cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): June" : 131 Documents clear
Pendampingan Pembuatan Totopong Melalui Teknik Lipat, Ikat, Celup Di Kampung Adat Cireundeu Pandanwangi, Ariesa; Dewi, Belinda Sukapura; Ernawan, Erika; Effendi, Ismet Zainal; Suryana, Wawan; Rahim, Muhamad Ali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22733

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Cireundeu dengan cara membuat totopong (ikat kepala tradisional) dengan teknik melipat, mengikat dan mewarnai.  Metode dalam pengabdian ini menggunakan Metode Service Learning (SL). Sebuah metode pemberdayaan masyarakat, yaitu mahasiswa mengimplementasikan kompetensi yang diperolehnya dari suatu mata kuliah kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan partisipasi masyarakat setempat yang terdiri dari tokoh adat setempat, pemuda Karang Taruna, dan warga masyarakat. Evaluasi melalui sesi kritik, dengan indikator pola yang terbentuk, komposisi, warna yang tampak pada permukaan kain. Hasilnya menunjukkan bahwa metode SL berhasil meningkatkan kemampuan seni dan kreativitas warga dalam membuat totopong, kombinasi warna yang muncul menjadi menarik ketika peserta memadukan berbagai warna. Kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antara Universitas Kristen Maranatha, pihak desa adat, komunitas sosial dari Lions Club Bandung Raya, Lions Club Bandung Tohaga. Dampak dari pengabdian ini adalah berkembangnya model pengabdian dengan metode SL berbasis pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi mahasiswa pendamping dalam kegiatan pengabdian ini. Kata kunci: iket kepala; kampung adat cireundeu; service learning; totopong Abstract This community service aims to improve the skills of the people of Cireundeu Village by making totopong (traditional headbands) using folding, tying and coloring techniques. Totopong is used every day by the people of Cireundeu Traditional Village, especially at religious events or when guests come. The mask currently used is a rectangular piece of batik cloth tied around the head. The method in this service uses the Service Learning (SL) Method. This activity involves the participation of the local community consisting of local traditional leaders, Karang Taruna youth, and community members. Evaluation through a critique session, with indicators of the pattern formed, composition, color that appears on the surface of the fabric. The results showed that the SL method was successful in increasing residents' artistic abilities and creativity in making totopong, the color combinations that emerged became interesting when participants combined various colors. This activity also strengthens the relationship between Universitas Kristen Maranatha, traditional village parties, social communities from the Lions Club Bandung Raya, Lions Club Bandung Tohaga. The practical implication of this service is the development of a service model using the SL method based on community service to increase the creativity and competence of students accompanying this service activity. Keywords: iket kepala; cireundeu traditional village; service learning, totopong
Pelatihan penyusunan instrumen soal open ended untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis guru SD Sumaji Sumaji; Savitri Wanabuliandaari; Ratri Rahayu; Sekar Dwi Ardiyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.25220

Abstract

Abstrak Komunikasi merupakan aspek yang memiliki peranan penting dalam pembelajaran matematika, Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa salah satunya memfasilitasi siswa dengan membiasakan soal open ended. Untuk  mendukung hal tersebut guru harus meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan keterampilan dalam menyusun soal open ended. Tujuan dari pelatihan ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan guru SD 4 Dersalam dalam menyusun intrumen soal open ended, dan (2) meningkatkan keterampilan guru SD 4 Dersalam dalam menyusun instrumen soal open ended. Pelaksanaan pelatihan penyusunan instrumen soal open ended untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis guru SD 4 Dersalam dirancang dalam beberapa tahap, antara lain: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dalam pelatihan ini adalah (1) Guru SD 4 Dersalam memperoleh pengetahuan tentang Strategi penyusunan soal open ended, dan (2) Guru SD 4 Dersalam dapat meningkat keterampilan dalam pembuatan soal open ended. Kata kunci: pelatihan; soal open ended; kemampuan komunikasi matematis; guru SD. Abstract Communication is an aspect that has an important role in learning mathematics. In order to improve students' mathematical communication skills, a learning model is needed that facilitates students to actively convey mathematical ideas. Therefore, teachers must improve their mathematical communication skills and skills in preparing open ended questions through a workshop on the preparation of open ended question instruments. The purposes of this workshop are (1) to improve the knowledge of teachers of SD 4 Dersalam in preparing open ended questions, and (2) to improve the skills of teachers of SD 4 Dersalam in preparing open ended questions. The implementation of the workshop on the preparation of open ended question instruments to improve the mathematical communication skills of teachers of SD 4 Dersalam was designed in several stages, including: planning, implementation, and evaluation. The results obtained in this workshop were (1) SD 4 Dersalam teachers gained knowledge about the strategy of preparing open ended questions, and (2) SD 4 Dersalam teachers could improve their skills in making open ended questions. Keywords: training; open-ended questions; mathematical communication skills; elementary school teacher.
Implementasi dan sosialisasi Sistem Manajemen Administrasi Desa (SIMANDES) berbasis website di desa Sukorejo kabupaten Malang Achmad Hamdan; Hary Suswanto; Mochammad Rizal Ramadhan; Muladi Muladi; Soraya Norma Mustika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23985

Abstract

AbstrakDesa mempunyai peranan penting dalam menunjang kesuksesan pembangunan nasional. Keberhasilan pemerintahan desa sangat tergantung dengan penataan sistem administrasi desa. Semakin baik penataan sistem administrasi desa, maka tata kelola pemerintahan desa juga akan semakin baik. Desa Sukorejo adalah desa yang terletak di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang yang pelayanan administrasi desanya masih menggunakan sistem manual. Sebagai upaya untuk mengatasi kebutuhan tersebut maka dikembangkan teknologi Sistem Manajemen Administrasi Desa (SIMANDES) berbasis website untuk menunjang layanan sistem administrasi desa. Metode dalam pelaksanaan pengabdian ini menggunakan konsep yang mengadopsi dari Vincent II, J. W, yaitu Membentuk Tim, Merumuskan Tujuan, Mengidentifikasi Mitra, Pengumpulan Data untuk Analisis Kebutuhan, Menentukan Solusi Masalah, Persiapan, Implementasi, Pelatihan, serta Review dan Evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu sebesar 92,50% warga dapat dengan mudah menggunakan dan mengoperasikan aplikasi SIMANDES, serta 90,30% warga menilai aplikasi SIMANDES dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan administrasi desa di Desa Sukorejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Kata kunci: sistem manajemen administrasi desa; website; sukorejo kabupaten malang. Abstract Villages have an important role in supporting the success of national development. The success of village government is very dependent on the arrangement of the village administration system. Sukorejo Village is a village located in Gondanglegi District, Malang Regency whose village administration services still use a manual system. To address this need, a website-based Village Administration Management System (SIMANDES) technology was developed to support village administration system services. The method for implementing this activity uses the approach from Vincent II, J. W, namely Team Formation, Goal Formulation, Partner Identification, Needs Gathering and Analysis, Determining Problem Solution Priorities, Preparation, Implementation, Training and Mentoring, as well as Review and Evaluation. The results of the activity were that 92.50% of residents could easily use and operate the SIMANDES application, and 90.30% of residents assessed that the SIMANDES application could improve the efficiency and effectiveness of village administration services in Sukorejo Village, Gondanglegi District, Malang Regency Keywords: village administration management system; website; sukorejo malang regency.
Peningkatan literasi kesehatan pada anak di sekolah pesisi juang Ampenan melalui dongeng PHBS Hendriyani, Irmatika; Nopitasari, Baiq Leny; Pradiningsih, Anna; Wahid, Abdul Rahman; Safwan, Safwan; Fitriana, Yuli; Anjani, Baiq Lenysia Puspita; Rahmawati, Cyntiya; Furqani, Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24644

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di daerah bintaro Ampenan, tujuan dari kegiatan ini adalah memperkernalkan prilaku hidup bersih sehingga target sasaran pada program pengabdian ini adalah anak-anak usia 5 tahun dan sekolah dasar dimana usia tersebut adalah usia rentan lalai akan kebersihan diri. Metode penyampaian yang diberikan berupa dongeng PHBS dengan cara bercerita tentang perilaku hidup sehat yang diadaptasi dari beberapa referensi buku cerita. Tingkat keberhasilah dari kegitian ini adalah anak-anak dapat menerapkan perilaku hidup bersih dengan menerapkan cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah berkegitan atau makan, anak-anak juga mampu untuk diajak bekerjasama dalam kegiatan gotong royong yang melibatkan para remaja masjid didaerah bintaro. Waktu yang dihabiskan selama kegiatan ini berlangsung adalah tiga bulan dari persiapan dan termasuk dengan monitring evaluasi kegiatan selama kurang lebih sebulan untuk memastikan kegiatan ini tetap terlaksana. Kata kunci: PHBS; literasi. AbstractThis community service activity takes place in the Bintaro Ampenan area, the aim of this activity is to introduce clean living behavior so that the targets for this service program are children aged 5 years and elementary school where this age is the age that is vulnerable to neglecting personal hygiene. The delivery method given is in the form of PHBS fairy tales by telling stories about healthy living behavior adapted from several story book references. The level of success of this activity is that children are able to adopt clean living behavior by washing their hands with soap before and after doing activities or eating, children are also able to be invited to collaborate in mutual cooperation activities involving mosque teenagers in the Bintaro area. The time spent during this activity was three months of preparation and included monitoring and evaluation of the activity for approximately a month to ensure this activity was still carried out. Keywords: PHBS; literation.
Pemanfaatan sampah organik-anorganik menjadi kompos dan ecobrick paguyuban Batu Ampar RT 17 Balikpapan Hidayat, Jefri Pandu; Munfarida, Siti; Robiandi, Fadli; Pratama, Dino Wahab; Koyyimah, Putri Dinul; Siahaan, Alex Chandra; Mysistro, Evan; VVS, Firman; Adila, Imam Rifqi; Akmal, Muhammad Ikhsan; Krishna, Azzuri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23359

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Paguyuban RT 17 Batu Ampar, Kota Balikpapan.Banyaknya sampah yang berserakan di pinggir jalan dan parit-parit telah merusak keindahan, menimbulkan bau tidak sedap, dan menjadi sarang penyakit serta infeksi saluran pernapasan akut akibat pembakaran. Sampah yang menumpuk terdiri dari jenis organik (rumah tangga dan perkebunan) dan anorganik (plastik). Kegiatan pengabdian bertujuan untuk membantu para petani sebagai mayoritas profesi dengan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos. Kompos juga digunakan pada beberapa tanaman hias hasil kegemaran dari sebagian ibu-ibu. Di sisi lain, sampah plastik dimanfaatkan sebagai ecobrick bersama para anak yang berpotensi dijadikan karya yang bernilai jual. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan ceramah dan penerapan instruktif secara project based learning. Kegiatan pengabdian dibuka secara simbolis dengan pendirian bank sampah yang terletak di poskamling yang berfungsi untuk memilah sampah organik dan anorganik. Pupuk kompos diproduksi dengan rasio sampah organik dan aktivator bakteri (50:1) selama kurun waktu 2-3 minggu fermentasi. Parameter keberhasilan kegiatan diukur dari >80% warga merasa puas dengan metode kuantitatif dan hasilnya rata-rata akhir 87,1% dengan jumlah 29 responden telah merasa senang oleh rangkaian kegiatan. Rinciannya yaitu sebanyak 89,7% program kerja sesuai dijalankan, 82,8% program kerja menarik, 100% interaksi tim pengabdian dengan warga, namun antusias warga mendapatkan nilai 75,9%. Responden terdiri dari pemangku kepentingan wilayah, ibu-ibu yang juga mewakili para anak pada kegiatan ecobrick, dan para petani yang memanfaatkan langsung pupuk kompos. Kegiatan ini sarana internalisasi Institut Teknologi Kalimantan ke masyarakat yang harapannya mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan untuk mengatasi sampah yang tidak termanfaatkan serta mencemari kesehatan lingkungan. Kata kunci: anorganik; ecobrick; kompos; organik; sampah Abstract Community service activities located in Paguyuban RT 17 Batu Ampar, Balikpapan City, due to the large amount of trash scattered on the side of the side and ditches have damage beauty, caused unpleasant odors, become a hotbed of disease, and acute respiratory infections due to burning. Pile waste consists of organic (household and agriculture) and inorganic (plastic). The service activities aim to help farmers as the majority of profession by utilizing organic waste into compost. Compost is also used in some ornamental plants which are a favorite of some mothers. On the other hand, plastic waste is used as an eco-bricks with children who has the potential to be a valuable work. The method of implementing the service activities was through lectures and instructive application by project based learning. The service activity was symbolically opened with the establishment of a garbage bank located in the poskamling to sort out organic and inorganic waste.Compost fertilizers are produced ata ratio of organic waste and bacterial activators (50:1) over a period of 2-3 weeks of fermentation. The success parameter of the activity was measured from up to 80% of residents satisfied with the quantitative method and the final result was 87.1% with 29 respondents have been pleased by the series of activities. The details are 89.7% of work programs are appropriate to implement, 82.8% of work programs are interesting, and 100% of interactions between service team and residents, but the enthusiasm of residents gets a score of 75.9%. Respondents consisted of regional stakeholders, mothers who also represented children in the ecobricking activity, and farmers who directly utilized  the compost. This activity is a means of internalizing the Institut Teknologi Kalimantan to the community whose is expected to have a positive and sustainable impact on over-coming unused waste and polluted environmental health. Keywords: inorganic; ecobricks; compost; organic; waste
Pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kecemasan pada akseptor KB implant Dewi, Nelya; Fara, Yetty Dwi; Agustianti, Yenny; Wahyuningsih, Sri; Kurniawati, Ika Dyah; Martiasih, Wiwik Dwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22975

Abstract

AbstrakImplan adalah alat kontrasepsi berbentuk kapsul tipis elastis yang diletakkan dibawah kulit lengan atas seorang wanita. Implan mengandung hormon levonogestrel yang efektifitasnya mencegah kehamilan 99%. Salah satu kendala penggunaan KB Implan adalah kecemasan sebelum pelaksanaan prosedur. Tingginya tingkat kecemasan calon akseptor  mempengaruhi pemilihan kontrasepsi implan. Kecemasan adalah suatu perasaan yang tidak menyenangkan seperti gelisah, tegang, dan tanda-tanda hemodinamik yang abnormal sebagai konsekuensi dari stimulasi simpatik, parasimpatik, dan endokrin. Cara mengurangi kecemasan diantaranya dilakukan dengan menggunakan terapi farmakologis dan non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengurangi tingkat kecemasan pada seseorang sebelum dilakukan pemasangan implant yaitu dengan aromaterapi lavender. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengurangi kecemasan dalam pemasangan kb implant dengan pemberian aromaterapi lavender. Metode yang digunakan dengan memberikan penyuluhan mengenai kecemasan dan manfaat aromaterapi lavender serta memberikan penilaian dengan kuisioner tingkat kecemasan peserta sebelum diberikan dan setelah diberikan penyuluhan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pada tanggal 18 Januari 2024 dengan jumlah peserta 7 orang dapat mengurangi tingkat kecemasan peserta dari nilai rata-rata 13 menjadi 8,2. Kegiatan ini mengurangi tingkat kecemasan peserta sebelum dan saat dilaksanakan pemasangan Kb implant. Kata kunci: aromaterapi lavender; kb implant; kecemasan Abstract The implant is a contraceptive device in the form of a thin, elastic capsule that is placed under the skin of a woman's upper arm. The implant contains the hormone levonogestrel which is 99% effective in preventing pregnancy. One of the obstacles to using implant contraception is anxiety before carrying out the procedure. The high level of anxiety of prospective acceptors influences the choice of contraceptive implants. Anxiety is an unpleasant feeling such as restlessness, tension, and abnormal hemodynamic signs as a consequence of sympathetic, parasympathetic, and endocrine stimulation. Ways to reduce anxiety include using pharmacological and non-pharmacological therapy. One non-pharmacological therapy to reduce a person's anxiety level before implant installation is lavender aromatherapy. The aim of this community service is to reduce anxiety when installing birth control implants by providing lavender aromatherapy. The method used was to provide education about anxiety and the benefits of lavender aromatherapy as well as providing an assessment using a questionnaire on participants' anxiety levels before and after being given the education. The results of this service show that the implementation of activities carried out on January 18 2024 with a total of 7 participants can reduce the participants' anxiety level from an average value of 13 to 8.2. This activity reduces participants' anxiety levels before and during the Kb implant installation. Keywords: lavender aromatherapy; contraceptive implant; anxiety
Pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan kemampuan merawat anak stunting di desa Bukek Pamekasan Ade Susanty; Ira Purnamasari; Firman Firman; Dede Nasrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23344

Abstract

AbstrakPengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan, memperkenalkan konsep investasi, serta memperkenalkan teknologi finansial bagi generasi muda. Pengabdian dilaksanakan melalui kegiatan edukasi yang diselenggarakan di SMA Kristen Calvin Jakarta pada tanggal 31 Juli 2023 dengan peserta siswa-siswi dari kelas XII IPS 1 dan XII IPS 2. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan siswi tentang konsep dasar keuangan, mulai dari pengelolaan uang pribadi, pentingnya menyisihkan tabungan, hingga memahami berbagai instrumen investasi yang tersedia serta risiko yang timbul pada investasi tersebut. Selain itu, pengabdian ini juga memperkenalkan teknologi finansial sebagai alat yang dapat mempermudah akses terhadap layanan keuangan sehingga transaksi atau investasi yang dilakukan lebih efektif dan efisien. Evaluasi terhadap efektivitas pengabdian dilakukan melalui survei yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil survei menunjukkan bahwa peserta telah memiliki literasi keuangan yang baik, dan literasi keuangan tersebut semakin meningkat setelah diadakan edukasi. Peserta juga telah mengenal produk-produk keuangan, pentingnya literasi keuangan, pentingnya teknologi finansial, serta pentingnya pengetahuan mengelola keuangan, juga pentingnya pengelolaan risiko dalam berinvestasi. Namun demikian, belum banyaknya produk keuangan yang dimiliki oleh responden menjadi catatan penting dari pengabdian ini, bahwa inklusi keuangan pada generasi muda masih perlu ditingkatkan. Kata kunci: investasi; literasi keuangan; pengelolaan keuangan; teknologi finansial AbstractThis community service aims to elevate financial literacy, introduce investment concepts, and familiarize the younger generation with financial technology. The initiative was conducted through educational activities held at Calvin Christian Senior High School in Jakarta on July 31, 2023, involving students from the XII IPS 1 and XII IPS 2 classes. The primary objective of these activities was to enhance the student's comprehension of fundamental financial concepts, encompassing personal financial management, the significance of savings allocation, and an understanding of various available investment instruments and associated risks. Moreover, this initiative introduced financial technology as a facilitative tool for accessing financial services, enhancing the effectiveness and efficiency of transactions or investments. We assessed the efficacy of this initiative through pre- and post-event surveys. The survey results indicated that participants possessed a commendable level of financial literacy, which further improved following the educational intervention. Participants demonstrated familiarity with financial products, the importance of financial literacy, the role of financial technology, the significance of financial management, and the necessity of risk management in investment. However, the notable observation from this initiative was the limited ownership of financial products among respondents, emphasizing the ongoing need to enhance financial inclusivity among the younger generation. Keywords: investment; financial literacy; financial management; financial technology
Penerapan teknologi tepat guna alat pengatur suhu otomatis pada proses fermentasi kedelai bagi usaha pembuatan tempe di kampung Pagah kabupaten Jember Fitriana Fitriana; Habibatul Azizah Al Faruq; Iswahyudi Iswahyudi; Mokh. Hairul Bahri; Ahmad Rodi; Septian Vhani Eka Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23386

Abstract

AbstrakUsaha “Tempe Pak Yadi” merupakan salah satu bidang usaha pembuatan tempe yang ada di Kabupaten Jember. Usaha “Tempe Pak Yadi” yang saat ini dikelola Bapak Jumriadi mampu menghasilkan sekitar 225 tempe perharinya dengan menggunakan 50 kg kedelai. Selama ini, proses fermentasi kedelai pada usaha “Tempe Pak Yadi” masih dilakukan secara manual atau konvensial yaitu dengan penempatan kedelai yang sudah dikemas di atas papan dalam sebuah ruangan.   Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pengelola usaha “Tempe Pak Yadi”, salah satu masalah dalam pembuatan tempe yang dialami oleh usaha “Tempe Pak Yadi” dalam proses produksi tempe adalah pada cuaca yang suhu dan kelembabannya tidak menentu. Pada kondisi cuaca tidak menentu, perubahan suhu dan kelembaban didalam ruangan proses fermentasi tempe menjadi fluktuatif sehingga mengakibatkan tempe tidak bisa terbentuk tepat pada waktunya dan kualitasnya juga berkurang. Permasalahan lainnya yang dialami oleh usaha “Tempe Pak Yadi” selaku mitra yaitu kurangnya pengetahuan tentang adanya teknologi yang dapat mengatur suhu secara otomatis pada proses fermentasi kedelai.  Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, tim pengabdian ingin membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi mitra tersebut dengan cara: 1) Menerapkan teknologi tepat guna berupa alat pengatur suhu otomatis pada proses fermentasi kedelai dan 2) Memberikan sosialisasi terkait manfaat, cara penggunaan, dan perawatan alat pengatur suhu otomatis untuk proses fermentasi kedelai pada pembuatan tempe. Adapun rangkaian pelaksanaan pengabdian yang dilakukan yaitu survey lapangan, perencanaan, pembuatan alat, ujicoba alat, sosialisasi terkait alat, dan serah terima alat. Hasil uji alat menunjukkan bahwa alat dapat bekerja dengan baik seperti yang diharapkan. Kata kunci: fermentasi kedelai; pengatur suhu; teknologi tepat guna; tempe AbstractThe "Pak Yadi Tempe" business is one of the tempe making businesses in Jember Regency. The "Tempeh Pak Yadi" business which is currently managed by Mr Jumriadi is capable of producing around 225 tempeh per day using 50 kg of soybeans. So far, the soybean fermentation process in the "Tempe Pak Yadi" business is still carried out manually or conventionally, namely by placing the packaged soybeans on a board in a room. Based on the results of interviews conducted with the manager of the "Tempe Pak Yadi" business, one of the problems in making tempeh experienced by the "Tempe Pak Yadi" business in the tempe production process is the weather where the temperature and humidity are unpredictable. In uncertain weather conditions, changes in temperature and humidity in the tempeh fermentation process become fluctuating, resulting in tempeh not being able to form on time and its quality also being reduced. Another problem experienced by the "Tempe Pak Yadi" business as a partner is the lack of knowledge about the existence of technology that can regulate temperature automatically in the soybean fermentation process. Based on the partner's problems, the service team wants to help provide solutions to the problems faced by these partners by: 1) Applying appropriate technology in the form of an automatic temperature control device in the soybean fermentation process and 2) Providing outreach regarding the benefits, how to use and care for the control device automatic temperature for the soybean fermentation process in making tempeh. The series of service implementation carried out were field survey, planning, tool making, tool testing, tool related outreach, and tool handover. The tool test results show that the tool can work well as expected. Keywords: soybean fermentation; temperature control; appropriate technology; tempeh
Pelatihan manajemen pelaporan organisasi berbasis penulisan jurnal ilmiah Diyah Puspitarini; Nunung Damayanti; Nabilah Amalia; Mona Sholihah; Andre Kusnadi; Muhammad Kunta Biddinika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22848

Abstract

Abstrak Nasyiatul Aisyiyah (NA) sebagai ormas berperan penting dalam mendukung kehidupan bernegara. Karena itu NA perlu melakukan manajemen yang lebih baik dan rapi dalam mekanisme pelaporannya. Sayangnya, laporan-laporan kegiatan di NA masih berbentuk tumpukan kertas yang tidak terbaca oleh masyarakat. Padahal, laporan tersebut bisa menjadi satu sumbangsih keilmuan NA. Karena itu, Pimpinan Wilayah (PW) NA mengajak Universitas Ahmad Dahlan (UAD) supaya laporan-laporan kegiatannya lebih bermanfaat bagi masyarakat. Dengan skema pengabdian kepada masyarakat, UAD berkolaborasi dengan PWNA untuk memberikan wawasan dan pelatihan penggunaan mekanisme manajemen pelaporan dalam organisasi berbasis penulisan jurnal ilmiah. Peserta pelatihan adalah PWNA DI Yogyakarta dan perwakilan Pimpinan Daerah (PD) NA Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo. Topiknya adalah manajemen organisasi dan pengenalan publikasi ilmiah di jurnal akademik. Selain itu, ada pula pendampingan pembuatan tulisan ilmiah berdasarkan laporan kegiatan dalam organisasi. Karena masih masa pandemi Covid-19, pelatihan dilaksanakan secara blended method; luring dan daring, secara synchronous dan asynchronous learning. Alatnya adalah pendukung virtual class seperti Google Classroom, Zoom Meeting, maupun YouTube Streaming. Kegiatan ini dipublikasikan di jurnal pengabdian masyarakat atau prosiding seminar nasional. Kata kunci: manajemen organisasi; pelaporan kegiatan; publikasi ilmiah Abstract Nasyiatul Aisyiyah (NA) as an NPO plays an important role in the community system. Therefore, NA needs to conduct better and neater management including its reporting mechanisms. Currently, activity reports at NA are still in the piles of paper. They are unreadable publicly. Whereas they could be one of NA's contributions. Therefore, the Provincial Board of NA in Special Region of Yogyakarta (PWNA DIY) took the initiative to invite Ahmad Dahlan University (UAD) so that reports on its activities would have greater benefits for the community. With a community service program, UAD collaborates with PWNA to provide insight and training on the utilization of reporting management mechanisms in organizations based on scientific journal writing. The training participants were PWNA DIY and representatives of the Regency Board of NA (PDNA) from Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul and Kulonprogo. The topics were organizational management and the introduction of scientific publications in academic journals. There is also assistance in scientific writing based on organization’s activity reports. The training has been carried out in the blended method; offline and online, both synchronously and asynchronously due to Covid-19. It used Google Classroom, Zoom, and YouTube. This activity is also published in academic journals or seminar proceedings. Keywords: organizational management; activities reporting; scientific publication
Pengobatan massal gratis bagi masyarakat Kp.Legok Serang Provinsi Banten Donny Richard Mataputun; Lenny Rosbi Rimbun; Esther Lenny Dorlan Marisi; Tamrin Tamrin; Cicielia Ernawati Rahayu; Irman irman; Kustia Anggereni; Dea Aprilya; Karyatin Karyatin; Juairiah Juairiah; Mia Atlantic
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23329

Abstract

Abstrak Pengobatan gratis secara massal merupakan strategi penting dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan bagi masyarakat dalam skala besar. Program-program ini melibatkan pemberian layanan kesehatan secara luas, seperti pemeriksaan kesehatan, distribusi obat-obatan, dan penyuluhan kesehatan, dengan tujuan utama untuk mengurangi beban penyakit dan meningkatkan kesehatan populasi secara keseluruhan. Melalui partisipasi aktif masyarakat serta kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, program pengobatan massal dapat menjadi efektif dalam merespons keadaan darurat kesehatan masyarakat dan memperkuat sistem kesehatan secara keseluruhan. Sebagai bagian dari upaya ini, perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mengorganisir dan melaksanakan program-program pengobatan massal, dengan fokus pada partisipasi masyarakat dan penguatan sistem kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah mningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, pencegahan dan pengobatan penyakit.Target dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah Masyarakat Kp.Legok Serang Banten dengan jumlah 272 dengan berbagai penyakit seperti Hipetensi, rheumatik, infeksi saluran pernafasan, Diabetes melitus, alergi, asma, dan penyakit lainnya . Kegiatan dimulai dengan pendaftaran, pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan dokter dan pemberian obat-obatan. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan abdimas secara umum berjalan dengan lancar dan Masyarakat sangat puas, selain mendapatkan pengobatan juga mendapatkan edukasi terkait permasalahan Kesehatan yang dihadapi. Peran KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) yang dijalankan tenaga Kesehatan dalam hal ini Dosen dan mahasiswa keperawatan. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan abdimas ini kesadaran masyarakat tentang kesehatan dapat meningkat agar tetap terjaga derajat kesehatan Masyarakat yang optimal. Kata kunci: pengobatan gratis; pengabdian masyarakat Abstract Mass free treatment is an important strategy in increasing access to health services for the community on a large scale. These programs involve the delivery of a wide range of health services, such as health screenings, distribution of medicines, and health education, with the primary goal of reducing the burden of disease and improving the overall health of the population. Through active community participation and collaboration between various parties, including the government, non-governmental organizations, and the private sector, mass treatment programs can be effective in responding to public health emergencies and strengthening the health system as a whole. As part of this effort, universities have a crucial role in organizing and implementing mass treatment programs, with a focus on community participation and strengthening the health system. The aim of this activity is to increase access to health services, prevention and treatment of disease. The target for implementing this community service is the 272 Kp. Legok Serang Banten community with various diseases such as hypertension, rheumatism, respiratory tract infections, diabetes mellitus, allergies, asthma, and other diseases. Activities begin with registration, checking vital signs, doctor's examination and administering medication. The conclusion is that the implementation of community service activities generally ran smoothly and the community was very satisfied, apart from receiving treatment they also received education regarding the health problems they faced. The role of KIE (Educational Information Communication) is carried out by health workers, in this case lecturers and nursing students. Therefore, it is hoped that through this community service activity, public awareness about health can increase so that optimal levels of public health are maintained. Keywords: free treatment; community service