cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
EDUKASI INOVASI ALAT LATIHAN PASCA STROKE BERBASIS CONSTRAINT INDUCED MOVEMENT THERAPY UNTUK MENINGKATKAN ACTIVITY DAILY LIVING PADA EKSTREMITAS ATAS Samiyem, Samiyem; Pristianto, Arif; Rahman, Farid; Hasanah, Ismieatun; Awaliah, Indi; Jannah, Salsabila Malikatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.35752

Abstract

Abstrak: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Penyintas stroke sering mengalami gangguan motorik yang berdampak pada kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari (Activity Daily Living/ADL). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia terkait rehabilitasi pasca stroke menggunakan prinsip Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) yang didukung oleh alat inovatif START (Stroke Therapy Assistance and Recovery Tools). Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Lansia Bahagia Abadi 10, Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, dengan melibatkan 35 peserta lansia berusia 53-83 tahun. Metode program ini meliputi tahap observasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif, demonstrasi, dan sesi diskusi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman peserta yaitu sebesar 2,57%, dari pemahaman awal 91,71% menjadi 94,28%, terutama pada aspek faktor risiko stroke, manfaat CIMT, dan penggunaan alat START. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan lansia terkait pencegahan dan rehabilitasi stroke. Kegiatan ini berkontribusi terhadap upaya promotif dan preventif berbasis komunitas untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup penyintas stroke.Abstract: Stroke is one of the leading causes of death and disability worldwide. Post-stroke survivors often experience motor impairments that affect their ability to perform Activities of Daily Living (ADL). This community service activity aimed to improve knowledge and awareness among elderly participants regarding post-stroke rehabilitation using the Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) method supported by the innovative tool START (Stroke Therapy Assistance and Recovery Tools). The activity was carried out at Posyandu Lansia Bahagia Abadi 10, Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, involving 35 elderly participants aged 53-83 years. The program consisted of observation, preparation, implementation, and evaluation stages. Educational sessions were conducted through interactive lectures, demonstrations, and discussions. Data were collected using pre-test and post-test questionnaires to measure knowledge improvement. The results showed a significant increase in participants’ understanding, particularly in recognizing stroke risk factors, the benefits of CIMT, and the use of the START tool. These findings indicate that participatory education combined with practical demonstration effectively enhances health literacy among the elderly regarding stroke prevention and rehabilitation. This initiative contributes to community-based efforts in promoting independence and improving quality of life for post-stroke survivors.
PENDAMPINGAN NAGARI DALAM MEWUJUDKAN LANSIA YANG SEHAT, MANDIRI, AKTIF DAN PRODUKTIF (SMART) Nopita, Yanti; Eni, Rosmi; Putri, Delsy Arma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36818

Abstract

Abstrak: Optimalisasi bonus demografi kedua memerlukan persiapan penuaan aktif (active ageing) sejak dini agar lansia tetap produktif. Pengabdian ini bertujuan mewujudkan “Lansia SMART” melalui pembentukan dan pemberdayaan kader Bina Keluarga Lansia (BKL) serta edukasi kesehatan. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri dari; Focus Group Discussion (FGD), pembentukan Poktan BKL melalui legitimasi kebijakan lokal (SK Wali Nagari), pelatihan kader berjumlah 15 orang serta edukasi kesehatan tentang hipertensi dan deteksi dini gagal ginjal kronik yang diikuti oleh kader BKL dan 16 orang lansia. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan kader dan lansia yang terukur melalui skor pre-test dan post-test. Evaluasi akhir melalui observasi mengonfirmasi bahwa kader mampu menyelenggarakan penyuluhan yang komunikatif, serta efektifnya senam lansia dalam meningkatkan kebugaran dan dukungan keluarga. Program pendampingan ini terbukti sukses meningkatkan kapasitas kader dan kualitas hidup lansia secara berkelanjutan.Abstract: Optimizing the second demographic bonus requires early preparation for active aging so that older adults remain productive. This community service program aims to create “SMART Older Adults” through the formation and empowerment of the Elderly Family Development (BKL) cadre and health education. The implementation uses a participatory approach consisting of Focus Group Discussions (FGD), the formation of BKL groups through local policy legitimization (SK Wali Nagari), training for 15 cadres, and health education on hypertension and early detection of chronic kidney failure, which was attended by BKL cadres and 16 elderly people. The evaluation results showed a significant increase in the knowledge and skills of cadres and elderly people, as measured by pre-test and post-test scores. The final evaluation through observation confirmed that the cadres were able to conduct communicative counseling and that elderly exercises were effective in improving fitness and family support. This assistance program has proven successful in increasing the capacity of cadres and the quality of life of elderly people in a sustainable manner.
PENERAPAN RATING TOOLS ECO-MASJID OLEH REMAJA MASJID DALAM MEWUJUDKAN MASJID BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG Kuswanto, Eko; Rudini, Mahmud
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36165

Abstract

Abstrak: Remaja masjid memiliki peran strategis dalam memakmurkan masjid serta menjadi agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan berbasis nilai-nilai Islam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan partisipasi remaja masjid dalam menerapkan konsep eco-masjid melalui penggunaan rating tools sebagai instrumen evaluasi keberlanjutan. Program dilaksanakan selama enam bulan pada sepuluh kelompok Remaja Islam Masjid di Kota Bandar Lampung, melalui tiga tahap yaitu prapendampingan, pendampingan, dan pascapendampingan. Setiap kelompok terdiri atas 10 remaja yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di lingkungan masjid. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan service learning melalui kegiatan sosialisasi, asistensi penerapan, asesmen lapangan, dan pemberian penghargaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga 90% mengenai prinsip pengelolaan masjid berkelanjutan, serta peningkatan skor rating tools sebesar 20–35% pada seluruh masjid dampingan, dengan satu masjid mencapai kategori Masjid Lestari Tiga Bintang. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran lingkungan, penguatan kepemimpinan remaja, dan penerapan praktik pengelolaan masjid berwawasan ekologi di masyarakat.Abstract: Youth mosque organizations play a strategic role in revitalizing mosques and serving as agents of change in environmental management grounded in Islamic values. This community engagement program aims to strengthen the capacity and participation of mosque youth in implementing the eco-mosque concept through the use of rating tools as a sustainability assessment instrument. The six-month program involved ten Remaja Islam Masjid groups in Bandar Lampung City and was implemented through three stages: pre-assistance, assistance, and post-assistance. Each group comprised 10 youths who were actively engaged in religious and sociocommunal activities. Employing a service-learning approach, the program encompassed socialization, application assistance, field assessments, and awarding. The results indicate up to a 90% increase in participants’ understanding of sustainable mosque management, along with a 20–35% improvement in rating tool scores across all participating mosques, with one achieving the Three-Star Sustainable Mosque category. Overall, the program enhanced environmental awareness, youth leadership, and the adoption of ecologically oriented mosque management practices.
PELATIHAN DIGITALISASI DAN INOVASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UPPKA DI MARKETPLACE Cahyani, Afrilia; Yakub, Rahman; Fitria, Ika; Rosi, Eka Eman; Yasmin, Muhammad; Jufri, Supriadi; Tamrin, Muhammad; Ramadhan, Muhammad Rohady; Kumalasari, Anggy; Fatmawati, Fatmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37055

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha UPPKA Lautang Salo di Kabupaten Sidenreng Rappang melalui digitalisasi produksi, pemasaran, dan pelayanan konsumen berbasis perlindungan konsumen. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, dan pendampingan kepada 10 anggota UPPKA, mencakup desain label produk, pemasaran digital melalui Shopee dan Facebook Page, serta pelayanan konsumen menggunakan WhatsApp Business. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, angket, wawancara, dan observasi langsung. Indikator keberhasilan meliputi peningkatan pemahaman hukum perlindungan konsumen, keterampilan digital, keaktifan pemasaran daring, dan peningkatan omzet usaha. Hasil menunjukkan 100% anggota mampu mencetak label mandiri, 85% memahami hak konsumen, 80% aktif memasarkan produk secara digital, serta peningkatan omzet sebesar 30%.Abstract: This Community Service Program aimed to enhance the competitiveness and sustainability of UPPKA Lautang Salo in Sidenreng Rappang Regency through the digitalization of production, marketing, and consumer services based on consumer protection principles. The activities employed socialization, training, workshops, and mentoring for 10 UPPKA members, covering product label design, digital marketing via Shopee and Facebook Page, and customer service using WhatsApp Business. The evaluation system applied pre-test and post-test, questionnaires, interviews, and direct observation. Success indicators included increased understanding of consumer protection law, improved digital skills, active engagement in online marketing, and increased business revenue. The results showed that 100% of members independently printed product labels, 85% understood consumer rights, 80% actively marketed products digitally, and group revenue increased by 30%.
PEMANFAATAN LIMBAH NANAS SEBAGAI MINUMAN KAYA PROBIOTIK UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN KELUARGA Wardatutthoyyibah, Wardatutthoyyibah; Destiana, Destiana; Darwati, Herlina; Wahdina, Wahdina; Rifanjani, Slamet; Ramadhani, Endi; Damiska, Septi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36589

Abstract

Abstrak: Limbah kulit nanas di Kalimantan Barat selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah kulit nanas menjadi "Tepache" yakni minuman probiotik kaya manfaat kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan pelatihan praktik pembuatan Tepache yang diikuti 30 orang peserta dari kelompok PKK, pemuda desa, dan perwakilan guru madrasah. Hasil pelaksanaan kegiatan dan evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat pada semua indikator seperti keinginan memanfaatkan kulit nanas dari 23% menjadi 97%, peningkatan pengetahun tentang minuman probiotik dari 0% menjadi 100%, pemahaman potensi kulit nanas sebagai minuman (23% menjadi 97%), pengetahuan manfaat bakteri baik bagi pencernaan (3% menjadi 97%), serta pemahaman manfaat minuman bagi kesehatan keluarga (50% menjadi 100%).Abstract: Pineapple peel waste in West Kalimantan, has not been optimally utilized and has the potential to cause environmental pollution. This community service program aims to empower the community through socialization and training on processing pineapple peel waste into "Tepache", a probiotic-rich beverage with health benefits. The implementation methods included socialization and practical training on Tepache production, attended by 30 participants from PKK groups, village youth, and representatives of madrasah teachers. The results of the activities and evaluations indicated a significant increase in community knowledge across all indicators, including the willingness to utilize pineapple peels (from 23% to 97%), knowledge of probiotic beverages (from 0% to 100%), understanding of the potential of pineapple peels as a functional beverage (from 23% to 97%), knowledge of the benefits of beneficial bacteria for digestion (from 3% to 97%), and understanding of the benefits of probiotic beverages for family health (from 50% to 100%).
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM PENYIRAMAN OTOMATIS BERBASIS TENAGA SURYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI & PRODUKTIFITAS PERTANIAN BAWANG MERAH Syarifuddin, Syarifuddin; Suweleh, Wardah; Hidayatullah, Achmad; Rohman, Abdul; Anggraini, Lala
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36163

Abstract

Abstrak: Pertanian bawang merah di Desa Klutuk menghadapi kendala utama berupa sistem penyiraman konvensional yang tidak efisien dan masih bergantung pada mesin diesel berbahan bakar solar, sehingga menyebabkan tingginya biaya operasional, pemborosan air, dan penurunan produktivitas. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi penyiraman otomatis berbasis tenaga surya. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal dengan melibatkan 40 peserta dari kelompok tani dan karang taruna pada seluruh tahapan kegiatan, mulai dari persiapan hingga monitoring dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman teknologi pertanian modern berbasis energi terbarukan. Pemahaman kelompok tani meningkat dari 40% menjadi 80%, sedangkan pemahaman karang taruna meningkat dari 75% menjadi 85% setelah edukasi. Implementasi teknologi penyiraman otomatis berbasis tenaga surya berjalan dengan baik dan mampu menghemat tenaga, waktu, serta biaya operasional petani. Teknologi ini mendukung transisi energi bersih dan pertanian berkelanjutan. Disarankan adanya pelatihan lanjutan, inovasi penekanan biaya alat, serta kemitraan dengan pemerintah dan industri agar adopsi teknologi dapat diperluas secara berkelanjutan.Abstract: Onion farming in Klutuk Village faces a major obstacle in the form of an inefficient conventional irrigation system that still relies on diesel fuel-powered engines, resulting in high operational costs, water wastage, and decreased productivity. This community service program aims to improve agricultural efficiency and productivity through the application of solar-powered automatic irrigation technology. The method used was Participatory Rural Appraisal, involving 40 participants from farmer groups and youth organizations in all stages of the activity, from preparation to monitoring and evaluation. The evaluation results showed an increase in understanding of modern agricultural technology based on renewable energy. The farmer groups' understanding increased from 40% to 80%, while the youth organizations' understanding increased from 75% to 85% after the education program. The implementation of solar-powered automatic irrigation technology went well and was able to save farmers' energy, time, and operational costs. This technology supports the transition to clean energy and sustainable agriculture. It is recommended that there be further training, innovations to reduce equipment costs, and partnerships with the government and industry so that technology adoption can be expanded in a sustainable manner.
INOVASI DIGITAL KREATIF DALAM PEMBELAJARAN HALAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI HALAL DAN NILAI RELIGIUS SISWA SEKOLAH DASAR Setiyowati, Arin; Muammar, Muhammad Arfan; Nadid, Erdin; Salsabila, Salma Nadia; Tariq, Atika Agustina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.35701

Abstract

Abstrak: Permasalahan rendahnya literasi halal pada siswa sekolah dasar menjadi tantangan serius bagi upaya pembentukan karakter religius sejak dini. Hasil survei awal di SD Muhammadiyah 7 Surabaya menunjukkan hanya 22% siswa memahami konsep halal dengan benar, sementara mayoritas masih memiliki persepsi keliru. Untuk menjawab masalah tersebut, tim pengabdian mengembangkan media pembelajaran digital Halal-Fun berbasis edutainment guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memilih dan memilah halal-haram atas setiap barang atau jasa yang dikonsumsi sekaligus. Kegiatan meliputi analisis kebutuhan, perancangan aplikasi, pelatihan guru, implementasi media di kelas, serta evaluasi melalui pre-test/post-test, observasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman literasi halal siswa lebih dari 40% setelah intervensi, ditandai dengan kemampuan siswa mengenali label halal, memilih konsumsi yang benar, serta sikap kritis terhadap jajanan di sekitar sekolah. Guru juga memperoleh peningkatan kapasitas pedagogik dalam pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, Halal-Fun terbukti efektif meningkatkan literasi halal dan nilai religius siswa serta berpotensi direplikasi di sekolah lain.Abstract: The issue of low halal literacy among elementary school students poses a significant challenge to efforts in fostering religious character from an early age. Initial surveys at SD Muhammadiyah 7 Surabaya revealed that only 22% of students correctly understood the concept of halal, while the majority still held misconceptions. To address this problem, the community service team developed Halal-Fun, a digital edutainment-based learning media designed to enhance students’ understanding and skills in identifying and distinguishing halal and haram aspects of the goods and services they consume. The program included needs analysis, application design, teacher training, classroom implementation, and evaluation through pre-tests and post-tests, observations, and interviews. The results show that students’ halal literacy improved by more than 40% after the intervention, as reflected in their ability to recognize halal labels, make appropriate consumption choices, and develop a more critical attitude toward snacks available around the school. Teachers also experienced an increase in pedagogical capacity, particularly in utilizing educational technology. Thus, Halal-Fun has proven effective in enhancing students’ halal literacy and religious values and holds the potential for replication in other schools.
PENINGKATAN KOMPETENSI PELAKU USAHA MIKRO MELALUI PELATIHAN TERAPAN DIGITAL MARKETING PADA USAHA KERIPIK INYAK Wira, Variyetmi; Ramadhani, Ramadhani; Chandra, Benny; Wardani, Rahmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36298

Abstract

Abstrak: Usaha Keripik Inyak merupakan usaha mikro yang dikelola oleh Ibu Fitri Madona di Kota Padang, menghadapi permasalahan dalam aspek pemasaran terutama dalam memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan penjualan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan karyawan dalam pemasaran digital. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi pelatihan dan praktek langsung yang dilaksanakan langsung kepada karyawan dan memberikan pendampingan selama satu bulan. Kegiatan ini diikuti oleh dua orang karyawan Usaha Keripik Inyak dan dilakukan di lokasi usaha selama satu hari. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui survey, untuk memastikan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan dengan baik. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan karyawan, dengan pemahaman tentang Pembuatan dan Optimalisasi Akun Bisnis mencapai 100%, pemahaman tentang Teknik Menulis Caption meningkat hingga 100%, dan pemahaman tentang membuat konten kreatif mencapai 100%. Setelah memberikan pendampingan dalam mengaktifkan media sosial, penjualan usaha secara online mengalami kenaikan yang signifikan mencapai 100% setiap bulannya dari bulan Juni sampai Agustus 2025. Peningkatan penjualan online ini diiringi dengan adanya penambahan pengikut pada akun media sosial usaha.Abstract: Keripik Inyak is a micro-enterprise managed by Mrs. Fitri Madona in Padang City that faces challenges in the marketing aspect, particularly in utilizing social media to increase sales. This community service program aims to enhance employees’ understanding and skills in digital marketing. The methods employed include training and hands-on practice delivered directly to the employees, followed by one month of mentoring. The activity involved two employees of Keripik Inyak and was conducted at the business location over one day. The implementation of the program was evaluated through a survey to ensure that the skills provided could be effectively applied. The results indicate a significant improvement in employees’ competencies, with understanding of business account creation and optimization reaching 100%, understanding of caption writing techniques increasing to 100%, and understanding of creative content development reaching 100%. Following the mentoring process and the activation of social media platforms, the business experienced a substantial increase in online sales, approaching 100% growth per month from June to August 2025. This increase in online sales was accompanied by a notable growth in the number of followers on the business’s social media accounts.
PELATIHAN KETRAMPILAN SISWA MENGENAI PERAWATAN MESIN DI SMK KAB. TEGAL JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN Fatkhurrozak, Faqih; Sanjaya, Firman Lukman; Syarifudin, Syarifudin; Hendrawan, Andre Budhi; Budi, Sigit Setijo; Aryanto, Nur Aidi; Wibowo, Agus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36902

Abstract

Abstrak: Pengabdian Kepada Masyarakat adalah salah satu tridharma perguruan tinggi bertujuan untuk menerapkan ilmu yang didapat dan menjawab permasalahan yang ada dimasyarakat. SMK jurusan teknik kendaraan ringan mempunyai salah satu permasalahan yaitu kurangnya pengetahuan mengenai motor bakar baik dari teori maupun praktik padahal komptensi tersebut sangat diperlukan oleh siswa jurusan teknik kendaran ringan. PKM ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ktrampilan siswa melalui pelatihan yang terstruktur. Pelaksanaan PKM dilaksanakan selama 2 hari dengan peserta sebanyak 14 orang siswa. Kegiatan pelaksanaan PKM dengan 3 metode dengan 3 tahapan, persiapan dan perizinan, kemudian pelaksanaan pada hari kegiatan yaitu teori dan praktik yang diawali dengan pre-test, post-test dan yang terakhir evaluasi. Hasil evaluasi Peningkatan sebesar 25% pada saat pre-test dan post-test. Kemudian pada saat peserta mengisi tingkat kepuasan rata – rata diatas 3. Sehingga menunjukan pelaksanaan PKM berjalan dengan baik dan efektif untuk komptensi siswa smk jurusan teknik kendaraan ringan.Abstract: Community Service is one of the tridharma of higher education, which aims to apply the knowledge gained and answer problems that exist in society. SMK majoring in Light Vehicle Engineering has one of the problems, namely the lack of knowledge about combustion engines, both from theory and practice, even though these competencies are very much needed by students majoring in Light Vehicle Engineering. This PKM aims to improve students' knowledge and skills through structured training. The implementation of PKM was carried out for 2 days with 14 students participating. The implementation of PKM activities with 3 methods with 3 stages, preparation and licensing, then implementation on the day of the activity, namely theory and practice, which began with a pre-test, post-test, and finally evaluation. The evaluation results increased by 25% during the pre-test and post-test. Then, when participants filled in, the average satisfaction level was above 3. So it shows that the implementation of PKM is running well and effectively for the competency of SMK students majoring in Light Vehicle Engineering.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH SAYUR DAN BUAH SEBAGAI PAKAN FERMENTASI SAPI DI KELOMPOK PETERNAK NGUDI MAKMUR KELURAHAN KALAMPANGAN KOTA PALANGKA RAYA Rumbang, Nyahu; Noorrahman, Nabil Fariz; Sandriya, Ardi; Paulini, Paulini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36910

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi nutrisi pakan sapi melalui pemanfaatan limbah sayuran dan buah-buahan menjadi pakan fermentasi yang ekonomis dan ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan bersama Kelompok Peternak Ngudi Makmur, yaitu kelompok peternak sapi potong rakyat dengan anggota aktif sebanyak 20 orang yang memelihara 3–10 ekor sapi per peternak di Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi pembuatan pakan fermentasi, pendampingan teknis, dan evaluasi pengetahuan serta minat peternak melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peternak sebesar rata-rata 69,5% dan peningkatan minat sebesar 75%. Penerapan pakan fermentasi juga terbukti meningkatkan efisiensi nutrisi dan menekan biaya pakan hingga 35%. Kegiatan ini memberi dampak positif terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik lokal secara produktif.Abstract: This community service program aimed to improve the nutritional efficiency of cattle feed by utilizing vegetable and fruit waste as economical and environmentally friendly fermented feed. The activity was conducted in collaboration with the Ngudi Makmur Farmers Group, a smallholder beef cattle group with 20 active members, each raising 3–10 heads of cattle in Kalampangan Subdistrict, Palangka Raya City. The methods used included outreach, training, demonstrations of fermented feed production, technical assistance, and evaluation of farmers’ knowledge and interest through pretest and posttest questionnaires. The results showed a significant increase in farmers’ knowledge, with an average improvement of 69.5%, and a 75% increase in their interest. The application of fermented feed also proved to enhance nutrient efficiency and reduce feed costs by up to 35%. This program generated positive economic, social, and environmental impacts through the productive utilization of locally available organic waste.