cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Edukasi Kepatuhan Puasa Pra-Operasi untuk Mencegah Post Dural Puncture Headache di RSUD Ibu Fatmawati Surakarta Megasari, Anis Laela; Wulandari, Ika Subekti; Cahyanto, Erindra Budi; Mulyani, Sri; Santoso, Tri Budi; Fitriana, Fia; Supriyatno, Abigael Thea Rahmany; Susilowati, Amanda Bintang; Ramadhani, Aura Kamilla; Fitriana, Azizah Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22532

Abstract

ABSTRAK Puasa pra-operasi merupakan salah satu bagian penting dari persiapan pembedahan yang bertujuan mencegah komplikasi anestesi. Namun masih banyak ditemukan pasien maupun keluarga pasien yang tidak memahami tujuan dan manfaat puasa pra operasi. Ketidakpahaman pasien dan keluarga pasien terhadap durasi serta tujuan puasa masih menjadi masalah yang berdampak pada rendahnya tingkat kepatuhan. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien dalam menjalankan puasa pra operasi. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan yang dikombinasikan dengan penggunaan media permainan edukatif “SOPAN” (Spin Wheel untuk Kepatuhan Pra-operasi). Metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap kepatuhan pra operasi. Kegiatan ini dilaksanakan di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta. Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari pasien dan pendamping pasien mengikuti sesi edukasi, pretest, posttest, dan permainan interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan skor pemahaman peserta setelah edukasi, yaitu sebanyak 25%. Edukasi dengan pendekatan interaktif melalui media permainan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien mengenai kepatuhan puasa pra-operasi. Strategi ini dapat menjadi inovasi dalam edukasi kesehatan untuk mendukung keselamatan pasien pada tindakan pembedahan.  Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Kepatuhan, Keselamatan Pembedahan, Permainan Edukatif, Puasa Pra Operasi.  ABSTRACT Preoperative fasting is an essential part of surgical preparation, aimed at preventing anesthetic complications. However, many patients and their families still do not understand the purpose and benefits of preoperative fasting. This lack of understanding regarding the duration and purpose of fasting remains a problem, resulting in low levels of compliance. This educational program aims to improve patient understanding and compliance with preoperative fasting. This activity was conducted using a counseling method combined with the educational game "SOPAN" (Spin Wheel for Preoperative Compliance). This educational method is effective in improving patient understanding of preoperative compliance. This activity was conducted at Ibu Fatmawati Soekarno General Hospital in Surakarta City. A total of 15 participants, consisting of patients and their companions, participated in the educational session, pretest, posttest, and interactive game. Evaluation results showed a 25% increase in participants' understanding after the education. Interactive education through games has proven effective in improving patient understanding of preoperative fasting compliance. This strategy can be an innovation in health education to support patient safety during surgical procedures. Keywords: Compliance, Educational Games, Health Education, Preoperative Fasting, Surgical Safety.
Education Efforts Types Of X-Ray Radiographic Examination In Dentistry Using Posters and Instagram Social Media Yusuf, Moh.; Anshori, Isa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.21529

Abstract

ABSTRAK  Bidang Radiologi Kedokteran Gigi sangat berhubungan dengan paparan radiasi. Setiap paparan radiasi akan memberikan efek kepada tubuh kita baik sebagai pasien maupun sebagai operator. Efek biologis yang di terima oleh tubuh ini sering dikenal sebagai efek stokastik dan efek deterministik. Tujuan dari pemeriksaan radiologi adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien melalui teknologi radiologi. Dari hasil rekam gambar akan diketahui kondisi pasien. Berdasarkan dari hasil rekam gambar tersebut akan ditentukan diagnosis dan rekomendasi penanganan atau pengobatan. Tindakan-tindakan yang biasa dilakukan oleh dokter gigi seringkali membutuhkan foto rontgen. Akan tetapi faktor geografis, demografis dan sosiologis, terkadang mengakibatkan pasien tidak dapat menjangkau fasilitas rontgen tersebut. Begitu juga pengetahuan masyarakat tentang pentingnya foto rontgen gigi dalam menentukan tindakan yang dilakukan. Masih banyak asumsi di masyarakat bahwa foto rontgen gigi kurang dibutuhkan sebelum dilakukan tindakan, misalnya pada pasien yang ingincabut gigi atau melakukan perawatan saluran akar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas media poster dan media sosial sebagai alat edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemeriksaan rontgen di kedokteran gigi. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest deengan responden adalah siswa SMK Bhakti Praja Batang, dengan metode  stratified random sampling. Pada penelitian ini diperoleh 27 sample, Data dianalisis menggunakan hasil analisis deskriptif dan uji statitistik independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman masyarakat setelah intervensi (p<0.05). Edukasi berbasis media digital dan visual terbukti efektif dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang pemeriksaan rontgen. Kata Kunci: Edukasi, Radiologi, Kedokteran Gigi, Media Sosial, Poster  ABSTRACT The field of Dentomaxillofacial Radiology is closely related to radiation exposure. Any exposure to radiation has an effect on our bodies, both as patients and as operators. These biological effects received by the body are often known as stochastic effects and deterministic effects. The purpose of a radiological examination is to determine the patient's health condition through radiological technology. From the results of the image recording, the patient's condition will be known. Based on the results of the image recording, a diagnosis and recommendations for treatment or treatment will be determined. Based on daily procedure dentists often require x-rays. However, geographical, demographic and sociological factors sometimes result in patients not being able to reach the X-ray facility. Likewise, public knowledge about the importance of dental x-rays in determining what action to take. There are still many assumptions in society that dental x-rays are not needed before any action is taken, for example in patients who want to have their teeth extracted or undergo root canal treatment. This research aims to evaluate the effectiveness of posters and social media as educational tools to increase public understanding about x-ray examinations in dentistry. The study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach with respondents being students of SMK Bhakti Praja Batang, with a stratified random sampling method. In this study, 27 samples were obtained. Data were analyzed using descriptive analysis results and independent t-test statistical tests. The results showed a significant increase in the level of community understanding after the intervention (p<0.05). Education based on digital and visual media has proven effective in increasing public literacy about x-ray examinations. Keywords: Education, Radiology, Dentistry, Social Media, Posters
Revitalisasi Kesehatan Berbasis Kemandirian Digital pada Kader Posyandu untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan Daerah Pesisir Kepetingan, Sidoarjo Prastyawati, Irine Yunila; Lusiani, Etik; Kristiyono, Jokhanan; Jesus, Dulce Giovania De; Muda, Maria Antonia F.P.Donata BK.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22797

Abstract

ABSTRAK Kader posyandu memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya di Dusun Kepetingan, Sidoarjo. Wilayah ini teridentifikasi memiliki masalah dalam rendahnya kesadaran perilaku PHBS, tingginya kasus penyakit kulit, serta keterbatasan akses internet yang mengambat manajemen komunikasi digital. Program PKM ini bertujuan unuk meningkatkan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan PHBS, skrining penyakit kulit menggunakan SCORAD serta pelatihan kemandirian digital yang digunakan dalam promosi kesehatan maupun ekonomi loka. PKM ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), dengan melibatkan 10 kader posyandu. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Instrumen evaluasi berupa pre-test dan post-test pada setiap sesi pelatihan, serta observasi praktik kader. Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader. Pengetahuan PHBS meningkat sebesar 42%, keterampilan skrining penyakit kulit menggunakan SCORAD meningkat 47%, pemahaman kemandirian digital meningkat 32%, dan keterampilan desain digital meningkat 40%. Kader juga mampu menghasilkan media digital sederhana seperti poster dan video promosi kesehatan. Kegiatan PKM melalui pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam aspek sosial kemasyarakatan (kesehatan) dan aspek manajeme. Kader tidak hanya berperan sebagai agen kesehatan, tetapi juga sebagai agen ekonomi dan jembatan informasi di masyarakat. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader melalui pendekatan partisipatif dan dukungan teknologi digital dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pesisir. Kata Kunci: Kader, Posyandu, PHBS, SCORAD, Pesisir  ABSTRACT Posyandu cadres play an important role in improving community health, including in Kepetingan Hamlet, Sidoarjo. This area has been identified with problems such as low awareness of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), high prevalence of skin diseases, and limited internet access that hinders digital communication management. This Community Service Program (PKM) aimed to enhance the capacity of posyandu cadres through PHBS training, skin disease screening using SCORAD, and digital independence training for both health promotion and local economic development. The program employed a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, involving 10 posyandu cadres. The stages of activities included socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. Evaluation instruments consisted of pre-tests and post-tests for each training session, as well as observation of cadre practices. There was a significant improvement in the knowledge and skills of cadres. PHBS knowledge increased by 42%, skin disease screening skills using SCORAD increased by 47%, digital literacy understanding increased by 32%, and digital design skills increased by 40%. Cadres were also able to produce simple digital media such as posters and health promotion videos. This PKM program successfully improved the capacity of posyandu cadres in both social-health aspects and managerial aspects. Cadres not only function as health agents but also as economic agents and information bridges within the community. The success of this program demonstrates that cadre empowerment through participatory approaches and digital technology support can be an effective strategy to improve the quality of public health in coastal areas. Keywords: Cadre, Posyandu, PHBS, SCORAD, Coastal
Inovasi Produk Vegetable Pack Berbasis Potensi Kebun Lokal pada PKK Bawahan Seberang Prihandini, Yustin Ari; Yunarti, Azmi; Adhipurna, Novian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22656

Abstract

ABSTRAK Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen sayuran kelompok PKK Bawahan Seberang melalui inovasi produk berbasis vegetable pack dan diversifikasi olahan. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya keterampilan dalam pengemasan serta belum adanya strategi pemasaran yang efektif. Kegiatan dilakukan melalui survei awal, sosialisasi, pelatihan inovasi produk, serta pengadaan fasilitas pendukung produksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan variasi produk fresh pack sebanyak lima jenis (solo selada, solo tomat, solo sawi, sayur bening, dan sayur gangan asam) serta peningkatan keterampilan mitra dalam pengemasan yang lebih higienis dan menarik. Evaluasi melalui pretest dan posttest memperlihatkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Kegiatan ini mampu memperkuat kapasitas mitra dalam mengelola hasil panen serta mendukung pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Kata Kunci: Vegetable Pack, Inovasi Produk, Pengemasan, PKK, Pemasaran  ABSTRACT This Community Service Program (PkM) aimed to enhance the added value of vegetable harvests from the PKK Bawahan Seberang group through product innovation in vegetable packs and diversification of processed products. The main problems faced by the partners were limited packaging skills and the absence of effective marketingstrategies. The program was conducted through preliminary surveys, socialization, product innovation training, and provision of production facilities. The results showed an increase in fresh pack variations, with five new products (solo lettuce, solo tomato, solo mustard greens, clear vegetable soup, and sour vegetable soup) and improved partner skills in hygienic and attractive packaging. Evaluation through pretest and posttest indicated significant improvements in participants’ knowledge and skills. This program successfully strengthened partners’ capacity in managing harvests and supported the development of community-based agribusiness utilizing local potential. Keywords : Vegetable Pack, Product Innovation, Packaging, PKK, Marketing
Pelatihan Kader dalam Deteksi Dini Risiko Berat Bayi Lahir Rendah di Kelurahan Tambak Wedi Surabaya Susilaningrum, Rekawati; Utami, Sri; Nurulaini, Elfira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22434

Abstract

ABSTRAK Angka kematian bayi di Kelurahan Tambak Wedi masih cukup tinggi, yaitu 8,5 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2022. Salah satu penyumbang angka kematian bayi tersebut adalah tingginya angka kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Beberapa faktor risiko terjadinya BBLR sebenarnya dapat diketahui secara dini oleh ibu maupun kader kesehatan. Namun permasalahan yang ditemui adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan untuk mengenali secara dini faktor risiko kelahiran BBLR. Hal ini mengakibatkan pengenalan dan pencegahan kelahiran BBLR menjadi terlambat. Kelahiran BBLR berisiko meningkatkan kesakitan dan kematian pada bayi. Kondisi ini memerlukan intervensi untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, terutama kader, dalam melakukan upaya deteksi dini bayi BBLR. Keterbatasan pengetahuan masyarakat menjadi kendala dalam upaya deteksi dini tersebut. Meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya kader, dalam melakukan upaya deteksi dini bayi BBLR. Pelatihan pada Kader tentang deteksi dini resiko BBLR. Usia peserta terbanyak berada pada rentang 41-45 tahun, sebagian besar berpendidikan setingkat SMA/Sederajat dan telah menjadi kader Surabaya Hebat (KSK) selama 6-10 tahun. Rata-rata skor sebelum pelatihan sebesar 79,3 sedangkan setelah pelatihan skorenya 85,2. Dengan demikian ada kenaikan sebesar 5,9.sebagian besar kader peserta kegiatan pengmas meningkat pengetahuannya. Simpangan baku saat pre test diperoleh nilai sebesar 11,97, sedangkan saat post test diperoleh nilai simpangan baku sebesar 7,92. Simpangan baku saat pretest memiliki sebaran yang lebih luas sehingga ada perbedaan skore yang cukup besar antar peserta. Untuk simpangan baku saat post test, variasi sebaran lebih menurun, sehingga skore lebih homogen. Pelatihan kader ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu dalam deteksi dini resiko BBLR. Perlu ada penyegaraan dengan pelatihan secara berkala pada Masyarakat khususnya kader tentang deteksi BBLR dan Upaya pencegahannya.   Kata Kunci: Kader, Deteksi Dini, BBLR  ABSTRACT The infant mortality rate in Tambak Wedi Village remains quite high, at 8.5 per 1,000 live births in 2022. One of the contributing factors to this infant mortality rate is the high incidence of low birth weight (LBW) babies. Several risk factors for LBW can actually be identified early by mothers and health workers. However, the problem encountered is the lack of knowledge and skills among health workers to recognize the risk factors for LBW early on. This results in late identification and prevention of LBW. LBW births increase the risk of morbidity and mortality in infants. This condition requires intervention to improve the ability of the community, especially cadres, to detect LBW infants early. Limited community knowledge is an obstacle to early detection efforts.   To improve the ability of the community, especially cadres, to detect LBW babies early. Training for Cadres on early detection of LBW risk. The majority of participants were aged between 41 and 45 years old, most of whom had a high school education and had been members of Surabaya Hebat (KSK) for 6-10 years. The average score before the training was 79.3, while after the training it was 85.2. Thus, there was an increase of 5.9. Most of the participants increased their knowledge. The standard deviation during the pre-test was 11.97, while during the post-test, the standard deviation was 7.92. The standard deviation during the pre-test had a wider distribution, resulting in significant score differences between participants. For the standard deviation during the post-test, the distribution variation decreased, resulting in more homogeneous scores. This cadre training can improve mothers' knowledge and understanding of early detection of LBW risk. There is a need for refresher training on a regular basis for the community, especially cadres, on LBW detection and prevention efforts.   Keywords: Cadres, Early Detection, LBW
Peranan dan Dukungan Generasi Muda terhadap Lansia melalui Kegiatan Lintas Generasi dengan Ketersediaan “Ruang Hati” sebagai Media Curhat dan Kualitas Hidup Noventi, Iis; Ainiyah, Nur; Hasina, Siti Nur; Kartini, Yanis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22741

Abstract

ABSTRAK Melalui generasi muda dan kegiatan lintas generasi, dampak positif serta dukungan yang diperoleh akan semakin bermanfaat bagi para lansia. Oleh karena itu, program “Ruang Hati” dibuat agar para lansia juga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui kegiatan yang menawarkan sebagian layanan psikologis dan interaksi lintas generasi, dengan meregan kebun, reminiscense, olahraga, bercerita, dan bina keluarga. Tujuan pengabdian ini adalah psychosocial wellbeing. Dalam hal ini, 30 anggota Karang Taruna dan kesehatan serta 107 lansia dari komunitas LUNA MAYA digabungkan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dari generasi muda dan cara mereka berinteraksi serta memberikan care kepada para lansia. Meskipun ini masih berada dalam keterbatasan, Program ini mampu mengurangi tingkat kesepian lansia. Besar harapan, kegiatan yang diusulkan dapat dijadikan lanjutan dalam kegiatan di komunitas. Kata Kunci: Lansia, Lintas Generasi, Ruang Hati, Kualitas Hidup, Psikologis  ABSTRACT Through the younger generation and intergenerational activities, the positive impact and support gained will be even more beneficial for the elderly. Therefore, the “Ruang Hati” program was created so that the elderly can also improve their quality of life. The approach taken is through activities that offer psychological services and intergenerational interaction, such as gardening, reminiscence, sports, storytelling, and family development. The goal of this service is psychosocial wellbeing. In this case, 30 members of Karang Taruna and health workers and 107 elderly people from the LUNA MAYA community were brought together. The results of the study showed a significant improvement in the younger generation and the way they interact and provide care to the elderly. Although this is still limited, the program has been able to reduce the level of loneliness among the elderly. It is hoped that the proposed activities can be continued in the community. Keyword: Eaderly, Intergenerational, Heart Space, Quality of Life, Psychological
Penyuluhan Rasionalisasi Penggunaan Antibiotik sebagai Strategi Pencegahan Resistensi di RW 08 Desa Cikadut Saepudin, Syumillah; Dewi, Anisya; Wulansari, Wulansari; Salsabila, Alifia; Diani, Riski; Indria, Nefha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22568

Abstract

ABSTRAK Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan penyebab utama meningkatnya resistensi antimikroba di Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap warga terkait penggunaan antibiotik melalui penyuluhan berbasis komunitas. Program dilaksanakan selama satu minggu dari tanggal 15–21 Juni 2025 di RW 08 Desa Cikadut, Kabupaten Bandung, dengan melibatkan mahasiswa sebagai pelaksana utama. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan desain one group pre-test and post-test yang melibatkan 80 responden dari berbagai latar belakang. Kegiatan penyuluhan dilakukan secara door to door dengan pendekatan edukatif partisipatif, menggunakan media leaflet dan materi yang mengacu pada prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Instrumen evaluasi berupa kuesioner pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Peneliti menganalisis data dengan metode uji paired t-test untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah intervensi dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan setelah penyuluhan (p < 0,05), serta perubahan sikap positif dalam penggunaan antibiotik secara bijak. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif yang humanis, partisipatif, dan kontekstual efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat kontribusi institusi pendidikan tinggi dalam pembangunan kesehatan berbasis komunitas. Kata Kunci: Penyuluhan, Antibiotik, Resistensi, Cikadut  ABSTRACT The irrational use of antibiotics is a major contributing factor to the rise of antimicrobial resistance in Indonesia. This community service activity aimed to improve public knowledge and attitudes regarding the rational use of antibiotics through a community-based educational intervention. The program was conducted over one week June periode from 15–21, 2025 in RW 08, Cikadut Village, Bandung Regency, with university students serving as the primary implementers. A pre-experimental one-group pre-test and post-test design was applied, involving 80 respondents from diverse demographic backgrounds. The counseling was delivered door to door using a participatory and contextual educational approach, guided by the DAGUSIBU principles (Get, Use, Store, and Dispose). Evaluation instruments included structured questionnaires administered before and after the intervention. Data analysis was performed using a paired t-test to evaluate differences between pre- and post-intervention results, assisted by SPSS version 25. The results showed a significant increase in participants’ knowledge scores after the intervention (p < 0.05), along with improved attitudes toward the safe and responsible use of antibiotics. This activity demonstrates that a humanistic and locally adapted educational strategy is effective in increasing public awareness and highlights the strategic role of higher education institutions in translating scientific knowledge into community health practice. Keywords : Counseling, Antibiotics, DAGUSIBU, Resistance, Cikadut
Penguatan Peran Kader dalam Upaya Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Post Partum dengan Menggunakan Metode Pijat Oksitosin Fitriasnani, Meirna Eka; Himmah, Fithri Rif'atul; Nikmah, Anis Nikmatul; Puspita, Nara Lintan Mega; Aminah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.20827

Abstract

ABSTRAK Air susu ibu terbukti dapat mencerdaskan dan meningkatkan kualitas generasi muda bangsa, setiap bayi yang diberi ASI akan mempunyai kekebalan alami terhadap penyakit karena ASI banyak mengandung antibodi, zat kekebalan aktif yang akan melawan masuknya infeksi ke dalam tubuh bayi. Saat ini sekitar 40 % kematian balita terjadi pada satu bulan pertama kehidupan bayi, dengan pemberian ASI akan mengurangi 22 % kematian bayi dibawah 28 hari, dengan demikian kematian bayi dan balita dapat dicegah melalui pemberian ASI Ekslusif 3 secara dini dari sejak bayi dilahirkan di awal kehidupannya.  Pengetahuan dan ketrampilan dalam upaya meningkatkan produksi ASI akan menunjang keberhasilan laktasi. Berdasarkan data survey pendahuluan yang diambil di lokasi pengabdian masyarakat terdapat jumlah ibu hamil keseluruhannya berjumlah 42 kader dan 16 orang diantaranya yaitu kader yang masih rendah pengetahuan dan ketrampilan mengenai pijat oksitosin dalam upaya meningkatkan produksi ASI Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan dan ketrampilan pada ibu kader tentang pijat oksitosin pada ibu postpartum sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dan mampu meningkatkan produksi ASI pada bayinya. Peserta kegiatan dalam pengabdian ini adalah kader yang berjumlah 15 orang. Dari hasil pengabdian masyarakat ini diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader tentang pijat oksitosin dalam upaya untuk meningkatkan produksi ASI setelah diberikan edukasi kesehatan. Media yang digunakan dalam pengabdian ini adalah menggunakan leaflet. Leaflet merupakan media yang praktis dan mudah dibaca dan dipahami oleh peserta. Diharapkan dengan adanya pemahaman dan ketrampilan yang baik tentang pijat oksitosin ini dapat meningkatkan produksi ASI sehingga target cakupan ASI Eksklusif dapat tercapai.  Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Kader, Ibu Postpartum, Pijat Oksitosin  ABSTRACT Breast milk has been proven to be able to make the young generation of the nation smarter and improve the quality of the nation's youth, every baby who is breastfed will have natural immunity to disease because breast milk contains many antibodies, active immune substances that will fight the entry of infection into the baby's body. Currently, around 40% of toddler deaths occur in the first month of a baby's life, with breastfeeding it will reduce 22% of infant deaths under 28 days, thus infant and toddler deaths can be prevented through early provision of Exclusive Breast Milk 3 from the time the baby is born in the beginning of his life. Knowledge and skills in efforts to increase breast milk production will support successful lactation. Based on preliminary survey data taken at the community service location, there were a total of 42 pregnant women cadres and 16 of them were cadres who still had low knowledge and skills regarding oxytocin massage in efforts to increase breast milk production. The purpose of this community service is to provide health education and skills to cadre mothers about oxytocin massage in postpartum mothers so that they can increase the knowledge and skills of cadres and be able to increase breast milk production in their babies. Participants in this service activity were 15 cadres. From the results of this community service, it is known that there is an increase in knowledge and skills of cadres about oxytocin massage in an effort to increase breast milk production after being given health education. The media used in this service is using leaflets. Leaflets are practical media that are easy to read and understand by participants. It is hoped that with a good understanding and skills about oxytocin massage, breast milk production can be increased so that the target of exclusive breastfeeding coverage can be achieved. Keywords: Health Education, Cadres, Postpartum Mothers, Oxytocin Massage
Pemanfaatan Tulang Ikan Bandeng sebagai Bahan Fortifikasi Biskuit dalam Program Pangan Sehat untuk Mencegah Stunting Ferial, Linardita; Asfia, Fida; Yuslistyari, Eka Indah; Umam, Chotibul; Tribuana, Desyla Dhila; Wiroguno, Tumenggung Aryo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22732

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan tulang ikan bandeng sebagai bahan fortifikasi dalam pembuatan biskuit dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan nilai gizi produk pangan, sekaligus mengurangi limbah dari budidaya ikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi tulang ikan bandeng sebagai bahan fortifikasi dalam biskuit, serta menganalisis dampaknya terhadap status gizi anak-anak. Pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten, dan dirancang dalam bentuk program sosialisasi dan edukasi, produksi biskuit fortifikasi, serta distribusi dan evaluasi dampak. Hasil pengabdian menunjukkan tingkat penerimaan biskuit dengan hasil uji organoleptik skor rata-rata 4,35 (kategori sangat disukai), yang mengindikasikan bahwa fortifikasi tulang ikan tidak mengurangi penerimaan konsumen terhadap produk biskuit. program ini memberikan solusi jangka pendek untuk masalah gizi, tetapi juga membangun kesadaran jangka panjang di kalangan orang tua mengenai pentingnya asupan gizi yang baik untuk pertumbuhan anak. Kata Kunci: Fortifikasi, Biskuit, Tulang Ikan, Pangan Sehat, Stunting  ABSTRACT The utilization of milkfish (Chanos chanos) bones as a fortification ingredient in biscuit production can be an innovative solution to enhance the nutritional value of food products while reducing waste from fish farming. This community service activity aims to explore the potential of milkfish bones as a fortification material in biscuits and to analyze its impact on the nutritional status of children. The service was conducted in Sawah Luhur Village, Kasemen District, Serang City, Banten Province, and was designed as a program consisting of socialization and education, fortified biscuit production, distribution, and impact evaluation. The results showed a high acceptance level of the biscuits, with an organoleptic test average score of 4.35 (categorized as highly liked), indicating that fortification with fish bones did not reduce consumer acceptance of the biscuit product. This program provides a short-term solution to nutritional problems while also fostering long-term awareness among parents about the importance of good nutritional intake for child growth. Keywords: Fortification, Biscuits, Fish Bones, Healthy Food, Stunting
Penguatan Kesadaran Remaja terhadap Dampak Pernikahan Dini di Desa Tengku Lese, Manggarai, Flores Niman, Erna Mena; Darong, Hieronimus Canggung; Wea, Lidwina Dewiyanti; Jandu, Inosensius Harmin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22842

Abstract

ABSTRACT This community service activity was carried out in Tengku Lese Village, Rahong Utara District, Manggarai, with a focus on preventing early marriage among adolescents. The community partner faces the issue of widespread early marriage practices influenced by cultural, economic, and low awareness factors regarding its impacts. The objective of this activity is to raise awareness among adolescents and the community about the risks of early marriage on education, mental health, and reproductive health, while also providing alternative prevention solutions. The method used was participatory, including initial observation, interviews with the village head, distribution of questionnaires, delivery of materials by four presenters, and interactive discussions. The results of the activity showed a significant increase in adolescents’ understanding, from 48% before the socialization to 82% after the program. The conclusion of this service is that participatory socialization has proven effective in building adolescent awareness and should be followed up with sustainable mentoring programs to more broadly prevent early marriage practices. Keywords: Early Marriage, Adolescents, Health, Education, Participatory Socialization.  ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tengku Lese, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai, dengan fokus pada pencegahan pernikahan dini di kalangan remaja. Mitra masyarakat menghadapi masalah maraknya praktik pernikahan dini yang dipengaruhi oleh faktor budaya, ekonomi, dan rendahnya pemahaman mengenai dampaknya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran remaja serta masyarakat mengenai risiko pernikahan dini terhadap pendidikan, kesehatan mental, dan kesehatan reproduksi, sekaligus memberikan alternatif solusi pencegahan. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, meliputi observasi awal, wawancara dengan kepala desa, penyebaran kuesioner, penyampaian materi oleh empat pemateri, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman remaja, dari 48% sebelum sosialisasi menjadi 82% setelah kegiatan. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa sosialisasi partisipatif terbukti efektif dalam membangun kesadaran remaja, dan perlu ditindaklanjuti dengan program pendampingan berkelanjutan untuk mencegah praktik pernikahan dini secara lebih luas. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Remaja, Kesehatan, Pendidikan, Sosialisasi Partisipatif

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue