cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
EFEKTIVITAS MADU Apis cerana SEBAGAI ANTIBIOFILM TERHADAP Candida albicans Ananta, Zahrah Aswa; masfufatun, masfufatun; Setijowati, Eva Diah; Utami, Sri Lestari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu dikonsumsi karena dinilai memiliki nutrisi yang tinggi serta efek yang bermanfaat bagi kesehatan. Madu mempunyai sifat sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, bakteriostastik, serta efek penyembuhan luka yang baik. Madu memiliki kandungan asam fenolik, tanin, sapanoid, dan terpenoid yang menyebabkan madu berpotensi sebagai antibiofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas madu Apis cerana sebagai antibiofilm dan nilai Konsentrasi Hambatan Minimum Biofilm (KHBM) madu dalam menghambat pertumbuhan biofilm Candida albicans. Madu A. cerana yang digunakan berasal dari kecamatan Pemangkat, kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true experimental menggunakan pendekatan Post-Test Only Control Group Design dengan metode microplate untuk mengetahui efek antibiofilm madu A. cerana terhadap pertumbuhan C. albicans. Madu A. cerana dibuat menjadi konsentrasi 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%; dan 1,525%. Hasil penenelitian menunjukkan konsentrasi madu A. cerana 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, dan 1,525% memiliki kemampuan sebagai antibiofilm dengan persentase penghambatan 80,449%, 79,156%, 78,136%, 75,642%, 73,073%, dan 62,953%. Hambatan pertumbuhan biofilm terbesar terjadi pada kelompok madu dengan konsentrasi 50%. Berdasarkan analisis probit, nilai KHBM50 konsentrasi madu A. cerana sebesar 1,686%. Oleh karena itu, berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa madu A. cerana memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan biofilm C. albicans sehingga berpotensi sebagai antibiofilm dalam terapi infeksi yang terkait biofilm. Kata kunci : antibiofilm, Candida albicans, madu Apis ceranaDOI : 10.35990/mk.v7n3.p219-230
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN HAID PADA REMAJA WANITA DI SMA KOTA MAKASSAR Thaief, Kurniawan Arham; Setiawati, Dewi; Rahmadhani, Rauly; Rimayanti, Ulfah; Alwi, Zulfahmi
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Haid adalah kondisi fisiologis yang dialami oleh wanita, kelancaran dan keteraturan haid dapat menjadi gambaran kesehatan reproduksi wanita. Dalam satu siklus haid dapat terjadi gangguan yang beragam, gangguan tersebut antara lain gangguan siklus haid (polimenore, oligomenore, amenorea), gangguan lama haid (menoragia, brakimenore), dan gangguan volume darah (hipermenorhea, hipomenorhea). Faktor-faktor penyebab gangguan saat haid sangat beragam, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan haid pada remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Makassar dengan jumlah sampel 215. Gangguan lama siklus yang paling banyak adalah polimenorea (29,8%), gangguan lama haid menoragia (37,2%), gangguan pada volume darah haid hipomenorhea (34,0%). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jumlah pendapatan orang tua dan status gizi responden dengan gangguan haid. Hasil p-value 0,003 didapatkan pada hubungan antara status pendapatan orang tua dengan kejadian gangguan siklus haid. Hubungan status gizi diukur melalui IMT (indeks massa tubuh) dengan gangguan siklus dan lama haid dengan p-value 0,000. Metode pengukuran status gizi dengan LILA (lingkar lengan atas) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian lama haid dengan nilai p-value 0,005. Status gizi memiliki tingkat signifikan tinggi dikarenakan adanya hubungan antara pengaturan hormon dengan lemak tubuh. Sehingga dianjurkan kepada para remaja wanita untuk menjaga berat badan dengan pola makan dan aktivitas fisik yang baik. Kata kunci : gangguan haid, pendapatan orang tua, status gizi DOI : 10.35990/mk.v7n3.p273-284
GAMBARAN KADAR KREATININ DARAH DAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS GRADE III-V BERDASARKAN UMUR, JENIS KELAMIN, DAN KOMORBID Haricar, Malvin Owen; Ratunanda, Susanti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian penyakit ginjal kronis (PGK) di Indonesia semakin tinggi setiap tahunnya. Kadar kreatinin darah dan laju filtrasi glomerulus (LFG) merupakan deteksi awal tersering, penentuan klasifikasi, penatalaksanaan, dan prognosis penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kreatinin darah dan LFG pada pasien PGK grade III-V berdasarkan umur, jenis kelamin, dan komorbid. Studi ini menerapkan metode deskriptif dengan data sekunder rekam medis periode Agustus - September 2022. Kriteria Inklusi yaitu pasien PGK grade III-V, memiliki pemeriksaan kadar kreatinin darah, LFG dan dirawat lebih dari 24 jam. Penghitungan Grading PGK menggunakan metode CKD-EPI (Chronic Kidney Disease Epidemiology Collaboration) equation. Klasifikasi Grading PGK menggunakan GFR (glomerular filtrate rate) category. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan periode yang ditentukan. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi didapatkan 88 orang. Jenis kelamin terbanyak laki-laki 48 orang (53,4%). Klasifikasi PGK terbanyak di grade G3a (36,36%). Umur dominan pada masa lansia akhir 33 orang (39,77%). Komorbid terbanyak adalah penyakit metabolik sejumlah 23 orang (26,13%). Kadar kreatinin darah 1,08 mg/dL hingga 3,17 mg/dL (rerata 1,59 mg/dL). LFG didapatkan 16 mL/min/1,73 m2 hingga 60 mL/min/1,73 m2 (rerata 37,8 mL/min/1,73 m2). Sebagian besar pasien PGK grade III-V mengalami peningkatan kadar kreatinin darah (rerata 1,56 mg/dL) dan penurunan LFG (rerata 37,3 mL/min/ 1,73 m2). Peningkatan kadar kreatinin darah dan penurunan LFG disebabkan oleh turunnya fungsi filtrasi ginjal, sering terjadi pada pasien PGK dengan faktor risiko (lansia dan laki-laki) disertai komorbid. Kata Kunci : kadar kreatinin, laju fitrasi glomerulus, penyakit ginjal kronis DOI : 10.35990/mk.v7n3.p231-241
PENILAIAN PERAWATAN DIRI DAN EVALUASI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DI RSUD dr. SOEDARSO PONTIANAK Rizkifani, Shoma; Yuswar, Muhammad Akib
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita gagal jantung dalam melakukan aktivitas sehari-hari memiliki keterbatasan sehingga mempengaruhi perawatan diri. Penderita gagal jantung juga dikenal mengonsumsi berbagai macam obat memiliki risiko mengalami interaksi obat yang dapat menguntungkan atau merugikan bagi penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat perawatan diri dan menggambarkan kejadian interaksi obat pada penderita gagal jantung di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Pengambilan sampel data yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 92 pasien. Kriteria inklusi penelitian yaitu pasien yang menderita gagal jantung lebih dari 1 bulan, pasien berusia lebih dari 18 tahun, pasien sedikitnya mendapatkan ≥ 2 terapi pengobatan jantung, pasien yang bersedia mengisi informed consent dan mau diwawancara. Hasil penelitian menunjukkan tingkat perawatan diri pasien dengan rentang baik sebanyak 63 pasien (68,5%), dan buruk sebanyak 29 pasien (31,5%). Potensi interaksi obat dari interaksi farmakodinamika sebanyak 455 kejadian (72,5%), farmakokinetika sebanyak 33 kejadian (5,3%), dan tidak diketahui sebanyak 139 kejadian (22,2%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat perawatan diri pasien terdapat pada rentang baik dan interaksi obat banyak terjadi secara farmakodinamika. Kata kunci : antihipertensi, gagal jantung kongestif, interaksi obat, perawatan diri DOI : 10.35990/mk.v8n1.p25-34
PROTOZOA OPORTUNISTIK PENYEBAB ENSEFALITIS DAN KERATITIS: ACANTHAMOEBA Halleyantoro, Ryan; Kalumpiu, Jane Florida; Wijaya, Meiliyana
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acanthamoeba merupakan kelompok protozoa free-living amoeba (FLA) yang dapat menimbulkan mortalitas tinggi terkait ensefalitis dan kebutaan karena keratitis. Infeksi Acanthamoeba pada manusia dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan jumlah kasus, khususnya sebagai keratitis. Patogenesis Acanthamoeba sebagai penyebab ensefalitis masih belum dipahami sepenuhnya namun, berdasarkan temuan histopatologi kemungkinan melalui jalur transendotelial, rete vasorum, maupun kombinasi keduanya. Patogenesis terjadinya keratitis oleh Acanthamoeba akibat infiltrasi pada epitel kornea hingga menembus stroma di bawahnya yang dapat menyebabkan kerusakan dan memicu peradangan hebat. Kemampuan Acanthamoeba untuk beradaptasi di lingkungan dan mengandung bakteri endosimbion memengaruhi patogenitas dan resistensi terhadap agen terapeutik. Penegakkan diagnosis melalui gambaran klinis didukung isolasi Acanthamoeba melalui pemeriksaan mikroskopis atau kultur atau molekuler yang cermat sangat penting untuk pemberian terapi sedini mungkin. Penatalaksanaan infeksi Acanthamoeba meliputi pemberian antimikroba kombinasi. Diagnosis dan terapi dini yang tepat dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat infeksi protozoa ini. Kata kunci: Acanthamoeba, ensefalitis, free-living amoeba, keratitis DOI : 10.35990/mk.v8n1.p82-94
PERBANDINGAN KADAR KREATININ DARAH PASIEN HIPERTENSI YANG MENDAPATKAN ANGIOTENSIN CONVERTING ENZYME INHIBITOR TERHADAP ANGIOTENSIN II RECEPTOR BLOCKER Ratunanda, Susanti; Nurrokhmawati, Yanti; Karim, Ramadhanty Aulia
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia setelah stroke dan tuberkulosis. Penggunaan terapi obat antihipertensi yang sering diberikan pada pasien hipertensi adalah Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEi) dan Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) karena kerjanya yang efektif dan bersifat renoprotection yang dapat dilihat melalui kinerja ginjal dengan mengukur kadar kreatinin darah. Meskipun telah banyak penelitian yang mempelajari efek ACEi dan ARB, kesetaraan efektivitas antara ACEi dan ARB masih menjadi perdebatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran karakteristik pasien dan menganalisis perbedaan kadar kreatinin darah pasien hipertensi yang mendapatkan terapi obat ACEi dan ARB. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan bulan Juni 2023 sampai Januari 2024 di Rumah Sakit Dustira Cimahi. Sampel penelitian berjumlah 82 orang dipilih dengan teknik purpossive sampling dimana seluruh subyek memenuhi kriteria inklusi. Data bivariat dianalisis menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pasien terbanyak berjenis kelamin laki-laki (51,2%), usia berisiko (>45 tahun) (92,7%), lama menderita <10 tahun (100%), sebagian besar termasuk kategori hipertensi tinggi-normal (tekanan darah 130/85-139/89 mmHg) (26,8%), dan memiliki komplikasi penyakit (100%). Rerata kadar kreatinin darah pada penderita hipertensi yang mengonsumsi ACEi sebesar 0,99 mg/dL, sedangkan pada penderita hipertensi yang mengonsumsi ARB sebesar 1,03 mg/dL. Penelitian menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata kadar kreatinin darah pada pasien hipertensi antara yang mendapatkan ACEi dengan ARB dengan nilai nilai p = 0,568. Hasil penelitian ini dimungkinkan karena ACEi dan ARB keduanya memberikan efek yang serupa dengan mencegah peningkatan kreatinin pada pasien hipertensi melalui Renin Angiotensin Aldosterone System (RAAS). Kata kunci: ACEi, ARB, darah, hipertensi, kreatinin DOI : 10.35990/mk.v8n1.p35-47
KUALITAS PELAYANAN ANTENATAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN IBU DAN ANAK: SEBUAH NARRATIVE REVIEW Linasari, Desy; Triningtyas, Anastasia Yani; Mutiara, Dinar; Septiadi, Endry; Rusman, Andri Andrian; Gurnadi, Jeffry Iman; Rohmah, Elly Noer; Bulqini, Rina Munirah; Ubaidillah, Nizamuddin; Mariana, Ana
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan indikator utama kesehatan masyarakat. Pelayanan antenatal (ANC) yang berkualitas berperan penting dalam mengurangi AKI dan AKB melalui deteksi dini komplikasi kehamilan. Namun, keterbatasan akses ANC di daerah terpencil berdampak negatif pada kesehatan ibu dan anak. Telaah ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan ANC terhadap kesehatan ibu dan anak serta faktor-faktor yang memengaruhi cakupan dan kualitas ANC di Indonesia. Telaah pustaka dilakukan dengan metode narrative review, mengumpulkan artikel dari tahun 2015–2024 melalui Google Scholar. Artikel terpilih membahas kualitas dan dampak ANC terhadap kesehatan ibu dan anak serta memenuhi kriteria full text. Hasil telaah menunjukkan bahwa ANC berkualitas menurunkan AKI dan AKB serta mencegah komplikasi seperti preeklampsia, anemia, dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Kunjungan ANC yang teratur memungkinkan deteksi dini risiko kesehatan ibu dan janin. Di daerah terpencil, rendahnya cakupan ANC akibat keterbatasan infrastruktur dan tenaga kesehatan meningkatkan risiko komplikasi yang tidak terdeteksi. Kualitas dan cakupan ANC sangat penting untuk kesehatan ibu dan anak. Peningkatan akses dan kualitas ANC sangat diperlukan untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Kata kunci: anemia, BBLR, kesehatan ibu anak, pelayanan antenatal, preeklampsia DOI : 10.35990/mk.v8n1.p95-106
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP BANGSAL BEDAH RUMAH SAKIT DUSTIRA DENGAN METODE ANATOMICAL THERAPEUTIC CHEMICAL (ATC)/DEFINED DAILY DOSE (DDD) Hakimudin, Tria Rahmah; Sovia, Evi; Danurendra, Danurendra
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembedahan merupakan prosedur terapeutik yang bersifat invasif sehingga akan menyebabkan terbentuknya luka terbuka di area yang dibedah. Kondisi ini membuat pasien yang menjalani pembedahan sangat rentan terhadap infeksi mikroba. Sebagai upaya pencegahan infeksi mikroba adalah dengan pemberian antibiotik. Evaluasi dengan menggunakan DDD (Defined Daily Dose) bertujuan untuk memberikan gambaran tentang dosis pemeliharaan rata-rata per hari untuk obat yang digunakan dengan indikasi utama pada pasien dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai DDD penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap bangsal bedah di Rumah Sakit Dustira. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang dianalisis menggunakan metode DDD. Penelitian ini menerapkan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 50 rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien yang berusia > 18 tahun, pasien rawat inap bangsal bedah yang menggunakan terapi antibiotik, pasien dengan data yang lengkap dan terbaca mencakup: nama, umur, jenis kelamin, nama antibiotik, bentuk sediaan, diagnosa, lama rawat inap serta jumlah sediaan obat lengkap selama periode Januari hingga Juni 2024. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk melihat pola penggunaan antibiotik, dan nilai DDD dihitung berdasarkan jumlah obat yang digunakan. Hasil penelitian mendapatkan lima jenis golongan antibiotik yang digunakan di bangsal bedah yaitu golongan sefalosporin, golongan kuinolon, golongan imidazol, golongan aminoglikosida, dan golongan tetrasiklin. Nilai DDD/100 patient-days tertinggi ditemukan pada sefiksim, menunjukkan bahwa antibiotik ini paling banyak digunakan di rumah sakit tersebut selama periode penelitian. Kata kunci: antibiotik, bedah, Define Daily Dose (DDD), rawat inap DOI : 10.35990/mk.v8n1.p48-57
MANAJEMEN ANESTESI PADA PASIEN HIRSCHSPRUNG DISEASE DENGAN STENOSIS PULMONAL SEDANG DAN DOWN SYNDROME: LAPORAN KASUS Hadi Pratama, Muhamad Rizal; Hariyanto, Achmad; Alami, Eqiel Navadz Akhtar
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit bawaan yang dikenal sebagai penyakit Hirschsprung didefinisikan oleh tidak adanya sel ganglion di pleksus Meissner (submukosa) dan pleksus Auerbach (muscularis) dari rektum terminal, yang meluas arah proksimal. Penyakit Hirschsprung memiliki prevalensi laki-laki 4:1 secara keseluruhan dan mempengaruhi 1 dari 5000 kelahiran hidup. Mutasi RET (rearranged during Transfection), yang dapat terjadi pada salah satu dari 21 ekson gen yang biasanya terkait dengan Sindrom Down, adalah penyebab Penyakit Hirschsprung. Menurut penelitian yang dilakukan di RS Sardjito antara tahun 2013 dan 2016, hingga 45% bayi yang lahir dengan sindrom Down memiliki masalah jantung bawaan, 11% mengalami gangguan pencernaan, dan 9% mengalami keduanya. Salah satu penyakit jantung bawaan pada yang dapat diderita ialah stenosis pulmonal. Sebagian besar laporan kasus yang dapat diakses dari berbagai jurnal membahas terkait anestesi pada orang dewasa. Laporan kasus ini merinci manajemen anestesi dan pelaporan hemodinamik praanestesi, intraanestesi, dan pascaanastesi pada bayi berusia satu bulan dengan Sindrom Down dengan stenosis paru sedang dan penyakit Hirschsprung yang dijadwalkan menjalani kolostomi. Pasien diinduksi menggunakan Fentanyl, Midazolam, dan Atracurium. Sevofluran digunakan sebagai agen maintenance. Kondisi hemodinamik pasien praoperasi, intraoperasi, dan pascaoperasi relatif stabil. Selanjutnya pasien dirawat di dalam PICU (Pediatric Intensive Care Unit) guna dilakukan evaluasi dan monitoring hemodinamik selama 1 hari. Pasien lalu dirawat dibangsal dan pasien dipulangkan karena kondisi pasien sudah stabil. Dalam manajemen pasien pediatri yang akan direncanakan operasi nonkardiak secara elektif disertai dengan penyakit jantung bawaan, diperlukan evaluasi dan manajemen perioperatif yang tepat guna meningkatkan luaran yang baik bagi pasien. Kata Kunci: anastesi umum, hirschprung, pediatri, sindrom down, stenosis pulmonal DOI : 10.35990/mk.v8n1.p107-117
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT DEGENERATIF Sari, Mega Puspa; Farradika, Yola; Fitria, Fitria; Noviyanti, Ditya Putri; Mulyawati, Devi Annisa
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang terjadi akibat terganggunya fungsi sel-sel dalam tubuh, mulai dari yang normal hingga yang lebih parah. Penyakit ini biasanya menyerang kaum lanjut usia, namun kini mulai mengancam kelompok usia remaja. Penyakit degeneratif pada remaja disebabkan gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan siap saji, kurang konsumsi sayur dan buah, minuman berkarbonasi, kurang aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa dengan perilaku pencegahan penyakit degeneratif. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analisis dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu mahasiswa Fakultas Ilmu – ilmu Kesehatan yang berstatus aktif dengan jumlah sampel sebanyak 159 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 138 orang (86,8%), sedangkan usia responden terbanyak adalah 20 tahun yaitu sebanyak 45 orang (28,3%). Responden yang paling banyak mengisi kuesioner yaitu semester 6 sebanyak 43 orang (27%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan penyakit degeneratif (Nilai p=0,290). Namun hasil uji Chi-squared menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap responden dengan perilaku pencegahan penyakit degeneratif (Nilai p=0,000). Pihak Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka diharapkan dapat memfasilitasi kegiatan mahasiswa seperti aktivitas fisik, jadwal olahraga rutin bersama karyawan kampus baik dari tenaga didik maupun dosen, mengadakan cek kesehatan gratis berkala seperti cek gula darah, kolesterol, tekanan darah untuk mahasiswa, tenaga pendidik, dan dosen guna mengetahui penyakit degeneratif secara dini. Kata kunci : penyakit degeneratif, pencegahan, pengetahuan, sikap DOI : 10.35990/mk.v8n1.p1-11

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue