cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): June" : 131 Documents clear
Edukasi literasi keuangan, pengenalan investasi, dan teknologi finansial pada generasi muda Kusumahadi, Teresia Angelia; Utami, Novia; Sitanggang, Marsiana Luciana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23395

Abstract

AbstrakPengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan, memperkenalkan konsep investasi, serta memperkenalkan teknologi finansial bagi generasi muda. Pengabdian dilaksanakan melalui kegiatan edukasi yang diselenggarakan di SMA Kristen Calvin Jakarta pada tanggal 31 Juli 2023 dengan peserta siswa-siswi dari kelas XII IPS 1 dan XII IPS 2. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan siswi tentang konsep dasar keuangan, mulai dari pengelolaan uang pribadi, pentingnya menyisihkan tabungan, hingga memahami berbagai instrumen investasi yang tersedia serta risiko yang timbul pada investasi tersebut. Selain itu, pengabdian ini juga memperkenalkan teknologi finansial sebagai alat yang dapat mempermudah akses terhadap layanan keuangan sehingga transaksi atau investasi yang dilakukan lebih efektif dan efisien. Evaluasi terhadap efektivitas pengabdian dilakukan melalui survei yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil survei menunjukkan bahwa peserta telah memiliki literasi keuangan yang baik, dan literasi keuangan tersebut semakin meningkat setelah diadakan edukasi. Peserta juga telah mengenal produk-produk keuangan, pentingnya literasi keuangan, pentingnya teknologi finansial, serta pentingnya pengetahuan mengelola keuangan, juga pentingnya pengelolaan risiko dalam berinvestasi. Namun demikian, belum banyaknya produk keuangan yang dimiliki oleh responden menjadi catatan penting dari pengabdian ini, bahwa inklusi keuangan pada generasi muda masih perlu ditingkatkan. Kata kunci: investasi; literasi keuangan; pengelolaan keuangan; teknologi finansial AbstractThis community service aims to elevate financial literacy, introduce investment concepts, and familiarize the younger generation with financial technology. The initiative was conducted through educational activities held at Calvin Christian Senior High School in Jakarta on July 31, 2023, involving students from the XII IPS 1 and XII IPS 2 classes. The primary objective of these activities was to enhance the student's comprehension of fundamental financial concepts, encompassing personal financial management, the significance of savings allocation, and an understanding of various available investment instruments and associated risks. Moreover, this initiative introduced financial technology as a facilitative tool for accessing financial services, enhancing the effectiveness and efficiency of transactions or investments. We assessed the efficacy of this initiative through pre- and post-event surveys. The survey results indicated that participants possessed a commendable level of financial literacy, which further improved following the educational intervention. Participants demonstrated familiarity with financial products, the importance of financial literacy, the role of financial technology, the significance of financial management, and the necessity of risk management in investment. However, the notable observation from this initiative was the limited ownership of financial products among respondents, emphasizing the ongoing need to enhance financial inclusivity among the younger generation.Keywords: investment; financial literacy; financial management; financial technology
Pelatihan pembuatan alat peraga pembelajaran fisika berbasis sensor dan mikrokontroler di SMK Pelita Persada kota Tangerang Muarif, Muhamad Fajar; Syafrizal, Reza; Ulum, Miftahul; Pratama, Satria Raka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24157

Abstract

AbstrakPengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan oleh Tim Dosen Fakultas Sains Universitas Sultan Maulana Hasanuddin Banten di SMK Pelita Persada Kota Tangerang untuk membantu siswa mengenal, merangkai, dan mengoperasikan alat peraga pembelajaran fisika berbasis sensor dan mikrokontroler untuk memahami konsep fisika. Peserta pelatihan ini adalah siswa kelas XI jurusan TKJ di SMK Pelita Persada Kota Tangerang. Tahapan kegiatan yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Kegiatan PkM berjalan lancar dan disambut baik oleh mitra. Hal ini dilihat dari hasil survey yang diisi langsung oleh mitra yang terdidir dari indikator kesesuaian materi dengan kebutuhan mitra memperoleh 75% setuju dan 25% sangat setuju, kejelasan dan kemudahan memahami materi memperoleh 69% setuju dan 31% sangat setuju, pelayanan Tim PkM dan kebermanfaatan teknologi bagi mitra memperoleh persentase yang sama yakni 13% setuju dan 88% sangat setuju, waktu pelaksanaan kegiatan memperoleh persentase 50% setuju dan 50% sangat setuju, serta rencana pelaksanaan tindak lanjut kegiatan memperoleh persentase 44% setuju dan 56% sangat setuju. Kata kunci: alat peraga fisika; sensor; mikrokontroler AbstractCommunity Service (PkM) was carried out by the Lecturer Team at the Faculty of Science, Sultan Maulana Hasanuddin University, Banten, at Pelita Persada Vocational School, Tangerang City, to help students recognize, assemble, and operate sensor and microcontroller-based physics teaching aids to understand physics concepts. Participants in this training are class XI students majoring in TKJ at SMK Pelita Persada, Tangerang City. The activity stages are the preparation stage, implementation stage and reporting stage. PkM activities ran smoothly and were well received by partners. This can be seen from the results of a survey filled out directly by partners, which consists of indicators of suitability of material to partner needs, with 75% agreeing and 25% strongly agreeing, clarity and ease of understanding the material, getting 69% agree and 31% strongly agree, PkM Team service and usefulness. Technology for partners received the same percentage, namely 13% agreed, and 88% strongly agreed; the time for implementing the activity received a percentage of 50% agree, and 50% strongly agreed, and the plan for implementing follow-up activities received a percentage of 44% agree and 56% strongly agree. Keywords: physics teaching aids; sensors; microcontrollers
Senam prolanis dan deteksi dini faktor risiko diabetes mellitus dan hipertensi di desa Kebundowo Banyubiru kabupaten Semarang Putri, Adita Puspitasari Swastya; Setyaji, Yoki; Indrayana, Tavip
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23471

Abstract

AbstrakDiabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan dunia dengan prevalensi 9,3% dari total penduduk pada usia 20-79 tahun di dunia. Prevalensi ini akan terus meningkat seiring penambahan umur penduduk. Prevalensi DM di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada umur ≥15 tahun menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,5%. Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ke-11 dengan prevalensi yang cukup tinggi. Terdapat 32.081 kasus DM di Kota Semarang. Hal ini membuktikan bahwa angka kejadian yang dimiliki penyakit diabetes melitus cukup tinggi. Lebih dari 90% kasus adalah diabetes melitus tipe 2. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) diperlukan bagi seluruh masyarakat yang menderita penyakit kronis, khususnya diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi sebagai salah satu faktor risikonya. Sebagai wujud kontribusi pemberdayaan masyarakat, maka diperlukan adanya partisipasi masyarakat tentang deteksi dini faktor risiko DM hipertensi pada masyarakat Desa Binaan di Desa Kebundowo Banyubiru Kabupaten Semarang. Tujuannya adalah melakukan pengajaran dan pendampingan senam PROLANIS dan deteksi dini faktor risiko DM Hipertensi pada masyarakat Desa Binaan di Desa Kebundowo Banyubiru Kabupaten Semarang. Dari kegiatan tersebut kemudian dapat juga diberikan edukasi untuk pencagahan faktor risiko terhadap penyakit tidak menular, khususnya Diabetes Melittus dan hipertensi. Kata kunci: senam; deteksi dini; diabetes mellitus; hipertensi AbstractDiabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease that is still a world health problem with a prevalence of 9.3% of the total population aged 20-79 years in the world. This prevalence will continue to increase as the population ages. The prevalence of DM in Indonesia based on a doctors diagnosis at age ≥15 years shows an increase of 1.5%. Central Java Province ranks 11th with a fairly high prevalence. There are 32,081 cases of DM in Semarang City. This proves that the incidence of diabetes mellitus is quite high. More than 90% of cases are type 2 diabetes mellitus. The Chronic Disease Management Program (PROLANIS) is needed for all people who suffer from chronic diseases, especially type 2 diabetes mellitus and hypertension as one of the risk factors. As a form of contribution to community empowerment, there is a need for community participation regarding early detection of risk factors for DM hypertension in the Community of Assisted Villages in Kebundowo Banyubiru Village, Semarang Regency. The aim is to provide teaching and assistance to PROLANIS exercise and early detection of risk factors for DM and hypertension in the community of assisted villages in Kebundowo Banyubiru Village, Semarang Regency. Through these activities, education can also be provided to prevent risk factors for non-communicable diseases, especially diabetes mellitus and hypertension. Keywords: exercise; early detection; diabetes mellitus; hypertension
Peningkatan perekonomian pelaku usaha melalui pendaftaran perseroan perorangan dalam mendukung sustainable development goals Agustanti, Rosalia Dika; Waluyo, Bambang; Ariani, Nani; Wirawan, Rio
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22580

Abstract

Abstrak Tidak adanya legalitas dalam menjalankan usaha dapat menimbulkan permasalahan. Legalitas dibutuhkan untuk menjamin bahwa seorang Pelaku Usaha menjalankan usahanya dengan penuh tanggung jawab dan telah terdaftar pada Kementerian yang membidangi UMKM. Untuk mengatasi masalah ini, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi yang dapat meningkatkan aspek legalitas Pelaku Usaha. Kegiatan ini menggunakan metode  Participatory Rural Appraisal (PRA) adalah metode partisipatif yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan memahami kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan Masyarakat. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan dimulai dari survei mitra, identifikasi permasalahan mitra, dan dilanjutkan dengan tahap pendampingan mitra. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa adanya pendampingan terkait pendaftaran Perseroan Perorangan ini memberikan pengetahuan serta keterampilan guna memberikan kepastian hukum bagi Pelaku Usaha untuk meningkatkan perekonomian dengan bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Dengan adanya Perseroan Perorangan diharapkan mampu untuk mendorong UMKM menjadi usaha yang berdaya saing global karena dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha untuk dapat semakin maju dan berkembang secara Nasional maupun Internasional. Dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Pelaku Usaha telah terdaftar sebagai Perseroan Perorangan sebagaimana terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Beberapa kelebihan perseroan perorangan yaitu dapat bersaing dengan Perseroan Terbatas pada umumnya, cocok untuk usaha mikro dan kecil, yang masih pemula serta mau mengembangkan usaha sendiri. Selanjutnya, pelaku usaha bertindak sebagai direktur, terakhir bahwa status badan hukum diperoleh setelah mendaftarkan pernyataan pendirian secara online. Kata kunci: legalitas usaha; pelaku usaha; perseroan perorangan; UMKM. Abstract The absence of legality in running a business can cause problems. Legality is needed to guarantee that a Business Actor carries out his business with full responsibility and has been registered with the Ministry in charge of MSMEs. To overcome this problem, this Community Service activity aims to provide solutions that can improve the legality aspects of Business Actors. This activity uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, which is a participatory method used to collect information and understand the social, economic and environmental conditions of society. The stages of activities carried out start from partner surveys, identification of partner problems, and continue with the partner mentoring stage. The results of community service show that the assistance related to the registration of Individual Companies provides knowledge and skills to provide legal certainty for Business Actors to improve the economy by collaborating with other interested parties. With the existence of Individual Companies, it is hoped that it will be able to encourage MSMEs to become globally competitive businesses because it can increase the self-confidence of business actors to be able to progress and develop nationally and internationally. By carrying out this community service activity, the Business Actor has been registered as an Individual Company as registered with the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia. Some of the advantages of individual companies are that they can compete with Limited Liability Companies in general, are suitable for micro and small businesses, which are still beginners and want to develop their own business. Next, the business actor acts as a director, finally the legal entity status is obtained after registering the statement of establishment online. Keywords: business legality; business actors; individual companies; MSMEs.
Peran apoteker untuk meningkatkan kepatuhan minum obat diabetes dan TBC pada masyarakat kota Mataram Apriliany, Fitri; Umboro, Recta Olivia; Bimmaharyanto S., Dedent Eka; Isasih, Widani Darma; Ayu, Baiq Dinda Puspita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22764

Abstract

Abstrak Apoteker adalah salah satu profesi yang memiliki peran tidak hanya mengenai obat-obatan tetapi memiliki peran dibidang pelayanan kefarmasian. Indonesia menemui banyak tantangan masalah kesehatan seperti diabetes dan TBC. Sehingga pemerintah mengeluarkan peraturan presiden no 67 tahun 2021 tentang penanggulangan TBC. Untuk mendukung program pemerintah, maka IAI mengajak kepada para apoteker agar berkolaborasi melalui kegiatan branding, edukasi, dan kompetisi untuk mewujudkan dunia yang lebih sehat. Kegiatan ini dilakukan di Taman Sangkareang Kota Mataram bertujuan untuk memperkenalkan peran dan fungsi apoteker dibidang pelayanan kefarmasian komunitas dalam aksi mewujudkan peningkatan kepatuhan minum obat diabetes dan TBC. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat Kota Mataram. Metode pengabdian dilakukan dengan 1) sambutan, 2) senam sehat untuk jantung, 3) edukasi dengan metode concurrent dan 4) dialog interaktif dengan masyarakat. Evaluasi dilakukan dengan kegiatan dialog interaktif dengan masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat mengetahui peran dan fungsi apoteker dan mengetahui lebih banyak tentang penyakit diabetes dan TBC dan peningkatan kepatuhan minum obat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berdampak pada perubahan sikap pemahaman dan pengetahuan dari masyarakat tentang peran apoteker dan kepatuhan minum obat. Hal ini ditunjukkan dengan awalnya masyarakat hanya mengetahui peran apoteker sebagai penyedia layanan hanya tentang obat. Tetapi, masyarakat kini menjadi mengetahui bahwa peran apoteker juga memiliki peran tentang edukasi baik penggunaan obat dan penyakit, tindakan upaya pencegahan penyakit dan melakukan konseling. Kata kunci: diabetes; TBC; peran apoteker. Abstract Pharmacists are a profession that has a role not only regarding medicines but also has a role in the field of pharmaceutical services. Indonesia faces many health challenges such as diabetes and tuberculosis. So government issued presidential regulation no. 67 of 2021 concerning TB control. To support government programs, IAI invites pharmacists to collaborate through branding, education, and competition activities to create healthier world. This activity was carried out at Sangkareang Park, Mataram City, to introduce role and function of pharmacists in field of community pharmaceutical services in action to realize increased fulfillment of diabetes and TB medication. Participants in this activity are people of Mataram City. The method is carried out by 1) ceremonies, 2) exercise for the heart, 3) education using concurrent methods, and 4) interactive dialogue with community. Evaluation is carried out through interactive dialogue activities with community. The result of this activity is that public knows role and function of pharmacists and knowing more about diabetes and tuberculosis as well as increasing fulfillment of medication. So it can be concluded that this activity has an impact on changes in attitudes, understanding, and knowledge of community regarding role of pharmacists and compliance with taking medication. This started with public only knowing about role of pharmacists as service providers regarding medicines. However, public now knows that role of pharmacists also has a role in education regarding use of drugs and diseases, taking measures to prevent disease, and providing counseling. Keywords: diabetes; tuberculosis; the role of pharmacist.
Pelatihan lesson study bagi guru-guru Al Islam, kemuhammadiyahan, dan bahasa arab untuk meningkatkan kompetensi pedagogik berbasis TPACK Hendrik, Maulina; Putra, Yudi Yunika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23760

Abstract

Abstrak Pembelajaran Abad 21 menuntut peserta didik: aktif berkolaborasi, kreatif, komunikatif, memiliki inisiatif tinggi. Untuk dapat menciptakan pembelajaran tersebut, diperlukan keterampilan mengajar seorang guru yang mengintegrasikan literasi, pengetahuan dengan bantuan teknologi. Kelemahan pembelajaran selama ini yang telah dilakukan, aktivitas belajar siswa terjebak pada alur pembelajaran yang termuat di dalam buku pegangan guru maupun siswa sehingga tidak adanya variasi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pentingnya kolaborasi antarguru agar memberikan sumbangsih kreativitas dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan siswa memiliki keterampilan yang diharapkan. PkM ini bertujuan untuk: a. meningkatkan pengetahuan guru-guru Ismuba tentang Lesson Study; b. Meningkatkan keterampilan guru-guru Ismuba dalam menciptakan inovasi pembelajaran berbasis TPACK melalui praktik lesson study. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah service learning berbasis Lesson Study, yaitu plan-do-see. Peserta pelatihan merupakan guru-guru SD Muhammadiyah yang membidangi mata pelajaran Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab sebanyak 7 orang. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari pada tangal 13—15 Mei 2024. Hasil yang diperoleh: a. Berdasarkan hasil perbandingan perolehan pengetahuan melalui tes tertulis awal dan tes tertulis akhir diperoleh nilai di atas rata-rata sebanyak 6 orang dari 7 orang peserta, b. Keterampilan guru-guru Ismuba dalam kegiatan merencanakan, melaksanakan-mengobservasi, dan merefleksikan pembelajaran berada di kategori sangat baik. Kata kunci: lesson study; TPACK; ismuba, pembelajaran abad 21; kompetensi pedagogik Abstract 21st century learning requires students to: actively collaborate, be creative, communicative, have high initiative. to be able to create this learning, a teacher's teaching skills are needed that integrate literacy, knowledge with the help of technology. the weakness of the learning that has been carried out so far is that student learning activities are stuck in the learning flow contained in the teacher and student handbooks so that there is no variation in learning. therefore, it is important for collaboration between teachers to contribute to creativity in learning so that learning objectives are achieved and students have the expected skills. this pkm aims to: a.  increasing ismuba teachers' knowledge about lesson study; b. improving the skills of ismuba teachers in creating tpack-based learning innovations through lesson study practice. the implementation method used is lesson study-based service learning, namely plan-do-see. the training participants were 7 muhammadiyah elementary school teachers who specialized in al-islam, muhammadiyah and arabic subjects. activities were carried out for 3 days on 13-15 may 2024. results obtained: a. based on the results of a comparison of knowledge acquisition through the initial written test and the final written test, scores above the average were obtained for 6 out of 7 participants, b. the skills of ismuba teachers in planning, implementing-observing and reflecting on learning are in the very good category. keywords: lesson study; tpack; ismuba, 21st century learning; pedagogic competence
Pelatihan digital marketing hasil pertanian untuk meningkatkan pendapatan usaha di desa Tapus Syafitri, Lili; Pebriani, Reny Aziatul; Roswaty, Roswaty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23606

Abstract

 AbstrakDesa Tapus sebagai komunitas pertanian, memiliki potensi besar dalam menghasilkan produk pertanian berkualitas tinggi. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah dalam memasarkan produk-produk mereka secara efektif dan mencapai pasar yang lebih luas masih sangat terbatas. Hal ini dikarenakan lemahnya distribusi sehingga sulit untuk petani menjual produknya, distribusi merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi petani di Desa Tapus. Terbatasnya distribusi sebagai wadah penjualan, berdampak pada masih rendahnya tingkat kesejahteraan petani. Alternatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yaitu melalui pemasaran secara digital atau online. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dimulai dari tahap pertama yaitu persiapan, melakukan perizinan dan survei lapangan. Tahap kedua yaitu kegiatan pengabdian masyarakat melalui focus group discussion (FGD) dan sosialisasi konsep pemasaran online dengan metode seminar. Tahap ketiga yaitu evaluasi kegiatan melalui metode evaluasi CIPP (Context, Input, Process dan Product). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan petani terhadap pemasaran online. Petani pun turut berpartisipasi secara aktif dalam proses kegiatan diskusi.Top of Form kata kunci: digital Marketing; Hasil Pertanian; Pendapatan; Usaha. AbstractTapus Village, as an agricultural community, has great potential in producing high quality agricultural products. However, the main challenge faced is in marketing their products effectively and reaching a wider market which is still very limited. This is due to weak distribution making it difficult for farmers to sell their products. Distribution is one of the problems often faced by farmers in Tapus Village. Limited distribution as a sales platform has an impact on the low level of farmer welfare. An alternative that can be implemented to improve farmers' welfare is through digital or online marketing. The community service activities carried out start from the first stage, namely preparation, carrying out permits and field surveys. The second stage is community service activities through focus group discussions (FGD) and socialization of online marketing concepts using the seminar method. The third stage is the activity evaluation stage through the CIPP (Context, Input, Process and Product) evaluation method. The evaluation results show that there has been an increase in farmers' knowledge of online marketing. Farmers also participated actively in the discussion process. Keywords: digital marketing; agricultural product; income; business.
Pendampingan masyarakat untuk pembentukan TABOGA Farm guna peningkatan kesejahteraan petani di desa Klangon kabupaten Madiun Alfarisy, Fariz Kustiawan; Restanto, Didik Pudji; Widuri, Laily Ilman; Witono, Yuli; Fajrin, Fifteen Aprila; Paramu, Hadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22740

Abstract

AbstrakDesa Klangon saat ini menjadi desa rujukan tanaman porang Indonesia. Tidak hanya itu Desa Klangon memiliki wisata klangon yang terletak di tengah hutan klangon. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah memberikan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat mengenai implementasi Agro Smart Village sebagai solusi pengelolaan wisata dan TABOGA dalam upaya peningkatan kemandirian dan derajat kesehatan masyarakat. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan perangkat desa,  FGD (Focus Group Discussion) dan praktek di beberapa kelompok masyarakat, pendampingan, pembentukan TABOGA farm, dan pendampingan, Pendampingan dalam perencanaan pengembangan usaha hilirisasi produk TABOGA. Kegiatan pengabdian desa Asal melibatkan beberapa perangkat desa, tokoh masyarakat, dan petani yang menjadi sasaran. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini diantaranya adalah komoditas TABOGA di desa klangon memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan kedua setelah porang. Setidaknya dari hasil FGD tercatat sebanyak 18 jenis tanaman obat tradisional yang banyak tumbuh berdampingan dengan tanaman porang di hutan Desa Klangon. Namun, potensi ini belum banyak dimanfaatkan secara maksimal. Permasalahan utama yang menjadi kendala adalah pemasaran produk TABOGA. Berdasarkan permasalahan tersebut, kontribusi yang diberikan oleh Tim Pengabdi pada kegiatan ini yakni  pendampingan implementasi Agro Smart Village melalui pemetaan komoditas TABOGA untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengembangkan komoditas TABOGA untuk kesejahteraan masyarakat Desa Klangon. Kata kunci: pemasaran; porang; tanaman obat tradisional; wisata. AbstractKlangon Village is currently a reference village for Indonesian porang plants. Klangon Village has a Klangon tourist area which is in the middle of the Klangon forest. The purpose of community service was to provide community empowerment and assistance regarding the implementation of Agro Smart Village as a tourism management solution and TABOGA to increase self-sufficiency and community health status. The method of implementing the assisted village service activities was carried out using two methods, namely FGD (Focus Group Discussion) and practiced in several community groups. The production technology practice method aimed to aid the community regarding the formation of TABOGA Farm. Origin village service activities involved several village officials, community leaders, and targeted farmers. Based on the results of the community service activities, the Klangon people required assistance from universities to make mapping of TABOGA commodities and their marketing. Farmers need institutional support such as BUMDES to become a business unit that accommodates community taboga plant products so that it is hoped that they can increase people's income.Keywords: tourism; traditional medicinal plant; marketing.
Apresiasi seni dan budaya melalui gebyak estungkara budayah sebagai revitalisasi kesenian topeng Jabung Malang Dwisetyawati, Defy; Istiqomah, Faikotul; Setyaningrum, Desy Dwi; Humaidah, Nurul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24132

Abstract

AbstrakDesa Jabung dikenal memiliki ikon seni yaitu kesenian Topeng Jabung. Pengeloaan Lembaga seni yang tidak dikelola dengan baik membuat kesenian Topeng Jabung mati suri, diperparah dengan pandemi Covid-19 membuat eksistensi kesenian mulai meredup. Tujuan program adalah menghidupkan dan melestarikan kembali potensi kesenian Topeng Desa Jabung melalui Pagelaran Gebyak Seni Topeng yang bertajuk “Estungkara Budayah. Target sasaran program adalah 1. Generasi milenial karang taruna pernah berkecimpung dalam kesenian Topeng Jabung, 2. Generasi milenial karang taruna yang berminat dalam kesenian Topeng Jabung, 3. Pelaku seni tradisional yang akan mendapatkan grading up program. Metode pelaksanaan program adalah survey, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, diskusi dan observasi. Tahapan pelaksanaan program meliputi : Koordinasi, Intervensi seni melalui Sosialisasi dan edukasi up grading dan design pahat Topeng Jabung, pelatihan dan pendampingan, Pagelaran apresiasi seni melalui Gebyak Kesenian Topeng Jabung, monitoring dan evaluasi. Data kegiatan yang dicapai disajikan secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan adalah revitalisasi Kesenian Topeng Jabung Malang berhasil mengkader 25 karang taruna pelaku dan pemerhati seni sebagai penerus Kesenian Topeng Jabung melalui Gebyak Estungkara Budayah. Kata kunci: revitalisasi; kesenian; topeng; jabung; gebyak AbstractJabung Village is known to have an art icon, namely the Jabung Mask art. Management of arts institutions that are not well managed has resulted in the art of Topeng Jabung fading, made worse by the Covid-19 pandemic, the light of the existence of art has begun to dim. Because of this problem, we formed an art appreciation activity, namely in the form of a Mask Art Gebyak Performance entitled "Estungkara Budayah", the aim of which is to revive and preserve the potential of Jabung Village Mask Art, so that it can encourage the existence of this art. In this activity, the targets are 1. Millennial generation who are members of youth organizations who have previously been involved in Jabung Mask art, 2. Millennial generation who are members of youth organizations who are interested in Jabung mask art, 3. Artists who will receive grading up program. Artists here will act as connectors for artistic originality even though they have been graded up, 4. Collaborating partners in the sustainability and success of the gebyak performance program. The method or stages of program implementation are carried out by identifying potential and problems, process and results of analysis of community needs, description of target audience, arts intervention, implementation of programs with the community (education and outreach, training and mentoring), and monitoring & evaluation. Based on these stages, the results of the activities achieved are presented in a qualitative and quantitative descriptive manner. The result of this activity was to involve Community Empowerment, namely 25 women's youth organizations in practice. Keywords: revitalization; art; mask; jabung; gebyak
Edukasi implementasi manajemen nyeri pada penderita asam urat melalui kompres hangat daun kelor Susanto, Bela Novita Amaris; Susanto, Nindita Clourisa Amaris; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22474

Abstract

Abstrak Kompres hangat atau hidroterapi bisa menjadi salah satu pengobatan komplementer untuk penurunan nyeri asam urat. Pemanfaatan bahan herbal seperti daun kelor dapat digunakan untuk kompres hangat pada bagian yang terasa nyeri. Daun kelor dipercaya dapat menurunkan nyeri asam urat karena mengandung flavonoid dan pterigospermin. Masyarakat Desa Badran RT 02 RW 12 Kecamatan Wonokerto Kabupaten Wonogiri, tidak menyadari jika kadar asam urat tinggi dan baru menyadari ketika sudah terasa nyeri. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang manajemen nyeri pada penderita asam urat melalui kompres hangat daun kelor. Dengan adanya pengetahuan tentang penatalaksaan nyeri dengan kompres hangat daun kelor, diharapkan masyarakat yang menderita nyeri akibat asam urat akan semakin paham sehingga dapat bersedia untuk melakukan secara rutin dan mandiri tindakan kompres hangat daun kelor. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8-9 Maret 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang ibu-ibu Desa Badran RT 02 RW 12 Kecamatan Wonokerto Kabupaten Wonogiri. Hasil kegiatan yaitu perbandingan sebelum dan sesudah kegiatan terjadi peningkatan jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik yaitu mengalami peningkatan sebesar 66,6% dan 93% peserta dapat mendemonstrasikan ulang cara kompres hangat daun kelor secara benar. Kompres hangat daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai terapi pendamping dalam penatalaksanaan nyeri akibat kadar asam urat tinggi. Diharapkan adanya peningkatan pengetahuan pad acara kompres hangat daun kelor, peserta dapat menerapkan pada diri sendiri sehingga nyeri yang dialami dapat berkurang. Kata kunci: asam urat; daun kelor; kompres hangat; nyeri; penyuluhan Abstract Warm compresses or hydrotherapy can be a complementary treatment for reducing gout pain. Utilizing herbal ingredients such as Moringa leaves can be used as a warm compress on the painful area. Moringa leaves are believed to reduce gout pain because they contain flavonoids and pterygospermin. The people of Badran Village, RT 02 RW 12, Wonokerto District, Wonogiri Regency, are not aware that their uric acid levels are high and only realize it when they feel pain. The aim of this activity is to increase people's knowledge and skills regarding pain management in gout sufferers through warm compresses of Moringa leaves. With knowledge about managing pain with warm Moringa leaf compresses, it is hoped that people who suffer from pain due to gout will understand more so that they will be willing to carry out warm Moringa leaf compresses regularly and independently. The activity was held on March 8-9 2024 with 30 participants, women from Badran Village RT 02 RW 12, Wonokerto District, Wonogiri Regency. The results of the activity, namely the comparison before and after the activity, showed an increase in the number of participants in the good knowledge category, namely an increase of 66.6% and 93% of participants were able to demonstrate again how to properly compress Moringa leaves. Warm compresses from Moringa leaves can be used as companion therapy in managing pain due to high uric acid levels. It is hoped that there will be an increase in knowledge at the Moringa leaf warm compress event, participants will be able to apply it to themselves so that the pain they experience can be reduced. Keywords: counseling; gout; moringa leaves; painful; warm compre

Page 10 of 14 | Total Record : 131