cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
PENERAPAN DIFFUSION WEIGHTED IMAGING (DWI) PADA PEMERIKSAAN MRI KNEE JOINT DENGAN KASUS SUSP. LESI DI RUMAH SAKIT BALIMÉD DENPASAR Wisma Pratama, I Made; Eka Juliantara, I Putu; Sugiartha, I Putu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12269

Abstract

Abstrak: Penerapan Diffusion Weighted Imaging (Dwi) Pada Pemeriksaan MRI Knee Joint Dengan Kasus Susp. Lesi Di Rumah Sakit Baliméd Denpasar. Lesi merupakan pertumbuhan sel-sel dari tubuh yang abnormal. Lesi dapat terjadi hampir di seluruh organ tubuh termasuk di Knee Joint. Knee joint memiliki fungsi untuk mengatur pergerakan dari kaki dan untuk menggerakan kaki. Pemeriksaan MRI merupakan suatu pemeriksaan terbaik yang dapat menggambarkan jaringan lunak pada Knee Joint. Pemeriksaan MRI Knee Joint dengan kasus Susp. Lesi di Rumah Sakit BaliMéd Denpasar tidak menggunakan media kontras melainkan dengan pemeriksaan MRI konvensional dengan ditambahkan DWI. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan Diffusion Weighted Imaging (DWI) pada pemeriksaan MRI Knee Joint pada kasus Susp. Lesi di Rumah Sakit BaliMéd Denpasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu 3 pemeriksaan MRI Knee Joint dengan kasus Susp. Lesi. Responden penelitian ini terdapat 3 dokter spesialis radiologi dan 1 radiografer. Analisa data dilakukan dengan interaktif model berdasarkan wawancara dan artikel pendukung. Hasil dari 3 sampel penelitian yang terkumpul berdasarkan hasil wawancara dan didukung oleh beberapa artikel yang terkait peneltian ini menunjukkan bahwa DWI memiliki peran yang penting dalam memberikan suatu informasi tentang karakteristik lesi dan selularitas jaringan. DWI dapat memberikan informasi selularitas jaringan yang membedakan antara jaringan abnormal dengan jaringan normal. DWI juga memberikan informasi yang signifikan untuk melihat karakterisasi dari lesi tanpa perlu menggunakan media kontras. Namun DWI memiliki kekurangan tidak dapat menampakkan infiltrasi kesekitaran jaringan dan DWI tidak dapat menggantikan peran dari media kontras.
GAMBARAN GEJALA KLINIS DAN HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH SAMARINDA Qurotu'aini, Jihan Hasna; Zubaidah, Mona; Rahma, Khairunnida
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i3.13512

Abstract

Abstrak: Gambaran Gejala Klinis dan Hubungan Perilaku Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies pada Santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda. Skabies merupakan infestasi parasit yang dapat menimbulkan ruam dan rasa sangat gatal pada kulit. Skabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var. Hominis. Tingginya prevalensi skabies disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah praktik hygiene yang tidak benar seperti kurangnya perawatan kebersihan pribadi, kebiasaan tidur bersama, bergantian memakai pakaian dan handuk, seringnya perjalanan ke tempat yang berisiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gejala klinis dan mengetahui hubungan perilaku Personal Hygiene dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis Analitik Observasional dengan pendekatan cross-sectional, total jumlah santri di pesantren ini adalah 149 santri dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu tingkat Personal Hygiene kurang sebanyak 85 responden (66,9%), dan tingkat Personal Hygiene baik sebanyak 42 responden (33,1%). sebanyak 24 responden (18,9%) terdiagnosis skabies. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil nilai p-value adalah p = 0,003 (p<0,05), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku Personal Hygiene dengan kejadian skabies pada santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda.
Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Mola Hidatidosa Di RSUD DR. H. Chasan Boesoirie Tahun 2016-2023 Tamsil, Fauziah Auliah; Oktavianti, Febby; Assagaf, Husain
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i8.13927

Abstract

Mola hidatidosa adalah penyakit trofoblastik yang dapat berkembang menjadi penyakit gestasional yang invasif dengan risiko 15-20% (mola hidatidosa komplit) dan 1-5% (mola hidatidosa parsial). Penyebab mola hidatidosa belum ditemukan. Namun, peningkatan risiko mola hidatidosa disebabkan oleh usia <20 tahun dan > 30 tahun, mutasi genetik, defisiensi vitamin A, paritas, dan faktor gizi yang kurang baik. Insidensi mola hidatidosa di Indonesia sekitar 1 dari 85 kehamilan. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan insidensi dan performa reproduksi mola hidatidosa, serta dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko yang berbeda di setiap lokasi.  Tujuannya untuk mengetahui hubungan usia dan paritas dengan mola hidatidosa di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Tahun 2016-2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional-deskriptif dengan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu 55 kasus tahun 2016-2023 sesuai dengan kriteria ekslusi yaitu, pasien yang mempunyai riwayat abortus spontan dan kriteria inklusi, yaitu pasien yang terdiagnosis mola hidatidosa secara klinis atau USG, dan data rekam mediknya lengkap. Hasil uji fisher’s exact test didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan usia dengan mola hidatidosa, P-Value=0,406 (>0,05) dan terdapat hubungan paritas dengan mola hidatidosa, P-Value=0,039 (<0,05). Berdasarkan uji regresi logistik, variabel yang paling berpengaruh terhadap mola hidatidosa adalah paritas dengan nilai Exp(B)= 9,158. Tidak terdapat hubungan antara usia dengan mola hidatidosa, terdapat hubungan antara paritas dengan mola hidatidosa, dan paritas merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap mola hidatidosa.
Gambaran Karakteristik Pada Pasien Penderita Epilepsi Di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Haliza, Tsakiyah Sharadeva; Sina, Muhammad Ibnu; Silvia, Eka; Putri, Pratiwi Hendro
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.16534

Abstract

Epilepsi adalah keadaan yang ditandai bangkitan berulang karena terganggunya fungsi otak karena muatan listrik abnormal pada neuron otak. Prevalensi kasus epilepsi di Indonesia mencapai 8,2 kasus per 1000 penduduk dengan insidensi 50 per 100.000 penduduk. Kasus baru ditemukan sebanyak 2,4 juta kasus setiap tahunnya. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian dan kekambuhan epilepsi, seperti usia, riwayat kejang demam, gangguan keseimbangan elektrolit, dan lainnya. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik pasien penderita epilepsi di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini memakai teknik consequtive sampling pada pasien RSPBA Bandar Lampung yang yakni 59 sampel. Hasil penelitian dari 59 sampel kategori frekuensi paling banyak adalah pada kelompok usia dewasa awal (57.6%), jenis kelamin laki-laki (57.6%), pekerjaan pelajar dan wiraswasta (37.3%), suku bangsa Jawa (45.8%), bangkitan kejang umum (55.9%), penggunaan Obat Anti Epilepsi (OAE) golongan fenitoin (50.8%), dan pasien epilepsi idiopatik (86.4%). Dari seluruh yang didapatkan bahwa frekuensi penderita epilepsi paling banyak di usia dewasa awal, laki-laki, pekerjaan wiraswasta dan mahasiswa, suku bangsa Jawa, jenis bangkitan umum, OAE fenitoin, dan etiologi idiopatik.
KAJIAN PUSTAKA: METODE IDENTIFIKASI PENANDA BIOLOGIS FESES PADA KANKER KOLOREKTAL Sumarpo, Anton; Martioso, Penny Setyawati; Fenny, Fenny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.13265

Abstract

Abstrak: Metode Identifikasi Penanda Biologis Feses Pada Kanker Kolorektal. Kanker kolorektal adalah salah satu penyebab kematian utama akibat kanker di seluruh dunia. Kanker kolorektal adalah jenis keganasan dengan tingkat kelangsungan hidup yang berkaitan erat dengan momentum penegakan diagnosis. Temuan klinis yang ditunjang dengan hasil pemeriksaan laboratorium dapat mengawali dugaan akan kanker kolorektal dan mencetus saran untuk pemeriksaan lanjutan, sehingga identifikasi penanda biologis untuk deteksi awal yang tepat menjadi penting. Tinjauan pustaka ini akan membahas mengenai berbagai metode dan tahapan penelitian untuk mengindentifikasi kandidat penanda biologis feses untuk kanker kolorektal. 
Hubungan Ukuran dengan Staging Tumor berdasarkan Kedalaman Invasi Pasien Karsinoma Kolorektal Pasca Laparotomi di RSUD Jenderal Ahmad Yani (RSAY) Lampung Safiyra, Cut Lailan; Sahara, Nita; Sani, Nopi; Arania, Resti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.15225

Abstract

Karsinoma kolorektal (KKR) merupakan keganasan yang berasal dari jaringan usus besar. Sistem penentuan stadium tumor-nodul-metastasis (TNM), dianggap sebagai gold standard untuk berbagai jenis kanker, banyak digunakan untuk mengevaluasi prognosis pasien dengan penyakit ganas. Ukuran tumor, yang didefinisikan sebagai diameter horizontal maksimal, umumnya dianggap berhubungan negatif dengan prognosis pada banyak tumor padat, termasuk KKR. American Joint Committee on Cancer sampai saat ini belum memasukkan ukuran tumor sebagai penentu staging maupun prognostik dari KKR. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan ukuran dengan staging tumor berdasarkan kedalaman invasi pasien KKR pasca laparotomi di RSAY Lampung. Penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional retrospektif menggunakan rekam medik tahun 2020-2023. Sampel sebanyak 77 responden memenuhi kriteria, terdapat 43 pasien dengan ukuran tumor <3,75 cm dan 34 pasien dengan ukuran tumor ≥3,75 cm. Mayoritas pasien berada pada stadium awal yaitu sebanyak 46 pasien dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara  Ukuran dengan Staging Tumor Berdasarkan Kedalaman Invasi Pasien Karsinoma Kolorektal  Pasca Laparotomi di RSUD Jenderal Ahmad Yani (RSAY) Lampung dengan p-value 0,817 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara Ukuran dengan Staging Tumor berdasarkan kedalaman invasi pasien karsinoma kolorektal pasca  laparotomi di RSUD Jenderal Ahmad Yani (RSAY) Lampung dengan p-value sebesar 0,817 lebih besar dari nilai alpha (0,05). Ukuran tumor pada jenis kanker padat seperti KKR tidak dapat menjadi acuan untuk menentukan stadium. Penting untuk menjalani screening secara rutin dan menjaga pola hidup untuk mengurangi risiko KKR.
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA KEDOKTERAN DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI BANDAR LAMPUNG Putri, Puput Ayu; Putri, Asri Mutiara; Alfarisi, Ringgo; Anggraini, Marisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12862

Abstract

Abstrak: Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Subjective Well-Being Pada Mahasiswa Kedokteran Dalam Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka Di Bandar Lampung. Mahasiswa kedokteran merupakan populasi yang rentan mengalami permasalahan psikologis. Dalam dunia pendidikan, mahasiswa kedokteran melalui pembelajaran yang tergolong cukup padat dengan banyaknya kegiatan diskusi dan praktikum. Hal ini menjadi stressor yang menekan bagi mahasiswa dikarenakan banyak mahasiswa kedokteran yang mengalami stres, cemas, depresi, bahkan beberapa ada yang sampai menunjukkan keinginan untuk bunuh diri. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa kedokteran memiliki subjective well-being yang rendah. Faktor yang dapat mempengaruhi tingkat subjective well-being seseorang adalah perilaku makan. Kebiasaan makan adalah perilaku individu/sekelompok individu untuk memenuhi kebutuhan pangan yang meliputi sikap, keyakinan dan pilihan makanan. Minat makan di luar dan mengunjungi restoran cepat saji kian semakin meningkat, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Mahasiswa memiliki perilaku makan yang tidak konsisten akan memiliki psychological subjective well-being yang rendah dan memiliki perilaku makan yang tidak sehat. Tujuannya untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan dengan subjective well-being pada mahasiswa kedokteran. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 139 mahasiswa kedokteran di Bandar Lampung. Alat ukur yang digunakan adalah data demografi mahasiswa dan Positive Affect Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale (SWLS) dan Eating Habits Quetionnaire (EHQ). Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden memiliki tingkat kebiasaan makan rendah (81,3%) dan subjective well-being rendah (42,4%). Hasil analisis korelasi kebiasaan makan dengan subjective well-being didapatkan p-value 0,332. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan kebiasaan makan dengan subjective well-being pada mahasiswa sarjana pendidikan dokter dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di Bandar Lampung. 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Chronic Kidney Disease (CKD) Pada Pasien Dewasa Muda Di RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung Larasati, Harisa; Andora, Novika; Anita, Fitria
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.18084

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah suatu kondisi di mana fungsi jaringan ginjal menurun secara bertahap, sehingga sisa ginjal yang ada tidak dapat lagi menjaga keseimbangan lingkungan internal tubuh.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya Chronic Kidney Disease (CKD) pada pasien dewasa muda. Jenis penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah total sampling atau sampel jenuh. Populasi yang diikutsertakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menderita penyakit gagal ginjal kronik. di RS Urip Sumoharjo dengan jumlah 66 pasien. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 pasien daimbil dengan menggunakan teknik total sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode pengumpulan data lembar kuesioner.Hasil uji chi square didapatkan p value 0,307 Diketahui bahwa jika Nilai p<0,05 mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan antara konsumsi alkohol. Hasil dari uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p-value 0,840 Diketahui bahwa jika nilai p<0,05 menunjukkan bahwa dapat disimpulkan tidak ada hubungan Perilaku Merokok. Hasil uji chi-square menunjukkan p value sebesar 0,331. Hal ini menunjukkan bahwa karena nilai p lebih besar dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi minuman berwarna, berenergi, dan bersoda dengan kejadian gagal ginjal kronik pada pasien dewasa muda.
HUBUNGAN STRESS AKADEMIK, KUALITAS TIDUR, DAN KETERATURAN MAKAN TERHADAP KEJADIAN DISPEPSIA FUNGSIONAL PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR Naresha Devani, Putu Ayu Egidea; Rahadianti, Dian; Permana Putra, I Gede Ari; Ruqayyah, Siti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14167

Abstract

Dispepsia termasuk keluhan yang seringkali ditemukan dalam praktik klinis dan dapat dialami oleh semua orang. Kasus dispepsia terbagi menjadi dispepsia yang sifatnya organik dan dispepsia fungsional. Sebagian besar kasus dispepsia merupakan dispepsia fungsional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan stress akademik, kualitas tidur, dan keteraturan makan terhadap kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan menggunakan metodologi observasional analitik kuantitatif. Kuesioner digunakan dalam prosedur pengumpulan data untuk mencapai pengambilan sampel secara keseluruhan. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, total 109 sampel digunakan dalam penyelidikan ini. Pada bulan November 2023, data penelitian dikumpulkan. Kami menggunakan uji chi-square untuk analisis data kami. Nilai p sebesar 0,996 menunjukkan bahwa korelasi antara stres akademik dan dispepsia fungsional tidak signifikan secara statistik. Nilai p sebesar 0,016 menunjukkan korelasi yang signifikan secara statistik antara dispepsia fungsional dan kualitas tidur. Nilai p sebesar 0,293 menunjukkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara frekuensi dispepsia fungsional dengan frekuensi makan tidak teratur.  
ANALISIS KEBUTUHAN HOME CARE PADA IBU PASKA SALIN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN DI KABUPATEN BANDUNG Hayati, Ning; Yusita, Intan; Yuliani, Meda; Lestari, Sri; Horidah, Siti; Sugiharti, Ina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i4.13165

Abstract

Home care  salah satu pelayanan kesehatan yang diberikan  petugas kesehatan untuk meningkatkan kesehatan pasien  secara fisik maupun psikis, untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan kesehatan individu. Metode penelitian yang digunakan adalah  survey .dengan populasi ibu paska salin  satu minggu pertama. Jenis sampel dalam penelitian ini purposive  yaitu  ibu paska salin  dengan  tehnik sampel dalam penelitian ini adalah  aksidental sampling. Hasil 16  orang ibu pasca salin  normal  (61 ,5%) tidak membutuhkan jasa home care dan 10 orang  ibu pasca salin (38 ,5%)  memerkulan jasa home care , dari  24 orang  (92,3%)  ibu pasca salin membutuhkan perawatan bayi (80%) ibu nifas KF-2 dalam kondisi tidak mempunyai keluhan fisik.  Pembahasan   sebagian besar ibu paska salin normal pada minggu pertama  tidak membutuhkan jasa home care karena secara fisiologi maupun psikologi kondisi ibu sudah mampu untuk melakukan aktifitas fisik secara mandiri. Kesimpulan ibu nifas normal  sebagian besar tidak membutuhkan jasa home care perawatan ibu  karena 80%  besar kondisi kesehayat baik fisik maupun psikologis sudah kembali normal pada hari ke 3 sampai dengan hari ke 7.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue