cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Identification Of Pregnant Women's Nutritional Status Ariendha, Dian Soekmawaty Riezqy; Hardaniyati, Hardaniyati; Setyawati, Irni; Utami, Kusniyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i12.18582

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan keadaan dimana ibu menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu hamil. Kondisi ini ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Berdasarkan data jumlah ibu hamil yang mengalami KEK di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 12,9%. KEK pada ibu hamil perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status gizi ibu hamil di Puskesmas Gunungsari Tahun 2023.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam peneitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 663 ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 250 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunkan purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data skunder.Hasil: Hasil menunjukkan 77 responden mengalami KEK (30,8%) dan 173 tidak mengalami KEK(69,2%). 61 responden usia responden beresiko (30,8%) dan 173 tidak beresiko(69,2%). 17 responden memiliki jarak responden beresiko (6,8%) dan 233 tidak beresiko(93,2%). 14 responden memiliki paritas responden beresiko (5,6%) dan 233 tidak beresiko (94,4%)Kesimpulan: Hasil menunjukkan 77 responden mengalami KEK (30,8%) dan 173 tidak mengalami KEK (69,2%). Perlu meningkatkan edukasi tentang pencegahan KEK. Saran :perlu adanya peningkatan skrining status gizi ibu hamil agar dapat mencegah Kekurangan energi kronik serta dapat memberikan KIE tentang factor yang dapat mempengaruhi seperti jarak kehamilan, usia , paritas Kata Kunci : Ibu Hamil ,Identifikasi, Jarak Kehamilan, Kekurangan Energi Kronik, Paritas, Usia ABSTRACT Background: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a condition where the mother suffers from a chronic lack of food, causing health problems in pregnant women. This condition is characterized by Upper Arm Circumference (LILA) <23.5 cm. Based on data, the number of pregnant women who experience CED in West Nusa Tenggara (NTB) province is 12.9%. CED in pregnant women needs special attention because it can cause death of mother and baby.Objective: This study aims to identify the nutritional status of pregnant women at the Gunungsari Health Center in 2023.Method: The type of research used in this study is quantitative with a descriptive research design. The population in this study amounted to 663 pregnant women. The sample in this study amounted to 250 pregnant women. The sampling technique used purposive sampling. The type of data used is secondary data.Results: The results showed that 77 respondents experienced KEK (30.8%) and 173 did not experience KEK (69.2%). 61 respondents were at-risk respondents (30.8%) and 173 were not at risk (69.2%). 17 respondents had a distance of at-risk respondents (6.8%) and 233 were not at risk (93.2%). 14 respondents had a parity of at-risk respondents (5.6%) and 233 were not at risk (94.4%)Conclusion: The results showed that 77 respondents experienced KEK (30.8%) and 173 did not experience KEK (69.2%). Need to improve education about KEK prevention.Suggestion :There is a need to increase screening of the nutritional status of pregnant women in order to prevent chronic energy deficiency and to provide IEC regarding factors that can influence this, such as pregnancy spacing, age, parity. Keywords: Age ; Chronic Energy Deficiency; Identification; Parity; Pregnan , Pregnancy Spacing.
The Relationship Of Exclusive Breastfeeding With The Incident Of Newborn Jaundice Septiana, Efa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i1.18648

Abstract

Latar Belakang : Data epidemiologi menunjukkan bahwa lebih dari 50% bayi baru lahir menderita ikterus pada minggu pertama kehidupannya. Ikterus fisiologis timbul pada hari kedua dan ketiga yang ditandai dengan perwarnaan ikterus pada kulit dan sklera akibat akumulasi bilirubin berlebih dan tidak terkonjugasi.Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan Asi Eksklusif, karakteristik ibu (usia kehamilan, paritas, jenis persalinan), karakteristik bayi (berat badan lahir bayi), cara penanggan ibu dengan kejadian ikterus bayi baru lahir.Metode : Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu postpartum yang bersalin di klinik dan yang di rujuk ke rumah sakit selama bulan Agustus/September sebanyak 40 orang, besar sampel 36 orang. Teknik sampel purposive sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat chi square.Hasil : Hasil uji chi square diketahui ada hubungan usia kehamilan (p-value 0.015 < 0.05), paritas (p-value 0.003 < 0.05), jenis persalinan (p-value 0.016 < 0.05), berat badan lahir (p-value 0.018 < 0.05), cara penangganan yang dilakukan ibu postpartum (p = 0.009 < 0.05) dengan kejadian ikterus bayi baru lahir.Diharapkan ibu postpartum mengetahui manfaat pemberian ASI sejak dini serta menjaga gizi selama menyusui bayi untuk memenuhi kebutuhan ASI pada bayi sehingga menurunkan risiko icterus.Kesimpulan : hubungan Asi Eksklusif, karakteristik ibu (usia kehamilan, paritas, jenis persalinan), karakteristik bayi (berat badan lahir bayi), cara penanggan ibu dengan kejadian ikterus bayi baru lahir.Saran : Diharapkan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan edukasi pada ibu bahwa pentingnya ASI Eksklusif untuk mencegah Ikterus bayi baru lahir Kata Kunci : Bayi Baru Lahir, Karakteristik Ibu, Kejadian Ikterus, Pemberian ASI Dini ABSTRACT Background: Epidemiological data shows that more than 50% of newborns suffer from jaundice in the first week of life. Physiological jaundice appears on the second and third days, characterized by jaundice on the skin and sclera due to the accumulation of excess and unconjugated bilirubin.Objective: The research aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding, mother's characteristics (gestational age, parity, type of delivery), baby characteristics (baby's birth weight), mother's handling method with the incidence of newborn jaundice.Method: This type of research is descriptive research with a cross sectional design approach. The population in this study were all 40 postpartum mothers who gave birth in clinics and were referred to hospitals during August/September, with a sample size of 36 people. Purposive sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate chi square.Results: The results of the chi square test showed that there was a relationship between gestational age (p-value 0.015 < 0.05), parity (p-value 0.003 < 0.05), type of delivery (p-value 0.016 < 0.05), birth weight (p-value 0.018 < 0.05), how to handle postpartum mothers (p = 0.009 < 0.05) with the incidence of jaundice Newborn babies. It is hoped that postpartum mothers will know the benefits of giving breast milk from an early age and maintain nutrition while breastfeeding the baby to meet the baby's breast milk needs, thereby reducing the risk of icterus.Conclusion: the relationship between exclusive breastfeeding, mother's characteristics (gestational age, parity, type of delivery), baby's characteristics (baby's birth weight), how the mother handles the incidence of newborn jaundice. Suggestion: It is hoped that health workers will provide educational services to mothers regarding the importance of exclusive breastfeeding to prevent newborn jaundice. Keywords: Occurrence of icterus, Early Breastfeeding, Newborns, Maternal Characteristics 
Effectiveness Of Giving Education On Post Partum Mothers' Knowledge About Breastfeeding At Dina Karya Clinic Saragih, Rapida; Delarosa, Sitha Paradilla
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i11.18209

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber zat gizi yang dapat bermanfaat bagi kesehatan ibu dan anak. Menyusui sangat penting, terutama pada tahap awal kehidupan; dengan demikian, bayi baru lahir cukup diberi ASI saja selama 6 bulan pertama tanpa menambah atau mengganti makanan dan minuman lain.  Menyusui segera  setelah lahir juga  meningkatkan  kontraksi  rahim, menurunkan kehilangan darah ibu selama masa nifas. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu post partum tentang menyusui. Metode: jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian yang digunakan adalah one group pre test-post test design. Penelitian dilakukan di klinik dina karya tahun 2024. Waktu penelitian bulan April s/d September tahun 2024. Populasi adalah seluruh ibu post partum klinik dina karya tahun 2024 berjumlah 30 orang. Sampel diambil secara purposive sampling berjumlah 30 orang. Analisa data dengan univariat dan bivariat dengan uji uji paired sample t-test. Hasil: Nilai signifikansi (2-tailed) dari pengetahuan dengan efektifitas pemberian edukasi ini adalah 0.037 (p < 0.05). Sehingga hasil pre test dan post test mengalami perubahan yang signifikan (berarti) pada ibu post partum di klinik dina karya medan Tahun 2024. Kesimpulan: hasil uji paired sample t-test menunjukkan pengetahuan dengan efektifitas pemberian edukasi sesudah dilakukan perlakuan dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang menyusui. Saran: bagi tempat penelitian diharapkan agar dapat meningkatkan lagi penyuluhan agar pengetahuan ibu tentang menyusui semakin bertambah serta dapat menumbuhkan kesadaran ibu. Kata Kunci: Efektivitas Pemberian Edukasi, Pengetahuan ABSTRACT Background: Breast milk is a source of nutrients that can be beneficial for the health of mothers and children. Breastfeeding is very important, especially in the early stages of life; thus, newborns are only given breast milk for the first 6 months without adding or replacing other foods and drinks. Breastfeeding immediately after birth also increases uterine contractions, reducing maternal blood loss during the postpartum period. Objective: This study was to determine the effectiveness of providing education on postpartum mothers' knowledge about breastfeeding. Method: This type of quasi-experimental research used a one-group pre-test-post-test design. The study was conducted at the Dina Karya clinic in 2024. The study period was April to September 2024. The population was all postpartum mothers at the Dina Karya clinic in 2024 totaling 30 people. The sample was taken by purposive sampling totaling 30 people. Data analysis with univariate and bivariate with paired sample t-test. Results: The significance value (2-tailed) of knowledge with the effectiveness of providing education is 0.037 (p <0.05). So that the results of the pre-test and post-test experienced significant changes (meaning) in postpartum mothers at the Dina Karya Medan clinic in 2024. Conclusion: the results of the paired sample t-test show that knowledge with the effectiveness of providing education after treatment can increase respondents' knowledge about breastfeeding. Suggestion: for research sites, it is hoped that they can improve counseling so that mothers' knowledge about breastfeeding increases and can raise mothers' awareness. Keywords: Effectiveness of Providing Education, Knowledge 
Analysis Of The Relationship Between Knowledge And Exclusive Breastfeeding To Infants Elvina, Ade; Nilawati, Iin; Syafitasari, Juanda; Putriani, Eva Sari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i10.17903

Abstract

Latar Belakang: Bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif mempunyai resiko 2 kali lebih tinggi mengalami kematian akibat diare dan pneumonia dibanding bayi yang mendapat ASI Eksklusif.  Ibu yang tidak dapat memberikan ASI eksklusif akan mencari alternatif makanan bagi bayi. Alternatif lainnya selain ASI, biasanya para ibu beralih pada susu formula. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Maras. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang memiliki bayi usia >6 bulan – 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Muara Maras yang berjumlah 49 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling sehingga seluruh ibu yang memiliki bayi usia >6 bulan – 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Muara Maras yang berjumlah 49 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 23 (46,9%) ibu yang memiliki bayi usia >6 – 12 bulan  di wilayah kerja puskesmas muara maras berpengetahuan cukup dan sebagian besar 30 (61,3%) tidak memberikan ASI eksklusif. Hasil analisa bivariat diperoleh ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas muara maras dengan nilai p = 0,012 < α (0,005). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas muara maras. Saran: Untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang memberikan intervensi langsung pada ibu menyusui sehingga dapat meningkatkan angka capaian pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas muara maras. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu menyusui, ASI eksklusif ABSTRACT Background: Babies who are not exclusively breastfed have a 2 times higher risk of dying from diarrhea and pneumonia than babies who are exclusively breastfed. Mothers who cannot provide exclusive breastfeeding will look for alternative foods for their babies. Another alternative to breast milk, mothers usually turn to formula milk.Objective: Research was conducted to determine the relationship between knowledge and exclusive breastfeeding in the Muara Maras Community Health Center Working Area. Method: This research uses an analytical survey design approach with a cross sectional approach. The population in this study were mothers who had babies aged >6 months – 12 months in the Muara Maras Health Center working area, totaling 49 people. The sampling technique used total sampling so that all mothers who had babies aged >6 months – 12 months in the Muara Maras Health Center working area were 49 people. Data collection in this research used primary data and secondary data. Data analysis was carried out using the Chi-Square test. Results: The results of the study showed that the majority of mothers who had babies aged >6 – 12 months in the Muara Maras Health Center working area, 23 (46.9%) had sufficient knowledge and the majority 30 (61.3%) did not provide exclusive breastfeeding. . The results of bivariate analysis show that there is a significant relationship between maternal knowledge and exclusive breastfeeding for babies in the Muara Maras Community Health Center working area with a value of p = 0.012 < α (0.005). Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and exclusive breastfeeding for babies in the Muara Maras Health Center working area. Suggestion: Future researchers can conduct research that provides direct intervention to breastfeeding mothers so that they can increase the rate of achieving exclusive breastfeeding among breastfeeding mothers in the Muara Maras Health Center working area. Keywords:Knowledge, Breastfeeding mothers, exclusive breastfeeding 
Factors Related To Perineal Rupture In Mothers In Labor Jayanti, Christin; Wijayanti, Rina; Kurniasih, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i1.18750

Abstract

Latar Belakang: Ruptur pada perineum merupakan alasan kedua dari beramal setelah atonia uteri. Komplikasi yang muncul akibat ruptur perineum melibatkan risiko pendarahan , infeksi , dan ketidaknyamanan. Di Indonesia, pada tahun 2017, ditemukan bahwa sebanyak 75% dari ibu yang melahirkan secara pervaginam mengalami ruptur perineum , dari total 1.951 ibu yang mengalami persalinan spontan pervaginam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ruptur perineum. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan penampang. Metode pengambilan contoh yang digunakan adalah total sampling, yang mencakup seluruh ibu yang melahirkan normal dengan mengalami pecahnya perineum di PMB M M Sri Sunaryanti di Jakarta Selatan, dengan jumlah menanggapi sebanyak 30 orang. Pada penlitian ini analisis bivariat di uji dengan uji statistik chi kuadrat. Hasil: Hasil analisis data dengan uji chi square didapatkan tidak ada hubungan usia ibu dengan robekan perineum pada ibu bersalin dengan nilai nilai p 0,065 > 0,05. Kesimpulan: Hasil analisis data dengan uji chi square didapatkan ada hubungan usia ibu dengan robekan perineum pada ibu bersalin dengan nilai nilai p 0,020 < 0,05. Berdasarkan uji statistik chi kuadrat menunjuk p-value = 0,05 tidak dapat diketahui hubungan berat badan lahir bayi dengan robekan perineum pada ibu bersalin dikarenakan bayi yang dilahirkan oleh seluruh contoh adalah bayi dengan berat badan lahir normal. Saran: bagi tempat penelitian perlunya memperhatikan faktor paritas ibu dalam Upaya pencegahan dan penanganan rupture perineum pada saat proses persalinan karena beresiko lebih tinggi mengalami rupture perineum. Kata kunci :  rupture perineum, persalinan, usia, paritas, berat bayi lahir ABSTRACT Background : Perineal rupture is the second reason for doing charity after uterine atony. Complications that arise due to perineal rupture involve the risk of bleeding, infection, and discomfort . In Indonesia, in 2017, it was found that as many as 75% of mothers who gave birth vaginally experienced perineal rupture, from a total of 1,951 mothers who experienced spontaneous vaginal delivery . Objective: This study aims to determine the factors associated with perineal rupture. Method: This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach . The sampling method used was total sampling, which included all mothers who gave birth normally with perineal rupture at PMB MM Sri Sunaryanti in South Jakarta, with a total of 30 respondents. In this study, bivariate analysis was tested using the chi-square statistical test . Results: The results of data analysis using the chi-square test obtained No There is connection age Mother with perineal tear in mother giving birth with mark p value 0.065 > 0.05. Conclusion: Results of data analysis using the chi square test obtained There is connection age Mother with perineal tear in mother giving birth with mark p- value 0.020 < 0.05. Based on statistical tests chi square pointing p-value = 0.05 no can known connection birth weight baby with perineal tear in mother giving birth because of babies born to all example is baby with normal birth weight . Suggestion : share place study the need notice factor parity Mother in efforts to prevent and treat perineal rupture during the labor process Because at risk more tall experienced perineal rupture. Keywords : perineal rupture , labor , age , parity , weight baby born
Identification Of Physical Insecurity During Third Trimester Pregnancy Hardaniyati, Hardaniyati; Ariendha, Dian Soekmawaty Riezqy; Rohmah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i11.18166

Abstract

Latar Belakang:  Kehamilan adalah masa dimulainya pertemuan antara sel telur dan sel sperma kemudian berkembang menjadi zigot dan berlanjut menjadi janin. Ibu hamil sering mengalami ketidaknyamanan Perubahan yang terjadi selama kehamilan membutuhkan suatu proses adaptasi baik fisik maupun fisiologis. ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu hamil trimester III paling umum terjadi yaitu perubahan fisik dan psikologis salah satunya nyeri punggung, gangguan tidur, bengkak pada kaki,buang air kecil (BAK)Tujuan: Mengidentifikasi ketidaknyamaan fisik  pada ibu hamil trimester III   Metode: Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester yang berjumlah  70 orang.Hasil: Penelitian menunjukan dari 70 responden 38 (54,3%) ibu mengalami nyeri punggung sedang, (80,0%) 56 responden mengalami odema pada kaki, (71,4%) 50 responden mengalami gangguan BAK, (78,6%)55 responden mengalami gangguan tidur buruk. Hasil penelitian menunjukkan ketidaknyamanan fisik  yang di alami oleh ibu pada trimester III  akan berdampak terhadap kualitas kesehatan hidup ibu hamil yang berpengaruh ke janin.Kesimpulan: Berdasarkan hasil  penelitian  terdapat  ibu  hamil  yang memiliki  ketidaknyamanan fisik dalam kategori yang buruk. Ketidaknyamanan fisik yang dialami oleh ibu berbeda-beda tingkatnya dan ibu hamil yang mengalami ketidaknyamanan fisik dalam kategori buruk selama kehamilan hal ini disebabkan karena  ibu  masih  dalam kehamilan  pertama  sehingga  ibu  belum  paham  cara  mengatasi  ketidaknyamanan  yang dirasakan.Saran: Fasilitas kesehatan penting  untuk melakukan skrining terhadap fisik maupun psikologis ibu hamil dalam mencegah terjadinya ketidaknyamanan yang berdampak bagi kualitas hidup selama masa kehamilan. Kata Kunci: Ibu hamil, Ketidaknyamaan fisik, Trimester III ABSTRACT Background: Pregnancy is the time when the meeting between the egg and sperm cells begins, then develops into a zygote and continues to become a fetus. Pregnant women often experience discomfort Changes that occur during pregnancy require an adaptation process both physically and physiologically. The discomfort felt by pregnant women in the third trimester is the most common physical and psychological changes, one of which is back pain, sleep disturbances, swelling in the legs, and urination.Objective: The purpose of this study is to identify physical instability in pregnant women in the third trimester.Methods: This type of research uses a descriptive type of research. The sample in this study was pregnant women in the third trimester who visited the Karang Pule Health Center totaling 70 people.Results: The study showed that out of 70 respondents 38 (54.3%) mothers experienced moderate back pain, (80.0%) 56 respondents experienced odema on the legs, (71.4%) 50 respondents experienced BAK disorders, (78.6%) 55 respondents experienced poor sleep disorders. The results of the study show that physical discomfort experienced by mothers in the third trimester will have an impact on the quality of life of pregnant women which affects the fetus.Conclusion: Based on the results of the study, there are pregnant women who have physical discomfort in the poor category. Physical discomfort experienced by mothers varies in degree and pregnant women who experience physical discomfort in the bad category during pregnancy this is because the mother is still in the first pregnancy so the mother does not understand how to overcome the discomfort felt.Suggestion: Health facilities are important to screen pregnant women's physical and psychological conditions to prevent discomfort that has an impact on the quality of life during pregnancy. Keywords: Pregnant women, Physical instability, third trimester                                                                    INTRO
Survey Of Psychological Disorders During Postpartum Pratiwi, Yopi Suryatim; Zulfiana, Yesvi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i12.18588

Abstract

Latar belakang: Masa nifas merupakan masa yang sangat rentan terhadap berbagai masalah psikologi. Permasalahan psikologi  pasca  melahirkan  diklasifikasikan  sebagai postpartum blues,  depresi postpartum, dan psikosis postpartum. Kejadian postpartum blues dapat berlanjut menjadi depresi postpartum, bahkan psikosis postpartum.  Program Pemerintah yaitu melakukan kunjungan ulang pada masa nifas yang dilakukan minimal 4 kali meliputi deteksi dini, pencegahan dan menangani komplikasi. Skala depresi pascanatal Edinburgh postnatal depression scale (EPDS) adalah salah satu upaya untuk mendiagnosis masalah psikologi masa nifas.Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi kejadian gangguan psikologi masa nifas pada ibu nifasMetode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan quota sampling.Jumlah sampel yang penulis tentukan adalah 86 ibu nifas. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner The Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS).Hasil: Hasil penelitian didapatkan usia 20-35 tahun sebanyak 52 orang (60,5%). Pendidikan sebagian besar SMA yaitu sebanyak 33 orang (38,4%). Pekerjaan sebagian besar ibu tidak bekerja yaitu sebanyak 51 orang (59,3%). Paritas sebagian responden Multipara yaitu sebanyak 52 orang (60,5%). Jenis persalinan sebagian besar responden persalinan spontan yaitu sebanyak 57 orang (66,3%). Dukungan keluarga sebagian besar responden mendapatkan dukungan yaitu sebanyak 77 orang (89,5%). Hasil survey terkait gangguan psikologi masa nifas didapatkan 77 responden memiliki kondisi normal, dan 9 responden mengalami postpartum blues.Simpulan: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami gangguan psikologi masa nifas. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuesioner EPDS sebagian besar dengan rentang nilai 5-9 pada nifas normal, dan rentang nilai 11-13 pada postpartum blues.Saran: Peneliti selanjutnya disarankan dapat melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang memengaruhi kejadian gangguan psikologi pada masa nifas Kata Kunci: Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), Gangguan psikologi, Nifas ABSTRACT Background: The postpartum period is a period that is very vulnerable to various psychological problems. Postpartum psychological problems are classified as postpartum blues, postpartum depression, and postpartum psychosis. The occurrence of postpartum blues can progress to postpartum depression, even postpartum psychosis. The Government program is to conduct repeat visits during the postpartum period which are carried out at least 4 times including early detection, prevention and handling of complications. The Edinburgh postnatal depression scale (EPDS) is one of the efforts to diagnose postpartum psychological problems.Objective: The objective of this study was to identify the incidence of postpartum psychological disorders in postpartum mothersMethod: This study used a quantitative descriptive method. Sampling was carried out by quota sampling. The number of samples determined by the author was 86 postpartum mothers. The data collection tool used in this study used the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire.Results: The results of the study obtained 52 people aged 20-35 years (60.5%). Most of the education was high school, namely 33 people (38.4%). Most of the mothers' occupations were unemployed, namely 51 people (59.3%). Parity of some respondents was Multipara, namely 52 people (60.5%). The type of delivery was mostly spontaneous delivery, namely 57 people (66.3%). Most respondents received family support, namely 77 people (89.5%). The results of the survey related to postpartum psychological disorders showed that 77 respondents had normal conditions, and 9 respondents experienced postpartum blues.Conclusion: The results of this study showed that most respondents did not experience psychological disorders during the postpartum period. This can be seen from the results of the EPDS questionnaire, most of which had a value range of 5-9 in normal postpartum, and a value range of 11-13 in postpartum blues.Suggestion : Further researchers are advised to conduct research on factors that influence the incidence of psychological disorders during the postpartum period Keywords: Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), Psychological disorders, Postpartum 
Attitude And Motivation Of Adolescents On Stunting Prevention In Female Students Setyaningsih, Pujiati; Jumiatun, Jumiatun
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i11.18248

Abstract

Latar Belakang: Stunting mempunyai dampak yang sangat merugikan baik dari sisi kesehatan maupun dari produktivitas ekonomi. Dampak jangka pendek stunting terkait dengan perkembangan sel otak yang dapat menyebabkan tingkat kecerdasan menjadi tidak optimal. Dampak jangka panjang dapat menurunkan produktifitas dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Salah satu intervensi spesifik dalam penurunan stunting yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan ditujukan kepada remaja putri, calon pengantin dan ibu hamil. Mengatasi stunting tidak hanya dimulai dari saat mengandung tetapi jauh sebelum kehamilan harus diatasi, dengan  menyiapkan remaja putri untuk tumbuh menjadi generasi yang siap berperan menjadi ibu secara fisik maupun kematangan mentalTujuan: Mengetahui hubungan antara sikap dengan motivasi remaja putri dalam pencegahan stuntingMetode:  Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional, sampel sebanyak 49 siswa putri, instrumen pengambilan data.menggunakan kuesioner.   Variable sikap dikategorikan menjadi dua yaitu mendukung dan kurang mendukung, sedangkan variable motivasi juga dikategorikan menjadi dua, yaitu tinggi dan rendah. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji statistiuk yang digunakan yakni uji Chi Square.Hasil: Hasil analisis dari total skor penelitian terhadap sikap 61,2% responden mendukung dan hasil observasi motivasi diperoleh hasil sebagian besar memiliki motivasi tinggi (65,3%). Nilai p = 0,14 > α = 0,05 yang menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan positif antara sikap dengan motivasi remaja dalam pencegahan stunting.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara sikap dengan motivasi remaja dalam pencegahan stunting di SMA Muhammadiyah 4 KendalSaran: diperlukan adanya kegiatan yang terprogram dari sekolah dalam upaya mendukung siswa dalam kegiatan pencegahan stunting sejak masa remaja, antara lain dengan memberikan penyuluhan tentang gizi & pencegahan anemia serta pemeriksaan kadar hemoglobin secara rutin setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali bekerja sama dengan puskesmas terdekat untuk mendeteksi kejadian anemia pada remaja putri. Kata Kunci : Sikap, Motivasi, Pencegahan Stunting ABSTRACT Background: Stunting has a very detrimental impact both in terms of health and economic productivity. The short-term impact of stunting is related to the development of brain cells which can cause intelligence levels to be suboptimal. Long-term impacts can reduce productivity and inhibit economic growth. One of the specific interventions in reducing stunting carried out by the Ministry of Health is aimed at adolescent girls, prospective brides and pregnant women. Overcoming stunting does not only start from the time of pregnancy but long before pregnancy must be addressed, by preparing adolescent girls to grow into a generation that is ready take on the role of motherhood both physically and mentallyObjective: To determine the relationship between attitudes and motivation of adolescent girls on stunting preventionMethod: The research design uses descriptive correlative with a cross-sectional approach, a sample of 49 female students, using a questionnaire as a data collection instrument. Attitude variables are categorized into two, supportive and less supportive, while motivation variables are also categorized into two, high and low. The analysis used is univariate and bivariate. The statistical test used is the Chi Square test.Results: The results of the analysis of the total research score on attitudes 61.2% of respondents supported and the results of the motivation observation obtained the results that most had high motivation (65.3%). The p value = 0.14> α = 0.05 which shows that there is no positive relationship between attitudes and adolescent motivation on stunting prevention.Conclusion: There is no correlation between attitude and motivation of adolescents on stunting prevention in female students of SMA Muhammadiyah 4 KendalSuggestion: There is a need for programmed activities from schools in an effort to support students in stunting prevention activities since adolescence, including providing counseling on nutrition & anaemia prevention and checking haemoglobin levels routinely every 6 months or once a year in collaboration with the nearest health centre to detect the incidence of anaemia in adolescent girls. Keywords: Attitude, Motivation, Stunting Prevention
Level Of Knowledge, Education, Income And Parenting Patterns Of Toddler Children On Stunting Incidents Rahayuni, Ni Wayan Sri; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Noriani, Ni Ketut
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i10.17923

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak dibawah lima tahun (balita) yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, sehingga menyebabkan anak gagal tumbuh (pendek) tidak sesuai dengan usianya. Stunting adalah ukuran yang tepat untuk mengidentifikasikan terjadinya kurang gizi jangka Panjang pada anak-anak. Anak balita dengan stunting bisa menjadi indikator kunci yang sensitive dari kesehatan ibu dan anak.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, pendidikan, penghasilan orang tua dan pola asuh anak balita terhadap kejadian stunting pada balita Usia 12-59 bulan.Metode : Jenis penelitian observasional dengan rancangan Cross sectional. dilakukan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kuta Selatan. Sample adalah seluruh ibu yang memiliki balita 12-59 bulan pada bulan 2 September 2022 sampai 31 Oktober 2022. Jumlah sampel  sebanyak 93 orang ibu yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.Hasil : Berdasarkan analisis data dengan menggunakan uji Chi square menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan (0,037), Pendidikan (0,019), penghasilan orang tua (0,034), dan pola asuh anak balita (0,025)Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting karena nilai P value < 0,05.Saran : Bagi Puskesmas dapat merencanakan program pencegahan pada balita stunting dengan lebih meningkatkan pengarahan tentang masalah stunting, bagi responden untuk rutin memantau pertumbuhan balita diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran tinggi badan pada balita agar mengurangi resiko terjadinya balita stunting dimasa mendatang. Kata Kunci : Pengetahuan, Pendidikan, Penghasilan, Pola asuh ABSTRACT Background: Stunting is a condition of failure to grow in children under five years (toddlers) which is caused by chronic malnutrition, causing the child to fail to grow (short) inappropriate for his age. Stunting is an appropriate measure to identify long-term malnutrition in children. Children under five with stunting can be a sensitive key indicator of maternal and child health. Objective: This study aims to determine the relationship between level of knowledge, education, parental income and parenting patterns of toddlers on the incidence of stunting in toddlers aged 12-59 months. Method: This type of observational research with a cross sectional design. carried out in the UPTD Work Area of the South Kuta Health Center. The sample was all mothers who had toddlers aged 12-59 months from 2 September 2022 to 31 October 2022. The total sample was 93 mothers who were selected using the purposive sampling method. Data was collected using a questionnaire. Results: Based on data analysis using the Chi square test, it shows that the level of knowledge (0.037), education (0.019), parents' income (0.034), and parenting patterns for children under five (0.025) Conclusion: There is a significant relationship with the incidence of stunting because the P value is <0.05. Suggestions: Community health centers can plan prevention programs for stunting toddlers by further increasing guidance on the problem of stunting, for respondents to routinely monitor toddler growth, including by weighing and measuring the height of toddlers in order to reduce the risk of stunting toddlers in the future. Keywords: Knowledge, Education, Income, Parenting style   
Developmental Identification In Toddler Fatmawati, Nurul; Zulfiana, Yesvi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i12.18565

Abstract

Latar Belakang : Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan   atau   fungsi   semua   sistem   organ   tubuh akibat  bertambahnya  kematangan  fungsi  sistem  organtubuh.  Perkembangan  bersifat reversible (dapat  balik) serta kualitatif. Pada tahun 2018, 149 juta anak di bawah usia lima tahun menderita stunting, 49 juta  anak di bawah usia lima tahun menderita kurus dan 40 juta anak di bawah usia lima tahun menderita gizi buruk. Pada tahun 2018, 22% dari seluruh anak balita mengalami stunting, dan pada tahun 2018 jumlah anak balita yang kelebihan berat badan meningkat sebesar 45% di Afrika dan 33% di Asia sejak tahun 2000. Tumbuh Kembang Anak Angka pertumbuhan dan keterlambatan tumbuh kembang  di Indonesia masih  cukup tinggi, yakni berkisar 5-10%. Populasi anak di Indonesia berjumlah sekitar 83 juta orang atau sekitar 33% dari total penduduk, dan jumlah anak tersebut terus meningkat setiap tahunnya.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan pada batita.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Desain penelitian yang di gunakan yaitu simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki batita sejumlah 55 anak batita.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar batita berjenis kelamin laki-laki, sedangkan untuk status gizi sebagian besar bersatus gizi normal dan sebagian besar perkembangan batita menunjukkan sesuai.Kesimpulan dan saran : Bahwa sebagian besar perkembangan pada batita adalah normal. Salah satu cara untuk melihat perkembangan pada batita adalah dengan menggunakan KPSP.KPSP adalah alat  atau instrumen yang dapat digunakan untuk  mengetahui apakah tumbuh kembang anak normal atau tidak normal. Sehingga ibu dapat melihat atau memantau bagaimana perkembangan anaknya. Kata Kunci : Perkembangan, Batita ABSTRACT Background: Development is an increase in the ability or function of all body organ systems due to increasing maturity in the function of the body's organ systems.  Development is reversible and qualitative. In 2018, 149 million children under the age of five suffered from stunting, 49 million children under the age of five suffered from wasting and 40 million children under the age of five suffered from malnutrition. In 2018, 22% of all children under five experienced stunting, and in 2018 the number of children under five who were overweight increased by 45% in Africa and 33% in Asia since 2000. Child Growth and Development Rates of growth and developmental delays in Indonesia still quite high, namely around 5-10%. The population of children in Indonesia is around 83 million people or around 33% of the total population, and the number of children continues to increase every year.Objective: This research aims to identify development in toddlers.Method: This research uses descriptive quantitative research methods. The research design used was simple random sampling. The population in this study were mothers who had 55 toddlers.Results: The results of the study show that the majority of toddlers are male, while the nutritional status of most of them is normal nutritional status and the majority of toddlers' development shows appropriate.Conclusions and suggestions: That most of the development in toddlers is normal. One way to see development in toddlers is to use KPSP. Keywords : Development, Toddler 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue