cover
Contact Name
Tanzir Masykar
Contact Email
tanzir@aknacehbarat.ac.id
Phone
+6285277752225
Journal Mail Official
vocatech@aknacehbarat.ac.id
Editorial Address
Komplek STTU, Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, West Aceh Regency, Aceh 23681
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Vocatech : Vocational Education and Technology Journal
1. Vocational Studies 2. Civil Engineering 3. Electrical Engineering 4. Mechanical Engineering 5. Classroom Instruction in Vocational Context 6. English for Vocational Purposes 7. Innovation in Vocational Education
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2025): December" : 19 Documents clear
Penentuan Sudut Kemiringan Optimal Instalasi Panel Surya Untuk Memaksimalkan Energi Output: Sistematic Literatur Review Pandria, T. M. Azis; Sya'rani Denk, Teuku Mizan; Tripoli, Bambang; Firnanda, Ary; Saputra, Herdian; Opirina, Lissa
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.273

Abstract

AbstractThis paper presents a systematic literature review on determining the optimal tilt angle (OTA) for photovoltaic solar panel installation. The research method uses a systematic literature review approach by analyzing 30 scientific articles published between 2013 and 2025 from the IEEE Xplore, ScienceDirect, MDPI, and Springer databases. The analysis results show that geographic latitude is the dominant factor in determining OTA, with tropical regions requiring an angle of 5°-15° and mid-high latitude regions requiring 30°-60°. The research methodology has evolved from a simple empirical approach to the use of machine learning and artificial intelligence with a prediction accuracy of R² 0.95. For equatorial regions such as Indonesia, the optimal angle ranges from local latitude ± 5° with low sensitivity to deviation (±5° only affects output 3%). The study also identified that seasonal adjustment provides a 6-15% increase in output for mid-latitude regions, but is not cost-effective for tropical regions. The conclusions of this study provide practical recommendations based on geographic zones and identify research gaps related to climate change impacts, optimization for bifacial technology, and development of economically adaptive systems. Keywords:Solar panels; optimal tilt angle; energy optimization; systematic literature review AbstrakNaskah ini menyajikan tinjauan literatur sistematis tentang penentuan sudut kemiringan optimal (optimal tilt angle/OTA) untuk instalasi panel surya fotovoltaik. Metode penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review dengan menganalisis 30 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2013 hingga 2025 dari database IEEE Xplore, ScienceDirect, MDPI, dan Springer. Hasil analisis menunjukkan bahwa lintang geografis merupakan faktor dominan dalam penentuan OTA, dengan wilayah tropis memerlukan sudut 5°-15° dan wilayah lintang menengah-tinggi memerlukan 30°-60°. Metodologi penelitian telah berkembang dari pendekatan empiris sederhana menuju penggunaan machine learning dan artificial intelligence dengan akurasi prediksi R² 0.95. Untuk wilayah ekuatorial seperti Indonesia, sudut optimal berkisar antara lintang lokal ± 5° dengan sensitivitas rendah terhadap deviasi (±5° hanya mempengaruhi output 3%). Penelitian juga mengidentifikasi bahwa penyesuaian musiman memberikan peningkatan output 6-15% untuk wilayah lintang menengah, namun tidak cost-effective untuk wilayah tropis. Simpulan penelitian ini memberikan rekomendasi praktis berbasis zona geografis dan mengidentifikasi gap penelitian terkait dampak perubahan iklim, optimalisasi untuk teknologi bifacial, dan pengembangan sistem adaptif yang ekonomis.Kata Kunci:             Panel surya; sudut kemiringan optimal; optimalisasi energi; Sistematic Literature Review
Revitalisasi Sistem Drainase Perkotaan dalam Upaya Keberlanjutan Sosial Ekonomi Daerah Pesisir melalui Implementasi Eco-Drainase Masrura, Delfian; Rahmawati, Rahmawati; Hasdanita, Fitry; Fahmi, Nadya Yunisa
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.275

Abstract

     AbstractKuta Padang Village, situated in West Aceh Regency, experiences drainage issues that result in flooding reaching the road surface during periods of heavy rainfall. This condition occurs due to waste accumulation in the drainage channels, overgrown vegetation obstructing flow along the channels, and sedimentation leading to siltation. The objective of this study are to analyze the total flood discharge that the existing drainage system can accommodate and to design an eco-drainage system using infiltration wells. The data used in this research consist of primary data (measurements of drainage dimensions, flow direction, and existing drainage conditions) and secondary data, including rainfall data, topographic maps, land use maps, and drainage network maps, which were processed using hydrological and hydraulic analyses. A Hydraulic analysis was conducted to evaluate the capacity of the drainage channels required in the eco-drainage planning through the use of plastic drum infiltration wells. Based on data processing and analysis results, the rainfall with a 5-year return period was found to be 201.27 mm/hour. The comparison between the planned flood discharge and the capacity of the existing drainage channels at three sample points—channels 2, 20, and 40—showed that channels 20 and 40 can still accommodate the planned flood discharge, while channel 2 is insufficient since its capacity is lower than the flood discharge. Mitigation efforts include normalizing the channels that are still functional, while for channel 2, the implementation of an eco-drainage system is proposed through the construction of nine infiltration wells, each with a radius of 0.3 m and a height of 1 m. Keywords:flooding, eco-drainage, infiltration well      AbstrakDesa Kuta Padang yang berada di Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah yang memiliki permasalahan drainase sehingga menyebabkan genangan hingga ke badan jalan pada saat curah hujan tinggi. Kondisi ini terjadi akibat adanya sampah pada saluran, rumput yang menghambat sepanjang saluran, dan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya debit total banjir yang dapat ditampung oleh saluran drainase eksisting dan perencanaan desain sistem eco-drainage melalui sumur resapan. Data yang digunakan adalah data primer (pengukuran dimensi drainase), arah aliran, kondisi drainase eksisting, dan data sekunder berupa data curah hujan, peta topografi skala dan tata guna lahan, serta peta jaringan drainase yang diolah menggunakan analisis hidrologi dan analisis hidrolik. Analisis hidrolika diperlukan untuk mengevaluasi kapasitas saluran drainase yang diperlukan dalam perencanaan eko-drainase sumur resapan menggunakan drum plastik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh curah hujan dengan kala ulang 5 tahun sebesar 201,27 mm/jam. Hasil perbandingan debit banjir rencana dengan kapasitas debit saluran eksisting pada tiga titik sampel saluran 2, saluran 20, dan saluran 40, diketahui bahwa saluran 20 dan saluran 40 masih mampu menampung debit banjir rencana, sedangkan saluran 2 tidak mencukupi karena kapasitas saluran lebih kecil daripada debit banjir. Upaya penanganan dilakukan dengan normalisasi saluran untuk saluran yang masih berfungsi baik, sementara pada saluran 2 direncanakan penerapan sistem eko-drainase melalui pembangunan sembilan unit sumur resapan dengan dimensi radius 0,3 m dan tinggi 1 m.     Kata Kunci:            genangan, eko-drainase, sumur resapan
Faktor-Faktor Pemborosan Material Pekerjaan Arsitektural Pada Proyek Perumahan Griya Gigeh Putroe Ijo Fazlina, Rita; Rinaldy, Rinaldy; Dinda, Raina Parmitalia; Zulyaden, Zulyaden; Idris, Fadli; Amir, Astiah; Malia, Rezqi
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.274

Abstract

Abstract In residential construction, one of the major issues encountered is material waste, referring to the excessive use or presence of materials that do not add value to the construction work. There are several causes of material waste in construction, including the overconsumption of resources, the consolidation and expansion of technical specifications across multiple buildings, the reduction in material quality due to handling processes or mobilization errors, the deterioration of materials caused by weather conditions or improper storage, the lack of documentation for materials received and utilized, construction debris, as well as surplus materials resulting from preparation and finishing works.This study focuses on analyzing the factors that influence material waste in architectural works and identifying the dominant factors contributing to material waste in the architectural phase of the Griya Gigeh Putroe Ijo housing project, using the index method. Based on the research findings, the most dominant factor affecting material waste in architectural works is the variable Residual/Excess Material and Implementation, which consists of indicators such as worker errors, adverse weather conditions, unusable material offcuts, incorrect cutting dimensions, and inappropriate material orders resulting from inaccurate estimations. This is supported by the highest mean value of 4.86. The calculation using the index method indicates that the percentage value of the material waste index factor in architectural works is 92.04%, which falls within the 90%–100% range. Therefore, it can be categorized as Highly Influential in causing material waste in architectural activities within the Griya Gigeh Putroe Ijo housing development project, located in Meulaboh City, West Aceh Regency.Keywords:Waste; Material; Architectural Work; Housing Project; Griya Gigeh Putroe Ijo.Abstrak Dalam konstruksi perumahan, salah satu masalah yang ditemui adalah pemborosan material atau jumlah material yang berlebihan yang tidak memberikan nilai tambah pada pekerjaan. Terdapat beberapa macam penyebab pemborosan material dalam konstruksi, diantaranya meliputi konsumsi sumber daya yang berlebihan, penyatuan dan pengembangan spesifikasi teknis dari sejumlah bangunan, penurunan mutu material efek proses penanganan atau kesalahan mobilisasi, penurunan mutu material karena cuaca dan penyimpanan logistik yang tidak sesuai, kurangnya dokumentasi material yang diterima dan digunakan, limbah konstruksi, serta kelebihan material dari pekerjaan persiapan dan penyelesaian. Studi ini difokuskan pada analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemborosan material dalam pekerjaan arsitektur dan mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi pemborosan material dalam pekerjaan arsitektur pada proyek perumahan Griya Gigeh Putroe Ijo dengan menggunakan metode indeks. Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang paling dominan mempengaruhi pemborosan material dalam pekerjaan arsitektur adalah variabel Sisa/Kelebihan Material dan Pelaksanaan, yang terdiri dari indikator-indikator seperti kesalahan yang disebabkan oleh pekerja, cuaca buruk, potongan material yang tidak dapat digunakan, kesalahan dimensi pemotongan, dan pemesanan material yang salah akibat tidak sesuaikebutuhan. Hal ini dibuktikan dengan nilai mean tertinggi sebesar 4,86. Perhitungan menggunakan metode Indeks menunjukkan bahwa nilai persentase faktor indeks pemborosan material dalam pekerjaan arsitektur adalah 92,04% dalam rentang skala 90%-100%, sehingga dapat dikategorikan sebagai Sangat Berpengaruh dalam menyebabkan pemborosan material dalam pekerjaan arsitektur pada proyek pengembangan perumahan Griya Gigeh Putroe Ijo di Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.Kata Kunci:Pemborosan; Material; Pekerjaan Arsitektural; Proyek Perumahan; Griya Gigeh Putroe Ijo.
Analisis Tren Historis Dan Proyeksi Curah Hujan 2080 Di Das Juwana: Pendekatan Downscaling Statistik Victorya, Chindy; Kurniyaningrum, Endah; Anggraini, Dina Paramita; Sudinda, Teddy; Assidik, Muhammad Luthfi
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.231

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana di Jawa Tengah semakin sering dilanda banjir sehingga berdampak serius, mulai dari kerugian ekonomi hingga gangguan kesehatan pada masyarakat. Perubahan penggunaan lahan dan pengaruh perubahan iklim global diyakini menjadi pemicu utama perubahan pola curah hujan di wilayah ini. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana dinamika curah hujan berkembang di DAS Juwana selama 22 tahun terakhir (1998–2019), serta bagaimana kondisi ini mungkin berubah hingga tahun 2080 berdasarkan dua skenario iklim yaitu pada kondisi RCP 4.5 dan RCP 8.5. Kami menggunakan metode downscaling statistik dengan data curah hujan satelit TRMM yang dikombinasikan dengan model iklim global CMIP5. Hasilnya menunjukkan bahwa DAS Juwana memiliki pola hujan tropis, dengan puncak curah hujan terjadi pada Desember hingga Februari. Beberapa tahun seperti 2006, 2008, dan 2010 mencatat hujan ekstrem yang bertepatan dengan fenomena La Niña. Proyeksi ke depan menunjukkan adanya tren peningkatan intensitas curah hujan, khususnya pada musim hujan. Di bawah skenario RCP 8.5, lonjakan curah hujan lebih tajam dibandingkan RCP 4.5, terutama pada Januari dan Desember. Temuan ini menjadi peringatan penting akan meningkatnya risiko banjir ekstrem di masa depan dan menegaskan perlunya strategi adaptasi serta perencanaan pengelolaan air yang lebih tanggap terhadap perubahan iklim masa depan. 
Pengaruh Penambahan Serat Abaka Dan Substitusi 5% Abu Cangkang Tiram Dalam Menghasilkan Kuat Tarik Beton Mutu Tinggi Bunyamin, Bunyamin; Isnaini, Isnaini; Pramanda, Heru; Ridha, Muhammad
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.244

Abstract

AbstractAbaca fiber is a natural reinforcement material with potential to improve the tensile performance of concrete. However, its application in high-strength concrete is often hindered by fiber agglomeration, and studies on its use in such concrete remain limited. This research investigates the effect of incorporating abaca fiber in combination with 5% Oyster Shell Ash (OSA) as a partial cement replacement on the splitting tensile strength of high-strength concrete. Concrete specimens (100 mm × 200 mm cylinders) were prepared with abaca fiber contents of 0.15%, 0.30%, and 0.45% by weight of cement. The OSA was sourced from Krueng Neng, Aceh Besar, while the abaca fiber was obtained from East Java, Indonesia. The mix design followed ACI 211.4R-93 guidelines and ASTM testing standards, targeting a compressive strength of 9000 psi (≈ 62 MPa). After 28 days of water curing, results showed that the lowest splitting tensile strength was recorded for normal concrete (6.81 MPa), while the highest value was obtained for the mix containing 5% OSA and 0.30% abaca fiber (8.87 MPa). These findings indicate that the synergy between OSA and optimal abaca fiber content can significantly enhance the tensile performance of high-strength concrete.Keywords:Oyster shell ash; abaca fiber; concrete high strength; splitting tensile strengthAbstrakSerat abaka merupakan material penguat alami yang berpotensi meningkatkan kinerja tarik beton. Namun, penerapannya pada beton mutu tinggi sering terkendala oleh penggumpalan serat, dan kajian terkait penggunaannya pada beton mutu tinggi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat abaka yang dikombinasikan dengan 5% Abu Cangkang Tiram (ACT) sebagai pengganti sebagian semen dalam menghasilkan kuat tarik belah beton mutu tinggi. Benda uji berupa silinder berukuran 100 mm × 200 mm dibuat dengan variasi kadar serat abaka sebesar 0,15%, 0,30%, dan 0,45% dari berat semen. ACT diperoleh dari Krueng Neng, Aceh Besar, sedangkan serat abaka berasal dari Jawa Timur, Indonesia. Perancangan campuran mengacu pada pedoman ACI 211.4R-93 dan standar pengujian ASTM, dengan mutu rencana sebesar 9000 psi (≈ 62 MPa). Setelah perendaman selama 28 hari, hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tarik belah terendah diperoleh pada beton normal (6,81 MPa), sedangkan nilai tertinggi dicapai pada campuran dengan 5% ACT dan 0,30% serat abaka (8,87 MPa). Temuan ini memperlihatkan bahwa kombinasi ACT dan kadar serat abaka yang optimal dapat secara signifikan meningkatkan kinerja tarik beton mutu tinggi.Kata Kunci:Abu cangkang tiram; serat abaka; beton mutu tinggi; kuat tarik
Evaluation of Signalized Intersection Capacity and PCE Using Linear Regression in Mixed Traffic Meilinda, Iqra Mona; Auliya, Muhammad Dani; Sugiarto, Sugiarto; Darma, Yusria
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.265

Abstract

 AbstrakPersimpangan bersinyal memainkan peran penting dalam manajemen lalu lintas perkotaan, terutama di wilayah dengan karakteristik lalu lintas campuran seperti Banda Aceh. Studi ini bertujuan untuk menentukan nilai nilai Ekivalen Mobil Penumpang (EMP) berdasarkan data aliran jenuh aktual pada simpang bersinyal AMD Batoh. Data dikumpulkan melalui rekaman video selama 120 siklus waktu hijau pada empat pendekatan simpang, dengan klasifikasi kendaraan meliputi Sepeda Motor (MC), Kendaraan Ringan (LV), Becak Bermotor (MR), dan Kendaraan Berat (HV). Analisis regresi linier menghasilkan koefisien positif, yang menunjukkan bahwa setiap penambahan satu unit kendaraan meningkatkan waktu hijau efektif sebesar 0,14 detik untuk MC, 1,12 detik untuk LV, 0,73 detik untuk MR, dan 1,58 detik untuk HV. Model regresi juga menghasilkan nilai Adjusted R² sebesar 0,94, yang menunjukkan tingkat kesesuaian model yang sangat baik. Nilai EMP lokal yang diperoleh berbeda dari referensi standar dalam PKJI 2023, khususnya untuk kendaraan informal. Temuan ini menekankan pentingnya penyesuaian lokal dalam analisis kapasitas simpang guna mendukung perencanaan lalu lintas yang lebih akurat dan kontekstual.Kata Kunci: Simpang Bersinyal; Ekivalen Mobil Penumpang (EMP); Aliran Jenuh; Regresi Linier; Lalu Lintas CampuranAbstractSignalized intersections play a vital role in urban traffic management, especially in areas with mixed traffic characteristics such as Banda Aceh. This study aims to determine the Passenger Car Equivalent (PCE) values based on actual saturation flow data at the AMD Batoh signalized intersection. Data were collected through video recordings over 120 green time cycles across four intersection approaches, with vehicle classifications including Motorcycles (MC), Light Vehicles (LV), Motorized Rickshaws (MR), and Heavy Vehicles (HV). Linear regression analysis produced positive coefficients, indicating that each additional vehicle unit increases the effective green time by 0.14 seconds for MC, 1.12 seconds for LV, 0.73 seconds for MR, and 1.58 seconds for HV. The regression model also yielded an Adjusted R² of 0.94, demonstrating a strong model fit. The resulting local PCE values differ from the standard references in PKJI 2023, particularly for informal vehicles. These findings highlight the importance of localized adjustment in intersection capacity analysis to support more accurate and context-sensitive traffic planning. Keywords: Signalized Intersection; Passenger Car Equivalent (PCE); Saturation Flow; Linear Regression; Mixed Traffic
Analisis Pengaruh Parameter Mesin Cnc Laser Cutting terhadap Waktu dan Akurasi Dimensi Maladzi, Radhi; Putra, Rama Ardiansyah; Matsaany, Bayun; Yudisha, Nabila
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.257

Abstract

AbstractThe manufacturing industry plays a vital role in supporting economic growth but often faces operational inefficiencies, particularly in the production process. PT XYZ, a leading steel manufacturing company in Indonesia, utilizes a CNC laser cutting machine model 3015H to produce components made from SS400 material. A high defect rate in cutting 2 mm thick SS400 plates indicates inefficiencies that require further investigation. This study aims to analyze the effects of cutting speed, laser height distance, and gas pressure on cutting time efficiency and dimensional accuracy. The research employs the Taguchi method for experimental design, Grey Relational Analysis (GRA) for multi-response optimization, and MANOVA to determine the simultaneous significance of the process parameters. The results show that the optimal parameter combination for cutting time and dimensional accuracy is achieved at a cutting speed of 1.8 m/min, a laser height of 0.8 mm, and a gas pressure of 0.8 bar. Cutting speed was the most dominant factor affecting cutting time efficiency, with the fastest time recorded at 25.26 seconds and the highest delta value. Gas pressure had the most significant effect on dimensional accuracy, producing the smallest deviation of 0.0567 mm. MANOVA results indicated that all three parameters had a significant multivariate effect (p 0.05), but only cutting time was significantly affected in the univariate test. In conclusion, proper process parameter settings can enhance cutting efficiency without compromising accuracy. These findings are expected to support technical decision-making to improve productivity at PT XYZ.Keywords:cnc laser cutting; ss400; taguchi; grey relational analysis; manova  AbstrakIndustri manufaktur merupakan sektor penting yang menopang pertumbuhan ekonomi, namun dalam praktiknya sering menghadapi tantangan berupa ketidakefisienan operasional, khususnya dalam proses produksi. PT XYZ sebagai perusahaan produsen baja terkemuka di Indonesia menggunakan mesin CNC laser cutting tipe 3015H dalam produksi produk berbahan SS400. Tingginya tingkat cacat pada proses pemotongan material SS400 ketebalan 2 mm menunjukkan adanya ketidakefisienan yang perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parameter proses kecepatan potong, jarak ketinggian laser, dan tekanan gas terhadap efisiensi waktu dan akurasi dimensi hasil potongan. Penelitian menggunakan metode Taguchi untuk desain eksperimen, grey relational analysis (GRA) untuk optimasi multi-respon, dan uji MANOVA untuk mengetahui signifikansi pengaruh secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi parameter optimal untuk waktu pemotongan dan akurasi dimensi, yaitu pada kecepatan potong 1,8 m/min, jarak ketinggian laser 0,8 mm dan tekanan gas 0,8 bar. Kecepatan potong merupakan faktor paling dominan terhadap efisiensi waktu, ditunjukkan oleh waktu tercepat sebesar 25,26 detik dan nilai delta tertinggi. Sedangkan tekanan gas paling berpengaruh terhadap akurasi dimensi, dengan selisih terkecil sebesar 0,0567 mm. Uji MANOVA menunjukkan ketiga parameter berpengaruh signifikan terhadap gabungan variabel dependen secara multivariat (p 0,05), namun hanya signifikan terhadap efisiensi waktu secara univariat. Dapat disimpulkan bahwa pengaturan parameter proses yang tepat dapat meningkatkan efisiensi pemotongan tanpa mengorbankan akurasi. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan teknis dalam meningkatkan produktivitas PT XYZ.Kata Kunci:            cnc laser cutting; ss400; taguchi; grey relational analysis; manova
Pemetaan Kemampuan Mahasiswa Dalam Penulisan Akademik Sebagai Dasar Sistem Pembelajaran Pendidikan Tinggi Berbasis AI Rahayu, Sri; Rahmawati, Hanifah Indah; Ghinaya, Zahra; Meirawan, Danny; Sukadi, Sukadi; Purwanto, Dedi; Iswardhany, Rieske; Sofia, Dewi Ayu; Amin, Rais
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.248

Abstract

AbstractRecent advancements in Artificial Intelligence (AI) technology have yet to fully address fundamental challenges in academic writing within the context of higher education. Most existing systems remain focused on surface-level corrections, offering limited support for students struggling to construct logical arguments, organize ideas coherently, and adhere to the structural conventions of academic discourse. This study aims to analyze and map students’ academic writing proficiency as a foundation for developing AI-based learning systems that are responsive to actual needs in higher education. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected through a closed-ended online questionnaire distributed via Google Forms. The instrument was designed based on five key dimensions: writing structure, language proficiency, argumentation and logic, referencing, and technical skills, using a 5-point Likert scale. A total of 132 final-year students from various Indonesian universities—particularly those in construction-related disciplines—participated in the study. Contextual analysis was conducted based on study programs, and data validity was enhanced through triangulation. The findings reveal that while most students fall within the “competent” category, notable deficiencies remain in language mastery and logical argumentation, preventing many from reaching a “highly competent” level. These results highlight persistent gaps in academic literacy that necessitate innovative learning interventions. The development of AI-assisted systems capable of delivering both technical and conceptual feedback is therefore essential to improving the quality of student academic writing. Further research is recommended to design an integrated AI-based academic writing platform and to expand the study population across institutions to strengthen the generalizability of the findings. AbstrakSaat ini, kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan mendasar dalam hal penulisan akademik mahasiswa. Banyak sistem yang tersedia masih berfokus pada perbaikan teknis, sementara mahasiswa kerap mengalami kesulitan dalam menyusun argumen logis, mengorganisasi ide secara koheren, dan memahami struktur wacana akademik secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan kemampuan menulis akademik mahasiswa sebagai dasar dalam merancang sistem pembelajaran berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan aktual di pendidikan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyebaran angket tertutup menggunakan kuesioner daring berbasis Google Form. Instrumen dirancang berdasarkan lima aspek utama: struktur penulisan, penguasaan bahasa, argumentasi dan logika, penggunaan referensi, serta keterampilan teknik, dengan skala Likert 1–5. Responden terdiri atas 132 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya dari rumpun keilmuan teknik konstruksi. Data dianalisis secara kontekstual berdasarkan program studi serta diverifikasi melalui triangulasi untuk meningkatkan validitas hasil. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori “mampu” dalam menulis akademik, namun belum mencapai kategori “sangat mampu”, terutama pada aspek penguasaan bahasa dan argumentasi logis. Hasil ini mengindikasikan adanya kesenjangan dalam keterampilan literasi akademik yang memerlukan intervensi pembelajaran inovatif. Oleh karena itu, pengembangan sistem pembelajaran berbasis AI yang mampu memberikan umpan balik teknis dan konseptual secara adaptif menjadi penting untuk mendorong peningkatan kualitas penulisan ilmiah mahasiswa. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup pengembangan sistem AI terintegrasi dan perluasan populasi lintas institusi guna memperluas generalisasi hasil.
Penggunaan Teknologi Imersif dalam Pendidikan Vokasional: Suatu Kajian Bibliometrik Amini, Ulfa Dyah; Ahkyat, Farthur; Hariyanto, V. Lilik; Fauza, Rial
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.270

Abstract

 AbstrakStudi ini melakukan analisis bibliometrik untuk menelaah perkembangan publikasi mengenai penggunaan teknologi imersif dalam pendidikan vokasional. Tujuan penelitian adalah memetakan distribusi publikasi ilmiah, menemukan penulis paling produktif, meninjau pola kolaborasi penulisan, serta mengkaji pola sitasi. Data dikumpulkan dari basis data Scopus dengan kata kunci “teknologi imersif”, “virtual reality”, “augmented reality”, “pendidikan vokasional”, serta istilah lain yang relevan. Seluruh hasil pencarian diseleksi untuk menjamin kesesuaian dengan topik, kemudian dianalisis menggunakan R Studio. Hasil pencarian menghasilkan 265 publikasi yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga Oktober 2025. Analisis menunjukkan bahwa penggunaan teknologi imersif dalam pendidikan vokasional semakin meluas dan memberikan dampak signifikan terhadap perkembangannya. Dari sisi sumber publikasi, Applied Sciences (Switzerland) menempati posisi utama dengan kontribusi dua belas artikel. Sementara itu, German muncul sebagai negara paling produktif sekaligus paling berpengaruh dengan 33 artikel dan total 238 sitasi, diikuti oleh UK. Temuan ini memberikan wawasan bagi peneliti yang perhatian pada pendidikan vokasional, karena mampu menunjukkan tren, arah perkembangan dan potensi kontribusi teknologi imersif dalam bidang tersebut. memberikan dasar praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk menentukan strategi implementasi teknologi imersif yang lebih tepat guna dengan mengidentifikasi tren, tema utama, dan area riset yang perlu dikembangkan dalam pendidikan vokasional. Temuan ini dapat digunakan untuk merencanakan kurikulum, pelatihan, dan investasi teknologi secara lebih terarah sesuai kebutuhan tiap jenjang pendidikan vokasional.Kata Kunci: Teknologi imersif, Virtual Reality, Augmenten Reality, Pendidikan Vokasional, Analisis BibliometrikAbstractThis study conducts a bibliometric analysis to examine the development of publications on the use of immersive technology in vocational education. The aim of the research is to map the distribution of scientific publications, identify the most productive authors, review patterns of authorship collaboration, and analyze citation trends. Data were collected from the Scopus database using the keywords “immersive technology,” “virtual reality,” “augmented reality,” “vocational education,” as well as other related terms. All search results were screened to ensure their relevance to the topic, and the data were then analyzed using R Studio. The search yielded 265 publications published between 2018 and October 2025. The analysis indicates that the use of immersive technology in vocational education is expanding and has made a significant impact on its development. In terms of publication sources, Applied Sciences (Switzerland) ranked as the leading journal with twelve contributions. Meanwhile, Germany emerged as the most productive and influential country, contributing thirty-three articles with a total of 238 citations, followed by the United Kingdom. These findings provide insights for researchers focused on vocational education, highlighting trends, development directions, and the potential contributions of immersive technology in the field. They also provide a practical basis for educators and policymakers to determine more effective strategies for implementing immersive technology by identifying trends, key themes, and research areas for development in vocational education. These findings can be used to plan curricula, training, and technology investments more effectively, tailored to the needs of each level of vocational education.Keywords: Immersive Technology, Virtual Reality, Augmented Reality, Vocational Education, Bibliometric Analysis 
Analisis Pop-Up Infak pada Aplikasi Byond BSI Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Aminullah, Ridha; Muliza, Muliza; Hendrawan, Yoni
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.261

Abstract

     AbstractThis study aims to analyze the level of acceptance in the use of the pop-up donation feature in the Byond Bank Syariah Indonesia (BSI) application using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. In the Byond BSI application, there is a pop-up donation feature that is useful for transactions so that customers are more active in paying donations online. To assess the level of customer satisfaction with the pop-up donation in the Byond BSI application, the author analyzed using the TAM method approach created by Davis (1989). This method provides a basic theory for observing and understanding user behavior in receiving and using information systems. Data collection using Google Forms in the form of questionnaires distributed to customers or clients who use the Byond BSI application which includes 100 respondents. Previously, the instrument will be tested first with the Validity Test and Reliability Test. The Validity Test to ensure each question is indeed appropriate to measure the intended variable. The test results show that all items have a higher correlation than the r table (0.195), so they are declared valid. And the Reliability Test, to ensure the consistency of the answers. The Cronbach's Alpha test results showed values above 0.70 for all variables, thus the instrument is reliable. The results showed that Perceived Ease of Use had a percentage of 42%, the Perceived Usefulness indicator with a percentage of 37%, then the Perceived Behavioral Interest indicator obtained a percentage of 36%. Based on the descriptive analysis that has been done, the users of the pop-up infak feature on the Byond BSI application have not met the satisfaction standard so that it is not very well received by Byond application users.      Keywords: Byond BSI application, pop-up Infak, TAM method        AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan dalam penggunaan fitur pop-up infak di aplikasi Byond Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan menggunakan metode pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Pada aplikasi Byond BSI terdapat fitur pop-up infak yang berguna untuk bertransaksi agar nasabah lebih aktif menunaikan infak secara online. Untuk menilai tingkat kepuasan nasabah terhadap pop-up infak pada aplikasi byond BSI, penulis menganalisis dengan menggunakan pendekatan metode TAM yang diciptakan oleh Davis (1989). Metode ini memberikan teori dasar untuk mengamati dan memahami perilaku pengguna dalam menerima serta menggunakan sistem informasi. Pengumpulan data dengan Google Form berupa kuesioner yang disebarkan kepada pelanggan atau nasabah yang menggunakan aplikasi byond Bsi yang mencakup 100 responden. Sebelumnya instrumen tersebut akan di uji terlebih dahulu dengan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Uji Validitas untuk memastikan setiap pertanyaan memang layak untuk mengukur variabel yang dimaksud. Hasil pengujian menunjukkan semua item memiliki korelasi lebih tinggi dari r tabel (0,195), sehingga dinyatakan valid. Dan Uji Reliabilitas, untuk memastikan konsistensi jawaban. Hasil uji dengan Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai di atas 0,70 untuk semua variabel, sehingga instrumen reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Kemudahan Pemakaian memiliki persentase 42%, indikator Persepsi Terhadap Kemanfaatan dengan hasil presentase sejumlah 37%, selanjutnya pada indikator Persepsi Minat Perilaku diperoleh presentase sebesar 36%. Berdasarkan analisis deskriptif yang telah dilakukan bahwa pengguna fitur pop-up infak pada aplikasi byond bsi belum memenuhi standart kepuasan sehingga tidak begitu diterima oleh pengguna aplikasi Byond.      Kata Kunci: aplikasi Byond BSI, metode TAM, pop-up Infak,

Page 1 of 2 | Total Record : 19