cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pelatihan kader kesehatan lansia terkait deteksi dini DM Tipe 2 Achmad Syukkur; Nanik Dwi Astutik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29107

Abstract

Abstrak Peningkatan jumlah lansia berdampak pada meningkatnya masalah kesehatan, termasuk diabetes melitus (DM) tipe 2, yang menjadi risiko signifikan pada usia di atas 45 tahun. Berdasarkan laporan Posyandu di lokasi mitra, DM merupakan masalah kesehatan ketiga tertinggi setelah nyeri sendi dan hipertensi. Akan tetapi, kader kesehatan lansia masih minim pengetahuan mengenai deteksi dini DM tipe 2 dan penggunaan glucometer. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendeteksi DM tipe 2 melalui edukasi dan pelatihan deteksi dini DM tipe 2. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 63,33 menjadi 86,67 (36,84%) dan peningkatan keterampilan kader dari 57,00 menjadi 80,20 (40,70%). Temuan ini menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Diharapkan program serupa dapat dilanjutkan dan diperluas untuk mengoptimalkan peran kader kesehatan lansia dalam deteksi dini DM tipe 2. Kata kunci: lansia; kader kesehatan lansia; pengetahuan; pelatihan; deteksi dini DM tipe 2 Abstract The increasing number of elderly individuals has led to a rise in health issues, including type 2 diabetes mellitus (DM), which poses a significant risk for those aged over 45 years. According to reports from Posyandu at the partner location, DM ranks as the third-highest health problem after joint pain and hypertension. However, elderly health cadres still lack adequate knowledge about early detection of type 2 DM and the use of glucometers. This program aims to enhance the knowledge and skills of cadres in detecting type 2 DM through education and glucometer training. The program results showed an average knowledge improvement from 63.33 to 86.67 (36.84%) and an increase in practical blood glucose measurement scores from 57.00 to 80.20 (40.70%). These findings demonstrate the program's success in improving the cadres' knowledge and skills. It is hoped that similar programs can be continued and expanded to optimize the role of elderly health cadres in the early detection of type 2 DM. Keywords: elderly; elderly health cadres; knowledge; training; early detection of type 2 DM.
Mendorong inovasi kewirausahaan perempuan melalui literasi digital di GMIT Genesaret Danau Ina Ronald P. C. Fanggidae; Yonas Ferdinand Riwu; Yuri Sandra Faah; Yoan Tania Sinlae
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29071

Abstract

AbstrakDi era digital yang terus berkembang, literasi digital menjadi kunci penting dalam mendorong inovasi dan kreativitas, terutama bagi perempuan yang ingin mengembangkan potensi kewirausahaan mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kewirausahaan dan digital marketing, agar para mendapatkan pengetahuan tentang kegiatan wirausaha dan memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan kegiatan wirausaha mereka. Penggunaan metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan bagi mitra dengan target luaran yang ingin dicapai adalah mitra dapat memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang kewirausahaan dan bagaimana mereka dapat menggunakan teknologi digital dalam berwirausaha. Hal ini dikarenakan, kelompok perempuan GMIT Genesaret Danau Ina Kota Kupang adalah mereka yang sudah memiliki skill namun pemanfaataannya belum maksimal karena masih menjalani wirausaha secara tradisional dan belum dimanfaatkan secara maksimal tekonologi digital. Hasil dari kegiatan ini membentuk pemahaman mitra untuk mempunyai pemikiran kedepan untuk memanfaatkan teknologi digital dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai literasi digital. Kata kunci: inovasi; kewirausahaan; literasi digital; perempuan; GMIT AbstractIn the ever-growing digital era, digital literacy is an important key in encouraging innovation and creativity, especially for women who want to develop their entrepreneurial potential. This activity aims to provide entrepreneurship and digital marketing training, so that they gain knowledge about entrepreneurial activities and utilize digital technology in developing their entrepreneurial activities. The use of methods applied in this community service activity is lectures, discussions, training and mentoring for partners with the target output to be achieved is that partners can have an understanding and knowledge of entrepreneurship and how they can use digital technology in entrepreneurship. This is because the GMIT Genesaret Danau Ina Kupang City women's group are those who already have skills but their utilization has not been maximized because they are still doing traditional entrepreneurship and have not utilized digital technology optimally. The results of this activity form an understanding of partners to have forward-thinking to utilize digital technology and a deeper understanding of digital literacy.Keywords: innovation; entrepreneurship; digital literacy; women; GMIT.
Pendampingan dan pelatihan fotografi sport pada Siswa SMKN 1 Garut Irsan Nurhadian; Achmad Wildan Kurniawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.29848

Abstract

Abstrak Meningkatnya kebutuhan industri kreatif di bidang fotografi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh generasi muda. Keahlian fotografi menjadi salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa SMKN guna menghadapi dunia kerja. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa DKV dalam teknik fotografi sport (panning dan freezing). Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa/i jurusan DKV SMKN 1 Garut dengan jumlah peserta sebanyak 38 . metode pelaksanaan meliputi (1) observasi dan persiapan, (2) pemaparan materi, (3) praktik di lapangan, (4) evaluasi hasil kegiatan melaluo review foto. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan siswa, yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata nilai dari 60 (pre-test) menjadi 72 (post-test). Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator penguasaan teknik freezing. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kompetensi siswa DKV dan mendukung kebutuhan dokumentasi visual kegiatan sekolah. Kata kunci: fotografi sport;  teknik panning; teknik freezing; pelatihan; SMKN 1 Garut Abstract The increasing need for creative industries in the field of photography is one of the challenges faced by the younger generation. Photography skills are one of the skills that must be possessed by vocational high school students in order to face the world of work. The purpose of this activity is to improve the knowledge and skills of DKV students in sports photography techniques (panning and freezing). The target partners in this activity are students majoring in DKV at SMKN 1 Garut with a total of 38 participants. The implementation methods include (1) observation and preparation, (2) presentation of materials, (3) practice in the field, (4) evaluation of activity results through photo reviews. The results of the activity showed a significant increase in student understanding and skills, as indicated by an increase in the average score from 60 (pre-test) to 72 (post-test). The highest increase occurred in the indicator of mastery of freezing techniques. This activity provides a positive contribution in improving the competence of DKV students and supports the need for visual documentation of school activities. Keywords: sports photography; panning technique; freezing technique; training; SMKN 1 Garut.
Pemberdayaan kader posyandu lansia dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan terapi modalitas berkebun Ellia Ariesti; Ifa Pannya Sakti; Anastasia Sri Sulartri; Eli Lea Widhia Purwandhani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29232

Abstract

Abstrak Pada lanjut usia terjadi penurunan kebugaran dan kesegaran jasmani, salah satu penyebabnya adalah kurangnya melakukan aktivitas fisik. Salah satu cara untuk mengoptimalkan fungsi kognitif lansia adalah dengan menggunakan terapi modalitas. Peningkatan kualitas hidup dilakukan melalui pemberdayaan potensi mereka dalam aktivitas sehari-hari, memperoleh dukungan dari berbagai pihak dalam pemberian layanan perawatan yang komprehensif, dan memberikan kebahagiaan untuk meningkatkan kualitas hidup. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari pihak Puskesmas Tajinan bahwa selama ini di Desa Gunungronggo belum ada pelatihan tentang terapi modalitas berkebun untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan kader posyandu lansia dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan terapi modalitas berkebun. Tujuan dari kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader posyandu lansia dalam menerapkan terapi modalitas berkebun untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan dengan diberikan tes sebanyak 10 pertanyaan kepada peserta untuk menilai kemampuan kognitif para peserta. Hasil yang didapat Pengetahuan kader lansia tentang cara meningkatkan kualitas hidup lansia didapatkan nilai rerata dari pre-test dari 14 peserta yang hadir pengetahuan responden pada kategori baik dengan nilai 81,43. Hasil post-test yang dilaksanakan pada pertemuan terakhir, nilai rata-rata dari post-test pada 14 peserta yang hadir, pengetahuan responden pada kategori baik dengan nilai 86,43. Kemampuan kader posyandu lansia dalam menerapkan terapi modalitas berkebun untuk meningkatkan kualitas hidup lansia didapatkan hasil nilai rata-rata kategori sangat baik dengan nilai 84,14. Hal ini menunjukkan pengetahuan kader posyandu lansia mengalami peningkatan sebesar 5%. Kata kunci: terapi modalitas; berkebun; kualitas hidup; kader lansia. Abstract At In the elderly there is a decrease in fitness and physical fitness, one of the causes is the lack of physical activity. cause is the lack of physical activity. One way to optimize cognitive function of the elderly is by using modality therapy. modality therapy. Improving the quality of life is done through empowering their potential in daily activities, obtaining support from support from various parties in providing comprehensive care services, and providing happiness to improve quality of life. providing happiness to improve quality of life. Based on information obtained from the Tajinan Community Health Center that there has been no training in Gunungronggo Village. about gardening modality therapy to improve quality of life of the elderly. The solution to the problem is the implementation of community service activities to increase knowledge and empowerment of elderly posyandu cadres in improving the quality of life of the elderly with gardening modality therapy. The purpose of this this PkM activity is to increase the knowledge and ability of posyandu cadres for the elderly in applying modality therapy gardening modality therapy to improve quality of life of the elderly. Evaluation was carried out before and after activity by giving a test of 10 questions to participants to assess the cognitive abilities of the participants. assess the cognitive abilities of the participants. Results The results obtained Knowledge of elderly cadres about how to improve the quality of life the elderly obtained a value of average value of the pre-test of 14 participants who attended the respondent's knowledge in the good category with a value of 81.43. The ability of elderly posyandu cadres to applygardening modality therapy to improve the quality of life of the elderly, the average value of the category is very good with a score of value of 84.14. This shows that the knowledge of elderly posyandu cadres has increased by 5%. Keywords: modality therapy; gardening; quality of life; elderly cadre
Meningkatkan akuntabilitas keuangan UMKM catering: pelatihan pencatatan arus kas pada UMKM Catering Tangerang Selatan Mira Falatifah; Sharon Gunawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29635

Abstract

AbstrakUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk sektor catering di Tangerang Selatan. Namun, banyak pelaku UMKM belum menerapkan pencatatan arus kas masuk dan keluar dengan baik, yang dapat menghambat keberlanjutan usaha mereka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM catering mengenai pencatatan arus kas. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, sosialisasi, diskusi interaktif, dan evaluasi. Pre-test dilakukan untuk mengukur pemahaman awal peserta, diikuti dengan pelatihan dan post-test guna menilai peningkatan pemahaman mereka. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, mayoritas peserta tidak memiliki pencatatan arus kas yang sistematis. Setelah pelatihan, peserta mulai memahami pentingnya pencatatan dan menerapkannya dalam usaha mereka. PKM ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran serta praktik pencatatan arus kas di kalangan UMKM catering, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha mereka. Kata Kunci: UMKM; pencatatan arus kas; pengelolaan keuangan; pelatihan akuntansi. AbstractMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in Indonesia's economy, including the catering sector in South Tangerang. However, many MSME entrepreneurs have yet to implement proper cash flow recording, which may hinder their business sustainability. This Community Service Program (PKM) aims to enhance the understanding of catering MSME owners regarding cash flow recording. The methods used include needs identification, material preparation, socialization, interactive discussions, and evaluation. A pre-test was conducted to measure participants' initial understanding, followed by training and a post-test to assess their improvement. The results indicate that before the training, most participants did not have a systematic cash flow recording system. After the training, participants began to understand its importance and applied it to their businesses. This PKM contributes to increasing awareness and improving cash flow recording practices among catering MSMEs, which is expected to enhance their efficiency and business sustainability. Keywords: SMEs; cash flow recording; financial management; accounting training.
Edukasi siswa SMAN 1 Tarakan, melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan aquascape Kartina, Kartina; Awaludin, Awaludin; Lembang, Miska Sanda; Amien, Muhammad; Zainduddin, Zainduddin; Simanjumtak, Ricky Febrinaldi; Sukardi, Sukardi; Hutapea, Tri Paus Hasiholan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29820

Abstract

AbstrakDidalam dunia pendidikan, kemampuan berpikir kreatif siswa perlu dikembangkan agar dapat bersaing didunia kerja dimasa depan. Saat ini penerapan Kurikulum Merdeka dapat dilakukan melalui pembelajaran proyek. Salah satu bentuk proyek yang dapat dilakukan oleh siswa khususnya dari Jurusan IPA adalah pembuatan Aquascape. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi terkait konsep eksosistem melalui pembuatan aquascape sederhana. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMAN 1 Tarakan, dan diikuti oleh siswa-siswi kelas 2 Jurusan IPA sebanayk 40 siswa pada bulan Agustus Tahun 2024. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan melalui praktek langsung dalam membuat aquascape mulai dari merancang konsep, menyiapkan alat bahan, penataan aquascape dan pemeliharaan. Melalui kegiatan ini siswa telah mampu membuat aquascape sederhana dengan konsep ekosistem bawah air yang terdiri dari organisme ikan dan tumbuhan yang hidup bersama dan komponen abiotiknya berupa air, tanah dan bebatuan. Kata kunci: aquascape; aquatic; budidaya; ekosistem AbstractIn the world of education, students' creative thinking skills need to be developed in order to compete in the world of work in the future. Currently, the implementation of the Independent Curriculum can be done through project learning. One form of project that can be done by students, especially from the Science Department, is making Aquascapes. The purpose of this activity is to provide education related to the concept of ecosystems through the creation of simple aquascapes. This community service activity was carried out at SMAN 1 Tarakan, and was attended by 40 students from class 2 of the Science Department in August 2024. The method used was socialization and training through direct practice in making aquascapes starting from designing concepts, preparing tools and materials, arranging aquascapes and maintenance. Through this activity, students have been able to create a simple aquascape with the concept of an underwater ecosystem consisting of fish and plant organisms that live together and the abiotic components are water, soil and rocks. Keywords: aquascape; aquatic; aquaculture; ecosystem
Pemanfaatan internet sebagai media pemasaran digital pada hasil pertanian Ovilini, Desta; Sudjalmo, Sugito; Aprianto, Wandi; Devi, Cresensia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29555

Abstract

AbstrakInternet merupakan salah satu penunjang keberhasilan suatu bisnis. Di era saat ini hampir semua bisnis memerlukan internet untuk mendukung proses bisnis tersebut. Adapun kegunaan internet yang dikenalkan kepada masyarakat dalam sosialisasi ini adalah media pemasaran digital seperti media sosial. Sosialisasi ini dilakukan di Desa Pancaroba pada tanggal 28 September 2024. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, meningkatkan daya saing produk pertanian, dan juga bisa meningkatkan pendapatan petani. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 40 masyarakat Desa Pancaroba. Evaluasi kegiatan menggunakan dua instrumen yaitu test dan survey tingkat kepuasan kegiatan. Hasil evaluasi berupa pretest dan posttest menunjukan peningkatan pengetahuan peserta sesudah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebesar 24%. Nilai 24% menunjukan bahwa kegiatan yang dilaksanakan telah memberikan manfaat bagi para peserta. Nilai survey kepuasan peserta yaitu 83%, nilai ini menunjukan peserta sangat puas terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kata kunci: internet; pemasaran digital; media sosial Abstract The internet is one of the supports for the success of a business. In the current era, almost all businesses need the internet to support the business process. The use of the internet that is introduced to the community in this socialization is digital marketing media such as social media. This socialization was conducted in Pancaroba Village on 28 September 2024. The purpose of this activity is to increase community knowledge and skills, increase the competitiveness of agricultural products, and can also increase farmers' income. The methods used were lectures, discussions, questions and answers, and training. This activity was attended by 40 people from Pancaroba Village. The evaluation of the activity used two instruments, namely a test and a survey of the level of satisfaction with the activity. The evaluation results in the form of pretests and posttests showed an increase in participants' knowledge after participating in community service activities by 24%. A value of 24% indicates that the activities carried out have provided benefits to the participants. The participant satisfaction survey value is 83%, This value shows that participants are delighted with service to society (PKM) activities. Keywords: internet; digital marketing; social media
Pemberdayaan dasawisma lily dalam pengolahan kulit buah naga menjadi produk bernilai berbasis zero waste Prasetia, Retno; Palupi, Pratiwi Jati; Sirri, Ahmad; Prasetyo, Hendi Wahyu; Reza, Muhammad Ali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29643

Abstract

Abstrak Tingkat konsumsi buah naga masyarakat di Dasawisma Lily dapat dikatakan cukup tinggi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Dasawisma lily, perlu adanya pelatihan memanfaatkan kulit buah naga menjadi produk bernilai. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu mengolah kulit buah naga menjadi produk yang bernilai, yaitu seduhan kulit buah naga dan selai buah naga. Mitra dalam kegiatan ini yaitu Dasawisma Lily Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir Samarinda, Kaltim, dengan jumlah 10 orang. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari sosialisasi terkait konsep zero waste dalam pemanfaatan sampah rumah tangga untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pentingnya mengurangi volum sampah. Selanjutnya, dilakukan workshop pembuatan seduhan dan selai kulit buah naga. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi selama kegiatan dan kuesioner terkait kebermanfaatan kegiatan di akhir kegiatan.  Hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh dua produk olahan, yaitu seduhan dan selai kulit buah naga sebagai produk inovasi pemanfaatan limbah pangan. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata peningkatan aspek yang diukur keseluruhan yaitu sebesar 70%. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan adanya peningkatan motivasi dalam menciptakan lingkungan zero waste di lingkungan sekitar menjju produk berbasis ecogreen. Kata kunci: kulit buah naga; pengolahan limbah rumah tangga; produk bernilai; seduhan; selai; zero waste Abstract The level of dragon fruit consumption on Dasawisma Lily is sufficiently high. The interview with the head of Dasawisma Lily showed there is a need to practice and assist in utilizing dragon fruit peels into useful products.  The objective of this community service activity was to process dragon fruit skin into valuable products, namely dragon fruit skin brewed drink and dragon fruit jam. The partners in this activity are Dasawisma Lily, Harapan Baru Village, Loa Janan Ilir Samarinda, East Kalimantan, with 10 participants. This community service activity consists of socialization related to the concept of zero waste in the utilization of household waste to increase understanding and awareness of the importance of reducing waste volume. Furthermore, a workshop was held on making dragon fruit skin brewed drink and jam. Evaluation of the activity was carried out through observation during the activity and a questionnaire related to the benefits and the sustainability of the activity at the end. Two processed products were obtained, namely dragon fruit skin brewed drink and jam as innovative products for utilizing food waste. The evaluation results showed an average increase in the overall measured aspects of 70%. The results of observations and interviews showed an increase in motivation to create a zero-waste environment in the surrounding environment to promote eco-green-based products. Keywords: brewed beverages; dragon fruit peels; household waste processing; jam; valuable product; zero waste
Tumbuh tanpa tekanan: stop bullying dan perkawinan anak (become agent of change trough awarrnes) Winata, Aliahardi; Bilal, Arpan Islami; Hapipah, Baiq; Nahlya, Nahlya; Jayadi, Mohamad; Nurkisah, Nurkisah; Nufus, Hayatun; Isnaini, Isnaini; Muttaqin, Zedi; Saddam, Saddam; Afandi, Ahmad; Mayasari, Deviana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.30228

Abstract

Abstrak Program sosialisasi "Tumbuh Tanpa Tekanan: Stop Bullying dan Hindari Perkawinan Anak (Become agent of change trough awarrnes)" yang dilaksanakan oleh tim mahasiswa PLP 2 KKN-DIK Universitas Muhammadiyah Mataram di SMKN 1 Janapria pada 18 September 2024 berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu bullying dan perkawinan anak. Dengan pendekatan materi yang komprehensif dan interaktif, siswa memahami definisi, bentuk, dampak, serta pencegahan bullying, dan dampak negatif pernikahan di bawah umur. Partisipasi aktif dalam sesi diskusi menunjukkan keterlibatan siswa, sedangkan pembagian instrumen evaluasi mendorong refleksi pribadi terhadap pengalaman mereka terkait kedua isu tersebut. Dukungan dari pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru, turut memfasilitasi kelancaran kegiatan. Hasil dari sosialisasi ini menciptakan dasar yang kuat untuk tindakan pencegahan berkelanjutan terhadap bullying dan perkawinan anak di lingkungan sekolah, serta memberikan rekomendasi untuk program sosialisasi yang lebih efektif di masa mendatang. Kata kunci: tumbuh tanpa tekanan; stop bullying; perkawinan anak Abstract The socialization program “Grow Without Pressure: Stop Bullying and Avoid Child Marriage (Become agent of change through awareness)” implemented by a team of PLP 2 KKN-DIK students of Muhammadiyah Mataram University at SMKN 1 Janapria on September 18, 2024 succeeded in raising students' awareness of the issues of bullying and child marriage. With a comprehensive and interactive material approach, students understood the definition, form, impact, and prevention of bullying, and the negative impact of underage marriage. Active participation in discussion sessions demonstrated student engagement, while the distribution of evaluation instruments encouraged personal reflection on their experiences related to both issues. Support from the school, including the principal and teachers, facilitated the smooth running of the activities. The results of this socialization create a strong foundation for sustainable preventive actions against bullying and child marriage in the school environment, and provide recommendations for more effective socialization programs in the future. Keywords: growing up without pressure; stop bullying; child marriage
Pemberdayaan caregiver Lembaga Kesjahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) pangesti lawang tentang teori peaceful end of life pada lansia Prihanto, Yafet Pradikatama; Syukkur, Achmad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29028

Abstract

AbstrakLembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) Pangesti Lawang adalah salah satu panti sosial yang yang terletak di Lawang, Kabupaten Malang. Terdapat 13 caregiver dan 1 orang Perawat di Panti tersebut. Rata-rata caregiver telah bekerja di tempat tersebut minimal 3 tahun, sehingga memiliki banyak pengalaman dalam merawat lansia mulai dari membantu lansia beradaptasi saat datang ke panti sampai dengan mendampingi saat menjelang ajal. Studi pendahuluan yang telah dilaksanakan di bulan Juni 2024 didapatkan data bahwa semua tindakan perawatan yang diberikan kepada lansia didapatkan secara otodidak atau belajar kepada caregiver yang lebih senior. Permasalahan utamanya adalah caregiver belum pernah mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai cara pendampingan menjelang ajal. Berdasarkan fenomena ini pelaksana pengabdian kepada Masyarakat berencana untuk memberdayakan caregiver dengan tujuan dapat mendampingi lansia menjelang ajal degan cara mengusahakan lansia terbebas dari rasa sakit/nyeri, membuat lansia merasa nyaman/damai, terhormat dan dekat dengan orang yang disayang (Peaceful end of life) dengan metode Edukasi. Kegiatan ini telah dilaksanakan selama 3x pertemuan pada tanggal 21 November, 2 dan 5 Desember 2024 dengan jumlah peserta 11 orang di aula LKS LU Pangesti Lawang. Sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan, dilakukan pre test (pertemuan pertama) dan post test (pertemuan ketiga). Soal pre dan post test berupa pengetahuan peserta mengenai pendampingan ajal lansia berjumlah 10 soal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dikatakan berhasil karena ada kenaikan dari pre dan post test. Rata-rata pre test adalah 5,09 dan post test adalah 8,54, dengan kenaikan sebesar 59,6%. Luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, modul untuk caregiver; pendampingan lansia menjelang ajal. Implikasi dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah caregiver lansia memahami perawatan lansia menjelang ajal. Kata Kunci : caregiver; lansia; menjelang ajal AbstractPangesti Lawang Elderly Social Welfare Institution (LKS LU) is a social institution located in Lawang, Malang Regency. There are 13 caregivers and 1 nurse at the home. On average, caregivers have worked there for at least 3 years, so they have a lot of experience in caring for the elderly, from helping the elderly adapt when they come to the institution to accompanying them when they are nearing death. A preliminary study carried out in June 2024 showed that all care actions given to the elderly were self-taught or learned from more senior caregivers. The main problem is that caregivers have never received education and training regarding how to accompany the dying. Based on this phenomenon, community service implementers plan to empower caregivers with the aim of being able to accompany the elderly as they approach death by ensuring that the elderly are free from pain, making the elderly feel comfortable/peaceful, respected and close to their loved ones (Peaceful end of life) using the education method. This activity was carried out during 3 meetings on November 21, December 2 and 5 2024 with 11 participants in the LKS LU Pangesti Lawang hall. Before and after the training activities, a pre-test (first meeting) and post-test (third meeting) were carried out. The pre and post test questions consisted of participants' knowledge regarding assisting the elderly in death, totaling 10 questions. This community service activity was said to be successful because there was an increase in the pre and post tests. The average pre test was 5.09 and post test was 8.54, with an increase of 59.6%. The output of this community service activity is a report on community service activities, a module for caregivers; assisting the elderly when they are dying. The implication of this community service activity is that elderly caregivers understand the care of elderly people who are dying. Keywords: caregiver; elderly;  approaching death