cover
Contact Name
Mochamad Ainur Rhoviq
Contact Email
jp2m@unisma.ac.id
Phone
+6285649867672
Journal Mail Official
jp2m@unisma.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Gedung Al Ghazali lantai III Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M)
ISSN : 27215156     EISSN : 27215148     DOI : 10.33474
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) dengan nomor registrasi ISSN 2721-5156 (cetak) 2721-5148 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmu yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Malang. Jurnal Ini mencakup banyak masalah secara umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan kepada masyarakat. Tujuan publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau gagasan dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025)" : 30 Documents clear
Literasi finansial bagi masyarakat melalui kegiatan menabung Bertus, Adil; Masiun, Stefanus; Elvi, Fitria
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23686

Abstract

Pemahaman atau kemampuan akan mengelolaan keuangan terutama secara individu sangatlah masih kurang terutama dikalangan masyarakat di Pedasaan dengan pendidikan yang masih minim, terutama pengetahuan kesadaran dalam menabung. Tujuan PkM ini, yaitu untuk memberikan pengetahuan dalam hal mengelola keuangan melalui kegiatan menabung kepada masyarakat, melalui produk tabungan yang di tawarkan oleh Credit Union Keling Kumang seperti TAKAN, SISKA, SIMPAR dll, Selain itu juga sebagai bentuk komitmen Credit Union Keling Kumang dalam pemberdayaan masyarakat dalam mensejahterakan anggotanya. Rangkaian kegiatan dimulai dengan persiapan oleh TIM PkM yang berkoordinasi dengan pemangku kepentingan desa dengan menjadwalkan pelaksanaa kegiatan. Pelaksanaan penelitian ini di lakukan di desa tumbang manjul, yang terdiri dari kurang lebih 25 orang peserta CU Keling Kumang dengan metode pelaksanaan secara ceramah. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat ini setelah dilakukan penyampaian materi oleh Tim maka berdasarkan hasil posttest dan prestest, mengenai gambaran pemahaman peserta mengenai materi dapat di simpulkan berpengaruh signifikan, hal ini di dukung oleh perubahan perilaku peserta dalam mengelola keuangan tergambar dari jumlah anggota yang menabung semakin bertambah sesuai dengan kepentingan masing-masing, setelah dilakukan kegiatan pendidikan mengenai literasi pendidikan finansial ini. Evaluasi dilakukan oleh pihak CU Keling Kumang secara berkelanjutan.
Building religiusity and independence of life as a means of increasing self efficacy in middlers and beggs Mujahid; Subiyantoro; Sulistya, Heru
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23687

Abstract

The crisis of social welfare has shown significant fluctuations each year. According to census data from Bappeda Yogyakarta, the number of PMKS/PPKS in 2019–2020 reached 637,457 individuals. This number sharply decreased by 534,711 to 102,746 individuals in 2021–2022. Such conditions highlight a serious social issue that adds complexity to urban challenges. This study explores the factors behind homelessness and begging, focusing on the context of BRSBKL Yogyakarta. It also aims to strengthen religious, psychological, and life independence aspects of the center’s residents. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the one-month program involved 25 BRSBKL residents and several expert practitioners. The study found that the residents included homeless individuals (both involuntary and by choice), beggars, and former persons with mental disabilities identified by the Social Affairs Office. Religious values were reinforced through mentoring sessions, with six thematic lectures delivered by facilitators. Psychological support was provided through expressive therapy using drawing activities, led by a professional psychologist. Life skills were developed through hands-on training, such as making flower vases with raffia and rattan rope and participating in haircutting workshops. These combined efforts aimed to equip residents with the emotional, spiritual, and practical tools necessary for more independent and dignified living.
Optimalisasi pencatatan keuangan UMKM berbasis SAK EMKM untuk mendorong kemandirian finansial Watulfa, Dwi Chintia; Fithria, Annisa
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23695

Abstract

Pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dilakukan kepada UMKM Roti Mahkota yang berlokasi di Yogyakarta. Intervensi ini diharapkan mempu memperbaiki pencatatan keuangan yang sebelumnya dilakukan secara manual dan tidak sistematis, serta membuka akses terhadap pendanaan eksternal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Paticipatory Action Research (PAR) yang melibatkan pelaku UMKM secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan dimulai dari observasi awal, wawancara pemilik usaha, pre-test, penyampaian materi melalui presentasi interaktif, serta pendampingan teknis menggunakan template Excel berbasis standar akuntansi yang berlaku yaitu SAK EMKM. Partisipan utama adalah pemilik usaha sebagai penanggung jawab pencatatan keuangan. Hasil akhir menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep pencatatan keuangan (dari 25% menjadi 90%) dan kemampuan teknis dalam menyusun laporan keuangan (dari 0% menjadi 85%). Kegiatan ini juga menghasilkan dokumen laporan keuangan pertama yang disusun sesuai standar. Secara jangka panjang, pelaku UMKM menunjukkan komitmen untuk melakukan pencatatan secara rutin dan mandiri yang berpotensi meningkatkan kredibilitas usaha dan akses terhadap pembiayaan. Program ini memberikan kontribusi nyata dalam membangun fondasi pengelolaan keuangan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi UMKM sasaran.
Penguatan literasi gizi remaja melalui edukasi pencegahan stunting berbasis komunitas Sugiyarti, Sri Riris
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23703

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi remaja sebagai upaya pencegahan stunting melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Program dilaksanakan di Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, dengan melibatkan 65 anggota Karang Taruna berusia 15–19 tahun sebagai peserta utama. Metode yang digunakan adalah pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan pelaksanaan berupa ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), simulasi pola makan bergizi, serta diseminasi konten edukatif melalui media sosial. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 63,4 pada pre-test menjadi 83,5 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 31,7%. Tantangan utama dalam kegiatan ini mencakup heterogenitas tingkat pendidikan peserta dan keterbatasan waktu pelaksanaan. Namun, kolaborasi erat dengan Karang Taruna dan pemanfaatan media digital berhasil mengatasi sebagian besar kendala tersebut. Program ini berkontribusi terhadap praktik pengabdian masyarakat dengan memperkenalkan model pemberdayaan remaja berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain. Kontribusi ini memberikan nilai tambah dalam pengembangan strategi edukasi gizi yang berkelanjutan dan kontekstual di tingkat lokal.
Penguatan kepercayaan diri dan partisipasi komunitas perempuan melalui pelatihan public speaking Arlinda, Silvi Aris; Hastuti, Nurnawati Hindra; Herawati, Dewi Maria
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23708

Abstract

Keterampilan public speaking merupakan aspek penting dalam membangun kepercayaan diri dan partisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Namun, masih banyak komunitas perempuan di pedesaan yang menghadapi kendala dalam berbicara di depan umum akibat kurangnya pelatihan formal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum melalui pelatihan public speaking bagi anggota komunitas perempuan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode partisipatif yang mencakup empat tahapan, yaitu: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi partisipatif. Pelatihan dilangsungkan secara tatap muka dan melibatkan 23 peserta yang mengikuti serangkaian materi dan praktik intensif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta, sebagaimana ditunjukkan oleh perbandingan nilai pre-test dan post-test. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 71,3 menjadi 88,3 setelah pelatihan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan public speaking secara terstruktur mampu meningkatkan kepercayaan diri serta kesiapan peserta untuk terlibat aktif dalam kegiatan komunitas. Program ini menunjukkan kontribusi nyata dalam pemberdayaan komunikasi masyarakat dan dapat direplikasi di komunitas serupa dengan penyesuaian konteks lokal.
Inovasi pengolahan limbah sagu sebagai pakan ternak berbasis kandungan protein Usiono, Usiono; Yusnaldi, Eka; Utami, Tri Niswati
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23714

Abstract

Peternak Di Desa Aras Kabu, menghadapi kendala memperoleh pakan ternak karena harga yang sangat tinggi, sementara  sumber daya lokal seperti limbah sagu belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan alternatif. Tujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat dalam mengolah limbah sagu menjadi pakan ternak alternatif, serta menganalisis protein dari formula pakan yang dihasilkan. Kegiatan berfokus pada pendekatan edukatif serta mengajarkan ketrampilan mengolah limbah menjadi pakan ternak. Metode pelatihan diberikan kepada 15 peternak itik di Desa Aras Kabu. Evaluasi dilakukan menggunakan uji statistik t-berpasangan (dependent t-test). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan (p = 0,000), serta perbedaan yang signifikan pada aspek sikap (p = 0,048). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada aspek tindakan (p = 0,055). Uji laboratorium terhadap tiga formula menunjukkan bahwa Formula II (campuran dedak, sagu, dan limbah ikan) memiliki kadar protein sebesar 14,5%, lebih tinggi dibandingkan Formula I (dedak dan sagu) sebesar 4,88%, dan mendekati kadar protein pakan komersial (Formula III) sebesar 18,1%. Hasil menunjukkan bahwa formula hasil olahan lokal memiliki potensi alternatif ekonomis dan bergizi untuk pakan ternak. Pendekatan berbasis edukasi dan pelatihan membantu peternak menghadapi kesulitan pakan dan menekan biaya produksi. Kegiatan ini perlu dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa dan lembaga kemasyarakat untuk mengembangkan program pelatihan lanjutan, penyediaan alat produksi sederhana, serta pembentukan kelompok usaha bersama guna memperkuat ketahanan pakan ternak berbasis lokal.
School Heroes sebagai program edukasi kesehatan siswa SMP dengan Zine P3P Umaroh, Ayu Khoirotul; Kurnia, Sri Indra; Kusumaningtyas, Bethari Mukti; Shabrina, Farah Alifa Nur; Pratiwi, Fitria Sandra; Hidayat, Wahyu Tri; Faiza, Salsabila Alif
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23734

Abstract

Remaja menghadapi berbagai tantangan kesehatan, namun pengetahuan mereka masih terbatas sehingga rentan terhadap perilaku yang merugikan kesehatan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sebagai kader kesehatan dalam menyampaikan informasi kesehatan secara kreatif kepada teman sebaya melalui pendekatan edukatif partisipatif. Program dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo dengan fokus pada lima isu utama: ergonomi siswa, kesehatan mental, kesehatan reproduksi, dampak asap rokok, dan pencegahan demam berdarah (DBD). Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, pembuatan media zine berbasis kasus, dan integrasi hasil ke dalam aplikasi digital School Heroes. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen kuesioner untuk mengukur peningkatan pengetahuan secara kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa topik ergonomi sekolah mengalami peningkatan skor sempurna dari 2 menjadi 7 siswa (53,8%), topik pencegahan DBD meningkat pada 6 siswa, meskipun hanya 1 siswa mencapai skor sempurna. Topik lain seperti kesehatan reproduksi, dampak asap rokok, dan kesehatan mental menunjukkan peningkatan terbatas. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh tingkat kompleksitas materi dan kedekatannya dengan pengalaman personal siswa. Program ini berkontribusi dalam membentuk karakter siswa sebagai pendidik sebaya (peer educator), meningkatkan kesadaran kolektif terhadap isu kesehatan sekolah, dan memperkuat kapasitas sekolah dalam menjalankan promosi kesehatan secara berkelanjutan.
Pembuatan madu lemu (madu, albumin lele, dan ekstrak temulawak) sebagai makanan tinggi protein untuk pencegahan stunting Sa'ad, Muhammad; Ariyanti, Lilik; Semartini, Atur; Pratimasari, Diah
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23746

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Desa Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan asupan protein hewani, salah satunya melalui konsumsi albumin ikan. Bahan tersebut dapat dikombinasikan dengan madu untuk memperbaiki rasa dan temulawak sebagai penambah nafsu makan, menjadi produk fungsional bernama Madu Lemu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada kader posyandu di Desa Polokarto mengenai pemanfaatan bahan alam tinggi protein serta teknik pembuatan Madu Lemu. Kegiatan dilaksanakan selama Juli–Agustus 2024 kepada 36 kader yang terbagi dalam 12 kelompok. Metode yang digunakan adalah service learning dengan evaluasi melalui instrumen pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan dari skor rata-rata 62,58 menjadi 95,16. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman kader tentang bahan alam bergizi tinggi dan keterampilan membuat produk Madu Lemu. Para kader juga telah meneruskan pelatihan ini di tingkat RT. Upaya ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penurunan angka stunting secara berkelanjutan di tingkat desa.
Penerapan IPA berbasis lingkungan untuk meningkatkan kompetensi calon guru SD Sarapung, Risky Richlos; Malan, Irawati Hi; Pratiwi, Febriana; Nurhani Mahmud; Papingka, Gullyt Karlos; Basri, Megawati; Lessy, Ledy Yanti
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23749

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mahasiswa calon guru SD dalam merancang pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Padahal, pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan penting untuk meningkatkan relevansi materi IPA dengan kehidupan siswa serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan eksplorasi selama tiga hari, yang mencakup ceramah interaktif, diskusi, observasi lapangan, penyusunan perangkat ajar, dan microteaching. Pelatihan ini diikuti oleh 40 mahasiswa PGSD semester IV dan VI di Universitas Pasifik Morotai. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan pedagogis, serta penilaian produk RPP dan media. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman konseptual mahasiswa (rata-rata peningkatan 23,5%, p < 0,001). Mahasiswa juga menghasilkan RPP tematik dan media berbasis potensi lokal seperti daun mangrove dan batuan pantai. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk sikap peduli lingkungan dan kesadaran akan pentingnya konteks lokal dalam pembelajaran IPA. Model pelatihan ini berpotensi direplikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik geografis serupa.
Edukasi tari eklek untuk guru seni budaya: Meningkatkan konservasi pada produk budaya unggulan Ary, Deasylina da; Nugroho, R. Agustinus Arum Eka; Fathurrahman, Moh.; Agry, Feylosofia Putri; Widagdo, Arif
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23751

Abstract

Tari Eklek diakui sebagai salah satu produk budaya unggulan Kabupaten Pacitan karena lahir dari local wisdom Pacitan. Akan tetapi upaya pewarisan dan konservasi tari Eklek ini nampaknya belum maksimal. Perlu adanya upaya pewarisan tari ini ke sekolah-sekolah formal. Guru-guru seni budaya sebagai ujung tombak pewarisan budaya tentunya memegang peranan yang sangat penting. Tujuan dari kegiatan ini adalah melatih guru seni budaya di Kabupaten Pacitan agar mampu menguasai teknik Tari Eklek sehingga dapat meneruskannya kepada generasi mendatang sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal. Kegiatan pengabdian dibagi menjadi 3 tahap, yaitu: (1) Ceramah dan demonstrasi untuk memperkenalkan Tari Eklek; (2) Pelatihan, untuk mendalami teknik tari; (3) Penarikan kesimpulan dan evaluasi untuk mengukur penguasaan materi oleh peserta. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman dan keterampilan guru seni budaya dalam menarikan Tari Eklek, serta terjalinnya sinergi antara pengabdi, pemerintah daerah, dan lembaga pelestari resmi Tari Eklek untuk keberlanjutan program dalam skala yang lebih luas sebagai wujud konservasi budaya di Kabupaten Pacitan. Pelatihan ini diharapkan menjadi model bagi kegiatan konservasi budaya lainnya dan mendorong penerapan pengajaran Tari Eklek secara lebih luas di berbagai sekolah di wilayah Pacitan.

Page 3 of 3 | Total Record : 30