cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 1,602 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Obat Tradisional : Menjembatani Pengetahuan Tradisional Dan Farmakologi Modern Untuk Promosi Kesehatan Di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Rangkuti, Irma Yanti; Makmur, Tri; Sari, Siti Kemala; Oktaria, Selly
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10950

Abstract

Dalam konteks ini, kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tanjung Rejo menjadi langkah positif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional. Dengan mengintegrasikan pendekatan edukatif melalui penyuluhan kesehatan diharapkan pemahaman masyarakat tentang tanaman tradisional dapat meningkat. Pengabdian masyarakat ini melibatkan partisipasi aktif dari warga Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Serdang Bedagai, bersama dengan tim pengabdian yang berasal dari FK UISU. Pengabdian masyarakat dihadiri masyarakat  Desa Tanjung Rejo serta mahasiswa KKN FK UISU yang sedang melaksanakan KKN di desa ini. Kegiatan dilaksanakan di aula Kantor kepala Desa dimulai pukul 10.00 pagi hingga sekitar pukul 12 siang. Penyuluhan dimulai dengan registrasi, pembagian kuesioner, paparan obat tradisional, diskusi tanya jawab. Kuesioner dibagi sebelum dan setelah penyuluhan untuk menilai perbedaan pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional. Kuesioner terdiri dari 12 pertanyaan tertutup. Jawaban kuesioner dianalisis dengan SPSS menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks, didapatkan nilai p = 0,00 (p 0,05). Dari hasil pelaksanaan kegiatan diperoleh perbedaan pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional sebelum dan sesudah penyuluhan. Penyuluhan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional
Terapi Gen di Era Bioteknologi Modern: Aplikasi untuk Penyakit Genetik dan Non-Genetik Nurlia, Nurlia; Hala, Yusminah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10411

Abstract

The aim of this research is to explore the development of gene therapy in the era of modern biotechnology and analyze its application in the treatment of genetic and non-genetic diseases. The research uses the literature review method, which involves collecting, analyzing, and synthesizing relevant scientific sources to answer research questions. The research results obtained based on a literature approach, namely gene therapy in the era of modern biotechnology, have shown significant progress in the treatment of various genetic and non-genetic diseases. Technologies such as CRISPR-Cas9 enable high-precision DNA editing, which has been used to correct genetic mutations, while for non-genetic diseases, gene therapy has provided innovative solutions, such as engineered CAR-T cells and RNA interference (RNAi). Gene therapy still faces various challenges, including the risk of off-target mutations, the body's immune response, and ethical issues and high costs. Gene therapy, as a result of technological developments and research, is expected to be an important solution for various diseases that have been difficult to treat.
Hubungan Lama Hemodialisa Dengan Fungsi Kognitif Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di RSU Sembiring Deli Tua Girsang, Rostiodertina; Zuliawati, Zuliawati; Sitorus, Friska Ernita; Hariati, Hariati; Sembiring, Nora Ervina; Sembiring, Alprindo
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11040

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi nefron ginjal yang lambat, progresif, samar (insidious) dan irreversible yang terjadi lebih dari 3 bulan, berapa kelainan struktural atau fungsional, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). Saat terjadi penurunan jumlah nefron dan massa ginjal yang disertai dengan penurunan filtrasi glomerulus, sekresi tubulus, dan reabsorpsi secara bertahap, kondisi ini dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Akhirnya, gagal ginjal mencapai tahap akhir, di mana ginjal tidak lagi mampu membuang sisa metabolik dan mengatur keseimbangan cairan elektrolit dengan baik. Ada hubungan antara gangguan kognitif yang disebabkan oleh gagal ginjal dan ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan metabolit beracun dari dalam tubuh melalui saluran kemih. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampling purposive sample yang berjumlah 51 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur fungsi kognitif adalah MMSE,yang merupakan instrument yang umum digunakan untuk menilai fungsi kognitif.Hasil penelitian berdasarkan hasil analsis statistik menggunakan Spearman Rank dengan nilai signifikasi p value 0,001 0,05 dengan kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara Lama Hemodialisa Dengan Fungsi Kognitif Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meneliti lebih lanjut terkait dengan faktor yang mempengaruhi gangguan kognitif pada pasien hemodialisa dan diharapkan kepada perawat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan fungsi kognitif pada pasien hemodialisa yang beresiko gangguan kognitif
Pengaruh Tahapan Aklimatisasi Menggunakan Media Cocopid dan Spagnum terhadap Pertumbuhan Anggrek Dendrobium Rumapea, Lusiana; Nainggolan, Junister; Harahap, Fauziyah; Tambunan, Muhammad Iqbal H.
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10284

Abstract

Anggrek Dendrobium adalah salah satu jenis anggrek yang banyak dibudidayakan, baik secara konvensional maupun melalui teknik kultur jaringan. Aklimatisasi merupakan tahap penting dalam proses pembudidayaan anggrek kultur jaringan, yang bertujuan untuk menyesuaikan tanaman dengan kondisi lingkungan baru setelah dipindahkan dari kultur jaringan ke media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media tumbuh (cocopid dan spagnum) serta perlakuan antibiotik dan fungisida terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium pada tahap aklimatisasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang melibatkan dua jenis media tanam (cocopid dan spagnum) dan empat perlakuan (tanpa perlakuan, antibiotik, fungisida, dan kombinasi antibiotik serta fungisida). Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, lebar daun, serta jumlah dan kondisi daun selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media spagnum memberikan pertumbuhan yang lebih optimal dibandingkan cocopid, dengan rata-rata tinggi tanaman mencapai 14,5 cm pada spagnum dan 11,8 cm pada cocopid. Perlakuan kombinasi antibiotik dan fungisida menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik, yaitu tinggi tanaman mencapai 15,2 cm, jumlah daun rata-rata 5 daun, serta lebar daun yang signifikan lebih besar (5,2 cm) dibandingkan dengan perlakuan tunggal (antibiotik atau fungisida) dan tanpa perlakuan. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa media tumbuh dan perlakuan antibiotik serta fungisida memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan anggrek (p 0,05), dengan interaksi media x perlakuan tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p 0,05). Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknik aklimatisasi anggrek, khususnya dalam pemilihan media tanam dan perlakuan yang efektif untuk meningkatkan keberhasilan budidaya anggrek Dendrobium.
Karakteristik Dan Produktivitas Padi Varietas Unggul Lokal Siporang Di Kabupaten Tapanuli Selatan Lubis, Yenny; Pulungan, Sutan; Syahlubis, Erwin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10973

Abstract

Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) serta menetapkan dalam pengembangan budidaya Padi Varietas Unggul Lokal Siporang di Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode penelitian ini berupa responden yang diamati sebanyak 30 orang petani yang pernah berbudi daya Padi Siporang dan 10 orang informan kunci dan teknis sampling yang dipakai adalah Purposive Sampling. Hasil penelitian ini adalah faktor Internal Kekuatan yang paling mempengaruhi dalam budi daya Padi Varietas Unggul Lokal Siporang adalah Padi Varietas Unggul Lokal Siporang sudah dikenal petani, Bibit Padi Varietas Unggul Lokal Siporang mandiri, Beras Siporang memiliki rasa , tekstur dan aroma yang disukai masyarakat.  Faktor Internal Kelemahan yang paling mempengaruhi dalam budi daya Padi Varietas Unggul Lokal Siporang adalah bibit padi varietas unggul lokal Siporang belum   memiliki sertifikat. Faktor eksternal Peluang yang paling mempengaruhi dalam budi daya Padi Varietas Unggul Lokal Siporang adalah Pemasaran beras Siporang sudah sampai ke ibu kota propinsi sedangkan faktor eksternal ancaman yang paling mempengaruhi dalam budi daya Padi Varietas Unggul Lokal Siporang adalah Bibit Padi Varietas Unggul Lokal Siporang belum tersedia di pasar dan beras Siporang memiliki kompetitor di pasar, sehingga merupakan pertemuan antara faktor internal kekuatan dari karakteristik dan produktivitas Padi Varietas Unggul Lokal Siporang. Kesimpulan adalah strategi yang tepat untuk pengembangan budi daya Padi Varietas Unggul Lokal Siporang di Kabupaten Tapanuli Selatan adalah Interpensi dan dukungan Pemerintah Daerah untuk pengembangan padi varietas Siporang dalam proses produksi, ketersediaan benih dan pemasaran
Meningkatkan Sistem Imune Dengan Pemanfaatan Albumin Pada Ikan Gabus (Channa striata) Nainggolan, Junister; Rumapea, Lusiana; Silitonga, Melva
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10758

Abstract

Sistem imun adalah mekanisme perlindungan tubuh yang terdiri dari berbagai sel dan molekul yang bekerja sama melawan patogen dan menjaga homeostasis. Kinerja sistem imun dapat terganggu oleh malnutrisi, penyakit kronis, dan inflamasi berlebihan, yang dapat menyebabkan infeksi berulang, penyembuhan luka lambat, serta peningkatan risiko komplikasi seperti sepsis. Salah satu cara untuk mendukung fungsi imun adalah mencukupi kebutuhan protein, khususnya albumin, yang berperan dalam keseimbangan cairan, transportasi molekul bioaktif, dan regenerasi jaringan. Ikan gabus (Channa striata) dikenal sebagai sumber albumin alami yang dapat meningkatkan kadar albumin serum hingga 30% dalam waktu 2 minggu pada pasien dengan defisiensi albumin. Selain itu, albumin ikan gabus terbukti memiliki efek imunomodulator yang signifikan, dengan peningkatan produksi interferon gamma (IFN-γ) sebesar 40% pada model uji klinis. Kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 dalam ikan gabus juga memberikan efek antiinflamasi yang mengurangi kadar sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6 hingga 50%, yang dapat mengatur respons imun tubuh dan mengurangi inflamasi berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis data dari berbagai sumber ilmiah, termasuk penelitian klinis dan in vitro. Hasilnya menunjukkan bahwa albumin ikan gabus dapat meningkatkan kadar interferon gamma (IFN-γ) dan menekan sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Temuan ini mendukung potensi albumin ikan gabus dalam memperkuat fungsi imun, mempercepat penyembuhan, dan mengurangi risiko inflamasi berlebihan. Hasil kajian ini menjadi dasar pengembangan produk kesehatan berbasis ikan gabus untuk mendukung daya tahan tubuh.
Walking as a Modality for Enhancing Physical Fitness : A Review Maya, Rachel; Irfannuddin, Irfannuddin; Putri, Siti Sarahdeaz Fazzaura
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10979

Abstract

Abstrak: Berjalan kaki berperan penting dalam menjaga kebugaran jasmani yang krusial bagi kesehatan. Kebugaran jasmani terdiri atas dua komponen utama, yaitu kesehatan dan keterampilan. Kebugaran umumnya diukur melalui penilaian daya tahan kardiorespirasi, kekuatan otot, kelenturan, dan komposisi tubuh. Tinjauan ini melakukan penelusuran literatur komprehensif menggunakan publikasi terkemuka seperti Elsevier, PubMed, dan sumber relevan lainnya. Penelusuran ini berfokus pada penelitian yang telah melalui telaah sejawat mengenai dampak berjalan kaki terhadap kebugaran. Banyak penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki adalah olahraga sederhana dan mudah diakses, serta memberikan manfaat signifikan, seperti peningkatan daya tahan kardiorespirasi, kekuatan otot, dan kelenturan. Disarankan berjalan kaki 150 menit per minggu guna memperoleh manfaat optimal. Untuk memaksimalkan manfaatnya, diperlukan postur tubuh yang benar dan teknik pernapasan baik. Selain manfaat fisik, berjalan kaki juga meningkatkan kesejahteraan mental dan sosial. Aktivitas ini fleksibel dan sesuai untuk berbagai kelompok usia, termasuk individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Memahami hubungan antara berjalan kaki dan kebugaran membantu masyarakat mengintegrasikan aktivitas ini guna meningkatkan kesehatan. Penelitian di masa depan dapat berfokus pada aspek kebugaran tertentu untuk mengembangkan pedoman yang lebih tepat bagi berbagai kelompok masyarakat.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT DAUN RARU (Cotylelobium melanoxylon Pierre) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans Marbun, Novarianti; Laurentina, Lily Goklas
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10951

Abstract

Raru merupakan sebutan untuk jenis kulit kayu yang ditambahkan pada nira aren yang bertujuan untuk meningkatkan cita rasa dan mengawetkan minuman tradisional tuak. Sebagian masyarakat Tapanuli juga mengenal kulit kayu raru sebagai obat diabetes. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Pasaribu, (2011) bahwa dari eksplorasi jenis raru di Sumatera Utara dan Riau diperoleh 4 jenis raru antara lain Cotylelobium melanoxylon Pierre, Shorea balanocarpoides Symington, Cotylelobium lanceolatum Craib, dan Vatica perakensis King. Penapisan fitokimia menunjukkan ekstrak kulit kayu raru mengandung senyawa golongan flavonoid, tanin dan saponin. Bakteri yang berperan penting dalam pembentukan plak gigi adalah bakteri dari genus Streptococcus, yaitu bakteri Streptococcus mutans yang ditemukan dalam jumlah besar pada penderita karies (ambarawati, 2020). Bakteri Streptococcus mutans merupakan flora normal dalam rongga mulut yang akan menjadi patogen apabila terjadi peningkatan jumlah koloni yang berlebihan. Bakteri ini merupakan bakteri utama plak yang menyebabkan karies gigi melalui proses fermentasi karbohidrat pada plak di permukaan gigi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Riris dkk, (2018) ekstrak etanol dan etil asetat kulit batang dan daun raru (Vatica pauciflora blume) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus dan Escherichia coli pada konsentrasi 10%, 5%, 2,5%, 1,25% dengan masing-masing zona hambatnya untuk pelarut etanol dengan bakteri uji Staphylococus aureus 14,4 mm, 12,4 mm, 10,5 mm, 8,4 mm dan pada Escherichia coli 14,5 mm, 10,8 mm, 8,8 mm, 6,1 mm. Kemudian untuk pelarut etil asetat zona hambat yang diperoleh pada bakteri Staphylococus aureus 13,6 mm, 10,2 mm, 8,8 mm, 6 mm dan pada Escherichia coli 11,6 mm, 9,5 mm, 9 mm, 6,25 mm
Pengembangan E-Modul Di Lengkapi Quick Response Code Pada Materi Transpor Dan Pertukaran Zat Pada Manusia Fase F SMA/MA Nasution, Melina Arianto; Afza, Aulia; Susanti, Diana
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10810

Abstract

Bahan ajar di SMA Negeri 4 Sumatera barat mencakup materi yang masih sederhana pada materi transpor dan pertukaran zat manusia. Selain itu, masih sedikitnya gambar dan deskripsi, serta belum tersedianya bahan ajar dengan manggunakan QR Code. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan e-modul di lengkapi QR Code pada materi transpor dan pertukaran zat pada manusia fase F SMA/MA yang valid dan praktis. Penelitian ini mengacu pada model 4D (Define, Design, Development, Dissemination) yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel. Penelitian ini dilakukan hingga tahapan pengembangan (Development), yang mencakup uji validitas dan uji praktikalitas. Hasil Data yang diperoleh di olah menggunakan perhitungan persentase dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian pengembangan 4D dengan menggunakan Flip PDF Profesional, untuk menghasilkan e-modul dilengkapi quick response code yang valid dan parktis. Penilaian validitas e-modul yang terdiri dari empat aspek (kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, kegrafikaan) dengan total persentase 93,85% dinyatakan dalam kriteria sangat valid. Penilaian praktikalitas e-modul yang terdiri dari tiga aspek (kemudahan penggunaan, efisien waktu pembelajaran, manfat) dengan total persentase 85,93% dinyatakan dalam kriteria sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa e-modul di lengkapi quick response code pada materi transpor dan pertukaran zat pada manusia fase F SMA/MA yang dikembangkan valid dan praktis
Pengaruh Perendaman Air Kelapa terhadap Pematahan Dormansi Biji Jagung Anliana, Anliana; Sitorus, Henry Pangihutan; Harahap, Fauziyah; Tambunan, Muhammad Iqbal H.
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10285

Abstract

Pematahan dormansi pada biji jagung sering menjadi tantangan utama dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman biji jagung dalam air kelapa dengan durasi berbeda terhadap peningkatan daya berkecambah dan pertumbuhan awal tanaman. Perlakuan terdiri dari P1 (tanpa perendaman), P2 (perendaman selama 10 jam), P3 (20 jam), dan P4 (30 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman air kelapa secara signifikan meningkatkan daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keseragaman tumbuh dibandingkan kontrol. Perlakuan P3 menghasilkan daya berkecambah tertinggi (92,3%) dan panjang akar rata-rata terbaik (8,5 cm). Mekanisme ini diduga terkait dengan kandungan hormon alami seperti sitokinin dan auksin dalam air kelapa yang merangsang aktivitas metabolisme biji. Temuan ini memberikan dasar untuk penggunaan air kelapa sebagai bahan alami dalam teknologi benih.