cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pengembangan minat siswa terhadap kerajinan makrame melalui pelatihan teknik dasar pembuatan hiasan dinding makrame Al'azmi, Muhammad Izzuddin; Fatihah, Muhammad Faril; Rahmani, Andin; Putri, Sheila Andita; Atamtajani, Asep Sufyan Muhakik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23050

Abstract

AbstrakKerajinan makrame memanfaatkan teknik simpul pada tali atau benang untuk menciptakan karya dekoratif. Memiliki sejarah panjang sejak abad ke-13 dari kalangan penenun Arab, makrame banyak digemari pada setiap periode sejarah dan makrame harus terus dilestarikan dan dikembangkan terutama oleh kalangan muda yang memiliki minat pada seni kreatif. Peneliti bekerjasama dengan SMK Telkom Bandung untuk mengadakan kegiatan berupa workshop pelatihan teknik dasar pembuatan hiasan dinding makrame yang bertujuan untuk mengembangkan minat serta kemampuan siswa dalam pembuatan kerajinan makrame. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan demonstrasi langsung dan hands-on learning (Pembelajaran praktis). Tahapan kegiatan workshop ini adalah pemaparan materi terlebih dahulu oleh pemateri, lalu demonstrasi langsung oleh pemateri terkait teknik simpul dasar, kemudian siswa hands-on learning terhadap apa yang telah didemonstrasikan langsung oleh pemateri. Pelatihan ini diikuti oleh 14 peserta siswa SMK Telkom Bandung, dan dilaksanakan pada 13 Desember 2022 semester genap Tahun Ajaran 2021/2022. Hasil dari penelitian ini adalah siswa mendapatkan wawasan mengenai apa itu makrame, sejarah, alat dan bahan, jenis-jenis simpul, dan teknik pembuatannya. Siswa juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembuatan makrame, mempraktikan teknik simpul, dan menciptakan hasil akhir berupa karya hiasan dinding makrame. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan cepat memahami dan tertarik pada hiasan dinding makrame. Mereka berhasil membuat hiasan dinding makrame dengan baik setelah mengikuti tahapan kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa minat siswa terhadap hiasan dinding makrame berkembang dengan cepat. Kemudian siswa diharapkan dapat terus mengembangkan minatnya terhadap makrame dan dapat menjadikannya tempat untuk menyalurkan hobi seni kreatif atau bahkan peluang bisnis. Kata Kunci: makrame; pelatihan teknik dasar; workshop; demonstrasi langsung; hands-on learning AbstractMacrame is a craft that involves knotting techniques on strings or threads to create decorative pieces. It has a long history dating back to the 13th century among Arab weavers and has been cherished throughout various historical periods. It's essential to preserve and develop this craft, especially among younger generations interested in creative arts. Researchers collaborated with Telkom Bandung Vocational High School to organize a workshop aimed at training students in the basic techniques of macrame wall-hanging creation. The goal was to nurture their interest and skills in macrame crafting. This research employed a qualitative methodology with a hands-on learning approach. The workshop activities included an initial material exposition by the instructor, followed by direct demonstrations of basic knotting techniques, and then hands-on learning sessions for students to practice what was demonstrated. Fourteen students from Telkom Bandung Vocational High School participated in the training, which took place on December 13, 2022, in the second semester of the 2021/2022 academic year. The outcomes of this research included providing students with insights into macrame, its history, tools and materials, types of knots, and crafting techniques. Students also had the opportunity to engage directly in macrame creation, practicing knotting techniques, and producing finished macrame wall hanging artworks. The research findings indicated that students quickly grasped the basic techniques and became interested in macrame wall hangings. They successfully crafted macrame wall hangings after participating in the workshop activities, demonstrating a rapid development of interest in macrame among students. The hope is that students will continue to cultivate their interest in macrame and consider it as a platform for expressing their creative art hobbies or even as a business opportunity. Keywords: macrame; basic technique training; workshop; direct demonstration; hands-on learning.
Peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) dan perizinan operasional pada Desa Wisata Tete Batu Kabupaten Lombok Timur Titin Windiasari; Rosmiati Rosmiati; Yudhi Kurniawan Zahari; Yayuk Mayasni; Radhitya Putra Ramadhan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27099

Abstract

AbstrakDesa Tete Batu merupakan salah satu desa wisata andalan yang dimiliki oleh Kabupaten Lombok Timur dikarenakan pada saat musim liburan tiba diperkirakan hampir 200 wisatawan per hari yang datang berkunjung baik wisatawan domestic maupun internasioanal. Menilik hal tersebut sudah sewajarnya setiap pelaku usaha mempersiapkan diri untuk memfasilitasi kebutuhan wisatawan dalam penyediaan akomodasi, transportasi, konsumsi dan lainnya sehingga mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya yang ada di NTB. Untuk itu pelaku UMKM dirasa sangat perlu para merancang, mengelola dan mengembangkan produk demi meningkatkan kinerja Usaha Mikro Kecil Menengah guna meningkatkan pendapatan masyarakat yang mandiri serta berkelanjutan. Bentuk konsentrasi UMKM yang terkait dengan pengembangan produk yaitu izin operasional berupa registrasi Nomor Induk  Berusaha (NIB),  Sertifikasi Pangan  Industri Rumah  (PIRT) dan sertifikasi Halal . Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memperkuat kesadaran dan keahlian pelaku UMKM dalam hal memenuhi peraturan dan standar kualitas yang telah ditentukan. Pelatihan yang dilakukan antara lain adalah melakukan sosialisasi guna memberikan informasi peluang dan manfaat pendaftaran NIB, PIRT dan sertifikasi Halal. Selain itu pelaku UMKM juga diberikan pelatihan bagiamana pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) yang merupakan salah satu komoditas andalan yang ada di Desa. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu bahwa pelaku UMKM memiliki pengetahuan dan pemahaman yang jauh lebih baik mengenai pentingnya kepatuhan terhadap peraturan dan standar kualitas. Penerapan sertifikasi NIB, PIRT dan halal pada produk di desa Tete Batu sehingga memberikan dampak positif   terhadap   tingkat   kepercayaan   konsumen dan menjangkau pasar yang lebih luas. kunci: NIB; PIRT; halal; VCO AbstractTete Batu Village is one of the main tourist villages owned by East Lombok Regency because when the holiday season arrives it is estimated that almost 200 tourists per day come to visit, both domestic and international tourists. Considering this, it is natural for every business actor to prepare themselves to facilitate tourists' needs in providing accommodation, transportation, food and so on so that they are able to compete with other tourist destinations in NTB. For this reason, it is felt that MSME actors really need to design, manage and develop products to improve the performance of Micro, Small and Medium Enterprises in order to increase independent and sustainable community income. Forms of MSME concentration related to product development are operational permits in the form of Business Identification Number (NIB) registration, Home Industry Food Certification (PIRT) and Halal certification. The aim of this service activity is to strengthen the awareness and expertise of MSME players in fulfilling predetermined regulations and quality standards. The training carried out included conducting outreach to provide information on the opportunities and benefits of registering for NIB, PIRT and Halal certification. Apart from that, MSMEs are also given training on how to process Virgin Coconut Oil (VCO), which is one of the mainstay commodities in the village. The result of this service activity is that MSME players have much better knowledge and understanding of the importance of compliance with regulations and quality standards. The implementation of NIB, PIRT and halal certification on products in Tete Batu village has had a positive impact on the level of consumer confidence and reached a wider market. keyword: NIB; PIRT; halal; VCO
Sosialisasi penggunaan aplikasi QR & barcode scanner guna evaluasi kecukupan nutrisi ternak ruminansia pada kelompok tani di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang-Sumbawa Azhary Noersidiq; Syamsul Hidayat Dilaga; Dahlanuddin Dahlanuddin; Muhamad Amin; Oscar Yanuarianto; Ryan Aryadin Putra; Fahrullah Fahrulllah; Vebera Maslami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27003

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2024 yang berlokasi di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa-NTB. Mitra kelompok tani ternak bernama “Putra Ano Siup” yang berdiri pada tanggal 3 Mei 2023 dan beranggotakan 10 orang dan pada saat hari kegiatan diikuti oleh 20 orang peserta. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya tingkat produktivitas ternak yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan peternak dalam hal manajemen pemberian pakan, terutama dalam hal kecukupan nutrisi. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan aplikasi QR&Barcode Scanner yang dapat membantu peternak dalam mengevaluasi kualitas dan kecukupan nutrisi pakan secara mudah dan akurat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung produktivitas dan kesejahteraan ternak mereka. Dengan demikian, diharapkan produktivitas ternak di desa ini akan meningkat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Metode kegiatan meliputi sosialisasi tentang pentingnya manajemen pemberian pakan yang baik dan benar bagi ternak ruminasisa khususnya dalam hal kecukupan nutrisi serta dikemas dengan pengenalan terhadap aplikasi QR&Barcode Scanner tersebut. Disimpulkan bahwa secara mayoritas, tingkat pemahaman peternak terhadap cara evaluasi kecukupan nutrisi ternak dan pemanfaatan aplikasi tersebut setelah dilaksanakan kegiatan sosialisasi bekisar 80%-90%. Hal ini dapat digunakan sebagai indikasi bahwa kegiatan telah berhasil dan mendapat respon yang baik dari peternak dan sebanyak 75% peserta bersedia menerapkan hal tersebut. Kata kunci: sosialisasi; QR code; evaluasi nutrisi; teluk santong. Abstract The partner organisation engaged in community service activities is the Livestock Farmer Group, designated as 'Putra Ano Siup', situated in Teluk Santong Village, Plampang District, Sumbawa Regency-NTB. The issue at hand is the low level of livestock productivity, which is a consequence of the lack of knowledge among farmers with regard to feeding management, particularly in terms of nutritional adequacy. One potential solution is the utilisation of QR and barcode scanner applications, which could assist farmers in the evaluation of feed quality and nutritional adequacy in a convenient and accurate manner. The objective of this activity is to enhance the knowledge and capabilities of farmers in leveraging digital technology to enhance the productivity and well-being of their livestock. It is therefore anticipated that there will be an increase in livestock productivity in this village, which will in turn lead to an improvement in the economic welfare of the local community. The activity method comprises a socialisation session on the importance of good and correct feeding management for ruminants, with a particular focus on nutritional adequacy. This is complemented by an introduction to the QR&Barcode Scanner application. It was determined that the majority of farmers demonstrated an understanding of the evaluation of livestock nutritional adequacy and the utilisation of the application following the socialisation activity, with a level of comprehension ranging from 80% to 90%. This can be considered an indicator of the activity's efficacy and the positive response it received from farmers, with as many as 75% of participants expressing a willingness to implement it. Keywords: socialisation; QR Code; nutrition evaluation; teluksantong.
Edukasi pencegahan stunting melalui sanitasi pengelolaan sampah dan higiene di SD Muhammadiyah 4 Samarinda Pramaningsih, Vita; Agustina, Fitriyati; Saputra, Harun; Aulia, Najwa; Atoillah, Nizar; Kurniawan, Deny
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23352

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas manusia. Salah satu faktor yang berkontribusi pada tingginya angka stunting adalah kurangnya akses dan praktik kebersihan sanitasi yang baik, termasuk pengelolaan sampah. Lingkungan yang kotor dan tercemar dapat menyebabkan penyebaran penyakit, mengganggu penyerapan nutrisi. Maka perlu mengedukasi masyarakat sejak dini terkhusus pada siswa SD dan lingkungan sekolah. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan kegiatan penyuluhan, ceramah, diskusi dan demonstrasi praktek langsung tentang sanitasi pengelolaan sampah. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman tentang stunting dan pengelolaan sampah di kalangan siswa setelah dilakukan edukasi. Hal ini tercermin pada hasil pre test dan post test yang menunjukan peningkatan pemahaman pengetahuan. Pemahaman siswa, guru sebelum pemberian edukasi tentang stunting masih kurang dibandingkan pemahaman tentang pengelolaan sampah. Responden yang menjawab benar pada pretest untuk materi stunting lebih rendah kurang dari 50% dibanding dengan materi pengelolaan sampah. Kegiatan edukasi baik berupa penyuluhan maupun pendampingan perlu dilakukan pada lingkungan masyarakat sekolah maupun masyarakat umum, untuk mendukung penurunan stunting. Pemahaman yang dimikili siswa dan masyarakan menjadi modal awal untuk merubah perilaku mereka untuk menyadari akan pentingnya hidup bersih dan sehat dengan mewujudkan sanitasi dan hygiene. Kata kunci: edukasi; stunting; sampah; hygiene. Abstract Stunting is a global health problem that affects children's growth and development, with long-term impacts on human health and productivity. One of the factors contributing to the high rate of stunting is the lack of access to and practice of good sanitation hygiene, including waste management. A dirty and polluted environment can lead to the spread of disease, disrupting the absorption of nutrients. So it is necessary to educate the community from an early age, especially for elementary school students and the school environment. This community service method is carried out through counseling activities, lectures, discussions, and practical demonstrations on waste management and sanitation. The results showed a significant increase in understanding of stunting and waste management among students after education. This is reflected in the pre-test and post-test results, which show an increase in knowledge and understanding. The understanding of students and teachers before providing education about stunting is still less than the understanding of waste management. Respondents who answered correctly on the stunting material were lower than the waste management material. Educational activities in the form of counseling and mentoring need to be carried out in the school community and with the general public to support the reduction of stunting. The understanding that students and the community have is the initial capital to change their behavior to realize the importance of living clean and healthy by realizing sanitation and hygiene. Keywords: education; stunting; waste; hygiene.
Demonstrasi alat pemantauan konsentrasi PM (Particulate Matter) dan penyuluhan mitigasi kebencanaan terkait kualitas udara di SMAN 2 Selong, Kabupaten Lombok Timur Hadi, Kasnawi Al; Budianto, Arif; Alaydrus, Alfina Taurida; Rahayu, Susi; Akhyar, Halil; Illahi, Ramadian Ridho; Fidya, Karina Alma; Anggriani, Ni Ketut
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.28230

Abstract

AbstrakUdara yang berkualitas adalah udara yang bersih dan terbebas dari polusi. Beberapa contoh dari emisi udara yakni coarse dan fine particle yang tergolong dalam sub kelas PM. Belum seluruh sektor mengetahui jenis emisi udara ini dan kaitannya dengan kualitas udara. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah sosialisasi yang disertai dengan penerapan teknologi tepat guna. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan sebagai salah satu bagian dari Tri Dharma yang berbasis hasil penelitian tim peneliti kualitas udara dan mitigasi kebencanaan bersama SMAN 2 Selong, Kabupaten Lombok Timur sebagai mitra. PkM dilakukan dalam bentuk demonstrasi penggunaan alat pengukur konsentrasi emisi udara jenis PM hasil kolaborasi penelitian dosen dan mahasiswa di Program Studi Fisika, FMIPA, Universitas Mataram dengan tujuan mengenalkan kepada siswa terkait pentingnya menjaga kualitas udara. Peserta kegiatan adalah siswa sebanyak 20 orang. Metode yang digunakan dalam PkM adalah penyuluhan sederhana yang terintegrasikan dalam demonstrasi alat/kit. Kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi siswa dalam memahami dan mempraktekkan teori secara langsung. Melalui demonstrasi atau aplikasi alat peraga ini, siswa dapat melihat secara langsung pengukuran fisis dengan teknologi dan alat bantu teknologi, yang disertai dengan penyuluhan atau pemberian informasi terkait kualitas udara dan bentuk mitigasinya. Keterbatasan piranti-piranti pengukuran kualitas udara dapat disiasati dengan pengaplikasian alat ukur kualitas udara sebagai alat peraga secara langsung. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi siswa dalam meningkatkan pemahaman secara langsung terkait kualitas udara dan mitigasi kebencanaan udara. Kata kunci: demonstrasi; kualitas udara; mitigasi kebencanaan; particulate matter. AbstractGood air is air that is clean and free from pollution. Some examples of air emissions are coarse and fine particles classified in the PM subclass. Not all sectors yet know about this type of emissions and their relationship to air quality. Therefore, socialization is needed, accompanied by the application of appropriate technology. This community service (PkM) was conducted as part of Tri Dharma, which is based on the research results of the air quality and disaster mitigation research team with SMAN 2 Selong, East Lombok Regency as a partner. PkM was carried out in the form of a demonstration of the use of a PM-type air emission concentration measurement system resulting from collaborative research between lecturers and students at the Physics Study Program, FMIPA, University of Mataram, to introduce students to the importance of maintaining air quality. The participants were 20 students. The method used in PkM was simple counseling integrated into tool/kit demonstrations. This activity provides many benefits for students in terms of directly understanding and practicing theory. Through demonstrations or applications of these teaching aids, students can directly see physical measurements using technology and technological aids, accompanied by counseling or providing information related to air quality and forms of mitigation. The limitations of air quality measurement devices can be overcome by using air quality measuring instruments as a direct demonstration tool. This activity provides benefits for students in increasing direct understanding regarding air quality and air disaster mitigation. Keywords: demonstration; air quality; disaster mitigation; particulate matter.
Abon ikan toman: solusi kreatif dalam membangun kemandirian ekonomi kelompok PKK Desa Semalah Wardhani, Hilda Aqua Kusuma; Rais, Burhanudin; Octaviani, Venny Adhita; Revani, Restu; Saputra, Rahmad Kurniawan; Ratnasari, Desi; Kurnianto, Alexander Andi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27568

Abstract

Abstrak Desa Semalah memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah pada sektor perikanan. Salah satu ikan yang banyak ditemukan adalah ikan toman (Channa micropeltes). Namun, potensi tersebut belum dikembangkan secara maksimal untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peran serta PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). PKK Desa Semalah sudah terbentuk sejak tahun 2016, akan tetapi belum ada kegiatan yang berdampak positif bagi perekonomian masyarakat desa. Sehingga, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM anggota PKK Desa Semalah dalam hal pengetahuan dan keterampilan pengelolaan ikan toman menjadi produk abon. Produk abon dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang lebih baik jika dibandingkan dengan penjualan dalam kondisi mentah ataupun dioleh menjadi ikan asin. Untuk melaksanakan tujuan tersebut, tim melakukan pengabdian dengan metode sosialisasi dan pelatihan pembuatan abon ikan. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengukur keberhasilan kegiatan melalui angket yang diberikan pada saat awal kegiatan (pretest) dan akhir kegiatan (posttest). Hasil analisis menunjukkan bahwa diperoleh skor n-gain sebesar 0,74 dengan interpretasi tinggi.  Sehingga, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi dan pelatihan pembuatan abon ikan toman yang dilaksanakan kepada kelompok PKK Desa Semalah efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan. Kata kunci: abon ikan toman; PKK; Desa Semalah Abstract Semalah Village has abundant natural potential resources in the fisheries sector. One of the fish widely found is Toman (Channa micropeltes). However, its potential has not been developed optimally to improve its economy. One effort that can be made is to improve Human Resources (HR) through the participation of PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). PKK in Semalah has been established since 2016, but there has not positive impact on the community’s economy. Thus, this community service aims to improve the quality of PKK members in terms of knowledge and skills in managing Toman into shredded fish product. Shredded was chosen because it has better economic potential compared to selling them raw or processed into salted fish. To achieve this aim, the team used socialization and training method in making shredded fish. Evaluation of activities is carried out to measure the success of activities through a questionnaire given at the beginning of the activity (pretest) and the end of the activity (posttest). The analysis results showed that the n-gain score was 0.74 with a high interpretation. Thus, it can be concluded that the socialization and training on making shredded toman fish carried out to the PKK group of Semalah Village was effective in increasing the knowledge and skills of activity participants. Keywords: shredded toman fish; PKK; Semalah Village
Sosialisasi pemanfaatan herbal lokal sasak untuk materi kelas ibu hamil Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Isviyanti, Isviyanti; Hairani, Hairani; Hidayati, Diana; Kandisa, Amelia; Wangiyana, I Gde Adi Suryawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23516

Abstract

Abstrak Masa kehamilan merupakan masa terjadinya perubahan fisik, fisiologis dan psikologis yang signifikan pada wanita. Beberapa keluhan umum selama kehamilan meliputi mual dan muntah (morning sickness), kelelahan, nyeri punggung, pembengkakan kaki, sakit kepala, perubahan suasana hati, kesulitan tidur, dan sembelit. Dalam kesehariannya, ibu hamil lebih memilih mengatasi keluhan-keluhan ringan tersebut dengan terapi holistik komplementer karena dinilai lebih efektif dan minim efek samping. Dalam mengoptimalkan pelayanan sinergis kebidanan, Klinik Bumi Sehat Lombok telah menerapkan pelayanan holistik komplementer untuk mendukung persalinan humanis. Tim pelaksana bekerja sama dengan tim Klinik Bumi Sehat dalam kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan mitra dari kalangan ibu hamil, kader dan bidan di sekitar lingkungan klinik sekaligus memberikan pengkayaan materi kelas ibu dan perawatan holistik komplementer pada ibu hamil secara mandiri untuk mengurangi keluhan-keluhan saat masa kehamilan. Metode pengabdian yaitu dengan penyuluhan dan pelatihan praktek pembuatan dan contoh pengaplikasian ke ibu hamil. Tahap pelaksanaan kegiatan meliputi: 1. survei lapangan; 2. perizinan; 3. pengenalan konsep kegiatan kepada mitra; 4. praktek lapangan; 5. diskusi & interaksi aktif, 6. promosi keselamatan, 7. evaluasi. Setelah melakuan edukasi dan praktek pengolahan dan terapi herbal pada ibu hamil dan dilakukan evaluasi mengenai ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu, diketahui ibu hamil sudah bisa mengurangi ketidaknyaman yang dialami. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang terapi komplementer tersebut yang awalnya umumnya pada kategori kurang (80.94%) menjadi kategori baik (100%). Kata kunci: hamil, herbal; kelas ibu hamil; pengabdian masyarakat; sasak. Abstract Pregnancy is a time of significant physical, physiological and psychological changes in women. Some common complaints during pregnancy include nausea and vomiting (morning sickness), fatigue, back pain, leg swelling, headaches, mood swings, difficulty sleeping, and constipation. In their daily lives, pregnant women prefer to treat these minor complaints with complementary holistic therapy because it is considered more effective and has minimal side effects. In optimizing synergistic midwifery services, Bumi Sehat Lombok Clinic has implemented complementary holistic services to support humanistic childbirth. The implementing team collaborates with the Bumi Sehat Clinic team in this activity which aims to provide training to increase the knowledge of partners from pregnant women, cadres and midwives around the clinic environment while providing enrichment material for maternal classes and complementary holistic care to pregnant women independently to reduce complaints. -complaints during pregnancy. The service method is through counseling and training on manufacturing practices and examples of application to pregnant women. The activity implementation stage includes: 1. field survey; 2. licensing; 3. introduction of the activity concept to partners; 4. field practice; 5. active discussion & interaction, 6. safety promotion, 7. evaluation. After conducting education and practicing herbal processing and therapy for pregnant women and evaluating the discomfort experienced by the mother, it is known that pregnant women can reduce the discomfort they experience. There was an increase in knowledge regarding complementary therapies, which initially were generally in the poor category (80.94%) to the good category (100%). Key words: pregnancy; herbal; pregnant women's class; community service; sasak.
Pemanfaatan sedia tani sebagai media pengelolaan produksi dan pendistribusian hasil tani pada komunitas petani milenial Puspitawati, Lilis; Wahab, Deden Abdul; Kurniasih, Dewi; Purfini, Apriani Puti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27360

Abstract

Abstrak Pertanian merupakan sektor utama di Indonesia yang merupakan basis pangan nasional terpenting. Di Kabupaten Bandung, terdapat salah satu daerah yang dapat mempertahankan usaha pertanian ditengah arus konversi lahan yang terletak di Kec. Rancaekek tepatnya di Desa Sukamanah. Peluncuran program Petani milenial di Jawa Barat dilatar belakangi rendahnya produktifitas pangan karena jumlah petani semakin sedikit. Tujuan dari pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan pertanian di kalangan generasi milenial melalui pemanfaatan teknologi informasi/industri/inovasi/infrastruktur, meningkatkan produksi pangan, serta meningkatkan kualitas SDM dalam manajemen usaha pertanian. Metode yang digunakan adalah dengan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. tim sedia tani melaksanakan pendampingan pada  Gabungan kelompok Tani (GAPOKTAN) Sukamukti yang dihadiri oleh 30 anggota kelompok tani. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan cara mengimplementasikan Aplikasi SEDIA TANI yang telah dibangun Tim sebagai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi saat ini. Dengan akses pasar yang lebih luas melalui platform online, potensi penjualan dan pendapatan petani bisa meningkat. Kata Kunci: pemanfaatan; sedia tani; pengelolaan; pendistribusian produksi; komunitas; petani milenial Abstract Agriculture is a major sector in Indonesia which is the most important national food base. In Bandung Regency, there is one area that can maintain agricultural businesses amidst the flow of land conversion located in Rancaekek District, precisely in Sukamanah Village. The launch of the Millennial Farmer program in West Java was motivated by low food productivity because the number of farmers is decreasing. The purpose of this Community Service is to foster a spirit of agricultural entrepreneurship among the millennial generation through the use of information technology/industry/innovation/infrastructure, increase food production, and improve the quality of human resources in agricultural business management. The methods used are socialization, training, application of technology, mentoring and evaluation. The Sedia Tani team provided mentoring to the Sukamukti Farmer Group Association (GAPOKTAN) which was attended by 30 members of the farmer group. Community Service activities are carried out by implementing the SEDIA TANI Application that the Team has built as a solution offered to overcome current problems. With high market access through online platforms, farmers' sales potential and income can increase. Keywords: utilization; sedia tani; management; distribution of production; community; millennial farmers.
Peningkatan hasil tangkapan nelayan tradisional Lhok Meureubo melalui teknologi bubu dasar ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal Fuadi, Afdhal; Rahayu, Rosi; Arif, Muhammad; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Rusdi, Rusdi; Amir, Fachrurozi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27435

Abstract

AbstrakNelayan tradisional Lhok Meureubo melakukan penangkapan ikan di perairan <12 mil laut, sehingga hasil tangkapan yang diperoleh relatif kecil jika dibandingkan dengan kapal perikanan yang berukuran <5 GT yang melakukan penangkapan di perairan laut lepas pantai. Nelayan tradisional Lhok Meureubo masih menggunakan alat tangkap hand line untuk penangkapan ikan karang, sehingga nelayan tersebut memerlukan waktu yang lama dan hasil tangkapan yang belum pasti serta dapat merusak terumbu karang. Bubu dasar termasuk dalam alat tangkap ikan yang populer digunakan yang bersifat pasif dan menetap di dasar perairan yang bertujuan untuk menangkap ikan demersal nilai ekonomis tinggi sebagai komoditas ikan ekspor. Masyarakat yang terlibat langsung pada kegiatan pengabdian ini yaitu nelayan tradisional Lhok Meureubo sebanyak 30 nelayan. Tujuan kegiatan ini yaitu memperkenalkan teknologi bubu dasar untuk memudahkan nelayan tradisional Lhok Meureubo untuk menangkap ikan karang. Metode pada pengabdian ini yaitu memberikan sosialisasi dan edukasi mulai dari persiapan kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan FGD persiapan kegiatan yang diperoleh adalah permasalahan nelayan tradisional Lhok Meureubo yang dihadapi selama ini dalam melakukan penangkapan ikan karang, nelayan yang akan terlibat langsung, waktu pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan edukasi. Memberikan sosialisasi dan edukasi langsung kepada nelayan tradisional Lhok Meureubo terkait alat tangkap teknologi bubu berbasis sumberdaya lokal yang dapat digunakan oleh nelayan tradisional tersebut untuk menangkapa ikan karang.Kata kunci: nelayan tradisional; bubu dasar; ramah lingkungan; sumberdaya lokal. AbstractLhok Meureubo traditional fishermen fish in waters <12 nautical miles, so the catch obtained is relatively small when compared to fishing vessels measuring <5 GT which fish in offshore sea waters. Lhok Meureubo traditional fishermen still use handline fishing gear to catch coral fish, so these fishermen need a long time and the catch is uncertain and can damage coral reefs. Bottom traps are one of the popular fishing tools used, which are passive and remain at the bottom of the waters with the aim of catching demersal fish with high economic value as export fish commodities. This community service activity directly involves 30 traditional fishermen from Lhok Meureubo. The purpose of this activity is to introduce basic trap technology to make it easier for traditional fishermen from Lhok Meureubo to catch reef fish. The method of this service is to provide socialization and education, starting with activity preparation, implementation, and evaluation. The results of the FGD activity in preparation for the activities obtained were the problems that Lhok Meureubo traditional fishermen have faced so far in fishing for coral fish, the fishermen who will be directly involved, and the timing of the socialization and education activities. Providing direct outreach and education to Lhok Meureubo traditional fishermen regarding local resource-based trap technology fishing equipment that can be used by traditional fishermen to catch coral fish. Keywords: traditional fishermen; bottom traps; environmentally friendly; local resources.
Pendampingan inisiasi kampung hijau melalui pemanfaatan tanaman pangan pada rumah tangga kelurahan Plaju Ulu Palembang Rizma Adlia Syakurah; Indah Yuliana; Sari Bema Ramdika; Ira Dewi Ramadhani; Windi Indah Fajar Ningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22087

Abstract

Abstrak Konsumsi sayur dan buah diperlukan tubuh sebagai sumber vitamin, mineral, serat dan antioksidan sehingga dapat mengurangi terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas, kanker, kardiovaskular dan diabetes. Pemanfaatan tanaman pangan pada rumah tangga merupakan sayah satu upaya meningkatkan konsumsi sayur dan buah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga melalui pemanfaatan tanaman pangan pada rumah tangga Kelurahan Plaju Ulu Palembang. Kegiatan yang dilakukan adalah bimbingan teknis cara penaman hidroponik, penyuluhan tentang manfaat sayur dan buah, Emo-Demo (Emotion-Demonstration) porsi sayur, dan demo masak pengolahan sayur. Ada perbedaan yang signifikan skor ibu sebelum dengan setelah diberikan edukasi dengan p value 0,000 dan tanaman hidroponik tumbuh subur. Pelatihan dan penyediaan alat dan bahan media tanam hidroponik mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat dalam penyediaan bahan pangan yang sehat bagi anak dan keluarga serta adanya peningkatan pengetahuan ibu terkait manfaat sayur dan buah setelah diberikan edukasi. Kata kunci: hidroponik; sayur; buah; emo-demo Abstract Vegetables and fruits are needed as source of vitamins, minerals, fibers, and antioxidants. These reduce the incidence of non-communicable disease such as obesity, cancer, cardiovascular, and diabetes. Utilizing food crops in the household is one effort to increase vegetable and fruit consumption. This community service aims to Empowering housewives through utilization of food crops in households in Plaju Ulu sub-district, Palembang. The activities carried out were technical guidance on how to grow hydroponics, counseling about the benefits of vegetables and fruits, Emo-Demo (Emotional-Demonstration) on vegetable portions, and a cooking demonstration on processing vegetables. There was a significant difference in the mother's scores before and after being given education with p value 0,000  and the hydroponic plants grew well. Training and providing tools and materials for hydroponic planting media could contribute to the community. These activities has provided healthy food for children and families as well as increasing mothers' knowledge regarding the benefits of vegetables and fruit after being given education. Keywords: hydroponic; vegetables; fruits; emo-demo