosi usaha sebelum serta sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi proses produksi, perbaikan sistem pencatatan keuangan melalui pemanfaatan aplikasi digital, serta meningkatnya pemahaman mitra mengenai pentingnya legalitas halal. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat sekitar dan keberlanjutan usaha berbasis potensi lokal.Abstract: Household industries play a strategic role in strengthening local economies based on the utilization of natural resource potential. One commodity with high economic value is coconut, which can be processed into cooking oil. However, household-scale coconut processing industries generally still face various challenges, including low production efficiency, weak business management, limited marketing reach, and suboptimal understanding of product legality, particularly halal certification. This community service activity aims to strengthen the capacity of the Al-Hikmah Household Coconut Cooking Oil Industry, by involving the owner and workers totaling seven participants. The program is implemented through the application of appropriate technology, business management digitalization, and halal legality education. The implementation method employs a participatory approach based on Participatory Action Research (PAR), actively involving partners in all stages of the activities. Program evaluation was conducted through field observations, reflective discussions, and comparisons of business conditions before and after the intervention. The results indicate improvements in production process efficiency, enhancements in financial record-keeping systems through the use of digital applications, and increased partner understanding of the importance of halal legality. This program not only improves business performance but also contributes to strengthening the local community economy and ensuring the sustainability of enterprises based on local potential.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KELOMPOK NELAYAN SEHAT PRODUKTIF BERBASIS APLIKASI DIGITAL DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Faridah, Faridah; Fatmawati, Tina Yuli; Hasmar, Wanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36209

Abstract

Abstrak: Desa Majelis Hidayah merupakan daerah pesisir, gangguan musculoskeletal sering dirasakan nelayan setelah melaut sepeti nyeri leher, punggung dan pinggng. Permasalahan Kelompok nelayan bidang produksi, manajemen, dan pemasaran, sementara kelompok PKK mengalami permasalahan terkait proses produksi serta aspek sosial kemasyarakatan. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui penguatan ekonomi biru, meningkatkan kualitas layanan Polindes, mengembangkan kemampuan pemasaran digital, serta menumbuhkan kreativitas dan inovasi UMKM. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan baik dalam aspek ekonomi dan sosial. Metode yang dilaksanakan yaitu sosialisasi, pelatihan, praktik, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi berkelanjutan dengan pemantauan proses dan hasil. Hasil pelaksanaan kegiatan pada kelompok nelayan: (1) nelayan sudah bisa melaut > 8 jam (71,4%), pendapatan perminggu 500 rb s/d 750 rb dengan pesentase 57,1 % dan > 750 rb sebanyak 1 orang (14,3%); (2) terbentuknya struktur organisasi; dan (3) pemanfaatan digital marketing. Kelompok PKK: (1) Pemahaman terhadap Jenis tangkap laut yag bisa diproduksi sebesar 70%; (2) Keterampialn pengolahan kletek, nugget dan bakso 100%; dan (3) pemanfaatak digital marketing.Abstract: Majelis Hidayah Village is a coastal area, musculoskeletal disorders are often felt by fishermen after going to sea such as neck, back and waist pain. The problems of the fishermen's group are in the fields of production, management, and marketing, while the PKK group experiences problems related to the production process and social aspects of society. This activity is designed to encourage community independence through strengthening the blue economy, improving the quality of Polindes services, developing digital marketing capabilities, and fostering creativity and innovation of MSMEs. With this approach, it is hoped that the community can grow sustainably both in economic and social aspects. The methods implemented are socialization, training, practice, application of technology, mentoring and continuous evaluation with monitoring of processes and results. The results of the implementation of activities in the fishermen's group: (1) fishermen can go to sea for > 8 hours (71.4%), weekly income of 500 thousand to 750 thousand with a percentage of 57.1% and > 750 thousand as many as 1 person (14.3%); (2) the formation of an organizational structure; and (3) utilization of digital marketing. PKK Group: (1) Understanding of the types of marine catch that can be produced by 70%; (2) Skills in processing kletek, nuggets and meatballs 100%; and (3) Utilization of digital marketing.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN MEDIA EDPUZZLE INTERAKTIF UNTUK MENGENALKAN SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW KEPADA SISWA SD Niam, Ahmad Ulin; Supangat, Supangat; Kholidin, Nor; Rodin, Imam; Winarni, Dwi Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37242

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya minat belajar siswa dalam memahami materi sejarah Nabi Muhammad SAW akibat penggunaan media pembelajaran yang masih konvensional dan minimnya metode interaktif yang melibatkan siswa secara aktif. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendampingan pemanfaatan media Edpuzzle interaktif agar proses belajar menjadi lebih menarik, partisipatif, dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Pengabdian dilaksanakan melalui metode pendampingan langsung kepada mitra, yaitu 20 siswa kelas tinggi pada sekolah dasar. Proses pendampingan meliputi pengenalan fitur Edpuzzle, pembuatan video interaktif, serta penerapan dalam pembelajaran sejarah. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan siswa melalui lembar observasi terstruktur, penilaian respons siswa menggunakan angket skala Likert setelah pembelajaran, dan analisis tingkat pemahaman materi berdasarkan hasil tes formatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme, partisipasi, serta pemahaman siswa terhadap materi sejarah Nabi Muhammad SAW. Secara kualitatif, 18 dari 20 siswa (88%) tampak aktif bertanya dan menjawab selama pembelajaran, 17 siswa (84%) mampu memahami materi dengan baik, dan rata-rata skor respons siswa mencapai 4,4 dari skala 5, yang menunjukkan kategori sangat positif. Selain itu, siswa mampu mengikuti aktivitas berbasis video interaktif secara mandiri dan lebih fokus selama proses pembelajaran.Abstract: This community service activity was motivated by the low level of student interest in understanding the material on the history of the Prophet Muhammad SAW due to the use of conventional learning media and the lack of interactive methods that actively involve students. The purpose of this activity was to provide assistance in utilising interactive Edpuzzle media to make the learning process more interesting, participatory, and easier for primary school students to understand. The community service was carried out through direct mentoring of partners, involving 20 upper grade students in primary schools. The mentoring process included an introduction to Edpuzzle features, the creation of interactive videos, and their application in history lessons. Evaluation was carried out through observation of student engagement using a structured observation checklist, assessment of student responses using a Likert-scale questionnaire after the learning activities, and analysis of students’ level of material comprehension based on formative test results. The results of the activity showed an increase in students' enthusiasm, participation, and understanding of the material on the history of the Prophet Muhammad SAW. Qualitatively, 18 out of 20 students (88%) were actively involved in asking and answering questions during the learning process, 17 students (84%) demonstrated good understanding of the material, and the average student response score reached 4.4 on a 5-point scale, indicating a very positive category. In addition, students were able to independently follow interactive video-based activities and were more focused during the learning process.
PENGUATAN PERAN BANK SAMPAH DALAM MENGELOLA SAMPAH MENJADI PRODUK KREATIF UNTUK MASYARAKAT YANG SEHAT DAN BERKELANJUTAN Novrianda, Herry; Puspita, Veny; Herlina, Meti; Mikaresti, Pamela
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36732

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Bank Sampah Betandang dengan mitra beranggotakan 23 orang. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya partisipasi masyarakat, lemahnya manajemen organisasi, serta belum optimalnya pemasaran produk daur ulang pada bank sampah betandang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas hardskil dan softskill mitra melalui kapasitas kelembagaan dan meningkatkan nilai ekonomi melalui pelatihan manajemen organisasi, pendampingan pengolahan produk kreatif, dan pelatihan digital marketing. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, FGD, pelatihan partisipatif, dan pendampingan langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara. Hasil menunjukkan anggota bank sampah mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan yang ditunjukkan dari 48,7% menjadi 82,6%. Mitra kini mampu mengolah limbah plastik menjadi berbagai produk kreatif bernilai ekonomi seperti eco-enzyme, alat bantu pembelajaran, kerajinan tangan, dan kostum daur ulang, serta memanfaatkan teknologi digital untuk promosi dan pemasaran produk. Bank sampah mampu menghasilkan empat jenis produk kreatif bernilai jual dan membentuk satu Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Program ini berdampak pada peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, dan penguatan peran bank sampah sebagai penggerak ekonomi sirkular masyarakat pesisir.Abstract: This community service activity was carried out at the Betandang with 23 members as partners. The main problems faced by the partners were low community participation, weak organizational management, and suboptimal marketing of recycled products at the Betandang waste bank. The objectives of this activity were to improve the partners' hard and soft skills through institutional capacity building and to increase economic value through organizational management training, creative product processing assistance, and digital marketing training. The implementation methods included socialization, focus group discussions, participatory training, and direct assistance. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests, observation, and interviews. The results show that waste bank members experienced an increase in understanding and skills, as indicated by a score increase from 48.7% to 82.6%. Partners are now able to process plastic waste into various creative products with economic value, such as eco-enzymes, learning aids, handicrafts, and recycled costumes, as well as utilize digital technology for product promotion and marketing. The waste bank is able to produce four types of creative products with market value and has formed a Joint Business Group. This program has had an impact on improving skills, economic independence, and strengthening the role of waste banks as drivers of the circular economy in coastal communities.
DEVELOPING MORINGA COOKIES FOR STUNTING PREVENTION: MERDEKA ENTREPRENEURSHIP PROGRAM Pravitasari, Hikmah; Maharani, Prita Helma; Putri, Disya Anggriyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36640

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan utama di Indonesia yang memerlukan upaya pencegahan berkelanjutan berbasis pangan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk pangan berbahan dasar daun kelor sebagai upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kompetensi kewirausahaan mahasiswa melalui Program Wirausaha Merdeka. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan dengan melibatkan 6 mahasiswa lintas program studi yaitu pendidikan bahasa Inggris, matematika dan biologi. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan kewirausahaan, riset pasar, pengembangan dan uji produk, branding, pemasaran digital, serta kegiatan demoday. Evaluasi dilakukan melalui penilaian kinerja peserta, kualitas produk, dan respon pasar pada tahap awal pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa berhasil mengembangkan dan meluncurkan produk Kelofav Cookies, kue kering berbahan daun kelor dengan nilai gizi, kemasan menarik, dan strategi pemasaran yang sesuai kebutuhan pasar. Produk memperoleh respon positif dari mentor dan calon konsumen. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi inovasi pangan lokal dan pembelajaran kewirausahaan efektif dalam mendukung pengembangan UMKM sehat serta berkontribusi pada upaya pencegahan stunting di tingkat daerah.Abstract: Stunting remains a major public health problem in Indonesia and requires sustainable prevention efforts based on local food resources. This community service program aimed to develop an innovative food product made from moringa leaves as a stunting prevention initiative while enhancing students’ entrepreneurial competencies through the Merdeka Entrepreneurship Program. The program was conducted over four months and involved six students from different academic backgrounds, namely English education, mathematics, and biology. The implementation methods included entrepreneurship training, market research, product development and testing, branding, digital marketing, and a demo day. Evaluation was carried out through assessments of participant performance, product quality, and initial market responses. The results showed that the students successfully developed and launched Kelofav Cookies, a moringa-based cookie with nutritional value, attractive packaging, and market-oriented marketing strategies. The product received positive feedback from mentors and potential consumers. This program demonstrates that integrating local food innovation with entrepreneurship learning is effective in supporting the development of healthy micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and contributes to stunting prevention efforts at the local level.
PROGRAM PENDAMPINGAN PENGUATAN KEMAMPUAN BERBICARA BERBAHASA INGGRIS PADA SISWA-SISWI SMA MELALUI ENGLISH CLUB Firmansyah, Muchammad Sofyan; Sukmawati, Yulia; Adha, Nurul Khairani; Khasanah, Nida'ul; Amalia, Suci Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36135

Abstract

Abstrak: Kemampuan berbicara Bahasa Inggris siswa - siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) terutama pada sekolah swasta belum optimal dan cenderung pasif. Meskipun sudah memiliki English Club, pengaruhnya terhadap minat berbicara siswa–siswi lain masih sangan minim. Masalah ini menjadi dasar pengabdian yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan kemampuan berbicara siswa. Metode yang diterapkan adalah pendampingan melalui workshop dan praktikum interaktif selama 10 pertemuan dengan mitra English Club yang beranggotakan 8 siswa-siswi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan, serta observasi partisipasi aktif selama kegiatan dari Maret hingga Mei 2025. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan hardskill berupa kemampuan berbicara siswa sebesar 42%, yang terukur dari kenaikan nilai rata-rata dari 55,18 (pre-test) menjadi 77,53 (post-test). Metode workshop dan praktikum interaktif ini terbukti efektif meningkatkan kemampuan dan antusiasme siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris.Abstract: The English speaking ability of senior high school students, especially those in private schools, is not optimal and tends to be passive. Even though they have an English Club, its influence on other students' speaking interest is still very minimal. This problem is the basis for a community service that aims to increase student participation and speaking ability. The method applied is mentoring through interactive workshops and practicums for 10 meetings with English Club partners consisting of 15 students. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure ability improvements, as well as active participation observations during activities from March to May 2025. The results achieved showed an increase in hard skills in the form of student speaking ability by 42%, as measured by an increase in the average score from 55.25 (pre-test) to 77.53 (post-test). This interactive workshop and practicum method has proven effective in increasing students' abilities and enthusiasm in using English.