cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,588 Documents
Optimalisasi pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan pembelajaran kreatif, inovatif, dan modern menuju generasi emas indonesia CS, Ansar; Rusli, Tiffany Shahnaz; Sembiring, Desy Anita Karolina; Nasruddin, Nasruddin; Marpaung, Hakim Irwandi; Mia, Christitia; Tabuni, Vani; Supriyanto, Supriyanto; Sumitra, Sumitra; Putra, Miftah Fariz Prima
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35676

Abstract

AbstrakPerkembangan dunia Pendidikan telah memasuki zaman teknologi, sehingga sebagai seorang guru harus bisa menghadapi tantangan dalam tuntutan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak dengan metode pembelajara yang inovatif, kreatif, dan modern berbasis teknologi. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah (1) kurangnya pengetahuan dan keterampilann dalam mencari bahan ajar yang efektif; (2) Kesulitan dalam membuat materii ajar yang kreatif; dan (3) minimnya keterampilan dalam membagikan materi pembelajaran secara online. Hal ini menghambat terciptanya pembelajaran yang relevan dengan tuntutan era digital. Tujuan Kegiatan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PJOK dengan meningkatkan kapasitas guru dalam menemukan, menciptakan, dan mendistribusikan materi ajar digital yang kreatif dan inovatif. Mitra Sasaran yaitu MGMP PJOK SMP Kabupaten Jayapura sebanyak 23 orang. Metode pelaksanaan terdiri atas 6 tahap yaitu (1) Sosialisasi atau FGD untuk mendalami masalah; (2) Pemaparan Materi untuk membangun fondasi teori; (3) Pelatihan penggunaan tools digital; (4) Praktik langsung membuat media ajar; (5) pendampingan intensif; dan (6) Evaluasi untuk mengukur capaian. Hasil Kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti semua tahapan dengan tingkat partisipasi 100 %. Secara angket pretetst dan posttest bahwa Kemampuan guru meningkat signifikan, baik dalam teori (91%) maupun praktik (96%) membuat dan membagikan materi digital. Kata kunci: pembelajaran; berbasis teknologi; generasi emas AbstractThe development of the world of education has entered the technological era. Therefore, as a teacher, one must be able to face the challenge of meeting the demands to improve children's knowledge and skills through innovative, creative, and modern technology-based learning methods. The main identified problems are: (1) a lack of knowledge and skills in finding effective teaching materials; (2) difficulties in creating creative teaching materials; and (3) limited skills in distributing learning materials online. This hinders the creation of learning relevant to the demands of the digital era. The activity's objective is to optimize the use of technology in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning by enhancing teachers' capacity to discover, create, and distribute creative and innovative digital teaching materials. The target partners are 23 members of the PJOK Subject Teachers' Forum (MGMP) for Junior High Schools in Jayapura Regency. The implementation method consists of 6 stages: (1) Socialization or FGD to delve into the problems; (2) Material Presentation to build a theoretical foundation; (3) Training on using digital tools; (4) Hands-on practice in creating teaching media; (5) Intensive mentoring; and (6) Evaluation to measure achievements. The results show that all participants took part in every stage with a 100% participation rate. Based on pre-test and post-test questionnaires, teacher competency increased significantly, both in theory (91%) and practice (96%), in creating and distributing digital materials. Keywords: learning; technology-based; golden generation
Kuliah kerja nyata sebagai katalis peningkatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perusahaan Achmad, Refi Riduan; Supratman, Agus Ahmad; Hidayatullah, Hidayatullah; De Jesus, Maria Martina; Walhidayat, Mohammad Taufik; Nurhasanah, Nurhasanah; Hadi, Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34251

Abstract

Abstrak Program Kuliah Kerja Nyata di PT. Karunia Armada Indonesia, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan karyawan terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi K3LH dan pendampingan praktik penerapan Lock Out Tag Out (LOTO) di area workshop. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan interaktif, demonstrasi penggunaan APD, dan observasi perilaku keselamatan sebelum dan sesudah kegiatan. Program diikuti oleh 22 karyawan, dengan 14 orang diantaranya mengikuti pendampingan praktik LOTO secara langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kepatuhan penggunaan APD dari sekitar 60% menjadi 85%, serta peningkatan penerapan prosedur LOTO dari 30% menjadi 70% pada aktivitas perawatan alat. Perubahan ini mengindikasikan bahwa program KKN efektif dalam memperkuat pemahaman dan budaya keselamatan kerja karyawan, serta berkontribusi terhadap penerapan standar K3LH yang lebih konsisten di lingkungan industri. Kata kunci: Kuliah Kerja Nyata; K3LH; LOTO; keselamatan kerja; pengabdian masyarakat. AbstractThe Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata—KKN) conducted at PT. Karunia Armada Indonesia, located in Tabang District, Kutai Kartanegara Regency, aimed to enhance workers’ awareness and compliance with occupational health and safety practices. The program was implemented through K3LH (Occupational Health, Safety, and Environment) socialization and hands-on mentoring on the application of Lock Out Tag Out (LOTO) procedures in the workshop area. The activities involved interactive training sessions, demonstrations of proper personal protective equipment (PPE) usage, and observational assessments conducted before and after the intervention. A total of 22 employees participated in the program, with 14 individuals taking part in direct LOTO practice mentoring. The evaluation results indicated an increase in PPE compliance from approximately 60% to 85%, as well as an improvement in LOTO implementation from 30% to 70% across maintenance activities. These findings demonstrate that the KKN program effectively strengthened workers’ understanding and safety culture, contributing to more consistent adherence to K3LH standards within the industrial environment. Keywords: community service program; K3LH; LOTO; workplace safety; industrial engagement.
Perayaan resepsi milad ke-45 tahun UMMAT: momentum refleksi dan mengambil ibrah dari Bendungan Ma’rib Palahuddin, Palahuddin; Sukuryadi, Sukuryadi; Ibrahim, Ibrahim; Johari, Harry Irawan; Gunawan, Adi; Hafiz, Abdul; Saudi, Yusron; Mintasrihardi, Mintasrihardi; Adiansyah, Joni Safaat; Nurhayati, Nurhayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.33799

Abstract

Abstrak Perayaan milad UMMAT ke-45 harus dijadikan sebagai momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan UMMAT selama ini. UMMAT harus mengambil iktibar dari negeri Saba’ yang awalnya subur, makmur, dan diberi anugerah rizki melimpah melalui bendungan Ma’rib, tetapi karena kufur nikmat akhirnya kenikmatan itu berubah menjadi malapetaka. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan implementasi nilai-nilai al-Qur’an dengan mengambil iktibar dari bendungan Ma’rib. Metode pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning dengan metode ceramah. Hasil pengabdian ini menunjukkan perubahan pandangan dan perilaku positif yang tercermin dalam peningkatan tata kelola UMMAT. Kegiatan partisipatif dalam resespsi milad dapat menjadi alternatif model yang efektif dalam memperkuat pemahaman agama, membangun kesadaran, dan mempromosikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Al-Quran dalam membangun tata kelola kampus yang lebih baik, terencana, transparan, dan akuntabel. Kata kunci: resepsi; refleksi; milad UMMAT ke-45; Bendungan Ma’rib. Abstract The 45th anniversary celebration of the UMMAT should be used as an opportunity to reflect on the UMMAT's journey thus far. The UMMAT must learn from the story of the land of Saba', which was once fertile, prosperous, and blessed with abundant provisions through the Ma'rib dam, but due to ingratitude, that prosperity eventually turned into disaster. This community service initiative aims to enhance understanding, awareness, and implementation of Quranic values by drawing lessons from the Ma’rib dam. The service learning approach is implemented through lectures. The outcomes of this community service demonstrate positive changes in perspectives and behavior, reflected in improved governance within the UMMAT. Participatory activities during the anniversary celebration can serve as an effective alternative model for strengthening religious understanding, fostering awareness, and promoting the values contained in the teachings of the Qur’an in building a better, well-planned, transparent, and accountable campus governance system. Keywords: reception; reflection; 45th milad of the UMMAT; Ma’rib Dam
Edukasi lima kunci keamanan pangan keluarga pada ibu kader posyandu di Puskesmas Mekarmukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi Kinayungan, Utami Putri; Nurpratama, Widya Lestari; Sanjaya, Dandi; Asmi, Nur Fauzia; Alamsah, Deni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35695

Abstract

AbstrakFenomena keracunan makanan masih banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, melaporkan kejadian keracunan pangan pada siswa SD di Klaten, Jawa Tengah pada 12 Januari 2024 dengan korban sebanyak 111 orang. Di Kabupaten Cianjur, dilaporkan terdapat tujuh kejadian keracunana massal selama bulan Januari hingga Oktober 2024 dengan total korban mencapai 384 orang, dan salah satunya meninggal dunia. Di Cilacap, sebanyak 157 orang dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah makan nasi kotak dengan gejala pusing, mual, muntah dan diare. Di Kota Bogor, 93 warga menjadi korban dan 1 meninggal dunia diebabkan oleh keracunan makanan. Sementara di Kabupaten Bekasi sendiri dilaporkan 32 kasus keracunan makanan dan kasus diare sebanyak 20.111 orang pada tahun 2023. Di Puskesmas Mekarmukti, diare menempati posisi ke 8 laporan besar penyakit yang ada di masyarakar. Pengetahuan masyarakat tentang keamanan pangan sangat diperlukan karena pengetahuan menjadi ujung tombak dalam berperilaku. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai keamanan pangan dan perubahan perilaku dalam memilih dan mengolah makanan secara sehat dan tepat sehingga dapat mencegah kejadaian foodborne desease. Metode yang digunakan yakni ceramah dan pemberian kuesioner pre-test dan post-test. Kata kunci: Edukasi; kader; keamanan pangan; pelatihan; pengetahuan. Abstract The phenomenon of food poisoning still occurs frequently in society. The Indonesian Ministry of Health's Health Crisis Center reported food poisoning among elementary school students in Klaten, Central Java, on January 12, 2024, with 111 victims. In Cianjur Regency, seven mass poisoning incidents were reported between January and October 2024, with a total of 384 victims, including one death. In Cilacap, 157 people reportedly suffered from food poisoning after eating boxed meals, with symptoms including dizziness, nausea, vomiting, and diarrhea. In Bogor City, 93 residents became victims and one died due to food poisoning. Meanwhile, in Bekasi Regency alone, 32 cases of food poisoning and 20,111 cases of diarrhea were reported in 2023. At the Mekarmukti Community Health Center, diarrhea ranked eighth among the major reported diseases in the community. Public awareness of food safety is crucial because it is the spearhead of behavior. The goal of this activity is to increase cadres' knowledge about food safety and change their behavior in selecting and preparing food healthily and appropriately to prevent foodborne diseases. The methods used include lectures and pre- and post-test questionnaires. Keywords: education; cadres; food safety; training; knowledge.
Pelatihan perhitungan ilmu waris (faraidh) pada komunitas Yayasan Salam Insaniyah Farhan, Muhammad; Kusumawardani, Media; Soediro, Achmad; Kosim, Abu; Adhitama, Fardinant
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34426

Abstract

Abstrak Ilmu waris (faraidh) islam merupakan ilmu yang sangat penting khususnya untuk umat muslim. Penerapan ilmu waris islam pada kehidupan sehari hari merupakan bentuk taat pada syariat islam. Namun kenyataannya, umat muslim Indonesia tidak banyak yang memahami terkait ilmu waris (faraidh) islam sehingga ada beberapa kasus yang menerapkan pembagian waris berdasar hukum waris lainnya seperti hukum adat ataupun hukum negara. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat muslim Indonesia terkait ilmu waris (faraidh). Kegiatan pengabdian dilaksanakan menjadi tiga sesi yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan pengabdian dilaksankaan pada tanggal 2 November 2023 dengan jumlah peserta 38. Hasil dari pelaksanakan kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai ilmu waris (faraidh) pada peserta (Komunitas Yayasan Salam Insaniyah). Kata kunci: waris; faraidh; hukum islam. Abstract The science of Islamic inheritance (faraidh) is a very important science, especially for Muslims. The application of Islamic inheritance knowledge in daily life is a form of obeying Islamic law. But in reality, not many Indonesian Muslims understand the science of inheritance (faraidh) of Islam so that there are several cases that apply inheritance distribution based on other inheritance laws such as customary law or state law. This service activity was carried out with the aim of increasing the understanding and awareness of the Indonesian Muslim community regarding the science of inheritance (faraidh). The service activity was carried out in three sessions, namely preparation, implementation and evaluation. The implementation of the service was carried out on 2 November 2023 with 38 participants. The results of the implementation of the service activities showed an increased understanding of the science of inheritance (faraidh) in the participants (Community of Yayasan Salam Insaniyah). Keywords: inheritance; faraidh; islamic law.
Pengembangan dan sosialisasi aplikasi pengelolaan keuangan berbasis website untuk Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Bluru Kidul Sidoarjo Puspitaningrum, Ari Cahaya; Muazaroh, Muazaroh; Tianto, Reza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35365

Abstract

Abstrak Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) secara luas memberikan manfaat nyata bagi semua kelompok masyarakat di berbagai kehidupan. Salah satu kelompok masyarakat yang perlu memanfaatkan TI adalah kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). TI dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian dan juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan kelompok PKK. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, dilakukan pada kelompok PKK Bluru Kidul RT 4, Sidoarjo. PKK tersebut memiliki kendala dalam hal pengelolaan keuangan, dimana seluruh pemasukan dan pengeluaran dicatat sederhana, masih menggunakan pembukuan, belum tersistem. Hal tersebut dapat membuat data keuangan tidak terkelola dengan baik, tidak ada informasi yang dapat dimanfaatkan, dan tidak ada transparansi arus kas. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim PKM mengembangkan sebuah aplikasi keuangan PKK yang didasarkan pada kebutuhan PKK. Validasi pada aplikasi dilakukan dengan menggunakan black box testing dan hasil testing menunjukkan seluruh fungsi dapat berjalan sesuai harapan. Selanjutnya, dilakukan pelatihan, evaluasi dan pendampingan penggunaan aplikasi keuangan kepada 20 anggota PKK. Pada hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta merasa sangat nyaman dan terbantu dalam pengelolaan keuangan menggunakan aplikasi keuangan, yang mana ditunjukkan dengan rata-rata indikator kemudahan sebesar 3,67, indikator kebermanfaatan 4,59, dan rata-rata indikator penerimaan teknologi informasi sebesar 4,43. Kata kunci: pengabdian; pelatihan; pendampingan; aplikasi keuangan; PKK. Abstract The widespread use of Information Technology (IT) provides tangible benefits to all community groups across various walks of life. Group that needs to utilize IT is the Family Welfare Empowerment (PKK) group. IT used to improve the economy and also increase the efficiency and effectiveness of PKK group activities. This Community Service (PKM) activity was carried out at the PKK group in Bluru Kidul RT 4, Sidoarjo. The PKK faced challenges in financial management;  all income and expenses were recorded, still using bookkeeping, and were not systematized. This resulted in poorly managed financial data, a lack of usable information. Based on these problems, the PKM team developed a PKK financial application based on the PKK's needs. Validation of the application was carried out using black box testing, and the test results showed that all functions could run as expected. Subsequently, training, evaluation, and mentoring were conducted on the use of the financial application for 20 PKK members. The evaluation results showed that participants felt very helped in managing their finances using financial applications, which was indicated by an average of easy of use indicator was 3.67, 4.59 for the usefulness indicator, and 4.43 for the information technology acceptance indicator. Keywords: community service; training; mentoring; financial application; the family welfare empowerment group.
Bridging academia and industry: model kolaborasi KKN mandiri dalam pemberdayaan masyarakat dan dunia kerja Achmad, Refi Riduan; Anggalo, Aditya Ramadan; Cahyo, Didik Dwi; Rahmasari, Fenni; Mursalim, Mursalim; Rahayu, Sinta Tri; Chadiq, Tommy Mohammad
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34252

Abstract

Abstrak Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) skema mandiri Unit 14 UNU Kalimantan Timur dilaksanakan melalui kolaborasi dengan mitra industri dan masyarakat sebagai upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Kegiatan mencakup program sosial kemasyarakatan yang melibatkan 35 peserta, serta pelatihan teknis dan keselamatan kerja (K3) yang diikuti oleh 18 karyawan mitra industri. Metode pelaksanaan meliputi pengabdian langsung, sosialisasi, dan pelatihan berbasis praktik. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi K3, tingginya partisipasi masyarakat, serta peningkatan kompetensi sosial dan teknis mahasiswa. Kolaborasi ini berdampak positif bagi mitra melalui peningkatan kesadaran K3 dan penguatan hubungan kemitraan. Temuan ini menegaskan bahwa skema KKN mandiri efektif dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata industri dan masyarakat. Kata kunci: kuliah kerja nyata; pengabdian masyarakat; kolaborasi; industri; K3. AbstractThe independent Kuliah Kerja Nyata (KKN) program of Unit 14 at UNU Kalimantan Timur was implemented through collaboration with industrial partners and local communities as an effort to strengthen the linkage between higher education and the world of work. The activities included community social programs involving 35 participants, as well as technical and occupational safety (K3) training attended by 18 employees from partner companies. The implementation methods consisted of direct community engagement, socialization, and practice-based training. Evaluation results indicate an improvement in participants’ understanding of K3 materials, strong community participation, and enhanced social and technical competence among students. This collaboration has provided positive benefits for partner industries through increased K3 awareness and strengthened partnership relations. These findings affirm that the independent KKN scheme is effective in bridging academic knowledge with the practical needs of industry and society. Keywords: community service; community engagement; collaboration; industry; K3.
Pelatihan integrasi sumber belajar berstandar internasional pada pembelajaran diferensiasi menggunakan Gemini AI bagi guru SMPN 9 Payakumbuh Putri, Elviza Yeni; Rachman, Aditya; Pranata, Feriantano Sundang; Saputra, Indra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35221

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang besar dalam peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya dalam pengembangan materi ajar yang adaptif dan berorientasi global. Namun, banyak guru yang belum memiliki keterampilan dalam mengakses sumber belajar internasional maupun memanfaatkan teknologi AI secara optimal. Kondisi ini juga ditemukan di SMPN 9 Payakumbuh, di mana sebagian besar guru masih terbatas pada penggunaan sumber lokal dan metode konvensional. Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan sumber belajar internasional serta memanfaatkan Gemini AI dalam menyusun modul ajar diferensiasi. Kegiatan dilaksanakan pada 26–27 Juli 2025 di Laboratorium Komputer SMPN 9 Payakumbuh dengan melibatkan 25 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Materi difokuskan pada strategi mengakses referensi global, mengolah materi dengan Gemini AI, serta merancang modul ajar adaptif sesuai karakteristik siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu menghasilkan modul ajar digital yang memadukan sumber belajar internasional dengan teknologi AI, serta menunjukkan antusiasme tinggi dalam praktik pembelajaran berbasis digital. Program ini diharapkan dapat dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan sehingga keterampilan yang diperoleh guru dapat diimplementasikan secara konsisten di kelas. Kata kunci: Gemini AI; modul ajar adaptif; pembelajaran diferensiasi; pengabdian masyarakat; sumber belajar internasional. AbstractThe development of Artificial Intelligence (AI) technology offers significant opportunities to enhance the quality of learning, particularly in designing adaptive and globally oriented teaching materials. However, many teachers still lack the skills to access international learning resources and to utilize AI technology optimally. This condition was also found at SMPN 9 Payakumbuh, where most teachers remain limited to local resources and conventional teaching methods. The Community Multidisciplinary Partnership Program (PMKM) was implemented to strengthen teachers’ competencies in integrating international learning resources and employing Gemini AI to design differentiated teaching modules. The program was conducted on July 26–27, 2025, at the Computer Laboratory of SMPN 9 Payakumbuh, involving 25 teachers from various subject areas. The training methods included lectures, group discussions, demonstrations, and hands-on practice. The training focused on strategies for accessing global references, processing materials with Gemini AI, and designing adaptive modules aligned with students’ characteristics. The results indicate that teachers were able to produce digital teaching modules that integrate international resources with AI technology, while also demonstrating high enthusiasm in applying digital-based learning practices. This program is expected to be sustained through continuous mentoring to ensure that the acquired skills are consistently implemented in classroom practices. Keywords: adaptive teaching modules; community service; differentiated learning; Gemini AI; international learning resources. 
Peningkatan kapasitas badan usaha milik desa melalui pengelolaan sumber mata air dan manajemen sumber daya manusia Sholikhatin, Siti Alvi; Idah, Yusyida Munsa; Rifai, Zanuari; Fradista, Neva; Muzakki, Raihan Zein; Aulya, Sabrina Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36282

Abstract

AbstrakBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) merupakan lembaga ekonomi desa yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa dan bertujuan untuk menampung seluruh kegiatan ekonomi dan pelayanan umum di desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Bumdes Melung di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas memiliki beberapa sub-unit yaitu: sub-unit wisata, sub-unit simpan pinjam, sub-unit perdagangan, dan sub-unit sumber daya air. Secara umum, sub-unit yang berjalan dan mampu dikelola dengan maksimal hanya sub-unit wisata, sedangkan sub-unit yang lain kurang berkembang. Hal ini menyebabkan manajemen internal bumdes tidak mampu memaksimalkan potensinya. Padahal, secara khusus, sub-unit sumber daya air sangat berpotensi untuk dikembangkan karena Desa Melung memiliki sumber mata air Cendana yang mengalirkan air murni dari kaki Gunung Slamet. Sumber mata air tersebut mampu mengaliri seluruh kebutuhan masyarakat di Desa Melung dan merupakan sumber kehidupan. Sayangnya, sumber mata air tersebut belum dikelola dengan maksimal untuk sebaik-baiknya kebutuhan masyarakat. Terutama untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi. Sehingga pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas dan kompetensi bumdes Melung serta menerapkan alat suling air untuk memproduksi air minum siap konsumsi agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara mandiri. Metode yang digunakan yaitu dengan sosialisasi intensif serta pelatihan yang berkelanjutan. Hasil dari kegiatan yaitu terselenggara pelatihan dan pendampingan kepada manajemen staf bumdes. Selain itu, telah diterapkan alat suling air yang digunakan untuk memproduksi air konsumsi dan didistribusikan bagi masyarakat Desa Melung. Kata kunci: pengabdian masyarakat; bumdes, Melung; manajemen AbstractBadan Usaha Milik Desa (Bumdes) is a village economic institution whose capital is wholly or largely owned by the village and aims to accommodate all economic activities and public services in the village in order to improve the welfare of its community. Bumdes Melung in Kedungbanteng District, Banyumas Regency, has several sub-units: a tourism sub-unit, a savings and loan sub-unit, a trade sub-unit, and a water resources sub-unit. In general, the only sub-unit that is running and can be managed optimally is the tourism sub-unit, while the other sub-units are underdeveloped. This has resulted in the internal management of Bumdes being unable to maximize its potential. In fact, the water resources sub-unit has great potential for development because Melung Village has the Cendana spring, which flows with pure water from the foothills of Mount Slamet. This spring is capable of supplying all the needs of the community in Melung Village and is a source of life. Unfortunately, this spring has not been managed optimally to best meet the needs of the community, especially for drinking water. Therefore, this community service project aims to develop the capacity and competence of the BUMDes and implement a water distillation device to produce ready-to-drink water so that the community's needs can be met independently. The methods used are intensive socialization and ongoing training. The results of the activity include the implementation of training to the staff. Additionally, a water distillation device has been implemented to produce drinking water, which is distributed to the community of Melung Village. Keywords: community service; bumdes; melung; management.
Edukasi dan pelatihan (eduhan) pembuatan teh celup daun Paraboea Sp dan herbal untuk kesehatan paru pada kader RT.05 Desa Keliling Benteng Ulu Martapura Barat Fujiati, Fujiati; Haryati, Haryati; Joharman, Joharman; Al Audhah, Nelly; Sari, Muthia Noor Rahma; Humaira, Tiara Husna; Salsabilla, Hanna Maria; Rahmah, Nasyawa Nur Shifa; Irawanto, Irawanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35721

Abstract

AbstrakKesehatan paru memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat, terutama dalam mencegah penyakit kronis seperti PPOK, asma, bronkitis, dan pneumonia. Faktor risiko utama gangguan paru antara lain paparan asap rokok, polusi udara, dan rendahnya asupan antioksidan. Data Dinas Kesehatan Martapura Barat tahun 2022–2023 menunjukkan tingginya kasus pneumonia balita, PPOK, asma, dan TBC. Survei awal di RT.05 Desa Keliling Benteng Ulu (KBU) memperlihatkan prevalensi perokok dewasa sebesar 54,2%, dengan kebiasaan merokok di dalam rumah yang berpotensi membahayakan keluarga, khususnya balita dan lansia. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader RT mengenai bahaya asap rokok, cara menjaga kesehatan paru, serta pemanfaatan tanaman herbal, khususnya daun Paraboea sp. sebagai teh celup kesehatan paru. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pendampingan pembuatan teh herbal, monitoring, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh materi: dampak asap rokok (p = 0,018), cara menjaga kesehatan paru (p = 0,000), dan minuman herbal untuk kesehatan paru (p = 0,008). Temuan ini membuktikan bahwa metode diskusi dan pelatihan praktis efektif meningkatkan pemahaman kader mengenai bahaya asap rokok dan manfaat herbal dalam menjaga kesehatan paru. Kata kunci: edukasi; pelatihan; teh celup; Paraboea sp., herbal; paru. Abstract Lung health is essential for maintaining quality of life and preventing chronic diseases such as COPD, asthma, bronchitis, and pneumonia. Data from the Martapura Barat Health Office (2022–2023) reported high cases of pneumonia, COPD, asthma, and tuberculosis, while a preliminary survey in RT.05, Keliling Benteng Ulu Village, revealed that 54.2% of adults were smokers, many smoking indoors and endangering children and the elderly. This Community Service Program (PKM) aimed to increase cadres’ knowledge about the dangers of cigarette smoke, ways to maintain lung health, and the use of Paraboea sp. leaves as herbal tea. Activities included education, discussion, practical training, and evaluation through pre- and post-tests. Paired Sample t-test results showed significant improvements in all topics: cigarette smoke hazards (p = 0.018), lung health maintenance (p = 0.000), and herbal drinks (p = 0.008), proving that discussion and practical methods effectively enhanced cadres’ understanding of smoking risks and the role of herbal remedies in promoting lung health. Keywords: education; training; herbal tea; Paraboea sp., herbs; lung.