cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,588 Documents
Pemberdayaan kelompok wanita dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos sebagai upaya penanggulangan sampah Ramadani, Shefa Dwijayanti; Kusumaningrum, Serafica Btari Christiyani; Riyadi, Azahra Nabila Intan; Astuti, Iga Metri; Nuzula, Laela; Ifada, Fiki; Nabila, Rizka Husnia Putri; Ningtyas, Cindy Rahayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34226

Abstract

AbstrakPermasalahan pengelolaan sampah, khususnya sampah organik, masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Desa Wringin Putih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah menyebabkan pencemaran lingkungan dan berdampak negatif pada kesehatan. Oleh karenanya, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan komposter skala rumah tangga yang dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan materi, pelatihan, dan praktik pembuatan komposter dan proses pengomposan, serta evaluasi program yang dilaksanakan di awal dan akhir kegiatan untuk mengetahui peningkatan kemampuan peserta. Sebanyak 33 anggota Fatayat NU berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Hasil program pengabdian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 87,87 menjadi 93,94, dan keterampilan dari 83,64 menjadi 88,48 setelah pelatihan. Pelatihan ini juga berhasil mendorong perubahan perilaku partisipan untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan melalui bantuan teknologi komposter skala rumah tangga guna mendukung keberlanjutan program. Dengan demikian, sosialisasi dan pelatihan menjadi upaya yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengurangi sampah organik, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Kata kunci: kompos; komposter skala rumah tangga; pelatihan; sampah organik; sosialisasi AbstractWaste management issues, especially organic waste, are still a challenge in Indonesia, including in Wringin Putih Village, Borobudur District, Magelang Regency. Low public awareness in sorting and processing waste causes environmental pollution and has a negative impact on health. Thus, this community service activity aims to improve the knowledge and skills of residents in processing organic waste into compost using a household-scale composter through socialization and training. The methods used include material counseling, training and practice of composting, and evaluation carried out at the beginning and end of the activity to determine the improvement of participants' abilities. A total of 33 Fatayat NU members actively participated in this activity. The results showed an increase in the average score of knowledge from 87.87 to 93.94, and skills from 83.64 to 88.48 after the training. This training also succeeded in encouraging changes in participants' behavior to manage waste independently and sustainably through household-scale composter technology assistance to support program sustainability. Therefore, socialization and training can serve as effective strategies to enhance community knowledge and skills in reducing organic waste, thereby contributing to improved environmental quality and supporting sustainable development. Keywords: compost; household scale composter; training; organic waste; socialization.
Pendampingan pembuatan preparat biologi berbahan sederhana sebagai sarana peningkatan kompetensi guru IPA Nau, Getrudis Wilhelmina; Missa, Hildegardis; Buku, Maria Novita Inya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34346

Abstract

AbstrakPeran guru IPA sangat penting dalam pencapaian kompetensi sains peserta didik. Kompetensi ini berkaitan erat dengan cara belajar peserta didik dalam kelas mata pelajaran IPA. Salah satu cara belajar yang menunjang kompetensi dimaksud adalah melalui kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum dapat berjalan apabila guru menguasai dengan baik keterampilan-keterampilan dasar praktikum termasuk keterampilan laboratoris mikroteknik. Tujuan yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah guru-guru memahami hakekat IPA dalam pembelajaran sains dan menerapkannya dalam pembelajaran IPA di kelas. Metode yang digunakan adalah presentase dan demo pembuatan preparat biologi berbahan sederhana. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru IPA dan guru biologi se-kecamatan Mollo Utara sebanyak 18 orang pada 23 Juli 2025. Hasil kegiatan berupa perubahan pemahaman tentang pentingnya praktikum dalam pembelajaran IPA dan keterampilan melaksanakan praktikum dengan memanfaatkan bahan sederhana. Kata kunci: pendampingan; preparat biologi berbahan sederhana; peningkatan kompetensi guru AbstractThe role of science teachers is crucial in achieving students’ scientific competence. This competence is closely related to how students learn in science classes. One effective learning approach that supports the development of this competence is through practical laboratory activities. These practical activities can be conducted effectively if teachers possess a strong command of basic laboratory skills, including microtechnical laboratory techniques. The objective of this community service activity was to help teachers understand the nature of science in science education and apply it in their classroom teaching. The method used involved presentations and demonstrations on how to prepare biology slides using simple materials. This activity was attended by 18 science and biology teachers from across the Mollo Utara sub-district on July 23, 2025. The outcomes of the activity included an improved understanding of the importance of practical work in science education and enhanced skills in conducting practicals using easily accessible materials. Keywords: mentoring; preparation of biology slides using simple materials; improving teacher competence.
Sosialisasi energi listrik alternatif dari limbah panas buangan menggunakan Teknologi Thermoelectric Generator (TEG) Jumini, Sri; Mahmud, Insan; Suwondo, Adi; Fauzi, Mukhmad; Ariyani, Mila; Saifulloh, Faza; Ramadhani, Muchamad Aldifa; Faidah, Zahrotul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35559

Abstract

Abstrak Permasalahan rendahnya pemanfaatan energi panas buangan pada kegiatan pertanian masih menjadi kendala bagi petani di Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Hal ini berdampak pada keterbatasan akses energi alternatif di tingkat rumah tangga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan solusi melalui pelatihan dan penerapan teknologi Thermoelectric Generator (TEG) pada kelompok tani. Mitra sasaran adalah Kelompok Tani Lestari dengan jumlah peserta aktif sebanyak 25 orang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan dan penerapan TEG, praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan wawancara untuk menilai peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta manfaat yang dirasakan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata pre-test 62,06 meningkat menjadi 79,84 pada rata-rata post-test. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 17,78 poin. Peserta menyatakan bahwa teknologi ini mudah diterapkan, membantu mengurangi pemborosan energi, serta memiliki potensi replikasi pada skala rumah tangga lain. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan efisiensi energi di sektor pertanian dan membuka peluang pengembangan teknologi sederhana berbasis sumber daya lokal. Kata kunci: pengabdian; energi alternatif; thermoelectric generator; efisiensi energi; kelompok tani. Abstract The problem of low utilization of waste heat energy in agricultural activities remains an obstacle for farmers in Patakbanteng Village, Kejajar District, Wonosobo Regency. This has an impact on limited access to alternative energy at the household level. This community service activity aims to provide solutions through training and application of Thermoelectric Generator (TEG) technology to farmer groups. The target partner is the Lestari Farmers Group with 25 active participants. The methods used include socialization, training in the manufacture and application of TEG, direct practice, and ongoing mentoring. Evaluation was carried out through pre-tests, post-tests, and interviews to assess the increase in knowledge, skills, and perceived benefits. The results showed an increase in participants' understanding after the training. The average pre-test score of 62.06 increased to 79.84 on the post-test, representing a 17.78 point increase. Participants stated that this technology is easy to apply, helps reduce energy waste, and has the potential for replication at other household scales. Thus, this activity has succeeded in making a real contribution to increasing energy efficiency in the agricultural sector and opening up opportunities for the development of simple technologies based on local resources. Keywords: devotion; alternative energy; thermoelectric generator; energy efficiency; farmer groups.
Peningkatan kuantitas, kualitas dan pemasaran produk berbasis teknologi pada kelompok tani Desa Sambik Bangkol Hendri, Wira; Syamsurrijal, Syamsurrijal; Santoso, Heroe
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35375

Abstract

AbstrakUsaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia. UMKM di Desa Sambik Bangkol terdiri dari beragam usaha, seperti pembuatan kripik talas, mie berbahan dasar talas, pengolahana biji kopi, biji kakao dan lain-lain. Permasalahan dalam mengembangkan usaha, terutama menyangkut pemasaran produk yang hanya dijual dilingkungan sekitar atau menerima pesanan. Metode yang digunakan berfokus pada aspek-aspek spesifik sesuai dengan permasalahan dan solusi antara lain : (1) Tahapan Kegiatan,  (2) Partisipasi Mitra, (3) Evaluasi Pelaksanaan Program, (4) Evaluasi Hasil Penyelesaian Permasalahan Pemasaran. Hasil dalam pengabdian ini antara lain : (1) Peningkatan kuantitas produksi kripik, (2) Peningkatan Kuantitas produksi mie sehat, (3) Kualitas keripik talas dan mie sehat sesuai dengan standar BPOM, (4) Meningkatkan profit Kelompok Wanita Tani Melati Putih. Dari pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan, pelaku usaha UMKM desa Sambik Bangkol mendapatkan pengetahuan sistem pemasaran dengan digital marketing yaitu memanfaatkan teknologi seperti media sosial facebook, instagram, tiktok, shopee. Kesimpulannya bahwa pemahaman strategi digital marketing, pemasaran media sosial, dapat meningkatkan kinerja  usaha kecil dan menengah. Secara keseluruhan, program ini memberikan solusi nyata bagi permasalahan mitra dan berkontribusi pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Sambik Bangkol. Kata kunci: UMKM; kelompok wanita tani; pemasaran digital; Sambik Bangkol. AbstractMicro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are a form of small community business that plays a very important role in reducing the unemployment rate in Indonesia. MSMEs in Sambik Bangkol Village consist of various businesses, such as making taro chips, taro-based noodles, processing coffee beans, cocoa beans and others. Problems in developing businesses, especially regarding marketing products that are only sold in the surrounding environment or receiving orders. The method used focuses on specific aspects according to the problems and solutions, including: (1) Activity Stages, (2) Partner Participation, (3) Evaluation of Program Implementation, (4) Evaluation of Marketing Problem Solving Results. The results of this service include: (1) Increasing the quantity of chip production, (2) Increasing the quantity of healthy noodle production, (3) The quality of taro chips and healthy noodles according to BPOM standards, (4) Increasing the profits of the White Melati Women Farmers Group. Through the training and mentoring provided, MSMEs in Sambik Bangkol Village gained knowledge about digital marketing systems, utilizing technology such as Facebook, Instagram, TikTok, and Shopee. The conclusion is that understanding digital marketing strategies and social media marketing can improve the performance of small and medium enterprises. Overall, this program provides real solutions to partner challenges and contributes to improving the well-being of the community in Sambik Bangkol Village. Keywords: MSMEs; women’s farmer group; digital marketing; Sambik Bangkol
Pemberdayaan masyarakat dasawisma melalui edukasi pengelolaan sampah dan pemasaran produk berbasis daur ulang plastik Pramaningsih, Vita; Rusdi, Rusdi; Fauziah, Fenty; Muti’Ah, Siti; Norjannah, Amalia Putri; Kumalasari, Virda Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35962

Abstract

Abstrak Permasalahan sampah plastik di lingkungan permukiman masih menjadi isu yang mendesak karena volumenya terus meningkat dan proses penguraiannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan dan pengolahan sampah menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu Dasawisma Anggrek, RT 22, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, dalam mengelola sampah rumah tangga serta memahami dasar pemasaran dan branding produk hasil daur ulang. Sehingga kegiatan ini belum sampai ke praktik daur ulang sampah plastik. Kegiatan dilaksanakan melalui metode penyuluhan, pelatihan serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan terhadap dua variabel, yaitu pengetahuan pengelolaan dan pengolahan sampah serta pengetahuan tentang pemasaran dan branding produk. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Rata-rata peningkatan pengetahuan pengelolaan dan pengolahan sampah mencapai 22%, dari 52% menjadi 74%, sedangkan peningkatan pengetahuan pemasaran dan branding produk mencapai 18%, dari 28% menjadi 46%. Peningkatan paling signifikan terjadi pada aspek pemilahan sampah dan kesadaran akan pentingnya pengurangan penggunaan plastik. Kegiatan ini juga mendorong munculnya ide-ide kreatif peserta dalam menghasilkan produk ramah lingkungan bernilai jual, seperti lampu lampion, tas dan tempat pensil. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi lingkungan dan membuka peluang ekonomi sirkular berbasis rumah tangga di komunitas Dasawisma. Kata kunci: limbah plastik; pengelolaan sampah; pemasaran produk; edukasi lingkungan; dasawisma. Abstract The issue of plastic waste in residential areas remains an urgent problem due to its ever-increasing volume and the fact that it takes a very long time to decompose. The lack of public knowledge about waste management and processing is a major factor exacerbating this situation. This community service activity aims to increase the knowledge of the women of Dasawisma Anggrek, RT 22, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, in managing household waste and understanding the basics of marketing and branding recycled products. Therefore, this activity has not yet reached the stage of plastic waste recycling. The activity was carried out through counseling, training, and evaluation using pre-tests and post-tests. The evaluation was conducted on two variables, namely knowledge of waste management and processing, and knowledge of product marketing and branding. The results of the pre-test and post-test showed an increase in participants' knowledge. The average increase in knowledge of waste management and processing reached 22%, from 52% to 74%, while the increase in knowledge of product marketing and branding reached 18%, from 28% to 46%. The most significant improvement occurred in the aspects of waste sorting and awareness of the importance of reducing plastic use. This activity also encouraged participants to come up with creative ideas for producing marketable environmentally friendly products, such as lanterns, bags, and pencil cases. Thus, this activity succeeded in increasing environmental literacy and opening up opportunities for household-based circular economy in the Dasawisma community. Keywords: plastic waste; waste management; product marketing; environmental education; dasawisma.
Optimalisasi teknologi budidaya dan pengolahan pasca panen ikan nila salin sebagai produk unggulan daerah Kabupaten Pati Musyono, Ari Dwi Nur Indriawan; Ansori, Muhammad; Rachmadi, Moch Faizal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35674

Abstract

AbstrakIkan nila salin (Oreochromis niloticus) merupakan sektor unggulan perikanan Indonesia. Produksi ikan nila salin pada tahun 2024 mengalami peningkatan mencapai angka 1,38 ton. Salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai potensi komoditas unggulan ikan nila salin adalah Kabupaten Pati. Desa Tunggulsari, Kec. Tayu, Kab. Pati dikenal sebagai sentra budidaya ikan nila salin nasional. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2023 tentang Kampung Perikanan Budidaya. Oleh karena itu, mayoritas masyarakat Tunggulsari adalah petani tambak. Tidak hanya ikan nila salin, tetapi di Tunggulsari juga banyak dibudidayakan jenis udang. Berdasarkan potensi dan keunggulan tersebutlah, Desa Tunggulsari menjadi lokasi pengabdian masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Meskipun demikian, masih ditemukan berbagai kendala yang ada di Desa Tunggulsari terkait budidaya perikanan. Permasalahan utama adalah masih terbatasnya alat-alat produksi sehingga seringkali budidaya yang dilakukan belum optimal. Tidak hanya itu, permasalahan aspek pemasaran juga menjadi problematika sampai sekarang ini. Metode kegiatan pengabdian adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program.Teknologi dan inovasi yang diterapkan adalah bantuan sarana produksi seperti kincir air, freezer dan tong pengasapan untuk menunjang olahan pasca panen perikanan. Tidak hanya itu, pelatihan diversifikasi produk yang dipandu langsung oleh Muhammad Ansori, S.T.P., M.P, dengan mengolah bahan baku ikan nila salin menjadi bakso dan stik ikan. Sementara, anggota PKM Moch Faizal Rachmadi, S.Pd., M.Pd juga mendampingi terkait pemasaran dan desain kemasan. Pemasaran yang dilakukan adalah berbasis digital (digital marketing) sehingga mampu dijangkau konsumen secara luas. Kata kunci: ikan nila salin; olahan produk; pemasaran digital; produk unggulan daerah; teknologi budidaya. AbstractSaline tilapia (Oreochromis niloticus) is a leading fishery sector in Indonesia. Saline tilapia production in 2024 increased to 1.38 tons. One of the regions in Indonesia with the potential for superior saline tilapia commodities is Pati Regency. Tunggulsari Village, Tayu District, Pati Regency is known as a national saline tilapia cultivation center. This is based on the Decree of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia Number 111 of 2023 concerning Aquaculture Villages. Therefore, the majority of Tunggulsari residents are pond farmers. Not only saline tilapia, but Tunggulsari also cultivates many types of shrimp. Based on this potential and excellence, Tunggulsari Village became the location for community service under the Community Partnership Empowerment (PKM) scheme. However, various obstacles remain in Tunggulsari Village related to fisheries cultivation. The main problem is the limited production equipment, which often results in suboptimal cultivation. Furthermore, marketing issues are also a problem to this day. The community service activity method is socialization, training, technology application, mentoring and evaluation as well as program sustainability. The technology and innovation applied are assistance with production facilities such as water wheels, freezers and smoking barrels to support post-harvest fisheries processing. Not only that, product diversification training guided directly by Muhammad Ansori, S.T.P., M.P, by processing saline tilapia raw materials into meatballs and fish sticks. Meanwhile, PKM member Moch Faizal Rachmadi, S.Pd., M.Pd also assisted with marketing and packaging design. The marketing carried out is digital-based (digital marketing) so that it can be reached by consumers widely. Keywords: tilapia salt; processed products; digital marketing; regional superior products; cultivation technology.
Pelatihan implementasi research-driven learning dengan bantuan Deepseek AI untuk peningkatan kompetensi pedagogik bagi Guru SDN 13 Sumani Saputra, Indra; Ulya, Ridha Hasnul; Arianto, M. Affandi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35214

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan pembelajaran di SDN 13 Sumani, Kabupaten Solok, yang masih didominasi metode konvensional dan minim pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dan belum optimalnya kompetensi pedagogik guru. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan mengimplementasikan Research-Driven Learning (RDL) dengan dukungan DeepSeek AI agar pembelajaran lebih inovatif, adaptif, dan berbasis riset. Kegiatan dilaksanakan pada 14–15 Juli 2025 dengan melibatkan 14 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelatihan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis ceramah interaktif dan project-based learning, demonstrasi pemanfaatan DeepSeek AI, praktik perancangan pembelajaran, pendampingan, serta evaluasi hasil pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keterlibatan peserta yang sangat tinggi, ditandai dengan antusiasme, keaktifan berdiskusi, dan praktik langsung penggunaan DeepSeek AI. Hasil evaluasi produk menunjukkan bahwa 71,4% peserta berhasil memenuhi seluruh kriteria penilaian, dan selebihnya peserta minimal memenuhi dua dari tiga komponen utama. Program ini disarankan agar tetap dilanjutkan dalam bentuk pendampingan berkala dan pembentukan komunitas praktisi AI pendidikan untuk memastikan keberlanjutan dan penyebaran praktik pembelajaran berbasis riset di SDN 13 Sumani maupun sekolah dasar lainnya. Kata kunci: DeepSeek AI; kompetensi pedagogik; literasi digital; research-driven learning; sekolah dasar. AbstractThis community service program was implemented to address the learning challenges at SDN 13 Sumani, Solok Regency, where instructional practices remain dominated by conventional methods and the use of Artificial Intelligence (AI) technology is still minimal. These conditions have contributed to low levels of students’ critical thinking skills and the suboptimal pedagogical competence of teachers. The objective of this program was to enhance teachers’ ability to design and implement Research-Driven Learning (RDL) supported by DeepSeek AI, thereby promoting more innovative, adaptive, and research-oriented classroom practices. The activities were conducted on 14–15 July 2025 and involved 14 teachers from various subject areas. The training methods included dissemination, interactive lecture-based sessions, project-based learning, demonstrations of DeepSeek AI utilization, guided lesson design practice, mentoring, and evaluation of training outcomes. The results indicate a high level of participant engagement, reflected in strong enthusiasm, active participation in discussions, and hands-on practice with DeepSeek AI. Product evaluation further showed that 71.4% of participants met all assessment criteria, while the remaining teachers fulfilled at least two of the three key components. It is recommended that the program continue through periodic mentoring and the development of an AI-in-education practitioner community to ensure sustainability and wider dissemination of research-based learning practices at SDN 13 Sumani and other elementary schools. Keywords: DeepSeek AI; digital literacy; pedagogical competence; primary school; research-driven learning.
Artificial inteligence dalam pembelajaran dan administrasi guru SDN 1 Terong Tawah Isnaini, M.; Zulkarnain, Zulkarnain; Sabaryati, Johri; Anwar, Khairil; Utami, Linda Sekar; Islahudin, Islahudin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.37299

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam pembuatan media pembelajaran melalui memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Quizizz dan pembuatan perangkat pembelajaran berbantuan AI (Artificial Intelligence) Chat GPT. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Terong Tawah dengan menggunakan metode pelaksanaan antara lain: 1) Tahap observasi, pada tahap ini dilakukan survey lokasi, survey masalah yang dialami sekolah, dan pendataan guru yang akan diikut sertakan, 2) Tahap Pra Pelatihan, pada tahap ini guru diberikan penyuluhan terkait aplikasi yang digunakan dan cara membuat akunnya, 3) Tahap Pelatihan, pada tahap ini guru diberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran berupa Quizizz dengan menggunakan AI (Artificial Intelligence) 4) Tahap Diskusi, pada tahap ini tim pengabdian dan guru saling berdiskusi terkait kesulitan dalam pembuatan media pembelajaran, 5) Tahap Evaluasi, tim pengabdian memeriksa hasil media pembelajaran berupa yang sudah dibuat oleh guru. Hasil yang ingin dicapai dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1) menambah wawasan dan keterampilan pembuatan media pembelajaran  kepada guru-guru SD Negeri 1 Terong Tawah untuk digunakan dalam pembelajaran, 2) Media pembelajaran quizyz dengan  menggunakan AI (Artificial Intelligence) yang menjadi bank media pembelajaran bagi guru-guru, 3) Pembuatan Perangkat pembelajaran dengan bantuan chatGPT. Kegiatan pengabdian berjalan dengan sukses dengan indikator kehadiran guru dalam kegiatan selama 2 hari adalah 100%, tingkat partisipasi dalam diskusi dan pertanyaan 97%, pemahaman guru dalam penggunaan aplikasi quizyz dan chat GPT sebesar 81%. Kata kunci: artificial inteligence; chat GPT; quizizz Abstract This community service activity aims to improve teachers' skills in creating learning media by providing training on creating learning media using the Quizizz application and creating AI (Artificial Intelligence) Chat GPT-assisted learning tools. This community service was carried out at SD Negeri 1 Terong Tawah using the following implementation methods: 1) Observation stage, in which a location survey, a survey of problems experienced by the school, and data collection on teachers to be included were conducted, 2) Pre-training stage, in which teachers were given guidance on the applications used and how to create accounts, 3) Training stage, in which teachers were given training on creating learning media in the form of Quizizz using AI (Artificial Intelligence) 4) Discussion stage, in which the community service team and teachers discussed the difficulties in creating learning media, 5) Evaluation stage, in which the community service team examined the learning media created by the teachers. The desired outcomes of this community service program are: 1) to increase the knowledge and skills of teachers at SD Negeri 1 Terong Tawah in creating learning media for use in teaching, 2) to create Quizizz learning media using AI (Artificial Intelligence) as a learning media bank for teachers, 3) to create learning tools with the help of ChatGPT. The community service activity was successful, with indicators showing 100% teacher attendance over the two-day activity, 97% participation in discussions and questions, and 81% teacher understanding in the use of the Quizy and ChatGPT applications. Keywords: artificial inteligence; chat GPT; quizizz.
Komunikasi bencana melalui game interaktif: solusi kreatif untuk meningkatkan kesadaran risiko dalam upaya mitigasi bencana Aziz, Muhammad Hilmy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30554

Abstract

Abstrak Komunikasi bencana merupakan aspek krusial dalam upaya mitigasi dan respons terhadap bencana, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko serta tindakan yang harus diambil. Seiring perkembangan teknologi, pendekatan inovatif seperti game interaktif mulai digunakan sebagai media komunikasi bencana yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap situasi darurat melalui edukasi berbasis game interaktif. Metode pelaksanaan yang digunakan mencakup edukasi interaktif dalam bentuk pelatihan dan praktik langsung penggunaan game simulasi kebencanaan. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah SMA Bahrul Ulum, Sekapuk Gresik, tepatnya pada siswa kelas 2 SMA dengan total peserta sebanyak 50 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan game interaktif tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan antusiasme peserta, tetapi juga mampu menyampaikan pesan kebencanaan secara efektif dan mudah dipahami dibandingkan dengan metode konvensional. Temuan ini mengindikasikan bahwa game interaktif memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam strategi komunikasi bencana guna memperluas jangkauan edukasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kata kunci: komunikasi bencana; game interaktif; mitigasi; edukasi; kesiapsiagaan masyarakat. AbstractDisaster communication is a crucial aspect of disaster mitigation and response efforts, especially in raising public awareness of risks and actions to be taken. Along with technological developments, innovative approaches such as interactive games are starting to be used as effective disaster communication media. This community service activity aims to increase community understanding and preparedness for emergency situations through interactive game-based education. The implementation method used includes interactive education in the form of training and hands-on practice of using disaster simulation games. The target partner in this activity is Bahrul Ulum High School, Sekapuk Gresik, which comprises 2nd-grade high school students with a total of 50 participants. The activity results show that using interactive games increases participants' involvement and enthusiasm and conveys disaster messages effectively and efficiently compared to conventional methods. This finding indicates that interactive games have great potential to be integrated into disaster communication strategies to expand the reach of education and improve community preparedness. Keywords: disaster communication; interactive games; mitigation; education; community preparedness.
Pemberdayaan masyarakat melalui model bisnis berkelanjutan pada bank sampah “Ikhlas” di Perumahan Putri Tujuh II Kecamatan Tuah Madani Pekanbaru Fitri, Kurniawaty; Hendriani, Susi; Joleha, Joleha; Ningsih, Dewita Suryati; Pramadewi, Arwinince; Roesdi, Rosnelly; Siregar, Prima Andreas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30532

Abstract

AbstrakPemberdayaan merupakan upaya dalam meningkatkan kemampuan individu atau kelompok dalam menemukan altermatif baru dalam menghadapi permasalahannya . Warga perumahan saat ini masih rendah tingkat partisipasinya dalam melakukan pengumpulan dan penyetoran sampah  ke bank sampah  “ Ikhlas” sehingga tujuan didirikannya bank sampah belum sepenuhnya terealisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan salah satu   upaya pemberdayaan anggota bank sampah  dengan memberikan pengetahuan dalam mendaur ulang sampah  organik melalui kegiatan pengomposan dan pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan kesadaran lingkungan melalui edukasi dan partisipasi aktif dalam pengelolaan sampah. Kegiatan edukasi dan pelatihan dilaksanakan pada hari Jum’at  tanggal 08 Nopember 2024  bertempat di aula Musholla Al.Ikhlas Perumahan Putri Tujuh II Kecamatan Tuah Madani Pekanbaru yang dihadiri oleh pengurus dan nasabah bank sampah serta masyarakat sekitar yang belum menjadi nasabah bank sampah. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tim berkolaborasi dengan Komunitas rumah minim sampah yang diwakili oleh Ibu Gina Suprapti. SP, dimana dalam hal ini bertindak sebagai narasumber untuk mengolahan sampah menjadi kompos dan pupuk organik cair. Tahapan pelaksanaan meliputi survey awal, pelaksanaan dan evaluasi. Sebelum kegiatan sosialisasi dan pelatihan diperoleh data bahwa hanya sekitar  20 % ( 6 orang ) peserta yang sudah memiliki pengetahuan dan melakukan pengolahan sampah yang dihasilkan rumah tangganya. Setelah pelaksanaan kegiatan  seluruh peserta yang berjumlah 30 orang  memiliki pengetahuan dan berkeinginan untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos dan pupuk organik cair. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; bank sampah; sampah rumah tangga; kompos; pupuk organik cair. Abstract Empowerment is an effort to improve the ability of individuals or groups to find new alternatives in dealing with their problems. Residents of the housing complex currently still have a low level of participation in collecting and depositing waste to the "Ikhlas" waste bank so that the purpose of establishing a waste bank has not been fully realized. This activity aims to carry out one of the efforts to empower waste bank members by providing knowledge in recycling organic waste through composting activities and empowering the community by increasing environmental awareness through education and active participation in waste management. The education and training activities were held on Friday, November 8, 2024 at the Al.Ikhlas Musholla hall, Putri Tujuh II Housing, Tuah Madani District, Pekanbaru, which was attended by the management and customers of the waste bank and the surrounding community who were not yet customers of the waste bank. In implementing this activity, the team collaborated with the Low Waste Home Community represented by Mrs. Gina Suprapti. SP, who in this case acted as a resource person to process waste into compost and liquid organic fertilizer. The implementation stages include initial surveys, implementation and evaluation. Before the socialization and training activities, data was obtained that only about 20% (6 people) of participants already had the knowledge and processed the waste produced by their households. After the implementation of the activities, all  participants had the knowledge and wanted to process household waste into compost and liquid organic fertilizer. Keywords: community empowerment; waste bank; household waste; compost; liquid organic fertilizer.