cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Potensi dan Kompetensi Dasar Kader Kesehatan dalam Pencegahan Stunting Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya; Aprilia, Eva Nurlina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12786

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi DIY memerlukan pendekatan dan kolaborasi yang bersifat multidisplin dan multisektoral dari berbagai pihak, salah satunya peran aktif kader kesehatan sebagai motor penggerak di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Imogiri I, tentang potensi dan kompetensi dasar kader kesehatan dalam pencegahan stunting sebagai upaya peningkatan ketahanan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Imogiri I, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang potensi dan kompetensi dasar kader kesehatan dalam pencegahan stunting sebagai upaya peningkatan ketahanan pelayanan kesehatan ibu dan anak, meningkat dari 64,60±4,65 menjadi 83,08±2,26. Kata Kunci : Stunting, Kader Kesehatan, Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak ABSTRACT  Stunting is a chronic malnutrition condition caused by insufficient nutritional intake over a long period of time as a result of food that is not nutritionally adequate. Efforts to reduce stunting in DIY Province necessitate a multidisciplinary and multisectoral strategy and collaboration from a variety of stakeholders, one of which is the active engagement of health cadres as a driving force in the community. The goal of this activity is to develop the capacity and fundamental competency of health cadres in avoiding stunting in order to increase the resilience of maternal and child health services in the Puskesmas Imogiri I. Puskesmas Imogiri I in Bantul Regency, Yogyakarta Special Region, was the site of this community service project. Stunting is a chronic malnutrition condition caused by inadequate nutritional intake over time as a result of food that is not nutritionally adequate. Efforts to expedite stunting reduction in DIY Province necessitate a multidisciplinary and multisectoral strategy and collaboration from multiple stakeholders, one of which is the active engagement of health cadres as a driving force in the community. Keyword : Stunting, Maternal and Child Health Services, and Health Cadres
Edukasi Pencegahan Penyakit HIV/AIDS pada Remaja di SMAN 1 Cibitung Kabupaten Bekasi Farozi, Farozi; Marlina, Lina; Andini, Sisca Pri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13942

Abstract

ABSTRAK Menurut     World     Health     Organizations  (WHO)    pada    tahun    2020    tercatat    kasus HIV/AIDS   mencapai   1,5   juta   kasus.   Afrika merupakan    wilayah    yang    jumlah    kasusnya tertinggi  dengan  880.000  kasus.  Untuk  wilayah Pasifik   Barat   kawasan   Asia   Tengggara   dan mediterania  tercatat  100.000  dan  40.000  kasus, dan   terakhir   amerika   tercatat   150.000   kasus. Kasus HIV  dengan  usia  di  <  15  tahun  150.000 kasus,  >  15  tahun  1,3  juta  kasus.  Dengan  jenis kelamin  laki - laki  660.000  kasus  dan  perempuan 640.000   kasus.   Menurut   WHO   ada   789.000 kasus yang  telah  meninggal  akibat  HIV. Publikasi Analisis Profil Penduduk Indonesia, Mendeskripsikan Peran Penduduk dalam Pembangunan merupakan analisis hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020). Masa  remaja  dicirikan  dengan  banyaknya rasa   ingin   tahu   pada   diri   seseorang   dalam berbagai   hal,   tidak   terkecuali   seks. Seiring dengan   bertambahnya   usia   seseorang, organ reproduksi mengalami     perkembangan     dan akhirnya  akan mengalami kematangan. Salah satu  masalah  yang  sering  timbul  pada  remaja terkait   dengan   masa   awal   kematangan   organ reproduksi   pada   remaja   adalah   perilaku   seks bebas (free seks) masalah kehamilan yang terjadi pada  remaja  usia  sekolah  diluar  pernikahan,  dan terjangkitnya penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk Edukasi  Pencegahan Penyakit Hiv/Aids  Pada  Remaja Di SMAN   1 Cibitung Kabupaten Bekasi, agar angka penderita hiv/aids tidak berkembang semakin banyak. Metode Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Rabu, 19 september 2023, dimulai jam 11.45-14.00 WIB dengan metode persiapan dan Ceromoni Pembukaan oleh MC. Saudara Sarifudin. Dimulai dengan pre tes setelah pree test dilanjutkan dengan edukasi dengan bentuk penyuluhan, ceramah, Tanya jawab dan penyuluhan secara langsung pada siswa SMAN 1 Cibitung. Proses edukasi dan penyuluhan dilakukan selama 90 menit pertama dengan pree test sebanyak dua belas butir soal yang berhubungan dengan pengetahuan tentang agama dan pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS oleh team pengabdian Masyarakat dengan jumlah peserta 31 siswa terdiri dari 11 laki-laki dan 20 perempuan, dengan hasil skoring pree test dan post test dengan tingkat pengetahuan kurang 10 %, tingkat cukup 35% dan tingkat baik  55%. Kesimpulan : Kegiatan Pengabdian Masyarakat Peningkatan  pengetahuan edukasi penyakit HIV/AIDS pada remaja di SMAN 1 Cibitung,  dimana para siswa mengikuti penyampaian materi dengan seksama, dan bersedia melaksanakan pengarahan tersebut, juga mengikuti anjuran untuk tidak mendekati dan melakukan hal-hal yang menjurus pada tahapan seks perilaku yang dapat menimbulkan penyakit HIV/AIDS. Kata Kunci: Edukasi , HIV/AIDS, Kesehatan, RemajaABSTRACT According to the World Health Organization (WHO), in 2020, HIV/AIDS cases reached 1.5 million cases. Africa is the region with the highest number of cases with 880,000 cases. For the WestPacific region, Southeast Asia and the Mediterranean region recorded 100,000 and 40,000 cases, and finally America recorded 150,000 cases. HIV cases aged < 15 years are 150,000 cases, > 15 years 1.3 million cases. With 660,000 male cases and 640,000 female cases. According to WHO, there are 789,000 cases that have died due to HIV. The publication of Analysis of Indonesia's Population Profile, Describing the Role of Population in Development is an analysis of the results of the 2020 Population Census (SP2020). Adolescence is characterized by a person's curiosity about various things, including sex. As a person ages, the reproductive organs develop and eventually mature. One of the problems that often arises in teenagers related to the early maturity of reproductive organs in teenagers is free sexual behavior, pregnancy problems that occur in school-age teenagers outside of marriage, and the spread of sexually transmitted diseases including HIV/AIDS. The aim of this community service is to provide education on the prevention of HIV/Aids among teenagers at Sman 1 Cibitung, Bekasi Regency, so that the number of HIV/Aids sufferers does not increase. This community service activity method will be held on Wednesday, September 19 2023, starting at 11.45-14.00 WIB with a preparation method and an Opening Ceremony by the MC. Brother Sarifudin. Starting with a pre-test, after the pre-test, it continued with education in the form of counseling, lectures, questions and answers and direct counseling to students at SMAN 1 Cibitung. The education and counseling process was carried out for the first 90 minutes with a pre-test of twelve questions related to knowledge about religion and knowledge about HIV/AIDS by the community service team with a total of 31 students consisting of 11 men and 20 women, with pre-test and post-test scoring results with a poor knowledge level of 10%, a sufficient level of 35% and a good level of 55%. Conclusion : Community Service Activities Increasing educational knowledge of HIV/AIDS among teenagers at SMAN 1 Cibitung, where students follow the delivery of the material carefully, and are willing to carry out the direction, also following the recommendation not to approach and do things that lead to sexual behavior. can cause HIV/AIDS. Keywords: Education, HIV/AIDS, Health, Adolesce
Pembentukan Remaja Tangguh Kesehatan dalam Menghadapi Situasi Bencana Banjir di Kota Langsa Abdurrahman Abdurrahman; Cut Mutiah; Nora Veri; Isnaini Putri; Keumalahayati Keumalahayati; Amiruddin Amiruddin; Suwardi Suwardi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12641

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, maka dari itu individu diharapkan memiliki kemampuan untuk dapat mempersiapkan diri menghadapi bencana yang akan terjadi dan dampak yang muncul adalah berbagai masalah kesehatan. Di daerah Aceh, kota Langsa merupakan salah satu daerah rawan bencana banjir. BPBD Kota Langsa melaporkan pada tahun 2021 akibat tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir bandang di Desa Lengkong Kecamatan Langsa Baro. Hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemda dan masyarakat setempat serta tenaga kesehatan untuk dapat melakukuan upaya pencegahan dan penangggulangan bencana secara bersama, maka karena itu perlunya peningkatan pengetahuan remaja tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, meningkatkan kesadaran akan resiko krisis kesehatan dan membentuk remaja tangguh dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kecamatan Langsa Baro dengan jumlah sasaran sebanyak 30 orang. Evaluasi yang di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil dari pelatihan yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta meningkat setelah diberikan edukasi dan keterampilan peserta mahir dalam Tangguh Kesehatan dalam menghadapi bencana banjir. Kata Kunci: Banjir, Evakuasi, Mitigasi Bencana, Remaja Tangguh Bencana  ABSTRACT Indonesia is a disaster-prone country, therefore individuals are expected to have the ability to prepare themselves for disasters that will occur and the impacts that arise are various health problems. In the Aceh area, the city of Langsa is one of the areas prone to flooding. BPBD Langsa City reported that in 2021, due to the high intensity of rain, it caused flash floods in Lengkong Village, Langsa Baro District. This must be a special concern for the local government and local communities as well as health workers to be able to carry out efforts to prevent and respond to disasters together, therefore it is necessary to increase adolescents' knowledge about flood disaster preparedness, increase awareness of the risk of health crises and form resilient adolescents in providing reproductive health services. Activities were carried out in the Langsa Baro District with a target number of 30 people. The evaluation is expected to increase the knowledge and skills of the participants. The results of the training were obtained that the participants' knowledge increased after being given education and the participants' skills were proficient in Health Resilience in the face of flood disasters.  Keywords: Flood, Evacuation, Disaster Mitigation, Disaster Resilient Youth
Penanaman Bibit Pohon Buah dalam Upaya Mengurangi Pencemaran Udara dan Peningkatan Status Ekonomi Tambunan, Formaida; Silitonga, Erwin; Sinaga, Taruli Rohana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13171

Abstract

ABSTRAK Masalah pencemaran udara terutama berkaitan dengan permasalahan perkotaan modern. Dewasa ini, boleh dikatakan hampir tidak ada kota besar di dunia yang terhindar dari gejala pencemaran udara. Penyebab terjadinya pencemaran udara disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri selain faktor industri. Sektor industri merupakan penyumbang pencemaran udara melalui penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit tenaga. Salah satu penyebab meningkatnya pencemaran udara di Indonesia adalah urbanisasi dan industrialisasi yang tumbuh dengan cepat tetapi tidak dibarengi dengan pengendalian pencemaran yang memadai dan efisien dalam penggunaan bahan bakar fosil. Perkembangan sektor industri memberi dampak signifikan terhadap pencemaran lingkungan dan juga membuat lahan hijau atau pepohonan semakin berkurang atau semakin menyempit. Untuk mengatasi pencemaran udara tersebut, ada beberapa cara yang mampu mengurangi pencemaran udara yang diantaranya adalah memperbaiki perilaku manusia dengan melakukan penanaman pohon. Oleh sebab itu, civitas akademik dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Sari Mutiara Indonesia selalu memberikan bantuan sosial atau aksi sosial dalam menyelesaikan permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat dengan melakukan penanaman pohon buah sebagai upaya untuk mengurangi gangguan kesehatan akibat pencemaran udara ataupun polusi udara akibat semakin berkurangnya pepohonan yang ada di tengah-tengah kota ataupun suatu daerah-daerah tertentu seperti di daerah Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan.  Kata Kunci: Pencemaran Udara, Penanaman Pohon Buah  ABSTRACT The problem of air pollution is mainly related to modern urban problems. Nowadays, it could be said that almost no big city in the world is free from the symptoms of air pollution. The cause of air pollution is caused by human factors themselves apart from industrial factors. The industrial sector is a contributor to air pollution through the use of fossil fuels for power generation. One of the causes of increasing air pollution in Indonesia is urbanization and industrialization which are growing rapidly but are not accompanied by adequate and efficient pollution control in the use of fossil fuels. The development of the industrial sector has a significant impact on environmental pollution and also makes green land or trees less or narrower. To overcome air pollution, there are several ways to reduce air pollution, including improving human behavior by planting trees. Therefore, the academic community in carrying out the Tri Dharma of Higher Education, Sari Mutiara University Indonesia always provides social assistance or social action in solving problems that exist in society by planting fruit trees as an effort to reduce health problems due to air pollution or air pollution. due to the decreasing number of trees in the middle of the city or certain areas such as in the Dwikora Village area, Medan Helvetia District, Medan City Keywords: Air Pollution, Planting Fruit Trees
Pemberdayaan Kader dan Perangkat Desa Dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting, Penerapan Gizi Seimbang dan Asi Ekslusif di Puskesmas Bebesen Kabupaten Aceh Tengah Hasritawati, Hasritawati; Madeni, Barirah; Wahyuni.MS, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12659

Abstract

ABSTRAK Stunting seringkali tidak dianggap sebagai masalah yang serius. Padahal stunting merupakan dampak dari keadaan kurang gizi yang terakumulasi dalam waktu yang cukup lama dan menjadi indikasi masalah kesehatan masyarakat. Ini berhubungan dengan meningkatnya risiko morbiditas dan mortalitas, mengurangi kapasitas fisik, terhambatnya perkembangan dan fungsi motorik serta mental. stunting hendaknya tidak hanya dikaji dari faktor kemiskinan dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi, tetapi bisa juga ditinjau dari kebiasaan, persepsi, sikap dan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi gizi anak. Bisa saja tubuh anak yang kecil dan pendek dianggap atau dilihat sebagai suatu hal yang biasa, takdir atau memang karena keturunan keluarga. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai stunting, penerapan gizi seimbang, dan pentingnya ASI Eksklusif,  Adanya keterampilan kader dan perangkat desa dalam mendeteksi dini dan pencegahan stunting, meningkatnya penyuluhan dan sosialisasi tentang deteksi dini dan pencegahan stunting, penerapan gizi seimbang serta ASI Eksklusif, meningkatnya perhatian masyarakat dan petugas kesehatan dalam deteksi dini dan pencegahan stunting, penerapan gizi seimbang, serta peran nyata dukungan pada ibu menyusui. Metode pengabdian yang digunakan dalam pelaksanaannya yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan yang dilakukan di wilayah kecamatan Bebesen Bulan Juni s/d Agustus 2023 dengan jumlah sasaran 40 orang. adanya penigkatan pengetahuan  kader dan perangkat desa menyadari pentingnya meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini dan pencegahan stunting, penerapan gizi seimbang, dan ASI ekslusif. Serta memberikan dukungan kepada kader dan perangkat desa menyadari pentingnya meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini dan pencegahan stunting, penerapan gizi seimbang, dan ASI ekslusif. Kata Kunci: Stunting, Gizi Seimbang, ASI Ekslusif  ABSTRACT Stunting is often not considered a serious problem. In fact, stunting is the impact of malnutrition that has accumulated over a long period of time and is an indication of a public health problem. This is associated with increased risk of morbidity and mortality, reduced physical capacity, retarded motor and mental development and function. Stunting should not only be studied in terms of poverty and lack of public knowledge regarding nutrition, but can also be assessed from the habits, perceptions, attitudes and beliefs of the community regarding children's nutritional conditions. It could be that a small and short child's body is considered or seen as something normal, fate or indeed because of family heredity. The aim of the activity is to increase public knowledge and awareness regarding stunting, the implementation of balanced nutrition, and the importance of exclusive breastfeeding, the skills of village cadres and officials in early detection and prevention of stunting, increasing education and outreach regarding early detection and prevention of stunting, the implementation of balanced nutrition and exclusive breastfeeding, increased attention from the public and health workers in early detection and prevention of stunting, implementation of balanced nutrition, as well as the real role of support for breastfeeding mothers. The service method used in its implementation is the preparation, implementation, monitoring and evaluation stages of activities carried out in the Bebesen sub-district area from June to August 2023 with a target number of 40 people. There was an increase in knowledge of village cadres and officials who realized the importance of increasing knowledge about early detection and prevention of stunting, implementing balanced nutrition and exclusive breastfeeding. As well as providing support to village cadres and officials to realize the importance of increasing knowledge about early detection and prevention of stunting, implementing balanced nutrition and exclusive breastfeeding.   Keywords: Stunting, Balanced Nutrition, Exclusive Breastfeeding
Pemberdayaan Masyarakat dengan Sistem Informasi Laporan Imunisasi (SILIMUN) Bayi dan Balita di Posyandu Way Layap Desa Hajimena Aryastuti, Nurul; Perdana, Agung Aji; Isnaini, Nurul; Antika, Bernadeta Ramah; Ningtyas, Febrianti Harum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12587

Abstract

ABSTRAK Penyakit menular seperti penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) masih menjadi masalah di Indonesia. Daerah yang beresiko mengalamai penyakit PD3I adalah daerah dengan pelayanana kesehatan yang kurang memadai dan beresiko mengakibatkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Imunisasi diberikan sebagai upaya pemeliharaan kesehatan agar anak tersebut terhindar dari penyakit PD3I. Permasalahan yang masih terjadi pada pelaksanaan program imunisasi adalah pada tahap penyelenggaran imunisasi yaitu terkait kualitas pencatatan dan pelaporan di tingkat Posyandu.  Kegiatan Utama Posyandu mencakup Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Imunisasi, Gizi. Pencatatan dan pelaporan register kohort bayi dan anak balita di Posyandu masih dilakukan menggunakan buku register yang rentan hilang, tidak lengkap dan sering terjadi kesalahan penulisan. Oleh sebab itu tujuan utama dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah membantu Posyandu untuk menghasilkan data yang tepat dan lengkap agar informasi yang dihasilkan valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Metode pelaksanaan kegiatan pemberdayaan berbasis Masyarakat dengan membuat Sistem Informasi Laporan Imunisasi (SILIMUN) Bayi dan Balita dengan menggunakan makro pada aplikasi excel, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan aplikasi SILIMUN serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sistem Informasi tersebut di aplikasikan di Posyandu Way Layap Desa Hajimena. Kader dilatih bagaimana cara penggunaan Sistem Informasi tersebut dan juga dilakukan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi pada kader dan seluruh masyarakat yang datang di lokasi mitra. Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat ini didapatkan peningkatan pengetahuan kader terkait imunisasi berdasarakan nilai pre-test dan post-test, kedua adanya peningkatan keterampilan kader dalam penggunaan aplikasi SILIMUN.Kesimpulan aplikasi SILIMUN dapat dijadikan salah satu alternatif dalam perbaikan pencatatan dan pelaporan data di Posyandu. Kata Kunci: SILIMUN, Imunisasi, PD3I  ABSTRACT Infectious diseases that can be prevented by immunization (PD3I) remain a problem in Indonesia. High-risk areas for PD3I diseases are those with inadequate healthcare services and are at risk of causing outbreaks. Immunization is given as a health maintenance effort to protect children from PD3I diseases. The issue that still exists in the implementation of the immunization program is related to the quality of recording and reporting at the Posyandu level. Posyandu's main activities include Maternal and Child Health, Family Planning, Immunization, and Nutrition. Recording and reporting of baby and toddler cohort registers at Posyandu are still done using paper registers that are susceptible to loss, incomplete, and often have writing errors. Therefore, the main objective of this community empowerment activity is to assist Posyandu in generating accurate and complete data so that the resulting information is valid and accountable. The implementation method of the empowerment activity is based on Community by creating the Immunization Report Information System (SILIMUN) for Babies and Toddlers using macros in the Excel application, socialization and education, SILIMUN application training, and monitoring and evaluation of activities. This information system will be applied at Posyandu Way Layap in Hajimena Village. Cadres will be trained on how to use the Information System, and there will also be education on the importance of immunization for cadres and all community members who visit the partner location. Posyandu Way Layap will serve as the pilot project for this activity, and if effective, it will be replicated in other Posyandu in Hajimena Village. Keywords: SILIMUN, Immunization, PD3I
Analisis Minat Peserta Didik dengan Tes SDS-Holland Latuheru, Grace; Mailoa, Joice
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13777

Abstract

ABSTRAK Pengenalan potensi diri adalah hal yang utama dalam peningkatan jenjang karir seseorang. Seseorang dikatakan adaptif apabila ia mampu bekerja sesuai dengan bidang ilmu yang ia minati atau gemari. Dengan demikian, penting untuk mengetahui minat seseorang dalam menunjang karirnya kedepan. Di masyarakat banyak sekali permasalahan yang muncul  seperti mahasiswa merasa salah jurusan saat berkuliah, ataupun pekerjaan yang dijalani tidak sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari sehingga mengakibatkan stres dan depresi. Permasalahan ini muncul akibat minimnya pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya melakukan pemeriksaan bakat minat. Dengan adanya pemeriksaan psikologis berupa tes bakat dan minat pada siswa akan menambah referensi bagi siswa dalam memilih jurusan saat berkuliah serta memilih pekerjaan sesuai bidang ilmu yang diminati. Dari hasil pemeriksaan didapatkan hasil bahwa siswa di SMA Laboratorium Unversitas Pattimura memiliki minat pada bidang Ilmiah dan matematika. Hal ini menunjukkan bahwa mereka menyukai pekerjaan yang berfokus pada sains eksperimen. Hasil ini kemudian akan diberikan kepada guru dan orang tua sebagai pertimbangan dalam mengarahkan anak untuk memilih masa depannya. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada siswa SMA Laboratorium Universitas Pattimura. Kata Kunci: Tes Minat SDS-Holland , Minat Siswa  ABSTRACT Recognition of self-potential is the main thing in improving one's career path. A person is said to be adaptive if he is able to work in accordance with the field of knowledge that he is interested in or passionate about. Thus, it is important to know one's interests in supporting his future career. In society, there are many problems that arise, such as students feeling that they have the wrong major while studying, or the work they do is not in accordance with the field of knowledge studied, resulting in stress and depression. This problem arises due to the lack of knowledge and awareness of the importance of conducting an interest aptitude examination. With the psychological examination in the form of aptitude and interest tests on students, it will add references for students in choosing majors at college and choosing jobs according to their fields of study. From the results of the examination, it was found that students at Pattimura University Laboratory High School have an interest in the fields of science and mathematics. This shows that they like jobs that focus on experimental science. These results will then be given to teachers and parents as a consideration in directing children to choose their future. This service activity was carried out on students of Pattimura University Laboratory High School. Keywords: SDS-Holland Interest Test, Student Interest
Pemberian Tablet FE dan Jus Jambu Biji Merah Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester III di Banten Nurul Husnul Lail
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12540

Abstract

ABSTRAK  Anemia pada ibu hamil adalah kadar hemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 11,0gr% sebagai akibat ketidak mampuan jaringan pembentuk sel darah merah (erythtopoetic) dalam produksinya untuk mempertahankan konsentrasi Hb pada tingkat normal pada ibu, penyebab utama anemia pada kehamilan adalah defisiensi besi. ibu hamil dengan anemia akan mengalami peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas, sedangkan dampaknya pada janin akan meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah. Kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini  ini untuk mengetahui efektifitas pemberian tablet fe dan jus jambu biji merah terhadap  kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III di Kp. SukasariTahun 20223. Mencegah anemia pada ibu hamil dilakukan suplementasi tablet tambah darah dengan dosis pemberian sehari sebanyak 1 (satu) tablet (60 mg ElementalIron dan 0,4 mg Asam Folat) berturut-turut minimal 90 hari selama masa kehamilan. Pada tahun 2020, persentase cakupan ibu hamil di JBanten yang mendapatkan TTD 90 tablet sebesar 88,9%. Kata Kunci : Anemia, Tablet Fe, Jus Jambu Biji Merah.  ABSTRACT Anemia in pregnant women is a hemoglobin (Hb) level in the blood of less than 11.0 gr% as a result of the inability of the tissue that forms red blood cells (erythtopoetic) in its production to maintain the Hb concentration at a normal level in the mother. The main cause of anemia in pregnancy is iron deficiency. . Pregnant women with anemia will experience an increased risk of morbidity and mortality, while the impact on the fetus will increase the risk of premature birth and low birth weight. This community service activity is to determine the effectiveness of giving fe tablets and red guava juice on hemoglobin levels in third trimester pregnant women in Kp. Sukasari 2023. To prevent anemia in pregnant women, blood supplementation tablets are given at a daily dose of 1 (one) tablet (60 mg Elemental Iron and 0.4 mg Folic Acid) consecutively for a minimum of 90 days during pregnancy. In 2020, the percentage of pregnant women in Banten who received TTD 90 tablets was 88.9%. Keywords: Anemia, Fe Tablets, Red Guava Juice.
Edukasi Dan Pemberdayaan Lansia dalam Menjaga Kesehatan di Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal Bandung Haro, Masta; Sudharmono, Untung; Sitompul, Monalisa; Malinti, Evelin; Wulandari, Imanuel Sri Mei
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13372

Abstract

ABSTRAK Proses penuaan terjadi secara alami dan proses alami tersebut menyebabkan terjadinya berbagai perubahan pada lansia, yaitu dari segi kondisi fisik atau biologis, kondisi psikologis, kondisi sosial, serta kondisi ekonomi. Lansia perlu mendapatkan perhatian dengan mengupayakan agar mereka tidak terlalu tergantung kepada orang lain dan mampu mengurus diri sendiri (mandiri), menjaga kesehatan diri. Tujuan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk menumbuhkan pemahaman lansia kelompok Ina Hanna HKBP Reformanda dalam Upaya meningkatkan Kesehatan secara mandiri. Untuk meningkatkan pengetahuan lansia perlu adanya edukasi melalui penyuluhan Kesehatan. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan Kesehatan menggunakan power point dan poster. Terdapat peningkatan pengetahuan dari hasil pre test dan post test pemahaman lansia tentang kiat sehat bugar di usia lanjut. Dari 30 lansia yang mengikuti penyuluhan Kesehatan rata-rata nilai pre tes adalah 73,3%, nilai ini masuk dalam kategori nilai baik, nilai post test dengan nilai rata-rata 86,6% dimana masuk dalam ketegori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa Penyuluhan Kesehatan yang diberikan memberikan manfaat yang positif dalam peningkatan pengetahuan lansia mengenai kiat hidup sehat bugar di usia lanjut. Kata Kunci: Edukasi, Kiat Sehat, Lansia  ABSTRACT The aging process occurs naturally, all these natural process causes various changed in older people, namely in terms of physical or biological conditions, psychological conditions, social conditions, and economic conditions. Elderly needs more attention by ensuring they are not too dependent on other people and can take care of themselves (independently) to maintain their health. Implementation of health promotion efforts aimed at increasing understanding of elderly in the Ina Hanna HKBP Reformanda group in efforts to improve health. To increase the knowledge of th elderly, education is needed through health education. The method used is health education using power points and posters. There is an increase in knowledge by pre-test and post -test show result understanding of elderly regarding tips for being healthy and fit in old age. From 30 elderly atending in health education, the average result pre-test score was 73.3%, meant good score category, and post-test score is average score 86.6%, that meant the excellent category. It concluded that the health education provided provides positive benefits in increasing elderly knowledge regarding tips for healthy living in old age Keywords: Education, Healthy Tips, Elderly
Program Pelatihan Pemanfaatan Sisa Bahan Perca untuk Produksi Busana Binatang Peliharaan Pada Desa Bungurasih Hartono, Veccyl Olivia; Darmagati, Mehta Juwita Resi Iklas; Lauw, Fiorella; Kongdoro, Adelene; Armelia, Alvya; Halim, Whenny; Gizella, Gabriel; Soelistyowati, Soelistyowati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12976

Abstract

ABSTRAK Program pelatihan menjahit dilaksanakan di Desa Bungurasih yang berada di wilayah Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Mayoritas wirausaha yang dijalankan di Desa Bungurasih berupa usaha makanan tanpa adanya inovasi yang dilakukan oleh masyarakat. Kain perca adalah potongan kain sisa tidak terpakai dan biasanya dibuang oleh penjahit serta perusahaan kain. Kain perca termasuk kategori limbah anorganik karena bahannya tidak dapat terurai secara alami. Setelah mempertimbangkan permasalahan tersebut, disini terlihat adanya potensi usaha kain perca yang mampu dikembangkan oleh masyarakat dan dapat menjadi peluang bisnis bagi pengembangan Desa Bungurasih. Program yang diselenggarakan bertujuan untuk mengolah kain perca menjadi pakaian hewan serta aksesoris hewan dan mengembangkan kewirausahaan Desa Bungurasih terutama di bidang fesyen dengan membuat produk khas dari desa, serta diharapkannya masyarakat yang berpartisipasi dapat menguasai dasar-dasar menjahit hingga mampu menghasilkan produk layak jual. Kegiatan pengabdian ini disampaikan berupa workshop yang dilakukan secara bertahap, yaitu penyortiran kain, survei awal, pelatihan dasar jahit, penerapan materi, pendampingan produksi, dan evaluasi. Hasil selama pelatihan menunjukkan bahwa proses penyortiran kain dan pemotongan cukup memuaskan dikarenakan proses dilakukan satu per satu dengan baik dan terorganisir. Kegiatan pelatihan tentunya membutuhkan mentoring dan quality control agar para peserta sandang terpandang bisa memperhatikan dalam Teknik menjahit maupun penyesuaian dalam menyamakan kualitas bentuk jahitan dan kerapian produk. Hasil produk yang telah lolos proses pengecekan dan juga revisi kemudian siap untuk dipasarkan. Setelah adanya pelatihan yang telah dilakukan selama kurang lebih 3 bulan, masyarakat Desa Bungurasih telah berhasil meningkatkan kemampuan dalam menjahit produk yang telah diajarkan, sehingga pada pelatihan selanjutnya para peserta dapat membuat produk dengan mandiri tanpa pengawasan.  Kata Kunci: Pelatihan, Perca, Produksi, Hewan, Desa Bungurasih    ABSTRACT The sewing training program was carried out in Bungurasih Village in Waru District, Sidoarjo Regency, East Java Province. The majority of entrepreneurship carried out in Bungurasih Village is in the form of food businesses without any innovation carried out by the community. Patchwork is made from unused leftover fabric scraps and is usually thrown away by tailors and fabric companies. Patchwork is included in the inorganic waste category because the material cannot be decomposed naturally. After considering these problems, here we see the potential for a patchwork business that can be developed by the community and become a business opportunity for the development of Bungurasih Village. The program is aimed at processing patchwork fabric into animal clothing and accessories, also developing Bungurasih Village entrepreneurship, especially in the fashion sector by making typical village products, and it is hoped that the participating communities will be able to master the basics of sewing so that they are able to produce marketable products. This service activity is delivered in the form of workshops carried out in stages, namely cloth sorting, initial survey, basic sewing training, material application, production assistance, and evaluation. The results during the training showed that the fabric sorting and cutting process was quite satisfying because the process was carried step by step and was organized. Training activities require mentoring and quality control so that sandang terpandang participants can pay attention to sewing techniques and adjustments to equalize the quality of stitching and product neatness. The resulting product that has passed the checking and revision process is then ready to be marketed. After training that had been carried out for approximately 3 months, the village Bungurasih community has succeeded in improving the ability to sew the products that have been taught, so that in the next training the participants can make products independently without supervision. Keywords: Training, Fabric Scraps, Production, Animals, Bungurasih Village

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue