cover
Contact Name
Asnawi
Contact Email
asnawi@edu.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
gerampspbsifkip@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS)
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 23380446     EISSN : 2580376X     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
GERAM (Movement Active Writing) journal publishes research articles with educational, linguistic and literary headlines. The purpose of this journal is to spread the results of GERAM (Movement Active Writing) as a vehicle for the publication of scientific articles both in the form of research results, the development of theory, experiments, and literature review. Frequency of six-monthly issue, published twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
Rhetorical Strategies in Political Campaign Banners: Language Use in the 2024 Election in Pekanbaru City Perizga, Andiana; Nurhaliza; Charlina, Charlina; Deani, Amira; Putri, Ghina’a Jayanthi; Wahyudin, Syabrina
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.25332

Abstract

This study aims to analyze the rhetorical strategies employed in campaign banners of legislative candidates in the 2024 General Election in Pekanbaru City using the Aristotelian rhetorical framework of ethos, pathos, and logos. The study adopts a qualitative approach with a descriptive method based on textual analysis of the verbal and visual messages contained in campaign banners. Data were collected through stratified purposive sampling and analyzed to identify the forms, dominant tendencies, and implications of rhetorical strategy use in visual-based political campaigning. The findings indicate that ethos is the most dominant rhetorical strategy. Candidates’ credibility is constructed through the emphasis on personal identity, political track records, social and local affiliation, religious legitimacy, and narratives of integrity and leadership responsibility. Pathos functions as a supporting strategy manifested through political promises, personal and religious appeals, as well as creative humor to establish emotional closeness with voters. Meanwhile, logos appears in a limited and simplified form, primarily through references to technocratic capacity and institutional functions, indicating the existence of rational constraints inherent in campaign banners as static visual media. This study concludes that the ethos–pathos–logos hierarchy in campaign banners is contextual and shaped by media characteristics as well as the social configuration of the local community.
Bahasa Slang dan Identitas Generasi Z dalam Postingan Akun Instagram @sajak_detik: Kajian Sosiolinguistik Qiftiyah, Mariatul; Letreng, I Wayan; Yanuarsih, Sri
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, fungsi, serta peran bahasa slang dalam pembentukan identitas Generasi Z pada postingan akun Instagram @sajak_detik berdasarkan kajian sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa 8 postingan Instagram yang diunggah pada periode Juni–Desember 2025, yang dipilih secara purposif karena mengandung unsur bahasa slang. Dari keseluruhan data tersebut, ditemukan kurang lebih 40 leksikon dan bentuk slang yang kemudian diklasifikasikan ke dalam lima kategori utama, yaitu campur kode bahasa Indonesia–Inggris, leksikon gaul (penggunaan kata gua/gue, ga, uda, ngapain, cape, muak banget, dan terserah deh), singkatan (misalnya HTS (Hubungan Tanpa Status)), pemendekan kata (seperti abis (dari habis), ajaa, benerr, nahhkann, cape-cape, dan ga), interjeksi/ekspresif, serta ungkapan khas Generasi Z (seperti eh, yap, deh, serta konstruksi reflektif seperti baik-baik aja versi aku atau capek tapi gak bisa berhenti). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data berupa teks caption dan konten unggahan yang mengandung unsur bahasa slang. Teknik pengumpulan data meliputi membaca, mencatat, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menerapkan pendekatan sosiolinguistik serta metode padan dengan alat penentu bahasa tulis, yaitu metode identitas ortografis. Penggunaan bahasa slang tersebut berfungsi sebagai sarana ekspresi emosional, pembangun kedekatan dan solidaritas sosial, serta penanda identitas generasional di ruang digital, sehingga bahasa slang tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi informal, tetapi juga sebagai medium konstruksi identitas sosial Generasi Z dalam konteks media sosial.
Integration of Deep Learning Approaches and PjBL Models: Analysis of Students' Writing Skills Cycle Towards News Publication Wahyuni, Sri; Manshur, Ali; Williams-Onyeji, Paulina Oluwafunmilayo
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27260

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the integration of the Deep Learning approach and the Project-Based Learning (PjBL) model in improving the news writing ability of high school grade XI students towards digital publications. The main problem of the study is the low critical reasoning and factual verification skills of students in conventional news text learning. The method used is Classroom Action Research (CAR) model Kemmis and McTaggart in two cycles. Data were collected through intensive observation, documentation, performance tasks, and interviews, which were analyzed using the interactive models of Miles, Huberman, and Saldaña. The results showed a significant improvement in students' writing skills, with classical completeness increasing from 20% in the pre-cycle to 53.33% in Cycle I,and reaching a peak of 90% at the end of Cycle II. Qualitatively, the integration of the Deep Learning dimension through personal coaching has successfully overcome students' literacy and technical barriers. This research provides an implication that the synergy of the Deep Learning approach and the PjBL model is transformatively able to transform grade XI high school students into critical and collaborative information producers. The final results were validated by the success of the publication of student news works that met professional journalism standards (factual and fitable) on the school's digital platform. Based on these findings, the model is recommended as a strategic framework to answer the challenges of digital literacy at the high school level.
Representasi Inferioritas dan Superioritas Tokoh Utama Novel Tanah para Bandit (Pendekatan Psikologi Individual Alfred Adler) Sugiyo, Sugiyo; Ardila, Ardila; Mubarok, Zaky
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bentuk-bentuk inferior yang muncul dalam aspek, seperti: (1) perasaan tidak aman (insecure), (2) rasa malu (shyness), dan (3) kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial (withdrawal); serta bentuk-bentuk superior dalam aspek: (1) pertahanan ego, (2) rasa percaya diri, (3) kesabaran, dan (4) sikap idealistik. Semua aspek ini dianalisis melalui tokoh dalam novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa fakta-fakta yang dianalisis menggunakan pendekatan Psikologi Individual. Teknik pengumpulan data meliputi kegiatan membaca, menyimak, memberi tanda, serta mencatat secara mendetail. Proses analisis dilakukan melalui tahapan persiapan, pengumpulan teori, seleksi data, analisis, penarikan kesimpulan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Padma menunjukkan tanda-tanda inferioritas, yaitu: (1) tidak aman (insecure) yang tercermin dalam sikap pesimis dan kurang percaya diri, (2) Malu (shyness) yang ditandai dengan kegelisahan terhadap penilaian orang lain, dan (3) Menarik diri dari lingkungan (withdrawal), terlihat dari kebiasaannya menyendiri karena merasa tidak nyaman dan tidak aman. Sementara itu, bentuk superioritas yang terlihat pada tokoh Padma meliputi: (1) upaya mempertahankan harga diri dan menerima keadaan sebagai bentuk pertahanan ego, (2) keyakinan terhadap kemampuan diri serta dorongan untuk meraih prestasi, (3) kesabaran dalam menjalani hidup dan keteguhan hati untuk tidak mudah menyerah, serta (4) idealisme yang diwujudkan dalam prinsip hidup yang dijalankan sesuai nilai yang dianggap sempurna.
Analisis Eufemisme, Disfemisme Judul Berita Akun Instagram @TvOne: Kajian Semantik Mardiyah, Saputri Ainaul; Inderasari, Elen
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27313

Abstract

Penelitian ini membahas tentang eufemisme dan disfemisme dalam media sosial Instagram, pilihan diksi dalam judul berita berperan sangat penting untuk membangun persepsi dan menggugah emosi dari pembaca. Namun masih terdapat ketimpangan antara penggunaan bahasa sebagai sarana penyampaian informasi objektif dan praktik framing media yang cenderung menonjolkan sisi dramatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi eufemisme dan disfemisme dalam akun Instagram @tvOne periode 1-31 Januari 2026. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik. Data yang diperoleh berupa judul-judul berita yang mengandung eufemisme dan disfemisme, kemudian peneliti melakukan analisis dan mengelompokkan sesuai dengan klasifikasi Allan dan Burridge. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 8 eufemisme berupa penghalusan makna, kesantunan, manipulative dan tabu. Adapun disfemisme yang ditemukan yakni 20 data mencakup pengasaran makna, emotif, tabu, dan metaforis. Dari masing-masing klasifiksi, judul yang lebih dominan digunakan yakni pengasaran makna dan emotif. Klasifikasi disfemisme sering digunakan karena ingin membangun kesan dramatis dan menggugah emosi pembaca, sedangkan eufemisme digunakan untuk menjaga kesantunan serta sensivitas sosial. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan eufemisme dan disfemisme dalam judul berita tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menjadi strategi framing media dalam membentuk opini publik.
AI-Storylit: Interactive Digital Storybook sebagai Media Literasi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan di Sekolah Dasar Alfiansari, Anggitya; Nurfadhilah, Findiyas Azizah; Ishartomo, Farid; Juhaevah, Fahruh; Jannah, Yunita Miftahul; Putri, Rinda Angghita
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27317

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) membuka peluang besar untuk menghadirkan inovasi media pembelajaran yang lebih adaptif, interaktif, dan menarik bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan AI-StoryLIT, sebuah Interactive Digital Storybook berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk memperkuat literasi visual dan kemampuan memahami bacaan siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subjek penelitian melibatkan 16 siswa kelas V di SDN 1 Gondang, kecamatan Tugu, kabupaten Trenggalek, serta 2 ahli materi dan 2 ahli media sebagai validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) media AI-StoryLIT memenuhi kriteria kevalidan dengan kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli media (91%) dan ahli materi (87,2%); (2) media memenuhi kriteria kepraktisan dengan kategori sangat baik berdasarkan uji coba lapangan (89,06%); dan (3) media efektif meningkatkan pemahaman membaca dengan peningkatan skor rata-rata dari 64 menjadi 82 (peningkatan 28%), nilai N-Gain 0,50 (kategori sedang), serta ketuntasan belajar mencapai 87% melampaui standar minimal 85%. Media juga efektif meningkatkan motivasi belajar siswa dengan peningkatan rata-rata sebesar 35% (kategori sedang-tinggi). Media ini terbukti layak digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran literasi di sekolah dasar, khususnya untuk memperkuat literasi visual dan pemahaman membaca siswa kelas V.
Efektivitas AI-Storylit dalam Meningkatkan Literasi Visual dan Computational Thinking Siswa Sekolah Dasar Jannah, Yunita Miftahul; Iktia, Garcia; Wahyuningsih, Yenik; Restiafandi, Wahyu; Batari, Andi Dinda; Hakim, Muhammad Al Furqan; Putri, Rinda Angghita
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27318

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh AI-StoryLIT, Interactive Digital Storybook berbasis kecerdasan buatan dengan fitur text-to-speech, image generation, dan adaptive feedback, terhadap literasi visual dan kemampuan computational thinking siswa kelas V sekolah dasar. Pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest-posttest control group diterapkan pada 30 siswa SDN 1 Wonocoyo yang terbagi dalam kelompok eksperimen (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Instrumen tes telah divalidasi ahli (87,2%), dengan analisis menggunakan uji-t independen, N-Gain, dan effect size Cohen's d. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen. Literasi visual mencapai rerata posttest 84,38 (N-Gain 0,55; sedang) dibanding kontrol 72,12 (N-Gain 0,21; rendah), dengan effect size 1,21 (besar). Computational thinking mencapai rerata 82,75 (N-Gain 0,54; sedang) dibanding kontrol 70,18 (N-Gain 0,19; rendah), dengan effect size 1,34 (besar). Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator interpretasi dan pengenalan pola. AI-StoryLIT terbukti menjadi alternatif strategis dalam pembelajaran abad ke-21 yang integratif dan adaptif di sekolah dasar.
Analisis Wacana Kritis Terhadap Dokumen Homologasi Pkpu Garuda Indonesia Vindrariatno, Diaz; Yanti, Dewi; Hizbullah, Nur
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana bahasa hukum dalam dokumen Homologasi PKPU Garuda Indonesia mencerminkan posisi ideologis dan relasi kekuasaan yang mendasarinya, dan bagaimana wacana tersebut berkontribusi pada normalisasi dan legitimasi kebijakan restrukturisasi utang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengintegrasikan kerangka Analisis Wacana Kritis Fairclough (1992, 1995) dalam menganalisis teks hukum. Data primer terdiri dari putusan pengadilan homologasi PKPU yang melibatkan Garuda Indonesia yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Analisis dilakukan melalui tiga dimensi yang saling terkait—analisis tekstual, praktik diskursif, dan praktik sosial—dengan perhatian khusus pada strategi linguistik seperti modalitas, pasivisasi, nominalisasi, dan penggunaan kata kerja legitimasi. Temuan menunjukkan bahwa dokumen Homologasi PKPU didominasi oleh modalitas epistemik institusional, yang membangun kepastian hukum sebagai realitas yang tak terbantahkan dan final, di samping modalitas deontik yang mereproduksi relasi kekuasaan asimetris antara pengadilan dan pihak-pihak yang terlibat. Pasivisasi dan nominalisasi secara sistematis digunakan untuk menaturalisasi hasil hukum dan mengaburkan peran kelembagaan. Lebih jauh lagi, rasionalisasi berdasarkan keberlanjutan bisnis dan kepentingan ekonomi nasional berfungsi sebagai strategi utama untuk melegitimasi kebijakan penyelamatan korporasi. Studi ini menyimpulkan bahwa dokumen Homologasi PKPU berperan aktif dalam membangun realitas hukum, mendistribusikan tanggung jawab, dan memperkuat otoritas kelembagaan dalam praktik hukum kepailitan di Indonesia.
Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Lirik Lagu “Bertaut” Karya Nadin Amizah: Kajian Stilistika Dzikri, Rifqi Ahmad; Rahman, Ahmad Syaeful; Heryati, Yeti
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27348

Abstract

Sastra, khususnya lirik lagu, merupakan manifestasi ide pengarang yang merefleksikan kondisi sosial melalui bahasa estetis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi gaya bahasa dalam lirik lagu "Bertaut" karya Nadin Amizah melalui kajian stilistika, serta mengungkap muatan nilai pendidikan karakter di dalamnya sebagai alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori stilistika Gorys Keraf. Dari hasil analisis, ditemukan total 13 data kutipan lirik yang memuat 7 jenis gaya bahasa dan 5 nilai karakter. Secara rincian, penggunaan gaya bahasa kiasan (simile, metafora, personifikasi) berfungsi mengonkretkan perasaan abstrak, sedangkan gaya bahasa retoris (hiperbola, antitesis, repetisi, asindeton) berperan memberikan penekanan emosional. Analisis juga menemukan lima nilai pendidikan karakter, yaitu: kasih sayang, tanggung jawab, resiliensi, kejujuran menerima diri, dan rasa syukur. Berdasarkan analisis, lirik "Bertaut" terbukti sangat relevan untuk diintegrasikan sebagai materi ajar teks puisi di kelas X SMA secara spesifik karena menyajikan kelengkapan unsur pembangun puisi (tipografi, rima, dan amanat) dalam pembelajaran. Selain itu, karya ini memenuhi kebutuhan kompetensi siswa Generasi Z secara adaptif dengan mereduksi hambatan semantik melalui diksi yang estetis namun tetap membumi (budaya populer), serta secara psikologis memvalidasi fase overthinking khas usia remaja.
Analisis Pendekatan Ekspresif pada Lirik Lagu “Di Akhir Perang” Karya Nadin Amizah Sudarti, Zulva; Adilah, Zalimah; Mubarok, Yasir
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 1 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.27380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ekspresi perasaan dan pengalaman batin pengarang dalam lirik lagu Di Akhir Perang karya Nadin Amizah dengan menggunakan pendekatan ekspresif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek kajian berupa teks lirik lagu. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung unsur ekspresif, yang dikumpulkan melalui teknik dengar, simak, dan catat. Analisis data dilakukan dengan menafsirkan lirik lagu berdasarkan pendekatan ekspresif untuk memahami hubungan antara pengalaman batin pengarang dan makna yang dibangun melalui bahasa lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Di Akhir Perang merepresentasikan proses penyembuhan emosional, penerimaan diri, dan upaya berdamai dengan konflik batin. Metafora “perang” digunakan sebagai simbol pergulatan emosional yang berat, sementara diksi seperti perlahan, mewarnai, menerima, dan pulang menggambarkan proses pemulihan yang berlangsung secara bertahap dan membutuhkan kesabaran serta dukungan emosional. Lirik lagu tidak hanya menampilkan emosi sesaat, tetapi juga menunjukkan perubahan batin pengarang dari kondisi terluka menuju kedewasaan emosional dan ketenangan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan ekspresif efektif digunakan untuk menganalisis lirik lagu sebagai teks sastra lirik karena mampu mengungkap hubungan antara pengalaman personal pengarang, simbolisasi bahasa, dan makna lirik. Dengan demikian, lirik lagu dapat diposisikan sebagai karya sastra yang memiliki kedalaman makna dan kekuatan ekspresif setara dengan genre sastra lainnya.