cover
Contact Name
Hadi Rianto
Contact Email
hdrianto@yahoo.com
Phone
+6281256972279
Journal Mail Official
hdrianto@yahoo.com
Editorial Address
IKIP PGRI Pontianak, Lantai Dasar Gedung B Jl Ampera No. 88 Kota Baru Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 23378891     EISSN : 25989510     DOI : http://dx.doi.org/10.31571/pkn.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan berisikan tentang hasil penelitian pada bidang ke-PKN-an meliputi kajian tentang pendidikan, politik, HAM, startegi dan metode pembelajaran PKn
Articles 518 Documents
Penerapan Berdiferensiasi dengan Model Project Based Learning dalam Meningkatkan Motivasi Siswa pada Pembelajaran PPKn di Kelas VII E SMPN 1 Marau Anjelina Dewita Rio; Dada Suhaida; Nurhadianto; Fitriani Yuniar
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek pada siswa kelas VII E SMP Negeri 1 Marau. Penelitian ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, yang setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VII E SMP Negeri 1 Marau, dengan materi pembelajaran difokuskan pada keberagaman agama, suku, ras, dan hubungan antar golongan. Pada siklus I, hasil lembar observasi sebesar 61,5% dan hasil angket sebesar 55,89%, keduanya belum memenuhi kriteria minimal 75% dan masih tergolong rendah. Pada siklus II, terjadi peningkatan motivasi belajar siswa, dengan hasil lembar observasi mencapai 89% dan hasil angket sebesar 86,79%, melebihi kriteria minimal 75%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dapat dilihat peningkatan motivasi dari lembar observasi sebesar 27,5% dan angket sebesar 30,90%. Kebaharuan dari penelitian ini adalah meningkatkan motivasi siswa pada pembelajaran PPKn dengan pendekatan berdiferensiasi dengan model project based learning.
Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di SMAN 3 Tualang Juliya Ravalina; Haryono; Radini
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10606

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan berpikir kritis siswa yang rendah, hal ini sejalan dan terlihat dari fenomena yang umum dijumpai, yaitu ketidakmampuan siswa dalam menerapkan pemikiran kritis ketika guru mengajukan pertanyaan terkait suatu isu, sebagian siswa cenderung diam dan enggan menjawab. Tujuan penelitian in adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SMAN 3 Tualang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan statistik. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 3 Tualang yang berjumlah 668 siswa. Penentuan sampel dengan menggunakan rumus Slovin dengan teknik propotional random sampling dengan taraf 10% sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 87 responden. instrumen penelitian yang digunakan berupa angket yang terdiri dari 40 pertanyaan. Berdasarkan uji statistik diperoleh bahwa nilai Fhitung > Ftabel (5,186 > 3,95) dan nilai signifikasi 0.025 > 0.05. maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga kompetensi profesional guru (Variabel X) berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa (Variabel Y) sebesar 5,7% sedangkan 94,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5): Supporting and Inhibiting Factors at SMK Negeri 3 Salatiga Moses Paramokani; Nani Mediatati; Haris Nusarastriya
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10613

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile (P5), including its planning, implementation, and evaluation, as well as to identify the supporting and inhibiting factors at SMK Negeri 3 Salatiga. This study employed a qualitative descriptive approach, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving 73 tenth-grade students, 15 teachers, and school staff. Data were analyzed using descriptive qualitative techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing, and were validated through source and methodological triangulation. The results indicate that the implementation of P5 has been carried out effectively and in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum through project-based learning and relevant themes. Supporting factors include school support, teacher involvement, students’ enthusiasm, relevant themes, and engaging activities, while inhibiting factors include limited facilities, time constraints, incomplete module planning, and limited funding. Overall, P5 contributes positively to students’ character development
Pengaruh Bullying Verbal Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri Satu Atap Teluk Kelasa Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Sukraini; Jumili Arianto; Radini
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bullying verbal terhadap motivasi belajar siswa di SMP Negeri Satu Atap Teluk Kelasa, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei asosiatif kausal. Seluruh populasi yang berjumlah 60 siswa dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying verbal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti hipotesis penelitian diterima. Nilai koefisien regresi sebesar 0,532 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan tingkat bullying verbal akan diikuti oleh penurunan motivasi belajar siswa secara bermakna. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,283 menunjukkan bahwa bullying verbal memberikan kontribusi sebesar 28,3% terhadap variasi motivasi belajar siswa. Sementara itu, sebesar 71,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian, seperti lingkungan keluarga, metode pembelajaran, dukungan guru, maupun faktor internal siswa. Temuan ini menegaskan adanya hubungan yang berbanding terbalik antara bullying verbal dan motivasi belajar. Artinya, semakin tinggi intensitas bullying verbal yang dialami siswa, maka semakin rendah motivasi belajar mereka.
Civic Dipostion dalam Kurikulum Merdeka Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila SMA Siwalima Ambon Azmi Henaulu; Fricean Tutuarima; Aisa Abas
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10635

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi civic disposition dalam Kurikulum Merdeka Belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Siwalima Ambon. Fokus penelitian mencakup tiga aspek utama, yaitu: metode yang diterapkan guru Pendidikan Pancasila dalam mengintegrasikan civic disposition, tantangan yang dihadapi guru dan siswa dalam proses implementasi, dampak penerapan civic disposition terhadap sikap, perilaku siswa di lingkungan sekolah. Metode Penelitian adalah peenlitian kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, Data dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn, Kepala sekolah , wakil kepala sekolah menerapkan berbagai metode seperti diskusi reflektif, pembelajaran berbasis proyek, dan penguatan nilai melalui keteladanan untuk mengintegrasikan civic disposition. Tantangan yang muncul meliputi keterbatasan pemahaman siswa terhadap konsep kewarganegaraan serta keragaman karakter siswa yang memerlukan pendekatan berbeda oleh pendidik. Implementasi civic disposition berdampak positif terhadap peningkatan sikap tanggung jawab, toleransi, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian sosial siswa, baik dalam aktivitas sekolah maupun kehidupan di asrama.. Dengan demikian, penerapan civic disposition dalam Kurikulum Merdeka Belajar berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter kewarganegaraan peserta didik.
Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme Diera Digital Studi pada Generasi Z Pada Universitas Pattimura Thedora Giovani Leftungun; Fricean Tutuarima; Titus Gaite
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10636

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam upaya pencegahan radikalisme di era digital pada Generasi Z. Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya membekali peserta didik dengan pemahaman mengenai hak dan kewajiban warga negara, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi dan menolak ideologi radikal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek mahasiswa Universitas Pattimura Ambon yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Informan dipilih karena termasuk Generasi Z yang aktif menggunakan media digital dan mengikuti pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap bahaya radikalisme melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, demokrasi, hak asasi manusia, toleransi, dan kebhinekaan. Upaya pencegahan yang efektif dilakukan melalui pembelajaran kontekstual, dialogis, dan partisipatif, seperti studi kasus, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, serta experiential learning. Tantangan utama meliputi rendahnya literasi digital, masifnya penyebaran konten radikal di media sosial, dan masih dominannya metode pembelajaran yang bersifat teoritis dan konvensional.
Pengaruh Pemanfaatan Waktu Luang di Luar Jam Sekolah Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Siswa Kelas X SMKN 1 Pulau Punjung Febri Alwina; Jumili Arianto; Supentri
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10637

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas X di SMK Negeri 1 Pulau Punjung, yang diduga dipengaruhi oleh kurang optimalnya pemanfaatan waktu luang di luar jam sekolah. Sebagian siswa masih menggunakan waktu luang untuk bermain game online dan media sosial sehingga belum sepenuhnya menunjang kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan waktu luang di luar jam sekolah terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan populasi 187 siswa dan sampel 47 siswa (25%) melalui proportional random sampling. Instrumen berupa angket dan dokumentasi nilai. Hasil menunjukkan Fhitung > Ftabel (55,585 > 4,06) sehingga H0 ditolak. Nilai R² sebesar 55,3% menunjukkan pengaruh signifikan, dengan persamaan regresi Ŷ = 32,309 + 0,802X. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian yang menganalisis pemanfaatan waktu luang di luar jam sekolah terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat SMK serta memberikan bukti empiris mengenai kontribusinya terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Pendidikan Inklusif di SMP Negeri 2 Kota Pontianak Fitriani S; Muhammad Asrori; Halida
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10640

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMP Negeri 2 Kota Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan strategis dalam empat dimensi utama, yaitu perencanaan program inklusif, pengorganisasian sumber daya secara kolaboratif, pelaksanaan supervisi pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik, serta penguatan budaya sekolah yang menanamkan nilai empati dan penghargaan terhadap keberagaman. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang adaptif, partisipatif, dan kontekstual dalam mengintegrasikan kebijakan, praktik pembelajaran, dan budaya sekolah. Secara konseptual, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Pendidikan Kewarganegaraan dengan menegaskan bahwa implementasi pendidikan inklusif di sekolah merupakan bagian dari praktik pendidikan demokratis yang menumbuhkan nilai kesetaraan, penghargaan terhadap keberagaman, dan keadilan sosial dalam proses pembelajaran.
Hubungan Partisipasi Mahasiswa dalam Proyek Kewarganegaraan dengan Tingkat Karakter Demokratis Mahasiswa FKIP UAD Athifa Anggraini; Trisna Sukmayadi; Dikdik Baehaqi Arif; Suyitno
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10643

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara partisipasi mahasiswa dalam proyek kewarganegaraan dan karakter demokratis mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Program Studi Bimbingan Konseling, dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan secara daring dengan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilakukan menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara partisipasi mahasiswa dan karakter demokratis (ρ = 0,844; p < 0,05) dengan tingkat hubungan sangat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi partisipasi mahasiswa, semakin baik karakter demokratis yang ditunjukkan, meskipun tidak dapat dimaknai sebagai hubungan sebab-akibat. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa proyek kewarganegaraan dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat pembentukan karakter demokratis mahasiswa di perguruan tinggi.
Analisis Pemanfaatan Media Sosial Tiktok dalam Pelestarian Tradisi Pacu Jalur di Kuantan Singingi Muhammad Habil Gibron; Hambali; Jumili Arianto
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10650

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya pemanfaatan media sosial TikTok dalam upaya pelestarian tradisi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran media sosial TikTok dalam upaya pelestarian tradisi Pacu Jalur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat media sosial TikTok sebagai sarana pelestarian tradisi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi, tokoh masyarakat (Datuk), konten kreator Pacu Jalur, serta pengguna aktif TikTok. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial TikTok berperan penting dalam pelestarian tradisi Pacu Jalur melalui penyebaran konten video yang kreatif, menarik, dan mudah dibagikan. Melalui TikTok, informasi mengenai sejarah, nilai budaya, dan prosesi Pacu Jalur dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.