cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PELATIHAN PEMASARAN BERBASIS MEDIA SOSIAL KEPADA GENERASI Z SISWA SMA KEBOMAS GRESIK Aji, Gilang Gusti; Mutiah; Huda, Anam Miftakhul; Firmannandya, Ade; Wahyuni, Jauhar; Farah Nabila Rahmawati
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.32541

Abstract

Dalam era ini, Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang hidup seiring dengan teknologi, memanfaatkannya secara alami, dan memiliki kecakapan teknologi yang tinggi. Siswa-siswi SMAN 1 Kebomas Gresik, sebagai bagian dari Generasi Z, memiliki potensi besar untuk menjadi digital creator yang kreatif dan berpengaruh di dunia digital. Sebagai generasi yang terhubung erat dengan teknologi. Kemampuan mereka dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara kreatif adalah potensi yang dapat dikembangkan untuk menciptakan konten menarik dan relevan di dunia digital. Namun disisi lain hadirnya sosial media tidak memberikan kedalaman dalam suatu kefokusan maupun produktivitas yang semakin menyempit dikarenakan segala sesuatu disajikan dengan instan. Berdasarkan hal tersebut, maka solusi yang ditawarkan adalah dengan membuat workshop bagi siswa siswi kelas 10 dan 11 di SMAN 1 Kebomas Gresik optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik sehingga dapat membekali siswa siswi SMAN 1 Kebomas Gresik untuk menghadapi persaingan dunia digital. Salah satu hasil yang didapatkan dalam pelatihan workshop ini, salah satunya berupa keterampilan dan produktivitas dalam pemanfaatan strategi sosial media marketing untuk menjadi digital creator. Metode yang dilakukan pada pengabdian ini dengan menggunakan metode pemecah masalah mitra berupa Identifikasi pemahaman dan pengetahuan mitra terhadap teknologi komunikasi, FGD, merancang materi mengenai produksi konten guna optimalisasi produktivitas yang telah disesuaikan dengan kebutuhan mitra, sebagai bahan kajian pada saat sosialisasi dan melakukan pendampingan secara berkala agar kedepannya mitra mampu mandiri dalam menjalankan hasil kegiatan ini. Selanjutnya yaitu Monitoring dan Evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan dan kendala yang muncul pada saat proses pelaksanaan yang sudah dilakukan.
PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK KARDUS MENJADI MODEL LAMPU GANTUNG Ismanto, Adi; Felix, Vincentius
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.32815

Abstract

Sampah anorganik telah menjadi masalah global yang mengganggu ekosistem, termasuk di Indonesia, untuk mengatasi masalah ini, pihak pemerintah, swasta dan masyarakat harus bekerja sama, salah satunya dengan menerapkan prinsip-prinsip pengolahan sampah 5R yang terdiri dari recycle, reuse, reduce, replace dan repair. Salah satu Langkah yang dapat dilakukan dan berdampak jangka Panjang adalah membekali generasi muda (anak-anak) untuk sadar dan peduli terhadap lingukngan dengan edukasi bagaimana mengolah sampah. Salah satu sampah anorganik yang dapat diolah oleh anak-anak adalah kardus. Prodi Desain Interior Untar telah banyak melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, salah satu mitranya adalah Yayasan Rumah Pagi Bahagia di Bintaro, kegiatan ini melanjutkan kegiatan sebelumnya mengenai pengolahan limbah botol plastik bekas menjadi benda fungsional. Metoda kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menghasilkan model lampu gantung dari sampah anorganik kardus. Kegiatan akan dilaksanakan melalui 2 tahapan, diawali dengan pembekalan edukasi pengolahan sampah anorganik di wilayah lingkungan rumah tinggal dan menjelaskan efek yang dihasilkannya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan melalui pembekalan contoh dan pembuatan model lampu gantung menggunakan metode kualitatif eksploratif dari referensi gambar untuk membuat model yang unik dan kreatif dengan ide gagasan pengolahan bentuk dari budaya lokal motif batik. Kegiatan awal pembekalan diikuti oleh seluruh anak asuh dan dilanjutkan oleh anak remaja usia 12-15 tahun untuk membuat model lampu gantung. Hasil yang didapatkan melalui kegiatan ini adalah seluruh anak asuh memahami potensi sampah anorganik untuk dibuat menjadi benda fungsional, tetapi belum tahu bisa dibuat menjadi lampu gantung dengan modul berbentuk bilah, seluruh anak asuh antusias dan tertarik untuk mencoba mencari referensi dan mengolah bentuk bilah sebagai sarana pengembangan kreativitas. Seluruh anak asuh juga antusias (100%) dalam mendapatkan pengalaman dan edukasi mengenai pencahayaan dari lampu gantung yang menggunakan sumber cahaya lampu LED yang efisien dan eco-friendly.
SOSIALISASI TEMUAN DAN USULAN STRATEGI PENATAAN GUNA LAHAN DAN INTENSITAS PEMANFAATAN DI SUB KAWASAN 3, MANGGARAI, JAKARTA SELATAN Suteja, Mekar Sari; Tjung, Trisha Kaylie; Limarg Stefanyqueen; Tangguh, Alysia Chandra
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.33702

Abstract

Jakarta, as a metropolitan city experiencing severe traffic congestion, has increasingly adopted Transit-Oriented Development (TOD) strategies to improve urban mobility and spatial efficiency. One of the key areas undergoing rapid transformation through this approach is the Manggarai Area, which is projected to become a major regional transportation interchange. Manggarai Station, the busiest transit hub in the Greater Jakarta region (Jabodetabek), supports multiple transportation modes, including the Commuter Line (KRL), Transjakarta, and the Airport Rail Link. Despite its strategic location and historical significance, the Manggarai Area currently lacks a formal Urban Design Guideline (Panduan Rancang Kota/PRK) to direct future development. This paper presents a community service initiative conducted in collaboration with the DKI Jakarta Provincial Government Spatial Planning Agency (Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Pemprov DKI Jakarta). The initiative aimed to provide an urban design assessment and planning recommendations to support the formulation of an Urban Design Guideline in accordance with the 2023–2026 Strategic Plan (Renstra). This program is a continuation of previous research activities, including field surveys, comparative analysis with the Detailed Spatial Plan (RDTR), and the identification of planning issues in Subarea 3. Research dissemination continued through a Focus Group Discussion (FGD) with institutional partners to identify critical urban design elements requiring intervention. The process concluded with the presentation of planning recommendations for Subarea 3 and the submission of a booklet containing the results of this community service activity. This paper specifically focuses on the land use conditions and land use intensity within Subarea 3 of the Manggarai Area, South Jakarta. ABSTRAK Sebagai kota dengan tingkat kemacetan tinggi, pemerintah kota mulai banyak mengembangkan Transit Oriented Development system pada ruang-ruang kota Jakarta. Salah satu kawasan yang memiliki perkembangan pesat dan direncanakan menjadi simpul transportasi interchange dan terintegrasi regional dalam sistem TOD adalah Kawasan Manggarai. Stasiun Manggarai merupakan stasiun tersibuk di Jabodetabek dan merupakan simpul transportasi yang melayani moda transportasi Kereta Rel Listrik (KRL), Transjakarta dan Kereta Bandara. Perkembangan yang ada sekarang didominasi oleh permukiman padat penduduk, perdagangan dan jasa serta fasilitas umum dan sosial. Walaupun memiliki nilai kesejarahan dan lokasi yang strategis, sampai saat ini kawasan Manggarai belum memiliki Panduan Rancang Kota (PRK). Tulisan ini merupakan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat untuk Mitra Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, yaitu dengan memberikan kajian dan rekomendasi penataan, sebagai dasar pertimbangan dalam pembuatan Panduan Rancang Kota di Kawasan Manggarai sesuai Renstra 2023-2026. Kegiatan pengabdian ini tidak terlepas dengan hilirisasi penelitian sebelumnya terkait kawasan Manggarai mulai dari identifikasi dengan metode survey, analisis komparasi dengan Rencana Detail Tata Ruang sampai diperolehnya permasalahan apa yang terjadi di subkawasan 3. Sosialisasi hasil penelitian berlanjut dengan focus group discussion (FGD) dengan Mitra untuk mengetahui elemen-elemen rancang kota yang penting dan dibutuhkan penataannya. Kemudian sosialisasi dilanjutkan dengan presentasi rekomendasi penataan pada subkawasan 3 Manggarai dan pemberian booklet hasil PKM kepada Mitra. Tulisan ini berfokus pada kondisi tata guna lahan dan intensitas pemanfaatan lahan di subkawasan 3 Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.  
PENDAMPINGAN PENGUATAN KOMPETENSI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA DAN DAYA SAING REMAJA PUTUS SEKOLAH Turangan, Joyce
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.33805

Abstract

This mentoring program aimed to empower school dropouts in Kwitang, Senen, Central Jakarta, by strengthening their digital competencies to meet the demands of the modern job market. Conducted over one month, the training combined online Zoom sessions and face-to-face consultations. It focused on three main areas: (1) using LinkedIn for personal branding and networking, (2) navigating job search platforms such as Jobstreet, Indeed, and Glassdoor, and (3) creating digital CVs using Canva. Evaluation included pre- and post-tests, mentor observations, and a satisfaction survey across five dimensions. Results showed that 87% of participants successfully optimized their LinkedIn profiles with a notable increase in connections, 80% produced industry-standard CVs, and 73% submitted at least three job applications within two weeks post-training. The average digital skills score improved from 45 to 82, and participant satisfaction scored 4.4 out of 5. These findings demonstrate the effectiveness of practical, mentor-guided training in enhancing job readiness among underserved youth. The hybrid learning model encouraged active engagement and provided flexible access to learning. Literature supports that digital literacy and personal branding positively influence employability. Despite challenges such as limited device access and varying motivation levels, the program offers a replicable model for similar communities. Future efforts should include digital certification and collaboration with industry partners to improve long-term impact. Overall, this program meaningfully contributes to reducing the digital skills gap and improving employment prospects for marginalized youth. ABSTRAK Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberdayakan remaja putus sekolah di wilayah Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, melalui peningkatan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern. Pelatihan dilaksanakan selama satu bulan dengan metode campuran daring dan tatap muka, mencakup tiga fokus utama: (1) penggunaan LinkedIn untuk membangun personal branding dan jaringan profesional, (2) pemanfaatan platform pencari kerja seperti Jobstreet, Indeed, dan Glassdoor, serta (3) pembuatan CV digital menggunakan aplikasi Canva. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif melalui pra-pasca tes, observasi, dan survei berbasis lima dimensi. Hasil menunjukkan bahwa 87% peserta berhasil mengoptimalkan profil LinkedIn dengan peningkatan koneksi yang signifikan, 80% menghasilkan CV digital sesuai standar industri, dan 73% mengajukan lamaran kerja dalam dua minggu setelah pelatihan. Skor keterampilan digital rata-rata meningkat dari 45 (pra-tes) menjadi 82 (pasca-tes), dan survei kepuasan menunjukkan skor 4,4 dari 5. Temuan ini menunjukkan efektivitas pendekatan pelatihan berbasis praktik dan bimbingan langsung dalam meningkatkan kesiapan kerja remaja putus sekolah. Selain itu, integrasi metode daring dan onsite memungkinkan fleksibilitas dan keterlibatan aktif peserta. Studi literatur yang mendukung menunjukkan bahwa literasi digital, personal branding, dan kemampuan menggunakan platform digital memiliki korelasi positif terhadap peluang kerja. Meskipun beberapa tantangan muncul terkait akses perangkat dan variasi motivasi, program ini memberikan dasar yang kuat bagi pelatihan serupa di wilayah lain. Rekomendasi ke depan mencakup integrasi sertifikasi digital dan kemitraan industri untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas program. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam menjembatani kesenjangan keterampilan digital di kalangan remaja putus sekolah dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
PSIKOEDUKASI MENGENAI KESEHATAN MENTAL BAGI SISWA SMA PANCARAN BERKAT JELAMBAR Tumanggor, Raja Oloan
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34372

Abstract

Adolescents who are in their growing period often experience various problems. In developmental psychology, adolescents are known as individuals who leave childhood and enter early adulthood. During this period of development, teenagers are also looking for their identity. In this search for identity, they often experience unstable emotional turmoil which of course has an impact on their mental health. Likewise, students at Pancaran Berkat Jelambar High School cannot be separated from mental health problems among teenagers in general. Various factors influence the mental health of these teenagers. One of them is family background. So at this PKM psychoeducation was carried out regarding mental health for 35 Pancaran Berkat High School students in the hope that they would understand what mental health is and what aspects influence the mental health of teenagers. The goal is so that they are able to manage their mental health properly, so that they can overcome their life problems. Using the lecture and question and answer method, students are invited to explore their experiences, so that they can anticipate every problem in their daily lives. With a healthy mentality, teenagers can navigate their future better and more responsibly. The output of this PKM is in the form of journal articles and seminars at scientific meetings.     ABSTRAK Kaum remaja yang berada dalam masa pertumbuhan kerap mengalami bermacam-macam persoalan. Dalam psikologi perkembangan para remaja dikenal sebagai pribadi yang meninggalkan masa anak-anak menuju masa dewasa awal. Dalam masa perkembangan ini kaum remaja sekaligus juga mencari jati dirinya. Dalam pencarian jati diri ini mereka kerap mengalami gejolak emosi yang labil yang tentu saja memiliki dampak pada kesehatan mental mereka. Demikian juga para siswa-siswi SMA Pancaran Berkat Jelambar tidak lepas dari persoalan kesehatan mental para remaja pada umumnya. Bermacam ragam faktor yang mempengaruhi kesehatan mental para remaja ini. Salah satunya adalah latar belakang keluarga. Maka pada PKM ini dilakukan psikoedukasi mengenai kesehatan mental bagi 35 orang siswa SMA Pancaran Berkat dengan harapan mereka memahami apa itu kesehatan mental dan aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi kesehatan mental kaum remaja. Tujuannya adalah agar mereka sanggup mengelola mental mereka secara benar, sehingga mereka dapat mengatasi persoalan-persoalan hidup mereka. Dengan metode ceramah dan tanya jawab para siswa diajak menggali pengalaman mereka, sehingga mereka dapat mengantisipasi setiap persoalan hidup mereka sehari-hari. Dengan mental yang sehat kaum remaja dapat menapaki masa depan mereka dengan lebih baik dan bertanggung jawab. Luaran dari PKM ini berupa artikel jurnal serta diseminarkan dalam pertemuan ilmiah.  
DETEKSI DINI GANGGUAN PROSTAT MELALUI EDUKASI DAN SKRINING PSA PADA KOMUNITAS LANSIA GEREJA ASISI JAKARTA Sugiharto, Sony; Santoso, Alexander Halim; Raharjo, Budiarjo Notonagoro; Hardjanto, Kevin Shen Angga; Firmansyah, Yohanes
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34383

Abstract

Abstract Prostate disorders, including benign prostatic hyperplasia (BPH) and prostate cancer, represent important health issues among elderly men. Public awareness of the importance of early detection remains low, especially among the elderly. This community service initiative aimed to raise awareness among the elderly about the importance of early detection of prostate disorders through educational seminars and prostate-specific antigen (PSA) screening. The activity was conducted in the community of Asisi Church, Jakarta, involving 105 participants, consisting of 26 men and 79 women. The educational seminar was delivered interactively, covering topics such as prostate anatomy, symptoms, and the importance of screening. Following the seminar, PSA screening using a venous blood-based rapid test was carried out for eligible male participants. The screening results revealed that all male participants (100%) had PSA levels within the normal range. This program successfully enhanced participants and their family understanding of prostate health and encouraged active community involvement in health promotion and disease prevention. It is recommended that such programs be implemented continuously with a more personalized and collaborative approach to reach a broader at-risk population and facilitate appropriate referral for participants with abnormal findings. Abstrak Gangguan prostat, baik benign prostatic hyperplasia (BPH) maupun kanker prostat, merupakan masalah kesehatan yang penting pada laki-laki lanjut usia. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini masih rendah, terutama di kalangan lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya deteksi dini gangguan prostat melalui seminar edukasi dan skrining prostate-specific antigen (PSA). Kegiatan dilaksanakan di lingkungan Gereja Asisi Jakarta dan melibatkan 105 peserta, terdiri dari 26 laki-laki dan 79 perempuan. Seminar edukasi disampaikan secara interaktif dengan materi seputar anatomi prostat, gejala, serta pentingnya skrining. Setelah edukasi, dilakukan skrining PSA menggunakan metode rapid test berbasis darah vena kepada peserta laki-laki yang memenuhi kriteria. Hasil skrining menunjukkan bahwa seluruh peserta laki-laki (100%) memiliki kadar PSA dalam rentang normal. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta dan keluarganya terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan prostat dan mendorong partisipasi aktif komunitas dalam upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular. Saran agar program ini dilaksanakan secara berkesinambungan dengan pendekatan lebih personal dan kolaboratif agar menjangkau lebih banyak populasi berisiko serta mendorong rujukan lebih lanjut bagi peserta dengan hasil abnormal.
PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI PROGRAM BESTEE DALAM MENGEMBANGKAN USAHA NASABAH BTPN SYARIAH DI MMS CIKUPA Fathurrohman, Muhammad Khaeru
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34417

Abstract

In 2021, there were 64.2 million MSMEs, contributing 61.07% to GDP, or 8,573.89 trillion rupiah. The contribution of MSMEs to improving the Indonesian economy is inseparable from the role of women as entrepreneurs. However, most customers of BTPN Syariah at MMS Cikupa still face challenges in developing their businesses, primarily due to low business literacy, difficulties in accessing social media, and poor product presentation or organization. BTPN Syariah is committed to supporting entrepreneurs, particularly low-income women, through business financing loans and empowerment activities known as the Bestee program. The Bestee program was conducted from February 16 to June 30, 2024 (over four months), with four meetings per customer, successfully empowering 27 BTPN Syariah customers at MMS Cikupa. Observations, interviews, questionnaires, and documentation were part of the data collection methods. The results of MSME empowerment activities through the Bestee BTPN Syariah program at MMS Cikupa show that customers have succeeded in increasing their capacity to develop their businesses and significantly increasing sales volume due to improved business knowledge and skills literacy, and customers have begun to utilize social media for promotional activities. In addition, 77.8% of customers are satisfied with the empowerment activities through the Bestee BTPN Syariah program. ABSTRAK Keberadaan UMKM pada tahun 2021 mencapai 64,2 juta dengan berkontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah. Kontribusi UMKM dalam upaya meningkatkan perekonomian di Indonesia tidak terlepas dari peran perempuan sebagai pelaku usaha. Namun, nasabah BTPN Syariah di MMS Cikupa sebagian besar masih kesulitan dalam mengembangkan usahanya yang disebabkan oleh rendahnya literasi kapasitas usaha, kesulitan dalam mengakses media sosial, dan penataan tata ruang atau produk yang kurang rapih. BTPN Syariah hadir dalam memberikan kontribusi bagi pelaku usaha khususnya perempuan pra-sejahtera melalui kredit pembiayaan usaha serta kehadiran aktivitas pemberdayaan dikenal dengan program Bestee. Program Bestee dilaksanakan pada tanggal 16 Februari sampai dengan 30 Juni 2024 (selama 4 bulan) dari 4 kali pertemuan pada setiap nasabah dan berhasil memberdayakan sebanyak 27 nasabah BTPN Syariah di MMS Cikupa. Observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi bagian dari metode pengumpulan data. Hasil dari aktivitas pemberdayaan UMKM melalui program Bestee BTPN Syariah di MMS Cikupa menunjukkan bahwa nasabah berhasil dalam meningkatkan kapasitas dalam mengembangkan usahanya dan peningkatan volume penjualan yang cukup signifikan disebabkan oleh peningkatan literasi kapasitas pengetahuan dan keterampilan usaha, serta nasabah mulai memanfaatkan media sosial sebagai aktivitas promosi. Selain itu, nasabah merasa puas terhadap aktivitas pemberdayaan melalui program Bestee BTPN Syariah sebesar 77,8%.
KAJIAN POTENSI DAN STRATEGI IMPLEMENTASI AGROFORESTRI DI SEMPADAN SUNGAI PESANGGRAHAN Asnur, Paranita; Aisyah, Aisyah; Wiseno, Elbi; Gunarto, Thomas Yuni; Suryanto, Doddy Ari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34457

Abstract

The Pesanggrahan River riparian zone holds significant potential for development as an agroforestry area that supports environmental conservation and ecology-based agrotourism. However, the area faces several challenges, including the absence of clearly defined boundaries, environmental degradation caused by human activities, and a lack of appropriate plant species recommendations for sustainable development. This Community Service Program (PkM) aims to assess the existing conditions of the area, conduct boundary mapping, and provide recommendations for agricultural and forestry plant species that support both ecological conservation and economic value for local communities. The methods used in this program include site surveys to identify vegetation conditions, soil characteristics, and environmental issues; territorial mapping using drones and manual boundary marking; and interviews with local communities and stakeholders to understand their perceptions and needs regarding agroforestry and agrotourism. The results indicate that the area has already been planted with various forest trees and fruit-bearing plants, such as acacia, durian, jackfruit, avocado, and banana, as well as agricultural crops like cassava and vegetables. Additionally, boundary mapping was conducted twice to determine the designated working area for a more structured implementation of agroforestry. Based on the findings, it is recommended to implement an agroforestry system by planting forest trees and perennial fruit crops along the riverbanks to reduce erosion and strengthen the riparian ecosystem. The implementation of agroforestry is expected not only to contribute to environmental conservation but also to create economic opportunities through agrotourism and community empowerment. The success of this program requires further coordination between local governments, academics, and communities to ensure the sustainable management of the Pesanggrahan River riparian zone.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBENTUKAN PERATURAN DESA DI DESA BELANGWETAN, KECAMATAN KLATEN UTARA Indarja, Indarja; Tyesta ALW, Lita; Maharani Sukma, Novira; Ainun Najib, Ahmad
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34460

Abstract

This community service program was initiated in response to the low levels of awareness and participation among both village officials and the community in the formulation of Village Regulations (Perdes) in Belangwetan Village, Klaten Utara District. Ideally, Perdes should be developed through participatory and inclusive processes to reflect local needs and aspirations. To address these issues, the program implemented a series of empowering activities including field surveys, legal education, interactive discussions, and simulations of regulation drafting. The participatory-educational approach aimed to build the capacity of village stakeholders in understanding the legal principles, technical procedures, and democratic values underlying village governance. The program's execution revealed several challenges: limited public consultation during Perdes drafting, lack of legal literacy among officials, and inadequate community engagement mechanisms. Through targeted interventions, the service team successfully raised awareness, encouraged community input, and enhanced the competence of local apparatus in policy formulation. Notably, the simulation exercises allowed community members to gain practical experience in participatory regulation-making. In addition, discussions highlighted the strategic role of the Village Consultative Body (BPD) and the importance of transparency and information access in the process. The program outcomes included increased legal consciousness, strengthened institutional collaboration, and a shared commitment to fostering responsive and democratic village governance. Overall, the initiative proved effective in promoting inclusive regulation processes that support the autonomy and development of rural communities.   ABSTRAK Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons atas rendahnya tingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat serta perangkat desa dalam proses pembentukan Peraturan Desa (Perdes) di Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara. Idealnya, Perdes disusun melalui proses yang partisipatif dan inklusif agar mencerminkan kebutuhan serta aspirasi lokal. Untuk mengatasi persoalan tersebut, program ini mengimplementasikan serangkaian kegiatan pemberdayaan, seperti survei lapangan, penyuluhan hukum, diskusi interaktif, dan simulasi penyusunan regulasi. Pendekatan partisipatif-edukatif digunakan untuk membangun kapasitas para pemangku kepentingan desa dalam memahami prinsip hukum, prosedur teknis, dan nilai-nilai demokrasi dalam tata kelola pemerintahan desa. Pelaksanaan program mengungkap berbagai tantangan, seperti minimnya konsultasi publik dalam penyusunan Perdes, rendahnya literasi hukum aparatur, serta belum optimalnya mekanisme pelibatan masyarakat. Melalui intervensi yang tepat, tim pengabdian berhasil meningkatkan kesadaran hukum, mendorong masukan dari masyarakat, dan memperkuat kompetensi aparat desa dalam merumuskan kebijakan. Kegiatan simulasi secara khusus memberikan pengalaman praktis kepada warga dalam menyusun peraturan secara partisipatif. Diskusi juga menyoroti peran strategis Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta pentingnya transparansi dan akses informasi dalam proses penyusunan regulasi. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran hukum, penguatan kolaborasi kelembagaan, dan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola desa yang responsif dan demokratis. Secara keseluruhan, program ini terbukti efektif dalam mendorong proses peraturan desa yang inklusif untuk mendukung otonomi dan pembangunan masyarakat pedesaan.
PSIKOLOGI KESEHATAN REPRODUKASI REMAJA WANITA ‘SAVE THE EARTH, SAVE WOMEN REPRODUCTION’ DI SMP NEGERI 286 JAKARTA Handayani, Penny; Prabawanti, Benedicta Evienia; Agustian, Murniati; Rimananda, Gabriella Lintang; Dewanti, Dhea Maharani; Tanissa, Michelle Angel Tanissa; Kristella, Alvionica
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i1.34464

Abstract

Remaja perempuan di SMPN 286 dan Kampung Muka, mengikuti program psikoedukasi "Save The Earth, Save The Women Reproduction" yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Kegiatan ini mengunakan pendekatan psikoedukasi yang disampaikan dalam format seminar interaktif dan media cetak-digital, (booklet dan leaflett0, sehingga mendukung pembelajaran yang menyeluruh dan berkelanjutan. Psikoedukasi ini mencakup tiga topik: pendidikan seks untuk remaja perempuan, pemahaman tentang alat reproduksi wanita, dan pengelolaan keuangan untuk remaja. Tujuan dari kegiatan ini, yang berlangsung pada Jumat, 6 September 2024, di SMPN 286 Jakarta, adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja perempuan tentang kesehatan reproduksi, serta dampak negatif pembalut sekali pakai, baik bagi lingkungan maupun kesehatan. Para peserta didorong untuk mempertimbangkan pembalut kain sebagai alternatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga lebih aman bagi kesehatan reproduksi. Psikoedukasi ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta, melalui analisis kuantitatif skor n-gain yang menunjukkan peningkatan sedang dalam pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan. Secara kualitatif, selama proses psikoedukasi, antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan banyak dari mereka yang menunjukkan ketertarikan terhadap penggunaan pembalut kain. Mereka juga melihat potensi bisnis dari produksi pembalut kain, yang selain mengurangi sampah, juga dapat menjadi peluang usaha. Pesan utama yang ingin disampaikan dalam kegiatan ini adalah bahwa dengan beralih ke pembalut kain, perempuan dapat turut berkontribusi dalam mengurangi sampah serta menjaga kesehatan reproduksi mereka.