cover
Contact Name
Hadi Rianto
Contact Email
hdrianto@yahoo.com
Phone
+6281256972279
Journal Mail Official
hdrianto@yahoo.com
Editorial Address
IKIP PGRI Pontianak, Lantai Dasar Gedung B Jl Ampera No. 88 Kota Baru Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 23378891     EISSN : 25989510     DOI : http://dx.doi.org/10.31571/pkn.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan berisikan tentang hasil penelitian pada bidang ke-PKN-an meliputi kajian tentang pendidikan, politik, HAM, startegi dan metode pembelajaran PKn
Articles 518 Documents
Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Meningkatkan Etika dan Moral Siswa Kelas VII Di SMPN 6 Tuban Hindun; Mardi Widodo
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan etika dan moral siswa kelas VII di SMPN 6 Tuban serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang melibatkan satu guru Pendidikan Pancasila dan 27 siswa kelas VII A. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam membentuk etika dan moral siswa melalui keteladanan, pembiasaan perilaku positif, pemberian motivasi, penegakan disiplin, serta integrasi nilai moral dalam pembelajaran. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menerapkan nilai kesopanan, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Faktor penghambat utama berasal dari perbedaan latar belakang keluarga dan lingkungan sosial siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan karakter memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Siswa SMPN 40 Pekanbaru Asmaul Husna; Jumili Arianto; Kingkel Panah Grossman
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10743

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil belajar pendidikan pancasila siswa SMPN 40 Pekanbaru yang tergolong rendah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, hal ini disebabkan karena pola asuh orang tua yang tidak tepat. Urgensi penelitian bertujuan mengetahui bahwasannya keberhasilan belajar tidak hanya dipengaruhi oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Populasi penelitian seluruh kelas IX berjumlah 164 siswa dari 5 kelas dan sampel penelitian berjumlah 41 responden. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisis statistik uji t diperoleh hasil pola asuh otoriter t hitung sebesar 2,031, demokratis thitung sebesar 2,782 dan t hitung permisif sebesar 2,031, sedangkan ttabel sebesar 2,026. Artinya t hitung lebih besar dari ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kemudian R² sebesar 53,1% artinya pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar pendidikan Pancasila. Artinya lebih dari setengah keberhasilan hasil belajar siswa dipengaruhi oleh pola asuh orang tua, oleh karena itu pentingnya sinergi guru pendidikan pancasila dengan orang tua dalam mendukung perkembangan belajar anak.
Tinjauan Kritis UU Cipta Kerja Sektor Lingkungan Hidup: Reaktualisasi Pancasila Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional Irwan Swandana; Sarbini
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10745

Abstract

Pancasila sebagai philosophische grondslag seharusnya menjadi kompas moral dalam setiap pengambilan kebijakan, terutama terkait lingkungan hidup. Namun kenyataannya, terdapat kesenjangan antara idealitas nilai Pancasila dengan realita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi filosofis Pancasila sebagai landasan etika lingkungan, serta dampak disharmoni regulasi pasca Undang-undang Cipta Kerja terhadap ketahanan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan terutama UU Cipta Kerja dan UUPPLH, serta pendekatan konseptual Green Constitution, Demokrasi Lingkungan, Keadilan Antargenerasi, Precautionary Principle dan Ketahanan Nasional. Hasil penelitian mengungkapkan adanya pelemahan hukum lingkungan pasca UU cipta kerja yang berimplikasi pada kerentanan ketahanan nasional. Yaitu kegagalan ekologis dalam Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR); dekonstruksi asas strict liability; pengebirian pilar demokrasi lingkungan; kekosongan pengawasan akibat sentralisasi kewenangan; serta hilangnya efek jera akibat dominasi sanksi administratif (administrative penal law). Diperlukan reaktualisasi nilai Pancasila melalui penegakan hukum integratif, dimana sanksi pidana diposisikan sebagai primum remedium untuk kejahatan lingkungan berat, merestorasi hak gugat dengan asas strict liability, serta mendesentralisasikan kembali tata kelola lingkungan hidup.
Peran Cenderawasih Pos Sebagai Civic Media: Agen Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menangkal Disinformasi di Papua Ricky Engel Mawara; Fikstif Donal Lintong
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10747

Abstract

Disinformasi di wilayah rentan konflik seperti Papua memiliki implikasi sosial yang fatal, sebagaimana dibuktikan oleh eskalasi kerusuhan Wamena 2023 akibat penyebaran hoaks. Penelitian ini mengkaji peran strategis Cenderawasih Pos sebagai civic media dalam menangkal disinformasi sekaligus bertindak sebagai agen pendidikan kewarganegaraan (PKn). Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan delapan informan yang terdiri atas redaktur, jurnalis verifikasi, dan tim media sosial Cenderawasih Pos, serta didukung oleh analisis dokumen editorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cenderawasih Pos menjalankan peran civic media melalui tiga mekanisme: (1) membangun civic knowledge, civic skills, dan civic dispositions warga melalui konten diskusi analitis; (2) menerapkan arsitektur editorial anti-disinformasi berlapis; dan (3) mengoptimalkan jangkauan geografis di wilayah terpencil yang tidak terjangkau oleh media nasional. Kendati demikian, efektivitas peran tersebut masih terhambat oleh laju penyebaran hoaks yang asimetris dibandingkan proses verifikasi, keterbatasan sumber daya redaksional, dan rendahnya literasi digital masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi civic media lokal di Papua menuntut intervensi ekosistemik, bukan sekadar penguatan institusional internal media.
Pengaruh Penggunaan Media Komik Digital Terhadap Civic Disposition Siswa Kelas XII di SMA Negeri 1 Purwokerto Alisa Zulia Puspita; Elly Hasan Sadeli; Eko Priyanto
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10752

Abstract

Fokus utama dari riset ini adalah untuk menganalisis penggunaan komik berbasis digital sebagai sarana pedagogis untuk mentransformasi civic disposition siswa kelas XII SMA Negeri 1 Purwokerto. Melalui pendekatan kuantitatif desain Nonequivalent Control Group yang melibatkan 61 siswa, terdiri atas 31 siswa pada kelas eksperimen dan 30 siswa pada kelas kontrol. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukan penggunaan komik digital secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan civic disposition dibandingkan media konvensional. Uji Paired Samples T-Test secara terpisah membuktikan adanya capaian nyata dari pretest ke posttest pada kelas eksperimen  t (30) = -8,398 maupun kelas kontrol t (29) = -12,935 dengan nilai (p< 0,001). Hasil Independent Samples T-Test menunjukan bahwa kelas eksperimen memiliki skor lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan ukuran efek besar pada karakter privat (Cohen’s d = 2,127) dan karakter publik (Cohen’s d = 3,661). Narasi visual dalam komik terbukti efektif dalam membantu siswa memahami nilai akuntabilitas dan menginternalisasi karakter kewarganegaraan. Dengan demikian, media komik digital terbukti efektif meningkatkan civic disposition siswa pada dimensi karakter privat maupun karakter publik dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA.
Integrasi Nilai Mapalus dalam Pembelajaran Kewarganegaraan untuk Penguatan Civic Disposition Arif Subowo
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10755

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai kebangsaan dan kearifan lokal Mapalus dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai strategi penguatan civic disposition mahasiswa PPKn di Universitas Negeri Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif selama proses pembelajaran, dan studi dokumentasi terhadap RPS, bahan ajar, serta aktivitas evaluasi pembelajaran. Informan penelitian terdiri atas dosen dan mahasiswa PPKn yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Mapalus yang paling relevan dengan penguatan civic disposition meliputi solidaritas sosial, tanggung jawab kolektif, musyawarah, kesetaraan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Integrasi nilai tersebut dilakukan melalui tiga bentuk utama, yaitu internalisasi nilai Mapalus dalam perencanaan pembelajaran, penerapan strategi pembelajaran kolaboratif dan reflektif berbasis kearifan lokal, serta evaluasi autentik terhadap sikap dan partisipasi kewarganegaraan mahasiswa. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pembelajaran PKn berbasis Mapalus mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam diskusi, lebih terbuka terhadap perbedaan, lebih bertanggung jawab dalam kerja kelompok, serta lebih mampu menghubungkan identitas lokal Minahasa dengan nilai kebangsaan Indonesia. Dengan demikian, Mapalus dapat diposisikan sebagai sumber pedagogis-kultural yang relevan dalam membangun pembelajaran kewarganegaraan yang kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada pembentukan watak kewarganegaraan.
Kajian Efektifitas Pembelajaran Daring Berbasis MENTARI Terhadap Pemahaman Materi Pendidikan Pancasila Damay Yanti; Siti Khotimah
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10759

Abstract

vcvc
Penerapan Projek Kewarganegaraan Berbasis Social Experiment untuk Mengembangkan Kesadaran Aktualisasi Pancasila di Lingkungan Sekolah Edi Kusnadi; Reza Ramdani; Daud Rangga Bintang; Linda Fitriyani; Helma Fitriani
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan projek kewarganegaraan berbasis social experiment dalam upaya mengembangkan kesadaran aktualisasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh rendahnya kesadaran peserta didik terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang ditandai oleh perilaku individualistik, rendahnya empati, dan kurangnya praktik nilai-nilai kebangsaan di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan pada siswa kelas X-3 SMA Al-Qona’ah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan projek kewarganegaraan berbasis social experiment, siswa dapat lebih aktif dan kritis dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila secara kontekstual. Kegiatan projek ini memberikan pengalaman langsung yang memperkuat kesadaran sosial siswa serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan keadilan. Dengan demikian, social experiment terbukti efektif sebagai metode pembelajaran dalam menumbuhkan kesadaran aktualisasi Pancasila di kalangan peserta didik.
Model Implementasi Literasi Digital Pada Pembelajaran Pancasila Sebagai Penguatan Budaya Literasi Siswa Heni Widiastuti; Hadi Rianto
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10796

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menempatkan literasi digital sebagai kompetensi strategis dalam membentuk peserta didik yang adaptif, kritis, dan bertanggung jawab di ruang digital. Perkembangan teknologi informasi, media sosial, kecerdasan buatan, dan sumber belajar digital mendorong pentingnya integrasi literasi digital pada seluruh mata pelajaran, termasuk Pendidikan Pancasila. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, mengidentifikasi strategi guru dalam integrasi media digital, serta menganalisis dampaknya terhadap budaya literasi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif melalui narrative synthesis. Data diperoleh dari artikel ilmiah, jurnal terindeks Scopus, jurnal terakreditasi SINTA, buku akademik, dan publikasi ilmiah periode 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi digital melalui QR Code, e-book, platform pembelajaran daring, media interaktif, dan literasi informasi mampu memperkuat kemampuan berpikir kritis, partisipasi digital, etika bermedia, serta budaya literasi siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembelajaran, tetapi juga sebagai strategi penguatan budaya literasi dan pembentukan kewarganegaraan digital.
Digitalisasi dan Pembentukan Civic Disposition Siswa Di SMP Nurul Anwar Montong Amelia Ayu Febrianti; Mario Fahmi Syahrial
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10832

Abstract

Digitalisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku dan pembentukan karakter peserta didik di lingkungan pendidikan. Namun, penelitian yang mengkaji hubungan digitalisasi dengan civic disposition siswa SMP masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak digitalisasi terhadap civic disposition siswa SMP Nurul Anwar Montong, khususnya dalam aspek disiplin dan tanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas guru PPKn, guru BK, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif (Miles and Huberman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan dampak positif dan negatif terhadap civic disposition siswa. Penggunaan smartphone yang tidak terkontrol menyebabkan penurunan disiplin, rendahnya konsentrasi belajar, serta lemahnya tanggung jawab akademik siswa. Di sisi lain, teknologi digital membantu siswa memperoleh akses informasi dan sumber belajar secara lebih mudah. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian mengenai pembentukan civic disposition dalam lingkungan sekolah yang menerapkan pembatasan penggunaan smartphone. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan digital citizenship serta penguatan kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam pembentukan karakter siswa di era digital.