cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Membangun kesadaran kolektif: "penyuluhan anti kekerasan seksual dan anti perundungan di SMA Negeri 13 Maros” Ningsih, Nining Ade; Latu, Saparuddin; Marwan, Ummi Kalsum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29053

Abstract

Abstrak Kekerasan seksual dan perundungan merupakan dua fenomena sosial yang masih menjadi tantangan serius dalam lingkungan pendidikan di Indonesia. KPAI melaporkan sepanjang tahun 2021 terdapat 1.258 kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan, dengan 229 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual. Intervensi di sekolah telah terbukti sebagai strategi yang efektif dalam mengurangi insiden perundungan dan kekerasan dengan melibatkan semua elemen dan dilakukan secara holistik. Tujuan kegiatan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai kekerasan seksual dan perundungan sebagai bagian dari kesadaran kolektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih baik. Penyuluhan ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Maros yang diikuti oleh 32 siswa. Metode yang digunakan dengan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) yang menekankan pada keterlibatan aktif peserta melalui ceramah dan tanya jawab serta evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah para siswa sangat antusias dengan aktif bertanya dan menjawab pertanyaan serta memahami mengenai kekerasan seksual dan perundungan secara komprehensif. Siswa memahami mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual dan perundungan, jenis dan bentuk kekerasan seksual dan perundungan, pihak yang terlibat, dampak negatifnya, serta strategi pencegahan dan penanganannya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah menanamkan konsep perubahan yang baru dalam berperilaku dan bersosialisasi pada siswa. Kata kunci: kesadaran kolektif; penyuluhan; anti kekerasan seksual; anti perundungan; siswa SMA. Abstract Sexual violence and bullying are two social phenomena that are still serious challenges in the educational environment in Indonesia. KPAI reported that throughout 2021 there were 1,258 cases of violence against children in the educational environment, with 229 cases of sexual violence. Intervention in schools has proven to be an effective strategy in reducing incidents of bullying and violence by engaging all elements and being carried out holistically. The purpose of this counseling activity is to increase students' understanding of sexual violence and bullying as part of collective awareness in creating a better learning atmosphere. This counseling was held at SMA Negeri 3 Maros which was attended by 32 students. The method used is the Participatory Learning and Action (PLA) approach which emphasizes the active involvement of participants through lectures and questions and answers as well as activity evaluation. The result of the implementation of the activity was that the students were very enthusiastic by actively asking and answering questions and understanding sexual violence and bullying comprehensively. Students understand the forms of sexual violence and bullying, the types and forms of sexual violence and bullying, the parties involved, their negative impacts, and prevention and handling strategies. The conclusion of this activity is to instill a new concept of change in behavior and socialization in students. Keywords: collective consciousness; extension; anti-sexual violence; anti-bullying; senior high school students.
Peningkatan produktivitas jahe instan IRT Bekti Pertiwi melalui penerapan mesin pengaduk dan mesin timbang otomatis Asri, Sarwi; Handayani, Prima Astuti; Djuniadi, Djuniadi; Maulana, Aditya; Dewantara, Muhammad Zhafran; Najiah, Siti Thoifatun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.26849

Abstract

Abstrak Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman tropis yang telah digunakan selama ribuan tahun sebagai bahan obat tradisional, rempah, dan tambahan dalam makanan serta minuman. Salah satu produk olahannya adalah minuman jahe instan, yang kini semakin berkembang. IRT Bekti Pertiwi di Desa Gesing, Kabupaten Temanggung, merupakan industri rumah tangga yang memproduksi jahe instan. Namun, produksi mereka terbatas akibat keterbatasan peralatan, hanya mampu memproduksi 2 kg jahe per hari dalam waktu 5 jam. Untuk meningkatkan produktivitas, Tim Dosen dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama dua mahasiswa, mengembangkan mesin pengaduk adonan jahe dan mesin timbang otomatis. Mesin pengaduk adonan berkapasitas 5-10 kg menggunakan motor listrik, sedangkan mesin timbang otomatis berbasis Arduino dilengkapi dengan sistem kontrol untuk mengukur dan menyesuaikan berat jahe yang dimasukkan ke dalam kemasan. Penerapan teknologi ini dilaksanakan melalui program pengabdian masyarakat yang mencakup sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Melalui kegiatan pengabdian ini, produksi jahe instan di IRT Bekti Pertiwi mengalami peningkatan hingga lima kali lipat. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperbesar kapasitas produksi serta meningkatkan daya saing produk jahe instan. Kata kunci: jahe instan; pelatihan; mesin pengaduk adonan; mesin timbang otomatis. Abstract Ginger (Zingiber officinale) is a tropical plant that has been used for thousands of years as a traditional medicinal ingredient, spice, and addition in food and beverages. One of its processed products is instant ginger drink, which is now growing. Bekti Pertiwi home industry in Gesing village, Temanggung district, produces instant ginger. However, due to limited equipment, they can only produce 2 kg of ginger per day in 5 hours. To increase productivity, a team of lecturers from the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang (UNNES), together with two students, developed a ginger dough mixer and an automatic weighing machine. The dough kneading machine with a capacity of 5-10 kg uses an electric motor, while the Arduino-based automatic weighing machine is equipped with a control system to measure and adjust the weight of ginger put into the packaging. The application of this technology is carried out through a community service program that includes socialization, training, and evaluation. Through this community service program, the production of instant ginger in Bekti Pertiwi's IRT has increased up to five times. Hopefully, this activity can contribute to improving the welfare of the community by enlarging production capacity and increasing the competitiveness of instant ginger products. Keywords: instant ginger; training; dough mixer; automatic weighing machine.
Peningkatan literasi bullying dan kekerasan seksual pada anak sejak dini di SD Inpres Roong, Minahasa Pramesti Ningsih, Andi; Sari, Tika Bela; Sudirham, Sudirham; Indirwan, Dicky
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28961

Abstract

Abstrak Bullying dan kekerasan seksual memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia, termasuk di sekolah dasar. Kejadian ini dapat memberikan dampak negatif baik bagi pelaku maupun korban. Anak yang berada di sekolah dasar sangat rentan menerima dampak negatif yang besar, seperti trauma yang akan berpengaruh hingga tahap perkembangan selanjutnya. Hal ini yang mendasari diperlukan edukasi mengenai bullying dan kekerasan seksual. Pemberian edukasi adalah salah satu cara pencegahan yang akan mengoptimalkan pengawasan dari guru maupun orangtua. Pemberian edukasi ini dilaksanakan di SD Inpres Roong dengan sasaran kelas 4,5, dan 6 dengan menggunakan metode ceramah dan menonton video edukasi Bersama. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan. Pengetahuan terkait bullying dalam kategori baik mencapai 76,9% dan pengetahuan terkait kekerasan seksual mencapai 84,6%. Meskipun terjadi peningkatan, masih perlu diberikan edukasi lebih mendalam lagi sehingga persentase murid yang belum memahami kedua topik ini dapat berkurang. Olehnya itu, diharapkan tindak lanjut dari sekolah, dukungan guru, kepala sekolah serta dinas Pendidikan untuk terus memberikan edukasi kepada peserta didik. Kata kunci: bullying; kekerasan seksual; literasi Abstract Bullying and sexual violence have a high prevalence in Indonesia, including in elementary schools. This incident can have a negative impact on both the perpetrator and the victim. Children in elementary school are very vulnerable to receiving major negative impacts, such as trauma that will affect the next stage of development. This is the basis for the need for education about bullying and sexual violence. Providing education is one way of prevention that will optimize supervision from teachers and parents. This education was carried out at SD Inpres Roong targeting grades 4, 5, and 6 using the lecture method and watching educational videos together. The results of this activity showed an increase in knowledge. Knowledge related to bullying in the good category reached 76.9% and knowledge related to sexual violence reached 84.6%. Although there was an increase, more in-depth education still needs to be provided so that the percentage of students who do not understand these two topics can be reduced. Therefore, it is hoped that there will be follow-up from schools, support from teachers, principals and the Education Office to continue to provide education to students. Keywords: bullying; sexual violence; literacy
Pemberdayaan kelompok pengolahan-pemasaran (Poklahsar) dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat nelayan Marna, Jean Elikal; Adrian, Arif; Juita, Novia; Zona, Mega Asri; Zulvia, Yolandafitri; Handayani, Dian Fitria; Hayati, Annur Fitri; Oknaryana, Oknaryana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29044

Abstract

Abstrak Kegiatan ini dilaksanakan pada Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Ikan Kasiak Badoro, Kota Padang. Kelompok ini berfokus pada pengolahan ikan menjadi ikan kering yang dijual di pasar, perkantoran, dan secara online. Kelompok ini belum bisa memasarkan produknya ke pasar swalayan karena belum memiliki logo merek dan izin PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) sebagai syarat untuk memasarkan produk di sana. Kelompok ini juga belum mengetahui cara mengurus PIRT. Untuk pemasaran secara online, kelompok ini memanfaatkan media sosial Facebook untuk menjual produknya namun hanya melalui akun ketua Poklahsar. Pemasaran di media sosial dilakukan hanya sebagai usaha sampingan apabila terjadi kelebihan produk yang dihasilkan. Untuk mengatasi permasalahan mitra, maka dilakukan kegiatan pendampingan dan pelatihan dengan hasil sebagai berikut: (1) Kelompok dapat membuat produk olahan ikan menjadi makanan olahan siap saji atau Frozen Food, (2) Kelompok memiliki pemahaman terkait pendaftaran PIRT, dan (3) Kelompok memiliki keterampilan dalam memasarkan produk secara online. Kata kunci: nelayan; pemasaran; manajemen. Abstract This community service was held at the Kasiak Badoro Processing and Marketing Group in Padang City. This group focuses on processing fish into dried fish sold in markets, offices, and online. The group has not been able to market its product to supermarkets because it does not yet have a brand logo and PIRT (Household Industry Food) permit as a requirement to market products there. The group also does not know how to apply for PIRT. For online marketing, the group uses Facebook social media to sell its products but only through the account of the Poklahsar chairman. To overcome various problems, training and focus group discussions were carried out with the following results: (1) The group can make processed fish products into ready-to-eat processed foods or Frozen Food, (2) The group has an understanding related to PIRT registration, and (3) The group has skills in marketing products online. Keywords: fishermen;  marketing; management.
Pendampingan balita risiko stunting dengan Kalender Edukasi Stunting Balita (Kalista) di Kelurahan Mulyorejo Abdulloh, Zaid; Maulidiyah, Nurfitri Laili; Dwipajati, Dwipajati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29597

Abstract

AbstrakStunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis pada anak usia 0-59 bulan, ditandai dengan tinggi badan di bawah -2 SD (stunting sedang dan berat) atau -3 SD (stunting berat). Tujuan Pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang risiko stunting, kecukupan asupan makanan, dan pemilihan kelompok pangan yang lebih beragam untuk balita. Metode yang digunakan adalah secara langsung dengan sosialisasi dan pendampingan berupa kunjungan rumah. Pengabdian Masyarakat melibatkan 12 balita berisiko stunting di Kelurahan Mulyorejo, dilaksanakan tiga kali seminggu selama Bulan Desember 2024. Tahapan meliputi persiapan, sosialisasi, intervensi dan pendampingan, evaluasi, kontinuitas, dan pelaporan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan ibu balita dari 68,33 menjadi 81,67 uji statistik pengetahuan ibu balita menunjukkan nilai (sig. 2-tailed 0,023 < 0,05), dan skor keragaman pangan balita meningkat dari 41,67% menjadi 75%. Skor IDDS (Individual Dietary Diversity Score) menunjukkan mayoritas balita mengonsumsi pangan beragam, namun untuk rata-rata frekuensi konsumsi sayur dan buah menurun. Tingkat kecukupan energi, protein, dan karbohidrat mayoritas kurang, sedangkan lemak baik. Kesimpulannya pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam mencukupi dan menyediakan makanan beragam untuk balita. Kata kunci: balita; keragaman pangan; pengetahuan; stunting; tingkat asupan makan AbstractStunting is a condition of chronic malnutrition in children aged 0-59 months, characterized by height below -2 SD (moderate and severe stunting) or -3 SD (severe stunting). The purpose of community service is to increase the knowledge of mothers of toddlers about the risk of stunting, the adequacy of food intake, and the selection of more diverse food groups for toddlers. The method used is direct socialization and assistance in the form of home visits. Community service involved 12 toddlers at risk of stunting in Mulyorejo Village, held thrice a week during December 2024. Stages include preparation, socialization, intervention and assistance, evaluation, continuity, and reporting. The results showed an increase in the average knowledge score of mothers of toddlers from 68.33 to 81.67. The statistical test of knowledge of mothers of toddlers showed a value (sig. 2-tailed 0.023 <0.05), and toddler food diversity scores increased from 41.67% to 75%. IDDS (Individual Dietary Diversity Score) scores showed the majority of toddlers consumed diverse foods, but the average frequency of vegetable and fruit consumption decreased. The adequacy level of energy, protein, and carbohydrates is mostly lacking, while fat is good. In conclusion, this community service can improve the knowledge and attitude of mothers in fulfilling and providing diverse foods for toddlers. Keywords: toddlers; dietary diversity; knowledge; stunting; dietary intake level
Edukasi pencegahan diare dan pembuatan hand sanitizer di panti asuhan Ar-Risalah Banjarmasin Sazali, Ahmad; Supar, Evania Elianti; Fauzi, Yuniarti Erisha; Yolanda, Yolanda; Ahdyani, Risa; Wibowo, Joko Priyanto; Zamzani, Irfan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.27134

Abstract

AbstrakBakteri menjadi satu penyebab terjadinya infeksi. Organ saluran pencernaan merupakan bagian yang sering terinfeksi. Escherichia coli beberapa diantaranya berada pada saluran pencernaan, namun yang bersifat patogen dapat menyebabkan diare. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan terhadap pencegahan diare dan peningkatan ketrampilan pembuatan hand sanitizer bagi mitra di panti asuhan yayasan Ar-Risalah Banjarmasin. Metode yang diberikan berupa pendidikan kesehatan dengan rangkaian pemaparan materi mengenai bahaya dan pencegahan diare serta pelatihan pembuatan sedian gel hand sanitizer. Kegiatan ini diikuti orang warga panti asuhan Ar-Risalah sebanyak 15 orang pada 23 Maret 2024. Hasil kegiatan berupa tingkatan pengetahuan tentang bahaya dan pencegahan diare terdiri atas berpengetahuan yang baik sebanyak 6 orang (41%) dan berpengetahuan cukup sebanyak 6 orang (39%) serta berpengetahuan kurang sebanyak 3 orang (20%) pada peserta pengabdian masyarakat dan ketrampilan pembuatan sediaan hand sanitizer peserta mulai trampil. Produk sediaan gel hand sanitizer dapat dimanfaatkan dalam mencegah kasus diare dan mampu meningkatkan hidup sehat. Kata kunci: diare; hand sanitizer; panti asuhan Abstract Bacteria are one cause of infection. The organs of the digestive tract are the parts that are often infected. Some of Escherichia coli are located in the digestive tract, but those that are pathogenic can cause diarrhea. The purpose of community service activities is to increase knowledge about diarrhea prevention and improve hand sanitizer making skills for partners at the Ar-Risalah Banjarmasin foundation orphanage. The method provided was in the form of health education with a series of material presentations on the dangers and prevention of diarrhea as well as training in making hand sanitizer gel preparations. This activity was attended by 15 residents of the Ar-Risalah orphanage on March 23, 2024. The results of the activity in the form of a level of knowledge about the dangers and prevention of diarrhea consisted of 6 people (41%) who had good knowledge and 6 people (39%) who had sufficient knowledge and 3 people (20%) who had less knowledge in community service participants and the skills in making hand sanitizer preparations for participants began to be skilled. Hand sanitizer gel preparations can be used to prevent diarrhea cases and be able to improve healthy living. Keywords: diarrhea; hand sanitizer; orphanage
Hidup sehat dan bahagia di usia senja melalui pencegahan hipertensi di Desa Pucangan Yeni Indriyani; Maharani Ayu Kusumawati; Apriliyana Dwi Wahyuni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29269

Abstract

Abstrak Lansia merupakan kelompok rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi, yang menjadi salah satu penyakit degeneratif dengan risiko kematian tinggi. Desa Pucangan, Kabupaten Sukoharjo, memiliki 1.008 lansia, dengan sebagian besar mengalami hipertensi akibat minimnya kesadaran akan pola hidup sehat dan rendahnya aktivitas fisik. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia terhadap pengelolaan hipertensi melalui penyuluhan dan senam hipertensi. Kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan tentang hipertensi, pelaksanaan senam, dan pelatihan kader posyandu. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman lansia tentang pentingnya pola hidup sehat sebesar 60% yang ditunjukkan dengan keaktifan dalam diskusi, meskipun partisipasi awal masih rendah. Lansia yang mengikuti senam hipertensi menunjukkan antusiasme dan perbaikan tekanan darah. Evaluasi mengidentifikasi perlunya pemantauan berkelanjutan dan variasi kegiatan untuk meningkatkan partisipasi. Program ini diharapkan menurunkan prevalensi hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup lansia di Desa Pucangan. Kata kunci: hidup sehat; lansia; hipertensi Abstract The elderly are a vulnerable group to various health problems, including hypertension, which is one of the degenerative diseases with a high risk of death. Pucangan Village, Sukoharjo Regency, has 1,008 elderly people, most of whom have hypertension due to lack of awareness of a healthy lifestyle and low physical activity. This community service program aims to increase the knowledge and awareness of the elderly regarding hypertension management through hypertension counseling and exercise. Activities include blood pressure checks, hypertension counseling, exercise implementation, and training for posyandu cadres. The results of the program showed an increase in the elderly's understanding of the importance of a healthy lifestyle by 60% as indicated by activeness in discussions, although initial participation was still low. The elderly who participated in hypertension exercise showed enthusiasm and improved blood pressure. The evaluation identified the need for ongoing monitoring and variations in activities to increase participation. This program is expected to reduce the prevalence of hypertension and improve the quality of life of the elderly in Pucangan Village. Keywords: healthy life; elderly; hypertension
Penyuluhan dan pelatihan pembuatan masker tradisional dari kulit buah asam kandis sebagai upaya pengembangan ekonomi masyarakat Nagari Salibutan Merita Yanita; Ringga Novelni; Siska Miga Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28275

Abstract

AbstrakGamaran merupakan salah satu Korong yang terdapat di Nagari Salibutan. Berdasarkan observasi di lapangan terdapat hutan sosial yang luasnya mencapai 2.800 hektar di Korong Gamaran yang membudidayakan tanaman asam kandis. Asam kandis ini biasanya diolah oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kandis Bundo Gamaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua KUPS Kandis Bundo Gamaran, untuk saat ini KUPS hanya menghasilkan produk olahan buah asam kandis dalam bidang kuliner dan olahan bumbu. Diketahui bahwa buah asam kandis memiliki aktivitas antioksidan sehingga bisa dikembangkan dalam bidang kecantikan seperti masker tradisional untuk perawatan kulit wajah. Namun KUPS Kandis Bundo Gamaran ini belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam hal tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan terhadap KUPS Kandis Bundo Gamaran tentang proses pembuatan masker tradisional berbahan dasar asam kandis sehingga bisa menghasilkan inovasi produk turunan dari asam kandis yang memiliki nilai jual yang lebih. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Peserta pelatihan adalah anggota KUPS Bundo Gamaran yang berjumlah 20 orang. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan tahap perencanaan yang mencakup koordinasi terkait kebutuhan pelatihan dan sasaran pelatihan. Tahap pelaksanaan diawali dengan proses penyampaian materi dan diskusi serta dilanjutkan proses demonstrasi dan praktik pembuatan masker tradisional berbahan dasar asam kandis. Tahapan terakhir pelatihan adalah evaluasi yang mengukur capaian kegiatan pelatihan. Hasil pelatihan menggambarkan bahwa peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selanjutnya, peserta juga dapat memenuhi beberapa indikator ketercapaian kegiatan pelatihan antara lain memahami manfaat buah asam kandisi dalam bidang kecantikan. Selanjutnya, peserta juga memahami dan mampu membuat masker tradisonal. Beberapa indikator tersebut mengindikasikan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan dapat tercapai dengan baik. Kata kunci: KUPS Kandis Bundo Gamaran; buah asam kandis; masker tradisional. Abstract Gamaran is one of the Korongs in Nagari Salibutan. Based on observations in the field, there is a social forest covering an area of 2,800 hectares in Korong Gamaran which cultivates kandis acid plants. Kandis acid is usually processed by the Kandis Bundo Gamaran Social Forestry Business Group (KUPS). Based on the results of an interview with the chairman of KUPS Kandis Bundo Gamaran, currently KUPS only produces processed kandis acid fruit products in the culinary and spice processing sectors. It is known that kandis tamarind fruit has antioxidant activity so it can be developed in the beauty sector such as traditional masks for facial skin care. However, KUPS Kandis Bundo Gamaran does not yet have the knowledge and skills in this matter. This service activity aims to provide knowledge and skills to KUPS Kandis Bundo Gamaran regarding the process of making traditional masks made from kandis acid so that they can produce innovative products derived from kandis acid which have greater selling value. The training methods used are lectures, discussions, demonstrations and practice. The training participants were 20 members of KUPS Bundo Gamaran. This training activity begins with a planning stage which includes coordination regarding training needs and training targets. The implementation phase begins with the process of delivering material and discussions and continues with the demonstration process and practice of making traditional masks made from kandis acid. The final stage of training is evaluation which measures the achievements of training activities. The results of the training illustrate that participants were able to participate in the activities with enthusiasm. Furthermore, participants can also fulfill several indicators of achievement of training activities, including understanding the benefits of kandisi tamarind fruit in the field of beauty. Furthermore, participants also understand and are able to make traditional masks. Several indicators indicate that the objectives of implementing the training can be achieved well. Keywords: KUPS Kandis Bundo Gamaran; kandis acid; traditional masks
Edukasi higiene sanitasi penjamah makanan di Pondok Pesantren Muara Bantarkalong Tahun 2024 Nisatami Husnul; Taufiq Firdaus Al-Ghifari Atmadja; Nur Arifah Qurota A&#039;yunin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.26347

Abstract

AbstrakPondok pesantren merupakan institusi pendidikan yang menyediakan layanan penyelenggaraan makanan bagi santri yang tinggal di asrama. Kualitas makanan yang diberikan kepada santri, remaja yang masih dalam usia pertumbuhan, sudah selayaknya terjamin dari segi kebersihan dan keamanan pangan. Higiene dan sanitasi penjamah makanan sebagai syarat mutlak dalam penyelenggaraan makanan, khususunya bagi santri yang tinggal di pondok pesantren. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Tujuan pengabdian ini yaitu memberikan edukasi higiene dan sanitasi pada penjamah makanan di Pondok Pesantren Muara Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Mitra sasaran yaitu Pondok Pesantren Muara Bantarkalong, dengan sebelas orang penjamah makanan sebagai peserta edukasi. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian ini yaitu mulai pengkajian, sosialisasi kegiatan, pembuatan bahan edukasi, pelaksanaan edukasi  dan evaluasi menggunakan pengisian formulir pre-post tes. Hasil dari pengabdian menunjukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai higiene sanitasi pada penjamah makanan, dan peserta dapat mempraktekan cara mencuci tangan yang tepat. Kegiatan edukasi menjadi langkah pertama dalam pemberdayaan masyarakat ini, sehingga penjamah makanan di Pondok Pesantren Muara Bantarkalong dapat menyediakan makanan yang sehat dan bergizi. Kata kunci: higiene; penjamah makanan; pesantren; sanitasi; santri AbstractIslamic boarding schools are educational institutions that provide food service for students who live in dormitories. Students should get the quality of food, which hygiene and sanitation of food handlers are absolute requirements in food service, especially for students who live in Islamic boarding schools. This community service activity is part of Community-Based Empowerment, with the scope of Community Partnership Empowerment. The community service activity aims to increase food handlers's knowledge about hygiene and sanitation to provide food at the Muara Bantarkalong Islamic Boarding School, Tasikmalaya Regency. The target partner is the Muara Bantarkalong Islamic Boarding School, with eleven food handlers as education participants. The implementation method for this community service activity starts from assessment, activity socialization, making educational materials, implementing education, and evaluation using pre-post test form filling. The results of the community service show an increasing knowledge about hygiene and sanitation among food handlers, and they can practice the correct way to wash their hands. Educational activities are the first step in empowering this community so food handlers at the Muara Bantarkalong Islamic Boarding School can provide healthy and nutritious food. Keywords: food handlers; hygiene; islamic boarding school; sanitation; students
Pelatihan deteksi skincare aman dan halal di Pondok Pesantren Bojonegoro Akhmad Al-Bari; Yani’ Qoriati; Charliandri Saputra Wahab
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29306

Abstract

AbstrakPenggunaan skincare di kalangan remaja santri semakin meningkat. Namun, banyak produk yang beredar di pasaran mengandung bahan tidak aman dan belum bersertifikasi BPOM maupun halal. Program pengabdian yang dilaksanakan di Pondok Pesantren ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan santri dalam mendeteksi skincare yang aman dan halal. Kegiatan ini melibatkan 40 santri putri berusia 17–18 tahun yang dipilih melalui observasi awal. Pelatihan dimulai dengan pemaparan materi tentang ciri-ciri produk skincare berisiko, pentingnya sertifikasi BPOM dan halal, serta pelatihan praktis untuk mengidentifikasi label dan menguji keberadaan bahan berbahaya merkuri dalam sampel skincare menggunakan reagen kit. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan para santri, dengan 96% peserta mencapai kategori baik. Sementara itu, keterampilan deteksi merkuri berada dalam kategori sangat baik. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya memilih produk yang sesuai dengan prinsip syariah dan standar keamanan. Diharapkan, santri dapat lebih bijak dalam memilih produk skincare, sehingga masalah kulit di kalangan santri dapat berkurang. Kata kunci: pelatihan deteksi; skincare; aman; halal; merkuri. AbstractThe use of skincare products among teenage students in Islamic boarding schools has been on the rise. However, many products on the market contain harmful ingredients and lack certification from BPOM or halal approval. This community outreach program, conducted at an Islamic boarding school, aims to improve students' knowledge and skills in identifying safe and halal skincare products.  The initiative involved 40 female students aged 17–18, selected through an initial observation process. The training commenced with sessions covering the traits of potentially harmful skincare products, the significance of BPOM and halal certification, and hands-on practice in analyzing product labels and testing for hazardous substances, such as mercury, in skincare samples using reagent kits.  The outcomes demonstrated a notable enhancement in students' understanding, with 96% achieving a "good" level of knowledge. Furthermore, their ability to detect mercury was rated as "outstanding." This program effectively heightened the students' awareness of the necessity of choosing products that comply with Islamic values and safety standards. It is expected that the students will make wiser decisions when selecting skincare products, helping to minimize skin-related issues within their community. Keywords: training on detecting safe; skincare; safe; halal; mercury