cover
Contact Name
Hengki Armez Hidayat
Contact Email
hengkiarmez@fbs.unp.ac.id
Phone
+6281363124849
Journal Mail Official
sendratasikfbsunp21@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Sendratasik FBS Universitas Negeri Padang Jl. Belibis Air Tawar Padang 25171
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Sendratasik
ISSN : -     EISSN : 23023201     DOI : 10.24036
Jurnal Sendratasik diterbitkan 4 (empat) kali pada bulan S Maret, Juni, September, dan December denganmemuat artikel / artikel penelitian di bidang musik, tari, dan drama serta pembelajarannya. Memuat teks yang dihasilkan oleh kelompok penyunting, naskah yang digunakan adalah naskah yang lolos dan tidak pernah / tidak akan pindah ke jurnal lain. Jurnal Sendratasik menerima naskah yang memberikan wawasan tentang isu-isu terkini, dan terutama berhubungan dengan studi Seni Pertunjukan dan Pembelajarannya(Seni Drama, Tari dan Musik) dengan menyebar luaskan pengetahuan di bidang-bidang yang muncul dan berkembang. Hasil riset, terdiri dari laporan ilmiah yang meningkatkan pengetahuan tentang seni secara umum, seni pertunjukan, dan pendidikan seni. Baik dalam bentuk artikel yang melaporkan hasil studi penelitian kuantitatif atau kualitatif. Artikel secara konseptual harus relevan untuk memajukan Seni Pertunjukan dan Pembelajarannya, menyajikan teori tentang seni, model, posisi filosofis, dll. Artikel juga dapat mengacu pada teori-teori ataupun materi- materi yang dikembangkan dalam praktik dan pendidikan seni pertunjukan. Bahasa naskah yang dikirimkan dalam bahasa Indonesia. Harus membahas tentang masalah serta kontribusi baru yang signifikan untuk bidang praktik dan pendidikan seni pertunjukan. Artikel dapat berasal dari salah satu bidang berikut: - Drama - Tari - Musik dan / atau Musik Tradisional - dan Pembelajarannya
Articles 820 Documents
Arts and Culture Learning at UNP Pembangunan Labor Middle School Alfi Nusrotin; Harisnal Hadi
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i1.127442

Abstract

This research aims to understand and explain Arts and Culture Learning at the UNP Laboratory Development Middle School. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Researchers act as the main instrument, supported by tools such as stationery, cameras and cellphones. Data collection was carried out through literature study, observation, interviews and documentation. Data analysis includes steps such as collection, classification, clarification, analysis, description, and conclusion. The research results show that at the learning planning stage, not all aspects follow the teaching module guidelines according to independent curriculum standards, so that the implementation of learning is not optimal. The learning methods and strategies applied by teachers are not in line with learning achievements and the flow of learning objectives which are monitored through formative assessments in the independent curriculum. The mismatch between the material in the teaching module and what is delivered as well as the lack of teacher involvement in students' practical piano playing training produces negative impacts. Furthermore, teachers do not carry out enrichment or remedial work based on the practical value of playing musical instruments, so that summative assessments cannot function as an evaluation tool to assess the achievement of learning outcomes in practicing playing musical instruments by students.
Musik Rodat Sebagai Sumber Belajar Musik Daerah Setempat di Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas PGRI Palembang Rio Eka Putra; Sonia Anisa Utami
SENDRATASIK UNP Vol 12, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v12i4.126483

Abstract

The development of education with interest in practical lectures today has experienced a slight decline when seen in terms of students' interest in traditional music, especially regional music courses in the Performing Arts Study Program at PGRI University in Palembang. In this case, the researcher as a lecturer hopes to stimulate students' interest in being more creative and understanding theory and practice in learning local regional music. The research aims to provide students with an understanding of the history of Rodat's musical development and to be able to play one of his repertoires entitled Bissahri Robbi through notation quickly and precisely. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation steps. The data that has been collected is then presented descriptively. The results of the research show that learning Rodat music can help students understand history, instrument techniques, musical aspects, text aspects (lyrics), as well as the form of presentation of Rodat music to the community as a source of learning regional music. Perkembangan pendidikan dengan minat perkuliahan praktek dewasa ini mengalami penurunan apabila dilihat dari segi peminatan mahasiswa terhadap musik tradisional, khususnya mata kuliah musik daerah pada Prodi Seni Pertunjukan di Universitas PGRI Palembang. Dalam hal ini peneliti sebagai dosen berkeinginan agar dapat memacu minat mahasiswa untuk lebih kreatif serta memahami teori dan praktek, dalam pembelajaran musik daerah setempat. Penelitian bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai sejarah musik Rodat serta mampu memainkan salah satu repertoarnya dengan judul Bissahri Robbi melalui notasi dengan cepat dan tepat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan langkah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data yang sudah dikumpulkan selanjutnya disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa pembelajaran musik Rodat dapat membantu mahasiswa dalam memahami sejarah, teknik instrument, aspek musikal, aspek teks (lirik), serta bentuk penyajian musik Rodat pada masyarakat sebagai sumber belajar musik daerah. 
Tari Pujoretno Sebagai Simbolisme Pemujaan: Analisis Nilai Religius Dalam Tradisi Budaya Jawa Wigaringtyas, Silih; Nugraheni, Wiga; Rizky Nareswari, Uli; Luh Enita Maharani, Ni
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 4 (2024): (in progress)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i4.131954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Tari Pujoretno sebagai simbolisme pemujaan yang mencerminkan nilai religius dan tradisi budaya Jawa. Tari Pujoretno, sebagai salah satu tari klasik putri gaya Yogyakarta, memiliki kedalaman makna yang terkait dengan pemujaan kepada Tuhan, sebagai ungkapan rasa syukur, permohonan keselamatan, serta penghormatan kepada Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-interpretatif dengan analisis semiotika untuk menggali makna simbolik dalam tari dan bagaimana masyarakat Jawa menghayati serta mempraktikkannya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan ketua Paguyuban Seni Suryo Kencono, serta kajian dokumentasi dan pustaka terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Pujoretno tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi memiliki simbolisme pemujaan yang mewakili hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dan alam, serta menyatukan elemen tradisi budaya jawa. Bentuk penyajian dalam Tari Pujoretno, yang meliputi gerak tari, iringan, riasan, busana, tema, dan properti, berperan penting dalam merepresentasikan nilai religius dan keseimbangan spiritual dalam tradisi budaya Jawa. This research aims to analyze the Pujoretno Dance as a symbolism of worship that reflects religious values and Javanese cultural traditions. Pujoretno dance, as one of the woman classical Yogyakarta dances, has a deep meaning related to the worship of God, as an expression of gratitude, a request for salvation, and respect for God. This research uses a qualitative-interpretive approach with semiotic analysis to explore the symbolic meaning of dance and how Javanese people appreciate and practice it. Data was collected through observation, interview with the chairman of the Suryo Kencono Arts Association, as well as reviewing documentation and related literature. The results of the research show that the Pujoretno Dance not only functioning as entertainment, but has a cult symbolism that represents man's relationship with God, humans and nature, and unites elements of Javanese cultural tradition. The form of presentation in Pujoretno Dance, which includes dance movements, accompaniment, make-up, clothing, themes and props, plays an important role in representing religious values and spiritual balance in Javanese cultural traditions.
Pengaruh Permainan Tradisional Bakiak Terhadap Kemampuan Dimensi Bergotong Royong pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK N Pembina Sungai Rumbai Novitasari, Ana; Saputra, Agus; Ismawati, Lili
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 4 (2024): (in progress)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i4.130513

Abstract

Pendidikan karakter anak usia dini mencakup penanaman dan pengamalan kebajikan termasuk kerja sama, kejujuran, kasih sayang, disiplin, empati, dan tanggung jawab. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh permainan bakiak terhadap dimensi kemampuan gotong royong anak, khususnya usia 5 - 6 tahun. Penelitian kuantitatif dengan teknik eksperimen merupakan metodologi yang digunakan. Penulis ini menggunakan desain One Shot Case Study. Setelah diberikan perlakuan dengan permainan bakiak, 16 anak sudah menunjukkan tanda-tanda berkembangnya kemampuan bekerjasama satu sama lain, sedangkan 3 anak belum menunjukkan tanda-tanda berkembangnya kemampuan bekerjasama. Analisis uji satu sampel pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hasil 2-tailed signifikan pada 0,000<0,05 atau kurang dari ambang batas signifikansi, yang menunjukkan diterimanya Ha dan ditolaknya H0. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa siswa TK N Pembina Sungai Rumbai yang berusia antara lima sampai enam tahun mempunyai komponen gotong royong yang dipengaruhi oleh permainan bakiak. Anak-anak belajar tanggung jawab dan kerja tim sambil memainkan permainan tradisional bakiak bersama-sama.
Musik Tuddukat: Representasi Kearifan Lokal Budaya Mentawai Sabetra, Firnando; Yogha Pratama, Olan; Hakim, Uswatul; Yusuf, Hendri
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 4 (2024): (in progress)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i4.130850

Abstract

Pengaruh globalisasi menghadirkan peluang signifikan yang memengaruhi dinamika budaya. Penguatan identitas budaya sangat penting untuk memperkuat identitas suatu bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik musik Tuddukat dan mengkaji bagaimana musik itu mewujudkan berbagai aspek kehidupan sosial, spiritual, dan budaya masyarakat Mentawai. Pendekatan kualitatif dan deskriptif telah digunakan dalam penelitian ini. Temuan ini mengungkapkan bahwa musik Tuddukat merupakan bentuk kearifan lokal di kalangan masyarakat Sikerei Desa Muntei di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, berkontribusi pada identitas Budaya Indonesia yang ada di Kepulauan Mentawai Sumatera Barat. The influence of globalization presents significant opportunities that affect cultural dynamics. Strengthening cultural identity is very important to strengthen the identity of a nation. This research aims to explore the characteristics of Tuddukat music and examine how it embodies various aspects of the social, spiritual, and cultural life of the Mentawai community. Qualitative and descriptive approaches have been used in this study. This finding reveals that Tuddukat music is a form of local wisdom among the people of Sikerei Muntei Village in South Siberut District, Mentawai Islands Regency, contributing to the identity of Indonesian culture in the Mentawai Islands, West Sumatra.
Upacara Ritual Muang Jong Masyarakat Pesisir Suku Sawang di Pulau Belitung Badaruddin, Saian; Alsri, Defty; Akbar Lazuardi Suherman, Muhammad
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i3.130721

Abstract

Ritual Muang Jong merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat pesisir Suku Sawang dari Pulau Belitung yang dilaksanakan satu tahun sekali pada musim angin barat, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ritual Muang Jong pada masyarakat Suku Sawang dengan keunikan dan nilai budayanya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan Performance Studies untuk melihat nilai-nilai budaya dari prosesi ritual Muang Jong di masyarakat pesisir Suku Sawang, Ritual ini merupakan upacara secara turun-temurun sebagai wujud rasa syukur rezeki yang didapat dari hasil laut dan memohon keselamatan dalam mengarungi lautan luas karena mata pencaharian utama masyarakat Suku Sawang sebagai nelayan. Struktur dalam prosesi ritual yaitu Persiapan Jong, ritual berasik, tarian adat, ritual numbak duyung, jual beli Jong, nyaloi, prosesi pelayaran dan penutup. Upacara ini mencerminkan kekayaan nilai kearifan lokal, budaya, sosial, dan estetika yang membentuk identitas masyarakat Sawang. Oleh karena itu, Ritual Muang Jong merupakan perayaan penting bagi masyarakat Suku Sawang yang merayakan kehidupan pelaut, sejarah komunitas, penghormatan terhadap dewa-dewi laut, dan melestarikan kearifan lokal.                                                                                       The Muang Jong ritual is one of the local wisdom of the Sawang coastal community from Belitung Island which is carried out once a year in the west wind season, this study aims to describe the Muang Jong ritual process in the Sawang community with its uniqueness and cultural values. The research was conducted using a descriptive qualitative method with a Performance Studies approach to see the cultural values of the Muang Jong ritual procession in the coastal community of the Sawang Tribe, this ritual is a hereditary ceremony as a form of gratitude for the sustenance obtained from sea products and asking for safety in sailing the vast ocean because the main livelihood of the Sawang people as fishermen. The structure of the ritual procession is Jong preparation, berasik ritual, traditional dance, numbak duyung ritual, Jong buying and selling, nyaloi, sailing procession and closing. This ceremony reflects the richness of local wisdom, cultural, social and aesthetic values that form the identity of the Sawang people. Therefore, the Muang Jong Ritual is an important celebration for the Sawang people that celebrates the life of seafarers, the history of the community, honors the gods and goddesses of the sea, and preserves local wisdom.
Metode Orff sebagai Pendekatan Kreatif dalam Pembelajaran Musik Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Wahyu Purnomo, Try; Mustika Aulia, Sri; Hirza, Herna
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 4 (2024): (in progress)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i4.131609

Abstract

Artikel ini membahas inovasi model pembelajaran Music Education Stimulate (MES) yang dirancang berdasarkan metode Orff sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas musik siswa. Model pembelajaran MES dikembangkan melalui tahapan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mengembangkan aspek kreativitas siswa di tingkat sekolah dasar. Dalam model ini, indikator utama yang digunakan meliputi imitasi, eksplorasi, literasi, dan improvisasi. Sementara itu, aspek-aspek kreativitas seperti kefasihan, fleksibilitas, orisinalitas, elaborasi, dan sensitivitas menjadi acuan dalam penyusunan rubrik penilaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RnD) dengan fokus pada tahap definisi, perancangan, dan pengembangan, meskipun hanya sampai tahap validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model pembelajaran ini menghasilkan pendekatan yang valid dan praktis. Model MES berpotensi untuk diimplementasikan dalam pembelajaran musik, sehingga dapat memberikan dampak positif terutama dalam meningkatkan kreativitas siswa This article discusses the innovative Music Education Stimulate (MES) learning model which was designed based on the Orff method as an effort to increase students' musical creativity. The MES learning model was developed through learning stages that are tailored to the needs of developing aspects of student creativity at the elementary school level. In this model, the main indicators used include translation, exploration, literacy, and improvisation. Meanwhile, aspects of creativity such as fluency, uniqueness, originality, elaboration and sensitivity are used as references in preparing the assessment rubric. This research uses a Research and Development (RnD) approach with a focus on the definition, design and development stages, although only up to the validation stage. The research results show that the development of this learning model produces a valid and practical approach. The MES model has the potential to be implemented in music learning, so that it can have a positive impact, especially in increasing student creativity
Pewarisan Barzanji pada Masyarakat Nagari Pitalah Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat Muhammad, Fadel; Sriyanto, Sriyanto; Jaya, Susandra; Yurnalis, Yurnalis
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i3.128076

Abstract

Barzanji merupakan doa–doa atau puji-pujian yang menceritakan tentang riwayat Nabi Muhammad yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika upacara kelahiran, khitanan, pernikahan, dan hari besar kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di Nagari Pitalah Kecamatan Batipuah Provinsi Sumatera Barat, Barzanji merupakan ritual tentang gerak batin yang di semangati oleh ajaran sufistik yang digunakan sebagai sarana untuk beribadah dalam rangka meningkatkan keimanan kepada Allah SWT bagi masyarakat pendukungnya. Dalam penyajiannya Barzanji memiliki struktur yang terdiri dari musyawarah, duduak basamo, mandapek kaputusan, pelaksanaan Barzanji, dan  makan basamo. Teks Barzanji terdiri dari syair syair berbahasa Arab yang terdapat dalam kitab Syarafal Annam yang terdiri dari Assalamualaika, Assalatu Alannabi, Bisahri Robbi, Tanaqaltafi, Wulidalhabibu, Alfasallu, Sallamualaika, Badatlana, Marhaban, Anta Samsun, dan Allahuma solliala, yang dilaksanakan di Surau-Surau dan masjid-masjid. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui tentang sistem pewarisan Barzanji di kalangan masyarakat Nagari Pitalah. Data untuk penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode kualitatif  dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka, dan mengumpulkan beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan Barzanji, untuk menghasilkan data deskriptif yang bersifat analitik berdasarkan teori dan pendapat-pendapat yang konseptual dari para ahli. Teori yang digunakan terdiri dari Teori Pewarisan oleh Cavali dan teori masyarakat oleh Herkovits, teori ini akan penulis gunakan untuk membahas cara pewarisan dalam masyarakat pendukungnya. Barzanji is a prayer or praise that tells about the history of the Prophet Muhammad which is read with a rhythm or tone that is usually sung at birth ceremonies, celebrations, weddings, and the big day of the birth of the Prophet Muhammad. In Nagari Pitalah, Batipuah Regency, West Sumatra Province, Barzanji is an inner movement inspired by Sufism that is used as a means of worship in order to increase faith in Allah SWT for the supporting community. In its presentation, Barzanji has a structure consisting of Deliberation, sitting together, making decisions, carrying out Barzanji, and eating together. The Barzanji manuscript consists of Arabic verses contained in the Syarafal Annam book which consists of Assalamualaika, Assalatu Alannabi, Bisahri Robbi, Tanaqaltafi, Wulidalhabibu, Alfasallu, Sallamualaika, Badatlana, Marhaban, Anta Samsun, and Allahuma solliala, which are carried out in Surau and mosques . This study aims to find out about the Barzanji inheritance system in the Nagari Pitalah community. This research data collection uses qualitative methods by means of observation, interviews, literature study, and collecting some documentation related to Barzanji, to produce analytical descriptive data based on theories and conceptual opinions from experts. The theory used consists of the theory of inheritance by Cavali and the theory of society by Herkovits, this theory will be used by the author to discuss the way of inheritance in the supporting community.
Tinjauan Koreografi Tari Tanduak di Nagari Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung Dwira Putri, Chintya; Wimbrayardi, Wimbrayardi
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 4 (2024): (in progress)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i4.130027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan Koreografi dari Tari Tanduak di nagari Lubuak Tarok Kabupaten Sijunjung.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan didukung dengan perangkat seperti alat tulis, buku, dan handphone. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah penumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian diketahui bahwa tari Tanduak mempunyai aspek koreografi yang meliputi aspek isi, aspek bentuk, aspek teknis, dan aspek proyeksi.Properti yang digunakan dalam tari Tanduak ini adalah properti tanduk, payung dan Marawa. Alat musik yang digunakan adalah  gondang dan mongan. This research aims to reveal and describe the choreography of the Tanduak Dance in the Lubuak Tarok village, Sijunjung Regency. This type of research is qualitative research with descriptive methods. The instrument for this research is the researcher himself and is assisted by supporting instruments such as stationery, books, cellphones. The data in this research uses primary data and secondary data. Data collection techniques are carried out by means of literature study, observation, interviews, documentation. The steps for analyzing data are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the Tanduak dance has good choreography knowledge consisting of choreographic aspects which include content aspects, form aspects, technical aspects and projection aspects. The props used in this Tanduak dance are the horns, umbrella and marawa props. The musical instruments used are gondang and mongan.
Utilization of Internet-Based School TV Media as an Educational Media and Means of Documenting Student’s Artwork at SMP Frater Padang Fauzan Yusman, Ahmad; Ardipal, Ardipal; Efi, Agusti; Mansyera Pratama, Vischa; Aulya, Vinna
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 4 (2024): (in progress)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i4.130807

Abstract

This article discusses the use of internet-based school TV media as a means of educational media and a means of documentation of students' artworks at Brother Padang Junior High School. The research method uses qualitative research with a descriptive analysis approach. Data collection techniques used in this study used observation techniques, documentation studies and interviews. This research found that Frater Junior High School Padang developed school TV by utilizing the internet with the Youtube platform. Students of Frater Junior High School Padang are given media to utilize technology in operating and producing audio-visual media. Apart from being an educational tool, Frater TV is also utilized in documenting the artwork of students in the form of various performing arts, such as vocal, choir, dance and theater. From this utilization, students have direct experience in using technological media as well as documentation of cultural works of art.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): (in progress) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 4 (2023) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023): (In Progress) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 8, No 4 (2020): Seri A Juni 2020 Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 2 (2019): Seri B Desember 2019 Vol 8, No 2 (2019): Seri A Desember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri D. September 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri E. September 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri A. September 2019 Vol 8, No 1 (2019): Seri C. September 2019 Vol 7, No 4 (2019): Seri A. Juni 2019 Vol 7, No 3 (2019): Seri D. Maret 2019 Vol 7, No 3 (2019): Seri E. Maret 2019 Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014): Seri A Vol 3, No 2 (2014): Seri B Vol 3, No 2 (2014): Seri A Vol 3, No 1 (2014): Seri A Vol 2, No 3 (2013): Seri B Vol 2, No 3 (2013): Seri A Vol 2, No 2 (2013): Seri A Vol 2, No 2 (2013): Seri B Vol 2, No 1 (2013): Seri E Vol 2, No 1 (2013): Seri C Vol 2, No 1 (2013): Seri D Vol 2, No 1 (2013): Seri A Vol 2, No 1 (2013): Seri B Vol 1, No 1 (2012): Seri C Vol 1, No 1 (2012): Seri B Vol 1, No 1 (2012): Seri A More Issue