cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Optimization of Type 2 Diabetes Patient Assistance Through Enhanced Telecoaching Capacity for Primary Healthcare Nurses in Kendari City Saltar, Laode; Said, Muhammad Sulkifly; Bayu, Wisnu Catur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18032

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a health problem that requires a multidisciplinary approach, including the important role of community health center nurses. Telecoaching conducted by nurses has proven effective in improving glycemic levels in DM patients. This community service program aimed to enhance the capacity of primary healthcare center (puskesmas) nurses in providing telecoaching to Type 2 Diabetes Mellitus (DM) patients in the coastal areas of Kendari City. The program was designed to address the limitations in nurses' knowledge and skills while increasing the intensity of remote patient support for DM. A total of 10 primary healthcare nurses participated in the training, which covered telecoaching techniques, motivational interviewing, and the use of the Diabetes Mellitus Patient Health Assistance Application (DMPHAA). Evaluations assessed improvements in nurses' knowledge and skills, as well as reductions in the fasting blood glucose levels of DM patients. The results showed a significant increase in nurses' knowledge of telecoaching by 40.30% and a 52.76% improvement in telecoaching skills after the intervention. In addition, there was a 20.61% reduction in the fasting blood glucose levels of DM patients, demonstrating the program's effectiveness in helping patients manage their diabetes. Statistical tests showed significant results for all three variables with p<0.05. This program demonstrated that telecoaching can be an effective solution for providing remote healthcare services, especially in areas with limited access. It is recommended that the sustainability of this program is integrated into the services of primary healthcare centers to improve diabetes management in remote regions. Keywords: Telecoaching, Diabetes Mellitus, Primary Healthcare Nurses, Blood Glucose, Community Service
Pembentukan Desa Siaga (Siap Deteksi Dini dan Cegah) Stunting Berbasis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemanfaatan Potensi Pangan Lokal Rismawan, Made; Yogi Rabani RS, I Gusti Agung; Resiyanthi, Ni Komang Ayu; Paramitha M, I Gusti Agung Mas Widia; Anggraeni, Ni Kadek Ayu Rina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.17983

Abstract

ABSTRAK Wilayah kerja Puskesmas Kintamani III masih menghadapi masalah stunting yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu balita tentang pengenalan Makanan Pendamping ASI dan kesehatan tumbuh kembang anak. Survei sebelumnya menunjukkan 37,6% ibu memiliki pengetahuan yang kurang tentang stunting. Wawancara dengan Kader Pembangunan Manusia pada Maret 2024 mengidentifikasi tiga masalah utama di Desa Daup, yaitu kasus stunting, kurangnya kemampuan ibu balita dalam pengukuran pertumbuhan, serta kurangnya pemanfaatan potensi pangan lokal. Program ini bertujuan mewujudkan Desa Daup sebagai Desa SIAGA (Siap Deteksi Dini dan Cegah) Stunting dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ibu dan kader kesehatan dalam pencegahan dan deteksi dini stunting melalui pemanfaatan pangan lokal.  Kegiatan ini dilaksanakan melalui lima tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Fokus kegiatan yaitu pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala anak, serta pengolahan pangan lokal daging dan telur ayam kampung. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian ibu dan kader kesehatan (15 orang/ 100%) terkait deteksi dini stunting dan pemanfaatan pangan lokal. Masyarakat Desa Daup berhasil mewujudkan Desa SIAGA Stunting, dengan ibu balita dan kader kesehatan yang lebih mandiri dan efektif dalam pencegahan serta deteksi dini stunting melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.  Kata Kunci: Desa Siaga Stunting, Pemberdayaan, Pengolahan Potensi Pangan Lokal, Telur Ayam Kampung, Daging Ayam KampungABSTRACT The working area of Kintamani III Health Center still faces stunting problems caused by the lack of knowledge of mothers about the complementary foods of breast milk and the health of child growth and development. A previous survey showed that 37.6% of mothers had insufficient knowledge about stunting. Interviews with Human Development Cadres in March 2024 identified three main problems in Daup Village, namely stunting cases, lack of ability of mothers in measuring growth, and lack of utilization of lokal food potential. This program aims to realize Daup Village as a SIAGA Village (Ready for Early Detection and Prevention) of Stunting by increasing the knowledge, skills, and independence of mothers and health cadres in the prevention and early detection of stunting through the utilization of lokal food. This activity is carried out through five stages, namely sosialization, training, application of technology, assistance and evaluation and program sustainability. The focus of the activity is measuring the weight, height, head circumference of children, and processing lokal food meat and eggs from lokal chickens. This activity succeeded in increasing the knowledge, skills and independence of mothers and health cadres (15 people/100%) regarding early detection of stunting and the utilization of lokal food. The Daup Village community has succeeded in realizing the SIAGA Stunting Village, with mothers and health cadres who are more independent and effective in preventing and early detection of stunting through the utilization of lokal food potential. Keywords: Lokal Chicken Eggs, Lokal Chicken Meat, Processing of Lokal Food Potential, Stunting Alert Village, Empowerment
Pemberdayaan Keluarga dalam Manajemen Nutrisi pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di Garut Pratiwi, Sri Hartati; Sari, Eka Afrima; Lukman, Dede; Yosilistia, Yosilistia; Puspita, Tita; Rohayanti, Yanti; Dwi, Tia; Musawi, Husein
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18357

Abstract

ABSTRAK Pasien Penyakit Ginjal Kronik harus melakukan self-management termasuk pada pengaturan nutrisi yang harus dikonsumsinya. Hal ini menyebabkan pasien PGK mengalami kebingungan dan ketakutan untuk mengkonsumsi makanan. Selain itu, Pasien PGK sering mengalami mual dan muntah akibat dari peningkatan kadar ureum dan kreatinin sehingga dapat mengurangi asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pasien mengalami malnutrisi yang dapat memperburuk kondisinya. Keluarga memiliki peran yang penting dalam memberikan dukungan kepada pasien PGK dalam menjalankan manajemen nutrisi. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberdayakan keluarga dalam memberikan dukungan yang adekuat kepada pasien PGK untuk melakukan manajemen nutrisi. Program pengabdian ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada keluarga pasien PGK mengenai manajemen nutrisi dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta menggunakan berbagai media edukasi. Program ini dievaluasi dengan menggunakan pre-post test. Terdapat peningkatan total skor pre-post test sebesar 29,8 % yang mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan keluarga mengenai manajemen nutrisi pasien PGK. Program pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan pengetahuan keluarga dalam manajemen nutrisi pasien PGK. Tenaga kesehatan diharapkan dapat menlakukan edukasi kepada pasien dan keluarga secara berkesinambungan dan berkelanjutan terkait dengan manajemen nutrisi pada pasien PGK. Kata Kunci: Manajemen Nutrisi, Pemberdayaan Keluarga, Penyakit Ginjal Kronik  ABSTRACT Patients with chronic kidney disease (CKD) are required to perform self-management, which includes managing their nutritional intake. This causes CKD patients to experience confusion and fear of consuming food. In addition, CKD patients often experience nausea and vomiting due to increased levels of urea and creatinine, which can reduce nutritional intake according to their needs. These conditions can lead to malnutrition in patients, potentially worsening their condition. Families play a crucial role in assisting CKD patients with their nutritional management. The goal of this community service program was to enable families to effectively support CKD patients in their nutritional management. We conducted this community service program by educating families of CKD patients about nutritional management through lectures, question-and-answer sessions, and various educational media. We evaluated this program using a pre-post test. There was an increase in the total pre-post test score of 29.8%, indicating an increase in family knowledge regarding nutritional management for CKD patients. Conclusion: Community service programs using lecture and question-and-answer methods can improve family knowledge in nutritional management for CKD patients. We expect health workers to continuously and sustainably educate patients and families about nutritional management in CKD patients.  Keywords: Nutrition Management, Family Empowerment, Chronic Kidney Disease
Deteksi Dini Diabetic Foot Ulcer (DFU) dengan Mengenali Sensasi Sensorik Pada Kaki di Desa Temajuk Kab. Sambas Arisandi, Defa; Amaludin, Mimi; Safitri, Dewin; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19112

Abstract

ABSTRAK Setiap tahunnya, prevalensi penderita DFU semakin meningkat, dari 0,5 % menjadi 3 % setiap tahunnya. Ulkus diabetes dan amputasi ekstremitas bawah merupakan komplikasi diabetes yang akan meningkatkan mortalitas dan morbiditas setelah lima tahun amputasi pertama. Sebanyak 28 – 51 % pasien akan menjalani amputasi kedua. Tren terbaru panduan tambahan tentang pencegahan DFU mencakup salah satunya pemantauan sensasi sensorik. Mendeteksi secara dini sensasi sensorik pada kaki sebagai upaya pencegahan Diabetic Foot Ulcer (DFU) penyandang DM dengan pemeriksaan kaki yang mudah dipahami dan diaplikasikan secara mandiri. Kegiatan edukasi dilakukan di Desa Temajuk, Kab. Sambas yang diikuti oleh kelompok dewasa dan lansia. Pre-test diberikan sebelum edukasi kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pencegahan penyakit gagal ginjal kronik menggunakan media power point. Kegiatan diakhiri dengan pemberian pos-test kepada responden. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar pengetahuan responden rendah (53,3%), dan setelah diberikan edukasi sebagian besar pengetahuan responden tinggi (73,3%). Terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok dewasa dan lansia setelah diberikan Edukasi dan demonstrasi pengenalan sensasi sensorik pada kaki diabetes melitus sebagai upaya pencegahan Diabetic Foot Ulcer (DFU).   Kata Kunci: Deteksi Dini, Diabetic Foot Ulcer, Sensasi Sensorik  ABSTRACT Every year, the prevalence of DFU sufferers increases, from 0.5% to 3% every year. Diabetic ulcers and lower extremity amputations are complications of diabetes that will increase mortality and morbidity after five years of the first amputation. As many as 28 – 51% of patients will undergo a second amputation. The latest trend in additional guidance on preventing DFU includes monitoring sensory sensations. Early detection of sensory sensations in the feet as an effort to prevent Diabetic Foot Ulcer (DFU) for people with DM with foot examinations that are easy to understand and apply independently. Educational activities were carried out in Temajuk Village, Kab. Sambas was attended by adult and elderly groups. The pre-test was given before education, then continued with providing material about preventing chronic kidney failure using power point media. The activity ended with giving a post-test to respondents. Before being given education, most respondents' knowledge was low (53.3%), and after being given education, most respondents' knowledge was high (73.3%). There is an increase in knowledge in the adult and elderly groups after being provided with education and demonstrations regarding the introduction of sensory sensations in diabetes mellitus feet as an effort to prevent Diabetic Foot Ulcer (DFU). Keywords:  Early Detection, Diabetic Foot Ulcer, Sensory Sensation
Edukasi Akupresure Kombinasi Inhalasi Aromaterapi Lemon menggunakan Media Bantu Video untuk Menurunkan Mual Muntah bagi Ibu Hamil Trimester I Mintaningtyas, Sestu Iriami; Isnaini, Yuni Subhi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18137

Abstract

ABSTRAK Mual dan Muntah merupakan adaptasi fisiologis proses kehamilan yang disebabkan adanya perubahan sistem endokrin pada primigravida sekitar 60-80% dan multigravida 40-60%.(Rofi’ah et al., 2019) Peningkatan Hormon Chorionic Gonadotropin (HCG) dengan kadar tertinggi biasanya terjadi pada periode trimester I yaitu di usia kehamilan 12-16 minggu pertama. Masa kehamilan dapat terjadi masalah-masalah yang tidak diinginkan. (Handayani & Khairiyatul, 2019)Penatalaksanaan mual dan muntah pada kehamilan dilakukan tergantung berat ringannya gejala, pengobatan dilakukan dengan cara farmakologi maupun non farmakologi. Terapi farmakologi dengan pemberian antiemetik, antihistamin, anti kolinergik dan kortikosteroid, sedangkan terapi nonfarmakologi dilakukan dengan cara pengaturan diet, dukungan emosional, akupresure.(Rofi’ah et al., 2019) Tujuan untuk memberikan edukasi pengetahuan dan peningkatan keterampilan Akupresur dalam pengurangan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I. Metode yang digunakan dalam pengadian masyarakat ini adalah dengan pemberian materi, Diskusi, Pemutaran Video, Demonstrasi dan Praktek. Hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini berjalan baik dan sesuai dengan tujuan. Edukasi Kesehatan dengan terapi komplementer yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan dengan jumlah 12 responden ibu hamil dimana terjadi peningkatan skor pengetahuan sebelum diberikan media video dengan rata-rata nilai pengetahuan 7 sedangkan setelah diebrikan media video akupresure kombinasi inhalasi aromaterapi Lemon selama 7 hari terjadi peningkatan pengetahuan dengan nilai rata-rata 9 dari 10 dan mual muntah Ibu hamil trimester 1 berkurang. Kata Kunci: Akupresure, Kombinasi Inhalasi Aromaterapi Lemon, Media Video, Mual Muntah, Ibu Hamil  ABSTRACT Nausea and Vomiting are physiological adaptations of the pregnancy process caused by changes in the endocrine system in primigravida around 60-80% and multigravida 40-60%. (Rofi'ah et al., 2019) Increased Chorionic Gonadotropin Hormone (HCG) with the highest levels usually occurs in the first trimester, namely in the first 12-16 weeks of pregnancy. During pregnancy, unwanted problems can occur. Management of nausea and vomiting in pregnancy is carried out depending on the severity of the symptoms, treatment is carried out pharmacologically and non-pharmacologically. Pharmacological therapy with the administration of antiemetics, antihistamines, anticholinergics and corticosteroids, while non-pharmacological therapy is carried out by regulating diet, emotional support, acupressure. (Rofi'ah et al., 2019) The aim is to provide education, knowledge and improve Acupressure skills in reducing the frequency of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester. The methods used in this community service are by providing materials, Discussion, Video Screening, Demonstration and Practice. The results of this community service activity went well and in accordance with the objectives. Health Education with complementary therapy provided can increase community knowledge before and after being given with a total of 12 pregnant women respondents where there was an increase in knowledge scores before being given video media with an average knowledge score of 7 while after being given acupressure video media combined with Lemon aromatherapy inhalation for 7 days there was an increase in knowledge with an average value of 9 out of 10 and nausea and vomiting of pregnant women in the first trimester decreased.            Keywords: Acupressure, Combination of Lemon Aromatherapy Inhalation, Video Media, Nausea and Vomiting, Pregnant Women
Pemberdayaan Kader Remaja Dalam Pencegahan HIV Witdiawati, Witdiawati; Hutomo, Wahyuni MP; Haroen, Hartiah; Purnama, Dadang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18515

Abstract

ABSTRAK Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Indonesia masih meningkat di tahun 2023. Partisipasi masyarakat merupakan aspek yang potensial untuk menunjang penanggulangan HIV/AIDS. Penting adanya kegiatan untuk meningkatkan, memperbaiki dan partisipasi kesadaran masyarakat dalam pencegahan HIV. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RW 08 Kelurahan Ciwalen Kabupaten Garut dengan metode pemberdayaan remaja “GEMA RW PEDULI HIV melalui rangkaian kegiatan pembentukan kader remaja, pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS pada remaja, pembuatan dan pemasangan media edukasi. Hasil kegiatan diantaranya terbentuknya kader remaja, terbentuknya akun media edukasi dan komunikasi HIV, terpasangnya spanduk edukasi HIV di 2 titik lokasi dan terdapat peningkatan pengetahuan remaja dengan rata-rata nilai sebesar 67 sebelum pendidikan kesehatan dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan meningkat menjadi 90 point. Kegiatan pemberdayaan remaja dapat menjadi salah satu strategi pencegahan dan pengendalian HIV. Diharapkan keberlanjutan program kegiatan dimasa yang akan datang melalui sinergitas program layanan kesehatan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Remaja, HIV/AIDS ABSTRACT Cases of Human Immunodeficiency Virus (HIV) in Indonesia are still increasing in 2023. Community participation is a potential aspect to support HIV/AIDS control. It is important to have activities to increase, improve, and participate in public awareness in HIV prevention. This community service activity was carried out in RW 08 Ciwalen neighborhood, Garut Regency, with the youth empowerment method "GEMA RW PEDULI HIV through a series of activities to form adolescent cadres, health education about HIV/AIDS in adolescents, and the manufacture and installation of educational media. The results of the activities included the formation of adolescent cadres, the formation of HIV education and communication media accounts, the installation of HIV education banners at 2 location points, and an increase in adolescent knowledge with an average score of 67 before health education and after health education increased to 90 points. Adolescent empowerment activities can be one of the strategies for HIV prevention and control. It is hoped that the sustainability of the program of activities in the future will be through the synergy of health service programs by involving community participation. Keywords: Community Empowerment, Adolescents, HIV/AIDS
Impelemntasi Mnemonic “Sambas” dengan Leaflet sebagai Media Pembelajaran Pertolongan Pertama Kasus Trauma di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Hatmalyakin, Debby; Hidayat, Uti Rusdian; Alfikrie, Fauzan; Arisandi, Defa; Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi; Anjarwadi, Ihsan Angga; Annisa, Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18014

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengembangan kawasan pariwisata, pengembang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fasilitas pariwisata, namun sumberdaya manusianya harus didukung keterampilan dalam penanganan awal pada cedera atau trauma. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah simulasi tentang pertolongan pertama pada kasus trauma dengan mnemonic SAMBAS dengan menggunakan bantuan leaflet. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data terjadi peningkatan keterampilan masyarakat sebelum dan setelah disimulasikan tentang pertolongan pertama pada kasus trauma dengan Mnemonic SAMBAS. Peningkatan keterampilan masyarakat tentang pertolongan pertama pada kasus trauma menjadi upaya penanganan kondisi gawat darurat yang berkaitan dengan kasus trauma. Kata Kunci: Keterampilan, Pertolongan Pertama, Trauma, Mnemonic SAMBAS  ABSTRACT In the process of developing tourism areas, developers are not only required to prepare tourism facilities, but their human resources must be supported by skills in the initial handling of injury or trauma. The method of implementing community service is a simulation of first aid in trauma cases with the SAMBAS mnemonic using leaflets. The results of community service obtained data on the improvement of community skills before and after simulation of first aid in trauma cases with SAMBAS mnemonic. Increasing community skills about first aid in trauma cases is an effort to handle emergency conditions related to trauma cases. Keywords: Skills, First Aid, Trauma, SAMBAS Mnemonic
Pengenalan Eduplay Green sebagai Solusi dalam Menciptakan Alat Permainan Edukatif (APE) Berbasis Limbah Rumah Tangga Sari, Dewi Maya; Zulfan, Zulfan; Lindawati, Lindawati; Abelia, Dinda Dwi; Salsabila, Raina; Ghufran S., Mufti Miadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.17781

Abstract

ABSTRAK EduPlay Green menawarkan solusi inovatif dengan memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi alat permainan edukatif yang ramah lingkungan dan terjangkau, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD sekaligus mengatasi masalah limbah dan memberdayakan guru serta masyarakat. Tujuan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran PAUD, mengatasi masalah limbah rumahtangga, memberdayakan guru PAUD, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan (survei, perizinan, dan identifikasi kebutuhan), pelaksanaan (sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi APE), dan monitoring serta evaluasi untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran mitra tentang pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya pemanfaatannya sebagai APE untuk PAUD. Kata Kunci: Alat Permainan Edukatif, Limbah Rumah Tangga, Pendidikan Anak Usia Dini  ABSTRACT EduPlay Green offers innovative solutions by utilizing household waste to create environmentally friendly and affordable educational play tools, thereby enhancing the quality of learning in early childhood education while also addressing waste issues and empowering teachers and the community. The purpose of this Community Service implementation is to improve the quality of early childhood education learning, address household waste issues, empower PAUD teachers, and raise awareness of the importance of waste management.This community service activity is carried out in three stages: preparation (surveys, permits, and needs identification), implementation (socialization and training on utilizing household waste as educational toys), and monitoring and evaluation to ensure the effectiveness and sustainability of the program. This community service activity successfully enhanced the partners' understanding and awareness of household waste management, particularly its use as educational toys for early childhood education. Keywords: Educational Play Tools, Householde Waste, Early Childhood Education.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Pencegahan Penyakit Jantung Koroner pada Anggota Pwri Kalimantan Tengah Ahmad, Farah Fauziyah Radhiyatulqalbi; Komara, Nisa Kartika; Balyas, Abi Bakring; Kahanjak, Donna Novina; Sitompul, Sanggap Indra; Nurkalbi, Nuni Rismayanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18303

Abstract

ABSTRAK Populasi lansia yang terus meningkat di Indonesia berisiko tinggi terkena penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung koroner (PJK). Di Kalimantan Tengah, prevalensi hipertensi pada lansia cukup tinggi, namun pengetahuan mengenai pencegahan PJK masih rendah. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kalimantan Tengah mengenai PJK dan mendukung deteksi dini faktor risikonya melalui pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan interaktif dan pemeriksaan kesehatan bagi 49 anggota PWRI, mencakup pengukuran tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, dan kolesterol total. Pengetahuan peserta dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Skor pengetahuan peserta meningkat signifikan, dari rata-rata pre-test 59,57 menjadi 79,28 pada post-test. Pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa 38,8% peserta berada pada kategori pre-hipertensi dan 40,8% mengalami hipertensi, 16,3% memiliki kadar gula darah tinggi, serta 22,4% memiliki kadar kolesterol di atas normal. Penyuluhan interaktif berhasil meningkatkan pemahaman lansia tentang PJK dan pentingnya pengendalian faktor risiko. Program serupa disarankan diadakan secara berkala untuk memastikan lansia memiliki akses berkelanjutan pada informasi dan layanan kesehatan preventif terkait PJK. Kata Kunci: Penyakit Jantung Koroner, Lansia, Hipertensi, Pemeriksaan Kesehatan  ABSTRACT The growing elderly population in Indonesia faces a high risk of degenerative diseases, including coronary heart disease (CHD). In Central Kalimantan, the prevalence of hypertension among the elderly is considerable, yet knowledge regarding CHD prevention remains low. This community service program aimed to increase the knowledge of elderly members of the Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) in Central Kalimantan about CHD and to support early detection of its risk factors through health screenings. The activities involved interactive counseling and health screenings for 49 PWRI members, including measurements of blood pressure, random blood sugar, and total cholesterol. Participants' knowledge was evaluated using pre- and post-tests. There was a significant increase in participants' knowledge scores, from an average of 59.57 on the pre-test to 79.28 on the post-test. Health screenings revealed that 38.8% of participants were in the pre-hypertension category, 40.8% had hypertension, 16.3% had elevated blood sugar levels, and 22.4% had high cholesterol levels. Interactive counseling effectively increased participants’ understanding of CHD and the importance of managing risk factors. Similar programs should be held regularly to ensure that the elderly have consistent access to preventive health information and services related to CHD.  Keywords: Coronary Heart Disease, Elderly, Hypertension, Health Screening
Pendekatan Edukatif dalam Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal Kronis pada Kelompok Remaja di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Amaludin, Mimi; Arisandi, Defa; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Alfikrie, Fauzan; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Safitri, Dewin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19029

Abstract

ABSTRAK Ginjal berfungsi sebagai penyaring darah serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Apabila fungsi tersebut tidak berjalan maka munculah penyakit gagal ginjal. Pencegahan awal penyakit gagal ginjal penting dilakukan sejak dini pada anak maupun remaja, untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Memberikan pengetahuan pada remaja tentang pencegahan gagal ginjal kronik. Kegiatan edukasi dilakukan di Desa Temajuk, Kab. Sambas yang diikuti oleh kelompok remaja. Pre-test diberikan sebelum edukasi kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang pencegahan penyakit gagal ginjal kronik menggunakan media power point. Kegiatan diakhiri dengan pemberian pos-test kepada responden. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar pengetahuan responden rendah (43,3%), dan setelah diberikan edukasi sebagian besar pengetahuan responden tinggi (83,3%). Terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok remaja setelah diberikan edukasi tentang pencegahan gagal ginjal kronik. Kata Kunci: Edukasi, Gagal Ginjal Kronik, Remaja  ABSTRACT The kidneys function as blood filters and regulate the normal balance of fluids and electrolytes in the body. If that function fails, renal failure will occur. Comprehensive prevention of kidney failure should begin in childhood and adolescence providing knowledge and comprehension regarding the significance of protecting renal health. To educate adolescents about the prevention of chronic kidney failure. The educational activity took place in Temajuk Village, Sambas Regency, with the participation of a group of adolescents. A pre-test was administered before to the educational session, which was succeeded by a presentation on the prevention of chronic kidney disease utilising Powerpoint media. The session ended with the distribution of a post-test to the participants. Prior to the educational intervention, a majority of respondents exhibited low knowledge (43.3%), however subsequent to the intervention, a majority demonstrated good knowledge (83.3%). The adolescent group exhibited an enhancement in knowledge following education on the prevention of chronic renal failure. Keywords: Chronic Kidney Failure, Non-Communicable Diseases

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue