cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 367 Documents
PENDAMPINGAN PROSES PEMBUATAN GULA SEMUT DI DESA BESAN Ni Luh Putu Sariani; Ni Nyoman Trias Widiani; Anak Agung Gde Alit Wiradyatmika; Ni Nengah Rupadi Kertiriasih
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.34-38.2023

Abstract

Desa Besan merupakan salah satu desa yang memiliki potensi dalam menghasilkan produk gula semut yang terkenal memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Namun, minimnya peralatan dan pengetahuan dalam proses pembuatan produk gula semut di desa Besan menjadi kendala yang memerlukan perhatian khusus. Dengan adanya program pendampingan pembuatan gula semut akan sangat membantu peningkatan kualitas dan kuantitas produk gula semut yang dihasilkan. Inilah yang menjadi alasan pendorong pengabdian pada masyarakat tentang pendampingan proses pembuatan gula semut. Kegiatan yang dilakukan yaitu pendampingan pengolahan nira kelapa menjadi gula semut menggunakan alat yang memadai dengan sasaran pelaku UMKM gula semut di Desa Besan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pendampingan ini yaitu penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu pelaku UMKM menjadi paham mengenai pembuatan gula semut dengan menggunakan peralatan yang memadai. Hal ini dapat dilihat dari kuisioner yang diisi oleh pelaku UMKM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai pembuatan gula semut. Dengan adanya program pendampingan ini, diharapkan pelaku UMKM gula semut dapat mempublikasikannya ke masyarakat luas. Kata kunci: gula semut, gula aren, nira kelapa ABSTRACT Besan Village is one of the villages that has the potential to produce ant sugar which is known to have good benefits for health. However, the lack of equipment and knowledge in the process of making ant sugar products in Besan village is an obstacle that requires special attention. With the assistance program for making ant sugar, it will greatly help improve the quality and quantity of the ant sugar products produced. This is the reason behind the community service regarding assisting the process of making ant sugar. The activities carried out are assisting in the processing of coconut sap into ant sugar using adequate tools targeting ant sugar MSME actors in Besan Village. The methods applied in this mentoring activity are counseling, training, mentoring and evaluation. The result of this activity is that MSME actors understand the manufacture of ant sugar using adequate equipment. This can be seen from the questionnaire filled out by MSME actors showing an increased understanding of the manufacture of ant sugar. With this assistance program, it is hoped that MSME actors in ant sugar can publish it to the wider community. Keywords: ant sugar, palm sugar, coconut sap
PELATIHAN BUDIDAYA MAGGOT BAGI KLASTER SAPI BERKAH USAHA BERSAMA, DESA TELUK PANDAN BONTANG, KALIMANTAN TIMUR Hetty Manurung; Imam Rosadi; Ari Susandy Sanjaya; Wulan Lyhig Ratna sari; Rudianto Rudianto; Rudy Agung Nugroho; Retno Aryani; Andy Nurcahyono
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.102-107.2022

Abstract

Faktor harga pakan terutama komponen protein merupakan salah satu komponen utama yang menjadi masalah karena mahal harganya. Oleh karena itu, para peternak umumnya mencari alternatif sumber protein lain, salah satunya adalah maggot atau larva lalat tentara hitam (Hermetia illucens). Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan dan melatih budidaya maggot kepada kelompok peternak sapi klaster sapi berkah usaha bersama, desa Teluk Pandan Bontang, Kalimantan Timur untuk menghasilkan maggot yang berprotein tinggi. Metode yang dilaksanakan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan yang berupa ceramah, tanya jawab, dan praktik budidaya. Hasil pengabdian yaitu, anggota kelompok peternak sapi klaster sapi berkah usaha bersama, desa Teluk Pandan Bontang, Kalimantan Timur ikut aktif berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan, adanya interaksi tanya jawab dan juga praktek mandiri budidaya maggot. Kesimpulan yang didapat dari kegiatan pengabdian ini adalah anggota kelompok peternak sapi klaster sapi berkah usaha bersama, desa Teluk Pandan Bontang, Kalimantan Timur telah mengenal dan mampu melakukan budidaya maggot yang akan digunakan sebagai sumber protein untuk menekan harga pakan dalam usaha peternakan. Kata kunci: maggot, peternak sapi, bontang ABSTRACT The price of feed, especially protein, is an important factor because it has an expensive price. For this reason, farmers usually search for other alternative protein sources, one of which is maggot/Black Soldier Fly larvae (Hermetia Illucens). The purpose of this community service is to introduce and train maggot cultivation to the cattle breeder community in a group of cow farmer clustered Teluk Pandan Village, Bontang City, East Kalimantan to produce high protein nutrient from maggot. The method implemented was began with preparation stage, implementation in the form of lectures, questions and answers, and cultivation practices. The results of the community service were that members of the group of cow farmer clustered Teluk Pandan Village, Bontang City, East Kalimantan actively participated in training activities, question and answer interactions, and performed the maggot cultivation. The conclusion obtained from this community service activity was that members of the group of cow farmer clustered Teluk Pandan Village, Bontang City, East Kalimantan are familiar with and able to cultivate maggot which will be used as a source of protein to reduce feed prices in the livestock business. Keywords: black soldier fly larvae, cow farmer, bontang
EDUKASI JAJANAN SEHAT DAN PRAKTIK PEMBUATAN ICE CREAM SEHAT RENDAH GULA Haryanti, Niken Diah; Amanda, Ghaisani Shella; Azka, Sadna Izzatul; Puspitasari, Dyah Intan; Tendyansyah, Alya Nida
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.8.1.23-29.2024

Abstract

Sebanyak lebih dari 78% anak-anak di Indonesia memiliki kebiasaan jajan terutama pada kalangan anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Menurut data BPOM Surabaya ditemukan sebesar 22% jajanan sekolah tidak aman untuk dikonsumsi. Jajanan ini dapat menjadi penyebab awal munculnya berbagai penyakit pada anak. Jajanan di lingkungan sekolah memegang peranan penting untuk mengontrol kesehatan anak-anak. Kegiatan edukasi perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak sehingga diharapkan dapat menerapkannya dengan baik dalam hal memilih jajanan yang sehat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak sekolah dan mengetahui peningkatan pengetahuan anak-anak sekolah terhadap jajanan sehat dan batasan gula – garam yang harus dikonsumsi dalam sehari. Kegiatan dilakukan dengan metode sosialisasi berupa edukasi jajanan sehat dan batasan gula – garam melalui pengerjaan pre-test dan post-test disertai dengan kegiatan pembuatan ice cream rendah gula yang terangkum dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan edukasi dilakukan pada Sekolah Dasar Negeri Gonilan 02, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kata kunci: Jajanan sehat, anak sekolah, edukasi ABSTRACT More than 78% of children in Indonesia have a habit of snacking, especially among children who are in elementary school. According to BPOM Surabaya data, 22% of school snacks are not safe for consumption.More than 78% of children in Indonesia have a habit of snacking, especially among children who are in elementary school. According to BPOM Surabaya data, 22% of school snacks are not safe for consumption. These snacks can be the initial cause of various diseases in children. Snacks in the school environment play an important role in controlling children's health. Educational activities need to be carried out to increase children's knowledge so that they are expected to apply it well in terms of choosing healthy snacks. The purpose of this activity is to increase the knowledge of school children and determine the increase in school children's knowledge of healthy snacks and the limit of sugar - salt that should be consumed in a day. The activity was carried out with a counseling method in the form of healthy snacks education and sugar-salt limits through pre-test and post-test work accompanied by low-sugar ice cream making activities which were summarized in community service activities. Educational activities were carried out at Gonilan 02 State Elementary School, Sukoharjo, Central Java. Keywords: healthy snack,elementary school, nutrition education
PENINGKATAN KECERDASAN EMOSI DAN PENURUNAN TINGKAT STRESS SISWA SDN LEDOKNONGKO MELALUI PENERAPAN TERAPI KEBUN BUDIKDAMBER Rohmadani, Zahro Varisna; Nugraheni, Ika Afifah; Fardhani, Dinar Mindrati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.8.1.56-61.2024

Abstract

Di zaman yang semakin modern banyak macam pemicu atau stresor yang membuat individu cepat mengalami stres, sering kali individu yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata tetapi untuk penyelesaian problem atau permasalahan yang dihadapi di lingkungan kurang bisa menyelesaikan sehingga menimbulkan stres. Ketika individu tidak mampu mengendalikan stres yang dialami akan menimbulkan gejala-gejala yang merugikan dirinya sendiri sehigga mengganggu aktivitas di lingkunganya.Horticulture therapy atau terapi kebun atau ekoterapi merupakan terapi yang menggunakan media tanaman dan aktivitas berkebun. Horticultural Therapy Association (AHTA) terapi kebun telah terbukti efektif dalam mengurangi tingkat stres, kecemasan, dan depresi serta dapat meningkatkan kecerdasan emosional. Dalam penerapan terapi berbasis masyarakat ini salah satunya menggunakan terapi kebun Smart eco farming melalui aplikasi akuaponik dengan kombinasi budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Adapun tujuan dari program terapi berbasis masyarakat ini ialah memberi peluang kepada siswa untuk ikut terlibat dalam melakukan aktivitas terapi kebun dan untuk mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan motorik, sekaligus meningkatkan kecerdasan emosional dan menurunkan stress pada siswa. Kata Kunci: budikdamber, terapi kebun, kecerdasan emosi, stress, sekolah dasar ABSTRACT In increasingly modern times, there are many kinds of triggers or stressors that cause individuals to experience stress quickly, often individuals who have above average intelligence but are unable to solve problems or problems faced in the environment, which causes stress. When individuals are unable to control the stress they experience, it will cause symptoms that are detrimental to themselves and thus disrupt activities in their environment. Horticulture therapy or garden therapy or ecotherapy is a therapy that uses plant media and gardening activities. Horticultural Therapy Association (AHTA) garden therapy has been proven to be effective in reducing levels of stress, anxiety and depression and can increase emotional intelligence. In implementing this community-based therapy, one of them is using Smart eco farming garden therapy through the aquaponics application with a combination of cultivating fish in buckets (budikdamber). The aim of this community-based therapy program is to provide opportunities for students to be involved in garden therapy activities and to develop social, emotional and motor skills, as well as increasing emotional intelligence and reducing stress in students. Keywords: budikdamber, garden therapy, emotional intelligence, stress, elementary school
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS KOTORAN SAPI-DAUN SAWIT PADA KELOMPOK PETERNAK BIKAWANHAR DI DESA TERATAK RENDAH Seprido, Seprido; Desriadi, Desriadi; Rizhan, Afrinald
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.8.1.1-4.2024

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat tentang pelatihan pembuatan pupuk kompos kotoran sapi-daun sawit pada kelompok peternak BIKAWANHAR di Desa Teratak Rendah ini bertujuan untuk memberikan pengaalam secara langsung bagi masayrakat anggota kelompok peternak BIKAWANHAR dalam mengolah kotoran sapi dan limbah daun kelapa sawit menjadi pupuk kompos. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 bulan kegiatan dan berlangsung di Rumah Kompos kelompok peternak BIKAWANHAR di Desa Teratak Rendah. Sebanyak 20 orang peserta yang ikut pada kegiatan ini didominasi oleh peserta berjenis kelamin laki-laki (100%), dan juga berada pada rentang usia pekerja awal 25-34 tahun (8 orang/40%); kelompok usia paruh baya 35-44 tahun (7 orang/35%); dan kelompok usia pra pensiun 45-54 tahun (5 orang/25%). Kegiatan pelatihan ini berlangsung dengan metode ceramah (25%) dan demo pembuatan kompos (75% dari kegiatan). Bahan baku pembuatan kompos pada kegiatan ini adalah 200 kg kotoran sapi, 25 liter urin sapi dan 50 kg daun kelapa sawit. Pada kegiatan ini, peserta menunjukkan respon yang sangat positif yang dibuktikan dengan tingginya antusias peserta untuk mengajukan pertanyaan pada kegiatan demo berlangsung (15 pertanyaan).Kata kunci: Kompos, Sawit, Pelatihan, Teratak Rendah, PengabdianABSTRACTCommunity service regarding training in making cow manure-palm leaf compost for the BIKAWANHAR breeder group in Teratak Rendah village aims to provide direct experience for members of the BIKAWANHAR breeder group in processing cow manure and leaf of oil palm into compost. This activity was carried out for 3 months and took place at the Compost House of the BIKAWANHAR breeder Group in Teratak Rendah Village. A total of 20 participants who took part in this activity were dominated by male participants (100%), and were also in the intial working age ranking of 25-34 years (8 people/40%; middle age group 35-44 years (7 people/35%); and the pre-retirement age group 45-54 years (5 people/25%). This training activity took place using the lecture method (25%) and a compost making demonstration (75% of the activity). The raw materials for making compost in this activity are 200 kg of cow dung, 25 liters of cow urine and 50 kg of oil palm leaves. In this activity, participants showed a very positive responses as evidenced by the high enthusiasm of participants in asking questions during the ongoing demo activity (15 questions).Kata kunci: Compost, Oil Palm, Training, Teratak Rendah, Community service
PERBAIKAN USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DENGAN INTERVENSI TEKNOLOGI PAKAN DAN LIMBAH TERNAK DI KELOMPOK SILGA BERSATU KABUPATEN DHARMASRAYA Ediset, Ediset; Martaguri, Imana; Anas, Amrizal
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.8.1.30-35.2024

Abstract

Kelompok Silga Bersatu adalah kelompok usaha peternakan sapi potong yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Nagari Sialang Gaung Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya, setiap tahun kelompok ini selalu dialokasikan dana oleh pemerintahan Nagari agar usahanya semakin berkembang. Kenyataannya usaha peternakan sapi potong yang dijalani oleh kelompok ini tidak mengalami perkembangan, baik dilihat dari jumlah populasi maupun dari kesejahteraan anggotanya. Permasalahan yang teridentifikasi adalah 1) anggota kelompok tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola limbah pertanian menjadi pakan ternak sapi potong melalui intervensi teknologi, dan 2) belum memiliki keterampilan dalam mengolah limbah kotoran ternak menjadi Pupuk Kompos (PK). Metode alih teknologi yang diterapkan untuk merubah pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok sasaran adalah menggunakan pendekatan penyuluhan sosialisasi, demonstrasi dan pelatihan. Pendekatan sosialisasi dan demonstrasi untuk pembuatan pakan Fermentasi Batang Pisang (FBP), serta pendekatan sosialisasi dan pelatihan untuk pembuatan Pupuk Kompos (PK). Hasil dari kegiatan adalah peternak yang tergabung dalam kelompok Silga Bersatu kenagarian Sialang Gaung sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan Fermentasi Batang Pisang (FBP) bagi ternak sapi dan mampu mengolah limbah kotoran ternak sapi menjadi Pupuk Kompos (PK). Kata Kunci : Intervensi teknologi, Fermentasi batang pisang, Pupuk kompos dan Perbaikan usaha peternakan sapi potong ABSTRACT The Silga Bersatu group is a beef cattle farming business group owned by the Nagari Sialang Gaung Business Entity, Koto Baru District, Dharmasraya Regency, every year this group is always allocated funds by the Nagari government so that its business is growing. In fact, the beef cattle farming business undertaken by this group has not progressed, both in terms of population and the welfare of its members. The problems identified are 1) group members do not have the knowledge and skills in managing agricultural waste into beef cattle feed through technological intervention, and 2) do not have the skills in processing livestock manure waste into Compost Fertilizer (CF). The technology transfer method applied to change the knowledge and skills of target group members is using the socialization, demonstration and training extension approach. Socialization and demonstration approach for making Fermented Banana Stem (FBS) feed, as well as socialization and training approach for making Compost Fertilizer (CF). The result of the activity is that farmers who are members of the Silga Bersatu group in Sialang Gaung village already have knowledge and skills in processing agricultural waste into Fermented Banana Stem (FBS) feed for cattle and are able to process cow dung waste into Compost Fertilizer (CF). Keywords : Technological intervention, Fermented banana stem, Compost fertilizer and Improvement of beef cattle farming business
PENDAMPINGAN USAHA DIYUM DAN COCONUT MILKSHAKE SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN USAHA RINTISAN MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS JAMBI Yernisa, Yernisa; Sahrial, Sahrial; Yulia, Ade; Oktaria, Fera; Aini, Latifa
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.8.1.56-61.2024

Abstract

Mahasiswa prodi Teknologi Industri Pertanian saat ini memiliki beberapa kelompok usaha rintisan yang inovatif. Sayangnya, proses penerapan teknologi masih tradisional dan faktor manajemen kualitas produk belum menjadi fokus utama. Fokus peningkatan kualitas produk pangan dapat dilakukan melalui upaya pemenuhan persyaratan kualitas pangan dengan menerapkan Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) dan menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH) untuk dapat memperoleh sertifikasi halal produk. Kegiatan pengabdian pendampingan difokuskan kepada dua kelompok usaha rintisan yaitu DiYam dan Coconut Milkshake. Hasil pendampingan usaha rintisan mahasiswa ini adalah meningkatkan penggunaan teknologi proses seperti teknologi penyimpanan dan pendinginan produk, peningkatan pemahaman mitra mengenai CPPB dan sistem jaminan halal masing-masingnya naik menjadi 28,75% dan 23,25% dari sebelum mengikuti kegiatan. Pemahaman mengenai CPPB naik menjadi 3,15 (Sangat paham) dari sebelumnya 2,00 (tidak paham) dan sertifikasi halal sebesar 3,31 (sangat paham) dari sebelum dan 2,38 (cukup paham), dan mendorong pengimplementasian manajemen kualitas dari kelompok usaha mahasiswa ini dengan pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha), memenuhi persyaratan CPPB dan sistem jaminan halal. Kata kunci: Diyam, Coconut Milkshake, Usaha rintisan mahasiswa, CPPB, Sistem jaminan Halal ABSTRACT Agricultural Industrial Technology program have several innovative startup groups. Unfortunately, the technological application process is still traditional, and product quality management has not been the main focus. The focus on improving food product quality can be achieved through efforts to meet food quality requirements by implementing Good Manufacturing Practices (GMP) and applying the Halal Assurance System (HAS) to obtain halal product certification. The mentoring activities are focused on two student startup groups, DiYam and Coconut Milkshake. The results of mentoring these student startups include increased use of process technologies such as product storage and cooling, and an increase in partner understanding of GMP and halal assurance systems to 28.75% and 23.25%, respectively, from before participating in the activities. Understanding of GMP increased from 2.00 (not understanding) to 3.15 (very understanding), and halal certification understanding increased to 3.31 (very understanding) from 2.38 (fair understanding), encouraging the implementation of quality management by these student startup groups with the registration of the Business Identification Number (NIB), meeting GMP requirements, and the halal assurance system. Keywords: Diyam, coconut milkshake, Student startup businesses, Good Manufacturing Practices (GMP), Halal Assurance System (HAS)
EDUKASI EKOWISATA MELALUI PENANAMAN MANGROVE BERSAMA MASYARAKAT DI KAWASAN NAGARI SUNGAI PINANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Uzra, Murhenna; Ikhlas, Boni; Wahyudin, Rama; Irwandi, Irwandi; Febrianto, Irwan; Mukhtar, Dertha; Roza, Sri Yenica
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.8.1.5-10.2024

Abstract

Wilayah hutan mangrove di Pesisir Selatan mencapai ±896,73 ha. Merupakan hutan mangrove urutan ke tiga terluas di Sumatera Barat yang dapat dikembangkan sebagai daerah eowisata.(Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan, 2019), menjadi strategi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk dijadikan kawasan Pusat Wisata edukasi dibidang konservasi perairan pembudidayaan tanaman mangrove. Yang menjadi permasalahan dalam ha ini adalah tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat terhadap tanaman mangrove yang sangat terbatas. Berdasarkan hasil stigma motivasi belajar yang rendah membuat perkembangan literasi keilmuan magrove di Nagari Sungai Pinang perlu di bimbing. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah Menciptakan masyarakat yang cinta lingkungan serta sadar akan pentingnya membudidayakan tanaman mangrove serta menjadikan ekowisata mangrove sebagai wisata edukasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Nagari Sungai Pinang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan tentang wilayah pesisir hutan mangrove serta manfaat dan pengaruh terhadap ekonomi masyarakat pesisir. Pemberian edukasi berupa pengetahuan cara pembibitan dan penanaman pohon mangrove di kawasan pantai Nagari Sungai Pinang dengan masyarakat. Hasil dalam kegiatan ini adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan pemanfatan Sumber daya hutan mangrove, dan memberikan kontribusi yang baik bagi lingkungan pesisir, kedepannya kegiatan ini untuk melestarikan habitat pohon Mangrove yang dapat dimanfaatkan sebagai ekowisata edukasi berkelanjutan bahari Nagari Sungai Pinang Kabupaten Pesisir Selatan. ABSTRACT The mangrove forest area in Pesisir Selatan reaches ±896.73 ha. It is the third largest mangrove forest in West Sumatra which can be developed as an ecotourism area. (South Pesisir Regency Environmental Service, 2019), is the strategy of the Provincial Government and the South Pesisir Regency Government to become an educational tourism center area in the field of water conservation and cultivation of mangrove plants. The problem in this case is the very limited level of education and knowledge of the community regarding mangrove plants. Based on the results of the stigma of low learning motivation, the development of scientific literacy in mangroves in Nagari Sungai Pinang needs to be guided. The aim of this community service is to create a society that loves the environment and is aware of the importance of cultivating mangrove plants and makes mangrove ecotourism an educational tourism for tourists visiting Nagari Sungai Pinang. The method used in this service activity is to provide knowledge about coastal mangrove forest areas and the benefits and influence on the economy of coastal communities. Providing education in the form of knowledge on how to seed and plant mangrove trees in the Nagari Sungai Pinang coastal area with the community. The results of this activity are to improve community welfare by utilizing mangrove forest resources, and making a good contribution to the coastal environment. In the future, this activity will preserve the habitat of mangrove trees which can be used as marine sustainable educational ecotourism in Nagari Sungai Pinang, Pesisir Selatan Regency.
PELATIHAN PERAWATAN, CARA PENGOPERASIAN DAN UJI COBA ALAT BANTU PENARIK PERAHU NELAYAN UNTUK KELOMPOK NELAYAN MUTIARA LAUT NAGARI KATAPIANG PADANG PARIAMAN Efiandi, Nota; Haris, Haris; Nusyirwan, Nusyirwan; Hamdani, Rifki; Seno, Abdi; Ilham, M.; Sumiati, Ruzita
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.8.1.36-40.2024

Abstract

Menangkap ikan adalah mata pencarian yang ditekuni setiap hari oleh masyarakat pesisir pantai Katapiang Padang Pariaman Sumbar. Biasanya, nelayan menangkap ikan di tengah laut dan hasil tangkapan dibawa dengan perahu kedarat. Setelah perahu sampai dibibir pantai kemudian perahu yang berisi hasil tangkapan ikan di tarik ke darat bersama sama oleh kelompok nelayan secara manual menggunakan tenaga manusia. Proses tersebut menurut nelayan tidak efektif dan meminimalkan hasil tangkapan karena harus dibagi ke anggota penarik. Adapun tersedia alat penarik sederhana tetapi tidak layak pakai karena tidak terawat dengan baik. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah mengedukasi masyarakat tentang alat bantu penarik perahu melalui pelatihan singkat tentang alat penarik perahu, cara operasi dan perawatannya supaya alat dapat berfungsi dengan baik dan memiliki umur pakai yang lama. Metoda yang digunakan adalah metoda pelatihan langsung ke kelompok Nelayan mitra. Hasil yang didapat setelah pelatihan ini anggota kelompok nelayan mampu mengoperasikan alat penarik kapal dan mampu melakukan perawatan harian pada alat penarik perahu. Kata kunci: penarik perahu nelayan, alat bantu tarik, pelatihan pengoperasian mesin, nelayan, tangkapan ikan ABSTRACT Fishing is the daily livelihood of the coastal community in Katapiang, Padang Pariaman, West Sumatra. Typically, fishermen catch fish in the open sea and bring their catch to shore by boat. Once the boat reaches the beach, the fishermen manually pull the boat, filled with their catch, to shore together as a group. This manual process is considered inefficient by the fishermen, as it reduces their catch since it has to be divided among the pullers. Although there is a simple pulling device available, it is not in usable condition due to poor maintenance. The aim of this community service is to educate the community about the boat pulling device through a brief training session on its operation and maintenance, ensuring the device functions properly and has a longer lifespan. The method used is direct training for the partner fishermen group. The outcome of this training is that members of the fishermen group are able to operate the boat pulling device and perform daily maintenance on it. Keywords: fisherman boat pulling device, assistive pulling equipment, machine operation training, fishermen, fish catch
SOSIALISASI BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN (K3) DI SEKOLAH PADA SISWA SMK KESEHATAN KOTA JAMBI Wuni, Cici; Berliana, Novi; Murfi, Adi Cahya
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.8.1.11-15.2024

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sekolah menjadi sangat penting karena sekolah bukan hanya tempat pembelajaran, tetapi juga lingkungan di mana siswa, guru, dan staf bekerja dan berinteraksi setiap hari. Dengan memprioritaskan K3, kita melindungi keselamatan dan kesehatan mereka, mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat menghambat proses pendidikan, menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental, dan mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab serta kesadaran akan keamanan, yang merupakan bekal berharga untuk kehidupan di masa depan. Tujuan dari memberikan sosialisasi budaya K3 adalah dapat meningkatkan kesadaran seluruh anggota sekolah tentang pentingnya K3 dalam lingkungan Pendidikan. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi Budaya K3 dengan siswa SMK Kesehatan Kota Jambi berjumlah 40 orang yang dilakukan di Sekolah. Dari kegiatan ini diketahui bahwa siswa belum memahami manfaat keselamatan dan Kesehatan kerja di lingkungan Sekolah. Kata kunci: Budaya K3, Penerapan K3, K3 di Sekolah, Sosialisasi K3 ABSTRACT The implementation of Occupational Health and Safety (K3) in schools is of utmost importance because schools are not just places of learning, but also environments where students, teachers, and staff work and interact every day. By prioritizing K3, we protect their safety and health, prevent accidents that can disrupt the educational process, create an environment that supports physical and mental well-being, and instill values of responsibility and awareness of safety, which are valuable assets for future life. The goal of providing K3 cultural socialization is to increase the awareness of all school members about the importance of K3 in the educational environment. The method used is to conduct K3 Cultural Socialization with 40 students from Jambi City Health Vocational High School at the school premises. From this activity, it was found that students did not fully comprehend the benefits of workplace safety and health in the school environment. Keywords: K3 Culture, The implementation of Occupational Health and Safety (K3) in Schools