cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Sosialisasi batas kedalaman lapisan air tanah bersih di dusun Jatisari, desa Katimulyo, Lampung Selatan Harnanti Y. Hutami; Erlangga I. Fattah; Alhada Farduwin; Rhahmi A. Pesma; Putu Pradnya Andika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23006

Abstract

Abstrak Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kurang ketersediaan air tanah yang dirasakan oleh warga selama beberapa waktu saat musim kemarau sedang berlangsung. Selain itu, warga mengkhawatirkan kualitas air tanah yang mereka konsumsi sehari-hari. Kegiatan sosialisasi kualitas dan kuantitas air tanah utamanya bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada warga Dusun Jatisari, Desa Jatimulyo, Lampung Selatan mengenai lokasi potensi ditemukannya akuifer air tanah dan kualitas air tanah tersebut dalam penggunaannya di kehidupan sehari-hari. Umumnya keberadaan air tanah dipengaruhi oleh jenis litologi dan kondisi geologi bawah permukaan, sedangkan kualitas air tanah dipengaruhi oleh jumlah dan jenis partikel mineral yang terkandung dalam air tersebut. Metode yang digunakan dalam mengidentifikasi kedalaman akuifer air tanah adalah metode geofisika yang memanfaatkan sensitivitas parameter fisika berupa tahanan jenis batuan (resistivitas) terhadap keberadaan air di area pengamatan. Kualitas air tanah dalam kegiatan ini diobservasi dengan menggunakan bantuan alat ukur TDS (Total Dissolved Solid) yang secara khusus memberikan informasi mengenai jumlah partikel mineral yang terkandung pada sampel air tanah dalam satuan part per million (ppm) atau miligram per liter (mg/liter). Indikator kelayakan air tanah untuk digunakan sebagai air minum dan aktivitas sehari-hari oleh warga dusun Jatisari dikategorikan memiliki kualitas menengah hingga baik berdasarkan rendahnya ukuran partikel mineral, yaitu pada kisaran. Kata kunci: air tanah; kualitas air; resistivitas; kandungan partikel mineral Abstract The present study was motivated by the lack of groundwater availability for the residents of Jatisari Village during the dry season and their concerns about the quality of the groundwater they consume daily. Its objective was to increase the resident's awareness of the location of groundwater aquifers and the quality of the groundwater they use. The lithology type and the subsurface geological conditions generally influence the presence of groundwater. In contrast, groundwater quality is affected by the amount and type of mineral particles. A geophysical method was used to determine the depth of groundwater aquifers by examining the rock-specific resistance (resistivity) to the presence of water in the observation area. The quality of groundwater was assessed using a TDS (Total Dissolved Solid) measuring instrument, which determines the amount of mineral particles present in groundwater samples in parts per million (ppm) or milligrams per liter (mg/liter). Based on the low content of mineral particle solids, the groundwater is suitable for drinking and daily activities by the residents of Jatisari hamlet. The study's results classified the groundwater quality as good quality up to 60 meters depth below. Keywords: aquifer; water quality; resistivity; solids mineral content
Strategi peningkatan nutrisi bagi pesilat muda melalui pemberdayaan pelatih dan wali pesilat di Kota Jayapura Saharuddin Ita; Rodhi Rusdianto Hidayat; Agus Zainuri; Evi Sinaga; Miftah Fariz Prima Putra; Ermelinda Yersin Putri Larung; Yos Wandik; Yohanis Manfred Mandosir; Kurdi Kurdi; Junalia Muhammad; Nasruddin Nasruddin; I Putu Eka Wijaya Putra; Muhammad Fitrah Mubarak; Irfan Deny Oktavian; Meilani Paulina Lewier; Raihan Ramadhan Abdullah; Jems R. Awantano
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.28788

Abstract

AbstrakPencak Silat sebagai warisan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk melalui peningkatan kualitas nutrisi atlet muda. Namun, di Kota Jayapura, rendahnya pemahaman pelatih dan wali pesilat mengenai prinsip nutrisi olahraga menjadi hambatan bagi optimalisasi performa dan kesehatan atlet. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan nutrisi pelatih dan wali pesilat muda di Perguruan Persinas ASAD Kota Jayapura. Dengan melibatkan 82 peserta yang terdiri dari 10 pelatih, 25 wali pesilat, dan 47 pesilat muda, program ini dilakukan selama enam bulan melalui lokakarya, pelatihan, pendampingan, serta penggunaan aplikasi Calorie Counter Easy Fit Pro. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan nutrisi sebesar 46,8% pada semua kelompok peserta berdasarkan skor pre-test dan post-test. Pelatih pria mencatat skor post-test tertinggi (87,1), sementara wali pesilat mencapai skor 76,3. Pendampingan aplikasi berhasil meningkatkan keterampilan peserta dalam merencanakan diet dan memantau kebutuhan gizi atlet. Hambatan utama berupa keterbatasan akses teknologi dan variasi tingkat pengetahuan awal berhasil diatasi dengan strategi pelatihan adaptif. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran nutrisi, kemandirian pelatih dan wali, serta kesehatan dan performa pesilat muda. Keberhasilan ini menunjukkan potensi replikasi program pada komunitas olahraga lain. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan program ini. Kata kunci:  nutrisi olahraga; pencak silat ; pemberdayaan; aplikasi manajemen nutrisi; pesilat muda. AbstractPencak Silat, as Indonesian cultural heritage, holds significant potential for development, including through improving the nutritional quality of young athletes. However, in Jayapura City, the low understanding of coaches and parents of Pencak Silat athletes regarding sports nutrition principles hinders the optimization of athletes' performance and health. This community service program aimed to increase the nutrition knowledge of coaches and parents of young athletes at Persinas ASAD Pencak Silat School in Jayapura City. Involving 82 participants consisting of 10 coaches, 25 parents, and 47 young athletes, this program was conducted over six months through workshops, training, mentoring, and the use of the Calorie Counter Easy Fit Pro application. The results showed an average increase in nutrition knowledge of 46.8% across all participant groups based on pre-test and post-test scores. Male coaches recorded the highest post-test score (87.1), while parents of athletes achieved a score of 76.3. Application mentoring successfully improved participants' skills in planning diets and monitoring athletes' nutritional needs. The main obstacles in the form of limited access to technology and variations in initial knowledge levels were successfully overcome with adaptive training strategies. This program made a real contribution to increasing nutritional awareness, the independence of coaches and parents, as well as the health and performance of young athletes. This success demonstrates the potential for replicating the program in other sports communities. Further evaluation is needed to ensure the sustainability and development of this program. Keywords: sports nutrition; encak silat; empowerment; nutrition management application; young athletes.
Optimalisasi potensi tanaman porang Desa Batu Rakit Kabupaten Lombok Utara melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan chips porang Riezka Zuhriatika Rasyda; Suwardji Suwardji; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Mariani Mariani; Yusrisal Nahendra; Rindu Salsabila Ulayya; Irwin Aryadi; Muhammad Dinul Islami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27194

Abstract

AbstrakPorang (Amorphopallus muellery Blume) merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat tumbuh baik pada kondisi lahan kering. Kelompok Tani Berkah Bersama Desa Batu Rakit Kabupaten Lombok Utara telah berhasil memanfaatkan potensi lahan kering desa untuk budidaya tanaman porang dengan hasil panen umbi porang mencapai 112,5 kwintal. Keterbatasan pengetahuan anggota kelompok tani terkait pengolahan pascapanen porang mengakibatkan umbi porang hanya dijual dalam kondisi segar, sedangkan umbi porang segar harga jualnya rendah dan tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Berkah Bersama untuk mengolah umbi porang segar menjadi chips porang. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan praktek langsung pembuatan chips porang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 September 2024 dengan 15 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta untuk mengolah umbi porang menjadi chips porang, tercermin dari hasil uji produksi mandiri yang berjalan dengan baik. Diharapkan setelah kegiatan pengabdian ini, Kelompok Tani Berkah Bersama dapat memproduksi chips porang secara mandiri dan berkelanjutan sehingga dapat mengoptimalkan potensi tanaman porang di Desa Batu Rakit Kabupaten Lombok Utara. Kata kunci: chips porang; porang; teknologi pascapanen. AbstractPorang (Amorphopallus muelleri Blume) is a tuberous plant that grows well in arid conditions. Berkah Bersama Farmer Group of Batu Rakit Village, North Lombok Regency, has successfully cultivated porang crops on the village's dry land, yielding a harvest of 112.5 quintals of porang tubers. The limited knowledge of farmer group members regarding porang post-harvest processing has resulted in the tubers only being sold in their fresh state. Fresh porang tubers are unsuitable for long-term storage and have a low selling price. The purpose of this community service activity is to enhance the knowledge and capabilities of Berkah Bersama Farmer Group in processing porang tubers into porang chips. Implementation methods are provided in the form of socialisation and direct practical assistance in the production of porang chips. The activity was conducted on 22 September 2024 with 15 participants. The results demonstrated a notable improvement in the participants' knowledge and abilities pertaining to the processing of porang tubers into chips, reflected in the results of the independent production test which went well. It is aspired that subsequent to this service activity, Berkah Bersama Farmer Group will be capable of producing porang chips independently and sustainably, thereby optimizing the potential of porang crops in Batu Rakit Village, North Lombok Regency. Keywords: porang; porang chips; postharvest technology.
Pembuatan filter air menggunakan arang aktif di TPS 3R terpadu Mugirejo Samarinda Vita Pramaningsih; Yannie Isworo; Devi Ratnasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26960

Abstract

Abstrak Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang vital untuk kehidupan sehari-hari. Kualitas air yang baik sangat penting untuk kesehatan. TPS 3R Terpadu Samarinda, menggunakan air sumur bor untuk keperluan operasional sehari hari tetapi kualitas airnya tidak memenuhi syarat, dimana air berwarna kuning. Penggunaan filter air berbasis arang aktif menjadi solusi yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas air. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di yang dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2024 adalah untuk mengukur tingkat pemahaman pegawai TPS 3R tentang manfaat filter. Metode pengabdian ini menggunakan ceramah dan praktik demonstrasi pembuatan dan pengoperasian filter. Kegiatan ini melibatkan 15 orang yaitu pengelola TPS 3R lokasi tempat pembuatan filter. Hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, pengolahan air di TPS 3R Terpadu berhasil memberikan pemahaman tentang manfaat filter air kepada pegawai lapangan TPS 3R. Mayoritas responden > 50% memiliki pemahaman yang baik terhadap manfaat, ketersediaan bahan, dan cara pemeliharaan filter. Filter air yang dibuat dengan menggunakan arang aktif mampu meningkatkan kualitas air. Kata kunci: arang aktif;  filter; teknologi sederhana. Abstract Water is a vital basic need for humans in daily life. Good water quality is essential for health. However, water quality is often contaminated due to poor waste management. Therefore, the use of activated charcoal-based water filters becomes an effective, economical, and environmentally friendly solution to improve water quality. The community service activity at the Samarinda Integrated 3R TPS aims to improve the quality of bore well water, support sustainable environmental management, and serve as an example of the implementation of simple water management technology. This program involves TPS workers in the process of making and maintaining water filters through training and outreach. As a result of this activity, water treatment at the Integrated 3R TPS successfully provided field workers with understanding and knowledge about the benefits of water filters. Water filters made using activated charcoal were able to improve water quality. Keywords: filter; active carbon; simple technology.
Pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian di desa Sereang kecamatan Maritengngae kabupaten Sidenreng Rappang Sapriyadi, Sapriyadi; Ambar, Abdul Azis; Irmayani, Irmayani; Ali, Nursiah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23987

Abstract

AbstrakPelatihan pembuatan pupuk organik bertujuan untuk mengedukasi petani dengan memberikan informasi dan praktik cara pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian. Program pengabdian  masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang. Pada 9 Mei 2024. Mitra kegiatan yaitu kelompok tani mamminasae di Desa Sereang berjumlah 25 orang. Mereka bermata pencaharaan sebagai petani padi sawah. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Tahapan kegiatan meliputi (1) sosialisasi potensi, pemanfaatan, dan cara pembuatan pupuk organik, (2) pelaksanaannya meliputi praktik pembuatan pupuk. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa sosialisasi dan instruksi pembuatan pupuk organik, kelompok tani Mamminasae menyadari pentingnya pengolahan limbah pertanian dan cara mengolahnya menjadi pupuk organik. Peserta dapat membuat pupuk organik dari limbah jerami dan kotoran sapi secara mandiri. Terdapat peningkatan pemahaman pengetahuan peserta tentang cara pembuatan pupuk organik dari jerami padi dan kotoran sapi yang dibuktikan dengan kemampuan petani membuat pupuk organik dari limbah pertanian yang dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Kata kunci: pelatihan; limbah pertanian dan; pupuk organik. Abstract The training on making organic fertilizer aims to educate farmers by providing information and practice on how to make organic fertilizer from agricultural waste. This community service program was implemented in Sereang Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. On May 9 2024. The activity partners, namely the Mamminasae farmer group in Sereang Village, number 25 people. They earn their living as rice farmers. The method used is socialization and training in making organic fertilizer. The activity stages include (1) socializing the potential, utilization and methods of making organic fertilizer, (2) implementation includes the practice of making fertilizer. The results of service activities show that with the socialization and instructions for making organic fertilizer, the Mamminasae farmer group is aware of the importance of processing agricultural waste and how to process it into organic fertilizer. Participants can make organic fertilizer from waste straw and cow dung independently. There was an increase in participants' understanding of how to make organic fertilizer from rice straw and cow dung as evidenced by the ability of farmers to make organic fertilizer from waste that has not been optimally utilized as organic fertilizer. Keywords: training; agricultural waste and; organic fertilizer.
Pendampingan Pembuatan Totopong Melalui Teknik Lipat, Ikat, Celup Di Kampung Adat Cireundeu Pandanwangi, Ariesa; Dewi, Belinda Sukapura; Ernawan, Erika; Effendi, Ismet Zainal; Suryana, Wawan; Rahim, Muhamad Ali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22733

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Cireundeu dengan cara membuat totopong (ikat kepala tradisional) dengan teknik melipat, mengikat dan mewarnai.  Metode dalam pengabdian ini menggunakan Metode Service Learning (SL). Sebuah metode pemberdayaan masyarakat, yaitu mahasiswa mengimplementasikan kompetensi yang diperolehnya dari suatu mata kuliah kepada masyarakat. Kegiatan ini melibatkan partisipasi masyarakat setempat yang terdiri dari tokoh adat setempat, pemuda Karang Taruna, dan warga masyarakat. Evaluasi melalui sesi kritik, dengan indikator pola yang terbentuk, komposisi, warna yang tampak pada permukaan kain. Hasilnya menunjukkan bahwa metode SL berhasil meningkatkan kemampuan seni dan kreativitas warga dalam membuat totopong, kombinasi warna yang muncul menjadi menarik ketika peserta memadukan berbagai warna. Kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antara Universitas Kristen Maranatha, pihak desa adat, komunitas sosial dari Lions Club Bandung Raya, Lions Club Bandung Tohaga. Dampak dari pengabdian ini adalah berkembangnya model pengabdian dengan metode SL berbasis pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi mahasiswa pendamping dalam kegiatan pengabdian ini. Kata kunci: iket kepala; kampung adat cireundeu; service learning; totopong Abstract This community service aims to improve the skills of the people of Cireundeu Village by making totopong (traditional headbands) using folding, tying and coloring techniques. Totopong is used every day by the people of Cireundeu Traditional Village, especially at religious events or when guests come. The mask currently used is a rectangular piece of batik cloth tied around the head. The method in this service uses the Service Learning (SL) Method. This activity involves the participation of the local community consisting of local traditional leaders, Karang Taruna youth, and community members. Evaluation through a critique session, with indicators of the pattern formed, composition, color that appears on the surface of the fabric. The results showed that the SL method was successful in increasing residents' artistic abilities and creativity in making totopong, the color combinations that emerged became interesting when participants combined various colors. This activity also strengthens the relationship between Universitas Kristen Maranatha, traditional village parties, social communities from the Lions Club Bandung Raya, Lions Club Bandung Tohaga. The practical implication of this service is the development of a service model using the SL method based on community service to increase the creativity and competence of students accompanying this service activity. Keywords: iket kepala; cireundeu traditional village; service learning, totopong
Pemberdayaan peternak domba pedaging di Desa Benelan Lor Banyuwangi melalui aplikasi teknologi pakan fermentasi berbasis limbah pertanian Laksanawati, Trias Ayu; Holik, Abdul; Khirzin, Muhammad Habbib
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26936

Abstract

 Abstrak Desa Benelan Lor adalah salah satu desa di Kabupaten Banyuwangi yang secara umum  masyarakatnya sebagai peternak dan petani. Ternak yang banyak dipelihara oleh kelompok ternak watu bagor di desa tersebut adalah domba texel, ekor tipis, dan dorper. Pemeliharaan domba di desa tersebut memiliki beberapa kendala seperti proses pencarian pakan hijau yang harus dilakukan setiap hari sehingga ketika peternak sakit atau musim hujan kesulitan mencari pakan. Recording ternak jugabelum dilakukan sehingga produktivitas menjadi rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Banyuwangi memberikan solusi berupa pelatihan dan pendampingan mengenai pembuatan pakan fermentasi (silase) dari rumput odot, pelatihan mesin pencacah pakan otomatis, serta pendampingan menyusun recording ternak. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu observasi lapang, menentukan gagasan atau ide, pelatihan dan pendampingan, serah terima alat, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak watu bagor dalam pembuatan pakan fermentasi, penggunaan mesin pencacah pakan otomatis, dan recording ternak sebesar 60%. Peningkatan tersebut dapat diketahui melalui adanya evaluasi awal (pre-test) dan evaluasi akhir (post-test). Produk pakan fermentasi berhasil dibuat pada kegiatan pengabdian ini dan berhasil diterapkan sebagai pakan domba pedaging kelompok ternak watu bagor. Kata kunci: pakan fermentasi; recording; domba pedaging; mesin pencacah pakan Abstract Benelan Lor Village is one of the villages in Banyuwangi Regency whose people are generally livestock breeders and farmers. The livestock that are often kept by the Watu Bagor livestock group in the village are Texel, thin-tailed, and dorper sheep. Raising sheep in this village has several obstacles, such as the process of searching for green fodder, which must be done every day so that when farmers are sick or in the rainy season it is difficult to find feed. The lack of livestock recording has resulted in low productivity. Based on these problems, community service team from Politeknik Negeri Banyuwangi provided solutions in the form of training and assistance regarding making fermented feed (silage) from odot grass, training on automatic feed chopping machines, as well as assistance in compiling livestock records. The stages carried out in this activity are field observation, determining ideas, training and mentoring, handing over equipment, as well as monitoring and evaluating activities. The results of community service activities were an increase in the knowledge and skills of Watu Bagor farmers in making fermented feed, using automatic feed chopping machines, and recording livestock by 60%. This improvement can be seen through the initial and final evaluation. Fermented feed products were successfully made in this service activity and were successfully applied as feed for meat sheep for the Watu Bagor livestock group. Keywords: fermented feed; recording; meat lamb; feed chopping machine
Penguatan literasi digital guru dalam pembelajaran terdiferensiasi di SMP Negeri 6 Bintan Elvi, Mariyanti; Azmi, Roma Doni; Intasir, M. Pemberdi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27226

Abstract

Abstrak Kurikulum merdeka diharapkan memberikan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan menyenangkan. Namun penerapannya masih belum optimal. Guru masih belum mampu merancang dan menerapkan pembelajaran terdiferensiasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu penggunaan teknologi digital sebagai bentuk implementasi kurikulum merdeka masih minim. Dengan demikian perlu adanya suatu pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam merancang pembelajaran terdiferensiasi dan mengembangkan media pembelajaran berbasis digital. Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran terdiferensiasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa serta penguatan kompetensi digital guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis digital yang terintegrasi dengan pembelajaran terdiferensasi. Metode yang dilakukan diantaranya sosialisasi dan pelatihan, praktik dan pendampingan, penerapan teknologi dan evaluasi serta tindak lanjut. Hasil PKM ini adalah terdapat peningkatan kompetensi peserta terhadap pembelajaran terdiferensiasi dan peserta mampu mengembangkan media pembelajaran berbasis digital. Kata kunci: kurikulum Merdeka; pembelajaran terdiferensiasi; media pembelajaran Abstract The independent curriculum is expected to provide innovative, meaningful and fun learning. However, its implementation is still not optimal. Teachers are still unable to design and implement differentiated learning according to student needs. In addition, the use of digital technology as a form of implementing the independent curriculum is still minimal. Thus, there is a need for training for teachers to improve their competence in designing differentiated learning and developing digital-based learning media. This PKM activity aims to improve teacher competence in designing differentiated teaching and learning that suits student needs and strengthening teacher digital competence in developing digital-based learning media that is integrated with differentiated learning. The methods include socialisation and training, practice and mentoring, technology application and evaluation and follow-up. The results of this PKM are an increase in participants' competence in differentiated learning and participants are able to develop digital-based learning media. Keywords: independent curriculum; differentiated learning; learning media
Workshop sistem informasi akuntansi KJA goes to campus membentuk akuntan profesional di masa depan Lesi Hertati; Inten Meutia; Haryono Umar; Jamaludin Iskak
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27117

Abstract

Abstrak Tujuan Pengabdian kepada masyarakat  dilaksanakan melalui serangkaian diskusi, pemaparan materi, dan simulasi kasus, peserta workshop mahasiwa S-1 Akuntansi dengan tujuan untuk memahami bagaimana peran KJA tidak hanya sebagai penyedia jasa keuangan, namun untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa akuntansi mengenai pentingnya penerapan sistem informasi akuntansi dalam praktik profesional. Kegiatan ini menyoroti peran Kantor Jasa Akuntansi (KJA) dalam mendukung transformasi digital di sektor keuangan, serta mengajarkan keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk mengelola sistem akuntansi berbasis teknologi sebagai mitra strategis bagi pelaku bisnis. Peran dosen praktisi akuntansi profesional, mampu membentuk pola pikir mahasiswa agar siap menghadapi dinamika globalisasi, regulasi keuangan, serta perubahan teknologi di masa depan. Peserta kegiatan ini adalah dosen Akuntansi dan mahasiswa S-1 Akuntansi serta peran certified Chartired accountant sangat menunjang profesi akuntan. Workshop ini mendorong peluang dan tantangan di era digital serta pentingnya integritas dan etika dalam profesi akuntansi. Mempersiapkan mahasiswa menjadi akuntan profesional yang siap menghadapi tuntutan pasar kerja yang semakin dinamis, mahasiswa jurusan akuntansi untuk terus meningkatkan kualitas dan kapabilitas agar dapat menjadi akuntan profesional yang berintegritas dan adaptif dalam menghadapi tantangan masa depan. Kata kunci: sistem informasi akuntansi; KJA; akuntan profesional; teknologi; transformasi digital Abstract The purpose of Community Service is carried out through a series of discussions, presentations of materials, and case simulations, workshop participants are undergraduate Accounting students with the aim of understanding how the role of KJA is not only as a provider of financial services, but to improve accounting students' understanding of the importance of implementing accounting information systems in professional practice. This activity highlights the role of the Accounting Services Office (KJA) in supporting digital transformation in the financial sector, as well as teaching the practical skills needed to manage technology-based accounting systems as strategic partners for business actors. The role of professional accounting practitioner lecturers is able to shape students' mindsets to be ready to face the dynamics of globalization, financial regulations, and technological changes in the future. Participants in this activity are Accounting lecturers and undergraduate Accounting students and the role of certified Chartered accountants greatly supports the accounting profession. This workshop encourages opportunities and challenges in the digital era and the importance of integrity and ethics in the accounting profession. Preparing students to become professional accountants who are ready to face the demands of an increasingly dynamic job market, accounting students to continue to improve their quality and capabilities in order to become professional accountants with integrity and adaptability in facing future challenges.Keywords: accounting information system; kja; professional accountants; technology; digital transformation.
Pemberdayaan dan kemandirian Desa Binaan Bagan Kuala, Kabupaten Serdang Bedagai melalui inisiatif pengabdian masyarakat yang berfokus pada ekowisata dan pengembangan produk pewarna alami ecoprint Mohammad Basyuni; Iwan Risnasari; Bejo Slamet; Deni Elfiati; Yunasfi Yunasfi; Ahmad Baiquni Rangkuti; Erni Jumilawaty; Etti Sartina Siregar; Ameilia Zuliyanti Siregar; Alfian Mubaraq; Andi Aznan Aznawi; Meutia Nauly
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27477

Abstract

Abstract Pemberdayaan masyarakat dan kemandirian ekonomi merupakan elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan menganalisis keberhasilan pemberdayaan dan penguatan kemandirian masyarakat Desa Bagan Kuala, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Indonesia melalui inisiatif yang berfokus pada ekowisata dan pengembangan produk pewarna alami ecoprint. Program ini melibatkan 50 peserta lokal yang terbagi ke dalam dua kelompok mitra: Kelompok Pengrajin Ecoprint dan Kelompok Pengelola Ekowisata Mangrove. Kedua kelompok ini mendapatkan pelatihan intensif tentang pembuatan produk ecoprint ramah lingkungan menggunakan pewarna alami dari flora lokal, serta manajemen ekowisata berbasis konservasi lingkungan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan keterampilan kelompok mitra sebesar 70%, dengan diversifikasi produk ecoprint meningkat dari tiga jenis menjadi tujuh jenis, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan pengrajin hingga 20%. Selain itu, Kelompok Pengelola Ekowisata berhasil menarik lebih dari 200 pengunjung dalam enam bulan pertama, memberikan tambahan pendapatan sebesar 15% bagi desa. Inisiatif pemberdayaan ini juga meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok mitra dengan membekali mereka untuk mengelola usaha secara mandiri, termasuk pemasaran produk ecoprint dan paket wisata mangrove. Program ini memperkuat kapasitas organisasi kelompok mitra dalam manajemen bisnis berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan konservasi seperti penanaman mangrove. Dengan partisipasi aktif masyarakat, inisiatif ini berhasil meningkatkan hasil ekonomi sekaligus mempromosikan upaya konservasi lingkungan jangka panjang di Desa Bagan Kuala. Program ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) PBB, terutama TPB 1 (Tanpa Kemiskinan), TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan TPB 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan). Kata kunci: pemberdayaan; kemandirian; ecoprint; ekowisata; konservasi mangrove Abstract Community empowerment and economic independence are essential for sustainable development. This study analyzes the success of empowering and fostering independence within the community of Bagan Kuala Village, Serdang Bedagai, through initiatives focused on ecotourism and the development of natural dye ecoprint products. The program involved 50 local participants organized into two partner groups: the Ecoprint Artisan Group and the Mangrove Ecotourism Management Group. Both groups underwent intensive training on producing eco-friendly ecoprint products using natural dyes from local flora, as well as managing ecotourism that emphasizes environmental conservation. Results of community service indicated a 70% improvement in the skills of the partner groups, with product diversification increasing from three to seven types of ecoprint, leading to a 20% increase in artisan income. Additionally, the Ecotourism Management Group attracted over 200 visitors within the first six months, contributing a 15% boost to village revenue. The empowerment initiatives enhanced the economic independence of the partner groups, allowing them to manage their businesses autonomously, including marketing ecoprint products and mangrove tour packages. The program also strengthened the groups’ organizational capacity in sustainable business management while fostering environmental awareness through conservation activities like mangrove planting. Through active community participation, this initiative successfully improved economic outcomes and promoted long-term environmental conservation efforts in Bagan Kuala. This program aligns with several United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Keywords: empowerment; independence; ecoprint; ecotourism; mangrove conesrvation