cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pemberdayaan wanita marjinal Desa Lingsar melalui pemanfaatan potensi lokal bernilai tambah Ridhawati, Rini; Suryantara, Adhitya Bayu; Prasidya, Tusta Citta Ihtisan Tri; Zahirah, Sayyidah Yasmin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27439

Abstract

Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok wanita marjinal di Desa Lingsar melalui pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Mitra sasaran adalah tiga kelompok usaha marjinal yang terdiri atas 8 orang, dengan fokus pada produksi jajanan tradisional, bumbu masak, dan lauk pendamping. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Pada periode pra-pelatihan, dilakukan identifikasi potensi lokal dan kebutuhan kelompok melalui wawancara dan observasi. Selanjutnya, pada periode pelatihan, dilaksanakan pelatihan intensif berbasis praktek menggunakan metode workshop dan pendampingan langsung untuk meningkatkan keterampilan produksi, pengolahan, dan pemasaran. Setelah pelatihan, dilakukan pendampingan intensif pada periode pasca-pelatihan, meliputi bimbingan teknis penggunaan alat, strategi pemasaran, dan pemantauan perkembangan kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas dan kualitas produksi. Kelompok usaha pertama mampu meningkatkan efisiensi produksi jajanan tradisional dengan bantuan alat spinner dan pemotong. Kelompok kedua menghasilkan bumbu masak dengan kualitas lebih konsisten menggunakan blender. Sementara itu, kelompok ketiga berhasil meningkatkan kapasitas produksi lauk pendamping dengan memanfaatkan mesin prajang bawang dan blender. Dampak positif ini tercermin pada peningkatan hasil penjualan dan kesejahteraan anggota kelompok. Melalui pendekatan ini, diharapkan kelompok wanita marjinal dapat lebih mandiri dalam mengelola usaha mereka secara berkelanjutan, sehingga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Lingsar Kata kunci: kelompok marjinal; pemberdayaan wanita; potensi lokal Abstract This community service program aims to empower marginalized women’s groups in Lingsar Village by utilizing local potential to create value-added products. The target partners are three marginalized business groups involving eight women focused on producing traditional snacks, cooking spices, and side dishes. The activities were carried out in several stages. During the pre-training phase, local potential and group needs were identified through interviews and observations. In the training phase, intensive workshops and direct mentoring were conducted to enhance production, processing, and marketing skills. An intensive mentoring phase was implemented after the training, including technical guidance on equipment use, marketing strategies, and group development monitoring. The results demonstrate significant improvements in production capacity and quality. The first group increased the efficiency of traditional snack production using a spinner and cutting tools. The second group achieved more consistent quality in cooking spices with the help of a blender. Meanwhile, the third group enhanced the production capacity of side dishes by utilizing a slicing machine and a blender. These improvements were reflected in increased sales and better welfare for group members. This approach is expected to help marginalized women’s groups become more independent in managing their businesses sustainably, thereby contributing to the economic empowerment of the Lingsar Village community. Keywords: marginalized groups; women empowerment; local potential
Penyuluhan ergonomi sebagai upaya preventif gangguan muskuloskeletal pada Siswa SMA Negeri X Tondano, Sulawesi Utara Suarjana, I Wayan Gede; Mautang, Theo Welly Everd; Fathimah, Siti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27130

Abstract

AbstrakDi SMA Negeri X Tondano, banyak siswa mengalami keluhan muskuloskeletal akibat postur duduk yang tidak ergonomis, penggunaan meja dan kursi yang tidak sesuai, kebiasaan membawa tas berat, serta penggunaan perangkat digital yang berkepanjangan, di mana kurangnya pengetahuan ergonomi dan fasilitas sekolah yang tidak memadai memperparah masalah ini, sehingga diperlukan intervensi berupa penyuluhan ergonomi untuk mengurangi risiko gangguan tersebut dan meningkatkan kualitas belajar siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan mengenai prinsip ergonomi dalam meningkatkan pemahaman siswa di SMA Negeri X Tondano. Metode yang digunakan meliputi lokakarya interaktif yang diadakan selama tiga hari pada tanggal 9-11 September 2024, dengan dua kelas siswa kelas XI sebagai peserta, dengan jumlah 60 peserta. Sesi pelatihan mencakup prinsip-prinsip ergonomi, peran ergonomi dalam kesehatan dan pembelajaran, serta simulasi penerapan ergonomi dalam aktivitas belajar. Data dikumpulkan melalui pretest dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman siswa. Hasil menunjukkan hasil post-test, di mana skor rata-rata siswa meningkat sebesar 58,1% dibandingkan pretest. Aspek pengetahuan ergonomi yang mengalami peningkatan terbesar adalah pemahaman tentang dampak ergonomi terhadap kesehatan, yang naik sebesar 70%. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penyuluhan ergonomi efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya postur tubuh yang baik dan penerapan prinsip ergonomi, yang dapat berkontribusi pada kesehatan fisik dan efektivitas pembelajaran. Kata kunci: penyuluhan ergonomi; siswa; keluhan muskuloskeletal; kesehatan; pembelajaran. AbstractAt SMA Negeri X Tondano, many students experience musculoskeletal complaints due to unergonomic sitting postures, the use of inappropriate tables and chairs, the habit of carrying heavy bags, as well as prolonged use of digital devices, where the lack of ergonomic knowledge and inadequate school facilities exacerbate this problem, so an intervention in the form of ergonomic counselling is needed to reduce the risk of these disorders and improve the quality of student learning. This community service activity aims to evaluate the effectiveness of counseling on ergonomic principles in improving students' understanding at SMA Negeri X Tondano. The methods used included an interactive workshop held over three days on 9-11 September 2024, with two classes of grade XI students as participants, with 60 participants. The training sessions covered the principles of ergonomics, the role of ergonomics in health and learning, and simulations of the application of ergonomics in learning activities. Data was collected through pre-tests and post-tests to measure changes in student understanding. The results showed the post-test results, where the students' average score increased by 58,1% compared to the pretest. The aspect of ergonomics knowledge that experienced the biggest increase was the understanding of the impact of ergonomics on health, which increased by 70%. The conclusion of this study confirms that ergonomics counseling is effective in raising students' awareness of the importance of good posture and the application of ergonomics principles, which can contribute to physical health and learning effectiveness. Keywords: ergonomics extension; students; musculoskeletal disorders; health; learning
GETAS penyakit jantung koroner dengan CERMAT Damelya Patricksia Dampang; Agnes Maharani Puji Wulandari; Aloysius Prima Cahya Miensugandhi; Mateus Bagas Nugroho Jati; Sada Rasmada; Paramitha Wirdani Ningsih Marlina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.27247

Abstract

Abstrak Di Indonesia prevalensi jantung termasuk penyakit jantung koroner (PJK) berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk semua umur sebesar 1.5%. Hipertensi merupakan salah satu faktor terjadinya PJK. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan terkait penyakit PJK sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap PJK. Kegiatan ini dilakukan di Hall Asrama STIK Sint Carolus dengan sasaran pengunjung Klinik Pratama St. Carolus Paseban sebanyak 25 orang anggota prolanis hipertensi. Anggota prolanis hipertensi dipilih karena masih banyak persepsi yang salah terkait makanan, selain itu beberapa anggota tidak mengetahui dampak jika tekanan darah tidak terkontrol. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 10 November 2023 menggunakan media power point dan diberikan pre-posttest. Terdapat 10 pertanyaan yang digunakan untuk pre-posttest. Uji yang digunakan adalah Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan setelah diberikan edukasi (p value = 0.052) tetapi terjadi peningkatan pengetahuan pada 32% responden dengan rata-rata nilai 84.40±8.20 menjadi 87.20±6.13, rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 15%. Pemberian edukasi gizi CERMAT dapat meningkatkan pengetahuan responden sehingga responden dapat meningkatkan kewaspadaan tehadap terjadinya PJK. Kata kunci: CERMAT; edukasi gizi; penyakit jantung koroner. Abstract In Indonesia, the prevalence of heart disease including coronary heart disease (CHD) based on a doctor's diagnosis in the population of all ages is 1.5%. Hypertension is one of the factors of CHD. The purpose of this activity is to increase knowledge related to CHD so that it can increase awareness of CHD. This activity was carried out at the Sint Carolus STIK Dormitory Hall with the target of visitors to the St. Carolus Paseban Primary Clinic as many as 25 hypertension prolanis members. Hypertension prolanis members were chosen because there are still many wrong perceptions related to food, besides that some members do not know the impact if blood pressure is not controlled. This activity was carried out on November 10, 2023 using power point media and given a pre-posttest. There were 10 questions used for the pre-posttest. The test used was Wilcoxon. The results of the analysis showed that there was no difference between before and after education (p value = 0.052) but there was an increase in knowledge in 32% of respondents with an average score of 84.40 ± 8.20 to 87.20 ± 6.13, an average increase in knowledge of 15%. Providing CERMAT nutrition education can increase respondents' knowledge so that respondents can increase awareness of the occurrence of CHD.  Keywords: CERMAT; coronary heart disease; nutrition education.
Upaya optimalisasi tumbuh kembang anak melalui pendampingan dan edukasi “Isi Piringku” di SD Negeri 2 Koya Barat Semuel Piter Irab; Arius Togodly; Sartika Sinaga; Evi Sinaga; Eva Sinaga; Miftah Fariz Prima Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.29568

Abstract

Abstrak Di era modern, berbagai tantangan muncul dalam upaya memberikan asupan gizi yang baik pada anak-anak khususnya anak sekolah. Gaya hidup yang sibuk, perubahan pola makan, dan akses makanan cepat saji dan jajanan kurang sehat menjadi penghambat penerapan pola makan sehat dan seimbang. Dilaporkan sebanyak 8% anak sekolah menderita obesitas sentral. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konkret untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak melalui edukasi menu seimbang. Anak-anak yang memiliki asupan makan yang bernutrisi berpeluang lebih baik untuk tubuh menjadi individu yang sehat, cerdas dan memiliki daya tahan tubuh yang baik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah terpenuhinya salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak tentang konsep “Isi Piringku” sebagai upaya optimalisasi tumbuh kembang anak. Kegiatan ini juga menjalin kerjasama antara pihak Universitas Cenderawasih khususnya Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM UNCEN dengan pihak SD Negeri 2 Koya Barat.  Manfaat dari kegiatan ini adalah siswa/i mengetahui informasi tentang konsep isi priingku dan mampu melakukan simulasi yaitu dengan memilih makanan dan menyusun isi piring makan peserta sesuai konsep “Isi piringku”, serta terpenuhinya salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat dan menjadi bahan publikasi serta kerjasama eksternal dengan lembaga/institusi yaitu SD Negeri 2 Koya Barat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk edukasi dan pendampingan yang dilakukan dengan cara memberikan ceramah dan demonstrasi yang diikuti oleh 38 siswa/i dan 1 guru SD Negeri 2 Koya Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, data dianalisis dengan menggunakan Uji Independent t-test, diperoleh peningkatan pengetahuan dalam kategori tinggi (Rerata %N-Gain: 89.52%). Kata kunci: pendidikan kesehatan; isi piringku; siswa SD Abstract In the modern era, various challenges arise in the effort to provide good nutrition to children, especially school-aged children. Busy lifestyles, changes in eating patterns, and access to fast food and unhealthy snacks hinder the implementation of a healthy and balanced diet. It was reported that 8% of school children suffer from central obesity. Therefore, concrete efforts are needed to optimize children's growth and development through balanced menu education. Children who have a nutritious diet are more likely to grow into healthy, intelligent individuals with good immunity. The purpose of the community service activity is to fulfill one of the Tri Dharma of Higher Education, namely community service, and to enhance children's knowledge and skills about the "My Plate" concept as an effort to optimize child development. This activity also establishes cooperation between Cenderawasih University, specifically the Public Health Study Program at FKM UNCEN, and SD Negeri 2 Koya Barat. The benefits of this activity include students gaining information about the "My Plate" concept and being able to simulate it by selecting food and arranging the participants' plates according to the "My Plate" concept. Additionally, it fulfills one of the three pillars of higher education, which is community service, and serves as a basis for publication and external collaboration with the institution, namely SD Negeri 2 Koya Barat. This community service activity took the form of education and mentoring, conducted through lectures and demonstrations attended by 38 students and 1 teacher from SD Negeri 2 Koya Barat. Data collection was conducted using questionnaires, and the data were analyzed using the Independent t-test. An increase in knowledge in the high category was obtained (Mean %N-Gain: 89.52%). Keywords: health education; my plate; elementary school students
Implementasi kurikulum merdeka: inovasi pembelajaran digital berbasis videografi dalam MGMP kimia di Kabupaten Bireun Isna Rezkia Lukman; Agus Muliaman; Siraj Siraj; Almunawarah Almunawarah; Ajeng Rizka Ananta
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29856

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan pilar utama dalam kehidupan manusia saat ini, dimana setiap manusia dituntut untuk memiliki kemampuan dalam berpikir dan membangun kualitas yang baik sesama manusia terutama dalam daya saing.  Pengabdian ini mengatasi kelemahan pada literatur sebelumnya dengan merumuskan tiga tujuan khusus: 1) Menyediakan strategi pembelajaran berbasis videografi yang sesuai untuk diferensiasi; 2) Meningkatkan kompetensi guru dalam menghasilkan konten videografi interaktif di MGMP Kimia Kabupaten Bireun; 3) Mengembangkan model evaluasi yang mengukur efektivitas videografi dalam meningkatkan pemahaman konsep kimia abstrak. Pengabdian ini dilakukan di Universitas Malikussaleh dan SMAN 1 Bireuen mulai dari September sampai November 2024. Adapun tahapan pengabdian menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion) dalam sosisalisasi, pelatihan model project based learning dengan 3 pertemuan, penerapan pelatihan menggunakan strategi blended learning dan hybrid learning. Kemudian pendampingan yang dilakukan dalam 3 sesi menggunakan strategi blended learning dan yang terakhir adalah evaluasi untuk meninjau hasil pengabdian. Hasil yang didapatkan yaitu peserta MGMP mendapatkan respon positif dalam mempelajari seluruh materi pengaturan kamera hingga mampu mempraktikan secara langsung penggunaan kamera dalam pembelajaran diferensiasi. . Secara keseluruhan, penerapan pembelajaran digital berbasis videografi dalam Kurikulum Merdeka ini menunjukkan hasil yang positif, dengan tercapainya peningkatan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran yang adaptif dan relevan, serta mengoptimalkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep kimia yang abstrak. Kata kunci: kurikulum merdeka; pembelajaran digital; videografi. Abstract Education is a fundamental pillar in human life today, where every individual is required to possess the ability to think critically and build good quality relationships with others, especially in terms of competitiveness. This service addresses the gaps in previous literature by formulating three specific objectives: 1) To provide a videography-based learning strategy suitable for differentiation; 2) To enhance teachers' competence in producing interactive videography content within the MGMP Kimia in Kabupaten Bireun; 3) To develop an evaluation model that measures the effectiveness of videography in improving the understanding of abstract chemistry concepts. This community service program was conducted at Universitas Malikussaleh and SMAN 1 Bireuen from September to November 2024. The implementation stages followed a structured approach, starting with a Focus Group Discussion (FGD) for socialization, followed by training sessions on the Project-Based Learning model over three meetings. The training was implemented using blended learning and hybrid learning strategies. Subsequently, mentoring was conducted in three sessions utilizing a blended learning approach. Finally, an evaluation was carried out to assess the outcomes of the community service program. The results indicate that the MGMP participants received positive feedback while learning all aspects of camera settings, eventually being able to directly practice using the camera in differentiated learning. Overall, the implementation of videography-based digital learning in the Kurikulum Merdeka has shown positive results, with an increase in teachers' competence in managing adaptive and relevant learning and optimizing students' understanding of abstract chemistry concepts. Keywords: digital learning; kurikulum merdeka; videography.
Pemberdayaan pengasuh lansia dalam pemanfaatan pojok herbal sebagai upaya menigkatkan kesehatan lansia di LKS-LU Pangesti lawang Wibowo Wibowo; Sirilus Deodatus Sawu; Devanus Lahardo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29411

Abstract

AbstrakPerkembangan jumlah lansia di Indonesia terjadi dalam jangka waktu kurang lebih 50 tahun. Dalam periode tersebut, persentase penduduk lansia Indonesia mengalami lonjakan dua kali lipat dibanding sebelumnya. Pada tahun 2020, persentase lansia mencapai 9,92 persen atau sekitar 26,82 juta orang. Penyakit ataupun masalah- masalah kesehatan lainnya yang sering dialami oleh lansia sangat berbeda dari orang dewasa, yaitu adanya masalah gangguan tidur, imobilisasi, inkontinensia, depresi, kekurangan nutrisi, menurunnya kekebalan tubuh. Potensi yang bisa dioptimalkan LKS-LU Pangesti Lawang adalah kebun yang luas yang ditanami berbagai tanaman seperti sayuran, buah buahan dan tanaman obat yang bisa memberikan manfaat untuk peningkatan kesehatan lansia penguni LKS- LU. Tahap kegiatan pengabdian kepada masyarakat dibagi menjadi 3 tahap yang  meliputi tahap persiapan administratip, pelaksanaan dan evaluasi. Waktun yang dibutuhkan untuk kegiatan ini adalah selama 3 hari yaitu pada tanggal Edukasi ini akan dilaksanakan selama 3x pertemuan pada tanggal 19 November, 2 dan 5 Desember 2024 dengan jumlah peserta 11 orang di aula LKS LU Pangesti Lawang. pukul 12.30-15.00. Pada pertemuan hari pertama  di diawali dengan kegiatan pre test, dan didapatkan nilai rata-rata 5,4. Setelah peserta diberi penjelasan tentang pojok herbal sebagai upaya meningkatkan kesehatan lansia dilanjutkan dengan post test untuk mengetahui materi yang telah diberikan didapatkan nilai post test sebesar 8,2 penanaman tanaman herbal dilakukan pada hari ke tiga pada tempat yang sesuai dengan karakteristik tanaman. Kata kunci: kesehatan lansia; pengasuh lansi; pojok herbal; tanaman obat. AbstractThe development of the number of elderly people in Indonesia has occurred over a period of approximately 50 years. In this period, the percentage of Indonesia's elderly population has doubled compared to before. In 2020, the percentage of elderly people reached 9.92 percent or around 26.82 million people. The illnesses or other health problems often experienced by the elderly are very different from those of adults, namely problems with sleep disorders, immobilization, incontinence, depression, nutritional deficiencies, decreased immunity. The potential that can be optimized by LKS-LU Pangesti Lawang is a large garden planted with various plants such as vegetables, fruit and medicinal plants which can provide benefits for improving the health of elderly residents of LKS-LU. The community service activity stage is divided into 3 stages which include the administrative preparation, implementation and evaluation stages. The time required for this activity is 3 days, namely on the date. This education will be held during 3 meetings on 19 November, 2 and 5 December 2024 with a total of 11 participants in the LKS LU Pangesti Lawang hall. 12.30-15.00. The first day of the meeting began with pre-test activities, and an average score of 5.4 was obtained. After the participants were given an explanation about the herbal corner as an effort to improve the health of the elderly, it was continued with a post test to find out the material that had been given. The post test score was 8.2. The planting of herbal plants was carried out on the third day in a place that suited the characteristics of the plants. Keywords: elderly caregivers; elderly health; herbal corne; medical plants
Pendampingan berkelanjutan dalam riset: mengembangkan kelompok MYRES di MAN 3 Padang sebagai kegiatan unggulan madrasah Milya Sari; Zulpadrianto Zulpadrianto; Cia Nurfrianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29248

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan melaksanakan program pendampingan riset yang dapat memperkuat keterampilan riset siswa dan guru di MAN 3 Padang dalam mempersiapkan diri untuk berpartisipasi di kompetisi MYRES. Selain itu, membentuk kelompok riset yang berkelanjutan di MAN 3 Padang sebagai bagian dari program unggulan madrasah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 3 Padang menggunakan service learning yang memiliki lima tahap: identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, refleksi, dan tindak lanjut. Kegiatan PKM ini berlangsung dari bulan Juni-November 2024. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan riset siswa dan guru setelah pelatihan, termasuk pemahaman dalam perumusan masalah, metode penelitian, dan penulisan ilmiah. Pembentukan kelompok MYRES sebagai kegiatan unggulan madrasah menjadi bagian penting dari program ini, memberikan platform berkelanjutan bagi siswa untuk terlibat dalam penelitian. Refleksi menunjukkan respon positif dari peserta terhadap efektivitas program dan kebutuhan pengembangan berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa program pendampingan berbasis service learning tidak hanya memperbaiki kualitas riset di madrasah tetapi juga membangun fondasi bagi budaya riset yang kokoh dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan Islam. Kata kunci: budaya riset; madrasah; MYRES; pendampingan riset;  service learning. Abstract This service activity aims to implement a research mentoring program that can strengthen the research skills of students and teachers at MAN 3 Padang in preparing to participate in the MYRES competition. In addition, forming a sustainable research group at MAN 3 Padang as part of the madrasah's flagship program. This community service activity was carried out at MAN 3 Padang using service learning which has five stages: needs identification, planning, implementation, reflection, and follow-up using service learning which has five stages: needs identification, planning, implementation, reflection, and follow-up. This PKM activity takes place from June to November 2024. The results showed an increase in students' and teachers' research skills after the training, including understanding in problem formulation, research methods, and scientific writing. The establishment of the MYRES group as a flagship activity of the madrasah became an important part of the program, providing a sustainable platform for students to engage in research. Reflections showed positive responses from participants on the effectiveness of the program and the need for continued development. The implications of this study show that a service learning-based mentoring program not only improves the quality of research in madrasah but also builds a foundation for a solid and sustainable research culture in the Islamic education environment. Keywords: madrasah; MYRES; research culture; research mentoring; service learning.
Digital marketing: pelatihan dan pendampingan kepada UMKM tenun binaan Desa Nifukani Kabupaten TTS Irience R. A. Manongga; Klaasvakumok J. Kamuri; Andrias U. T. Anabuni; Yonas F. Riwu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29527

Abstract

Abstrak Saat ini trategi digital marketing menjadi keharusan bagi UMKM agar meningkatkan daya saing, namun hal tersebut belum dilakukan UMKM tenun binaan desa Nifukani karena masih menggunakan metode pemasaran konsensional yang disebabkan olej keterbatasan literasi digital. Atas masalah tersebut, kegiatan ini bertujuan menigkatkan dan mendampingi kelompok UMKM tersebut agar dapat mengimplementasi strategi digital marketing. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang bertujuan menjembatani kesenjangan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi bagi kelompok UMKM tersebut dalam mengimplementasi strategi digital marketing. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kelompok UMKM ini memiliki daya saing berupa kualitas produk, dukungan pemerintah desa dan kepemilikan perangkat teknologi, namun belum mampu mengimplementasi strategi digital marketing karena minimnya pengetahuan digital marketing, sumber daya pendukung, dan keterbatasan program pemberdayaan. Program pelatihan dan pendampingan ini berhasil meningkatkan kemampuan dalam mengimplementasi strategi digital marketing, yang dibuktikan dengan peningkatan penjualan melalui platform digital oleh kelompok UMKM tenun binaan desa Nifkani. Keberlanjutan program memerlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan DUDI untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan, keterampilan dan teknologi, serta memastikan akses sumber daya yang lebih luas. Kata kunci: digital marketing; kain tenun; budaya timor; Nusa Teggara Timur. Abstract Currently, digital marketing strategies have become a necessity for SMEs to enhance their competitiveness. However, this has not yet been implemented by the weaving SMEs in Nifukani village because they still use conventional marketing methods due to limited digital literacy. Regarding this issue, this activity aims to enhance and assist the UMKM group so that they can implement digital marketing strategies. The method used is the Participatory Action Research (PAR) approach, which aims to bridge the gaps in knowledge, skills, and technology for the MSME group in implementing digital marketing strategies. The results of the activities show that this group of SMEs has competitive advantages in terms of product quality, support from the village government, and ownership of technological devices. However, they have not yet been able to implement digital marketing strategies due to a lack of knowledge in digital marketing, supporting resources, and limited empowerment programs. This training and mentoring program successfully enhanced the ability to implement digital marketing strategies, as evidenced by the increase in sales through digital platforms by the weaving SMEs group fostered by Nifkani village. The sustainability of the program requires collaboration between the government, academics, and the business world to bridge the gaps in knowledge, skills, and technology, as well as to ensure broader access to resources. Keywords: digital marketing; woven fabric; timores cultur; East Nusa Tenggara
Training financial administration bagi pekerja migran di Malaysia untuk menuju ekonomi yang berkelanjutan Brillian Rosy; Farij Ibadil Maula; Novi Trisnawati; Fitriana Rahmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.29766

Abstract

Abstrak Pekerja migran Indonesia di Malaysia menghadapi tantangan literasi keuangan, yang mengakibatkan pengelolaan keuangan kurang optimal meski remitansi yang dikirim cukup besar. Hal ini memengaruhi stabilitas ekonomi mereka dan keluarga. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pekerja migran melalui Training Financial Administration yang bekerja sama dengan Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia di Malaysia (AOMI Malaysia). Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta dengan metode pelaksanaan meliputi pretest, pelatihan tatap muka, posttest, dan pendampingan daring. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman keuangan peserta, terutama pada kemampuan pengelolaan aliran kas dan perencanaan investasi. Secara deskriptif kualitatif, 75% peserta menilai pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan mereka, sedangkan secara kuantitatif, hasil posttest menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 30% dibandingkan pretest. Program ini diharapkan membantu pekerja migran mencapai kesejahteraan ekonomi yang lebih baik melalui pengelolaan finansial yang berkelanjutan. Kata kunci: administrasi finansial; pekerja migran; AOMI Malaysia Abstract Indonesian migrant workers in Malaysia face financial literacy challenges, which lead to suboptimal financial management despite substantial remittances sent home. This affects their economic stability and that of their families. This community service program aims to improve financial literacy among migrant workers through Financial Administration Training in collaboration with the Alliance of Indonesian Community Organizations in Malaysia (AOMI Malaysia). The training involved 25 participants and included methods such as pre-test, in-person training, post-test, and online mentoring. Results showed a significant increase in participants' financial understanding, particularly in cash flow management and investment planning. Qualitatively, 75% of participants found the training highly relevant to their needs, while quantitatively, post-test scores demonstrated an average improvement of 30% over pre-test results. This program aims to support migrant workers in achieving better economic well-being through sustainable financial management. Keywords: financial administration; migrant workers; AOMI Malaysia
Pelatihan inovasi produk berbahan kulit buah manggis sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat Desa Songgon Kabupaten Banyuwangi Suciati Suciati; Wiwied Ekasari; Andang Miatmoko; Neny Purwitasari; Fatin Fadhilah Hasib; Hilkatul Ilmi; Firman Wicaksana; Hamizah Haula
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28952

Abstract

Abstrak Desa Songgon adalah salah satu desa di Kabupaten Banyuwangi yang dikembangkan sebagai desa wisata. Desa ini memiliki kekayaan alam yang melimpah terutama buah manggis sebagai komoditas unggulan. Masyarakat Desa Songgon memanfaatkan buah manggis untuk konsumsi sehari-hari dan dijual. Harga buah manggis di pasaran sangat fluktuatif terutama saat musimnya harganya sangat murah.  Permasalahan lain yang dihadapi adalah dari kulit buah manggis yang kerap kali hanya menjadi limbah rumah tangga. Oleh karena itu perlu adanya program peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait pengolahan kulit buah manggis menjadi berbagai produk berdaya jual serta strategi pemasarannya kepada warga Desa Songgon. Metode yang dilakukan berupa penyuluhan dan praktek pembuatan produk kepada kader PKK dan karang taruna Desa Songgon. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan peserta dilihat dari kenaikan nilai pre-test 54,9 menjadi 83,9 pada post-test. Peserta juga mendapatkan keterampilan dalam pembuatan teh celup dan sabun antibakteri dengan bahan dasar kulit buah manggis.  Hasil uji aktivitas antioksidan dari teh celup mangostana dan mangostana mix yang dibuat menunjukkan bahwa produk teh yang dibuat memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kader PKK dan Karang Taruna diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta belajar bagaimana membuat produk inovatif dari buah manggis sehingga dapat diproduksi secara komersial. Dengan demikian, dalam jangka panjang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Songgon. Kata kunci: Desa Songgon; Banyuwangi; buah manggis; inovasi produk. Abstract Songgon Village is one of the villages in Banyuwangi Regency that is developed as a tourist village. This village is rich in natural resources, with mangosteen being one of the most valuable commodities. The people of Songgon Village use mangosteen for daily consumption and for trade. The price of mangosteen on the market is very fluctuating, especially during mangosteen season, it is very cheap. Another issue faced is the mangosteen rind often becomes household waste. The purpose of this community service is to enhance the knowledge and skills of the residents of Songgon Village regarding the processing of mangosteen rind into a variety of innovative health products as well as the marketing strategy of the product. The method used is counseling and practices for PKK cadres and youth organizations of Songgon Village. The results of this program showed that there was an increase in the knowledge of participants according to the pre-test score (54,9) to 83,9 in post-test. Participants also gain the skill in making tea and soap from mangosteen rinds. The antioxidant activity of the tea products, mangostana and mangostana mix, showed good antioxidant activity of the tea infusion. The knowledge and skill gain by participants related innovative products from mangosteen fruit can be implemented, so that they can be produced commercially. Thus, in the long term it is expected to increase the income of the Songgon Village residents. Keywords: Songgon Village; Banyuwangi; mangosteen; innovative products.