cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,560 Documents
Sosialisasi dan Pelatihan Transplantasi Karang di Kawasan Pesisir Kuta Mandalika Kabupaten Lombok Tengah Candri, Dining Aidil; Prasedya, Eka Sunarwidhi; Ahyadi, Himan; Farista, Baiq
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.5797

Abstract

Terumbu karang ekosistem yang memiliki peranan ekologi & manfaat ekonomi yang cukup besar bagi pulau Lombok yang menjadi daerah destinasi wisata bahari internasional dan lumbung perikanan nasional. Disisi lain kualitas ekosistem tersebut terus mengalami penurunan. Seperti yang terjadi di pesisir Kab. Lombok Tengah, termasuk kawasan Kuta mandalika. Oleh karena itu diperlukan kesadaran dan partisipasi semua pihak untuk menjaga dan merehabilitasi ekosistem tersebut, termasuk Universitas Mataram sebagai lembaga keilmuan untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan percontohan. Salah satu tehnik rehabilitasi yang mudah, murah dan efektif adalah transplantasi karang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membuat demplot percontohan upaya rehabilitasi terumbu karang dengan teknik transplantasi karang. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif selama 3 bulan tahun 2023 di kawasan pesisir Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi survei lokasi, koordinasi dengan stakholder lokal, pembuatan media transplantasi, penempatan media di lokasi rehabilitasi, pencarian induk karang dan pengambilan transplant karang, dan pemasangan transplant pada media transplantasi, pemasangan tanda lokasi transplantasi karang. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh dan motivasi bagi semua pihak untuk menjaga dan merehabilitasi terumbu karang.
Peningkatan Literasi Digital Siswa dan Guru Sekolah Menengah Pertama melalui Pelatihan Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Muhlis; Ramdani, Agus; Syukur, Abdul; Jamaluddin; Restu, Adam
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.5889

Abstract

Sebagian besar siswa memiliki kemampuan digital yang tidak berbandinglurus dengan perkembangan teknologi digital yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan digital yang dimiliki siswa masih belum memuaskan, untuk itu diperlukan pemahaman siswa tentang literasi digital. Berkaitan dengan hal tersebut maka tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan siswa terhadap literasi digital selama pembelajaran sesuai dengan kebutuhan abad 21. Target sasaran Pengabdian kepada Masyarakat adalah siswa sekolah menegah pertama (SMP) di Kota Mataram. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi digital dalam menyikapi transformasi pendidikan sesuai tuntutan abad 21. Hal ini selaras dengan tujuan sustanaible developments goals (SDGs) untuk menciptkan pendidikan yang berkualitas (ESDGs). Kualitas pendidikan di Indonesia tergolong masih rendah, hal ini dibuktikan dengan masih rendahnya kemampuan berpikir siswa, selain itu pembelajaran masih jarang memanfaatkan media. Tahapan kegiatan ini terdiri dari 1) tahap perencanaan; 2) tahap persiapan, 3) tahap pelaksanaan, dan 4) tahap evaluasi. Peningkatan literasi digital siswa dengan menfasilitasi siswa dalam belajar menggunakan multimedia interaktif terintegrasi SDGs. Penggunaan multimedia interaktif dianggap mampu untuk menjawab keresahan dari guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan implementasi kurikulum merdeka belajar di sekolah. Multimedia interaktif dapat mentransferkan peran dan fungsi konten dalam belajar mengajar menjadi luwes dan fleksibel. Manfaat secara nyata bahwa, siswa lebih mudah mengakses panduan belajar dan termotivasi untuk belajar lebih baik. Penggunaan multimedia interaktif dalam pembelajaran mempermudah guru untuk menyampaikan materi ajar ke siswa, siswa dapat membaca kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan bantuan aplikasi atau web yang dapat diakses menggunakan handpone.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Sabun Berbahan Dasar Minyak Jelantah Sebagai Upaya Mendukung Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember Dalam Menuju Program Kampung Iklim (Proklim) ratnasari, tri; Tri Handoyo; Didik Pudji Restanto; Parawita Dewanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6302

Abstract

Climate change is a change in the pattern, intensity or shift in the main climate parameters that will have an impact on ecosystems and humans. The impacts of climate change have been felt by humans. To reduce the impacts felt, the government established a climate village program (ProKlim) which combines mitigation and adaptation efforts. Wonoasri Village is one of the buffer villages that borders directly on Meru Betiri National Park. Wonoasri Village has made many efforts to mitigate environmental changes by developing alley forests and yard forests. Apart from that, adaptation efforts have also been carried out by forming joint business groups (KUBE) for community empowerment. Adaptation activities can be carried out by reducing the impact of change by reducing, reusing and recycling waste produced in an area. The joint business group in Wonoasri village includes a creative economy business group that operates in several business objects, one of which is the snack business group. This business group was founded in 2017 and is still actively producing until now. However, there is concern among the village community about this business group because the snack business group produces a lot of used cooking oil waste, almost 20 liters per week. So far, used cooking oil waste is simply thrown away in the yard. Not only from KUBE snacks, used cooking waste that is thrown away without processing also comes from the kitchen activities of village communities. The lack of adaptation efforts for used cooking oil waste produced by KUBE snacks and the Wonoasri village community will certainly pollute the environment. Therefore, the aim of this activity is to develop and encourage environmental adaptation through training in making soap made from used cooking oil as an effort for Wonoasri Village to become one of the ProKlim Villages in Jember Regency. This program is carried out through program outreach activities, workshops on making soap from used cooking oil as well as monitoring and evaluation. Socialization and training activities will be carried out simultaneously on Monday 10 July 2023 from 08.00 to 15.00. The result of the outreach and training is that the people of Wonoasri village know the impact of used cooking waste and can process used cooking waste into soap products. Monitoring will be carried out in August to see the sustainability of the program. KEYWORDS: used cooking soap, proklim, Wonoasri
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Air Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos Dengan Sistem Biopori Di Desa Jembatan Kembar Timur Kabupaten Lombok Barat Hasyim; Rohani; Karyawan, I Dewa Made Alit; Negara, I Dewa Gede Jaya; Yasa, I Wayan; Saidah, Humairo; Mahendra, Made; Suteja, I Wayan; Salehudin; Sideman, IAO Suwati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.6656

Abstract

The legal age of marriage in Indonesia is a man and woman who have reached the age of 19 as stated in Law Number 16 of 2019 on the amendment of Law Number 1 of 1974 concerning marriage in Indonesia. Marriage under the age of 19 is called early marriage, which is known as the "Merariq Kodeq" tradition for the Sasak tribe in West Nusa Tenggara. The purpose of this research is to find out the ethnobiological perspective of the Merarik Kodeq culture in West Lombok and find out the efforts that have been made by the local government of West Lombok Regency to prevent the increasing prevalence of Merarik Kodeq West Lombok. This research uses descriptive qualitative methods. The informants involved in this study were selected using a purposive sampling technique based on predetermined criteria, namely couples who married at an early age. The results stated that the average age of early marriage in West Sekotong Village is 16-17 years old. At this age, the reproductive organs are still in the developmental stage, especially the female reproductive organs which will function as a place for the development of the fetus. So if a pregnancy occurs at this age, there will be a high risk of miscarriage, birth defects, and even death of the mother and baby. So that to address the increasing number of Merarik Kodeq or early marriages the local government formed a movement known as the Anti Merarik Kodeq Movement (GAMAK).
Penyuluhan Hukum Tentang Sistem Pembuktian Terhadap Pelanggaran Hukum Lingkungan Keperdataan Di Desa Kuranji Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Jailani, Muhammad; M. Faisal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning outside the classroom can indirectly improve students' literacy skills regarding phenomena that occur in the school environment.
Penyuluhan Pencegahan Cacingan Pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Islahul Muta’alim di Kota Mataram Yanuar, Rinta Putri; Neneng Rachmalia Izzatul Muchlishah; Syauzatta Amani; Tity Afriliani; Zulfia Ika Indriani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.8293

Abstract

The prevalence of worm infections among elementary school children in West Nusa Tenggara reaches 13.1%. Worm infections can disrupt children's growth and immune system, and in the long term, this condition can cause cognitive impairments in children. Changing lifestyles and improving environmental sanitation are crucial steps in preventing worm infections in children. However, awareness and action toward these measures remain low due to insufficient knowledge about them. The objective of this education is to raise awareness and knowledge about the dangers of worm infections and how to prevent them. The methods used in this activity include education on worm infection prevention and demonstrations of proper handwashing techniques. Students at Islahul Muta'alim Elementary Madrasah showed good enthusiasm during the activities, which facilitated smooth implementation. It is hoped that these activities will enhance students' understanding of worm infections.
Inovasi Teknologi Terapi Skinolaser Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Dan Meningkatkan Pelayanan di Puskesmas Polanharjo Klaten Jawa Tengah Astuti, Suryani Dyah; Suhariningsih; Winarno; Ain, Khusnul; Siswanto; Susilo, Yunus; Yonatan; Permatasari, Perwira Annissa Dyah; Alma, Ahmad Faizin; Rohman, Muchammad Nurur; Arifianto, Deny; Yaqubi, Ahmad Khalil
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.8625

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan mempunyai dampak yang besar terhadap keadaan kesehatan masyarakat secara umum. Peningkatan standar layanan kesehatan diharapkan akan meningkatkan standar kesehatan. Baik tenaga kesehatan maupun tenaga kesehatan tradisional mengalami kurangnya pemahaman tentang penggunaan alat kesehatan, khususnya alat terapi SkinoLaser, yang merupakan alat pengobatan non-invasif berbasis fotonik yang membantu membangun kembali jaringan dalam tubuh manusia. Tenaga kesehatan tradisional dapat ditemukan di sebagian besar fasilitas kesehatan. Hambatan kedua adalah memahami bagaimana terapi cahaya berfungsi dengan jaringan, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengobatan, dan cara memberikan dosis yang aman dan efektif kepada pasien. Permasalahan ini juga dihadapi oleh mitra pengabdian masyarakat yang mana tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan traditional Puskesmas Polanharjo Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Sebagai bagian dari rangkaian acara pengabdian masyarakat, pemaparan materi SkinoLaser dilakukan secara interaktif dengan peserta yang merupakan tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan traditional di Puskesmas Polanharjo. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan materi berupa konsep dasar, faktor – faktor yang mempengaruhi efektivitas terapi antara lain : cara penggunaan alat laser terapi , serta penghitungan dosis laser. Diskusi digunakan untuk tanya jawab antara peserta nakes dan nakestrad dengan pemateri yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi tepat guna. Pelatihan digunakan untuk menunjukan secara langsung pemanfaatan teknologi tepat guna. Pelatihan dapat dimulai dari analisis masalah, penggunaan alat serta penghitungan dosis energi laser dan penatalaksanaan terapi yang benar. Workshop dan tutorial digunakan untuk mendemonstrasikan alat sebagai upaya pemahaman pemanfaatan alat SkinoLaser. Selain itu juga dilaksanaan uji coba terapi pada pasien, untuk memberikan pemahaman dan ketrampilan pada nakes dan nakestrad dalam penggunaan peralatan SkinoLaser.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Produk Olahan “Sambal Gurita Octonea” Dari Segi Kemasan Dan Kandungan Gizi Di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur Mulyani, Laily Fitriani; Mukhlis, Alis; Dwiyanti, Septiana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.8777

Abstract

One of the products of octopus biota that has been processed in the coastal area of ​​Labuhan Haji District, East Lombok Regency is octopus chili sauce made from octopus biota of the Octopus cyanea type or known as "Octonea Octopus Sambal". Its spicy and savory taste makes this product an alternative that is in great demand by many people because it has nutritional content such as carbohydrates, vitamin C, phenols to antioxidants for the body and can have economic value for the surrounding community. To meet market needs, an attractive packaging technique is needed for a product. So that assistance is needed in packaging the Octonea Octopus Sambal product which is a selling point and its nutritional content is also seen so that the safety of consuming the product is known. This is done as a form of effort to increase added value in marketing a local food product that has nutritional and economic value. The approach method applied in this community service activity is the active participation method, namely by involving coastal women's groups in making Octonea Octopus Sambal product packaging.
Seapark Kayak Adventure 2024 Dalam Rangka Conservation Goes To School Di Pantai Tawun Desa Sekotong Barat Prapti, Az-Zahra Nandia; Putri, Anesya Wandining; Diniariwisan, Damai; Setyono, Bagus Dwi Hari; Affandi, Rangga Idris
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8778

Abstract

Dalam rangka menjaga kawasan konservasi lingkungan pesisir, sangat diperlukan berbagai kegiatan yang mendukung dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu melalui Lomba Kayak di Pantai Tawun Sekotong, yang diadakan pada tanggal 2 Maret 2024. Kegiatan ini telah menunjukkan potensi besar dalam mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan olahraga ekstrem di Lombok Barat. Selain itu kegiatan ini juga merupakan bagian dari peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan konservasi wilayah pesisir. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, tidak hanya menguji kepiawaian peserta dalam mengarungi laut, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan konservasi. Dengan Dermaga Tawun sebagai titik start, peserta mengayuh lebih dari 10 kilometer hingga mencapai garis finish di Gili Gede, menikmati keindahan laut Sekotong yang eksotis. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, yang menekankan pentingnya pemanfaatan kawasan konservasi sebagai sumber ekonomi yang menjanjikan. Lomba Kayak Pantai Tawun Sekotong menjadi contoh kolaborasi harmonis antara olahraga, konservasi, dan pariwisata, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Aplikasi Efek Rumah Kaca pada Pengeringan Jaje Opak Sebagai Bentuk Peningkatan Kualitas dan Higienitas Produk di Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat Widhiantari, Ida Ayu; Puspitasari, Isnaini; Khalil, Fakhrul Irfan; Fuadi, Mi’raj; Saputra, Oki; Wahyudi Zulfikar; Mita Sari Ningsih; Nurul Aen
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8793

Abstract

Ubi kayu merupakan salah satu bahan pangan lokal pengganti beras yang cukup penting peranannya dalam menopang ketahanan pangan di suatu wilayah. Beberapa olahan ubi kayu yang dihasilkan diantaranya keripik ubi kayu, rengginang ubi kayu, dan opak-opak. Banyak rumah tangga di Desa Sigerongan yang mengusahakan olahan dari ubi kayu tersebut terutama dalam bentuk opak-opak atau oleh masyarakat Lombok disebut dengan jaje opak. Sebelum digoreng, jaje opak yang diproduksi pada industri rumahan di Desa Sigerongan dijemur dalam keadaan terbuka, sehingga jika dilihat dari segi kebersihan memiliki kekurangan. Penjemuran produk pangan dalam kondisi terbuka di lapangan dapat memengaruhi kualitas produk jaje opak. Produk pangan yang dijemur langsung di bawah sinar matahari memiliki kekurangan diantaranya produk tidak higienis dan kesulitan dalam prosses penanganan ketika turun hujan. Debu dan kotoran dari lingkungan sekitar yang terbawa oleh angin dapat menempel pada jaje opak yang dijemur, sehingga dapat memengaruhi kebersihan dan kualitas jaje opak. Berdasarkan beberapa kelemahan dan kekurangan sarana penjemuran jaje opak, diperlukan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan cara pembuatan rumah pengering sinar matahari sistem semi tertutup yang dikenal dengan metode penjemuran efek rumah kaca (ERK). Pemilik usaha jaje opak merasa dengan adanya alat pengering ERK dapat menjaga jaje opak yang dijemur terhindar dari kotoran dan pengaruh angin yang dapat membuat jaje opak yang dijemur terjatuh. Dinding atas serta samping dari alat pengering yang terbuat dari kaca menjadikan panas matahari dapat masuk untuk mengeringkan produk yang ada di dalamnya sehingga produk jaje opak dapat diperolah dalam kondisi yang kering sebelum dilakukan proses akhir yaitu penggorengan. Pemilik dan pekerja pada usaha jaje opak merasa sangat terbantu dengan adanya pengeringan efek rumah kaca dari tim pengabdian karena selain sangat berguna dalam mengatasi kekurangan dari pengeringan metode konvensional, pemilik dan pekerja usaha jaje opak juga mendapatkan pemahaman terkait teknologi sederhana dalam pengeringan menggunakan efek rumah kaca.