cover
Contact Name
Wiryawan Permadi
Contact Email
obgyniajurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
obgyniajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
ISSN : 2615496X     EISSN : 2615496X     DOI : -
Core Subject : Health,
OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen klinis pasien, teknik bedah, kemajuan pengobatan dan evaluasi pelayanan, manajemen serta pengobatan dalam bidang obstetri & ginekologi.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Association Between Maternal Random Blood Glucose Level and Prematurity at Margono Soekardjo Hospital Purwokerto Rachmayanti, Erma; Priyanto, Edy Priyanto; Winarno, Gatot Nyarumenteng Adhipurnawan; Suhartomo, Dalri Muhammad
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.893

Abstract

Objective: Hyperglycemia is among the most common medical conditions encountered during pregnancy. Its prevalence continues to rise in line with two other global epidemics, obesity and diabetes. Studies have shown that hyperglycemia during pregnancy can induce negative impacts on maternal-fetal well-being, one of which is premature birth. This study aims to investigate the association between maternal random blood glucose (RBG) level and prematurity.Methods: This is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The data used in the study were obtained from the medical records of patients who gave birth at Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto, from January 2023 to February 2024.Result: This study found an association between high maternal RBG levels and prematurity (P-value < 0.005).Conclusion: High maternal RBG level is a risk factor for prematurity. The result of this study shows that RBG may be used as a practical and efficient alternative method to rule out hyperglycemia in pregnancy when OGTT is difficult to perform.Hubungan antara Kadar Glukosa Darah Sewaktu Maternal dan Kejadian Prematuritas di RS. Margono Soekardjo PurwokertoAbstrakTujuan: Hiperglikemia merupakan salah satu kondisi medis yang paling umum dijumpai selama kehamilan. Prevalensinya terus meningkat seiring dengan dua epidemi global lainnya, yaitu obesitas dan diabetes. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa hiperglikemia selama kehamilan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesejahteraan ibu dan janin, salah satunya adalah kelahiran prematur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah sewaktu (GDS) maternal dan kejadian prematuritas.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Data yang digunakan berasal dari rekam medis pasien yang melahirkan di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, pada periode Januari 2023 hingga Februari 2024.Hasil: Dalam penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara kadar GDS maternal yang tinggi dan prematuritas (nilai P<0,005).Kesimpulan: Kadar GDS maternal yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya prematuritas. Berdasarkan hasil penelitian ini, GDS dapat dipertimbangkan sebagai metode alternatif yang praktis dan efisien untuk mendeteksi hiperglikemia dalam kehamilan, terutama ketika pemeriksaan OGTT sulit dilakukan
A Clinical Case of Thoracopagus Conjoined Twins Nofiandi, Riki; Febriani, Febriani
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.852

Abstract

Introduction: Conjoined twins result from the incomplete division of a single fertilized egg, with an incidence of approximately 1 in 200,000 live births. This rare congenital anomaly presents significant anatomical and physiological challenges, necessitating a multidisciplinary approach for diagnosis, management, and ethical considerations. Case Presentation: A pair of thoracopagus conjoined twins was delivered at Arifin Achmad General Hospital following preterm labor complicated by premature rupture of membranes (PROM). Prenatal ultrasound identified shared thoracic and abdominal structures, including cardiac and vascular abnormalities. The twins exhibited severe congenital anomalies, such as cardiomegaly and ventriculomegaly. Despite immediate resuscitation efforts, both infants succumbed due to extensive anatomical complications.Conclusion: The prognosis of thoracopagus twins remains poor, particularly in cases with extensive organ fusion. Advances in prenatal imaging and fetal surgery may improve outcomes in select cases; however, a multidisciplinaryand compassionate approach remains essential for optimal perinatal care. Keywords: Conjoined twins, Thoracopagus, Prenatal diagnosis, Ethical challenges, Perinatal managementKasus Klinis Bayi Kembar Siam Tipe ThoracopagusAbstrakPendahuluan: Kembar siam terjadi akibat pembelahan zigot yang tidak sempurna, dengan insiden 1 dari 200.000 kelahiran hidup. Anomali kongenital langka ini menimbulkan tantangan kompleks dalam aspek anatomi, fisiologi,serta etika sehingga memerlukan pendekatan multidisiplin dalam diagnosis dan penatalaksanaan. Laporan Kasus: Sepasang kembar siam thoracopagus lahir prematur di RSUD Arifin Achmad akibat persalinan preterm yang disertai ketuban pecah dini (KPD). Pemeriksaan ultrasonografi prenatal mendeteksi fusi struktur torako-abdominal, termasuk keterlibatan organ jantung dan pembuluh darah utama. Bayi mengalami kelainan kongenital berat kardiomegali dan ventrikulomegali. Meskipun dilakukan resusitasi segera, keduanya tidak bertahan hidup akibat komplikasi anatomi yang luas. Kesimpulan: Prognosis kembar siam thoracopagus tetap buruk, terutama pada kasus dengan keterlibatan organ yang luas. Kemajuan dalam pencitraan prenatal dan pembedahan janin dapat meningkatkan harapan hidup dalam kondisi tertentu; namun, pendekatan multidisiplin yang komprehensif dan penuh empati tetap menjadi kuncidalam perawatan perinatal.
The Influence of Adolescent Pregnancy on Type of Delivery and Birth Weight Egatama, Mohamad; ., Sutrisno; Pusianawati, Dini
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.915

Abstract

Objective: This study aims to analyze the influence of adolescent pregnancy on the type of delivery and birth weight at Margono Soekarjo Hospital during the period 2022–2024.Methods:A cross-sectional study was conducted using secondary data from 198 postpartum mothers—99 adolescents (aged 10–19) and 99 non-adolescents (aged 30–35)—selected through stratified random sampling. Data on maternal age, delivery type, and birth weight were analyzed using chi-square and Mann-Whitney tests, with a significance level of p < 0.05.Results: Significant differences were found between the groups. Vaginal delivery was more common among adolescent mothers (61.5%) compared to non-adolescents (40.4%). Infants of adolescent mothers had lower average birth weights (2516.5 ± 569 g vs. 3031.2 ± 864 g; p = 0.025) and lower APGAR scores at 1, 5, and 10 minutes (p = 0.006). Cesarean indications differed between groups: fetal distress, cephalopelvic disproportion (CPD), and failed induction were common in adolescents, while prior cesarean section was the primary indication among non-adolescents.Conclusion: Adolescent pregnancy significantly affects delivery method and neonatal outcomes. While more likely to result in vaginal delivery, it is associated with lower birth weights, reduced APGAR scores, and higher complication risks, underscoring the need for targeted antenatal care in this population.Pengaruh Kehamilan Remaja Terhadap Jenis Persalinan dan Berat Bayi LahirAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kehamilan remaja terhadap jenis persalinan dan berat bayi lahir di Rumah Sakit Margono Soekarjo selama periode 2022 - 2024.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang (cross-sectional) dengan total 198 ibu melahirkan, terdiri atas 99 ibu remaja (usia 10 – 19 tahun) dan 99 ibu bukan remaja (usia 30 – 35 tahun), yang dipilih melalui stratified random sampling. Data sekunder diambil dari rekam medis pasien, mencakup usia ibu, jenis persalinan, berat bayi lahir, dan skor APGAR. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk variabel kategorik dan uji Mann-Whitney untuk variabel numerik dengan tingkat signifikansi p < 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bermakna dalam jenis persalinan, persalinan pervaginam lebih banyak terjadi pada ibu remaja (61,5%) dibandingkan dengan ibu bukan remaja (40,4%). Berat bayi lahir juga berbeda signifikan, dengan rata-rata 2516,5 ± 569 gram pada kelompok remaja dan 3031,2 ± 864 gram pada kelompok bukan remaja (p = 0,025). Skor APGAR pada menit pertama, kelima, dan kesepuluh lebih rendah secara signifikan pada bayi dari ibu remaja (p = 0,006). Indikasi seksio pada remaja paling sering disebabkan oleh fetal distress, CPD, dan gagal induksi.Kesimpulan: Kehamilan remaja berpengaruh signifikan terhadap jenis persalinan dan luaran neonatal dengan kecenderungan komplikasi lebih tinggi.Kata kunci: Kehamilan remaja; Jenis persalinan; Berat bayi lahir.
Urinary Bladder Injury Among Patients with Placenta Accreta Spectrum: Comparison Between Wedge Resection and Total Hysterectomy Ismayadi, Tedi; Pribadi, Adhi; Kurniadi, Andi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.877

Abstract

Objective: This study aims to assess the incidence of urinary bladder injury among pregnant women with placenta accreta spectrum (PAS) who underwent total hysterectomy and wedge resection.Methods: This study employed a cross-sectional design by reviewing secondary data of all pregnant women with PAS who underwent total hysterectomy or wedge resection at Hasan Sadikin General Hospital from January 2021 to December 2023. Statistical analysis for categorical data used the Chi-square test or Fisher’s exact test, and numerical data were analyzed using the unpaired T-test or Mann-Whitney test.Results: The sample consists of 116 patients. A total of 84 patients underwent total hysterectomy, and 32 patients underwent wedge resection. There was no significant difference in mean age between the two groups (p = 0.129). The results showed a significant difference between the two groups for birth weight (p = 0.007) and the incidence of urinary bladder injury (p = 0.018). No urinary bladder injury occurred in the wedge resection group, while 13 (15.50%) patients experienced urinary bladder injury in the total hysterectomy group.Conclusion: Total hysterectomy is associated with a higher incidence of urinary bladder injury compared to wedge resection.Cedera Vesika Urinaria pada Pasien dengan Spektrum Plasenta Akreta:Perbandingan antara Wedge Resection dan Total HisterektomiAbstrak Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai angka kejadian cedera vesika urinaria antara wanita hamil dengan spektrum plasenta akreta (SPA) yang menjalani histerektomi totalis dan wedge resection.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode potong lintang dengan meninjau data sekunder semua ibu hamil dengan SPA yang menjalani histerektomi totalis atau wedge resection di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin periode Januari 2021 - Desember 2023. Analisis statistik untuk data kategorik menggunakan uji Chi-square atau uji Fisher dan data numerik diuji menggunakan uji T-tidak berpasangan atau uji Mann-Whitney.Hasil: Sampel penelitian ini terdiri atas 116 pasien. Sebanyak 84 pasien menjalani histerektomi totalis dan 32 pasien menjalani wedge resection. Tidak ada perbedaan rata-rata usia yang bermakna antar kedua kelompok (p = 0,129). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok untuk berat badan lahir (p = 0,007) dan kejadian cedera vesika urinaria (p = 0,018). Tidak ada yang mengalami cedera vesika urinaria pada kelompok wedge resection, sedangkan 13 (15,50%) pasien mengalami cedera vesika urinaria pada kelompok histerektomi totalis.Kesimpulan: Histerektomi totalis berhubungan dengan tingkat kejadian cedera vesika urinaria yang lebih tinggi dibandingkan dengan wedge resection.
The Relationship of Preeclampsia to the Incidence of Preterm Labor at Raden Mattaher Jambi Hospital in 2021-2023 Quzwain, Suhair; Dewi, Hasna; Romadiani, Inaya
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.806

Abstract

Objective: This study aims to determine the association between preeclampsia and preterm labor at Raden Mattaher Jambi Hospital. Methods: This study uses an observational analytic method with a cross-sectional. Data collection techniques using purposive sampling. Data were obtained from the medical records of all laboring mothers who met the inclusion and exclusion criteria. Result: There is an association between preeclampsia and preterm labor at Raden Mattaher Jambi Hospital from 2021 to 2023, with a p-value of
HALP and SII: Innovative Biomarkers for Diagnosing Ovarian Cancer in Both Epithelial and Non-Epithelial Subtypes Ridwan, Steven; Mantilidewi, Kemala Isnainiasih; A.W., Gatot Nyarumenteng; Kurniadi, Andi; Suardi, Dodi; Salima, Siti; Rauf, Syahrul; Hidayat, Yudi Mulyana
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.882

Abstract

Objective: To evaluate the diagnostic utility of PHAL (Platelet, Hemoglobin, Albumin, and Lymphocyte), SII (Systemic Immune Inflammation Index), and SIRI (Systemic Inflammatory Response Index) for both epithelial and non-epithelial ovarian cancer.Methods: A cross-sectional study of 156 patients with ovarian masses was conducted using preoperative laboratory data to calculate PHAL, SII, and SIRI scores. Histopathology confirmed diagnoses. Population I included all ovarian cancer types and benign tumors, while Population II included only non-epithelial ovarian cancer and benign tumors. Statistical analysis using SPSS 25.0, involved ROC curve and validity testing to assess diagnostic performance.Result: SII showed the best performance in the overall population (AUC 0.738; sensitivity 71.25%; specificity 72.37%; accuracy 71.79%; LR+ 2.58; LR– 0.40). In the subgroup of non-epithelial ovarian cancer versus benign tumors, PHAL had the highest diagnostic accuracy (AUC 0.819; sensitivity 81.81%; specificity 73.68%; accuracy 75.51%; LR+ 3.11; LR– 0.25).Conclusion: PHAL and SII are effective, accessible, and low-cost biomarkers that can support ovarian cancer diagnosis through routine blood tests.PHAL dan SII: Biomarker Inovatif untuk Diagnosis Kanker Ovarium Subtipe Epitel dan Non-Epitel Abstrak Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai diagnostik dari PHAL (Platelet, Haemoglobin, Albumin, dan Limfosit), SII (Systemic Immune Inflammation Index), dan SIRI (Systemic Inflammatory Response Index) pada kanker ovarium epitelial dan non-epitelial. Metode: Penelitian dengan metode potong lintang ini melibatkan 156 pasien dengan massa ovarium. Data laboratorium pra-operatif digunakan untuk menghitung skor PHAL, SII, dan SIRI. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan histopatologi. Populasi I mencakup semua jenis kanker ovarium dan tumor jinak, sedangkan Populasi II hanya mencakup kanker ovarium non-epitelial dan tumor jinak. Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS 25.0, termasuk analisis kurva ROC dan uji validitas untuk menilai kinerja diagnostik. Hasil: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa SII memiliki performa terbaik pada seluruh populasi (AUC 0,738; sensitivitas 71,25%; spesifisitas 72,37%; akurasi 71,79%; LR+ 2,58; LR– 0,40). Pada subkelompok kanker ovarium non-epitelial dibandingkan dengan tumor jinak, PHAL menunjukkan akurasi diagnostik tertinggi (AUC 0,819; sensitivitas 81,81%; spesifisitas 73,68%; akurasi 75,51%; LR+ 3,11; LR– 0,25). Kesimpulan: PHAL dan SII merupakan biomarker yang efektif, mudah diakses, dan berbiaya rendah yang dapat mendukung diagnosis kanker ovarium melalui pemeriksaan darah rutin. Kata kunci: Kanker ovarium, Skor PHAL (Platelet-Hemoglobin-Albumin-Limfosit), Systemic Immune-Inflammation Index, Systemic Inflammatory Response Index
Accuracy of Platelet Parameters (PC, MPV, and PDW) as A Predictor of The Severity of Preeclampsia Nababan, Heru Maranatha; S, Donel; Arfianti, Arfianti; Simanjuntak, Arya Marganda
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.858

Abstract

Objective: To evaluate the accuracy of platelet parameters—platelet count (PC), mean platelet volume (MPV), and platelet distribution width (PDW)—as predictors of preeclampsia severity. Methods:A case-control study was conducted on 153 pregnant women with preeclampsia at Arifin Achmad Hospital from January 2019 to December 2020. Platelet indices (PC, MPV, PDW) were compared between 61 patients with severe preeclampsia and 92 with non-severe preeclampsia. ROC analysis determined predictive accuracy, with sensitivity and specificity calculated for selected cut-off values. Results:Significant differences were found in PC (p=0.000), PDW (p=0.049), and MPV (p=0.012) between groups. ROC analysis showed PDW >12.3% had a sensitivity of 60.7% and specificity of 59.8%, while MPV >10.65 fL had a sensitivity of 62.3% and specificity of 64.1%. AUC values for PDW and MPV were 0.62 and 0.66, respectively, indicating weak predictive accuracy. Conclusion:Although platelet parameters differ significantly between preeclampsia severity groups, their predictive value is limited. They should not be solely relied upon for assessing preeclampsia severity. Akurasi Parameter Trombosit (PC, MPV, dan PDW) sebagai Prediktor Tingkat Keparahan PreeklampsiaAbstrak Tujuan: Penelitian ini dilaksanakan pada pasien preeklampsia untuk mengevaluasi akurasi parameter trombosit—jumlah trombosit (PC), volume trombosit rata-rata (MPV), dan lebar distribusi trombosit (PDW)—sebagai prediktor tingkat keparahan.Metode: Studi kasus-kontrol dilakukan pada 153 ibu hamil dengan preeklamsia di Rumah Sakit Arifin Achmad dari Januari 2019 hingga Desember 2020. Indeks trombosit (PC, MPV, PDW) dibandingkan antara 61 pasien dengan preeklamsia berat dan 92 pasien dengan preeklamsia tanpa gejala berat. Analisis ROC digunakan untuk menentukan akurasi prediktif, dengan perhitungan sensitivitas dan spesifisitas berdasarkan nilai cut-off tertentu. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada PC (p=0.000), PDW (p=0,049), dan MPV (p=0.012) antara kedua kelompok. Analisis ROC menunjukkan bahwa PDW >12.3% memiliki sensitivitas 60.7% dan spesifisitas 59.8%, sedangkan MPV >10.65 fL memiliki sensitivitas 62.3% dan spesifisitas 64.1%. Nilai AUC untuk PDW dan MPV adalah 0.62 dan 0.66, menunjukkan akurasi prediktif yang lemah. Kesimpulan: Meskipun parameter trombosit menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok preeklamsia berat dan tidak berat, nilai prediktifnya terbatas. Parameter ini tidak dapat digunakan secara mandiri untuk menilai tingkat keparahan preeklamsia. Kata kunci: Preeklamsia, Jumlah Trombosit, Lebar Distribusi Trombosit, Volume Trombosit Rata-rata, Biomarker Prediktif
A Five-Year Study of Maternal and Neonatal Risk Factors Contributing to Early Neonatal Death at a Tertiary Referral Hospital Syahidah, Putri Nadya; Irianti, Setyorini; Nurdiawan, Windi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.921

Abstract

Objective: This study aims to explore maternal and neonatal risk factors associated with early neonatal death at a central referral hospital in West Java.Methods: A cross-sectional study was conducted. Over five years, 310 early newborn mortality samples were collected from 9,240 births. Key characteristics associated with early infant death were identified using univariate and multivariate analysis.Results: Among the mothers, 63.9% were from outside Bandung and aged 15–46. 64.5% (n=200) of neonates died within two days. Primiparous mothers accounted for 33.2% (103). Common maternal conditions included premature contractions (27.1%), premature rupture of membranes (22.9%), hypertension (14.2%), placenta previa (6.5%), and eclampsia (3.5%). 84.8% of neonates were premature, and 59.4% experienced early death. Bivariate analysis showed significant relationships with parity, maternal diseases, mode of delivery, and newborn hypoxia. Death after 48 hours was notably associated with mode of delivery (p=0.009; OR 1.54).Conclusion: END is associated with parity, maternal conditions, delivery mode, and asphyxia. Improved prenatal care and stronger referral systems can reduce mortality rates.Analisis Faktor Risiko Ibu dan Neonatus terhadap Kematian Neonatal Dini di RS Rujukan Tersier: Studi Lima TahunAbstrakTujuan: Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko maternal dan neonatal yang terkait dengan kematian neonatal dini pusat rujukan di Jawa Barat.Metode: Metode penelitian dilakukan dengan studi potong lintang selama lima tahun. 310 sampel kematian neonatal dini diambil dari 9,240 kelahiran. Analisis multivariate dan univariate dilakukan untuk melihat hubungan faktor-faktor penting yang berhubungan dengan kematian neonatal diniHasil: Hasil penelitian menunjukan sebanyak 63,9% berasal dari luar Bandung dan berusia antara 15 dan 46 tahun. 64,5% (n=200) bayi meninggal dalam dua hari. 33,2% persalinan prematur (103). Kondisi patologis ibu yang ditemukan kontraksi prematur (27,1%), ketuban pecah dini (22,9%), hipertensi (14,2%), plasenta previa (6,5%) dan eklampsia (3,5%). 84,8% lahir prematur, dan 59,4% meninggal dini. Menurut analisis bivariat, ada hubungan yang signifikan antara cara persalinan, penyakit ibu, hipoksia bayi baru lahir, dan paritas (p=0.009; OR 1.54). Kematian bayi setelah 48 jam memiliki korelasi yang signifikan dengan metode persalinan.Kesimpulan: KND dikaitkan dengan paritas, penyakit ibu, cara persalinan, dan asphyxia. Memperkuat sistem referral dan meningkatkan perawatan antenatal dapat mengurangi angka kematian.Kata kunci: faktor risiko maternal; kematian neonatal dini; komplikasi maternal; metode persalinan
Effectiveness of Aspirin Dose in Preventing Preeclampsia in High-Risk Group: A Meta-Analysis Simanjuntak, Tigor Peniel; Elena, Elena; Sirait, Batara Imanuel
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.848

Abstract

Introduction: Preeclampsia is hypertension that occurs after 20 weeks of pregnancy and is accompanied by impaired function of the mother’s organs or the uteroplacental unit. Purpose: To evaluate the efficacy of aspirin doses in preventing preeclampsia in high-risk populations. Method: This study follows the PRISMA protocol. The reviewers examined all the findings and selected studies that met the inclusion criteria and PICO analysis. Statistical analysis was performed using Review Manager 5.4 software. A total of 14 journals met the inclusion criteria with searches in four databases (PubMed, Science Direct, Google Scholar, and Plos One). Result: Aspirin significantly reduced the incidence of preeclampsia in the high-risk group (RR 0.83 [95% CI: 0.78, 0.88], P<0.00001), reducing the incidence of preeclampsia by 50 mg/day (RR 0.56 [95% CI: 0.36, 0.86] P=0.008), 60 mg/day (RR 0.87 [95% CI: 0.81, 0.93] P <0.0001), 75 mg/day (RR 0.54 [95% CI: 0.40, 0.73] P<0.0001), 80-81 mg/day (RR 0.72 [95% CI: 0.56, 0.94] P=0.02), and 150 mg/day, reduced the incidence of PE (P<0.00001). Conclusion: The results of the study show that the best dose of aspirin to prevent PE in high-risk groups is 75 mg/day.Efektivitas Dosis Aspirin untuk Mencegah Preeklamsia pada Kelompok Risiko Tinggi: Sebuah MetaanalisisAbstrakPendahuluan: Preeklamsia adalah hipertensi yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu dan disertai dengan gangguan fungsi organ ibu atau uteroplasenta. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas dosis aspirin untuk mencegah preeklamsia pada kelompok risiko tinggi. Metode: Penelitian ini mengikuti protokol PRISMA. Para peninjau memeriksa semua temuan dan memilih penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan analisis PICO. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Review Manager 5.4. Terdapat 14 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dengan pencarian di 4 database (PubMed, Science Direct, Google Scholar, dan Plos One). Hasil: Aspirin secara signifikan menurunkan kejadian preeklampsia pada kelompok risiko tinggi (RR 0,83 [95% CI: 0,78, 0,88], P<0,00001), menurunkan kejadian preeklamsia sebesar 50 mg/hari (RR 0.56 [95% CI: 0.36, 0.86] P=0.008), 60 mg/hari (RR 0.87 [95% CI: 0,81, 0.93] P <0,0001), 75 mg/hari (RR 0,54 [95% CI: 0,40, 0,73] P<0,0001), 80-81 mg/hari (RR 0,72 [95% CI: 0,56, 0,94] P=0,02), dan 150 mg/hari, mengurangi kejadian PE (P<0,00001). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis aspirin terbaik untuk mencegah PE pada kelompok risiko tinggi adalah 75 mg/hari.
Comparison of Chondroitin Sulfate-E Expression in Benign and Malignant Epithelial Type Ovarian Tumors Mantilidewi, Kemala Isnainiasih; A.W., Gatot Nyarumenteng; Kurniadi, Andi; Suardi, Dodi; Harsono, Ali Budi; Salima, Siti; A, Aditiyono; Hapsari, Kartika; Yantisetiasti, Anglita
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.861

Abstract

Objective: Ovarian cancer is the fifth leading cause of cancer-related death in women, due to late diagnosis and limited screening methods. Chondroitin Sulfate-E (CS-E) has shown potential as biomarkers. This study aims to evaluate CS-E expression in epithelial-type benign and malignant ovarian tumors and its potential as a biomarker using QuPath software.Methods: This observational analytic study used a cross-sectional design. Samples were selected based on histopathology of patients with epithelial-type benign and malignant ovarian tumors from surgeries in 2023. Immunohistochemistry using the GD3G7 antibody was performed to detect CS-E expression in tumor tissues preserved in paraffin blocks at Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung. Expression was quantified using QuPath software. Statistical analysis used the Mann-Whitney and t-test. Result: No significant difference in CS-E expression was found between malignant and benign tumors (p = 0.492). Demographic factors (age, BMI, menopausal status, and parity) showed no significant differences between groups. Conclusion: CS-E expression has not yet demonstrated potential as a biomarker to distinguish between benign and malignant ovarian tumors.Perbandingan Ekspresi Chondroitin Sulfate-E pada Tumor Ovarium Jinak dan Ganas Tipe Epitel Abstrak Tujuan: Kanker ovarium merupakan penyebab kematian kelima terbanyak terkait kanker pada wanita yang disebabkan oleh keterlambatan diagnosis dan keterbatasan metode skrining. Chondroitin Sulfate-E (CS-E) menunjukkan potensi sebagai biomarker. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ekspresi CS-E pada tumor ovarium jinak dan ganas tipe epitelial serta menilai potensinya sebagai biomarker menggunakan perangkat lunak QuPath. Metode: Penelitian analitik observasional ini menggunakan desain potong lintang. Sampel dipilih berdasarkan hasil histopatologi pasien dengan tumor ovarium jinak dan ganas tipe epitelial dari operasi tahun 2023. Pemeriksaan imunohistokimia dengan antibodi GD3G7 dilakukan untuk mendeteksi ekspresi CS-E pada jaringan tumor yang diawetkan dalam blok parafin di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Ekspresi dianalisis secara kuantitatif menggunakan perangkat lunak QuPath. Uji statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney dan uji t. Hasil: Tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam ekspresi CS-E antara tumor ganas dan jinak (p = 0,492). Faktor demografis (usia, indeks massa tubuh, status menopause, dan paritas) juga tidak menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok.Kesimpulan: Ekspresi CS-E belum menunjukkan potensi sebagai biomarker untuk membedakan antara tumor ovarium jinak dan ganas. Kata kunci: Biomarker, GD3G7, Glikosaminoglikan, Kanker Ovarium, Kondroitin sulfat