cover
Contact Name
Mappanyompa
Contact Email
Mappanyompaputrakaltim@gmail.com
Phone
+6282333380383
Journal Mail Official
Mappanyompaputrakaltim@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI
Ruang lingkup Al ibtida: jurnal pendidikan guru MI adalah: Desain kurikulum MI/SD pembelajaran (Math, Science, IPS, Civicus, English, Indonesia, Islamic Education, Art dan Local Content) dalam MI/SD Media dan alat peraga pendidikan dalam belajar di MI/SD strategi pembelajaran dalam MI/SD kompetensi guru MI/SD Neuro Psycholinguistics untuk anak MI/SD
Articles 141 Documents
Keadilan Sosial Dalam Pendidikan: Analisis Filosofis Terhadap Akses Dan Kualitas Belajar Di Era Globalisasi Said, Khaeruddin; Wardi, Muhammad Musfiatul; Ali, Mustapa; Hayati, Mardiyah; Mappanyompa, Mappanyompa
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v10i2.36115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keadilan sosial dalam pendidikan melalui pendekatan filosofis, dengan fokus pada akses dan kualitas pembelajaran di era globalisasi. Keadilan sosial dipandang sebagai prinsip dasar yang mengharuskan distribusi yang adil atas kesempatan pendidikan tanpa melihat latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, di mana data dikumpulkan dari filosofi literatur, kebijakan pendidikan, dan studi sebelumnya yang relevan. Analisis dilakukan melalui interpretasi kritis dan pemahaman konsep keadilan yang diusulkan oleh filsuf seperti John Rawls dengan prinsip keadilan sebagai keadilan dan Paulo Freire dengan gagasan pendidikan sebagai praktik pembiayaan. Temuan menunjukkan bahwa globalisasi memiliki dua sisi: di satu sisi, ia memperluas akses ke sumber daya pembelajaran digital dan jaringan internasional; Di sisi lain, ia memperdalam ketidaksetaraan akibat ketimpangan ekonomi dan kesenjangan digital. Kualitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan sistem pendidikan untuk menyeimbangkan tuntutan global dengan nilai-nilai lokal sambil memperhatikan kelompok-kelompok yang terpinggirkan. Oleh karena itu, pendidikan adil yang harus inklusif, transformatif, dan kontekstual, memungkinkan terciptanya ruang pembelajaran yang adil dan mendorong perkembangan masyarakat yang adil secara sosial di tengah arus globalisasi.
Analisis Peran Guru Dalam Mengembangkan Karakter Mandiri Anak Usia Dini Sholihah, Nurul Hidayatus; Usriyah, Lailatul; Mu’allimin, Mu’allimin
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v10i2.35805

Abstract

Pada usia dini, pendidikan karakter adalah hasil pengembangan kepribadian anak. Di tahap ini, anak-anak mulai membentuk nilai-nilai dan sikap yang akan mempengaruhi perilaku mereka di masa depan. Guru berperan sebagai pendidik dan teladan yang tidak hanya bertugas mengajar akademis, tetapi juga membimbing siswa dalam pengembangan karakter positif. Artikel ini membahas berbagai cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran, termasuk penggunaan metode pembelajaran yang interaktif, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Dengan mengambil contoh berita terkini mengenai inisiatif pendidikan karakter yang diimplementasikan di sekolah-sekolah, artikel ini juga menganalisis tantangan yang dihadapi guru dan solusi yang dapat diterapkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library   research) dengan   pendekatan kualitatif. Melalui pembahasan ini, diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya peran guru dalam membentuk generasi yang berkarakter baik. Kata Kunci:Pendidikan karakter Anak usia dini, Peran guru, Metode pembelajaran.
Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Program Sinau Ing Ndeso (SINDESO) di Sekolah Alam Pacitan Aziza, Wahyu Nur; Tisngat, Urip; Pianto, Heru Arif
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v10i2.35737

Abstract

Abstract: This study aims to determine and describe the independence of Children with Special Needs (ABK) by implementing the Sinau Ing Ndeso program at Sekolah Alam Pacitan. The type of research was descriptive qualitative, using a single case study approach. Informants consisted of two assistant teachers and two students with special needs, selected using sampling techniques. Data collection used observation, interviews, and documentation. Qualitative data analysis used the Miles and Huberman concept through three activities, namely data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Based on the results of the data analysis, it was concluded that: 1) Sinau Ing Ndeso is a superior program carried out consistently every year in the second semester by Sekolah Alam Pacitan. The activities include, home industry, nature exploration, and learning with the community, 2) The implementation of the Sinau Ing Ndeso program has implications for the independence of students with special needs at Pacitan Nature School, the indicators are: initiative, self-confidence, ability to make decisions and progressive, 3) obstacles in the implementation of the Sinau Ing Ndeso program at Pacitan Nature School include two factors, namely obstacles from students (internal factors) and obstacles from other people or the environment (external factors). The barriers that become obstacles are the difficulties of children with special needs in activities to travel long distances and challenges in understanding the material, this is due to their physical and intellectual limitations, but there is support from teachers, parents, and the community as well as supporting facilities that will encourage students to be more enthusiastic and active in the Sinau Ing Ndeso program.
Problematika Guru Kelas V Dalam Penerapan Pembelajaran IPA Terintegrasi Dengan Nilai-Nilai Keislaman Di Madrasah Ibtidaiyah Nasir, Muhammad; Minarno, Eko Budi; Sholeh, Ahmad
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v10i2.35736

Abstract

Abstract:  This study aims to analyze the problems faced by fifth-grade teachers in integrating Islamic values into the teaching of Natural Science (IPA) in Madrasah Ibtidaiyah (MI). The integration of science between Islam and IPA is an important aspect, as stated in KMA No. 450 of 2024. Through this decision, learning in Islamic education institutions not only focuses on the cognitive development of students but also on the formation of students' attitudes and religious character. However, in practice, there are still problems faced by teachers in implementing IPA learning that is integrated with Islamic values. This study employs a descriptive qualitative approach. The subjects of this study are two fifth-grade teachers (V-A and V-B) at MI Roudlotul Uqul. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data is analyzed through reduction, presentation of data, and drawing conclusions. Data triangulation is conducted to ensure the validity of the data. The results of this study found that the problems faced by teachers are divided into two factors. The internal factors stemming from the teachers themselves include a lack of understanding of the concept of integration, limited integrative pedagogical competence, and the motivation and teaching habits of the teachers. Meanwhile, the external factors include a lack of facilities and infrastructure, curriculum policies, as well as support from the environment and academic culture in schoolsAbstrak: Kajian Ini bertujuan untuk menganalisis problematika yang dihadapi guru kelas V dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Adanya integrasi keilmuan antara Islam dan IPA menjadi bagian penting, sebagaimana yang tercantum dalam KMA No.450 Tahun 2024.  Melalui keputusan tersebut, Pembelajaran pada satuan Pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada perkembangan aspek kognitif siswa, namun juga pada pembentukan sikap dan karakter religius siswa. Namun, pada prakteknya masih terdapat problematika yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran IPA yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dari kajian ini yaitu dua orang guru kelas V (V-A dan V-B) di MI Roudlotul Uqul. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi data dilakukan untuk memastikan keabsahan data. Hasil dari kajian ini menemukan bahwa problematika guru terbagi menjadi dua faktor. Faktor internal yang berasal dari personal guru meliputi kurangnya pemahaman guru terhadap konsep integrasi, terbatasnya kompetensi pedagogik integratif, dan motivasi serta kebiasaan mengajar guru. Sedangkan dari faktor eksternalnya meliputi kurangnya sarana dan prasarana, Kebijakan Kurikulum, serta dukungan lingkungan dan budaya akademik di sekolah.
Analisis Program Unggulan dan Pengembangan Kurikulum MIS Hidayatussalam dalam Menjawab Tantangan Era 5.0 Pada Anak Usia Dasar Safran, Safran
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v10i2.36288

Abstract

Perkembangan Revolusi Industri 5.0 menuntut lembaga pendidikan untuk beradaptasi dengan integrasi teknologi dan nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program-program unggulan di MIS Hidayatussalam, Kabupaten Deli Serdang, dalam rangka pengembangan kurikulum yang responsif terhadap tantangan Revolusi Industri 5.0 pada anak-anak SD. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program seperti Outing Class, Market Day, dan Self-Development telah mencerminkan penerapan kurikulum berbasis pengalaman, berbasis proyek, dan berbasis karakter, sehingga mendukung penguatan keterampilan abad ke-21. Namun, kurikulum saat ini belum sepenuhnya mengintegrasikan teknologi digital secara sistematis. Oleh karena itu, transformasi kurikulum diperlukan melalui penguatan kapasitas guru, penyediaan fasilitas digital, dan merancang modul pembelajaran yang adaptif namun berlandaskan pada nilai-nilai Islam.
Penerapan Metode Storytelling Berbasis Pengalaman Pribadi Dengan Media Talking Stick Terhadap Keterampilan Berbicara Peserta Didik Nurul Kholifatur Rosidah; Suci Herwani
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 11, No 1 (2026): Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v11i1.38588

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa kemampuan berbicara peserta didik di sekolah dasar masih terbatas, meskipun keterampilan komunikasi lisan adalah hal fundamental untuk interaksi sosial dan kesuksesan akademis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode storytelling berbasis pengalaman pribadi dengan media talking stick terhadap keterampilan berbicara peserta didik. Metode yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif, dengan sampel penelitian terdiri dari 18 peserta didik kelas III MI NU Miftahul Huda 01 yang dilaksanakan selama tiga kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara sistematis dengan melewati tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan metode storytelling dengan media talking stick dapat menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik serta mampu mengurangi hambatan psikologis seperti kecemasan. Penggunaan pengalaman pribadi memudahkan peserta didik menemukan ide cerita, memperkaya kosakata, serta membuat kemampuan berbicara menjadi lebih lancar dan terampil dalam menyusun kalimat secara runtut. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa metode storytelling yang diintegrasikan dengan elemen permainan dapat mengubah cara belajar bahasa yang kaku menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Implikasi dari penelitian ini mencakup penambahan informasi mengenai inovasi media pembelajaran sederhana, serta memberikan saran praktis kepada guru untuk memanfaatkan media di sekitar peserta didik agar dapat membangun rasa percaya diri yang positif.
Implementasi Strategi Brain Break dan Ice Breaking dalam Meningkatkan Motivasi dan Keterlibatan Belajar Siswa Kelas I Madrasah Ibtidaiyah Moch. Farich Alfani; Lili Hidayati
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 11, No 1 (2026): Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v11i1.38855

Abstract

Learning in lower grades, especially grade I of Madrasah Ibtidaiyah, requires strategies that can maintain students' concentration and enthusiasm for learning. Early childhood tends to get bored easily, so a fun and varied learning approach is needed. Indicators of enthusiasm for learning can be seen from various aspects such as paying attention to learning with focus, asking questions when not understanding the material, and submitting assignments on time. This study aims to describe the application of brain break and ice breaking strategies in maintaining enthusiasm for teaching and learning in grade I MI Tamrinussibyan 1 Al-Hikmah. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the application of brain break and ice breaking strategies can create a more enjoyable learning atmosphere, increase focus, and foster student enthusiasm in participating in teaching and learning activities. In addition, this strategy helps teachers in managing the class and reduces student boredom during the learning process. Thus, the application of brain break and ice breaking strategies has proven effective in maintaining enthusiasm for teaching and learning in grade I MI Tamrinussibyan 1 Al-Hikmah.
Pemanfaatan Pojok Baca Sebagai Sarana Pendukung Literasi Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah sela hardianti; Dukan Jauhari Faruq
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 11, No 1 (2026): Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v11i1.38511

Abstract

Rendahnya capaian literasi siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Salah satu upaya penguatan literasi dapat di lakukan melalui pemanfaatan pojok baca di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan pojok baca sebagai sarana pendukung literasi siswa di MI Baitul Makmur, meliputi perencanaan, pelaksanaan, kegiatan literasi, serta peran guru dalam membangun budaya literasi kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala madrasah, guru kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pojok baca telah tersedia, namun pemanfaatannya belum optimal. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan literasi belum dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan serta masih bergantuk pada inisiatif guru. Oleh karena itu, di perlukan pengelolaan pojok baca yang terencana dan terintegrasi guna mendukung pembelajaran bermakna sesuai dengan Kurikulum Merdeka.
Analisis Pengembangan dan Implementasi Model Pembelajaran IPAS Berbasis Experiential Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa MI Miftahul Ulum Hidayatul Hasanah; Erlin Indaya Ningsih
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 11, No 1 (2026): Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v11i1.38724

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V sekolah dasar masih didominasi oleh metode ceramah dan diskusi, sehingga pengalaman belajar langsung siswa belum optimal. Kondisi tersebut berdampak pada kurang mendalamnya pemahaman konsep, meskipun siswa menunjukkan keaktifan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan dan implementasi model pembelajaran IPAS berbasis experiential learning serta kontribusinya terhadap pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Model pembelajaran dikembangkan berdasarkan empat tahapan experiential learning, yaitu pengalaman konkret, refleksi, pembentukan konsep, dan penerapan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan mampu mengarahkan keaktifan siswa menjadi pengalaman belajar yang lebih terstruktur dan bermakna. Pemahaman siswa mengalami peningkatan yang ditunjukkan melalui kemampuan menjelaskan konsep dengan bahasa sendiri, menyimpulkan hasil kegiatan, serta mengaitkan materi dengan pengalaman belajar yang diperoleh. Dengan demikian, model pembelajaran IPAS berbasis experiential learning berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar.
Penggunaan Video Pembelajaran Berbasis Tiktok Sebagai Media Edukasi Akhlak Terpuji Bagi Gen-Alpha di Madrasah Ibtidaiyah Abdul Khakim
Ibtida'iy : Jurnal Prodi PGMI Vol 11, No 1 (2026): Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ibtidaiy.v11i1.38401

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi karakteristik belajar peserta didik generasi Alpha (Gen-Alpha) yang sejak dini akrab dengan media sosial, termasuk TikTok. Kondisi ini menuntut inovasi media pembelajaran yang adaptif dan relevan, khususnya dalam pendidikan akhlak di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan video pembelajaran berbasis TikTok sebagai media edukasi akhlak terpuji bagi peserta didik Gen-Alpha di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan observasi terbatas terhadap praktik pembelajaran berbasis video pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video TikTok yang dikemas secara edukatif, singkat, dan visual mampu meningkatkan perhatian, pemahaman, serta internalisasi nilai-nilai akhlak terpuji, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan sopan santun. Selain itu, pemanfaatan TikTok secara terarah dapat menggeser fungsi media sosial dari sekadar hiburan menjadi sarana pembelajaran yang bermakna. Namun demikian, diperlukan peran aktif guru dalam melakukan kurasi konten dan pendampingan agar penggunaan TikTok tetap selaras dengan tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan media pembelajaran akhlak berbasis teknologi digital di Madrasah Ibtidaiyah.