cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Kriteria seleksi berdasarkan sifat morfologi tanaman kopi robusta Alnopri Alnopri; Ridwan Setiamihardja; Sugiono Moeljopawiro; Nani Hermiati
Zuriat Vol 3, No 1 (1992)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v3i1.6677

Abstract

Suatu penelitian telah dilaksanakan di kebun percobaan Pusat Penelitian Perkebunan Kaliwing, Jember, dari bulan Juni 1989 sampai dengan September 1989. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan sifat-sifat morfologi dengan daya hasil dan nilai duga daya waris sifat0sifat tersebut. Bahan penelitian adalah 24 koln kopi 'Robusta' yang ditanaman pada bulan Desember 1973, dan dipelihara menurut sistem batang tunggal. Tata letak percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan.hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat rata-rata jumlah buku produktif dan bobot 100 butir biji mempunyai hubungan positif sangat nyata dengan daya hasil, sehingga sifat-sifat tersebut dapat dijadikan sebagai kriteria seleksi.Nilai duga daya waris (heritabilitas dalam arti luas) sifat rata-rata jumlah buku produktif rendemen hasil, dan bobot 100 butir biji adalah tinggi, sehingga mudah diwariskan dan seleksi dapat dilakukan pada generasi awal.
APLIKASI TEKNIK MARKER ASSISTED SELECTION (MAS) DALAM SELEKSI INTROGRESI GENOTIP TAHAN PATOGEN BLAS DARI Oryza rufipogon KE DALAM IR 64 Dwinita W. Utami; Hajrial Aswidinnoor; Asep Setiawan; Sugiono Moeljopawiro; Edi Guhardja
Zuriat Vol 15, No 2 (2004)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v15i2.6809

Abstract

Perakitan varietas unggul yang memiliki sifat ketahanan terhadap pathogen blas (Pyricularia grisea) merupakan salah satu program utama dalam pemuliaan padi. Untuk mendukung program tersebut diperlukan gene pool yang luas terutama untuk trait kuantitatif. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah dengan mengidentifikasi lokus kuantitatif (QTL) yang terdapat pada spesies liar dan mentransfernya ke dalam kultivar padi. Spesies padi liar Oryza rufipogon diidentifikasi mempunyai lokus ketahanan kuantitatif (QRL) terhadap patogen blas. Pemanfaatan marka molekuler dalam pemuliaan tanaman salah satunya adalah untuk mempercepat seleksi (MAS) kembalinya genom tetua pemulih dalam persilangan silang balik. Dalam rangka menseleksi progeni persilangan O. rufipogon dengan IR64 menggunakan marka molekuler, dalam penelitian ini dilakukan seleksi introgresi genotip tahan yang hanya sedikit membawa fragmen dari tanaman padi liar. Tujuan dari penelitian ini adalah menseleksi genotip tahan blas dan menganalisis introgresi dan keterpautannya dengan tentative QTL tahan blas. Hasil analisis menunjukkan terdapat 20 genotip tahan dengan tingkat introgresi yang bervariasi dari 9%–40% dari total kromosom yang terpetakan. Analisis keterpautan menunjukkan bahwa genotip nomor 118 mempunyai QTL tahan blas pada kromosom 2, genotip nomor 337 mempunyai QTL tahan blas pada kromosom 12 dan genotip nomor 343 mempunyai QTL tahan blas pada kromosom nomor 9. Nomor-nomor genotip yang telah terseleksi tingkat ketahanan dan introgresinya dapat mempercepat kembalinya genome tetua pemulih, sebagai bahan untuk pembentukan populasi lebih lanjut.
Adaptabilitas dan Stabilitas Hasil Jagung Hibrida BR Unpad di Jawa Barat pada Dua Musim yang Berbeda R. Imelda Nst; Anggia E. P.; A. Ismail; N. Rostini; Tri Hastini; S. Ruswandi; E. Suryadi; D. Ruswandi
Zuriat Vol 20, No 2 (2009)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v20i2.6642

Abstract

Evaluasi dari penampilan adaptabilitas dan stabilitas merupakan hal penting dalam hasil pelaksanaan percobaan pada lingkungan yang berbeda. Setiap varietas dalam suatu genotip harus dipertimbangkan kelebihan adaptasi atau stabilnya jika hasil rata-ratanya tinggi tetapi tingkat fluktuasi dalam kemampuan hasil akan berbeda perkembangannya pada lingkungan yang berbeda pula. Percobaan ini dilaksanakan di Jatinangor, Purwakarta and Lembang pada bulan 2008 sampai 2009. Lima belas hibrida BR ditanam menggunakan model rancangan acak dengan tiga ulangan. Data dianalisis dengan analisis varians tunggal, varians gabungan dan AMMI (additive main effects and multiplicative interantion). AMMI model merupakan kombinasi analisis dari varians terhadap efek genotip x lingkungan dengan komponen analisis utama dari interaksi genotip x lingkungan. Hibrida yang memperlihatkan stabilitas dan hasil yang cukup tinggi pada dua musim adalah hibrida DR 19 x DR 4. Sedangkan hibrida  yang memperlihatkan adaptasi spesifik adalah BR 163 x DR 16 pada lokasi Lembang musim kedua dan DR 17 x DR 16 pada lokasi Jatinangor musim pertama.
INTERAKSI GENOTIP × LINGKUNGAN, ADAPTABILITAS, DAN STABILITAS HASIL, DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN VARIETAS UNGGUL DI INDONESIA Achmad Baihaki; Noladhi Wicaksana
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6777

Abstract

Enam genotip kedelai diuji multilokasi di delapan lokasi yang bervariasi dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan tujuan menduga interaksi genotip × lingkungan, adaptabilitas, dan stabilitas untuk karakter hasil dalam rangka pengembangan varietas unggul di Indonesia. Di setiap lokasi sebuah percobaan dengan enam genotip dilaksanakan dalam rancangan acak kelompok, diulang tiga kali. Analisis gabungan untuk karakter hasil dilakukan mengikuti prosedur baku. Stabilitas dan adaptabilitas diestimasi mengikuti prosedur Eberhart-Russell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi genotip × lingkungan untuk karakter hasil tanaman kedelai dan palawija pada umumnya, serta tanaman padi, merupakan fenomena yang nyata. Genotip yang mampu beradaptasi luas jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah total genotip yang diuji multilokasi. Genotip unggul spesifik wilayah dianjurkan untuk dilepas dan akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pelepasan varietas, serta akan mampu membentuk “regional buffering” yang akan meredam penyebaran hama dan penyakit.
Penampilan Bawang Putih Generasi VM2 Radiasi Sinar Gamma dan Neutron Cepat Murdaningsih Haeruman K.; Achmad Baihaki; Gunawan Satari; Tohar Danakusuma; Anggoro Hadi Permadi
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6601

Abstract

Penelitian mutasi induksi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap penampilan fenotipik beberapa sifat bawang putih generasi VM2 radiasi sinar gamma dan neutron cepat telah dilakukan, di Ciwidey, bulan April sampai dengan September 1985, menggunakan Rancangan Acak Kelompok, diulang tiga kali. Delapan perlakuan merupakan populasi tanaman generasi VM2 turunan generasi VM0 yang diradiasi sinar gamma dengan dosis 300, 600, 900, 1.200, dan 1.500 rad; neutron cepat dengan dosis 30, 60 dan 90 rad. Lumbu Hijau digunakan sebagai kontrol. Radiasi sinar gamma dan neutron cepat memperluas variasi genetik jumlah daun, berat umbi per tanaman, tinggi umbi, variasi berat siung, dan persen tunas aksilari pada generasi VM2, varians fenotipik pada populasi yang diradiasi lebih besar dan berbeda dibandingkan dengan populasi tanpa radiasi; radiasi sinar gamma dan neutron cepat dapat menimbulkan sebaran data yang asimetri. 
Variabilitas Genetik Berbagai Varietas Abaka (Musa Textilis Nee) dan Kerabat Liar Melalui Analisis RAPD Endang Hadipoentyanti; Diah Ratnadewi; Lilis Solihat
Zuriat Vol 12, No 2 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i2.6700

Abstract

Abaka (Musa textilis Nee) merupakan tanaman penghasil serat yang digunakan dalam berbagai industri. Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan tanaman tersebut. Dalam penelitian ini dipelajari variabilitas genetik 30 nomor tanaman abaka dan kerabat liarnya hasil eksplorasi dari daerah Bogor, Serang, Malang, Banyuwangi, dan Palu berdasarkan pola pita hasil random amplified polymorphic DNA (RAPD). Praimer yang digunakan dalam proses RAPD sebanyak lima buah, yaitu praimer abi 117.17, abi 117.18, OPB 18, OPC 15, dan OPD 08. Hasil RAPD dicatat berdasarkan ada atau tidaknya pita, dan dianalisis menggunakan program SIMQUAL-similarity for qualitative data yang ada pada Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTSys) versi 1.80. Varians genetik ditentukan berdasarkan metode Unweight Pair Group Methode by Average (UPGMA). Pola pita DNA yang dihasilkan sebanyak 69 pola pita dengan ukuran antara 0.25 kb-3 kb. Jumlah pita DNA per nomor tanaman adalah 1 pita-9 pita. Rata-rata jumlah pita dari masing-masing tanaman sebanyak 4 pita. Dendogram menghasilkan dua kelompok tanaman, yakni kelompok A dan B dengan kesamaan genetic sekitar 47%. Kelompok A berjumlah 14 tanaman dan terbagi ke dalam 7 sub kelompok. Sedangkan kelompok B terdiri dari 16 tanaman dan terbagi ke dalam 5 sub kelompok. Tanaman nomor 1, 2, 3 dan 5 diperkirakan termasuk ke dalam spesies atau varietas yang sama, juga nomor 10, 16, dan 19, serta nomor 20 dengan 23.
Seleksi Galur Hasil Persilangan Cabai Lokal dan Introduksi Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal; Muhamad Syukur; Rahmi Yunianti; , Deviona
Zuriat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i1.6845

Abstract

Seleksi peubah tanaman cabai secara visual dengan memilih fenotipe yang dianggap baik belum dapat memberikan hasil yang memuaskan tanpa berpedoman pada nilai-nilai parameter genetik, yaitu: nilai heritabilitas, ragam genetik, ragam fenotipe dan koefisien keragaman genetik (KKG). Dalam kegiatan seleksi terhadap daya hasil, menggunakan satu peubah saja kurang efektif dan seleksi akan efektif bila menggunakan beberapa peubah secara simultan menggunakan indeks seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk menduga parameter genetik, variabilitas dan heritabilitas beberapa karakter agronomi galur cabai serta untuk mendapatkan galur yang memiliki daya hasil tinggi melalui metode indeks seleksi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo, berlangsung dari bulan Juli sampai bulan Desember 2010. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, faktor tunggal terdiri atas 15 galur cabai dengan 3 ulangan. Analisis data menggunakan uji F, uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (5%), pendugaan parameter genetik dan indeks seleksi. Hasil penelitian menunjukkan semua peubah yang diamati memiliki nilai koefisien keragaman dengan kriteria yang luas dan memiliki nilai heritabilitas dalam arti luas kriteria tinggi. Galur cabai yang terseleksi adalah IPB009019, IPB002046, IPB002005, IPB002001 dan IPB009002. Terdapat 3 galur hasil persilangan cabai lokal dan introduksi terpilih yang diduga memiliki hubungan kekerabatan jauh serta berpotensi berdaya hasil tinggi.
Penampilan Fenotipik dan Hasil Beberapa Karakter Penting 10 Jagung Hibrida Harapan Berumur Genjah Di Maros, Sulawesi Selatan Marcia B. Pabendon; Andi Takdir M.
Zuriat Vol 11, No 1 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i1.6668

Abstract

Sepuluh genotip jagung hibrida berumur genjah telah dievaluasi di lingkungan Maros, Sulawesi Selatan, pada musim tanam 1998/1999, untuk melihat penampilan fenotipik karakter hasil dan beberapa karakter penting lainnya. Percobaan ditata dalam rancangan acak kelompok dengan 12 perlakuan dan empat ulangan. Genotip yang diuji adalah AG9012, AG9014, AG9016, AG6016, AG5014, AG5018, AG8014, AG8016, AG7110, dan AG4010. Sebagai cek digunakan kultivar Bisma (bersari bebas) dan kultivar BISI-2 (hibrida). Berdasarkan hasil uji LSI, terdapat delapan genotip hibrida berumur genjah, yaitu AG9012, AG9014, AG9016, AG5014, AG5018, AG8014, AG8016, dan AG7110, yang lebih tinggi dari kultivar Bisma, namun tidak ada yang melebihi hasil kultivar BISI-2. Hasil yang lebih tinggi dari kultivar Bisma tersebut sejalan dengan penampilan beberapa karakter penting lain, seperti jumlah tongkol per tanaman, bobot biji per tanaman, kadar air saat panen, bobot tongkol per tanaman, serta keluarnya bunga jantan dan bunga betina yang lebih cepat.
Interaksi Genotipe x Lingkungan, Stabilitas dan Adaptasi Jagung Hibrida Harapan UNPAD di 10 Lokasi di Pulau Jawa M. Saraswati; A. N. Oktafian; Agung Karuniawan; Dedi Ruswandi
Zuriat Vol 17, No 1 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i1.6800

Abstract

Sembilan genotip jagung hibrida Harapan Unpad diseleksi berdasarkan interaksi G × E, stabilitas, adaptasi dan daya hasil. Percobaan dilakukan di sepuluh lokasi di Pulau Jawa, yaitu Ciamis, Tasik-Gombong, Tasik- SPMA, Cianjur, Lembang, Karawang, Nganjuk BLGBG, Nganjuk-Pace, Jatinangor dan Tanjung Sari. Dari Pebruari 2005−Juli 2006. Percobaan untuk setiap lokasi disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua ulangan dan satu kultivar cek Bisi-2. Uji Homogenitas Barlett digunakan untuk melihat homogenitas varians galat dari beberapa lokasi. Analisis gabungan dilakukan jika varians galat homogen. Analisis gabungan memperlihatkan adanya interaksi G × E untuk semua karakter yang diamati. Berdasarkan analisis stabilitas ternyata semua hibrida Unpad memperlihatkan penampilan yang tidak stabil, sehingga direkomendasikan untuk dibudidayakan pada lingkungan yang spesifik. Uji multilokasi di Pulau Jawa juga berhasil menyeleksi hibrida Unpad baru, yaitu: S6A*1 ×11, S6A*11 × 11, S6A*90 × 11, S6A*25 × 18, S6A*29 × 11, dan S6A*37 × 11.
Pengaruh Perlakuan Hormon Pertumbuhan dalam Persilangan antar Spesies Glycine max (L.) MERR. dengan G. Tomentella HAYATA Ence Darmo Jaya Superna; G. A. Wattimena; M. Jusuf
Zuriat Vol 4, No 1 (1993)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v4i1.6633

Abstract

Perlakuan hormon pertumbuhan pada persilangan antar spesies Glycine max (L.) Merr. kultivar Orba (betina) dengan G. tomentella Hayati PI 441003 (jantan) nyata dapat meningkatkan keberhasilan membentuk polong hybrid. Perlakuan NAA 25 mg/l + IAA 5 mg/l memberikan hasil paling baik karena dapat meningkatkan persen keberhasilan membentuk polong mulai umur 8 hari setelah penyerbukan (hsp) sebesar 49.0%, menunda umur polong gugur terlama (54.1 hsp), meningkatkan ukuran polong (panjang 32.0 mm dan lebar 7.3 mm), panjang biji (2.6 mm) dan jumlah biji per polong (2.0), juga dapat meningkatkan bobot biji (0.917 g). Embrio dari polong hibrid ini diharapkan menjadi lebih mudah diselamatkan secara in vitro sehingga dapat meningkatkan keberhasilan membentuk tanaman.

Page 3 of 30 | Total Record : 298