cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Edukasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat) Golongan Antibiotik di Desa Konaweha, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka Kamaruddin, Harni Sartika; Isnaeni, Isnaeni; Basyaruddin, Muh; Fitri, Andi Fitri; Debi Yustisia, Wa Ode; Firna, Firna; Zaskya Wati, Wa Ode; Adillah, Rifda; Lisdayanti, Nur; Wahyudi, Muh.Diki; Hendrawan, Hendrawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18063

Abstract

ABSTRAK Antibiotik merupakan terapi yang memiliki indikasi untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik merupakan golongan obat keras  yang diperoleh harus dengan resep dokter. Namun, saat ini antibiotik mudah didapatkan walaupun tanpa resep dokter. Hal ini menyebabkan penggunaan antibiotik, penyimpanan dan cara buang obat yang tidak tepat. Sehingga masyarakat dapat menjadi resisten terhadap antibiotik. Kegiatan edukasi DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan, Simpan dan Buang) merupakan salah satu cara dalam pengelolaan obat yang baik dan benar. Edukasi ini menjelaskan kepapa masyarakat cara dapatkan, gunakan, simpan dan cara buang obat yang tepat dan benar. Tujuan kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan pada masyarakat Desa Konaweha mengenai cara pengelolaan obat terutama antibiotik. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini dilakukan melalui edukasi ceramah dan diskusi interaktif. Kegiatan edukasi ini telah terlaksana dengan lancar dan baik, hal ini terlihat dari respon serta antusias masyarakat dalam mengikuti edukasi dalam memberi pertanyaan. Dalam hal mendapatkan, menggunakan, menyimpan serta membuang obat yang baik dan benar terutama antibiotik. Sehingga kegiatan edukasi DAGUSIBU perlu diberikan dan rutin dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan tentang DAGUSIBU khususnya antibiotik. Kata Kunci: DAGUSIBU, Antibiotik, Obat, Edukasi  ABSTRACT Antibiotics are a therapy that is indicated for diseases caused by bacteria. Antibiotics are a class of hard drugs that must be obtained with a doctor's prescription. However, nowadays antibiotics are easy to get even without a doctor's prescription. This leads to inappropriate use of antibiotics, storage and disposal of drugs. So people can become resistant to antibiotics. The DAGUSIBU (Get, Use, Save and Dispose) educational activity is one way to manage medicines properly and correctly. This education explains to the public how to obtain, use, store and dispose of medicines correctly and correctly. The aim of this service activity is to increase knowledge among the Konaweha Village community regarding how to manage medicines, especially antibiotics. The implementation method for this service is carried out through educational lectures and interactive discussions. This educational activity was carried out smoothly and well, this can be seen from the response and enthusiasm of the community in participating in the education and asking questions. In terms of obtaining, using, storing and disposing of medicines properly and correctly, especially antibiotics. So DAGUSIBU educational activities need to be provided and carried out routinely to increase knowledge about DAGUSIBU, especially antibiotics. Keywords: DAGUSIBU, Antibotic, Drug, Education
Edukasi dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Kom Yos Sudarso Pontianak Seprian, Dwin; Rahman, Ainun Najib Febrya; Septiani, Haryati; Fahdi, Faisal Kholid; Putri, Triyana Harlia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.17985

Abstract

ABSTRAK Lansia berada pada tahap akhir dari proses penuaan yang dimana memiliki resiko tinggi dalam masalah kesehatan. Pertambahan umur akan diikuti dengan penurunan fungsi tubuh, adanya penyakit, resiko jatuh, gangguan keseimbangan tubuh serta sistem kekebalan akan semakin berkurang. Hal ini menimbulkan masalah pada kualitas hidup. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang cara meningkatkan kualitas hidup. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data tingkat pengetahuan tentang kualitas hidup sebelum diberikan edukasi yaitu kategori tinggi sebesar 13,3%, kategori sedang sebesar 23,3% dan kategori rendah sebesar 63,4%. Sedangkan setelah diberikan edukasi tentang diperoleh pengetahuan pada kategori tinggi yaitu 80% dan kategori sedang yaitu 20%. Edukasi mampu meningkatkan pengetahuan lansia tentang cara meningkatkan kualitas hidup. Kata Kunci: Edukasi, Kualitas Hidup, Lansia  ABSTRACT The elderly are at the final stage of the aging process and are at high risk of health problems. Increasing age will be followed by a decrease in body function, the presence of disease, the risk of falls, disturbances in body balance, and the immune system will decrease. This causes problems with quality of life. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge about improving their quality of life. The results of community service obtained data on the level of knowledge about the quality of life before being given education, namely the high category at 13.3%, the medium category at 23.3%, and the low category at 63.4%. Meanwhile, after being given education about knowledge, knowledge was obtained in the high category, namely 80%, and in the medium category, namely 20%. Education can increase elderly people's knowledge about how to improve their quality of life Keywords: Education, Quality of Life, Elderly
Edukasi Aktivitas Fisik Menggunakan Media Video Animasi pada Siswa SMA Muhammadiyah 1 Kota Pontianak Intani, Merlisa Kesuma; Harmita, Devi; Ervita, Ledy; Pramana, Yoga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18399

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi membawa dampak pada gaya hidup manusia salah satunya pola aktivitas fisik. Salah satu perkembangan teknologi yang berdampingan dengan kehidupan remaja saat ini adalah penggunaan gadget. Penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, aktivitas fisik sangat dianjurkan untuk menjaga keseimbangan gaya hidup. Edukasi yang diberikan melalui media video animasi sehingga harapannya pengetahuan siswa meningkat dan memotivasi untuk rutin melakukan aktivitas fisik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai aktivitas fisik melalui metode edukasi menggunakan video animasi pada 32 siswa SMA Muhammadiyah 1 Kota Pontianak. Metode edukasi yang dilakukan dengan menampilkan video animasi, ceramah, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa mengalami peningkatan signifikan. Sebelum edukasi, mayoritas siswa memiliki pengetahuan rendah (71,9%), tetapi setelahnya menurun menjadi hanya 6,2%. Siswa dengan tingkat pengetahuan sedang meningkat dari 25% menjadi 68,8%, dan siswa dengan tingkat pengetahuan tinggi bertambah dari 3,1% menjadi 25%. Edukasi aktivitas fisik melalui video animasi bisa menjadi salah satu media pembelajaran dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Selain itu, pihak mitra berharap edukasi ke sekolah dapat dilakukan secara berkala dengan menambahkan jumlah peserta. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Siswa, Sekolah, Video Animasi  ABSTRACT The development of technology has impacted human lifestyles, including physical activity patterns. One technological advancement closely linked to the lives of teenagers today was the use of gadgets. Excessive and uncontrolled gadget use had negative effects on both physical and psychological health. Therefore, physical activity was strongly recommended to maintain a balanced lifestyle. Education delivered through animated video media was expected to improve students' knowledge and motivate them to engage in regular physical activity. This activity aimed to enhance students' understanding of physical activity through an educational method using animated videos involving 32 students of SMA Muhammadiyah 1 Kota Pontianak. The educational methods included animated video presentations, lectures, and question-and-answer sessions. Evaluations were conducted using pre-test and post-test questionnaires. The results showed a significant improvement in students' understanding. Before the education, the majority of students had a low level of knowledge (71.9%), which decreased to only 6.2% afterward. The percentage of students with a moderate level of knowledge increased from 25% to 68.8%, and those with a high level of knowledge rose from 3.1% to 25%. Physical activity education through animated videos proved to be an effective learning medium to enhance students' knowledge. Moreover, school partners hoped that such educational programs could be conducted regularly with an increased number of participants. Keywords: Physical Activity, Students, School, Animated Videos
Manajemen Perawatan Kaki Diabetes Melitus dengan “Happy Foot Care Program” sebagai Pencegahan Komplikasi pada Penderita Diabetes Melitus Rosaline, Mareta; Herlina, Santi; Anggraeni, Diah Tika; Tobing, Duma Lumban; Sari, Sintha Legita; Lestari, Sofia Eka; Mauliya, Naddiyah; Oktalia, Clara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19282

Abstract

ABSTRAK  Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis yang paling umum dan terus meningkat prevalensinya secara global. Penyakit ini mempengaruhi metabolisme tubuh dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti kaki diabetik yang sering kali berujung pada amputasi. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bertema "Manajemen Perawatan Kaki Diabetes Melitus dengan ‘Happy Foot Care Program’ sebagai Pencegahan Komplikasi" dilaksanakan di Mushola Al Hidayah, Cinere, Kota Depok, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pencegahan komplikasi DM melalui edukasi dan pelatihan. Program ini menggunakan metode action research dengan langkah-langkah persiapan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat, dari 62,5% dengan pengetahuan rendah pada pre-test menjadi 84,4% dengan pengetahuan tinggi pada post-test, serta peningkatan keterampilan dalam perawatan kaki. Keberhasilan ini menegaskan efektivitas program dalam mengedukasi dan melatih masyarakat untuk mencegah komplikasi DM, serta pentingnya edukasi berkelanjutan dalam manajemen penyakit kronis. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Program Perawatan Kaki Bahagia, Pijat Kaki  ABSTRACT  Diabetes mellitus (DM) is one of the most common chronic diseases, with a globally increasing prevalence. This disease affects the body's metabolism and can lead to various serious complications, such as diabetic foot, which often results in amputation. The Student Creativity Program (PKM) titled "Diabetes Foot Care Management with the 'Happy Foot Care Program' as a Complication Prevention" was implemented at Al Hidayah Mosque, Cinere, Depok City. The program aimed to improve community knowledge and skills related to DM complication prevention through education and training. This program employed action research methods, including preparation, implementation, observation, and evaluation steps. The results showed a significant increase in community knowledge, from 62.5% with low knowledge in the pre-test to 84.4% with high knowledge in the post-test, as well as an improvement in foot care skills. This success confirms the program's effectiveness in educating and training the community to prevent DM complications, and underscores the importance of ongoing education in chronic disease management. Keywords: Diabetes Mellitus, Happy Foot Care Program, Foot Massage.
Sosialisasi dan Penerapan Aplikasi “Siabai” tentang Screening Deteksi Pengabaian pada Lansia yang Mengalami Gangguan Cardiovaskuler oleh Keluarga di Wilayah Kecamatan Nanggalo Kota Padang Amri, Lola Felnanda; Efitra, Efitra; Bahar, Indrawati; Sugriata, Evino
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18152

Abstract

ABSTRAK Pengabaian pada lansia bisa diartikan sebagai kegagalan dari pemberian perawatan baik dilakukan dengan sengaja ataupun tidak disengaja disaat lansia memerlukan makanan, pengobatan, meninggalkan lansia sendirian, tidak menyiapkan pelayanan kepada lansia sebagai tindakan hukuman untuk lansia juga termasuk bentuk resiko pengabaian pada lansia. Pengabaian pada lansia ini jika tidak diatasi akan menimbulkan masalah yang serius terutama pada lansia yang mengalami masalah kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke. Tujuan edukasi kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Pengabaian Pada Lansia Yang Mengalami Gangguan Cardiovaskuler Oleh Keluarga. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah edukasi pengabaian lansia pada 62 orang masyarakat yang dilakukan selama 2 tahap, serta dilakukannya pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan didapatkan sebelum (Pretest) diberikan intervensi yaitu 46 responden (74.2%) dan setelah diberikan intervensi (Posttest) didapatkan 62 responden (100%). Kata Kunci: SiAbai, Pengabaian, Cardiovaskuler, Lansia  ABSTRACT Neglect of the elderly can be interpreted as the failure to provide care, either intentionally or unintentionally, when the elderly need food, and medicine, leaving the elderly alone, and not preparing services for the elderly as a punitive action the elderly is also a form of risk of neglect in the elderly. This neglect of the elderly, if not addressed, will cause serious problems, especially in the elderly who experience cardiovascular problems. Cardiovascular disease is a disease caused by impaired heart and blood vessel function such as coronary heart disease, hypertension, and stroke. The purpose of this health education is to increase public knowledge about the Neglect of the Elderly Who Have Cardiovascular Disorders by Their Families. The method used in this activity is education on the neglect of the elderly in 62 people in the community, which is carried out in 2 stages, as well as a pretest and a posttest. The results of the activity showed that 46 respondents (74.2%) were obtained before the intervention was given (Posttest), and after the intervention (Posttest), 62 respondents (100%) were obtained.  Keywords: Sibai, Neglect, Cardiovascular, Elderly
Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah melalui Gerakan “Masih Sehat” (Rumah Lansia Sehat dan Bermartabat) di Desa Tulungrejo, Kota Batu, Jawa Timur Hanifah, Dian; Mauludiyah, Indah; Pratiwi, Nanda Agnesia Jati; Hildayanti, Rezha Alivia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18141

Abstract

ABSTRAK Indonesia menghadapi peningkatan jumlah lansia yang signifikan, khususnya di daerah pedesaan seperti Desa Tulungrejo, Kota Batu, yang menghadapi tantangan dalam menyediakan layanan perawatan lansia. Di sisi lain, tingkat putus sekolah di kalangan remaja di daerah pedesaan juga menjadi masalah sosial yang mendesak. Program "Masih Sehat" (Rumah Lansia Sehat dan Bermartabat) dikembangkan sebagai solusi untuk memberdayakan remaja putus sekolah dengan memberikan pelatihan keterampilan perawatan lansia berbasis nilai-nilai Islam. Menilai efektivitas program "Masih Sehat" dalam meningkatkan keterampilan remaja putus sekolah dalam perawatan lansia dan memberikan dampak sosial yang positif di Desa Tulungrejo. Program ini dilaksanakan selama enam bulan di Desa Tulungrejo, menggunakan pendekatan pelatihan berbasis komunitas. Tahapan pelaksanaan meliputi sosialisasi dan rekrutmen, penyusunan modul, pelatihan kesehatan lansia, dan evaluasi keterampilan melalui observasi dan kuesioner. Program ini meningkatkan keterampilan remaja dalam perawatan lansia, khususnya dalam pengukuran tekanan darah, glukosa darah, dan teknik komunikasi empatik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Data menunjukkan peningkatan keterampilan perawatan lansia sebesar 80% setelah pelatihan, dengan peningkatan pengetahuan dasar mencapai 70%. Program "Masih Sehat" berhasil meningkatkan keterampilan dan rasa tanggung jawab sosial remaja putus sekolah, sekaligus memenuhi kebutuhan perawatan lansia di pedesaan. Program berbasis komunitas ini dapat direplikasi di daerah lain dengan penyesuaian lokal. Kata Kunci: Remaja Putus Sekolah, Pemberdayaan, Lansia, Perawatan, Nilai Islam, Desa Tulungrejo.  ABSTRACT Indonesia is experiencing a significant increase in the elderly population, particularly in rural areas such as Tulungrejo Village, Batu City, where elderly care services face challenges in meeting the growing demand. Additionally, the dropout rate among rural youth is an urgent social issue. The "Masih Sehat" program (Healthy and Dignified Elderly Home) was developed as a solution to empower school dropouts by providing skills training in elderly care based on Islamic values. This study aims to evaluate the effectiveness of the "Masih Sehat" program in enhancing the elderly care skills of school dropouts and creating a positive social impact in Tulungrejo Village. This six-month program in Tulungrejo Village applied a community-based training approach. The implementation stages included socialization and recruitment, module preparation, elderly health training, and skill evaluation through observation and questionnaires. The program improved youth skills in elderly care, particularly in blood pressure and glucose level measurement, as well as in empathetic communication techniques aligned with Islamic values. Data showed an 80% improvement in elderly care skills post-training, with a 70% increase in basic knowledge. The "Masih Sehat" program successfully enhanced the skills and social responsibility of school dropouts while addressing the need for elderly care in rural areas. This community-based program can be replicated in other areas with local adjustments. Keywords: School Dropouts, Empowerment, Elderly, Care, Islamic Values, Tulungrejo Village.
Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Bahaya Resistensi Antibiotik Terhadap Generasi Penerus Bangsa di SMAN 1 Sindangkasih Shaleha, Resha Resmawati; Muwahid, Aceng Chotim; Komara, Yusup; Falahuddin, Muhammad Fauzan; Irpanudin, Irpanudin; Antonia, Vonny; Sonia, Irma; Aliefah, Adilla Nurul; Aulia, Meisya; Anugrahayati, Trianti Nur; Utama, Muhammad Prayoga; Amamah, Vatin; Kalyubi, Arpilla Almanda Ashad; Nopiana, Gina Fitria; Izzah, Zakia Nurul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18016

Abstract

ABSTRAK Dampak penggunaan antibiotik yang berlebihan terhadap generasi muda serta risiko yang ditimbulkan akibat ketidakpahaman mengenai penggunaannya. Tujuan memberikan edukasi tentang penggunaan antibiotik yang benar dan pencegahan infeksi untuk mengurangi resistensi antibiotik. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Sindangkasih dengan melibatkan 51 siswa, metode yang digunakan pada kegiatan promosi kesehatan resistensi antibiotik dilakukan dengan menggunakan media powerpoint, leaflet dan demonstrasi video animasi sebagai sarana promosi kesehatan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dengan hasil pretest 63% setelah materi diberikan meningkat menjadi 85% pada hasil posttest, yang mengindikasikan bahwa program edukasi kesehatan yang terarah dan kolaboratif dapat secara signifikan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai penggunaan antibiotik yang tepat. Program ini memberikan kontribusi penting dalam pencegahan resistensi antibiotik di kalangan generasi muda. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam bidang edukasi kesehatan diidentifikasi sebagai kunci untuk mengurangi risiko resistensi antibiotik dan menjaga kesehatan masyarakat. Namun, perlu dilakukan perluasan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat luas dan keterlibatan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi yang akurat mengenai penggunaan antibiotik. Kata Kunci: Antibiotik, Edukasi, Resistensi  ABSTRACT The impact of overuse of antibiotics on the younger generation and the risks posed by not understanding their use. The purpose of providing education on the correct use of antibiotics and prevention of infection to reduce antibiotic resistance. This activity was carried out at SMAN 1 Sindangkasih involving 51 students, the method used in antibiotic resistance health promotion activities was carried out using powerpoint media, leaflets and animated video demonstrations as a means of health promotion. The results showed an increase in student understanding with a pretest result of 63% after the material was given increasing to 85% in the posttest results, indicating that a targeted and collaborative health education program can significantly increase student awareness and knowledge regarding the proper use of antibiotics. This program makes an important contribution to the prevention of antibiotic resistance among the younger generation. Collaboration between universities and schools in health education was identified as key to reducing the risk of antibiotic resistance and maintaining public health. However, there is a need to expand outreach activities to the wider community and involve health workers to provide accurate information on antibiotic use. Keywords: Antibiotics, Education, Resistance
Implementasi Terapi Kelompok Terapeutik pada Emosional Remaja Ramadia, Arya; Ekaputri, Mersi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.17936

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan tahap peralihan ketika seseorang mengalami proses perkembangan dari fase anak menuju dewasa. Upaya yang dilakukan agar menemukan jati dirinya dapat di stimulasi dengan pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik Remaja.  Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan stimulasi aspek perkembangan emosional remaja di SMK Pro Skill Pekanbaru dengan jumlah peserta sebanyak 12 Remaja. Kegiatan dilakukan dengan mengukur kondisi emosional remaja sebelum dan sesudah diberikan terapi kelompok terapeutik remaja. Metode berupa pemberian stimulasi aspek emosional dalam bentuk terapi kelompok terapeutik.Hasil diperoleh terjadi peningkatan respon emosional dimana emosi mejadi lebih stabil sebesar 25%, Alam perasaan terkendali sebesar 33,3%, Tidak memaksakan Kehendak maupun keinginan sebesar 33,3% dan tidak mudah terpancing dengan keaddan untuk meluapkan emosi sebesar 16,7%. Diharapkan remaja dapat mengenali emosinya dan dapat mengendalikan emosi tersebut. Kata Kunci: Remaja, Emosional, Terapi Kelompok Terapeutik  ABSTRACT Adolescence is a transitional stage when a person experiences the development process from child to adult. Efforts made to find one's identity can be stimulated by implementing Adolescent Therapeutic Group Therapy.  This Community Service aims to stimulate aspects of the emotional development of teenagers at the Pekanbaru Pro Skills Vocational School with a total of 12 teenagers participating. The activity was carried out by measuring the emotional condition of teenagers before and after being given youth therapeutic group therapy. The method involves providing stimulation of emotional aspects in the form of therapeutic group therapy. The results obtained are an increase in emotional response where emotions become more stable by 25%, natural feelings are controlled by 33.3%, do not force their will or desires by 33.3% and are not easily provoked. with the ability to express emotions at 16.7%. It is hoped that teenagers can recognize their emotions and can control these emotions. Keywords: Adolescence, Emotions, Therapeutic Group Therapy. 
Pelatihan Optimalisasi Proses Produksi Minyak Kayu Putih Berbasis Green Technology di Unit Pertanian Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Fatah, Lampung Selatan Sufra, Rifqi; Darojat, Yusron; Nareswari, Tantri Liris; Alhanif, Misbahudin; Yusupandi, Fauzi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18305

Abstract

ABSTRAK Tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi) merupakan tanaman produksi hasil hutan bukan kayu yang pada umumnya dimanfaatkan daunnya untuk menghasilkan minyak kayu putih. Pengrajin minyak atsiri di Koperasi Pondok Pesantren (KOPPONTREN) Al-Fattah, Desa Negara Ratu Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan yang merupakan mitra pengabdian telah melakukan usaha pengolahan minyak kayu putih melalui penyulingan sederhana. Namun, rendemen yang dihasilkan hanya berkisar 0,6 – 0,7%. Selain itu, timbulnya limbah hasil pengolahan, murahnya harga jual karena kualitas yang belum baik dan kurangnya pemasaran produk melatarbelakangi kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini. Pada kegiatan ini dilakukan peningkatan kualitas produk minyak kayu putih melalui pembuatan alat redistilasi. Sosialiasi pengolahan limbah padat dan cair dalam reaktor SSF Constructed Wetland dengan tanaman rumput wlingi juga dilakukan. Selain itu, pelatihan pemasaran secara digital dan pembuatan desain kemasan dilakukan sebagai pelengkap kegiatan PkM ini. Secara keseluruhan, hasil pelatihan menunjukkan bahwa 86% peserta mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan dengan nilai post-test rata-rata 83,8. Hasil ini cukup menggembirakan yang artinya pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan praktek penyulingan minyak kayu putih, pengolahan limbah cair dan padat, serta branding produk mampu diikuti dengan baik oleh mitra. Kata Kunci: Branding Produk, Minyak Kayu Putih, Pengolahan Limbah, Redistilasi.  ABSTRACT The eucalyptus plant (Melaleuca cajuputi) is a non-timber forest product that is generally utilized for its leaves to produce eucalyptus oil. Essential oil craftsmen at the Al-Fattah Islamic Boarding School Cooperative (KOPPONTREN), Negara Ratu Village, Natar District, South Lampung Regency, who are our service partners, have been processing eucalyptus oil through simple distillation. However, the produced yield is only around 0.6–0.7%. Additionally, the generation of processing waste, the low selling price due to poor quality, and the lack of product marketing are the reasons behind this Community Service (PkM) activity. This activity improved the quality of eucalyptus oil products by creating a redistillation device. Socialization of solid and liquid waste treatment in the SSF Constructed Wetland reactor with wlingi grass plants was also conducted. In addition, digital marketing training and packaging design creation were conducted as a complement to this PkM activity. Overall, the training results show that 86% of participants experienced a significant improvement in their abilities, with an average post-test score of 83.8. This result is quite encouraging, meaning that the implementation of socialization activities and practices of eucalyptus oil distillation, liquid and solid waste processing, as well as product branding, can be well followed by partners. Keywords: Product Branding, Eucalyptus Oil, Waste Processing, Redistillation.
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pelatihan Media Promosi Kesehatan untuk Aktivasi Posyandu Remaja Kelurahan Sengkotek Samarinda Wati, Ratna; Al Banjari, Safriansyah; Rahmawati, Dyah; Isnaini, Nahara; Ahmadi, Khumairotul Zahroh Al; Karina, Refryana; Nurrachmawati, Annisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19082

Abstract

ABSTRAK  Posyandu remaja berperan penting dalam menjaga kesehatan remaja termasuk kesehatan reproduksi. Beberapa kendala pelaksanaan posyandu remaja kurangnya pengetahuan kesehatan dari kader remaja serta rendahnya minat remaja untuk hadir. Salah satu strategi mengaktifkan posyandu remaja adalah dengan edukasi dan pelatihan kepada kader remaja. Tim pengabdian masyarakat melaksanakan edukasi kespro remaja dengan metode ceramah dan diskusi. Selain itu dilakukan pula pelatihan canva dengan metode cerahmah dan praktik langsung membuat media kesehatan berupa poster kesehatan. Hasil dari pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan kader remaja mengenai kespro remaja, dan peningkatan keterampilan membuat media yaitu media poster. Implementasi pemberdayaan menggunakan motode Participatory Rural Action (PRA). Hasil kegiatan ini meliputi penyegaran dan sosialisasi kepada kader posyandu remaja, terjalin kemitraan dengan akademisi Universitas Mulawarman dan Poltekkes Kemenkes Kaltim. Kata Kunci: Pemberdayaan, Remaja, Kesehatan  ABSTRACT The Integrated Service Post (Posyandu) for adolescents plays an important role in maintaining adolescent health, including reproductive health. Some obstacles to implementing adolescent posyandu are the lack of health knowledge from adolescent cadres and the low interest of adolescents to attend. One strategy to activate adolescent posyandu is through education and training for adolescent cadres. The community service team carries out adolescent reproductive health education using lecture and discussion methods. In addition, Canva training was also carried out using the terangmah method and direct practice in making health media in the form of health posters. The results of this service are an increase in the knowledge of adolescent cadres regarding adolescent reproductive health, and an increase in skills in making media, namely poster media. The implementation of empowerment uses the Participatory Rural Action (PRA) method. The results of this activity include refreshment and socialization to adolescent posyandu cadres, establishing partnerships with academics from Mulawarman University and the Poltekkes of the Ministry of Health of East Kalimantan. Keywords: Empowerment, Youth, Health

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue