cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
FACTORS AFFECTING WORK MOTIVATION: THE MODERATION ROLE OF THE WORK ENVIRONMENT Alkatiri, Fauzi Ahmad; Indrawati, Ratna; Nofierni, Nofierni
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i2.2597

Abstract

Human Resource Development (HRD) menyimpulkan bahwa penurunan motivasi kerja perawat karena ketidakpuasan terhadap kompensasi dan dukungan organisasi berupa pengembangan karier yang diberikan, sehingga banyak pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan perawat. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan tingkat kepuasan pasien di tahun 2021 menjadi 68%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara empiris pengaruh kompensasi dan pengembangan karier terhadap motivasi kerja dengan lingkungan kerja sebagai variabel moderasi. Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Penelitian ini terdiri atas 2 variabel bebas yaitu kompensasi (X1) dan pengembangan karier (X2) yang akan diukur pengaruhnya terhadap variabel terikat yaitu motivasi kerja (Y) dan terdapat variabel moderasi yaitu lingkungan kerja (X3) yang menginteraksi hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Instrumen menggunakan kuesioner. Skala yang digunakan yaitu likert poin 4-1. Populasi yang digunakan adalah perawat yang telah bekerja selama 3 tahun. Teknik sampel menggunakan non probability dengan metode purposive sampling, dengan perhitungan menggunakan rumus slovin, sehingga didapatkan 107 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survei, dan teknik analisa data menggunakan PLS-SEM dengan program smart-PLS serta analisa three-box method. Hasil analisa menyimpulkan bahwa kompensasi, pengembangan karier dan lingkungan kerja berkontribusi kuat dalam memengaruhi motivasi kerja. Kompensasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan pengembangan karier tidak memengaruhi motivasi kerja.  Uji moderasi menyimpulkan lingkungan kerja tidak mampu memperkuat pengaruh kompensasi dan pengembangan karier terhadap motivasi kerja.
MANFAAT AKTIVITAS FISIK UNTUK WELL BEING LANJUT USIA: LITERATURE REVIEW Nurvitasari, Inna; Rahman, Farid
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i2.2601

Abstract

Background: Decreased fitness in the elderly has an impact that covers various aspects of health, including physical, mental and emotional. A decrease in the degree of fitness will lead to a decrease in physical condition that can limit daily activities in the elderly. Objectives: This study focuses on physical activities that affect the wellbeing of the elderly such as the type, intensity, and duration of physical activity. Methods: Using Scoping Review as a guideline. Studies were collected by systematically searching the Google Scholar database, NCBI, Sciencedirect and so on covering publications from 2014-2024. Results: Of the 93,806 articles identified, 15 articles were selected according to the inclusion criteria regarding the benefits of physical activity for wellbeing in the elderly and indicated the type, intensity and duration of physical activity. Conclusions: Based on the review of the 15 articles studied, it was found that the benefits of structured exercise at the level of physical activity, especially moderate intensity physical exercise, is a safe and effective way to improve fitness in the elderly.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN SKABIES PADA REMAJA PUTRI DI MADRASAH ALIYAH Adilah, Shofiyyah; Ashar, Yulia Khairina; Agustina, Dewi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i2.2611

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang banyak terjadi di daerah pemukiman dengan kepadatan penduduk yang tinggi seperti pondok pesantren. Penyakit ini jika tidak ditangani dengan baik akan mengganggu kenyamanan dan dapat menghambat pencapaian hasil belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku pencegahan skabies remaja putri di Madrasah Aliyah Al-Uswah. Penelitian ini dilakukan di bulan februari 2024 di Pondok Pesantren Al-Uswah Kuala Kabupaten Langkat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional.Populasinya berjumlah 100 remaja putri.Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah 100.Instrumen yang digunakan berupa kuesioner perilaku pencegahan skabies. Perilaku dalam menghentikan penyebaran penyakit skabies merupakan variabel terikat, sedangkan pengetahuan dan sikap merupakan Variabel bebas.  Berdasarkan hasil penelitian 54% responden menunjukkan perilaku negatif untuk menghentikan penyebaran skabies, 10% responden memiliki sikap yang kurang, dan 55% responden kurang mendapatkan informasi yang tepat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara sikap dengan perilaku (p=0,002) dan antara pengetahuan dengan perilaku (p=0,019) dalam mencegah penyebaran penyakit skabies. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pada remaja putri yang bersekolah di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Uswah terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku untuk menghindari penyebaran penyakit skabies.  Direkomendasikan untuk melakukan upaya promotif dan preventif seperti edukasi masyarakat tentang Perilaku Pencegahan Skabies dan penyelenggaraan Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) diperlukan koordinasi dengan petugas kesehatan setempat.
PEMBERDAYAAN MELALUI PENDIDIKAN PERILAKU DAPAT MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGOBATAN KLIEN DIABETES TIPE 2 Supriadi, Supriadi; Kamil, Mutofa; Saripah, Iip; Parmudia, Joni Rahmat
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i2.2655

Abstract

Management of diabetes mellitus (DM) has been carried out through various government policies, but has not shown optimal results. The main obstacle is the low level of client compliance in treatment. The task of ensuring that DM clients comply with treatment is not only borne by health service providers, but clients are also responsible for this. This study aims to explore empowerment through behavioral education in helping type 2 DM clients adhere to treatment. This research uses quasi-experimental pre-test and post-test design without control methods. The sample was 15 people with inclusion criteria, namely type 2 DM clients, aged over 15 years, able to communicate and normal general condition. Data was collected through interview techniques using the Morisky Medication Adherence Scale 8 instrument. Data analysis used the T test. The results of the study showed that there was an influence of behavioral education on type 2 DM clients' compliance with treatment with p-value: 0.001. Empowerment through constructed behavioral education can help Type 2 DM clients comply with treatment, namely through changes in antecedents, behavior and consequences (ABC).
FOOD LOSS, FOOD WASTE: PELUANG, TANTANGAN, DAN ANCAMAN DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW Udi Wahyudi; Wahyudin, Uyu; Suryadi, Ace; Sudiapermana, Elih
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i2.2730

Abstract

Food loss, food waste, kemiskinan dan stunting merupakan permasalahan yang saat ini menjadi perhatian khusus di seluruh dunia, karena dampak yang ditimbulkan dari permasalahan tersebut sangat kompleks, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, tantangan, dan ancaman dalam mengurangi dampak akibat food loss, food waste, kemiskinan yaitu stunting di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meta analisis yaitu berdasarkan hasil kajian dari berbagai literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan artikel yang sudah publish adalah dengan menggunakan data base dari google scholar, publish or ferish, mendeley, google book, PubMed. Hasil penelitian yang diperoleh menjelaskan bahwa kemiskinan sangat berkaitan dengan pendapatan keluarga yang rendah, sehingga keluarga tidak mampu untuk membeli atau menyediakan makanan yang bergizi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kondisi kemiskinan inilah yang menjadi tantangan dan ancaman dalam pencegahan stunting. Namun dibalik tantangan ada peluang, yaitu upaya pencegahan dan meminimalisir terjadinya food loss and waste di masyarakat. Pembahasan melalui intervensi dalam bentuk edukasi dan pembuatan kebijakan tentang food loss and waste di masyarakat, masyarakat mampu mengelola sumber daya yang ada, mampu mengatasi masalah-tekanan, dan mampu mencari solusi terhadap permasalahan stunting melalui beberapa tahapan, yaitu tahap penyadaran dan pembentukan perilaku, tahap transformasi kemampuan dan kecakapan, serta tahap pengayaan/kemampuan intelektual. Kesimpulan pencegahan dan pengelolaan food loss and waste dengan baik, maka dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial, termasuk angka kemiskinan dan stunting di Indonesia
PEMBERIAN MINUMAN YOGA (YOGHURT BUAH NAGA) DAN SUSU LOW FAT TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL Trigustini, Maya; Siregar, Afriyana; Sriwiyanti, Sriwiyanti; Susyani, Susyani; Muzakar, Muzakar
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i2.2260

Abstract

Penyakit kardiovaskuler cenderung meningkat sebagai penyebab kematian. Salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler adalah hiperkolesterolemia yang disebabkan oleh gangguan metabolisme lemak yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total hingga > 200 mg/dl. Upaya pengendalian kadar kolesterol melalui pengaturan diet yang merupakan terapi yang lebih aman dari terapi obat. Untuk mengetahui perbedaan pemberian minuman yoga (yoghurt buah naga) dan susu low fat pada penurunan kadar kolesterol total karyawan RSU Sriwijaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pre dan post-test with two group. Kelompok perlakuan mendapatkan minuman yoga sebanyak 2x/hari selama 14 hari sebanyak 100ml sedangkan pada kelompok pembanding mendapatkan minuman susu low fat sebanyak 1x/hari selama 14 hari sebanyak 100 ml. Besaran sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden untuk kelompok perlakuan dan 30 responden untuk pembanding jadi total sampel sebanyak 60 responden. Pengambilan sampel dilakukan sengan cara teknik sampling purposive. Analisa data ini menggunakan dependent t-test (uji t-dependen). Hasil uji statistik (Uji t-dependen) dengan p-value 0,000 (< 0,05), rata-rata penurunan kadar kolesterol total pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yaitu 17,8 mg/dL yang menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian minuman Yoga (yoghurt buah naga) terhadap penurunan kadar kolesterol total. Minuman Yoga (yoghurt buah naga) yang memiliki kadar antosianin sebesar 4,88 mg/kg dan serat sebesar 1,00% dapat menurunkan kadar kolesterol total pada karyawan RSU Sriwijaya.
DUKUNGAN KELUARGA MENINGKATKAN SIKAP REMAJA DALAM MENGHADAPI MENARCHE Hapsari, Puspa; Fadilah, Lola Noviani; Resmana, Rika; Cahyaningsih, Henny
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2528

Abstract

As a sign of puberty, menarche is still viewed negatively by adolescents. In addition, menarche occurs at an earlier age which results in a lack of readiness and increases negative attitudes. This negative attitude in facing menarche has an impact on anxiety. The family, as an adolescent's closest environment, needs to provide support to make adolescents have a positive attitude towards menarche. The study aimed to determine the relationship between family support and the adolescent’s attitude facing menarche at Cikancung Elementary School. This research was inferential research with cross-sectional research design. Sampling was carried out using Stratified Random Sampling and sample of 80 adolescents was obtained. The sample in this study were adolescent girls aged 10-13 years in Cikancung Regional Elementary School who had not yet reached menarche. Family support was measured using a valid and reliable questionnaire derived from Friedman's theory and menarche attitudes were measured using the standard AMAQ questionnaire. Data analysis used the Chi-square test. The research results showed that the majority (60%) of respondents received high family support for menarche and the majority (61%) of respondents had a positive attitude towards menarche. There was a relationship between family support and adolescent attitudes towards menarche in Cikancung Elementary School with p-value=0.000 and OR 9.54 or adolescents who received low family support were 9.54 times more likely to have a negative attitude towards menarche. Adolescents positive attitude in facing menarche is related to high family support, therefore families are expected to provide high support regarding menarche to adolescents.
RISIKO FRAKTUR PADA PASIEN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS Rohmah, Maishyela; Pramukti, Iqbal; Shalahuddin, Iwan
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i2.2566

Abstract

Orang dengan HIV (ODHIV) seringkali memiliki risiko terjadinya komplikasi, salah satunya yaitu fraktur osteoporosis akibat terjadinya penurunan densitas tulang yang dapat disebabkan oleh virus, efek samping pengobatan ART, faktor klinis seperti penurunan fungsi fisiologis tubuh akibat proses penuaan serta gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan mengonsumsi alkohol. Risiko fraktur osteoporosis pada ODHIV diperkirakan terus meningkat seiring dengan proses penuaan. Berdasarkan hal tersebut diperlukan deteksi dini skrining risiko fraktur sebagai upaya pencegahan dan pengurangan risiko fraktur di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi dan menggambarkan risiko fraktur dalam 10 tahun ke depan pada ODHIV sehingga hasilnya dapat menjadi salah satu sumber informasi dan acuan untuk tindakan intervensi perawat atau tenaga medis lainnya terhadap upaya mengurangi dan mencegah fraktur osteoporosis pada ODHIV. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 76 orang yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling, penelitian ini dilakukan pada November - Desember 2023 di Poli Klinik Teratai RSUD Sumedang. Risiko fraktur diukur menggunakan algoritma FRAX® tool tanpa BMD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh ODHIV memiliki risiko fraktur osteoporosis mayor rendah dengan median 2,20% (IQR 2) dan risiko fraktur pinggul rendah dengan median 0,2% (IQR 0,4). Meskipun termasuk dalam kategori risiko yang rendah hal ini tetap menunjukkan perlu adanya upaya untuk menciptakan intervensi farmakologis maupun non-farmakologis yang berkelanjutan dan perlu adanya pemantauan kesehatan tulang secara rutin serta upaya pencegahan melalui gaya hidup sehat dan manajemen medis yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien HIV.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN KONSUMSI OBAT ANTI MALARIA TERHADAP KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL Abimulyani, Yumi; Yogi, Ruth; Kainde, Yuliana Yacinta; Mansyur, Tri Novianty; Siregar, Neny San Agustina
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2605

Abstract

Malaria adalah permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat di seluruh dunia, baik di daerah tropis maupun sub-tropis. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin, termasuk ibu hamil. Malaria pada masa kehamilan memiliki dampak yang sangat berat terhadap kesehatan ibu dan janin, baik dari segi morbiditas maupun mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan konsumsi obat anti malaria melalui program pencegahan malaria pada kehamilan secara berkala (PEMILA-OAM) dalam menurunkan kejadian malaria pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 281 orang ibu hamil yang dipilih dengan pemilihan sampel menggunakan sampel jenuh. Pengumpulan data dengan rekam medik pada ibu hamil yang menerima program PEMILA-OAM yang telah bersalin pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Maret 2023. Variabel independen pada penelitian ini adalah tingkat kepatuhan konsumsi obat anti malaria dan variabel dependen kejadian malaria pada ibu hamil. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Chi-Square menghasilkan nilai p-value sebesar 0.000 yang menunjukkan bahwa nilai tersebut lebih kecil α-value  0.05 dan OR sebesar 23.899. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan tingkat kepatuhan konsumsi obat antimalaria melalui program pencegahan malaria pada kehamilan (PEMILA-OAM) dalam menurunkan kejadian malaria Ibu hamil serta mengurangi resiko kejadian malaria sebesar 23 kali dibandingkan ibu hamil yang tidak mengikuti program PEMILA-OAM secara teratur.
HUBUNGAN RESILIENSI DENGANTINGKAT KECEMASAN PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI Fitri, Indri Nuraeni; Agustiyowati, Tri Hapsari Retno; Meilianingsih, Lia; Sukarni, Sukarni; Waluya, Nandang Ahmad
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2620

Abstract

Pada tahun 2020, prevalensi kanker payudara di Indonesia mencapai 65.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus kanker, dengan 22.430 kematian (9,6%). Pengobatan kanker payudara, seperti kemoterapi, memengaruhi kondisi psikologis pasien, khususnya kecemasan, yang sering kali disebabkan oleh kurangnya kemampuan adaptasi, atau resiliensi, dalam menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara resiliensi dan tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Al-Ihsan, Jawa Barat. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan 84 responden. Alat ukur yang digunakan adalah Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) 25 dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat resiliensi sedang dengan rata-rata skor 70,51, dan tingkat kecemasan sedang dengan rata-rata skor 39,00. Korelasi antara resiliensi dan tingkat kecemasan diuji menggunakan uji korelasi Spearman, dengan nilai signifikansi 0,000 (p<ɑ) dan nilai korelasi -0,520, menunjukkan hubungan yang kuat dan negatif. Ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat resiliensi, semakin rendah tingkat kecemasan. Perawatan yang komprehensif sangat penting bagi pasien kanker payudara, terutama yang menjalani kemoterapi kurang dari satu tahun. Dukungan sosial dari keluarga dan penyedia layanan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan resiliensi dan mengurangi kecemasan

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue