cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan kemampuan merawat anak stunting di desa Bukek Pamekasan Ade Susanty; Ira Purnamasari; Firman Firman; Dede Nasrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23344

Abstract

AbstrakPengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan, memperkenalkan konsep investasi, serta memperkenalkan teknologi finansial bagi generasi muda. Pengabdian dilaksanakan melalui kegiatan edukasi yang diselenggarakan di SMA Kristen Calvin Jakarta pada tanggal 31 Juli 2023 dengan peserta siswa-siswi dari kelas XII IPS 1 dan XII IPS 2. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan siswi tentang konsep dasar keuangan, mulai dari pengelolaan uang pribadi, pentingnya menyisihkan tabungan, hingga memahami berbagai instrumen investasi yang tersedia serta risiko yang timbul pada investasi tersebut. Selain itu, pengabdian ini juga memperkenalkan teknologi finansial sebagai alat yang dapat mempermudah akses terhadap layanan keuangan sehingga transaksi atau investasi yang dilakukan lebih efektif dan efisien. Evaluasi terhadap efektivitas pengabdian dilakukan melalui survei yang dibagikan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil survei menunjukkan bahwa peserta telah memiliki literasi keuangan yang baik, dan literasi keuangan tersebut semakin meningkat setelah diadakan edukasi. Peserta juga telah mengenal produk-produk keuangan, pentingnya literasi keuangan, pentingnya teknologi finansial, serta pentingnya pengetahuan mengelola keuangan, juga pentingnya pengelolaan risiko dalam berinvestasi. Namun demikian, belum banyaknya produk keuangan yang dimiliki oleh responden menjadi catatan penting dari pengabdian ini, bahwa inklusi keuangan pada generasi muda masih perlu ditingkatkan. Kata kunci: investasi; literasi keuangan; pengelolaan keuangan; teknologi finansial AbstractThis community service aims to elevate financial literacy, introduce investment concepts, and familiarize the younger generation with financial technology. The initiative was conducted through educational activities held at Calvin Christian Senior High School in Jakarta on July 31, 2023, involving students from the XII IPS 1 and XII IPS 2 classes. The primary objective of these activities was to enhance the student's comprehension of fundamental financial concepts, encompassing personal financial management, the significance of savings allocation, and an understanding of various available investment instruments and associated risks. Moreover, this initiative introduced financial technology as a facilitative tool for accessing financial services, enhancing the effectiveness and efficiency of transactions or investments. We assessed the efficacy of this initiative through pre- and post-event surveys. The survey results indicated that participants possessed a commendable level of financial literacy, which further improved following the educational intervention. Participants demonstrated familiarity with financial products, the importance of financial literacy, the role of financial technology, the significance of financial management, and the necessity of risk management in investment. However, the notable observation from this initiative was the limited ownership of financial products among respondents, emphasizing the ongoing need to enhance financial inclusivity among the younger generation. Keywords: investment; financial literacy; financial management; financial technology
Pelatihan penggunaan software autocad (versi pelajar) sebagai pelengkap gambar kerja bagi staf teknis pada CV. Dwipayana Graha Bastam, Mukhlis Nahriri; Nurmeyliandari, Revianty; Panjaitan, Febriyanti; Pramadona, Adelia Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27012

Abstract

Abstrak Pelatihan penggunaan software AutoCAD sebagai pelengkap gambar kerja bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan AutoCAD sebagai alat desain dan konstruksi. Kegiatan pengabdian ini berhasil dilaksanakan dengan baik dan hasil prestest menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, pengetahuan peserta dalam penggunaan AutoCAD berada pada tingkat 65%. Namun setelah mengikuti pelatihan, hasil posttest menunjukkan peningkatan menjadi 87%. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan AutoCAD berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan software tersebut. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan manfaat berupa kemampuan peserta dalam menghasilkan gambar kerja yang lebih akurat dan efisien menggunakan AutoCAD. Kendala dalam instalasi software berhasil diatasi sehingga tidak menghambat keberhasilan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan manfaat nyata kepada para peserta dengan meningkatkan pemahaman keterampilan dan efisiensi dalam menggunakan AutoCAD sebagai alat bantu desain dan konstruksi.. Kata kunci: autocad; pelatihan; pretest; postest. Abstract The training on the use of Autocad software as a complement to technical drawings aims to enhance the knowledge and skills of the community in utilizing Autocad as a tool for design and construction. This community engagement activity was successfully conducted, and the results of the pretest indicated that participants had a knowledge level of 65% prior to the training. However, after participating in the training, the posttest results showed a significant improvement, reaching 87%. This demonstrates the effectiveness of the Autocad training in enhancing participants' understanding and skills in using the software. Additionally, the training provided participants with the ability to produce more accurate and efficient technical drawings using Autocad. Despite the challenges faced during the software installation process, they were overcome, ensuring smooth progress of the training. Overall, this community engagement activity has delivered tangible benefits to the participants by enhancing their knowledge, skills, and efficiency in utilizing Autocad as a valuable tool for design and construction purposes Keywords: autocad; training; pretest; posttest
Pemberdayaan pengrajin anyaman bambu sebagai upaya inovasi UMKM Buket di Kabupaten Kebumen Ngazizah, Fatmaul Dyah; Widjajani, Susi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27446

Abstract

Abstrak Pemberdayaan pengrajin anyaman bambu di Kabupaten Kebumen merupakan upaya dalam mengembangkan inovasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan agar para pengrajin anyaman bambu lebih berkembang dan dapat dijadikan sebagai inovasi untuk UMKM, khususnya pada produksi buket dengan mengangkat kearifan lokal.Dalam pemberdayaan ini melibatkan para pengrajin anyaman bambu yang berjumlah 2 pengrajin anyaman bambu untuk diajarkan dalam pembuatan buket yang dikreasikan dengan anyaman bambu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang difokuskan pada permasalahan atas dasar fakta yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil dari kegiatan ini para pengrajin bambu dapat mengembangkan ide  anyaman bambu agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi serta dapat bekerja sama dengan para pelaku UMKM buket di Kabupaten Kebumen. Program pemberdayan ini berperan penting dalam memperkenalkan produk modern yang mengangkat kearifan lokal yang berupa buket anyaman dari bambu. Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa pentingnya integrasi antara inovasi produk dan pemberdayaan para pengrajin anyaman bambu untuk mendorong UMKM berbasis kerajinan bambu yang mengangkat kearifan lokal di kabupaten Kebumen. Kata kunci: buket; inovasi; pengrajin bambu; pemberdayaan; UMKM Abstract The empowerment of woven bamboo craftsmen in Kebumen Regency is an effort to develop innovations in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) and improve the welfare of local communities. This empowerment activity aims to make bamboo plait craftsmen more developed and can be used as an innovation for MSMEs, especially in bouquet production by lifting local wisdom. This empowerment involves bamboo plait craftsmen totalling 2 bamboo plait craftsmen to be taught in making bouquet collaborated with bamboo plaiting. This activity is carried out using a qualitative descriptive method that is focused on problems based on facts conducted by observation and interviews. . The result of this activity is that the bamboo craftsmen can develop the idea of bamboo plaiting to have a higher selling value and can work together with bouquet SMEs in Kebumen Regency. This empowerment programme plays an important role in introducing modern products that promote local wisdom in the form of woven bamboo bouquet. The conclusion of this activity is that the importance of integration between product innovation and empowerment of bamboo plait craftsmen to encourage bamboo-based MSMEs that promote local wisdom in Kebumen district. Keywords: bouquet; innovation; bamboo craftsmen; emowement; MSMEs
Penerapan teknologi tepat guna alat pengatur suhu otomatis pada proses fermentasi kedelai bagi usaha pembuatan tempe di kampung Pagah kabupaten Jember Fitriana Fitriana; Habibatul Azizah Al Faruq; Iswahyudi Iswahyudi; Mokh. Hairul Bahri; Ahmad Rodi; Septian Vhani Eka Saputra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23386

Abstract

AbstrakUsaha “Tempe Pak Yadi” merupakan salah satu bidang usaha pembuatan tempe yang ada di Kabupaten Jember. Usaha “Tempe Pak Yadi” yang saat ini dikelola Bapak Jumriadi mampu menghasilkan sekitar 225 tempe perharinya dengan menggunakan 50 kg kedelai. Selama ini, proses fermentasi kedelai pada usaha “Tempe Pak Yadi” masih dilakukan secara manual atau konvensial yaitu dengan penempatan kedelai yang sudah dikemas di atas papan dalam sebuah ruangan.   Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pengelola usaha “Tempe Pak Yadi”, salah satu masalah dalam pembuatan tempe yang dialami oleh usaha “Tempe Pak Yadi” dalam proses produksi tempe adalah pada cuaca yang suhu dan kelembabannya tidak menentu. Pada kondisi cuaca tidak menentu, perubahan suhu dan kelembaban didalam ruangan proses fermentasi tempe menjadi fluktuatif sehingga mengakibatkan tempe tidak bisa terbentuk tepat pada waktunya dan kualitasnya juga berkurang. Permasalahan lainnya yang dialami oleh usaha “Tempe Pak Yadi” selaku mitra yaitu kurangnya pengetahuan tentang adanya teknologi yang dapat mengatur suhu secara otomatis pada proses fermentasi kedelai.  Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, tim pengabdian ingin membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi mitra tersebut dengan cara: 1) Menerapkan teknologi tepat guna berupa alat pengatur suhu otomatis pada proses fermentasi kedelai dan 2) Memberikan sosialisasi terkait manfaat, cara penggunaan, dan perawatan alat pengatur suhu otomatis untuk proses fermentasi kedelai pada pembuatan tempe. Adapun rangkaian pelaksanaan pengabdian yang dilakukan yaitu survey lapangan, perencanaan, pembuatan alat, ujicoba alat, sosialisasi terkait alat, dan serah terima alat. Hasil uji alat menunjukkan bahwa alat dapat bekerja dengan baik seperti yang diharapkan. Kata kunci: fermentasi kedelai; pengatur suhu; teknologi tepat guna; tempe AbstractThe "Pak Yadi Tempe" business is one of the tempe making businesses in Jember Regency. The "Tempeh Pak Yadi" business which is currently managed by Mr Jumriadi is capable of producing around 225 tempeh per day using 50 kg of soybeans. So far, the soybean fermentation process in the "Tempe Pak Yadi" business is still carried out manually or conventionally, namely by placing the packaged soybeans on a board in a room. Based on the results of interviews conducted with the manager of the "Tempe Pak Yadi" business, one of the problems in making tempeh experienced by the "Tempe Pak Yadi" business in the tempe production process is the weather where the temperature and humidity are unpredictable. In uncertain weather conditions, changes in temperature and humidity in the tempeh fermentation process become fluctuating, resulting in tempeh not being able to form on time and its quality also being reduced. Another problem experienced by the "Tempe Pak Yadi" business as a partner is the lack of knowledge about the existence of technology that can regulate temperature automatically in the soybean fermentation process. Based on the partner's problems, the service team wants to help provide solutions to the problems faced by these partners by: 1) Applying appropriate technology in the form of an automatic temperature control device in the soybean fermentation process and 2) Providing outreach regarding the benefits, how to use and care for the control device automatic temperature for the soybean fermentation process in making tempeh. The series of service implementation carried out were field survey, planning, tool making, tool testing, tool related outreach, and tool handover. The tool test results show that the tool can work well as expected. Keywords: soybean fermentation; temperature control; appropriate technology; tempeh
Pelatihan manajemen pelaporan organisasi berbasis penulisan jurnal ilmiah Diyah Puspitarini; Nunung Damayanti; Nabilah Amalia; Mona Sholihah; Andre Kusnadi; Muhammad Kunta Biddinika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22848

Abstract

Abstrak Nasyiatul Aisyiyah (NA) sebagai ormas berperan penting dalam mendukung kehidupan bernegara. Karena itu NA perlu melakukan manajemen yang lebih baik dan rapi dalam mekanisme pelaporannya. Sayangnya, laporan-laporan kegiatan di NA masih berbentuk tumpukan kertas yang tidak terbaca oleh masyarakat. Padahal, laporan tersebut bisa menjadi satu sumbangsih keilmuan NA. Karena itu, Pimpinan Wilayah (PW) NA mengajak Universitas Ahmad Dahlan (UAD) supaya laporan-laporan kegiatannya lebih bermanfaat bagi masyarakat. Dengan skema pengabdian kepada masyarakat, UAD berkolaborasi dengan PWNA untuk memberikan wawasan dan pelatihan penggunaan mekanisme manajemen pelaporan dalam organisasi berbasis penulisan jurnal ilmiah. Peserta pelatihan adalah PWNA DI Yogyakarta dan perwakilan Pimpinan Daerah (PD) NA Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo. Topiknya adalah manajemen organisasi dan pengenalan publikasi ilmiah di jurnal akademik. Selain itu, ada pula pendampingan pembuatan tulisan ilmiah berdasarkan laporan kegiatan dalam organisasi. Karena masih masa pandemi Covid-19, pelatihan dilaksanakan secara blended method; luring dan daring, secara synchronous dan asynchronous learning. Alatnya adalah pendukung virtual class seperti Google Classroom, Zoom Meeting, maupun YouTube Streaming. Kegiatan ini dipublikasikan di jurnal pengabdian masyarakat atau prosiding seminar nasional. Kata kunci: manajemen organisasi; pelaporan kegiatan; publikasi ilmiah Abstract Nasyiatul Aisyiyah (NA) as an NPO plays an important role in the community system. Therefore, NA needs to conduct better and neater management including its reporting mechanisms. Currently, activity reports at NA are still in the piles of paper. They are unreadable publicly. Whereas they could be one of NA's contributions. Therefore, the Provincial Board of NA in Special Region of Yogyakarta (PWNA DIY) took the initiative to invite Ahmad Dahlan University (UAD) so that reports on its activities would have greater benefits for the community. With a community service program, UAD collaborates with PWNA to provide insight and training on the utilization of reporting management mechanisms in organizations based on scientific journal writing. The training participants were PWNA DIY and representatives of the Regency Board of NA (PDNA) from Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul and Kulonprogo. The topics were organizational management and the introduction of scientific publications in academic journals. There is also assistance in scientific writing based on organization’s activity reports. The training has been carried out in the blended method; offline and online, both synchronously and asynchronously due to Covid-19. It used Google Classroom, Zoom, and YouTube. This activity is also published in academic journals or seminar proceedings. Keywords: organizational management; activities reporting; scientific publication
Pengobatan massal gratis bagi masyarakat Kp.Legok Serang Provinsi Banten Donny Richard Mataputun; Lenny Rosbi Rimbun; Esther Lenny Dorlan Marisi; Tamrin Tamrin; Cicielia Ernawati Rahayu; Irman irman; Kustia Anggereni; Dea Aprilya; Karyatin Karyatin; Juairiah Juairiah; Mia Atlantic
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23329

Abstract

Abstrak Pengobatan gratis secara massal merupakan strategi penting dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan bagi masyarakat dalam skala besar. Program-program ini melibatkan pemberian layanan kesehatan secara luas, seperti pemeriksaan kesehatan, distribusi obat-obatan, dan penyuluhan kesehatan, dengan tujuan utama untuk mengurangi beban penyakit dan meningkatkan kesehatan populasi secara keseluruhan. Melalui partisipasi aktif masyarakat serta kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta, program pengobatan massal dapat menjadi efektif dalam merespons keadaan darurat kesehatan masyarakat dan memperkuat sistem kesehatan secara keseluruhan. Sebagai bagian dari upaya ini, perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mengorganisir dan melaksanakan program-program pengobatan massal, dengan fokus pada partisipasi masyarakat dan penguatan sistem kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah mningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, pencegahan dan pengobatan penyakit.Target dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah Masyarakat Kp.Legok Serang Banten dengan jumlah 272 dengan berbagai penyakit seperti Hipetensi, rheumatik, infeksi saluran pernafasan, Diabetes melitus, alergi, asma, dan penyakit lainnya . Kegiatan dimulai dengan pendaftaran, pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan dokter dan pemberian obat-obatan. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan abdimas secara umum berjalan dengan lancar dan Masyarakat sangat puas, selain mendapatkan pengobatan juga mendapatkan edukasi terkait permasalahan Kesehatan yang dihadapi. Peran KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) yang dijalankan tenaga Kesehatan dalam hal ini Dosen dan mahasiswa keperawatan. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan abdimas ini kesadaran masyarakat tentang kesehatan dapat meningkat agar tetap terjaga derajat kesehatan Masyarakat yang optimal. Kata kunci: pengobatan gratis; pengabdian masyarakat Abstract Mass free treatment is an important strategy in increasing access to health services for the community on a large scale. These programs involve the delivery of a wide range of health services, such as health screenings, distribution of medicines, and health education, with the primary goal of reducing the burden of disease and improving the overall health of the population. Through active community participation and collaboration between various parties, including the government, non-governmental organizations, and the private sector, mass treatment programs can be effective in responding to public health emergencies and strengthening the health system as a whole. As part of this effort, universities have a crucial role in organizing and implementing mass treatment programs, with a focus on community participation and strengthening the health system. The aim of this activity is to increase access to health services, prevention and treatment of disease. The target for implementing this community service is the 272 Kp. Legok Serang Banten community with various diseases such as hypertension, rheumatism, respiratory tract infections, diabetes mellitus, allergies, asthma, and other diseases. Activities begin with registration, checking vital signs, doctor's examination and administering medication. The conclusion is that the implementation of community service activities generally ran smoothly and the community was very satisfied, apart from receiving treatment they also received education regarding the health problems they faced. The role of KIE (Educational Information Communication) is carried out by health workers, in this case lecturers and nursing students. Therefore, it is hoped that through this community service activity, public awareness about health can increase so that optimal levels of public health are maintained. Keywords: free treatment; community service
Pelatihan kecakapan hidup siswa menengah pertama melalui praktik pembuatan sabun cuci ekonomis Herosian, Mila Yulia; Sihombing, Yeni Rafita; Pulungan, Delyanti Azzumarito; Sabaryati, Johri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26823

Abstract

Abstrak Pendidikan harus mampu membangun keterampilan siswa sehingga mampu menghadapi dan memecahkan masalah kehidupan. Salah satunya melalui pelatihan kecakapan hidup yang memberikan keterampilan baru bagi siswa. Salah satunya adalah keterampilan membuat sabun cuci cair. Oleh karena itu, pelatihan membuat sabun cuci piring ini bertujuan untuk memberikan keterampilan membuat sabun cair bagi siswa. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan dan unjuk kerja kepada 30 orang siswa SMP Negeri 1 Labuhan Deli, Sumatera Utara. Bahan yang digunakan untuk membuat sabun cuci cair antara lain SLS, texapon dan garam serta bahan aditif seperti parfum, pengawet, pengental dan zat pewarna yang dapat diperoleh dengan harga terjangkau. Kegiatan dilakukan dengan tiga tahapan: Persiapan, pelaksanaan, dan Evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan siswa telah memahami proses dan langkah-langkah untuk membuat sabun cuci cair, termasuk bagaimana cara pengemasan dan promosinya jika ingin dipasarkan. Pelatihan ini dapat menstimulus kreatifitas serta membangun jiwa kewirausahaan siswa yang dapat dimanfaatkan dimasa depan siswa. Kata kunci: pelatihan; kecakapan hidup; sabun cuci cair ekonomis Abstract Education must be able to build students' skills so that they can face and solve life's problems. One of them is through life skills training that provides new skills for students. One of these skills is making liquid dish soap. Therefore, this dish soap-making training aims to provide students with the skills to make liquid soap. This activity was conducted using training and demonstration methods for 30 students from SMP Negeri 1 Labuhan Deli, North Sumatra. The materials used to make liquid dish soap include SLS, texapon, and salt, as well as additives such as perfume, preservatives, thickeners, and coloring agents that can be obtained at an affordable price. The activity was carried out in three stages: Preparation, implementation, and evaluation. The training results show that students have understood the process and steps to make liquid dish soap, including how to package and promote it if they want to market it. This training can stimulate creativity and build the entrepreneurial spirit of students, which can be utilized in the future. Keywords: training; life skill; economical liquid soap
Edukasi pencegahan dan penanganan stunting di warga gereja masehi hari advent jemaat Kolayinuk Koya Koso Papua Kristina, Yunita; Suweni, Korinus; Purba, Ellen R.V.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27371

Abstract

AbstrakWilayah Gereja Masehi Hari Advent (GMAHK) Jemaat Kolayinuk Koya Koso berada di kawasan yang rawan malaria akibat tingginya kepadatan nyamuk, dengan mayoritas warga jemaat bekerja sebagai petani dan memiliki tingkat pendidikan rendah. Malaria yang berulang sering dialami oleh orang dewasa, ibu hamil, anak-anak, dan balita, sehingga meningkatkan risiko terjadinya stunting di wilayah tersebut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan dan penanganan stunting bagi warga jemaat dan sekitar wilayah GMAHK. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai pencegahan dan penanganan stunting melalui edukasi partisipatif. Metode yang digunakan berupa workshop offline dengan melibatkan 100 peserta, termasuk remaja, ibu hamil, dan tokoh agama. Kegiatan berdurasi 120 menit ini mencakup edukasi mengenali, mencegah, dan mengatasi stunting dengan media seperti video, leaflet, dan presentasi. Selain itu, dilakukan pengukuran status gizi bayi dan anak-anak melalui penimbangan berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas (LILA), serta pelatihan penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) terbaru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 72,9% responden memiliki pengetahuan kurang, dan 27,1% memiliki pengetahuan baik. Setelah edukasi, seluruh responden (100%) mencapai kategori pengetahuan baik, dengan peningkatan signifikan. Uji statistik menggunakan SPSS menunjukkan pengaruh signifikan antara pre-test dan post-test (p-value 0,000), yang membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Edukasi Masyarakat Dalam Upaya Bersama Kenali, Cegah Dan Atasi Stunting Di Warga Binaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Papua Jemaat Kolayinuk Koya Koso sangat dibutuhkan masyarakat untuk membantu mereka agar dapat mengenali, mencegah Dan mengatasi Stunting. Kata kunci: pengetahuan; pendidikan kesehatan; stunting; Koya Kosso AbstractThe region of the Seventh-day Adventist Church (GMAHK) Jemaat Kolayinuk Koya Koso is a malaria-prone area due to the high density of mosquitoes, with the majority of congregation members working as farmers and having low levels of education. Recurrent malaria frequently affects adults, pregnant women, children, and infants, increasing the risk of stunting in this area. Therefore, community education is necessary to enhance understanding of stunting prevention and management among the congregation and the surrounding community of GMAHK. This community service activity aimed to improve residents' understanding of stunting prevention and management through participatory education. The method involved an offline workshop with 100 participants, including teenagers, pregnant women, and religious leaders. The 120-minute workshop covered education on identifying, preventing, and managing stunting using media such as videos, leaflets, and presentations. Additionally, nutritional status measurements of infants and children were conducted, including weight measurements, head circumference, upper arm circumference (LILA), and training on using the latest version of the Kartu Menuju Sehat (KMS). The results showed that 72.9% of respondents had poor knowledge before education, and only 27.1% had good knowledge. After the educational intervention, all respondents (100%) achieved good knowledge, indicating a significant improvement. Statistical analysis using SPSS revealed a significant influence between the pre-test and post-test (p-value 0.000), proving that health education effectively improved community knowledge about stunting. Community education initiatives to jointly recognize, prevent, and address stunting among the Seventh-day Adventist Church Kolayinuk Koya Koso congregation are essential to help them independently identify, prevent, and manage stunting. Keywords: knowledge; health education; stunting; Koya Kosso
Program pendampingan penulisan ilmiah dan eksplorasi kesenjangan penelitian menggunakan teknologi kecerdasan buatan bagi Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Amikom Purwokerto Widiawati, Chyntia Raras Ajeng; Utomo, Fandy Setyo; Saputro, Rujianto Eko; Sarmini, Sarmini; Adiya, Az Zahra Dwi Nur; Ilham, Rifqi Arifin; Hartini, Sri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26890

Abstract

AbstrakPermasalahan yang dihadapi oleh mitra sasaran Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Amikom Purwokerto adalah rendahnya jumlah dosen yang memiliki gelar doktor yang berperan penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Berdasarkan data FIK, dari 72 dosen, hanya 6 yang memiliki gelar doktor. Rendahnya jumlah doktor ini disebabkan karena dosen kesulitan dalam menentukan tema penelitian yang tepat dan relevan dengan kepakaran mereka, kesulitan menemukan dan merumuskan kesenjangan penelitian, serta kesulitan dalam merumuskan inovasi dan kebaruan riset. Berdasarkan permasalahan tersebut, kami memberikan solusi menyelenggarakan program Bootcamp Doktoral: Penulisan ilmiah dan identifikasi kesenjangan penelitian menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Target yang diharapkan dari program ini, yakni dosen di lingkungan fakultas ilmu komputer dapat meningkatkan kompetensi akademik, mengembangkan jaringan profesional, meningkatkan keterampilan penelitian dan penulisan publikasi, memperoleh motivasi dan inspirasi untuk studi lanjut S3, mengembangkan soft skill, serta mampu beradaptasi dengan tren teknologi terbaru. Berdasarkan target luaran yang telah ditetapkan, metode pengabdian masyarakat yang digunanakan dalam program ini mencakup 3 tahap utama, yaitu tahap persiapan kegiatan, implementasi kegiatan, dan pelaporan kegiatan. Hasil evaluasi pelaksanaan program pendampingan melalui umpan balik peserta pada hari selasa, 20 Agustus 2024 secara daring diperoleh hasil bahwa seluruh peserta webinar dapat memahami pengoperasian tools berbasis teknologi kecerdasan buatan untuk penulisan ilmiah, dan memahami etika penggunaan teks atau data dari hasil tools kecerdasan buatan dalam konteks penelitian. Kata kunci: pendampingan; kecerdasan buatan; penulisan ilmiah; penelitian; doktoral AbstractThe problem faced by the target partners of the Faculty of Computer Science Universitas Amikom Purwokerto is the low number of lecturers who have doctoral degrees who play an essential role in improving the quality of education and research. The low number of doctors is caused by lecturers having difficulty determining the correct and relevant research themes with their expertise, difficulty finding and formulating research gaps, and difficulty formulating innovation and research novelty. Based on these problems, we provide a solution to organize a Doctoral Bootcamp program: Scientific writing and identifying research gaps using artificial intelligence technology. The expected target of this program is that lecturers in the faculty of computer science can improve their academic competence, develop professional networks, improve research skills and publication writing, gain motivation and inspiration for further doctoral studies, develop soft skills, and be able to adapt to the latest technological trends. Based on the set output targets, the community service method used in this program includes three main stages: the activity preparation stage, activity implementation, and activity reporting. The results of the evaluation of the implementation of the mentoring program through participant feedback showed that all webinar participants were able to understand the operation of artificial intelligence technology-based tools for scientific writing and understand the ethics of using text or data from the results of artificial intelligence tools in the context of research. Keywords: mentoring; artificial intelligence; scientific writing; research; doctoral
Analisis peramalan penjualan dan keuntungan usaha tempe di UMKM super murni kota Bekasi Nabila Rizky Ananda Hadi; Ekalia YusianaYusiana; I Ketut Manu Mahatmayana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23168

Abstract

Abstrak UMKM Super Murni merupakan usaha kecil industri rumahan yang melakukan produksi dan penjualan tempe di kota Bekasi. Permasalahan yang terjadi di UMKM Super Murni adalah adanya kondisi kelebihan stok produksi tempe. Peramalan penjualan dapat membantu pemilik usaha dalam membuat keputusan dan memiliki jumlak stok optimal berdasarkan hasil ramalan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peramalan penjualan serta menganalisis keuntungan yang diperoleh dari hasil ramalan penjualan tempe papan besar dan medium di UMKM Super Murni selama 12 bulan. Penelitian ini menggunakan metode Naïve, Moving Average, Single Exponential Smoothing dan ARIMA. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai Mean Square Error (MSE) terkecil untuk tempe papan besar terdapat pada metode ARIMA (0,1,2) dengan nilai MSE sebesar 7.126,07 dan untuk tempe papan medium terdapat pada metode ARIMA (3,1,3) dengan nilai Mean Square Error (MSE) sebesar 23.519,6. Ramalan tempe papan besar menunjukkan penurunan penjualan dari periode 15 ke 16, lalu stabil hingga periode 26. Penjualan tempe papan medium naik turun setiap periode, tetapi stabil di sekitar rata-rata. Total keuntungan penjualan kedua jenis tempe pada periode 15-26 adalah Rp142.399.816 dengan rata-rata Rp11.866.651 per periode.Kata kunci: ARIMA; MSE; peramalan penjualan; tempe; UMKM. Abstract UMKM Super Murni is a small home industry business that produces and sells tempeh in Bekasi city. The problem that occurs at Super Murni MSME is the condition of excess stock of tempeh production. Sales forecasting can help business owners make decisions and have optimal stock quantities based on sales forecast results. This study aims to analyze sales forecasting and analyze the profits obtained from the sales forecast results of large and medium tempe boards at Super Murni MSMEs for 12 months. This research uses Naïve, Moving Average, Single Exponential Smoothing and ARIMA methods. The results showed that the smallest Mean Square Error (MSE) value for large board tempeh was in the ARIMA (0,1,2) method with an MSE value of 7.126,07 and for medium board tempeh was in the ARIMA (3,1,3) method with a Mean Square Error (MSE) value of 23.519,6. The forecast for large board tempeh shows a decrease in sales from period 15 to 16, then stable until period 26. Sales of medium board tempeh fluctuate every period, but stable around the average. The total sales profit of both types of tempeh in periods 15-26 was Rp142.399.816 with an average of Rp11.866.651 per period.Keywords: ARIMA; MSE; sales forecasting; tempeh; UMKM