JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
26,490 Documents
Upaya Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur Siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual melalui Program Teaching Factory
Endeli, Endeli;
Giatman, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12965
Sekolah kejuruan didirikan dengan tujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap kerja dan daya saing tinggi. Melalui pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat berkontribusi dalam pengayaan pekerja yang berkualitas dan kompeten di bidangnya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi menumbuhkan jiwa Enterpreneur siswa jurusan desain komunikasi visual melalui penerapan program teaching factory di SMK Negeri 2 Kecamatan Guguak sehingga menghasilkan lulusan yang siap kompeten dan siap kerja. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulkan data dilakukan melalui observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, selain untuk melatih siswa kerja nyata di dunia usaha/dunia industri, kehadiran Teaching Factory juga dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan keterampilan siswa yang menjadi peserta program link and match.
Usaha Pembinaan Karakter dan Disiplin Siswa dengan Kegiatan Apel Pagi di Sekolah Menengah Kejuruan
Suwondo, Suwondo;
Waskito, Waskito
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12969
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter dan budi pekerti siswa melalui kegiatan apel rutin setiap pagi dan bagaimana keefektifan kegiatan apel rutin setiap pagi dalam mewujudkan karakter dan budi pekerti luhur yang baik pada siswa di Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari hasil pengamatan dan melalui studi pustaka. Berdasarkan kajian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa kegiatan apel rutin setiap pagi di Sekolah Menengah Kejuruan dapat dijadikan sebagai sarana yang efektif dalam membentuk serta menanamkan karakter budi pekerti yang baik pada siswa seperti sikap disiplin, bertanggung jawab, sopan santun, nasionalisme serta saling menghargai terhadap sesama siswa dan menghormati guru ataupun temannya.
Konsekuensi dari Brand Logo Typeface pada Merek Aplikasi Transportasi Online
Yasmin, Farah Zhafirah;
Arafah, Willy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12970
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis peran brand logo typeface, brand attitude, consumer satisfaction, dan brand preference terhadap purchase intentions di kalangan konsumen yang menggunakan atau memakai merek aplikasi transportasi online di Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 160 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan metode Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini adalah: (1) Brand logo typeface tidak berpengaruh positif terhadap brand attitude, (2) Brand logo typeface berpengaruh positif terhadap customer satisfaction, (3) Brand attitude berpengaruh positif terhadap brand preference, (4) Customer satisfaction tidak berpengaruh positif terhadap brand preference, (5) Customer satisfaction berpengaruh positif terhadap brand attitude, (6) Brand attitude tidak berpengaruh positif terhadap purchase intentions, (7) Brand preference berpengaruh positif terhadap purchase intention, dan (8) Customer satisfaction berpengaruh positif terhadap purchase intention.
Peranan Media Sosial terhadap Kenaikan Nilai Omset Penjualan di "Tiktok" pada Pedagang dengan Cara Live Shopping
Rambe, Ahmad Sempurna;
Siregar, Almaidah;
Fitri, Hanifah;
Ardianti, Indah;
Faturrahman, Aulia;
Pandiangan, Heri Ernanda;
Zahra, Mairisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12971
TikTok menyediakan dukungan yang signifikan bagi para pedagang dalam menjangkau khalayak yang lebih luas, perluasan jangkauan produk, dan terlibat langsung dengan calon konsumen. Dukungan ini termasuk siaran langsung fitur belanja yang menggabungkan streaming real-time dengan transaksi, memungkinkan pengenalan produk langsung kepada audiens dan memfasilitasi transaksi cepat dan mudah. Selain itu, TikTok juga menawarkan fitur dan dukungan seperti akun bisnis, promosi asisten, dukungan iklan, streaming langsung, dukungan konten kampanye populer, analisis data, Analisis Pusat Perbelanjaan, dan Akademi Toko TikTok.
Analisis Hukum Penerapan Restorative Justice Tindak Pidana Penganiayaan Ringan di Kejaksaan Negeri Boalemo
Pade, Sri Rahayu Lestari;
Hasan, Yeti S.;
Ibrahim, Vicky;
Mamu, Karlin Z.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12972
Studi dalam penelitian ini mengenai Analisis hukum penerapan restorative justice tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Boalemo . Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Pertama bagaimana proses penerapan restorative justice tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Boalemo, kedua kendala-kendala apa saja yang terjadi dalam penerapan restorative justice tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Boalemo. Penelitian ini bertujuan: (1)mengetahui proses penerapan restorative justice tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Boalemo, (2) mengetahui kendala-kendala apa saja yang terjadi dalam penerapan restorative justice tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Boalemo. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian yuridis empiris dengan tipe penelitian kualitatif yang bersifat deskriktif dengan melakukan pendekatan studi kasus. pengambilan data menggunakan, wawancara dan menganalisis bahan pustaka yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan hasil analisis deskritif menunjukan bahwa (1) Proses penerapan restorative justice tindak tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Boalemo : (a) penuntut umum menawarkan upaya perdamaian kepada korban dan tersangka, (b) upaya perdamaian dilakukan tanpa paksaan, (c) dilakukan pada tahap penuntutan yaitu pada saat penyerahan tanggung jawab atas tersangka dan barang bukti. (2) Kendala-kendala yang terjadi dalam penerapan restorative justice tindak pidana penganiayaan ringan di Kejaksaan Negeri Boalemo : (a) waktu yang diberikan sangat singkat, (b) kesulitan menghadirkan para pihak, (c) teknik pendukung pemenuhan administrasi kurang memadai.. Dari hasil penelitian diperlukan adanya renovasi atau pengembangan pedoman yang spesifik disetiap kejaksaan yang menekanan pada pelaksanaan keadilan restoratif yang dapat dilakukan secara independen oleh kejaksaan negeri tanpa harus mengirim surat atau memberitahu kepada Kejaksaan Tinggi (KEJATI) dan kepada Jaksa Agung Tindak Pidana Umum (JAMPIDUM). Perlu adanya penegasan kembali dalam peraturan dalam pelaksanaan keadilan restoratif agar diberi tenggang waktu yang lebih lama, sehingga usaha pelaksanaan keadilan restoratif dapat dilakukan oleh para penegak hukum dengan lebih optimal.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Tayangan Youtube Ganjar Pranowo Bicara Gagasan (Capres 2024)
Esdar, Diah Prihastini;
Masruroh, Ika;
Budi, Imanuel Setyo;
Sulistyowati, Heny
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12973
Tindak tutur ekspresif adalah salah satu jenis tindak tutur yang berfungsi untuk mengungkapkan atau mengkomunikasikan sikap psikologis penutur terhadap situasi yang tersirat dalam ilokusi. Misalnya, mengucapkan terima kasih, memuji, dan mengkritik. Tindak tutur ekspresif memiliki keunggulan. Pertama, ekspresi seseorang memungkinkan seseorang untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh penutur. Ini karena aspek perasaan manusia biasanya tersembunyi dan memiliki makna tersirat. Penelitian ini menggunakan metode simak dalam pengumpulan data. Peneliti dalam penelitian ini akan menyimak penggunaan bahasa dalam Bicara gagasan capres 2024. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak bebas libat cakap atau disingkat dengan teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap), yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa tanpa terlibat dalam proses pembicaraan. Dalam penelitian ini, juga mengkaji maksud tuturan dari beberapa tokoh yang terdapat dalam acara debat capres 2024 yang ditentukan dari beberapa situasi tuturan. Kemudian mengenai tindak tutur ekspresif dianalisis fungsi, jenis, serta prinsip kesopanan tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh penutur dan mitra tutur. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan, Pertama, bentuk tindak tutur ekspresif yang terdapat pada interaksi dalam tayangan youtube Ganjar Pranowo bicara gagasan (Capres 2024) ada dua meliputi (1) bentuk tindak tutur langsung literal, (2) bentuk tindak tutur tidak langsung literal, (3) bentuk tindak tutur langsung tidak literal, dan (4) bentuk tindak tutur tidak langsung tidak literal.
Penggunaan Teknik Observasi Fisik dan Observasi Intelektual Untuk Memahami Karakteristik Siswa di Sekolah Menengah Pertama
Wani, Anis Syafa;
Yasmin, Feby Annisa;
Rizky, Septiana;
Syafira, Syafira;
Siregar, Deasy Yunita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12974
Pemahaman guru terhadap karakteristik siswa merupakan komponen penting karena dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis implementasi teknik observasi fisik dan observasi intelektual dalam memahami karakteristik siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan empat guru di salah satu SMP yang berada di Medan yang diwawancarai dan dianalisis untuk memahami pemahaman mereka terhadap siswa. Guru aktif menggunakan teknik observasi fisik untuk mengamati perilaku dan interaksi siswa di lingkungan sekolah, sementara observasi intelektual dilakukan untuk memahami proses kognitif siswa selama pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamatan fisik membantu dalam menilai aspek-aspek fisik siswa, sedangkan observasi intelektual memberikan wawasan tentang perkembangan kognitif siswa. Dalam penelitian ini teknik observasi fisik dan intelektual efektif digunakan oleh guru untuk memahami karakteristik siswa di SMP, memberikan dasar bagi pengembangan strategi pengajaran yang lebih tepat dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Penelitian ini mengandung makna bahwa sejauh mana karakteristik siswa dapat dipahami dengan menggunakan teknik observasi fisik dan intelektual.
Pengembangan Kemampuan Berbahasa pada Anak Usia 3 Tahun
Jayanti, Rani;
Ningrum, Seftia Wulan Ayu;
Saufaqillah, Iktarna Faris
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12975
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan bahasa anak usia 3 tahun. Data ini didapat dari keluarga inti anak, yang terdiri orang tua dan anggota keluarga lainnya. pengumpulannya melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Setelah itu, metode analisis data deskriptif kualitatif seperti penyajian, penarikan kesimpulan, dan reduksi akan diperiksa dan dibandingkan. Penelitian ini membahas bidang perkembangan bahasa anak usia 3 tahun Bidang pertama adalah fonetik, yang menyelidiki bunyi bahasa. Bidang kedua adalah morfologi, atau perubahan bentuk kata, yang mempengaruhi kelompok dan makna kata. Bidang ketiga adalah sintaksis, yang mengatur kata-kata menurut kategori seperti subjek, predikat, objek, dan deskripsi. Bidang keempat adalah semantik, yang menyelidiki makna kata. Selain itu, pragmatik kelima berbicara tentang penggunaan bahasa yang efektif. Hasilnya menunjukkan bahwa anak usia 3 tahun secara efektif memenuhi semua indikator untuk lima bidang perkembangan bahasa. Satu-satunya indikator pembangunan yang tidak mampu atau baru muncul adalah indikator pragmatis. Untuk anak usia 3 tahun, perkembangan bahasa cukup baik.
Pengembangan Model Pembelajaran Bola Voli melalui Modifikasi Permainan Lempar Tangkap Bola di SD Negeri 1 Watiginanda
Mondo, Ariamin;
Indriani, Feby
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12977
Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk model pembelajaran bola voli melalui modifikasi permainan lempar tangkap bola di SD Negeri 1 Watiginanda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan potensi dan masalah, pengumpulan data, membuat desain produk, validasi ahli pembelajaran dan ahli penjas. Selanjutnya produk di uji coba, revisi, uji coba lapangan dan revisi produk akhir. Hasil penilaian ahli penjas untuk aspek kualitas produk mendapat nilai “28” sengan Kategori “baik” dan pengamatan gerak mendapatkan nilai “40” dengan kategori “baik”. Pada uji coba pemakaian hasil penilaian oleh guru kelas V untuk aspek kerja sama mendapatkan nilai “43” dengan kategori ”sangat baik”, aspek keaktifan mendapatkan nilai “46” dengan kategori “sangat baik”, aspek partisipasi mendapatkan nilai “36” dengan kategori “baik” dan aspek Gerakan mendapatkan nilai “36” dengan kategori “baik”. Uji coba pemakaian hasil penilaian peneliti untuk aspek kerja sama mendapat nilai “44” dengan kategori “sangat baik”, aspek keaktifan mendapatkan nilai “46” dengan kategoti “sangat baik”, aspek partisipasi mendapatkan nilai”48” dengan kategori “sangat baik” dan aspek Gerakan mendapatkan nilai “43” dengan kategori “sangat baik”
Kesulitan Guru dalam Menerapkan Bahan Ajar Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Negeri 2 Pamona Barat
Alfiany, Herlin;
Labesani, Cirtye;
Tjenemundan, Delfince;
Alfian, Melky
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12978
Guru saat ini belum memahami dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar sehingga guru di SMP Negeri 2 Pamona Barat masih banyak menggunakan metode ceramah atau penugasan. Peneliti bertujuan menganalisis kesulitan guru dalam menerapkan bahan ajar menggunakan kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Pamona Barat. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara serta akan di analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil diperoleh adalah beberapa kesulitan yang di alami oleh guru SMP Negeri 2 Pamona Barat yaitu tidak ada komunikasi antara guru dengan kepala sekolah, keterbatasan bahan ajar atau modul, kurangnya pemahaman perencanaan pembelajaran, kurang mengaplikasi metode pembelajaran kreatif dan inovatif, kurang memahami penilaian pembelajaran dan akses yang dimiliki dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil yang di peroleh maka guru di SMP Negeri 2 Pamona Barat harus mendapatkan pelatihan tentang kurikulum merdeka belajar meliputi penyusunan bahan ajar atau modul, perangkat pembelajaran serta metode pembelajaran.