cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,779 Documents
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Petani Kopi Berbasis Coffee Grounds sebagai Natural Body Soap untuk Menjaga Kelembapan Kulit pada Pasien Hemodialisa Gita Maya Sari; Mashuri Mashuri; Esti Utarti; Indri Noor Istiqomah; Laili Nur Azizah; Tri Wahyuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27632

Abstract

ABSTRAK Pasien hemodialisa sering mengalami masalah kulit kering dan penurunan kelembapan kulit yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman serta memengaruhi kualitas hidup. Di sisi lain, limbah ampas kopi (coffee grounds) yang dihasilkan oleh masyarakat petani kopi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam produk perawatan kulit. Kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat petani kopi melalui pemanfaatan coffee grounds sebagai bahan dasar natural body soap serta mengembangkan produk yang berpotensi membantu menjaga kelembapan kulit pada pasien hemodialisa. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi mengenai pemanfaatan limbah ampas kopi, pelatihan pengolahan coffee grounds menjadi natural body soap, pendampingan proses produksi dan pemasaran. Pelaksanaan edukasi dan pelatihan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam membuat sabun sebagai hasil olahan limbah ampas kopi menjadi produk perawatan kulit yang bernilai tambah. Pemanfaatan coffee grounds sebagai bahan dasar natural body soap merupakan inovasi yang dapat mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi masyarakat petani kopi dengan pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. Produk ini juga berpotensi menjadi alternatif perawatan kulit alami untuk membantu menjaga kelembapan kulit pasien hemodialisa. Kata Kunci: Coffee Grounds, Kelembapan Kulit, Natural Body Soap, Pasien Hemodialisis, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Hemodialysis patients frequently experience dry skin and decreased skin moisture, which may cause discomfort and affect their quality of life. Meanwhile, coffee grounds generated by coffee-farming communities have the potential to be utilized as a natural ingredient in skin-care products. This activity aimed to empower coffee-farming communities through the utilization of coffee grounds as a raw material for natural body soap and to develop a product with the potential to help maintain skin moisture in hemodialysis patients. The activity was conducted through education on the utilization of coffee-ground waste, training in processing coffee grounds into natural body soap, and assistance in the production and marketing processes. The implementation of education and training improved the community's knowledge and skills in producing soap from coffee-ground waste and transforming it into a value-added skin-care product. The utilization of coffee grounds as a raw material for natural body soap represents an innovative approach that integrates the economic empowerment of coffee-farming communities with sustainable waste utilization. This product also has the potential to serve as a natural skin-care alternative to help maintain skin moisture in hemodialysis patients. Keywords: Coffee Grounds, Skin Moisture, Natural Body Soap, Hemodialysis Patients, Community Empowerment.
Pemberdayaan Kader dan Pendampingan Remaja Putri Dalam Penanggulangan Anemia di Desa Seulalah Dewita Dewita; Maria Irwani; Nanda Norisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27567

Abstract

ABSTRAK Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan pada remaja putri. Rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah, kurangnya pengetahuan, dan belum optimalnya pemanfaatan Posyandu Remaja dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta melakukan pendampingan remaja putri dalam penanggulangan anemia di Desa Seulalah, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Kegiatan dilaksanakan pada 19–21 Juni 2026 dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, pelatihan kader Posyandu Remaja, skrining anemia, pemberian tablet tambah darah, serta pendampingan konsumsi tablet tambah darah. Sasaran kegiatan terdiri atas 20 kader dan 45 remaja putri. Evaluasi pengetahuan kader dilakukan menggunakan pretest dan posttest, sedangkan keterampilan dinilai setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi, 90% kader memiliki pengetahuan kategori cukup dan 10% kategori kurang. Setelah kegiatan, 90% kader memiliki pengetahuan kategori baik dan 10% kategori cukup. Sebanyak 85% kader memiliki keterampilan sangat baik dalam pelaksanaan Posyandu Remaja. Hasil skrining terhadap 45 remaja putri menemukan remaja mengalami anemia dan selanjutnya diberikan tablet tambah darah serta pendampingan selama tujuh hari melalui kunjungan rumah dan WhatsApp. Hasil pendampingan menunjukkan seluruh remaja yang didampingi mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur selama periode pemantauan. Pemberdayaan kader melalui edukasi, pelatihan, skrining, dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta mendukung kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Kegiatan ini perlu dilanjutkan melalui pengembangan kader sebaya dan penguatan Posyandu Remaja sebagai model pencegahan anemia yang berkelanjutan.  Kata Kunci: Anemia, Kader Kesehatan, Posyandu Remaja, Remaja Putri.   ABSTRACT Iron deficiency anemia remains a major public health problem among adolescent girls, particularly in low- and middle-income countries. Limited knowledge, poor adherence to iron and folic acid supplementation, and suboptimal utilization of Youth Integrated Health Posts (Posyandu Remaja) contribute to the high prevalence of anemia. Community empowerment through trained youth health volunteers is a promising strategy to strengthen anemia prevention and early detection. This community service program aimed to empower youth health volunteers and provide assistance for adolescent girls in preventing and controlling anemia in Seulalah Village, Langsa Lama District, Langsa City, Indonesia. A community empowerment approach was implemented from 19 to 21 June 2026 through health education, training on Youth Integrated Health Post services, hemoglobin screening, iron and folic acid tablet distribution, and follow-up mentoring. Twenty youth health volunteers participated in the education and training sessions, while 45 adolescent girls underwent anemia screening. Knowledge was assessed using pretest and posttest questionnaires, whereas volunteers' practical skills were evaluated after the training. Adolescent girls diagnosed with anemia received iron and folic acid tablets and were monitored for seven days through home visits and WhatsApp communication. Before the intervention, 90% of the volunteers had moderate knowledge and 10% had poor knowledge regarding anemia prevention. Following the program, 90% achieved good knowledge and 10% had moderate knowledge. Furthermore, 85% of the volunteers demonstrated excellent practical skills in conducting Youth Integrated Health Post activities. Hemoglobin screening identified anemia in the 45 adolescent girls, all of whom received iron and folic acid supplementation accompanied by follow-up mentoring. Monitoring results indicated that all participants completed the recommended supplementation during the seven-day follow-up period. Community empowerment through education, volunteer training, anemia screening, and follow-up mentoring effectively improved volunteers' knowledge and skills while supporting adherence to iron and folic acid supplementation among adolescent girls. Strengthening Youth Integrated Health Posts through trained peer volunteers has the potential to become a sustainable community-based strategy for preventing adolescent anemia.  Keywords: Adolescent Girls, Anemia, Community Empowerment, Youth Integrated Health Post.
Pemberdayaan Kader dan Keluarga dalam Asuhan Kebidanan Berbasis Ekologi dan Teknologi untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Bantargebang Bekasi Raras Setyaningrum; Saqih Lintang Sungesti; Siti Fatimah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.28121

Abstract

ABSTRAK Masa nifas merupakan periode yang rentan terhadap perubahan fisik dan psikologis yang dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan mental, termasuk depresi postpartum. Deteksi dini, dukungan keluarga, serta keterlibatan kader menjadi komponen penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan mental ibu nifas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini masalah kesehatan mental ibu nifas, meningkatkan pengetahuan ibu nifas dan keluarga, serta memperkuat dukungan keluarga melalui pemanfaatan telemidwifery. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bantargebang Bekasi dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan kader kesehatan, ibu nifas, dan suami/anggota keluarga. Peserta kegiatan terdiri atas 30 kader kesehatan, 30 ibu nifas yang mengikuti skrining EPDS, serta 30 suami/anggota keluarga. Intervensi meliputi pelatihan kader mengenai kesehatan mental ibu nifas dan penggunaan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), edukasi kepada ibu nifas dan keluarga, penguatan dukungan keluarga, serta pemanfaatan WhatsApp sebagai media telemidwifery untuk edukasi, konsultasi, dan pemantauan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan kader dalam penggunaan EPDS, hasil skrining kesehatan mental ibu nifas, serta pemantauan keterlibatan keluarga dan aktivitas telemidwifery. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program dapat dilaksanakan dengan melibatkan kader dan keluarga sebagai bagian dari sistem pendampingan ibu nifas. Skrining terhadap 30 ibu nifas menghasilkan pemetaan kondisi psikologis yang dapat digunakan sebagai dasar edukasi dan tindak lanjut sesuai kebutuhan. Pendekatan integratif berbasis kader, keluarga, bidan, dan teknologi komunikasi berpotensi memperkuat deteksi dini dan pendampingan kesehatan mental ibu nifas secara berkelanjutan. Kata Kunci: Ibu Nifas, Kesehatan Mental, Depresi Postpartum, EPDS, Kader, Dukungan Keluarga, Telemidwifery.  ABSTRACT The postpartum period is a vulnerable phase characterized by physical and psychological changes that may increase the risk of maternal mental health problems, including postpartum depression. Early detection, family support, and community health cadre involvement are important components of promotive and preventive efforts to improve postpartum maternal mental health. This community service program aimed to strengthen health cadres’ capacity in the early detection of postpartum mental health problems, improve the knowledge of postpartum mothers and their families, and strengthen family support through telemidwifery. The activity was conducted in the working area of Bantargebang Community Health Center, Bekasi, using a community empowerment approach involving health cadres, postpartum mothers, and husbands/family members. The participants consisted of 30 health cadres, 30 postpartum mothers who underwent EPDS screening, and 30 husbands/family members. The intervention included cadre training on postpartum mental health and the use of the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), education for postpartum mothers and families, strengthening family support, and the use of WhatsApp as a telemidwifery platform for education, consultation, and monitoring. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments, observation of cadres’ EPDS skills, maternal mental health screening results, and monitoring of family involvement and telemidwifery activities. The results demonstrated that the program could be implemented by engaging cadres and families as an integrated support system for postpartum mothers. Screening of 30 postpartum mothers provided an initial mapping of their psychological conditions that could be used to guide education and appropriate follow-up. An integrated approach involving cadres, families, midwives, and communication technology has the potential to strengthen early detection and sustainable mental health support for postpartum mothers. Keywords: Postpartum Mothers, Maternal Mental Health, Postpartum Depression, EPDS, Health Cadres, Family Support, Telemidwifery.
Program Pencegahan Inkontinensia Urine untuk Lansia dengan Edukasi Kesehatan Urologi dan Pelatihan Senam Kegel di Kelurahan Debong Kulon Cuciati Cuciati; Sri Hidayati; Ahmad Baequny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.26779

Abstract

ABSTRACT Urinary incontinence is a common health problem among older adults caused by a decline in urinary system function and weakness of the pelvic floor muscles. This condition may lead to physical, psychological, and social consequences, ultimately reducing the quality of life of older adults. Data from the local community health center indicated that approximately 30% of older adults in Debong Kulon Village, Tegal City, experienced urinary incontinence. Limited knowledge regarding urological health and pelvic floor muscle exercises has contributed to the inadequate management of this condition.  This community service program aimed to empower older adults through urological health education and Kegel exercise training to improve their knowledge, skills, and ability to independently implement urinary incontinence prevention measures. The program was conducted through urological health education, Kegel exercise training, practical assistance, and follow-up screening. A total of 30 older adults in Debong Kulon Village, Tegal City, participated in the activity. Knowledge was evaluated using pre-test and post-test questionnaires, while participants’ Kegel exercise skills were assessed through direct observation and follow-up screening after the intervention. The results showed an improvement in participants' knowledge after the intervention. The proportion of participants with good knowledge increased from 3.3% during the pre-test to 93% during the post-test, while those with poor knowledge decreased from 80% to 0%. Follow-up screening results revealed that all participants (100%) were able to correctly perform Kegel exercises and reported benefits such as reduced urinary frequency compared to before the intervention. Urological health education combined with Kegel exercise training and follow-up screening effectively improved older adults’ knowledge of urinary incontinence and enhanced their ability to perform Kegel exercises independently. This program has the potential to serve as a promotive and preventive strategy for urinary incontinence prevention and quality-of-life improvement among older adults in the community. Keywords: Incontinence, Older Adults, Kegel Exercise, Health Education.  ABSTRAK Inkontinensia urine merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia akibat penurunan fungsi sistem perkemihan dan kelemahan otot dasar panggul. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, sosial, serta menurunkan kualitas hidup lansia. Berdasarkan data Puskesmas setempat, sekitar 30% lansia di Kelurahan Debong Kulon Kota Tegal mengalami masalah inkontinensia urine. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan urologi dan latihan otot dasar panggul menjadi salah satu penyebab masalah ini belum tertangani secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan lansia melalui edukasi kesehatan urologi dan pelatihan senam Kegel guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan lansia dalam menerapkan upaya pencegahan inkontinensia urine secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui edukasi kesehatan urologi, pelatihan senam Kegel, pendampingan praktik, serta skrining tindak lanjut. Kegiatan melibatkan 30 lansia di Kelurahan Debong Kulon Kota Tegal. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan, sedangkan keterampilan senam Kegel dievaluasi melalui observasi praktik dan skrining tindak lanjut setelah kegiatan. Terjadi peningkatan pengetahuan lansia mengenai inkontinensia urin setelah diberikan edukasi kesehatan. Proporsi peserta dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 3,3% pada saat pre-test menjadi 93% pada saat post-test, sedangkan peserta dengan tingkat pengetahuan kurang menurun dari 80% menjadi 0%. Hasil skrining tindak lanjut menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) mampu melakukan senam Kegel dengan benar serta merasakan manfaat berupa berkurangnya frekuensi berkemih dibandingkan sebelum intervensi. Edukasi kesehatan urologi yang dikombinasikan dengan pelatihan senam Kegel dan skrining tindak lanjut terbukti meningkatkan pengetahuan lansia tentang inkontinensia urine serta meningkatkan keterampilan lansia dalam melakukan latihan Kegel secara mandiri. Program ini berpotensi menjadi salah satu strategi promotif dan preventif dalam upaya pencegahan inkontinensia urine serta peningkatan kualitas hidup lansia di masyarakat. Kata Kunci: Inkontinensia, Lansia, Senam Kegel, Edukasi Kesehatan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Aplikasi Website: Spiritual Group Therapy untuk Pencegahan Diabetes Melitus dan Komplikasi Luka Gangren di Kuala Lumpur, Malaysia Siti Nur Hasina; Nur Ainiyah; Misutarno Misutarno; Khairiyatul Afiyah; Rahmadaniar Aditya Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27677

Abstract

ABSTRAK Prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Malaysia terus menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan, khususnya di kalangan lansia perkotaan yang rentan mengalami komplikasi serius seperti diabetic foot disease dan luka gangren akibat kurangnya literasi serta perawatan mandiri. Pengabdian masyarakat  ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan perilaku perawatan diri (self-care) dalam mencegah DM serta komplikasi gangren pada lansia di Pusat Aktiviti Warga Emas (PAWE) Kuala Lumpur melalui integrasi Spiritual Group Therapy (SGT) dan portal web interaktif sgtdmcorner.com. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif berkolaborasi dengan PCI Muslimat NU Kuala Lumpur. Sebanyak 44 lansia terlibat secara intensif dalam program yang terdiri atas edukasi lima pilar DM, demonstrasi perawatan kaki, sesi psikospiritual SGT secara berkelompok, serta pendampingan digital harian menggunakan website. Evaluasi pre-test dan post-test kuantitatif digunakan untuk mengukur luaran. Sebagian besar peserta adalah perempuan (95,45%, n=42) dan masih aktif bekerja (88,64%, n=39). Edukasi terstruktur secara signifikan melipatgandakan kognitif peserta, di mana pengetahuan baik melonjak dari 18,18% (n=8) menjadi 75,00% (n=33), sedang berubah dari 25,00% (n=11) menjadi 18,18% (n=8), dan kurang menyusut dari 56,82% (n=25) menjadi hanya 6,82% (n=3). Evaluasi target luaran lainnya menunjukkan terbentuknya kepatuhan self-management harian yang tinggi (diet, aktivitas, obat), kemandirian perawatan kaki serta peningkatan ketenangan batin lansia pasca SGT. Kolaborasi program pemberdayaan berbasis spiritual dan platform kesehatan digital berhasil secara efektif memperkuat kapasitas lansia dalam mengelola diabetes serta memitigasi risiko amputasi luka gangren. Pemberdayaan kader Muslimat NU direkomendasikan sebagai langkah keberlanjutan program. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Spiritual Group Therapy, Perawatan Mandiri, Lansia, Gangren Kaki.  ABSTRACT The prevalence of Diabetes Mellitus (DM) in Malaysia continues to escalate, particularly among urban elderly who are highly vulnerable to serious complications such as diabetic foot ulcers and gangrenous wounds due to low health literacy and inadequate self-care. This community services program aimed to enhance health literacy, self-care behaviors, and emotional resilience among the elderly at the Pusat Aktiviti Warga Emas (PAWE) Kuala Lumpur through the integration of Spiritual Group Therapy (SGT) and the interactive digital platform sgtdmcorner.com. Collaborating with PCI Muslimat NU Kuala Lumpur, 44 elderly participants actively engaged in five-pillar DM education, diabetic foot care demonstrations, group SGT sessions, and digital daily monitoring. A pre-post quantitative evaluation was conducted to measure outcomes across all designated targets. Participants were mostly female (95.45%, n=42) and actively employed (88.64%, n=39). The program significantly doubled the cognitive capacity of participants, where good knowledge skyrocketed from 18.18% (n=8) to 75.00% (n=33), moderate level became 18.18% (n=8), and poor knowledge shrank dramatically from 56.82% (n=25) to 6.82% (n=3). Evaluation of other target outputs revealed significant improvements in self-management compliance, foot-care independent practice, and spiritual well-being. Integrating spiritual support with health technology effectively empowers the elderly in diabetes management and early detection of gangrenous risks. Utilizing trained Muslimat NU cadres is crucial for long-term program sustainability. Keywords: Diabetes Mellitus, Spiritual Group Therapy, Self-Care, Elderly, Diabetic Foot.
Penguatan Resiliensi dan Optimalisasi GENZI dalam Meningkatkan Berat Badan Balita Stunting di Wilayah Pertanian Ayu Dewi Nastiti; R.A.Helda Puspitasari; Dwining Handayani; Erik Kusuma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27207

Abstract

 ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini membahas masalah stunting di wilayah pertanian, dengan fokus di Desa Pager, Kabupaten Pasuruan, di mana kekurangan gizi anak masih tinggi. Subjek sasaran adalah 30 ibu dengan balita stunting. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan ibu dan mengoptimalkan Program Genzi (Gerakan Sadar Gizi) untuk meningkatkan berat badan balita dan mengurangi prevalensi stunting. Metode yang digunakan meliputi kegiatan terstruktur seperti pendidikan tentang gizi seimbang, pelatihan praktis dalam mengolah makanan bergizi lokal, dan pemantauan kesehatan berkelanjutan. Pendekatan partisipatif berbasis masyarakat digunakan dengan melibatkan tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat setempat. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan ibu (29,6%), sikap (27%), dan praktik (28,6%). Setelah tiga bulan intervensi, stunting menurun menjadi 6,7%. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas ibu melalui pendidikan berbasis sumber daya lokal dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengurangi stunting di wilayah pertanian. Kata Kunci: Stunting, Program Genzi, Nutrisi Anak. ABSTRACT This community service addresses the issue of stunting in agricultural areas, focusing on Pager Village, Pasuruan Regency, where child malnutrition remains high. The target subjects were 30 mothers with stunted toddlers. The purpose was to strengthen maternal resilience and optimize the Genzi Program (Nutrition Awareness Movement) to improve toddler weight and reduce stunting prevalence. The method included structured activities such as education on balanced nutrition, practical training in processing local nutritious food, and continuous health monitoring. A community-based participatory approach was used involving health workers and local leaders. The results showed a significant increase in maternal knowledge (29.6%), attitude (27%), and practice (28.6%). After three months of intervention, stunting decreased to 6.7%. This indicates that strengthening mothers' capacity through local resource-based education can be an effective strategy to reduce stunting in rural areas. Keywords: Stunting, Genzi Program, Child Nutrition.
Pengabdian Masyarakat dan Edukasi Kesehatan Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd) Pada Agregat Penderita Penyakit Tidak Menular di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Santi Oktavia; Ayu Widya Ningtyas; King Wansa Obika; Mister Mahmud; Rima Septia AR
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.28106

Abstract

ABSTRAK Penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) menunjukkan tren morbiditas yang terus meningkat secara global maupun di Indonesia. Meskipun insidensi penyakit ini tinggi, literasi kesehatan pasien mengenai pengelolaan gejala dan pencegahan komplikasi masih sangat rendah. Kurangnya pemahaman ini sering kali berujung pada perburukan kondisi pencernaan pasien secara masif. Tujuan pengabdian masyarakat dan edukasi kesehatan ini yaitu untuk mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan kegiatan edukasi kesehatan dan demonstrasi posisi tidur elevated sleepingterhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan penderita GERD. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode kombinasi berupa ceramah interaktif, demonstrasi fisik, dan sesi tanya jawab. Sasaran kegiatan adalah pasien GERD dan keluarga di Ruang Endoscopy RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil intervensi edukasi menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman peserta secara kognitif dan ranah psikomotorik pasien yang diestimasi berada di atas angka 90%. Kegiatan penyuluhan yang mengombinasikan visualisasi dan praktik langsung terbukti menjadi metode yang sangat efektif untuk memberdayakan pasien dalam memodifikasi gaya hidup secara mandiri. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, GERD, Promosi Kesehatan, Posisi Tidur, Elevated Sleeping.  ABSTRACT Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) shows an increasing trend of morbidity globally and in Indonesia. Despite the high incidence of this disease, patients' health literacy regarding symptom management and complication prevention remains very low. This lack of understanding often leads to massive deterioration of the patient's digestive condition. Purpose community service and health education is describe the effectiveness of implementing health education activities and demonstrating elevated sleeping positions on the knowledge and skill levels of GERD patients. Method this community service activity uses a combination method in the form of interactive lectures, physical demonstrations, and question and answer sessions. The target of the activity is GERD patients and their families in the Endoscopy Room of RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province. Result the educational intervention there was an increase in participants' understanding cognitively and in the psychomotor domain of patients which was estimated to be above 90%. Counseling activities that combine visualization and direct practice are proven to be a very effective method for empowering patients to modify their lifestyle independently. Keywords: Health Education, GERD, Health Promotion, Sleeping Position, Elevated Sleeping.
Penguatan Literasi Keuangan Berkelanjutan dan Skema Pembiayaan Sirkular dalam Program Revitalisasi Gang Perkotaan di Meruya Selatan Jakarta Barat Devy Mawarnie Puspitasari; Niken Sulistyowati; M Zikri; Rona Tumiur Mauli Caroline; Andriansyah Bachtillah Putra; Galuh Setyorini; Nuraini Nuraini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27029

Abstract

ABSTRAK Pelaku usaha mikro di permukiman gang perkotaan menghadapi tiga defisit struktural: rendahnya literasi keuangan, ketiadaan sistem pencatatan usaha, dan keterputusan dari ekosistem pembiayaan formal; asesmen kebutuhan di Gang Rajawali, Meruya Selatan, Jakarta Barat menunjukkan skor literasi keuangan rata-rata hanya 34,2 dari 100, 89,4% warga mencampur keuangan usaha dan rumah tangga, serta 76,7% bergantung pada rentenir dengan bunga 10–30% per bulan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, membangun disiplin pembukuan usaha mikro dan pemisahan keuangan usaha–rumah tangga, serta menginisiasi ekosistem pembiayaan sirkular berbasis komunitas. Program menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan experiential learning terhadap 30 peserta selama 12 bulan, meliputi pelatihan literasi keuangan dan buku kas (S-1), workshop harga pokok penjualan dan kartu stok (S-2), fasilitasi pembentukan dana bergulir komunitas (S-3), serta penyuluhan manajemen keuangan rumah tangga (S-4); efektivitas diukur melalui pre-test dan post-test 30 butir adaptasi SNLIK OJK yang dianalisis dengan paired-samples t-test dan N-gain. Skor literasi keuangan rata-rata meningkat dari 34,2 menjadi 61,5 (kenaikan 27,3 poin; p0,001; N-gain 0,42 kategori sedang), 76,7% peserta mencapai kenaikan ≥20 poin, 83,3% aktif mengisi buku kas pada bulan ketiga, dan terbentuk satu kelompok dana bergulir dengan 14 anggota aktif serta akumulasi dana Rp7,98 juta dalam empat siklus dengan tingkat pengembalian pinjaman 100%. Model pemberdayaan yang mengintegrasikan literasi keuangan, praktik ekonomi sirkular, dan pembiayaan berbasis komunitas terbukti efektif meningkatkan kapasitas keuangan masyarakat gang perkotaan dan berpotensi direplikasi di kawasan serupa. Kata Kunci: Keuangan Berkelanjutan, Ekonomi Sirkular, Usaha Mikro, Komunitas Perkotaan, Pembiayaan Berbasis Komunitas.  ABSTRACT Micro-entrepreneurs in urban alley settlements face three structural deficits: low financial literacy, the absence of business record-keeping systems, and disconnection from formal financing ecosystems; a needs assessment in Gang Rajawali, South Meruya, West Jakarta revealed an average financial literacy score of only 34.2 out of 100, with 89.4% of residents mixing business and household finances and 76.7% relying on informal moneylenders charging 10–30% monthly interest. This community service program aimed to improve financial literacy, build bookkeeping discipline and business–household financial separation among micro-enterprises, and initiate a community-based circular financing ecosystem. The program employed Participatory Action Research (PAR) combined with experiential learning involving 30 participants over 12 months, comprising financial literacy and cash-book training (S-1), a cost-of-goods-sold and stock-card workshop (S-2), facilitation of a community circular fund (S-3), and household financial management counseling (S-4); effectiveness was measured through a 30-item pre-test and post-test adapted from the OJK SNLIK instrument, analyzed using paired-samples t-tests and N-gain scores. The average financial literacy score increased from 34.2 to 61.5 (a 27.3-point gain; p0.001; N-gain 0.42, moderate category), 76.7% of participants achieved a ≥20-point increase, 83.3% actively maintained cash books by month three, and one circular fund group was established with 14 active members and an accumulated fund of IDR 7.98 million over four cycles with a 100% loan repayment rate. The empowerment model integrating financial literacy, circular economy practices, and community-based financing proved effective in strengthening the financial capacity of urban alley communities and is replicable in similar areas. Keywords: Sustainable Finance, Circular Economy, Micro-Enterprises, Urban Communities, Community-Based Financing.
Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Pelatihan Kader Kesehatan Ibu dan Anak Tentang Pencegahan Hipertensi Kehamilan dengan Cerdik di Wilayah Puskesmas Tanjungharjo Kabupaten Bojonegoro Ari Tri Rahayu; Sri Anggraeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.18964

Abstract

ABSTRAK Di Wilayah Puskesmas Tanjungharjo Kasus Kematian Ibu Tahun 2021 ada 1 dari Lahir hidup 510 atau Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 196/100.000 KH dari target 102/100.000. Pada tahun 2021 perkiraan bumil risiko tinggi/komplikasi di puskesmas Tanjungharjo 83 bumil, dan yang ditemukan serta ditangani sebanyak 93 atau 111.8%. Pada tahun 2021 ini terdapat 7 desa yang mampu mencapai target penanganan komplikasi maternal resiko tinggi dan (5 desa lainnya belum bisa mencapai target 100%. Mengacu kepada butir analisa permasalahan yang teridentifikasi maka ditemukan dua masalah utama yang dihadapi mitra yaitu kasus kematian Ibu di wilayah Puskesmas Tanjungharjo tiap tahun ada dan cendrung AKI meningkat tajam dan belum maksimalnya pelaksanaan pencegahan hipertensi dalam kehamilan. Strategi penurunan kematian ibu diperlukan adanya pemberdayaan masyarakat melalui Peningkatan pencegahan hipertensi kehamilan dengan CERDIK yaitu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan dan sikap keluarga dan masyarakat, kader kesehatan mengenai pentingnya memahami Pelaksanaan Pencegahan hipertensi kehamilan dengan CERDIK. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan mitra tersebut diatas, kami melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu melalui Pelatihan Kader Kesehatan Kesehatan Ibu dan Anak Tentang Pencegahan Hipertensi Kehamilan Dengan CERDIK Di Wilayah Puskesmas Tanjungharjo Kabupaten Bojonegoro. Pelatihan ini, sasaran Kader Kesehatan di Desa Bendo, Desa Padang Mentoyo dan Desa Kumpulrejo Wilayah Puskesmas Tanjungharjo dilaksanakan selama 3 (tiga) hari bertempat di Panti PKK Desa Bendo dengan protokol kesehatan yang ketat, diikuti 30 peserta dengan menggunakan metode ceramah, dan pemberian materi tentang Pencegahan Hipertensi Kehamilan Dengan CERDIK Di Wilayah Puskesmas Tanjungharjo Kabupaten Bojonegoro. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah terbentuknya 30 Kader KIA dengan hasil rata-rata pengetahuan peserta pelatihan sebesar 94,33 dan 100% peserta pelatihan mempunyai nilai post test sangat baik. Untuk nilai rata-rata keterampilan peserta dalam penyuluhan sangat baik (81,33) dan 86,67% nilai KIE sangat baik, terbentuk komitmen bersama dari Kepala Puskesmas Tanjungharjo, Kepala Desa Bendo, Kepala Desa Padang Mentoyo, Kepala Desa Kumpulrejo, Bidan Desa Bendo, Bidan Desa Padang Mentoyo, Bidan Desa Kumpulrejo, Bidan Koordinator Puskesmas Tanjungharjo dan seluruh peserta pelatihan Pencegahan Hipertensi Kehamilan Dengan CERDIK (100%). Hasil Survey Kepuasan peserta didapatkan 94,00% menyatakan sangat puas.  Evaluasi pelaksanaan menilai Kader KIA yang sudah dilatih membina 1 ibu hamil di lingkungan desa sekitarnya sejumlah 30 Ibu hamil dengan memberikan penyuluhan tentang Pencegahan Hipertensi Kehamilan dengan CERDIK dengan mengunakan leaflet. Luaran Pengabdian masyarkat adalah tersusunnya Modul tentang Pencegahan Hipertensi Kehamilan dengan CERDIK, publikasi dan HKI. Kader Kesehatan disarankan memaksimalkan pelaksanaan kelompok Kerja Pencegahan Hipertensi Kehamilan dengan CERDIK sampai tercapai 100%, yang harapannya bisa menurunkan AKI. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Pencegahan Hipertensi Kehamilan dengan CERDIK.  ABSTRACT In the Tanjungharjo Community Health Center area, cases of maternal death in 2021 were 1 in 510 live births or the Maternal Mortality Rate (MMR) was 196/100,000 KH from the target of 102/100,000. In 2021, the estimate for pregnant women with high risk/complications at the Tanjungharjo health center is 83 pregnant women, and those found and treated are 93 or 111.8%. In 2021, there are 7 villages that are able to achieve the target of handling high-risk maternal complications and (5 other villages have not been able to achieve the 100% target. Referring to the analysis points of the identified problems, two main problems facing partners were found, namely cases of maternal death in the Puskesmas area Every year in Tanjungharjo there is a tendency for MMR to increase sharply and the implementation of prevention of hypertension in pregnancy is not yet optimal. The strategy to reduce maternal mortality requires community empowerment through increasing the prevention of pregnancy hypertension with CERDIK, namely making efforts to increase the knowledge and attitudes of families and the community. health cadres regarding the importance of understanding the implementation of Pregnancy hypertension prevention with CERDIK. Based on the analysis of the situation and problems of the partners mentioned above, we carried out community service activities in the form of Community Empowerment in Efforts to Reduce Maternal Mortality Rates through Training of Maternal and Child Health Cadres on Preventing Pregnancy Hypertension Using CERDIK in the Tanjungharjo Community Health Center Area, Bojonegoro Regency. This training, targeting Health Cadres in Bendo Village, Padang Mentoyo Village and Kumpulrejo Village in the Tanjungharjo Community Health Center area, was carried out for 3 (three) days at the PKK Home in Bendo Village with strict health protocols, attended by 30 participants using the lecture method, and providing material regarding Preventing Pregnancy Hypertension Using CERDIK in the Tanjungharjo Health Center Area, Bojonegoro Regency. The result of the activity was the formation of 30 KIA cadres with an average knowledge of the training participants of 94.33 and 100% of the training participants had very good post test scores. For the average value of participants' skills in counseling was very good (81.33) and 86.67% of the KIE score was very good, a joint commitment was formed from the Head of the Tanjungharjo Community Health Center, the Head of Bendo Village, the Head of Padang Mentoyo Village, the Head of Kumpulrejo Village, the Midwife of Bendo Village , Padang Mentoyo Village Midwife, Kumpulrejo Village Midwife, Tanjungharjo Community Health Center Coordinating Midwife and all training participants in Preventing Hypertension in Pregnancy with SMART (100%). The results of the participant satisfaction survey showed that 94.00% were very satisfied. The implementation evaluation assessed 30 KIA cadres who had been trained to support 1 pregnant woman in the surrounding village environment by providing counseling about Preventing Pregnancy Hypertension with CERDIK using leaflets. The output of community service is the preparation of a Module on Pregnancy Hypertension Prevention using CERDIK, publications and IPR. Health cadres are advised to maximize the implementation of the Pregnancy Hypertension Prevention Working Group with CERDIK until 100% is achieved, which is expected to reduce MMR.  Keywords: Health Cadres, Preventing Pregnancy Hypertension with CERDIK.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue