cover
Contact Name
Andriyansah
Contact Email
andri@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6281317682939
Journal Mail Official
andri@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Universitas Terbuka, Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 26552175     EISSN : 26552221     DOI : 10.33830/diseminasiabdimas
Core Subject :
Diseminasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat registered with ISSN (Online): 2655-2221 and ISSN (Print): 2655-2175, is a media to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Diseminasi, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Social Education Science Sports Languages Business and Economy Engineering and Vocational Arts others
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS TINGGALAN ARKEOLOGI KELURAHAN LEGOK KOTA JAMBI TAHAP II Nainunis Aulia Izza; Ari Mukti Wardoyo Adi; Nugrahadi Mahanani; Wulan Resiyani; Amor Seta Gilang Pratama
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.2359

Abstract

This program is a continuation of the activities in the previous year. The newest batik motifs were inspired by ornaments and archaeological remains from the Situs Candi Solok Sipin. In 2020, batik tulis, the Makara Ekikarana motif has been produced. In 2021, the team try to make batik cap inspired by the Yaksa figure on the Makara and Stupa from the Situs Candi Solok Sipin. The batik cap is related to the purpose of preparing products at affordable prices, it's hoping that the batik is marketed more broadly. In addition, this new motif can also enrich the batik repertoire at the Rumah Batik Kelurahan Legok. The method is held in stages; the first stage is the preparation. During the preparation stage, we make motif design and make coordination with the Kelurahan Legok dan Rumah Batik. After the batik cap motif is ready, the next step is to make a stamp. After the preparation stage was completed, the next step is to produce a batik cap in 3 (three) days. On the last day, we make a product launch, the products are ready to be marketed. The results achieved include the creation of the Yaksa Stupa motif which is applied to cloth and masks.
PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT MELALUI INDUSTRI PARIWISATA DI DESA WATES JAYA KECAMATAN CIGOMBONG KABUPATEN BOGOR Adhi Susilo; Ulul Hidayah; Erika Pradana Putri; Andy Mulyana
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2950

Abstract

Ciwaluh Sub-Village, Wates Jaya Village, Cigombong District, Bogor Regency, West Java Province has good tourism potential, but the local community is not aware of this. Based on the problems mentioned above, community empowerment efforts are needed through community service programs in Ciwaluh Tourism Village so that they can support the slogan of Bogor Regency as a tourist city. The goal is to create a tourism village development. Training, mentoring, and implementation are carried out for 6 months from May to October 2021. Meanwhile, the partner for cooperation in the implementation of community service is the Ciwaluh Village Tourism Group, Wates Jaya Village, Cigombong District, Bogor Regency. The objectives of Community Service activities in Ciwaluh Tourism Village are: (1) Developing tourism potential through participatory planning; (2) Creating institutional governance; (3) Increasing human resource capacity; (4) Making tourism facilities in Ciwaluh village; and (5 ) The establishment of coffee agribusiness in the Ciwaluh tourist area. The method used is the analysis of tourist attraction, analysis of tourism supporters, analysis of local communities. The physical targets that have been achieved from this community service activity are optimizing tourism potential, both natural scenery and water tourism by making directions to tourist attractions, adding spots for selfies, building camping ground (campgrounds) and local coffee seed centers. The non-physical target of this activity is to increase awareness and active participation of the Ciwaluh tourist village community. Kampung Ciwaluh, Desa Wates Jaya Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat memiliki potensi wisata yang baik, tetapi masyarakat setempat belum menyadari hal ini. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas maka di perlukan upaya Pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat di Desa Wisata Ciwaluh sehingga dapat mendukung slogan kabupaten Bogor sebagai kota wisata. Tujuannya yaitu terciptanya pengembangan desa wisata. Pelatihan, pendampingan, dan implentasi dilaksanakan selama 6 bulan dari Mei sampai dengan Oktober 2021. Sedangkan Mitra kerjasama dalam pelaksanaan abdimas adalah Kelompok Wisata Kampung Ciwaluh Desa Wates Jaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kampung Wisata Ciwaluh adalah: (1) Pengembangan potensi wisata melalui perencanaan partisipatif; (2) Terciptanya tata kelola kelembagaan; (3) Peningkatan kapasitas sumber daya manusia; (4) Membuat kelengkapan wisata di desa Ciwaluh; dan (5) Terbentuknya agribisnis kopi di daerah wisata Ciwaluh. Metode yang digunakan adalah analisis daya tarik objek wisata, analisis pendukung pariwisata, analisis masyarakat setempat. Target fisik yang telah dicapai dari kegiatan abdimas ini adalah optimalisasi potensi wisata baik wisata pemandangan alam maupun wisata air dengan dibuatnya penunjuk arah menuju tempat wisata, penambahan spot untuk swafoto, terbangunnya camping ground (bumi perkemahan) dan pusat bibit kopi lokal. Target non fisik dari kegiatan ini adalah kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat kampung wisata Ciwaluh meningkat.
BIDIK LAHAN SEMPIT DESA CILEBUT JADI INDAH PRODUKTIF MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI VERTIKULTUR HIDROPONIK Dem Vi Sara; Enang Rusyana; Arina Rubyasih; Sukma Wahyu Wijayanti
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2951

Abstract

Lahan pertanian terutama di wilayah perkotaan dan pinggiran kota, saat ini banyak yang beralih fungsi menjadi daerah pemukiman. Desa Cilebut Barat yang berada di pinggiran kota Bogor Kabupaten Bogor pun tak luput dari imbas pesat dan masifnya urbanisasi. Wilayah ini mengalami alih fungsi lahan yang tak terbendung dari degradasi lahan pertanian menjadi pemukiman. Daerah perumahan yang dibangun, dipaksakan untuk menampung lonjakan pendatang, sehingga area terbuka untuk luasan tanaman dan serapan air hujan semakin sempit. Betonisasi jalan komplek menyebabkan desa Cilebut Barat sering mengalami banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau. Suasana lingkungan perumahan terkesan gersang dan tidak segar karena sangat kurangnya area penghijauan. Data desa menunjukkan bahwa sebagian besar warga desa adalah pensiunan pegawai, ibu rumah tangga, dan profesi lepas lain yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan primer hidupnya. Mereka sangat mengidamkan lingkungan yang asri dan produktif, tetapi terkendala dengan pengetahuan, biaya dan lahan yang sempit terbatas. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka Bogor tertantang untuk membantu memberi alternatif solusi menciptakan lingkungan yang asri, sekaligus mengembangkan kegiatan berestetika, sehat, dan produktif. Program yang ditawarkan adalah edukasi, pendampingan pelatihan, dan praktik memanfaatkan teknologi vertikultur hidroponik pada lahan sempit pekarangan. Vertikultur hidroponik adalah sistem tanam dengan media air di dalam wadah/paralon yang disusun/dirakit secara vertikal atau bertingkat pada lahan terbatas. Tanaman yang direkomendasikan adalah tanaman pangan sayuran karena dapat dijadikan sebagai bagian dari gaya hidup (life style) dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan RT 07/RW 09 pada bulan September-Oktober 2020 dengan peserta sejumlah 48 orang warga desa. Kebermanfaatan program terlihat dari peningkatan pengetahuan, keterampilan, aktivitas sosial kebersamaan warga desa dalam menciptakan lingkungan hijau, indah, kreatif yang berpotensi menopang kehidupan ekonomi sehari-hari.
PENERAPAN GAYA BELAJAR AUDITORI TERHADAP PEMBELAJARAN AL-BARJANJI PADA SANTRI TPA AL-HIKMAH PUTRA SUMBERJO Wiwik Listiana Sari Putri; Zuraidah Zuraidah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.2963

Abstract

Learning to read and write the Qur’an properly and correctly cannot be done instantly, but must go through a process. So that in learning to read and write the Qur’an also requires an effective strategy to be applied by the Qur’an teaches in teaching his students. “Application of Auditory Learning Styles on Al-Barjanji Learning at the Students TPA Al-Hikmah Putra Sumberjo” is expected to be able to provide solutions to the problems faces by students and teachers of the Qur’an. The steps taken in the application of this auditory learning style are to teach the correct pronunciation of makhrajjul letters, then first read the book of Al-Barjanji to the students and the students imitate it. After that, the students recite the recitation to their Qur’an teachers and are assessed whether they are fluent and fluent in reciting Al-Barjanji. After the implementation of this learning style, it turned out to have an effect on the level of fluency an fluency of the students at TPA Al-Hikmah Putra Sumberjo. The students are getting more fluent and fluent in reciting Al-Barjanji and they get good assessments form their Qur’an teachers. Belajar baca tulis Al-Qur’an yang baik dan benar tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus melalui proses. Sehingga dalam belajar baca tulis Al-Qur’an pun memerlukan strategi yang efektif untuk diterapkan oleh guru mengaji dalam mengajari para santrinya. “Penerapan Gaya Belajar Auditori Terhadap Pembelajaran Al-Barjanji Pada Santri TPA Al-Hikmah Putra Sumberjo” ini diharapkan mampu memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi para santri dan guru mengaji. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penerapan gaya belajar auditori ini adalah dengan mengajari pelafalan makhrajjul huruf yang benar, kemudian membacakan terlebih dahulu kitab Al-Barjanji kepada santri dan santri tersebut menirukannya. Setelah itu santri mengaji kepada ustadz atau ustadzahnya dan dinilai apakah sudah lancar dan fasih dalam mengaji Al-Barjanji. Setelah diterapkannya gaya belajar ini, ternyata berpengaruh terhadap tingkat kelancaran dan kefasihan santri-santri di TPA Al-Hikmah Putra Sumberjo. Para santri semakin lancar dan fasih dalam mengaji Al-Barjanji dan mereka mendapatkan penilaian yang baik dari para ustadz dan ustadzahnya.
PELATIHAN DALAM PENGGUNAAN INFORMED CONSENT PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Arief Setiyoargo; Romaden Marbun
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.2964

Abstract

This Community Service activity aims to improve the quality of health services through understanding the use of informed consent. This activity begins with an initial assessment of the current state of the field in health care facilities through health workers/health cadres and residents. The initial assessment found that there was still a lack of public knowledge about medical treatment for patients and knowledge related to the use of informed consent in health facilities, especially during the current Covid-19 pandemic, the focus of health services is still centered on health protocols or physical distancing. The activity begins with preparing a plan and schedule of activities as well as the necessary equipment. The form of activities is packaged in the form of materials and videos that are shared via Google Drive online via WhatsApp groups. The activity ended with an evaluation using a google form. The results of community service activities there are as many as 57,69% of citizens' understanding in the good category, 26,92% sufficient and 15,38% less. Activities are going well and need further monitoring. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemahaman penggunaan informed consent. Kegiatan ini diawali dengan penilaian awal kondisi terkini di lapangan di fasilitas pelayanan kesehatan melalui petugas kesehatan/kader kesehatan dan warga. Asesmen awal menemukan masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan medis bagi pasien dan pengetahuan terkait penggunaan informed consent di fasilitas kesehatan terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini, fokus pelayanan kesehatan masih berpusat pada kesehatan, protokol atau jarak fisik. Kegiatan diawali dengan penyusunan rencana dan jadwal kegiatan serta perlengkapan yang diperlukan. Bentuk kegiatan dikemas dalam bentuk materi dan video yang dibagikan melalui google drive secara online melalui grup WhatsApp. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi menggunakan google form. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat terdapat sebanyak 57,69% pemahaman warga dalam kategori baik, 26,92% cukup dan 15,38% kurang. Kegiatan berjalan dengan baik dan perlu pemantauan lebih lanjut.
CAPACITY BUILDING PRINSIP SAFETY DALAM PENGGUNAAN PESTISIDA PADA PETANI DENGAN MEDIA BUKU SAKU DAN ANIMASI Ekha Rifki Fauzi; Ari Kusuma Wardana; R. Hafid Hardyanto
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.2965

Abstract

Pesticides play an important role in agricultural pest control. However, unsafe behavior in pesticide use can lead to a decline in the health of farmers. The principle of occupational safety and health when using pesticides must be carried out by farmers. The purpose of this devotion is capacity building of safety principles in the use of pesticides with pocketbook & animation media. The method used is the CO (Community Organizer) approach with KWT cadres (Peasant Women's Group), Tamantirto Village, Bantul, Yogyakarta through workshop training, discussions, consulting services, face-to-face, Q&A, and mentoring. The result of this capacity building is education and health promotion using the nine principles of safety and animated educational videos. The selection of both media is intended that farmers can easily understand the principles of safety when going to and after using pesticides. In addition, both media are delivered in easy-to-understand language and animations that illustrate the principle of safety with pesticides. Based on the results at the time of the implementation of devotion and evaluation it was concluded that the capacity building activities of the participants were facilitated to understand with their pocketbooks and animations that can be accessed through youtube channels. Pestisida memegang peranan penting dalam pengendalian hama pertanian. Namun, perilaku tidak aman dalam penggunaan pestisida dapat menyebabkan penurunan derajat kesehatan petani. Prinsip keselamatan dan kesehatan kerja saat menggunakan pestisida harus dilakukan oleh petani. Tujuan pengabdian ini ialah capacity building prinsip-prinsip safety dalam penggunaan pestisida dengan media buku saku & animasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan CO (Community Organizer) dengan kader KWT (Kelompok Wanita Tani), Desa Tamantirto, Bantul, Yogyakarta melalui pelatihan workshop, diskusi, layanan konsultasi, tatap muka, tanya jawab, dan pendampingan. Hasil dari capacity building ini adalah edukasi dan promosi kesehatan dengan menggunakan media buku saku Sembilan Prinsip Keselamatan dan video edukasi animasi. Pemilihan kedua media dimaksudkan bahwa petani dapat mudah dalam memahami prinsip-prinsip safety saat akan dan sesudah menggunakan pestisida. Selain itu, kedua media disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan animasi yang mengilustrasikan prinsip safety dengan pestisida. Berdasarkan hasil pada saat pelaksanaan pengabdian dan evaluasi disimpulkan bahwa kegiatan capacity building para peserta dimudahkan untuk memahami dengan buku sakunya dan animasi yang dapat diakses melalui channel youtube.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DI AREA BERMAIN BALITA LINGKUNGAN RW 014 KELURAHAN SERUA, CIPUTAT Heriani Heriani; Trini Prastati; Rahmad Purnama; Tutisiana Silawati; Faizal Madya; Alfiatun Ni mah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2968

Abstract

Memasuki era Kebiasaan Baru (New normal) ini, aktivitas masyarakat perlahan kembali seperti sebelum pandemi dengan syarat protokol kesehatan harus selalu diperhatikan, dijalankan, dan ditaati. Para balita yang sudah mulai bosan bermain di dalam rumah, ingin bermain di luar rumah. Namun lingkungan pemukiman rumah belum mendukung dikarenaka tidak tersedia arena bermain yang dapat menjadi wahana bagi balita untuk bermain sambil belajar, belajar bergaul dengan kawan sebaya, belajar berinteraksi dengan kawan sebaya sambil menggunakan sarana/alat permainan, dan belajar mandiri dalam bermain sambil diawasi Ayah, Bunda, atau Pengasuh. Melalui Program Pengabdian Masyarakat ini, tim mencoba untuk membantu masyarakat mewujudkan kebutuhan akan ruang bermain anak yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang protokol Kesehatan untuk mencegah Penyebaran Covid-19 yang ramah lingkungan dan ramah penyandang disabilitas berupa tempat cuci tangan otomatis (Touch less) bertenaga surya. Selain membantu dalam menyediakan alat teknologi tepat guna tersebut, Pengabdian kepada Masyarakat ini juga akan melakukan sosialisasi mengenai protokol kesehatan dan pentingnya waktu bermain kepada anak-anak dan orang tua di lingkungan RW 014 Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
PENGUATAN KARAKTER UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA Mukti Amini; Ngadi Marsinah; Titi Chandrawati; Budi Hermaini; Muman Hendra Budiman; Siti Aisyah; Sri Tatminingsih; Untung Laksana Budi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2970

Abstract

Karakter pada anak perlu dikembangkan sejak dini oleh pendidik, baik di rumah (Pendidikan informal) maupun di Lembaga PAUD (Pendidikan formal). Pengembangan karakter ini perlu dilakukan secara kreatif agar anak merasa nyaman, tidak merasa terpaksa dalam membangun karakter yang diharapkan. Salah satu bentuk pengembangan karakter yang sangat disukai anak adalah melalui metode bercerita. Namun, kemampuan bercerita dengan berbagai media pada guru PAUD saat ini belum terstandar. Ada beberapa guru yang memang sudah mahir bercerita, sehingga anak-anak sangat asyik menyimaknya. Namun banyak guru PAUD yang masih perlu mengembangkan kemampuan bercerita bagi anak untuk mengembangkan karakter. Abdimas ini bertujuan untuk: (1) memberikan pelatihan tentang penguatan karakter anak usia dini melalui metode bercerita ini bagi Guru PAUD, (2) mengenalkan anak usia dini dengan metode bercerita dengan cara yang sesuai dengan anak usia dini, (3) mengintegrasikan kegiatan menari dengan kegiatan bermain ke dalam pembelajaran PAUD. Kegiatan dilakukan di PAUDQu Darul Ulum, Jabon Mekar. Bogor. Berdasar pengamatan dan wawancara dengan para guru di PAUDQu, kegiatan abdimas dengan memberikan pendampingan penggunaaan metode bercerita ini sangat bermanfaat karena anak menjadi lebih bersemangat saat belajar, guru lebih mudah mengarahkan anak, guru mendapatkan berbagai masukan berharga dari tanya jawab dengan anak usai bercerita, dan guru dapat sekaligus merancang pelibatan orang tua melalui kegiatan bercerita.
PENGUATAN EKONOMI KERAKYATAN MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA SOLAR PANEL DI DESA KURIPAN, CISEENG, BOGOR Made Ayu Krisna Cahyadi; Rahmad Purnama; Tamjuddin Tamjuddin; Suhartono Suhartono; Mohamad Nasoha; Andriyansah Andriyansah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2972

Abstract

The lack of public street lighting (PJU) at several crucial points for social and economic activities is the main need for residents of Kuripan Village, Ciseeng, Bogor. Therefore, this community service program seeks to be directly involved in making improvements in the form of strengthening the people's economy. Improvements are made through appropriate technology with the installation of PJU sourced from solar panel. The limited use and utilization of PJU using solar panels is done because the maintenance costs are relatively cheap and can be carried out directly by the locals. Installation of PJU solar panels is carried out at two crucial points for social and economic activities. In addition, socialization in the form of training for the locals to assemble solar panel PJUs was also carried out. The benefits of installing solar panel PJUs at two crucial points are that it is easier for residents to carry out economic activities and also reduce criminal acts. The continuation of this program is so that in the future PJU solar panels can be developed to several points according to the needs of the residents. Kurangnya penerangan jalan umum (PJU) pada beberapa titik krusial adanya aktivitas sosial dan ekonomi merupakan kebutuhan utama warga Desa Kuripan, Ciseeng, Bogor. Maka dari itu, progran pengabdian masyarakat ini berupaya untuk terlibat langsung dalam melakukan pembenahan berupa penguatan ekonomi kerakyatan. Pembenahan dilakukan melalui teknologi tepat guna dengan pemasangan PJU yang bersumber dari tenaga surya (solar panel). Terbatasnya penggunaan dan pemanfaatan PJU dengan menggunakan solar panel dilakukan karena biaya perawatan yang relatif murah serta dapat dilakukan langsung oleh warga setempat. Pemasangan PJU solar panel dilakukan di dua titik krusial adanya aktivitas sosial dan ekonomi. Selain itu, sosialisasi berupa pelatihan bagi warga setempat untuk perakitan PJU solar panel juga dilakukan. Manfaat dari pemasangan PJU solar panel di dua titik krusial adalah warga lebih mudah melakukan aktivitas ekonomi dan juga mengurangi adanya tindak kriminal. Kelanjutan dari program ini agar ke depannya PJU solar panel bisa dikembangkan ke beberapa titik sesuai kebutuhan warga.
PEMANFAATAN ECENG GONDOK MENJADI PUPUK DI PURI TAMAN SARI KEC. TAMALATE KOTA MAKASSAR A.Rachmat Wirawan; Nuraziza Aliah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1A (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1A.2973

Abstract

Water hyacinth (Eichornia crassipes) is an aquatic plant belonging to a weed that thrives in lakes and rivers throughout Indonesia. The water hyacinth plant was later categorized as a pest because it was considered a threat to the ecosystem by reducing the number of native species and causing negative impacts on socio-economic aspects such as silting of waters, destruction of fishery habitats and being one of the factors for flooding with overflowing river water. In addition, the process of cleaning water hyacinth by the local government janitor results in the buildup of water hyacinth on the shoulder of the road, making the environment look dirty and slum as well as narrowing access to vehicle paths which results in congestion. Water hyacinth (Eichornia crassipes) is a plant that becomes aquatic waste and its presence has not been widely used (Megawati 2015: 42). The purpose of this PKM is how to overcome water hyacinth problems and utilize water hyacinth as fertilizer. The method used in this PKM activity is by making direct observations to the partner's place in Puri Taman Sari, Kec. Tamalate Makassar City, which was then continued by conducting training to local community groups regarding the processing of water hyacinth into fertilizer using the composting method. The activity was carried out by dividing the residents into several small groups and each group being given technical training in making tools and how to process water hyacinth into fertilizer. By processing water hyacinth by residents, it produces 2 (two) types of fertilizers, namely in solid form (compost) and in liquid form which have been tested on residents' plants. From this activity, solutions have been found on how to overcome the problem of environmental pollution by water hyacinth and become effective and useful goods for the community. Tanaman Enceng Gondok (Eichornia crassipes) merupakan tanaman air yang tergolong gulma yang banyak tumbuh subur di danau maupun di sungai di seluruh Indonesia. Tanaman enceng gondok belakangan dikategorikan sebagai hama karena dianggap mengancam ekosistem dengan menurunkan jumlah spesies asli dan menimbulkan dampak negatif pada aspek sosial ekonomi seperti pendangkalan perairan, rusaknya habitat perikanan serta menjadi salah satu faktor terjadinya banjir dengan peluapan air sungai. Selain itu proses pembersihan enceng gondok oleh petugas kebersihan pemerintah setempat mengakibatkan penumpukan enceng gondok di bahu jalan menjadikan lingkungan terlihat kotor dan kumuh juga mempersempit akses jalur kendaraan yang berimbas pada kemacetan. Enceng Gondok (Eichornia crassipes) merupakan tanaman yang menjadi limbah perairan dan keberadaannya belum banyak dimanfaatkan (megawati 2015 : 42) . Tujuan dari PKM ini adalah bagaimana mengatasi permasalahan enceng gondok serta memanfaatkan enceng gondok menjadi Pupuk. Metode yang digunakan pada kegiatan PKM ini yakni dengan melakukan observasi langsung ke tempat mitra di Puri Taman Sari Kec. Tamalate Kota Makassar yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan pelatihan kepada kelompok warga setempat terkait pengolaan enceng gondok menjadi pupuk dengan metode komposting. Kegiatan dilakukan dengan membagi warga kedalam beberapa kelompok kecil dan setiap kelompok diberikan pelatihan teknis pembuatan alat dan cara mengolah enceng gondok menjadi pupuk. Dengan pengolaan enceng gondok oleh warga menghasilkan 2 (dua) macam jenis pupuk yakni dalam bentuk padat (kompos) dan dalam bentuk cair yang telah diujicobakan terhadap tanaman warga. Dari kegiatan ini telah ditemukan solusi bagaimana mengatasi masalah pencemaran lingkungan oleh enceng gondok serta menjadi barang berhasil guna dan bermanfaat bagi masyarakat.

Page 6 of 16 | Total Record : 155