cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Cegah Bahaya Formalin: Identifikasi dan Sosialisasi pada Jajanan CFD Kota Malang Wattiheluw, Muhammad Hasan; Widayanti, Elok; Asworo, Riska Yudhistia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22762

Abstract

ABSTRAK Car Free Day (CFD) Malang adalah kegiatan rutin yang menghadirkan banyak masyarakat dengan berbagai jajanan kaki lima yang berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti formalin. Formalin adalah bahan kimia toksik yang biasa disalahgunakan sebagai pengawet makanan secara ilegal, berisiko menyebabkan gangguan kesehatan akut hingga kanker jika terpapar jangka panjang. Studi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengidentifikasi keberadaan formalin pada jajanan CFD Malang melalui pengabdian masyarakat yang dibagi menjadi dua tahap: pengujian sampel makanan dengan rapid test kit dan sosialisasi bahaya formalin. Sampel diambil secara acak dari jajanan yang dijual di lokasi, dan responden pengunjung mengikuti evaluasi pengetahuan terkait formalin. Hasil pengujian pada 11 sampel menunjukkan 8 diantaranya positif mengandung formalin. Evaluasi pengetahuan dari 20 responden menunjukan skor rata-rata 3,85 dari maksimal 6, dengan sekitar 60-72,5% responden mengetahui pengertian formalin, bahayanya, dan cara mengenalinya. Sosialisasi dilakukan dengan leaflet dan demonstrasi sederhana. Studi ini mengonfirmasi masih tingginya prevalensi pemakaian formalin pada jajanan CFD serta kesenjangan pengetahuan masyarakat terkait risiko formalin. Diperlukan upaya edukasi dan pengawasan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah dan komunitas agar kesehatan konsumen terlindungi dan jajanan di lokasi acara lebih aman. Program deteksi dan sosialisasi ini efektif untuk meningkatkan kesadaran serta mendukung pengendalian pangan berformalin secara lebih luas. Kata Kunci: Formalin, Car Free Day Malang, Jajanan Kaki Lima, Pengabdian Masyarakat, Rapid Test Kit  ABSTRACT Car Free Day (CFD) Malang is a routine event that attracts large numbers of the public and features a variety of street food vendors, some of which potentially contain hazardous substances such as formalin. Formalin is a toxic chemical commonly misused as an illegal food preservative with risks of causing acute health disorders and cancer upon long-term exposure. This study aims to raise public awareness and identify the presence of formalin in street foods sold at CFD Malang through a community service program divided into two phases: food sample testing using rapid test kits and dissemination of information regarding the dangers of formalin. Samples were randomly collected from foods sold at the venue, and visitors participated in evaluating their knowledge about formalin. Test results from 11 samples revealed that 8 were positive for formalin. Knowledge evaluation among 20 respondents showed an average score of 3.85 out of 6, with approximately 60–72.5% of respondents understanding the definition, hazards, and recognition methods of formalin. Dissemination efforts utilized leaflets and simple demonstrations. The study confirms the high prevalence of formalin use in CFD street foods alongside a knowledge gap in the community regarding associated risks. Continuous educational initiatives and supervision involving governmental and community stakeholders are necessary to protect consumer health and ensure safer food offerings at the event. This detection and dissemination program effectively enhances awareness and supports broader efforts to control formalin-contaminated foods. Keywords: Formalin, Car Free Day Malang, Street Food Vendors, Community Service, Rapid Test Kit
Penerapan Jus Tomat dan Jus Jambu Biji untuk Meningkatkan Kadar Haemoglobin pada Remaja Putri di Desa Wanajaya Bekasi Widaningsih, Ida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22619

Abstract

ABSTRAK Studi pendahuluan di Desa Wanajaya, wawancara 10 remaja putri, Mei 2025, diketahui bahwa mereka sering mengalami gejala saat menstruasi, sering mengalami gejala, detak jantung tidak teratur, nyeri dada, serta sesak napas. Untuk mengatasi keluhan,  mengonsumsi suplemen zat besi, istirahat, serta meningkatkan asupan cairan.Faktor utama penyebab anemia pada remaja putri adalah pola makan tidak sehat, status gizi, dan siklus menstruasi. Anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko masalah kesehatan.Kondisi ini perlu perhatian khusus karena meningkatkan risiko kematian ibu, kelahiran prematur, dan BBLR. Anemia masih menjadi masalah serius di negara berkembang seperti Indonesia dan Bangladesh. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya nyata dalam memberikan solusi praktis untuk mencegah dan mengatasi masalah anemia pada remaja putri. Anemia masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dijumpai, terutama karena rendahnya asupan gizi penting seperti zat besi dan vitamin C yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Metode ceramah dengan Alat/media yang digunakan berupa video dan poster cara melakukan pembuatan jus tonat dan jus jambu biji , leafleat dan PPT yang terkait materi yang akan disampaikan dalam kegiatan PKM tersebut. Pada saat kegiatan, remaja putri memahami dengan baik terkait pentingnya jus tomat dan jus jambu biji. Kegiatan evaluasi dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan sasaran remaja putri yang sudah mengkonsumsi jus tomat dan jus jambu biji dengan melakukan cek ulang pemeriksaan kadar haemoglobin (Hb). Pengetahuan dan wawasan remaja putri bertambah terkait pentingnya mengkonsumsi jus tomat dan jambu biji. Kata Kunci: Anemia, Remaja Putri, Haemoglobin, Jus Tomat, Jambu Biji  ABSTRACT A preliminary study conducted in Wanajaya Village in June 2025, through interviews with ten adolescent girls, revealed that many of them frequently experienced symptoms during menstruation. These included irregular heartbeat, chest pain, and shortness of breath. To relieve these discomforts, most reported relying on iron supplements, getting sufficient rest, and increasing fluid intake.The primary factors contributing to anemia among adolescent girls were identified as poor dietary habits, inadequate nutritional status, and menstrual cycles. Anemia not only weakens the immune system but also increases vulnerability to various health issues. This condition requires serious attention, as it is linked to greater risks of maternal mortality, preterm birth, and low birth weight (LBW). Alarmingly, anemia continues to be a major public health concern in many developing countries, including Indonesia and Bangladesh. This program was designed as a concrete effort to provide practical solutions for preventing and addressing anemia among adolescent girls. Anemia remains one of the most common health issues in this age group, largely due to insufficient intake of essential nutrients such as iron and vitamin C, both of which play a vital role in the production of hemoglobin. The lecture method was supported by various media tools, including instructional videos and posters demonstrating how to prepare tomato and guava juice, as well as leaflets and PowerPoint presentations that complemented the material delivered during the community service program. During the activity, the adolescent girls gained a clear understanding of the importance of consuming tomato and guava juice. The evaluation phase was carried out in May 2025, targeting those who had already incorporated these juices into their diet. As part of the assessment, their hemoglobin (Hb) levels were re-checked to monitor any improvements. The adolescent girls gained broader knowledge and deeper awareness of the benefits of consuming tomato and guava juice for their health. Keywords: Anemia, Adolescent Girls, Hemoglobin, Tomato Juice, Guava Juice
Empowerment of Community Health Center Providers about Screening Multidimensional Frailty Tallutondok, Eva Berthy; Siswadi, Yakobus; Sitanggang, Yenni Ferawati; Octaria, Martha; Sihombing, Riama Marlyn; Iradewi, Iradewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22399

Abstract

ABSTRACT The increasing number of elderly people in Indonesia underscores the need for knowledge about the vulnerabilitiesand health issues affecting the elderly population. Furthermore, the lack of skills among carers and the healthcaresystem to provide adequate, preventive, and dignified care makes it essential to initiate action. The main goal is to disseminate the research results and introduce the multidimensional frailty assessment questionnaire to healthcare providers in Community Health Centres. The procedures commenced through collaboration with the Dinas Kesehatan Kota Bandung. The participatory action technique was employed to incorporate research findings into community service activity through joint planning. Two phases of the program: workshop and follow-up. Discussion, demonstration, and re-demonstration within peer groups were utilized for workshops, with site visits to obtain feedback from participants randomly. 12 Community Health Centres participated in this community service initiative. Six sites were designated for research, while six other sites are situated near Bandung Kulon. Each Community Health Centre was invited to send two representatives, including the principal and the individual responsible for geriatric polyclinics (n=24). This study utilized the Wilcoxon Signed-Rank Test and Interpretative Phenomenological Analysis. The results showed that the workshop effectively improved the knowledge and skills of most healthcare workers, with a p-value of 0.001 (<0.05). Furthermore, the follow-up phase involved exploring healthcare providers’ perspectives on the use of frailty screening for elderly patients at Community Health Centres, which yielded three main themes: Theme 1, Tools and Instruments Used in Screening; Theme 2, Challenges in the Screening Process; and Theme 3, Optimization and Adaptation of the Screening Process. This workshop demonstrated an improvement in critical thinking, problem-solving, and other cognitive skills among healthcare workers. Additionally, the perspectives of primary healthcare providers regarding the implementation of frailty screening for elderly patients at Community Health Centres emphasized the importance of multidimensional frailty assessment for elderly visitors to the centres. Keywords: Community Service Program, Knowledge, Practice, Workshop
Pelatihan Kader Deteksi Dini Kanker Payudara untuk Memberdayakan Masyarakat di Desa Suka Maju Sari, Lia Artika; Susilawati, Enny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22692

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perempuan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebagian besar kasus terdeteksi pada stadium lanjut akibat rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Data Dinas Kesehatan Muaro Jambi mencatat tujuh kasus suspek kanker payudara, dengan dua kasus berasal dari Desa Suka Maju. Kondisi ini menegaskan urgensi intervensi berbasis masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan sebagai ujung tombak deteksi dini kanker payudara. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan, serta demonstrasi teknik SADARI dan SADANIS menggunakan modul, media audiovisual, dan phantom payudara. Peserta pelatihan berjumlah 30 kader. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan: sebelum pelatihan hanya 43,3% kader berada pada kategori pengetahuan baik, sementara setelah pelatihan angka tersebut meningkat menjadi 89%. Selain itu, kader menunjukkan keterampilan praktis dalam melakukan demonstrasi SADARI serta kemampuan komunikasi kesehatan untuk mengedukasi masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan kader efektif meningkatkan kesiapan komunitas dalam mendeteksi kanker payudara lebih dini. Pelatihan kader kesehatan terbukti berkontribusi pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam upaya promotif dan preventif kanker payudara. Intervensi serupa perlu diperluas ke wilayah lain guna menurunkan angka keterlambatan diagnosis dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien. Kata Kunci: Kanker Payudara, Deteksi Dini, Pelatihan  ABSTRACT Breast cancer is the leading cause of morbidity and mortality among women worldwide, including Indonesia. Most cases are detected at an advanced stage due to low public awareness of breast self-examination. Data from the Muaro Jambi Health Office recorded seven suspected cases of breast cancer, with two cases originating from Suka Maju Village. This situation highlights the urgency of community-based interventions through capacity building for health cadres. This community service activity aims to empower health cadres as the spearhead of early detection of breast cancer. The methods used include education, training, and demonstrations of techniques for Training Health Cadres in Early Detection of Breast Cancer to empower the community in Suka Maju Village, Mestong District, Muaro Jambi Regency, and Clinical Breast Examination using modules, audiovisual media, and breast phantoms. There were 30 cadres participating in the training. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to assess the improvement in knowledge and skills. The results of the activity showed a significant improvement: before the training, only 43.3% of cadres were in the good knowledge category, while after the training, this figure increased to 89%. In addition, the cadres demonstrated practical skills in performing breast examination demonstrations and health communication skills to educate the community. These findings confirm that cadre training is effective in improving community readiness to detect breast cancer at an early stage. Health cadre training has been proven to contribute to increasing community capacity in breast cancer promotion and prevention efforts. Similar interventions need to be expanded to other regions in order to reduce the rate of late diagnosis and increase patient survival rates. Keywords: Breast Cancer, Early Detection, Training
Edukasi Sadari untuk Deteksi Dini dan Isi Piringku sebagai Upaya Pencegahan Kanker Darni, Joyeti; Luthfia, Erien; Wahyuningsih, Retno; Sofiyatin, Reni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22509

Abstract

ABSTRAK Salah satu jenis kanker yang paling ditakuti perempuan dunia adalah kanker payudara. Penderita kanker payudara dapat lebih cepat mengetahui serangan kanker pada payudara dengan memeriksa sendiri secara teratur setiap bulan yang dikenal dengan praktik SADARI, selain itu Isi Piringku dengan pencegahan kanker terletak pada asupan gizi seimbang yang terkandung dalam panduan tersebut, terutama peningkatan konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya serat dan antioksidan. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan isi piringku sebagai upaya pencegahan kanker. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari empat tahap yaitu persiapan, pengorganisasian, edukasi, evaluasi (pre dan post test). Penyampaian edukasi dilakukan dengan metode ceramah dengan media leafleat dan praktik langsung tentang SADARI dan isi piringku. Rata-rata nilai pretest yaitu 58,6 setelah edukasi meningkat menjadi 86. Nilai p pada paired sample t-test menunjukkan p = 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan mendapat antusias yang baik dari kader posyandu dan adanya peningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan isi piringku sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet dan praktik. Kata Kunci: Edukasi, Isi Piringku, Kanker, SADARI  ABSTRACT One of the most feared types of cancer in women in the world is breast cancer. Breast cancer sufferers can detect breast cancer more quickly by regularly checking themselves every month, known as the practice of BSE. In addition, Isi Piringku with cancer prevention lies in a balanced nutritional intake contained in the guide, especially increasing the consumption of vegetables and fruits that are rich in fiber and antioxidants. To increase the knowledge and understanding of Posyandu cadres about breast self-examination (BSE) and Isi Piringku as an effort to prevent cancer. This community service activity consists of four stages, namely preparation, organization, education, evaluation (pre and post test). The delivery of education is carried out using the lecture method with leaflet media and direct practice about BSE and Isi Piringku. The average pretest score is 58.6 after education increased to 86. The p-value in the paired sample t-test shows p = 0.001, which means there is a significant difference between the level of knowledge of Posyandu cadres before and after being given education. Community service activities ran smoothly and received good enthusiasm from Posyandu cadres and there was an increase in Posyandu cadres' knowledge about breast self-examination (SADARI) and the contents of my plate before and after being given education using leaflet media and practice. Keywords: Education, My Plate, Cancer, BSE
PILAH : Pintar Kelola Sampah di Sekolah Amelia, Indah; Pratama, Liunardo Bintang; Subagdja, Muhammad Fauzan Meidika; Milenia, Tatyana; Nabilah, Raihan Shafa; Syifa, Diandra Salsabila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.16271

Abstract

ABSTRAK Sampah merupakan permasalahan global yang berdampak pada kesehatan anak sekolah dan prestasi belajar. Pemerintah Indonesia melalui Perpres No. 97 Tahun 2017 menargetkan Indonesia Bersih Sampah 2025, namun pencapaiannya masih terbatas. Pendidikan pengelolaan sampah sejak dini menjadi strategi penting. Program PILAH (Pintar Kelola Sampah di Sekolah) bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa SMP Negeri 1 Kutawaringin dalam mengelola sampah serta mendorong lahirnya gagasan inovatif. Kegiatan dilakukan melalui ceramah dan Focus Group Discussion (FGD), dengan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan, di mana 87,5% siswa mengalami kenaikan nilai pada post-test. Program PILAH efektif meningkatkan pengetahuan dan komitmen siswa terhadap pengelolaan sampah, dan berpotensi direplikasi di sekolah lain sebagai kontribusi pada target Indonesia Bersih Sampah 2025 Kata Kunci: Sampah, Siswa/i, Pengetahuan, Pengelolaan Sampah, Focused Group Discussion, Sanitasi.  ABSTRACT Waste remains a global problem that affects the health and academic performance of school children. The Indonesian government, through Presidential Regulation No. 97 of 2017, set the target of Indonesia Clean from Waste 2025, yet progress remains limited. Early education on waste management is therefore a crucial strategy. The PILAH (Smart Waste Management at School) program aimed to improve the knowledge and skills of students at SMP Negeri 1 Kutawaringin in managing waste and to encourage innovative ideas. The intervention combined lectures and Focus Group Discussions (FGDs), with evaluation using pre-test and post-test. Results showed a significant increase in knowledge scores, with 87.5% of students improving their post-test scores. The PILAH program effectively enhanced students’ knowledge and commitment to waste management and has the potential to be replicated in other schools as a contribution toward the Indonesia Clean from Waste 2025 target. Keywords: Waste, Students, Knowledge, Waste Management, Focused Group Discussion, Sanitation.
Pemberdayaan Pada Kader Kesehatan tentang Metode Kontrol Infeksi Simak dalam Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Sholekhah, Nur Khamilatusy; Sukmawati, Ayuda Nur; Sulistyorini, Ratna; Sugiarto, Rhima Shilki; Bilqis, Tsuraya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22774

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan gigi dan mulut di masyarakat saat ini prevalensinya masih tinggi. Untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut diperlukan upaya promotif, termasuk pada kader kesehatan. Kader memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk dapat mejangkau masyarakat, menjadi fasilitator dan pelopor pencegahan penyakit termasuk penyakit gigi dan mulut. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan kelurahan Sendangmulyo terkait upaya pencegahan infeksi yang dapat terjadi selama perawatan gigi dan mulut. Dengan melibatkan kader dalam pelatihan yang mendalam, diharapkan akan tercipta kader yang lebih kompeten dan terampil dalam melakukan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dengan ceramah, pelatihan, simulasi, praktik mandiri serta pengambilan data awal (pretest) dan akhir (posttest) menggunakan kuesioner. Peserta dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang. Dilakukan analisis deksriptif untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah. Program pengabdian masyarakat kepada kader kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader. Terdapat peningkatan pengethuan kader kesehatan tentang upaya pencegahan infeksi melaluio metode SIMAK dan adanya keberdayaan kader kesehatan dalam melakukan praktik mandiri deteksi dini karies gigi, radang gusi dan manifestasi HIV/AIDS di rongga mulut. Pemberdayaan memberikan penyuluhan dan pelatihan pada kader, dapat menciptakan kader yang lebih kompeten dan mampu memberikan edukasi kesehatan gigi kepada masyarakat. Sehingga prevalensi penyakit gigi dan mulut bisa menurun dan derajat kesehatan gigi masyarakat bisa menjadi lebih baik. Kata Kunci: Pemberdayaan Kesehatan, Kader Kesehatan, Kesehatan Gigi dan Mulut, Metode Kontrol Infeksi  ABSTRACT Dental and oral health problems are still prevalent in society today. Promotional efforts are needed to improve dental and oral health, including among health cadres. Cadres play an important role as an extension of the government in reaching out to the community, acting as facilitators and pioneers in disease prevention, including dental and oral diseases. This community service program aims to increase the knowledge of health cadres in the Sendangmulyo sub-district regarding efforts to prevent infections that can occur during dental and oral care. By involving cadres in in-depth training, it is hoped that more competent and skilled cadres will be created to educate all levels of society. This community service was carried out through counseling and training. The methods used in this community service included lectures, training, simulations, independent practice, and initial (pre-test) and final (post-test) data collection using questionnaires. The participants in this activity were health cadres from the Sendangmulyo sub-district, Semarang City. Descriptive analysis was performed to determine the effect before and after. The community service program for health cadres proved effective in increasing the cadres' knowledge. There was an increase in the health cadres' knowledge about infection prevention efforts through the SIMAK method and the empowerment of health cadres in conducting independent practices for early detection of dental caries, gingivitis, and manifestations of HIV/AIDS in the oral cavity. Empowerment by providing counseling and training to cadres can create more competent cadres who are able to provide dental health education to the community. This can reduce the prevalence of dental and oral diseases and improve the dental health of the community. Keywords: Health Empowerment, Health Cadres, Dental and Oral Health, Infection Control Methods
Pelatihan Akupresur untuk Persiapan Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III di Desa Wanajaya Simanjuntak, Herlina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22620

Abstract

ABSTRAK Masa trimester III kehamilan merupakan periode yang penuh tantangan karena ibu hamil sering mengalami keluhan fisik maupun psikologis menjelang persalinan. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat membantu mempersiapkan ibu menghadapi proses persalinan adalah akupresur. Teknik ini relatif mudah, aman, dan dapat dipelajari secara praktis. Melalui pelatihan yang terarah, ibu hamil diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan akupresur sebagai upaya meningkatkan kesiapan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan akupresur terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan persalinan pada ibu hamil trimester III di Desa Wanajaya tahun 2025. Metode pelatihan ini dengan cara workshop langsung. Mitra dalam kegiatan PkM ini adalah Desa Wanajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi. Hasil kunjungan lokasi mitra berkoordinasi dengan bidan setempat bahwa jumlah ibu hamil yang  Dilayani sebanyak 30 orang. Hasil wawancara dengan bidan, ibu hamil pernah dilakukan pendidikan kesehatan tentang persiapan persalinan, akan tetapi manajemen nyeri non farmakologi dengan teknik akupresur belum disosialisasikan dan dilatih. Oleh karena itu potensi PkM ini akan membantu kemandirian kesehatan ibu hamil untuk mempersiapkan proses persalinan yang aman, nyaman dan positif dengan manajemen nyeri non farmakologi. Pelatihan akupresur terbukti meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manfaat akupresur, keterampilan dalam melakukan teknik pada titik-titik tertentu, serta meningkatkan rasa percaya diri menghadapi persalinan. Sebagian besar ibu melaporkan penurunan rasa cemas dan lebih siap secara fisik maupun mental setelah mengikuti pelatihan. Pelatihan akupresur pada ibu hamil trimester III efektif dalam meningkatkan kesiapan persalinan baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun kesiapan psikologis. Program ini dapat menjadi alternatif intervensi edukatif dalam upaya promotif dan preventif kesehatan ibu. Kata Kunci: Akupresur, Ibu Hamil, Trimester III, Persiapan Persalinan, Pelatihan  ABSTRACT The third trimester of pregnancy is often considered a challenging phase, as expectant mothers commonly experience both physical discomfort and psychological concerns in preparing for childbirth. One non-pharmacological approach that can support mothers during this period is acupressure. This technique is relatively simple, safe, and can be learned through hands-on practice. With structured training, pregnant women are expected to gain the knowledge and skills necessary to apply acupressure as a means of enhancing both physical readiness and mental well-being. This study aims to examine the impact of acupressure training on improving knowledge, skills, and childbirth preparedness among third-trimester pregnant women in Wanajaya Village in 2025. The training was conducted through a hands-on workshop. The partner in this community service activity was Wanajaya Village, Cibitung District, Bekasi Regency. Based on the site visit and coordination with the local midwife, it was agreed that the program would involve 30 pregnant women. Interviews with the midwife revealed that health education on childbirth preparation had previously been provided; however, non-pharmacological pain management using acupressure techniques had not yet been introduced or practiced. Therefore, this community engagement program has the potential to foster maternal independence in preparing for childbirth in a safe, comfortable, and positive way through non-pharmacological pain management strategies. The findings revealed that acupressure training significantly enhanced participants’ knowledge about its benefits, improved their ability to perform acupressure techniques on specific points, and increased their confidence in facing childbirth. Most participants also reported reduced anxiety and greater physical and psychological readiness after completing the training. Acupressure training for third-trimester pregnant women is effective in strengthening childbirth preparedness across cognitive, practical, and psychological dimensions. This program may serve as an alternative educational intervention in maternal health promotion and prevention efforts. Keywords: Acupressure, Pregnant Women, Third Trimester, Childbirth Preparation, Training
Skrining dan Edukasi pada Kelompok Rentan Tuberkulosis Paru (TB) Berbasis Teknologi Digital di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi Kurniawati, Eti; Merdekawati, Diah; Listiawaty, Renny; Yuniza, Yuniza; Syahirah, Riby Bintang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22406

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis adalah suatu penyakit kronikmenular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacteriumtuberculosis. Tahun 2020-2024 jumlah penderita TB di 20 Puskesmas mengalami peningkatan. Salah satu Puskesmas di Kota Jambi yangmemiliki banyak penderita TB adalah Puskesmas Simpang Kawat, dengan capaian suspek TB Paru sebanyak 541 (91,85 %) dengan prevalensi 1,9 sedangkan 62 pasien TB (+) yang mendapatkan layanan Kesehatan. Menjadi tugas penting bagi petugas kesehatan serta kader Posyandu dalam mencegah terjadinya peningkatan angka kejadian TB Paru. Tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang SKrining pencegahan dan pengendalian TB Paru. Kegiatan diawali dengan FGD bersama Mitra kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang diabetes mellitus dan skrining ulkus diabetik serta pengenalan dan penggunaan tentang aplikasi SIFAR-TB. Metode pendekatan untuk mencapai target luaran adalah knowledge transfer dan technology transfer. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada peserta tentang skrining TB Paru baik secara manual maupun dengan aplikasi SIFAR-TB. Kegiatan skrining dan edukasi pada kelompok keluarga rentan TB dapat dilakukan secara berkesinambungan agar penularan TB dapat dicegah sejak dini.  Kata Kunci: Tuberkulosis, Skrining,Edukasi  ABSTRACT Introduction: Tuberculosis is a chronic infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. In 2020-2024 the number of TB sufferers in 20 Community Health Centers increased. One of the Community Health Centers in Jambi City that has many TB sufferers is Simpang Kawat Community Health Center, with a reach of 541 (91.85%) suspected Pulmonary TB with a prevalence of 1.9 while 62 TB patients (+) who received health services. Partners have posyandu cadres for several health service activities in the community with a total of 35 people. Routine activities carried out by posyandu cadres are coordinated by partners such as cadres for infectious diseases and non-infectious diseases. The description of the sanitation conditions of the patient's house includes the physical condition of the house which is vulnerable to becoming a breeding ground for tuberculosis bacteria, thus causing an increase in the prevalence of Pulmonary TB. Objective: The purpose of implementing the activity is to increase the knowledge and skills of partners regarding early detection of TB prevention and control and to improve the quality of partner services for Pulmonary TB sufferers. Method: The approach method to achieve the output target is knowledge transfer and technology transfer. Output targets: increasing knowledge, skills and health services Results: This activity was carried out in August 2025, starting with the FGD of the Community Service Team with the Simpang Kawat Health Center Health workers, then mentoring and education for Health workers and Posyandu Cadres as well as screening activities for the TB-vulnerable community in the Simpang Kawat Health Center work area. Conclusion: Screening and education activities for TB-vulnerable family groups can be carried out continuously so that TB transmission can be prevented early. Keywords: Tuberculosis, Screening, Education
Edukasi MPASI dalam Program GERBANG EMAS: Membangun Pondasi Nutrisi Awal untuk Mencegah Stunting Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo; Megasari, Anis Laela; Larasati, Disa; Rahmah, Ulinuha Aufa; Ningrum, Dita Cahaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22693

Abstract

ABSTRACT Stunting is a health problem in toddlers characterized by height below the standard and delayed cognitive development as a result of chronic malnutrition. One of the contributing factors is inappropriate complementary feeding (CF) practices, in terms of timing, type, texture, and feeding frequency. A lack of maternal knowledge is a key factor underlying these inappropriate practices. This community service activity aimed to improve mothers’ knowledge regarding appropriate complementary feeding to support optimal child growth and development and to prevent stunting. The method was carried out through CF education, accompanied by examples of local menus and tips on food texture according to the child’s age, and concluded with a discussion. The target participants of this activity were 35 mothers of infants aged 6–12 months. Based on the pre-test results, the average maternal knowledge score was 7.8, which increased to 8.4 after the educational intervention. The results indicate an improvement in knowledge gained through participatory education in the complementary feeding class. It is expected that future activities will be complemented by long-term assistance, periodic evaluation of children’s nutritional status, and expanded research coverage that includes maternal behavior and involves a control group. Keywords: Complementary Feeding, Stunting, Health Education  ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan pada balita yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar dan keterlambatan perkembangan kognitif akibat kekurangan gizi kronis. Salah satu penyebabnya adalah praktik pemberian MPASI yang tidak tepat, baik dari segi waktu, jenis, tekstur, maupun frekuensi makan. Kurangnya pengetahuan ibu menjadi faktor utama dalam ketidaktepatan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian MPASI yang tepat guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan mencegah stunting. Metode kegiatan dilakukan melalui pemberian edukasi MPASI disertai dengan contoh menu lokal serta tips tekstur makanan sesuai dengan usia anak lalu ditutup dengan diskusi. Mitra dalam kegiatan ini adalah 35 orang ibu balita usia 6 -12 bulan. Berdasarkan hasil pre test didapatkan rerata nilai pengetahuan ibu adalah 7,8 dan meningkat menjadi 8,4 setelah intervensi edukasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang didapatkan melalui edukasi partisipatif dalam kelas MPASI. Diharapkan untuk kegatan selanjutnya dapat dilengkapi dengan pendampingan jangka panjang, evaluasi status gizi anak secara berkala, serta perluasan cakupan penelitian yang mencakup perilaku ibu dan melibatkan kelompok kontrol. Kata Kunci: MPASI, Stunting, Edukasi Kesehatan

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue