cover
Contact Name
Hadi Rianto
Contact Email
hdrianto@yahoo.com
Phone
+6281256972279
Journal Mail Official
hdrianto@yahoo.com
Editorial Address
IKIP PGRI Pontianak, Lantai Dasar Gedung B Jl Ampera No. 88 Kota Baru Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 23378891     EISSN : 25989510     DOI : http://dx.doi.org/10.31571/pkn.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan berisikan tentang hasil penelitian pada bidang ke-PKN-an meliputi kajian tentang pendidikan, politik, HAM, startegi dan metode pembelajaran PKn
Articles 518 Documents
Transformasi Praktik Masyarakat Terhadap Penyu Di Sungai Belacan: Kajian Historis, Sosial Ekonomi, dan Dampak Antropogenik Terhadap Lingkungan Teguh Agustian; Bohari
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10653

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi praktik masyarakat terhadap penyu di Sungai Belacan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat melalui pendekatan historis dan sosial ekonomi serta menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungan (SDAL). Lokasi penelitian berada di wilayah pesisir Paloh yang merupakan salah satu lokasi penting peneluran penyu di Indonesia, namun dalam beberapa dekade terakhir mengalami tekanan ekologis akibat aktivitas manusia seperti eksploitasi sumber daya, pembangunan pesisir, aktivitas perikanan, pariwisata, serta pencemaran lingkungan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian historis dan analisis sosial ekonomi untuk memahami perubahan interaksi masyarakat dengan penyu dari masa ke masa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik masyarakat mengalami transformasi dari pola pemanfaatan tradisional menuju pendekatan yang lebih berorientasi pada konservasi. Transformasi ini dipengaruhi oleh kebijakan perlindungan satwa, tekanan ekonomi masyarakat pesisir, serta meningkatnya kesadaran ekologis. Keterlibatan masyarakat dalam program konservasi berbasis komunitas menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan kelestarian penyu di Sungai Belacan.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Mata Pelajaran PKn pada Siswa Kelas X Amelia Anindya; Wingkolatin; Moh. Bahzar; Alim Salamah
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada siswa kelas X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru PKn dan siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman terhadap materi kewarganegaraan. Selain itu, PjBL mendorong siswa untuk mengembangkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan keterampilan komunikasi. Meskipun demikian, terdapat kendala dalam pengelolaan waktu dan kesiapan siswa dalam menyelesaikan proyek. Secara keseluruhan, model PjBL efektif diterapkan dalam pembelajaran PKn karena mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang.
Human Rights Enforcement in the Post-Truth Era: Digital Discourse of #IndonesiaHumanRightsSOS on Twitter Michael Angello Qadosy Riyadi; A'isyah Belqis Febi Aulia; M. Asif Nur Fauzi
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10681

Abstract

The proliferation of social media has transformed how Human Rights (HR) issues are articulated, contested, and politicized within digital public spheres. This study examines the discourse surrounding the hashtag #IndonesiaHumanRightsSOS on Twitter in December 2020 as a public response to the alleged extrajudicial killing of six members of the Front Pembela Islam (FPI) by Indonesian police at KM50 of the Jakarta–Cikampek Toll Road. By analyzing 106,903 tweets from more than 45,000 accounts within a 72-hour period, this qualitative-descriptive study employs digital discourse analysis (DDA) to identify discourse forms, human rights enforcement challenges, and post-truth characteristics. The findings reveal the dominance of demands for justice and accountability, expressions of public solidarity, and condemnation of state actors. Key challenges include impunity, procedural injustice, institutional trust crisis, and politicization. This study contributes to the advancement of digital discourse analysis in the post-truth context in Indonesia and underscores the importance of strengthening critical digital literacy in Civic Education.
Korelasi Pelaksanaan Program Adiwiyata dengan Pembentukan Karakter Eco-Citizenship Siswa di UPT SMP Negeri 41 Medan Jacklyn Alona; Jamaludin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10685

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pelaksanaan Program Adiwiyata dan pembentukan karakter eco-citizenship siswa di UPT SMP Negeri 41 Medan. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya peran sekolah dalam meningkatkan kesadaran lingkungan melalui Program Adiwiyata, dengan mengacu pada konsep tanggung jawab ekologis dari Dobson sebagai landasan eco-citizenship. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 710 siswa UPT SMP Negeri 41 Medan, dan sampel sebanyak 256 siswa ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket tertutup skala Likert dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik inferensial untuk menguji hubungan antar variabel. Seluruh proses pengolahan data menggunakan bantuan IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Adiwiyata memiliki hubungan yang signifikan dengan pembentukan karakter eco-citizenship, namun, hasil uji korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah (r = 0,340; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program yang baik belum tentu diikuti oleh kuatnya pembentukan karakter eco-citizenship siswa. Kekuatan hubungan berada pada kategori rendah, menjelaskan bahwa pelaksanaan program belum sepenuhnya mampu membentuk kesadaran internal siswa secara optimal karena membentuk karakter eco-citizenship memerlukan proses yang berkelanjutan serta dukungan dari lingkungan di luar sekolah.
Toleransi Budaya Sebagai Wujud Sikap Kewarganegaraan Peserta Didik dalam Kegiatan FESTAGALAS Ajeng Fayzah Aliyahputri; Tutik Wijayanti
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10690

Abstract

Artikel ini berupaya untuk mengisi celah penelitian mengenai pendidikan kewarganegaraan berbasis pengalaman di luar kelas di SMAN 13 Semarang. Indonesia sebagai negara multikultural memerlukan penguatan nilai toleransi budaya dalam pembentukan sikap kewarganegaraan peserta didik. Namun, pembelajaran toleransi tidak cukup hanya melalui kegiatan di dalam kelas, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan FESTAGALAS dalam menumbuhkan toleransi budaya sebagai wujud sikap kewarganegaraan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilakukan di SMAN 13 Semarang. Subjek penelitian terdiri dari peserta didik, guru, dan panitia kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FESTAGALAS sebagai program berbasis partisipasi siswa mampu menjadi media pembelajaran toleransi budaya melalui keberagaman ekspresi pada empat panggung utama. Kegiatan ini mendorong sikap saling menghargai, kerja sama, serta keterbukaan terhadap perbedaan. Selain itu, siswa juga mengalami peningkatan dalam aspek pengetahuan budaya dan karakter seperti tanggung jawab dan kepercayaan diri. Demikian, FESTAGALAS efektif sebagai implementasi pendidikan kewarganegaraan berbasis pengalaman dalam membentuk peserta didik yang toleran dan berkeadaban.
Pengaruh Literasi Baca Tulis Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI Di MAS Al-Qasimiyah Pangkalan Kuras Eci Sapitri Yanti; Hambali; Indra Primahardani
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10697

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesadaran tentang literasi baca tulis pada siswa kelas XI di MAS Al-Qasimiyah Pangkalan Kuras yang relatif belum optimal, sementara literasi baca tulis adalah suatu keharusan yang membudaya pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi baca tulis terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI di MAS Al-Qasimiyah Pangkalan Kuras. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 113 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari total populasi sebanyak 158 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif literasi baca tulis terhadap berpikir kritis, sebagaimana ditunjukkan oleh persamaan regresi Y= 25,395 + 0,432X. Teknik analisis data dengan menggunakan statistik uji F. Hasil uji F menunjukkan bahwa Fhitung ≥ Ftabel (23,522 ≥ 3,93), yang berarti hipotesis diterima. Nilai koefisien determinasi sebesar 17,5% menunjukkan bahwa literasi berkontribusi terhadap kemampuan berpikir kritis, sedangkan persentase sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Kearifan Lokal sebagai Basis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Penguatan Identitas Nasional Siswa Idham Azwar; Sulha
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10715

Abstract

Globalisasi dan disrupsi teknologi telah mempercepat arus pertukaran budaya yang berpotensi melemahkan identitas nasional generasi muda, terutama dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan, namun praktik pembelajarannya masih cenderung normatif dan kurang kontekstual dengan realitas sosial budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran PKn serta kontribusinya terhadap penguatan identitas nasional peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di sekolah menengah atas di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, angket terbuka, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan toleransi dalam pembelajaran PKn meningkatkan pemahaman kebangsaan, sikap toleransi, dan kebanggaan terhadap identitas nasional. Kebaruan penelitian ini terletak pada kerangka integrasi sistematis kearifan lokal sebagai strategi pedagogis untuk memperkuat identitas nasional dan karakter kewarganegaraan dalam masyarakat multikultural.
Implementasi Metode Jigsaw Untuk Mengembangkan Civic Disposition Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Yeni Kurniasari; Yudi Firmansyah; Tridays Repelita
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10717

Abstract

Faktor penggunaan handphone menjadi perhatian pada peserta didik karena dapat menimbulkan sikap individualis dan berpotensi memudarkan karakter warga negara yang sesuai dengan tujuan pendidikan Indonesia, yaitu smart and good citizen. Jika dibiarkan, kondisi ini akan menyulitkan peran guru dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan serta berdampak pada generasi penerus bangsa yang kurang mencerminkan karakter Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode Jigsaw dalam mengembangkan civic disposition pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari guru Pendidikan Pancasila dan peserta didik kelas X jurusan Akuntansi dan OTKP SMK Perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Jigsaw mampu meningkatkan civic disposition peserta didik. Hal ini terlihat dari meningkatnya komunikasi verbal, empati, rasa hormat, serta kerja sama antar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung, sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif dan interaktif
Internalisasi Nilai Nasionalisme Melalui Pembelajaran PPKn untuk Penguatan Karakter Peserta Didik Angelia Hunu Ola Lewokeda; Meryana Micselen Doko; Kurniati Amir; Anjulin Yonathan Kamlasi; Trianti Gloria Dubu; Erikson Agung Bau; Irfan Harbona Olo
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10724

Abstract

Pendidikan karakter, khususnya penguatan nilai nasionalisme, menghadapi tantangan serius di tengah globalisasi dan disrupsi digital yang memengaruhi orientasi nilai generasi muda. Artikel ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai nasionalisme melalui pembelajaran PPKn dalam penguatan karakter kebangsaan peserta didik sekaligus mengidentifikasi kesenjangan antara konsep dan praktik. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, regulasi, dan laporan penelitian menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai nasionalisme belum optimal akibat dominasi pendekatan kognitif dalam pembelajaran, sehingga nilai cenderung berhenti pada tataran pengetahuan. Sebagai kontribusi teoritis, artikel ini menawarkan model internalisasi tiga lapis yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara berkelanjutan. Secara praktis, temuan ini menekankan pentingnya peran guru dalam merancang pembelajaran berbasis isu, refleksi, dan pengalaman langsung yang terintegrasi dengan budaya sekolah, sehingga nilai nasionalisme tidak hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku peserta didik.
Nasionalisme Inklusif Berbasis Pancasila dan Relevansinya dengan Sejarah Nasional Indonesia dalam Menjawab Tantangan Multikulturalisme Maria Lidia Elsiani Meo; Anjulin Kamlasi; Jusuf Aryanto Amheka; Auliya Ratnasari; Damianus Wolo Maru; Nobertus Deni Cuan; Oksix Godlavson Rutin Tari
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep nasionalisme inklusif yang berlandaskan Pancasila serta keterkaitannya dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia dalam menghadapi isu-isu multikulturalisme masa kini. Pendekatan yang digunakan adalah kajian kepustakaan, dengan menelaah berbagai sumber akademik, arsip historis, dan dokumen normatif yang relevan dengan tema nasionalisme, Pancasila, dan dinamika sosial di Indonesia. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa nasionalisme inklusif merupakan wujud kesadaran berbangsa yang tidak menyangkal keberagaman, melainkan menyatukannya sebagai potensi kolektif. Pancasila berperan sebagai landasan normatif yang mampu mengakomodasi pluralitas melalui prinsip kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Rekam jejak sejarah bangsa, khususnya dinamika perjuangan kemerdekaan dan peristiwa Sumpah Pemuda 1928, menunjukkan bahwa semangat inklusivitas telah melekat dalam karakter nasionalisme Indonesia sejak masa pembentukannya. Konteks modern memperlihatkan bahwa tantangan multikulturalisme seperti konflik identitas, intoleransi, kesenjangan sosial, serta dampak globalisasi dan digitalisasi menuntut penguatan kembali nilai-nilai Pancasila secara kontekstual. Nasionalisme inklusif hadir sebagai paradigma alternatif yang menekankan dialog, toleransi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Pendidikan berperan strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai tersebut melalui pendekatan kritis dan multikultural. Integrasi antara nilai historis dan ideologis menjadi kunci dalam membangun identitas nasional yang adaptif sekaligus berakar kuat. Disimpulkan bahwa nasionalisme inklusif berbasis Pancasila, yang diperkuat oleh kesadaran sejarah, merupakan instrumen esensial dalam menjaga kohesi sosial dan merespons kompleksitas multikulturalisme Indonesia secara berkelanjutan dan transformatif.