cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pelatihan penyusunan instrumen soal open ended untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis guru SD Sumaji Sumaji; Savitri Wanabuliandaari; Ratri Rahayu; Sekar Dwi Ardiyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.25220

Abstract

Abstrak Komunikasi merupakan aspek yang memiliki peranan penting dalam pembelajaran matematika, Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa salah satunya memfasilitasi siswa dengan membiasakan soal open ended. Untuk  mendukung hal tersebut guru harus meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan keterampilan dalam menyusun soal open ended. Tujuan dari pelatihan ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan guru SD 4 Dersalam dalam menyusun intrumen soal open ended, dan (2) meningkatkan keterampilan guru SD 4 Dersalam dalam menyusun instrumen soal open ended. Pelaksanaan pelatihan penyusunan instrumen soal open ended untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis guru SD 4 Dersalam dirancang dalam beberapa tahap, antara lain: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dalam pelatihan ini adalah (1) Guru SD 4 Dersalam memperoleh pengetahuan tentang Strategi penyusunan soal open ended, dan (2) Guru SD 4 Dersalam dapat meningkat keterampilan dalam pembuatan soal open ended. Kata kunci: pelatihan; soal open ended; kemampuan komunikasi matematis; guru SD. Abstract Communication is an aspect that has an important role in learning mathematics. In order to improve students' mathematical communication skills, a learning model is needed that facilitates students to actively convey mathematical ideas. Therefore, teachers must improve their mathematical communication skills and skills in preparing open ended questions through a workshop on the preparation of open ended question instruments. The purposes of this workshop are (1) to improve the knowledge of teachers of SD 4 Dersalam in preparing open ended questions, and (2) to improve the skills of teachers of SD 4 Dersalam in preparing open ended questions. The implementation of the workshop on the preparation of open ended question instruments to improve the mathematical communication skills of teachers of SD 4 Dersalam was designed in several stages, including: planning, implementation, and evaluation. The results obtained in this workshop were (1) SD 4 Dersalam teachers gained knowledge about the strategy of preparing open ended questions, and (2) SD 4 Dersalam teachers could improve their skills in making open ended questions. Keywords: training; open-ended questions; mathematical communication skills; elementary school teacher.
Pendampingan pengembangan kawasan agroeduwisata melalui pemetaan potensi Desa Sesait Febrita Susanti; Murianto Murianto; Baiq Harly Widayanti; Rasyid Ridha; Ikhzam Khatami; Dimas Arya Andhika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26682

Abstract

AbstrakPotensi desa yang termanfaatkan secara maksimal dapat menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat dan desa. Potensi desa sebagian besar dibidang pertanian sehingga masyarakat desa mayoritas bekerja pada bidang pertanian. Potensi ini perlu dikembangkan salah satunya dengan menjadikan desa sebagai kawasan agroeduwisata. Desa Sesait memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan agroeduwisata namun pengetahuan dan keterampilan masyarakan masih belum maksimal di aspek tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memetakan potensi-potensi desa yang dapat menunjang terwujudnya kawasan agroeduwisata. Metode pendampingan dilakukan dengan sosialisasi dan Focus Grup Discusion (FGD) dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat potensi berupa kawasan pertanian yang akan dikembangkan sebagai kawasan agroeduwisata dengan potensi kakao dan cengkeh. Pengunjung dapat belajar untuk menanam kakao dan cengkeh serta dapat belajar untuk melakukan pengolahan produk dengan bahan dasar cengkeh dan kakao. Selain itu akan dikembangkan kawasan pertanian agroeduwisata dengan menaman tomat, labu dan produk pertanian lainnya dimana pengunjung juga akan dapat belajar untuk proses penanaman sampai pada pengolah produk menjadi produk jadi. Untuk kawasan perternakan sapi akan ditata sehingga penampilannya akan lebih bersih, asri dan nyaman. Limbah sapi akan dioleh menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Implementasi yang telah dilakukan pada kegiatan pengabdian ini adalah mengolah limbah ternak menjadi pupuk cair organik dan pupuk padat organik. Kata kunci: agroeduwisata; FGD; limbah; organik Abstract The potential of the village that is utilized to the maximum can be one of the sources of income for the community and the village. The potential of the village is mostly in the agricultural sector so that the majority of village people work in the agricultural sector. This potential needs to be developed, one of which is by making the village an agro-edutourism area. Sesait Village has the potential to be developed as an agro-edutourism area, but the knowledge and skills of the community are still not optimal in this aspect. The purpose of this service activity is to map the potentials of the village that can support the realization of agro-edutourism areas. The method uses Focus Group Discussion (FGD) with community leaders, traditional leaders, youth leaders, the Village Government and the North Lombok Regency Government. The result of this activity is that there is potential in the form of an agricultural area that will be developed as an agro-edutourism area with the potential of cocoa and cloves. Visitors can learn to grow cocoa and cloves and can learn to process products with cloves and cocoa-based ingredients. In addition, an agro-edutourism agricultural area will be developed by planting tomatoes, pumpkins and other agricultural products where visitors will also be able to learn about the planting process to processing products into finished products. The cattle farming area will be arranged so that the appearance will be cleaner, more beautiful and comfortable. Cow waste will be turned into solid organic fertilizer and liquid organic fertilizer. The implementation that has been carried out in this service activity is to process livestock waste into organic liquid fertilizer and organic solid fertilizer. Keywords: agroedutourism; FGD; waste; organic
Penguatan guru mengatasi kerentanan mental siswa melalui pelatihan hypnoteaching berbasis siklus experiential learning Meylia Elizabeth Ranu; Sri Setyo Iriani; Dian Anita Nuswantara; Dwiarko Nugrohoseno
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27369

Abstract

Abstrak Bullying atau perundungan di sekolah adalah masalah yang signifikan di seluruh dunia, mempengaruhi perkembangan fisik, emosional, dan spiritual individu. Indonesia tidak lepas dari kasus perundungan, termasuk kasus yang terjadi di lingkungan sekolah. Demikian pula kasus bullying di labschool, mulai dari kasus ringan sampai dengan sedang. Secara spesifik, belum terdapat kasus bullying yang mengkhawatirkan melainkan sekadar bullying antar teman yang tidak mengakibatkan dampak serius. ituasi perkembangan siswa yang mengalami kerapuhan mental dan motivasi, baik disebabkan kondisi rumah maupun lingkungan sekolah menambah panjang daftar permasalahan di sekolah. Salah satu elemen yang penting dalam mengurangi risiko demotivasi dan kerentanan mental adalah guru, baik guru BK maupun guru mata pelajaran. Hypnoteaching sebagai bagian dari peningkatan kapasitas individu dimulai dengan memahami lebih jelas mengenai hipnosis. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan hipnoteaching kepada 25 guru yang terdiri dari guru bimbingan konseling (BK) dan guru mata pelajaran Labschool UNESA sebagai bentuk penguatan kerentanan mental peserta didik melalui metode experiential learning. Dengan beberapa praktik di setiap siklusnya dan soal pre dan post tes, terdapat evaluasi yang berlangsung selama satu bulan pengamatan melalui daring antara guru dengan penyelenggara PKM serta pakar hynoteaching. Guru mendapatkan manfaat dari pelatihan ini untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dengan kondisi mental siswa yang sehat. Kata kunci: pengabdian; pelatihan; hypnoteaching; kerentanan mental siswa. Abstract Bullying in schools is a significant problem worldwide, affecting the physical, emotional, and spiritual development of individuals. Indonesia is not free from bullying cases, including cases that occur in the school environment. Specifically, there have been no cases of bullying that are merely bullying between friends that do not cause serious impacts. The development situation of students who experience mental and motivational fragility, either due to home conditions or the school environment, adds to the long list of problems in schools. One important element in reducing the risk of demotivation and mental vulnerability is teachers. Hypnoteaching as part of increasing individual capacity begins with a clearer understanding of hypnosis. This Community Service activity aims to provide hypnoteaching training to 25 teachers consisting of guidance and counseling teachers and Labschool UNESA subject teachers as a form of strengthening students' mental vulnerability through the experiential learning method. With several practices in each cycle and pre- and post-test questions, there is an evaluation that lasts for one month of observation through challenges between teachers and community service organizers and hynoteaching experts. Teachers benefit from this training to create enjoyable learning with healthy student mental conditions.Keywords: keywords: community service; training; hypnoteaching, students' mental vulnerability.
Edukasi dan sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos untuk mewujudkan lingkungan bersih di Dusun Klandungan Marno Marno; Imro’atul Hayyu Erfantinni; Roiyan One Febriani; Sidqi Aulia Rahman; Alfi Najmi Rahmania
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27065

Abstract

AbstrakSampah merupakan sisa-sisa dari kegiatan manusia yang tidak lagi memiliki nilai ekonomi atau kegunaan secara langsung. Tak bisa kita pungkiri bahwasanya kebanyakan sampah saat ini dihasilkan dari limbah rumah tangga. Apabila limbah rumah tangga ini tidak dikelola dengan baik, maka sampah tadi akan membusuk dan berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat. Masalah ini sama seperti yang dialami oleh warga Dusun Klandungan Kota Malang. Padatnya penduduk Dusun Klandungan menjadikan produksi limbah organik rumah tangga di wilayah tersebut kian membludak. Masalah ini diperparah oleh tidak adanya pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Akibatnya lingkungan menjadi tercemar dan berbau tidak sedap. Salah satu solusi pemecahan masalah ini adalah dengan melakukan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Melihat masalah seperti ini, perangkat Dusun Klandungan bekerja sama dengan tim pengabdian masyarakat qaryah thayyibah UIN Malang untuk melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait bagaimana tata cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos di Dusun Klandungan. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan dan pemahaman warga Dusun Klandungan tentang bagaimana tata cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos sebagai alternatif solusi pemecahan masalah yang dialami warga Dusun Klandungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode Participatory Action Research (PAR) dimana melibatkan secara aktif semua pihak yang terkait (stakeholder) dalam mengkaji tindakan yang sedang dilakukan, dimana pengalaman dari stakeholder sendiri sebagai persoalan dalam rangka melakukan perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik. Peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh warga Dusun Klandungan, dimana hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah kesadaran diri warga Dusun Klandungan untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat meningkat, selain itu sampah di TPA menjadi berkurang, dan hasil pupuk kompos yang diolah dijadikan sebagai kompos tanaman oleh warga Dusun Klandungan. Kata kunci: sampah organik; pupuk kompos; lingkungan bersih. AbstractWaste is a remnant of human activities that no longer has economic value or direct use. We cannot deny that most of the current waste is generated from household waste. If this household waste is not managed properly, the waste will rot and have a bad impact on the environment and society. This problem is the same as experienced by the residents of Klandungan Hamlet, Malang City. The dense population of Klandungan Hamlet has made the production of household organic waste in the area increasingly explosive. This problem is exacerbated by theabsence of waste management in the region. As a result, the environment becomes polluted and smells bad. One solution to solve this problem is to process organic waste into compost. Seeing problems like this, the Klandungan Hamlet apparatus collaborated with the qaryah thayyibah community service team of UIN Malang to carry out educational and socialization activities related to the procedures for processing organic waste into compost in Klandungan Hamlet. The purpose of holding this activity is to increase the insight and understanding of the residents of Klandungan Hamlet about how to process organic waste into compost as an alternative solution to solve problems experienced by the residents of Klandungan Hamlet. The method used in this service is the Participatory Action Research (PAR) method which actively involves all relevant parties (stakeholders) in reviewing the actions being taken, where the experience of the stakeholders themselves is a problem in order to make changes and improvements for the better. Participants in this activity are all residents of Klandungan Hamlet, where the results achieved from this activity are the self-awareness of Klandungan Hamlet residents to create a clean and healthy environment increases, besides that waste in the landfill is reduced, and the results of compost fertilizer processed are used as plant compost by the residents of Klandungan Hamlet. Keywords: organic waste; compost; clean environment.
Sosialisasi dan pelatihan administrasi persuratan untuk warga melalui pemanfaatan SIMBEROD dan penguatan kapasitas perangkat desa di Desa Tulusbesar Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang Maskur Maskur; Muhammad Afif Hendrawan; Yosi Afandi; Nilawati Fiernaningsih; Pudji Herijanto; Septian Enggar Sukmana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27383

Abstract

AbstrakDesa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang menghadapi tantangan dalam pengelolaan administrasi persuratan yang belum optimal, khususnya dalam hal ketersediaan sistem yang efisien dan kemampuan perangkat desa dalam mengelola surat-menyurat. Hal ini berdampak pada efektivitas pelayanan kepada masyarakat yang sering kali menjadi lambat dan kurang terorganisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas administrasi persuratan desa melalui sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan Sistem Informasi Berbasis Digital (SIMBEROD) serta penguatan kapasitas perangkat desa. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi system informasi SIMBEROD kepada warga dan perangkat desa, pelatihan teknis dalam mengoperasikan SIMBEROD, penguatan kapasitas perangkat desa dan monitong dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan SIMBEROD mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan surat, mempercepat proses pelayanan, dan mengurangi risiko kesalahan administrasi. Pembahasan juga mengungkapkan tantangan terkait adopsi teknologi oleh perangkat desa yang memiliki keterbatasan dalam literasi digital, yang dapat diatasi melalui pelatihan berkelanjutan. Sebagai saran, desa diharapkan untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap sistem yang digunakan dan mengadakan pelatihan tambahan guna memperkuat keterampilan perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat guna. Kata kunci: sistem informasi; perangkat desa; pelatihan; pelayanan; administrasi. AbstractTulusbesar Village, Tumpang Subdistrict, Malang District faces challenges in managing its correspondence administration, particularly in terms of the availability of an efficient system and the ability of village officials to manage correspondence. This has an impact on the effectiveness of services to the community, which often become slow and less organized. This community service activity aims to improve the quality of village correspondence administration through socialization and training on the use of Digital Based Information System (SIMBEROD) as well as strengthening the capacity of village officials. The methods used include identification of needs, socialization of the SIMBEROD information system to residents and village officials, technical training in operating SIMBEROD, capacity building of village officials and monitoring and evaluation of activities. The results showed that the implementation of SIMBEROD was able to improve the efficiency of mail management, speed up the service process, and reduce the risk of administrative errors. The discussion also revealed challenges related to technology adoption by village officials who have limitations in digital literacy, which can be overcome through continuous training. As a suggestion, the village is expected to continue to conduct periodic evaluations of the system used and conduct additional training to strengthen the skills of village officials in utilizing information technology. This activity is expected to serve as a model for other villages in improving the quality of administrative services through the use of appropriate digital technology. Keywords: information systems; village officials; training; services; administration.
Pendampingan Pojok Baca Untuk Menumbuhkan Minat Membaca Siswa Sebagai Upaya Penerapan Gerakan Literasi di SDN 1 Sepit Rosada, Rosada; Khairi, Ilham; Ningsih, Anugrah Ayu; Hafidah, Hikmatul; Erna, Eva; Azzahra, Nur Azlia; Susilawati, Susilawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.28783

Abstract

Abstrak Pojok baca berperan penting dalam menciptakan budaya membaca yang konsisten. Melalui pojok baca, siswa didorong untuk terlibat dalam kegiatan membaca setiap hari, baik secara mandiri maupun bersama teman-teman. Kebiasaan ini secara perlahan akan membentuk minat baca yang lebih kuat penelitian ini bertujuan untuk memupuk kebiasaan membaca di kalangan siswa melalui implementasi pojok baca sebagai bagian dari Gerakan Literasi Sekolah di SDN 1 Sepit. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan pada siswa kelas 6, dengan melibatkan kepala sekolah, wali kelas, guru Bahasa Indonesia, dan 35 siswa sebagai subjek. Pojok baca dikelola oleh guru dan siswa, bertujuan untuk memperkenalkan sumber bacaan yang menarik guna menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pojok baca menjadi inovasi yang efektif dalam menciptakan suasana baru yang kondusif bagi pembiasaan membaca di sekolah. Dukungan dari pemangku kepentingan, termasuk guru dan orang tua, berperan penting dalam menumbuhkan minat baca siswa. Kesimpulannya, implementasi pojok baca memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan minat baca dan perkembangan literasi siswa di SDN 1 Sepit. Kata kunci: siswa; guru; pojok baca; SDN 1 sepit Abstract The reading corner plays an important role in creating a consistent reading culture. Through the reading corner, students are encouraged to be involved in reading activities every day, both independently and with friends. This habit will slowly form a stronger interest in reading, this study aims to foster reading habits among students through the implementation of reading corners as part of the School Literacy Movement at SDN 1 Sepit. This qualitative descriptive research was conducted on grade 6 students, involving the principal, homeroom teacher, Indonesian teacher, and 35 students as subjects. The reading corner is managed by teachers and students, aiming to introduce interesting reading resources to create a learning environment that supports the improvement of students' knowledge and critical thinking skills. The results of the study show that the reading corner is an effective innovation in creating a new atmosphere that is conducive to reading habits in schools. Support from stakeholders, including teachers and parents, plays an important role in fostering students' interest in reading. In conclusion, the implementation of the reading corner contributes significantly to the increase in reading interest and literacy development of students at SDN 1 Sepit Keywords: student; teacher; readning corner; SDN 1 sepit
Pelatihan capacity building usaha kelompok produksi kue menuju kemandirian ekonomi Desa Sukaramai Satu Aceh Tamiang Asnidar, Asnidar; Nurlina, Nurlina; Mora, Zulkarnen; Hidayatullah, Hidayatullah; Safuridar, Safuridar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27157

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sukaramai Satu, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, telah berhasil dengan baik, memberikan dampak signifikan pada dua aspek utama: peningkatan pengetahuan dan peningkatan produktivitas ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha kelompok produksi kue Desa Sukaramai Satu ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi desa. Melalui berbagai tahapan, mulai dari survei lokasi hingga praktik perhitungan harga pokok penjualan, diharapkan kelompok usaha ini dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kelompok usaha kue menunjukkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek usaha mereka. Mereka mampu meningkatkan produksi dengan efisiensi yang lebih baik, memisahkan keuangan usaha dari keuangan pribadi, dan mengakses pasar yang lebih luas. Penjualan meningkat, keuntungan usaha menjadi lebih stabil, dan mereka mampu mengembangkan usaha dengan lebih mandiri. Pelatihan capacity building terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kelompok usaha produksi kue di Desa Sukaramai Satu. Dengan penerapan manajemen yang lebih baik, efisiensi produksi, dan pengelolaan keuangan yang tepat, kelompok usaha mampu mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Kata kunci: capacity buiding; kemandirian ekonomi. AbstractCommunity service activities carried out in Sukaramai Satu Village, Seruway District, Aceh Tamiang Regency, have been successful, providing a significant impact on two main aspects: increasing knowledge and increasing economic productivity. This community service activity which focuses on increasing the business capacity of the Sukaramai Satu Village cake production group aims to encourage the village's economic independence. Through various stages, starting from location surveys to practicing calculating the cost of goods sold, it is hoped that this business group can improve product quality, expand the market, and ultimately increase revenue. The results of this activity show that the cake business group showed significant improvements in various aspects of their business. They are able to increase production with better efficiency, separate business finances from personal finances, and access wider markets. Sales increase, business profits become more stable, and they are able to develop their business more independently. Capacity building training has proven effective in improving the skills and knowledge of cake production business groups in Sukaramai Satu Village. By implementing better management, production efficiency and proper financial management, business groups are able to achieve economic independence and improve their welfare. Keywords: capacity building; economic independence.
Pendampingan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tenaga surya (API- GaYa) sebagai upaya peningkatan kesejahteraan daerah pesisir di Pulau Lombok Sulystyaningsih, Naning Dwi; Sukmari, Lalu Achmad Tan Tilar Wangsajati; Sumahiradewi, Luh Gede
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26243

Abstract

Abstrak Masyarakat pesisir Kuranji Bangsal, memiliki hasil tangkapan ikan yang melimpah, terutama jenis ikan pelagis. Biasanya masyarakat menjadikan hasil tangkapan sebagai produk perikanan olahan kering seperti ikan kering. Metode pengeringanyang digunakan masih menggunakan teknik tradisional dengan diletakkan di atas jaring ikan, tikar, lantai semen, atau anyaman bambu dan dijemur di bawah sinar matahari. Metode ini kurang higienis dan menyebabkan penurunan berat produk kering karena tertelan oleh serangga, burung, kucing, dan hewan lainnya. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk membantu nelayan meningkatkan kesejahteraan dalam memanfaatkan SumberDaya Ikan menggunakan teknologi sederhana, murah, dan ramah lingkungan secara higienis dan berkelanjutan serta melihat hasil performa dari Alat Pengering Ikan Tenaga Surya (API-GaYa). Kegiatan ini sudah melewati Uji Coba dengan dua tahap, tahap pertama pembuatan API-GaYa skala kecil, tahap kedua Uji coba pengeringan Ikan menggunakan alat tersebut. Penggunaan API-GaYa terbukti efektif dalam mengeringkan ikan, menghasilkan ikan kering dengan kadar air yang rendah dan kualitas yang terjaga. Proses pengeringan menunjukkan penyusutan berat yang signifikan, dengan ikan selar mengalami penurunan berat sebesar 82,1% dan ikan lemuru sebesar 72%. API-GaYa dirancang untuk memastikan proses pengeringan yang higienis dan berkelanjutan, menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi utama. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penggunaan API-GaYa membawa dampak positif bagi masyarakat pesisir, meningkatkan produktivitas dan kualitas produk perikanan, serta kesejahteraan ekonomi nelayan. Untuk memastikan keberlanjutan penggunaan API-GaYa, disarankan adanya pelatihan berkelanjutan bagi nelayan, pengembangan teknologi lebih lanjut, dukungan dari pemerintah dan swasta, diversifikasi produk perikanan, serta peningkatan upaya promosi dan pemasaran. Kata kunci:: API-GaYa; ikan asin; rendemen; tepat guna; SDI Abstract The coastal community of Kuranji Bangsal has abundant fish catches, especially pelagic fish. Typically, the community processes their catches into dried fish products. The drying methods used are still traditional, involving placing fish on nets, mats, cement floors, or bamboo weaves and sun-drying them. This method is less hygienic and leads to weight loss of the dried products due to insects, birds, cats, and other animals. The aim of this Community Service (PKM) activity is to help fishermen improve their welfare by utilizing fish resources using simple, inexpensive, and environmentally friendly technology in a hygienic and sustainable manner, as well as to evaluate the performance of the Solar Fish Dryer (API-GaYa). This activity has gone through two stages of trials: the first stage involved the creation of a small-scale API-GaYa, and the second stage involved the trial of drying fish using this tool. The use of API-GaYa has proven to be effective in drying fish, producing dried fish with low moisture content and maintained quality. The drying process shows significant weight reduction, with selar fish experiencing a weight loss of 82.1% and lemuru fish 72%. API-GaYa is designed to ensure a hygienic and sustainable drying process, using solar energy as the primary energy source. The results of this activity indicate that the use of API-GaYa has a positive impact on the coastal community, increasing productivity and quality of fishery products, as well as the economic welfare of fishermen. To ensure the sustainability of API-GaYa usage, it is recommended to have continuous training for fishermen, further technological development, support from the government and private sector, diversification of fishery products, and increased efforts in promotion and marketing. Keywords: API-GaYa; dried fish; yield; appropriate technology; fish resources (SDI)
Peningkatan kompetensi MGMP matematika di Kabupaten Bintan melalui pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis digital dengan konteks kemaritiman Putri, Nurul Hilda Syani; Siregar, Nur Asma Riani; Sumarni, Een
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27287

Abstract

Abstrak Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MGMP Matematika SMP di Kabupaten Bintan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi digital dengan konteks kemaritiman. Sebanyak 45 peserta terlibat, mewakili MGMP dari berbagai SMP/MTs di Kabupaten Bintan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan tugas terbimbing. Materi pelatihan mencakup pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran, desain media menggunakan Canva, serta pembuatan media berbasis aplikasi dengan Smart Apps Creator (SAC).  Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 30% peserta sangat mampu dan 70% mampu menggunakan Canva, sedangkan 16% sangat mampu dan 84% mampu menggunakan SAC. Selain itu, 17% peserta sangat mampu dan 83% mampu mengintegrasikan konteks kemaritiman dalam media pembelajaran. Pelatihan ini memberikan manfaat signifikan, seperti meningkatkan wawasan dan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif yang relevan dengan konteks lokal. Kesimpulannya, pelatihan berhasil mendukung pengembangan kompetensi guru dalam menyusun media pembelajaran berbasis digital yang efektif dan bermakna, meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pengaitan materi dengan kearifan lokal.  Kata Kunci: kompetensi; media pembelajaran; digital; kemaritiman; MGMP matematika.   Abstract This training aimed to enhance the competence of MGMP Mathematics teachers at junior high schools in Bintan Regency in developing application-based digital learning media with a maritime context. A total of 45 participants from various junior high schools and Islamic junior high schools (SMP/MTs) in Bintan Regency took part. The methods employed included lectures, discussions, demonstrations, and guided assignments. Training materials covered the use of information technology in teaching, designing media with Canva, and developing application-based media using Smart Apps Creator (SAC).  The evaluation results revealed that 30% of participants were highly proficient and 70% were proficient in using Canva, while 16% were highly proficient and 84% were proficient in using SAC. Additionally, 17% of participants were highly proficient and 83% were proficient in integrating maritime context into learning media. This training significantly benefited the participants by improving their knowledge and skills in creating interactive learning media relevant to local contexts. In conclusion, the training successfully supported the development of teachers' competence in designing effective and meaningful digital learning media, fostering students' motivation by integrating subject matter with local maritime wisdom.  Keywords: competence; learning media; digital; maritime; MGMP mathematics 
Implementasi dan sosialisasi Sistem Manajemen Administrasi Desa (SIMANDES) berbasis website di desa Sukorejo kabupaten Malang Achmad Hamdan; Hary Suswanto; Mochammad Rizal Ramadhan; Muladi Muladi; Soraya Norma Mustika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23985

Abstract

AbstrakDesa mempunyai peranan penting dalam menunjang kesuksesan pembangunan nasional. Keberhasilan pemerintahan desa sangat tergantung dengan penataan sistem administrasi desa. Semakin baik penataan sistem administrasi desa, maka tata kelola pemerintahan desa juga akan semakin baik. Desa Sukorejo adalah desa yang terletak di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang yang pelayanan administrasi desanya masih menggunakan sistem manual. Sebagai upaya untuk mengatasi kebutuhan tersebut maka dikembangkan teknologi Sistem Manajemen Administrasi Desa (SIMANDES) berbasis website untuk menunjang layanan sistem administrasi desa. Metode dalam pelaksanaan pengabdian ini menggunakan konsep yang mengadopsi dari Vincent II, J. W, yaitu Membentuk Tim, Merumuskan Tujuan, Mengidentifikasi Mitra, Pengumpulan Data untuk Analisis Kebutuhan, Menentukan Solusi Masalah, Persiapan, Implementasi, Pelatihan, serta Review dan Evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu sebesar 92,50% warga dapat dengan mudah menggunakan dan mengoperasikan aplikasi SIMANDES, serta 90,30% warga menilai aplikasi SIMANDES dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan administrasi desa di Desa Sukorejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Kata kunci: sistem manajemen administrasi desa; website; sukorejo kabupaten malang. Abstract Villages have an important role in supporting the success of national development. The success of village government is very dependent on the arrangement of the village administration system. Sukorejo Village is a village located in Gondanglegi District, Malang Regency whose village administration services still use a manual system. To address this need, a website-based Village Administration Management System (SIMANDES) technology was developed to support village administration system services. The method for implementing this activity uses the approach from Vincent II, J. W, namely Team Formation, Goal Formulation, Partner Identification, Needs Gathering and Analysis, Determining Problem Solution Priorities, Preparation, Implementation, Training and Mentoring, as well as Review and Evaluation. The results of the activity were that 92.50% of residents could easily use and operate the SIMANDES application, and 90.30% of residents assessed that the SIMANDES application could improve the efficiency and effectiveness of village administration services in Sukorejo Village, Gondanglegi District, Malang Regency Keywords: village administration management system; website; sukorejo malang regency.