cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI SENAM LANSIA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN FISIK DALAM MENDUKUNG LANSIA TANGGUH Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Cahaya Indah Lestari; Rizkia Amilia; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11702

Abstract

ABSTRAKLanjut usia (lansia) adalah mereka yang telah berusia 60 tahun keatas (UU No. 13 1998). Populasi usia lanjut mengalami peningkatan secara global. Kegiatan pengabdian bertujuan melakukan pemberdayaan lansia melalui senam lansia sebagai upaya peningkatan kesehatan fisik dalam mendukung lansia Tangguh. Metode kegiatan dalam pengabdian ini akan melibatkan mahasiswa kebidanan Universitas Muhammadiyah Mataram sebanyak 3 mahasiswa. Rencana Pelaksanaan pengabdian mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Evaluasi hasil kesimpulan yaitu terlaksananya pengabdian dengan rangkaian kegiatan yaitu pemeriksaan fisik lansia yaitu pemeriksaan tekanan darah dan berat badan, serta senam lansia. Sebelum diberikan informasi terkait senam lansia, seluruh peserta sebanyak 15 lansia belum mengetahui Gerakan-gerakan senam lansia. Setelah diberikan informasi Gerakan senam lansia seluruh peserta sebanyak 15 lansia mengikuti gerakan senam dan melakukan dengan benar. Berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darah didapatkan 10 lansia tekanan darah tinggi ≥ 140/100, tim pengabdian menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat, menganjurkan memperbanyak mengkonsumsi sayuran dan buah dan rutin melakukan senam lansia Kata kunci: pengabdian masyarakat; lansia; senam lansia ABSTRACTElderly (elderly) are those who are aged 60 years and over (Law No. 13 1998). The elderly population is increasing globally. the aims of community dedication to empower the elderly through elderly gymnastics as an effort to improve physical health in supporting the Tangguh elderly The method of activity in this service will involve 3 students of midwifery at Muhammadiyah Mataram University. The Service Implementation Plan adopts action research steps consisting of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection. Evaluation of the results of the conclusion of the implementation of service with a series of activities, namely physical examination of the elderly, namely checking blood pressure and weight, as well as elderly exercise. Before being given information regarding elderly gymnastics, all 15 elderly participants did not know the elderly gymnastics movements. After being given information on the elderly gymnastics movement, all 15 elderly participants followed the gymnastics movements and did it correctly. Based on the results of the blood pressure examination, it was found that 10 elderly people had high blood pressure 140/100, the service team recommended to carry out an examination at the nearest health center, recommended consuming more vegetables and fruit and regularly doing elderly exercise Keywords: community dedication; elderly; elderly gymnastics,
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KOMPETENSI DAN MOTIVASI PERAJIN ROTAN DALAM PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK ROTAN DI SENTRA ROTAN DI PADANG, SUMATERA BARAT Kendall Malik; Rahmad Washinton; Ranelis Ranelis; Rahma Melisha Fajrina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11783

Abstract

ABSTRAKPeningkatan industri rotan kian meroket seiring adanya pelarangan ekspor bahan mentah rotan oleh pemerintah. Kondisi ini tentunya dapat menjadi peluang bagi industri rotan khususnya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) atau Sentra rotan yang bergerak dalam usaha produk rotan. Salah satu sentra rotan yang dimilikim oleh Sumatera Barat adalah Sentra Rotan Anil Furniture di Padang merupakan UMKM Produk Rotan yang masih berdiri dan bertahan dalam berjualan produk rotan. Namun selama ini pelaku UMKM produk rotan di Anil Furniture mengalami penurunan dan jalan ditempat dalam penjualan produk rotan. Hal tersebut berdampak pada penurunan motivasi perajin dalam membuat serta menjual produk rotan. Produk yang dijual di Anil Furniture masih bersifat konvensional dan minim desain, selain itu produk rotan yang dibuat masih dalam kontrol buyer sehingga perajin tidak memiliki desain secara madiri. Sementara para perajin harus tetap berkompetisi dengan produk-produk rotan yang jauh lebih banyak variannya di bangsa pasar. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan bertujuan memberikan motivasi agar semangat perajin dalam mengembangkan desain produk rotan dapat dilakukan dengan baik. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Dalam pelatihan dilaksanakan dengan cara partisipasi, diskusi dan aplikasi antara narasumber dan mitra. Sementara dalam pendampingan dilakukan dengan cara partisipasi dan berdiskusi secara intens supaya pemahaman dapat tersampaikan antara tim PKM dengan perajin. Hasil pelaksanaan pelatihan pendampingan menunjukan perajin dapat mengembangkan desain produk rotan dan menyelesaikan ke dalam bentuk prototype. Kata kunci: rotan; motivasi; pendampingan; pengembangan desain; prototype. ABSTRACTThe increase in rattan craft industry has skyrocketed since government bans the exports of raw rattan materials. This condition can certainly be an opportunity for the rattan craft industry, especially UMKM or rattan crafting centers engaged in rattan products business. One of the rattan centers in West Sumatra is Anil Furniture Rattan Center in Padang. Anil Furniture is a surviving UMKM in producing and selling rattan products. However, so far, Anil Furniture as one of existing UMKM has declined and stuck for the sale of rattan products. The condition is impacted on the decreasing of the artisan’s motivation in making and selling rattan products. The products designs sold at Anil Furniture are still conventional and minimum. Moreover, the making of rattan products in general is still under buyer control so that the artisans do not have their own original designs. Meanwhile, artisans still have to compete with other rattan crafts products in crafts market nationwide, in which the variety of products designs are vast. The community service program carried out aims to provide motivation and rise up the awareness of rattan artisans, so that they can be passionate in properly developing rattan product designs. The implementation method used is training and mentoring. The training is carried out by participation, discussion and application between resource persons and partners. Meanwhile, mentoring is done by participation and intensive discussion so that the artisan can fully comprehend the knowledge from PKM Team. The results from implementing mentoring and training method show that the artisans can develop the design of their rattan products and complete them in prototype form. Keywords: rattan; motivation; assistance; design development; prototype.
SOSIALISASI APOTEKER CILIK SISWA SD IT TAHFIZUL QUR’AN AN-NAHL PAGUTAN MATARAM Nur Furqani; Cyntiya Rahmawati; Abdul Rahman Wahid; Melati Permata Hati; Baiq Nurbaety; Yuli Fitriana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.9394

Abstract

ABSTRAKPemakaian obat kepada anak-anak harus mendapatkan perhatian khusus sebab tidak semua anak mampu meminum obat saat sedang sakit, selain itu di usia dini memang seharusnya mendapatkan banyak informasi mengenai profesi-profesi tenaga kesehatan agar dapat menambah pengetahuan dan memancing semangat menuntut ilmu, oleh karena itu dilakukanlah Sosialisasi apoteker cilik kepada siswa Sekolah Dasar di SD – IT. Tahfizul Qur’an An-Nahl Pagutan – Mataram, yang bertujuan untuk mengenalkan profesi apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan dan sumber informasi obat serta memberikan edukasi tentang penggunaan obat yang benar. Sosialisasi ini di prioritaskan pada siswa SD kelas 1 sampai 3. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh dosen berprofesi apoteker dan 4 mahasiswa D3. Farmasi, diawali dengan penjelasan materi sosialisasi, kemudian dilanjutkan pelaksanaan kegiatan menyaksikan video edukasi penggunaan obat yang baik dan benar, kemudian diperagakan oleh siswa/siswi dan Menyanyikan Mars Apoteker Cilik, serta mengajarkan siswa/i bahwa betapa pentingnya mencuci tangan yang benar dan menulis informasi dalam tabel yang disediakan mahasiswa, siswa/i menulis informasi mengenai obat-obatan yang telah dibagikan dengan membaca keterangan pada kemasan obat, meliputi nama obat, nama dagang, khasiat, aturan pakai, efek samping, waktu kadaluwarsa, aturan penyimpanan dan warna lingkaran obat. Evaluasi kegiatan yaitu dengan menilai penampilan dan peragaan oleh siswa tentang cara penggunaan obat dan penyimpanan obat yang baik dan benar. Diakhir acara mengumumkan penampilan peserta terbaik edukasi penggunaan obat dan pemilihan Apoteker Cilik (APOCIL) di Sekolah Dasar SD-IT Tahfizul Qur’an An-Nahl, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah dan cendramata. Kata kunci: apoteker cilik; sosialisasi; siswa sd. ABSTRACTThe use of drugs for children must receive special attention because not all children are able to take medication when they are sick, besides that at an early age it is necessary to get a lot of information about the professions of health workers so that they can increase their knowledge and provoke enthusiasm for studying, therefore socialization of young pharmacists for elementary school students in SD – IT was carried out. Tahfizul Qur'an An-Nahl Pagutan - Mataram, which aims to introduce the pharmacist profession as part of the health workforce and source of drug information and provide education about the correct use of drugs. This socialization is prioritized for elementary school students in grades 1 to 3. This activity is directly supervised by a lecturer who is a pharmacist and 4 D3 students. Pharmacy, starting with an explanation of socialization material, then continued with the implementation of watching educational videos on good and correct drug use, then demonstrating by students and Singing the Little Pharmacist's Marshal, and teaching students how important it is to wash hands properly and write down information in tables provided by students, students write information about the drugs that have been distributed by reading the information on the drug packaging, including the drug name, trade name, properties, rules for use, side effects, expiration time, storage rules and the color of the drug circle. Evaluation of activities, namely by assessing the appearance and demonstration by students on how to use drugs and store drugs properly and correctly. At the end of the event, announcing the appearance of the best participant in education on drug use and the selection of a Little Pharmacist (APOCIL) at SD-IT Tahfizul Qur'an An-Nahl Elementary School, followed by giving gifts and souvenirs. Keywords: young pharmacists; socialization; elementary school students
MEMBANGUN JIWA KREATIFITAS DAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI PEMANFAATAN BARANG BEKAS MENJADI BARANG BERNILAI EKONOMIS Cut Delsie Hasrina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10961

Abstract

The purpose of this community service activity is to utilize used goods into items of economic value, which are part of the implementation of the Tridharma of Higher Education. This service activity is carried out in the form of training for the community in Gampong Lamjame Lamkrak, Simpang Tiga Sub-District, Aceh Besar District. The number of participants who participated in this training was 18 people. The materials used in this training are: used cans, wrapping paper, coffee sachets, glue, markers, yarn, and patchwork. The method of implementing this activity is to teach how to make moneybox and bags from used goods, besides that, socialization activities about the love of saving from an early age are also carried out so that children's saving spirit increases. The enthusiasm of the participants in participating in this activity is very high and it is hoped that this activity will be useful for the children and young women of  Lamjame Lamkrak Village.
PENDAMPINGAN SISWA SD N 1 CEMPAGA YANG MENGALAMI KESULITAN MEMBACA N. W. S. Darmayanti; Desak Putu Anom Janawati; I Nyoman Sudirman; I Ketut Dedi Agung Susanto Putra; Ni Nengah Persi; Ni Wayan Indah Setiawati; Ni Wayan Tina Saputri; Ni Nyoman Arianti; Dewa Ayu Ketut Meitri; I Gusti Ayu Tri Wahyun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.12822

Abstract

ABSTRAKBeberapa siswa dari kelas 1 sampai kelas 4 ada yang mengalami kesulitan dalam membaca. Siswa yang kesulitan mengidentifikasi kata-kata dan membaca dengan lambat memiliki pemahaman bacaan yang rendah, yang merupakan tanda lain dari kesulitan membaca. Untuk mengatasi kondisi tersebut, perlu adanya bimbingan dari guru, orang tua, atau orang dewasa yang dekat dengan anak untuk memberikan bantuan dan pendampingan agar anak yang mengalami kesulitan membaca segera mendapatkan penanganan yang tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk pendampingan siswa SDN 1 Cempaga yang mengalami kesulitan membaca dengan harapan bahwa pengabdian ini dapat membantu siswa yang memiliki kesulitan membaca tersebut. Jenis pengabdian ini yaitu menggunakan metode pendampingan belajar secara langsung di sekolah yang dilakukan di luar jam pembelajaran berlangsung, mitra dalam pengabdian ini kurang lebih berjumlah 10 orang, Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan selama 120 menit, pada setiap pembinaan siswa yang mengalami kesulitan belajar. Dengan di adakannya kegiatan pendampingan membaca, siswa termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membacanya. Kata kunci: pendampingan; kesulitan; membaca ABSTRACTSome students from grade 1 to grade 4 have difficulties in reading. Students who have difficulty identifying words and read slowly have low reading comprehension, which is another sign of reading difficulties. To overcome these conditions, it is necessary to have guidance from teachers, parents, or adults who are close to children to provide assistance and assistance so that children who have difficulty reading immediately get the right treatment. This service activity aims to assist students at SDN 1 Cempaga who experience reading difficulties with the hope that this service can help students who have reading difficulties. This type of service is to use the method of direct learning assistance at school which is carried out outside the hours of learning taking place, partners in this service are approximately 10 people. This mentoring activity is carried out for 120 minutes, for each coaching of students who experience learning difficulties. By holding reading assistance activities, students are motivated to improve their reading skills. Keywords: assistance; difficulties; reading
PELATIHAN PEMBUATAN TEH HERBAL HUTAN UNTUK PETANI HUTAN BUWUN SEJATI I Gde Adi Suryawan Wangiyana; Yulia Ratnaningsih; Kemas Usman; I Gde Dharma Atmaja; I Gusti Agung Ayu Hari Triandini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.12065

Abstract

ABSTRAKPetani hutan Desa Buwun Sejati menggantunggkan pendapatan utama dari penjualan buah – buahan tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species) yang dipanen musiman. Harga komoditi buah tersebut cenderung mengalami penurunan signfikan ketika musim panen dilakukan serentak akibat penumpukkan stok. Oleh karena itu diperlukan solusi pemanfaatan alternatif dari tanaman MPTS yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengolahan daun tanaman MPTS petani hutan Buwun Sejati menjadi produk teh herbal hutan. Produk teh herbal hutan yang dibuat dalam kegiatan ini adalah: sirsak, durian, rambutan, dan alpukat. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dan praktik secara langsung melibatkan sebanyak 20 orang petani hutan Buwun Sejati sebagai partisipan.Tahapan kegiatan yang dilakukan meliputi: penyampaian teori melalui focus group discussion, praktek pembuatan teh herbal dengan menggunakan protokol baku, penilaian kualitas produk teh herbal bersama partisipan, serta monotiring dan evaluasi kegiatan untuk keberlanjutan program. Berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test, partisipan telah memahami materi produk teh herbal hutan MPTS dengan persentase peningkatan sebesar 70%. Selain itu mereka juga telah menguasi metode produksi teh herbal hutan MPTS dengan kualitas yang baik. Dapat disimpulkan bahwa petani hutan Buwun Sejati mampu mengolah bahan baku daun tanaman sirsak, durian, rambutan, dan alpukat menjadi produk teh herbal hutan yang dapat menjadi alternatif sumber pemasukan tambahan bagi mereka.  Kata kunci: buwun sejati; petani hutan; teh herbal ABSTRACTBuwun Sejati forest farmers depend on the fruit commodity of Multi-Purpose Tree Species (MPTS), which can be harvested only at a particular time in a year. The price of this fruit commodity usually decreases significantly if harvested simultaneously due to oversupply. Thus, it is essential to carry out alternative utilization of MPTS commodities. The purpose of this community service is to give training about MPTS leaves plant processing methods into forest herbal tea products for Buwun Sejati forest farmers. Raw materials for forest herbal tea products in this community service were soursop, durian, rambutan, and avocado. Systematic steps of this community service include 1) a focus group discussion with the participant to discuss the source and potency of forest herbal tea products, 2) a practical step about the method of forest herbal tea production, 3) a hedonic assay of forest herbal tea product made by participant for quality control, 4) monitoring and evaluation for the continuity of the program. Participants understood the forest herbal tea production method based on pre-test and post-test results. It could be concluded that Buwun Sejati forest farmers can utilize leaves of soursop, durian, rambutan, and avocado in forest herbal tea products that could give future additional income. Keywords: buwun sejati; forest farmers; herbal tea
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN ENDORPHINE MASSAGE PADA KADER GUNA MENGATASI KECEMASAN DALAM KEHAMILAN TRIMESTER III DI KECAMATAN CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI Nurul Syabin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13053

Abstract

ABSTRAKDepresi post partum terjadi dalam 3-6 bulan 13%-22% disebabkan oleh depresi yang terjadi pada trimester III kehamilan. Mengatasi permasalahan kecemasan yang dapat dilakukan seperti terapi farmakologis dan non farmakologis. Salah satu terapi non farmakolgis yang dapat mengatasi kecemasan pada ibu hamil yaitu endorpine massage. Endorphrine massage yaitu salah satu terapi dengan melakukan sentuhan ataupun pijatan ringan yang sangat penting dilakukan pada wanita yang hamil. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan endorphine massage. Metode pengabdian masyarakat ini berupa pemberian penyuluhan dan pendampingan kader dalam penerapan endorphine massage untuk menurunkan kecemasan dalam kehamilan trimester III. Jumlah peserta sebanyak 35 kader dengan membawa masing-masing satu orang ibu hamil trimester III sebagai partner dalam pelatihan endorphine massage. Kegiatan hari pertama memberikan penyuluhan diawali dengan pemeberian pretest dan diakhiri dengan posttest serta pelatihan endorphine massage. Hasil pengabdian masyarakat ini bahwa tingkat pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan semua kader memiliki pengetahuan kurang terkait massage endorphine yaitu sebanyak 35 partisipan (100%), dan setelah diberikan penyuluhan tingkat pengetahuan kader meningkat yaitu sebagian besar kader memiliki pengetahuan baik sebanyak 29 orang (83%), 6 orang (17%) lainnya memliki pengetahuan cukup. Setelah diberikan pelatihan, semua kader mampu melakukan endorphine massage kepada ibu hamil. Kata kunci: kecemasan; kehamilan; endorphine massage ABSTRACTPostpartum depression occurs in 3-6 months 13% -22% is caused by depression that occurs in the third trimester of pregnancy. Overcoming anxiety problems that can be done such as pharmacological and non-pharmacological therapy. One of the non-pharmacological therapies that can overcome anxiety in pregnant women is endorphine massage. Endorphrine massage is one of the therapies by touching or light massage which is very important for pregnant women. This community service aims to increase the knowledge and skills of cadres in performing endorphine massage. This community service method is in the form of counseling and mentoring cadres in the application of endorphin massage to reduce anxiety in the third trimester of pregnancy. The participants were 35 cadres with one-third trimester pregnant women each as a partner in endorphine massage training. The activities of the first day of providing counseling began with giving a pretest and ending with a posttest and endorphin massage training. The results of this community service showed that the level of knowledge before being given counseling all cadres had less knowledge regarding endorphin massage, namely as many as 35 participants (100%). After being given counseling the level of knowledge of cadres increased, namely, most of the cadres had good knowledge of 29 people (83%), and 6 people (17%) have enough knowledge. After being given training, all cadres were able to do endorphin massage to pregnant women. Keywords: anxiety; pregnancy; endorphine massage
IMPLEMENTASI KONSEP MERDEKA BELAJAR KOLABORATIF MELALUI PENGOLAHAN TANAMAN BIOFARMAKA GALAKTAGOG DI KOTA MATARAM I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Anri Anri; Yani Mulyani; Rahma Ziska; Cep Ahmad Muhtar; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12496

Abstract

ABSTRAKKebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka mendorong proses pembelajaran di perguruan tinggi yang semakin otonom dan fleksibel. Dalam mendukung konsep merdeka belajar diperlukan kerja sama antar prodi dan dunia industri serta mitra lainnya. Prodi mitra dan prodi pelaksana pengabdian memiliki visi misi yang sama yaitu menumbuhkan jiwa entrepreneur sebagai profil lulusannya. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dari kelompok studi HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) UNDIKMA (Universitas Pendidikan Mandalika), Pengusaha Produk Herbal Sasak Aren dan Kader ASMAN TOGA (Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga)Bendega. Metode dan tahapan dalam penerapan iptek kepada masyarakat antara lain mulai dari identifikasi kebutuhan mitra, perancangan kegiatan, pelaksanaan kegiatan webinar, pendampingan operasional dan praktek serta evaluasi kegiatan. Edukasi dilakukan secara active and participatory learning yaitu edukasi mengenai tanaman biofarmaka berdasarkan evidence based practice dan pelatihan pembuatan makanan dan minuman herbal instan yang berkhasiat sebagai galaktagog yaitu berupa manisan jahe agar dan teh celup katuk dengan jumlah peserta 40 orang. Tahapan pengolahan produk yang dilakukan secara umum yaitu sortasi, pencucian, pengeringan dan pengolahan serta pengemasan produk. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra jika dibandingkan antara sebelum dan sesudah kegiatan. Secara umum, diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden tentang tanaman biofarmaka sebelum kegiatan yaitu rata-rata 68,75% (cukup) dan mengalami peningkatan menjadi 100% (baik) setelah kegiatan sosialisasi dilakukan. Mitra telah mampu membuat produk galaktagog herbal jenis manisan jahe agar & teh celup katuk serta menguasai pengetahuan dasar tentang pengolahan tanaman biofarmaka. Kata kunci: belajar; biofarmaka; galaktagog; merdeka. ABSTRACTThe Independent Campus Learning Policy encourages the learning process in higher education to become more autonomous and flexible. In supporting the concept of independent learning,the collaboration between study programs and the industrial world, and other partners is needed. The partner study program and the service-implementing study program have the same vision and mission to create an entrepreneurial spirit in the alumni profile. The Partners for community service activities are the UNDIKMA NTFPs (Non-Timber Forest Products) study group, Sasak Aren Herbal Product Entrepreneurs, and ASMAN TOGA Bendega Cadre. Methods and stages in the application of science and technology to the community, starting from identifying partner needs, designing activities, implementing webinars, operational and practical assistance, and evaluating activities. Education is carried out in active and participatory learning, as the education regarding biopharmaceutical plants based on evidence-based practice and training on making instant herbal food and drinks which are efficacious as galactagogues in the form of ginger candy jelly and katuk tea with 40 participants. The stages of product processing are sorting, washing, drying, and processing, and packaging of products. There was an increase in partners' knowledge and skills when compared before and after the activity. In general, it is known that the level of knowledge of respondents about biopharmaceutical plants before the activity was an average of 68.75% (enough) and increased to 100% (good) after the socialization activity was carried out. Partners have been able to make herbal galactagogue products such as ginger candy jelly & katuk tea bags and have basic knowledge about processing biopharmaceutical plants. Keywords: study; biopharmaca; galactagogue; independence.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TERKAIT SKRINING PENEMUAN KASUS BARU PENDERITA TUBERKULOSIS Romaden Marbun; Rea Ariyanti; Nanta Sigit
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12897

Abstract

ABSTRAKPengkajian awal didapatkan permasalahan bahwa masih kurangnya pengetahuan kader terkait terkait Skrining Penemuan Kasus Baru Penderita TB. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan melakukan sosialisasi kepada kader kesehatan terkait terkait Skrining Penemuan Kasus Baru Penderita TB. Bentuk kegiatan berupa edukasi kepada kader kesehatan terkait terkait Skrining Penemuan Kasus Baru Penderita TB dengan menggunakan media pembelajaran berupa ppt dan formulir mengenai terkait Skrining Penemuan Kasus Baru Penderita TB. Sebelum dan sesudah kegiatan, peserta diberikan tes guna menilai kemampuan kognitif sebagai salah satu alat untuk evaluasi pengetahuan tentang penggunaan formulir terkait Skrining Penemuan Kasus Baru Penderita TB. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 3 kali melalui pemberian materi dan diskusi interaktif kepada 25 orang kader kesehatan. dari hasil evaluasi yang dilakukan pada nilai pretest dan posttest, diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman terkait edukasi kepada kader kesehatan di Dusun Sukosari, Desa Pandansari, Poncokusumo Malang terkait pentingnya skreening penemuan baru kasus TB di Masyarakat, rata nilai pretest sebesar 60, dan setelah diberikan edukasi, rerata nilai posttest menjadi 80 dan terjadi peningkatan 30%. Kegiatan ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran, dan mendorong masyarakat khususnya kader kesehatan dalam memberikan informasi yang sesuai kepada tenaga Kesehatan. Kata kunci: skrining TB; kasus baru; kader kesehatan ABSTRACTThe initial study found the problem that there was still a lack of knowledge of related cadres regarding the Screening for New Case Discovery of TB Patients. This community service activity begins with outreach to related health cadres regarding the Screening for New Case Discovery of TB Sufferers. The form of activity is in the form of education to related health cadres regarding the Screening for New Case Discovery of TB Sufferers by using learning media in the form of ppt and forms regarding the Screening for New Case Discovery of TB Sufferers. Before and after the activity, participants were given a test to assess cognitive ability as a tool for evaluating knowledge about the use of forms related to Screening for New Case Findings of TB Patients. This activity was carried out 3 times through the provision of materials and interactive discussions to 25 health cadres. from the results of evaluations carried out on pretest and posttest values, it is known that there has been an increase in understanding related to education for health cadres in Sukosari Hamlet, Pandansari Village, Poncokusumo Malang regarding the importance of screening for new TB cases in the community, the average pretest score is 60, and after being given education , the average posttest score was 80 and there was an increase of 30%. This activity needs to be carried out as an effort to increase awareness, and encourage the community, especially health cadres, to provide appropriate information to health workers. Keywords: TB screening; new cases; health cadres
PENGEMBANGAN PRODUK BAKERY DAN COOKIES BERBASIS EMPON-EMPON PADA UMKM CV. RAHARJO PUTRO (AMELIA BAKERY DAN COOKIES) Dwiyati Pujimulyani; Ichlasia Ainul Fitri; Wisnu Adi Yulianto; Mutaqin Akbar; Audita Nuvriasari; Umul Aiman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12204

Abstract

ABSTRAKTanaman empon-empon merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia, akan tetapi pemanfaatan tanaman empon-empon masih sangat terbatas. Kebanyakan masyarakat menjual produk rimpang tersebut dalam bentuk segar dan sebagian kecil diolah menjadi minuman berkhasiat (jamu) yang bersifat tidak awet. Oleh sebab itu, pemanfaatan produk rimpang tersebut dapat dilakukan dengan pengolahan lebih lanjut yaitu dengan menginovasi kedalam produk pangan fungsional seperti bakery dan cookies berbasis herbal. Sebelumnya sudah banyak penelitian terkait manfaat empon-empon khususnya kunir putih sebagai anti diabetes, dan antitumor karena tinggi kandungan anti oksidan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melatih dan mengadakan praktik cara pengembangan produk bakery dan cookies. Tahapan pembuatan produk bakery dan cookies berbasis herbal diawali di laboratorium Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Kemudian dilakukan pengujian fisik, kimia, dan sensoris pada produk-produk yang telah dibuat. Terakhir, pembuatan produk dilakukan di rumah produksi Amelia Bakery. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya produk bakery dan cookies berbasis empon-empon pada rumah produksi Amelia Bakery. Kata kunci: bakery dan cookies; empon-empon; kunir putih. ABSTRACTThe empon-empon plant is a plant that grows a lot in Indonesia, but the use of the empon-empon plant is still minimal. Most people sell these rhizome products in fresh form, and a small portion is processed into nutritious drinks (herbs) which are not durable in nature. Therefore, these rhizome products can be used with further processing by innovating into functional food products such as herbs-based bakeries and cookies. Previously, many studies related to the benefits of empon-empon, especially white turmeric, as anti-diabetic and anti-tumor because of the high content of antioxidants. The purpose of this community service is to train and practice how to develop bakery and cookies products The production stage of herbs base- bakery and cookies products begins at the Teknologi Hasil Pertanian (THP) laboratory at Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Then physical, chemical, and sensory tests were carried out on the products that had been made. Finally, product manufacturing is done at Amelia Bakery's production house. This activity results in the creation of bakery products and cookies based on empon-empon at Amelia Bakery's production house. Keywords: bakery and cookie; empon-empon; white turmeric.