cover
Contact Name
Irma Fidora, S.Kep., Ns., M.Kep
Contact Email
irma.fidora@gmail.com
Phone
+628126751654
Journal Mail Official
redaksi.menaramedika@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass No.9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Menara Medika
ISSN : 2622657X     EISSN : 27236862     DOI : https://doi.org/10.31869
Core Subject : Health,
Jurnal Menara Medika hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil penelitian, tinjauan pustaka, studi kasus dan konsep pemikiran inovatif yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit).
Articles 289 Documents
MODEL KAPABILITAS DINAMIS RUMAH SAKIT BERBASIS KEUNTUNGAN DALAM MENGHADAPI LINGKUNGAN VUCA Theodorus Adrianto Widaya; Wiku Bakti Bawono Adisasmito
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8022

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit for-profit di Indonesia menghadapi tekanan lingkungan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang semakin meningkat akibat volatilitas tarif BPJS/JKN, ketergantungan tinggi terhadap impor bahan baku farmasi, serta dampak krisis global terhadap biaya operasional dan keberlanjutan organisasi. Kondisi tersebut menuntut rumah sakit memiliki model perencanaan strategis yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Tujuan: mengembangkan dan memvalidasi Wira-Daya Matrix sebagai model operasional perencanaan strategis rumah sakit for-profit di Indonesia dengan mengidentifikasi prioritas kapabilitas Top Management Team (TMT) dan Company Resources (CR). Metode:  menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain eksploratori-sekuensial. Tahap awal dilakukan menggunakan metode Strategic Assumptions Surfacing and Testing (SAST) melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi dan menyaring variabel strategis. Selanjutnya, metode Analytic Network Process (ANP) digunakan melalui wawancara mendalam terhadap delapan eksekutif rumah sakit untuk menentukan bobot prioritas masing-masing variabel. Hasil: menunjukkan bahwa adaptabilitas merupakan kapabilitas TMT paling dominan dengan bobot 0,301, diikuti kepemimpinan (0,255), komunikasi (0,211), pengalaman dan pengetahuan (0,162), serta keberagaman tim manajemen (0,071). Pada dimensi sumber daya perusahaan, kapabilitas keuangan menjadi faktor paling dominan dengan bobot 0,432. Kesimpulan: penelitian ini menghasilkan Wira-Daya Matrix yang membagi strategi rumah sakit ke dalam empat kuadran, yaitu survival, turnaround, hold-out, dan growth. Diskusi: Model ini mendorong perubahan pendekatan strategis dari plan-action menuju diagnose-choose dalam menghadapi lingkungan VUCA.
TERAPI MUSIK MINANG SLOW SEBAGAI INTERVENSI NON-FARMAKOLOGIS: PENDEKATAN HARMONI DALAM MEREDAKAN KECEMASAN LANSIA PASCA BANJIR DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Nurleny Nurleny; Jhori Andela; Yusriana Yusriana
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8188

Abstract

Pendahuluan: Lansia merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan psikologis pasca bencana banjir, khususnya kecemasan sehingga menyebabkan lansia susah menghadapi pasca banjir dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Kecemasan yang tidak diatasi berdampak pada kualitas hidup serta memperburuk kondisi kesehatan lansia. Di lokasi berdampak banjir seperti Kabupaten Padang Pariaman efek psikologis pasca banjir belum menjadi fokus utama dalam upaya pemulihan kesehatan masyarakat.Terapi music minang slow merupakan salah satu upaya non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan melalui efek relaksasi dan pengaturan emosi, namun pemanfaatan musik tradisional lokal sebagai media terapi masih sangat terbatas. Tujuan: mengetahui efektivitas terapi musik Minang Slow sebagai intervensi non-farmakologis terhadap kecemasan lansia pasca banjir di Kabupaten Padang Pariaman, serta menganalisis perubahan tekanan darah sebagai respon fisiologis yang menyertai kecemasan. Metode: menggunakan desain penelitian Quasi- Eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Pengumpulan data dilaksanakan dari 18 Mei s.d 13 Juni 2026. Intervensi dilakukan 3x seminggu selama 4 minggu dengan durasi 20-30 menit. Sampel penelitian adalah lansia hipertensi yang terdampak banjir dan mengalami kecemasan. Menggunakan tekhnik purposive sampling dengan analisis data univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian diperoleh rata- rata kecemasan lansia sebelum diberikan intervensi terapi music minang slow Adalah 18,92 (SD 3,088) dan rata-rata kecemasan setelah adalah 13,17 (SD 1,850). Uji paired t test menunjukan adanya pengaruh terapi musik minang slow terhadap kecemasan lansia hipertensi pasca banjir di Kabupaten Padang Pariaman.Diskusi: terapi musik minang slow menggunakan melodi tradisional yg lembut membantu menurunkan hormon stress dan memicu rasa tenang.
HUBUNGAN BUDAYA DAN PERAN TEMAN SEBAYA DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA PUTRI Bunga Tiara Carolin; Yenny Aulya; Dini Novianti Ningrum; Wira Wijaya Kusuma
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8373

Abstract

Latar Belakang: Isu pernikahan usia dini di Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data UNICEF per akhir tahun 2022, saat ini Indonesia berada di peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 di ASEAN, dengan total hampir 1,5 juta kasus. Terdapat beberapa faktor yang dapat berhubungan dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri diantaranya faktor budaya dan peran teman sebaya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan budaya dan peran teman sebaya dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasinya seluruh perempuan usia 19-24 tahun di Desa Langensari sejumlah 325 orang. Sampel penelitian terdiri dari 180 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil univariat dari 180 responden, 46,1% responden melakukan pernikahan usia dini pada remaja. Sebagian besar responden memiliki budaya yang berpengaruh sebanyak 46,7% dan peran teman sebaya positif sebanyak 63,9%. Hasil bivariat menunjukan hubungan antara budaya dan peran teman sebaya dengan kejadian pernikahan usia dini yaitu p-value = 0,001. Kesimpulan: Budaya dan peran teman sebaya merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan usia dini. Diskusi: remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksinya dan memberikan saran bagi responden/ remaja putri yang sudah menikah pada usia dini agar melakukan pemeriksaan kesehatan.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY ORANG TUA DENGAN KEPATUHAN ANAK DALAM MENJAGA KEBERSIHAN AREA GENITAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X Rika Harini; Ricky Riyanto Iksan; Elfira Awalia Rahmawati; Sandra Ilona
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.7610

Abstract

Latar belakang: Kebersihan area genital anak merupakan bagian penting dari personal hygiene yang berperan dalam pencegahan iritasi, inflamasi, dan infeksi saluran urogenital. Kepatuhan anak dalam menjaga kebersihan genital sangat dipengaruhi oleh peran orang tua, terutama tingkat keyakinan diri (self-efficacy) dalam mengarahkan perilaku sehat anak. Tujuan penelitian:  untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy orang tua dengan kepatuhan anak dalam menjaga kebersihan area genital di wilayah kerja Puskesmas X. Metode penelitian: kuantitatif dengan desain cross sectional, di mana pengumpulan data dilakukan bersamaan terhadap dua variabel utama. Populasi penelitian adalah orang tua atau wali yang memiliki anak usia 3–12 tahun dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas X, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner parental self-efficacy yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya serta lembar observasi kepatuhan kebersihan genital anak. Analisis dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil Penelitian:  menunjukkan bahwa dari 23 orang tua dengan self-efficacy tinggi, sebanyak 78,3% anak berada pada kategori patuh, sedangkan dari 17 orang tua dengan self-efficacy rendah, 64,7% anak tergolong tidak patuh. Nilai p = 0,003 dan OR = 6,6 (95% CI: 1,7–25,4) menunjukkan hubungan signifikan antara kedua variabel. Kesimpulan: bahwa self-efficacy orang tua berhubungan bermakna dengan kepatuhan anak, di mana anak dengan orang tua yang memiliki self-efficacy tinggi memiliki peluang lebih besar untuk patuh dalam menjaga kebersihan area genital.
EFEKTIVITAS POLYETHYLENE PLASTIC WRAPPING DALAM MEMPERTAHANKAN STABILITAS SUHU TUBUH PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH Sumiati Sinaga; Ayu Listianie
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8251

Abstract

Pendahuluan: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berisiko tinggi mengalami hipotermia akibat imaturitas sistem termoregulasi dan terbatasnya cadangan lemak tubuh. Inkubator merupakan metode standar untuk mempertahankan suhu tubuh, namun memerlukan fasilitas dan sumber daya yang memadai. Polyethylene plastic wrapping dapat menjadi alternatif sederhana untuk mengurangi kehilangan panas dan membantu mempertahankan stabilitas suhu tubuh pada BBLR. Tujuan: Mengetahui efektivitas polyethylene plastic wrapping dalam mempertahankan stabilitas suhu tubuh pada bayi berat lahir rendah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 18 bayi, terdiri atas 9 bayi pada kelompok intervensi dan 9 bayi pada kelompok kontrol. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling dengan kriteria inklusi bayi mengalami hipotermia, berat lahir 1500–2499 gram, dan mendapat persetujuan orang tua. Suhu tubuh diukur sebelum dan satu jam setelah intervensi menggunakan termometer digital. Analisis data dilakukan menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil: Rata-rata suhu tubuh pada kelompok kontrol meningkat dari 35,86°C menjadi 36,38°C, sedangkan pada kelompok intervensi meningkat dari 35,47°C menjadi 36,73°C. Rata-rata peningkatan suhu tubuh pada kelompok kontrol sebesar 0,52°C dan pada kelompok intervensi sebesar 1,26°C. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p0,001). Diskusi: Polyethylene plastic wrapping lebih efektif dalam mempertahankan stabilitas suhu tubuh BBLR dibandingkan perawatan standar inkubator. Penggunaan plastik polietilen membantu mengurangi kehilangan panas melalui evaporasi dan konveksi sehingga mendukung termoregulasi pada BBLR yang mengalami hipotermia Kata Kunci: Bayi Berat Lahir Rendah, Hipotermia, Polyethylene palstic wrapping
PENGARUH PRENATAL YOGA TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI PUSKESMAS X KABUPATEN PADANG PARIAMAN Novvi Karlina; Nopita Yanti Sitorus; Rahmi Mutia Ulfa
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8380

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan masalah psikologis yang sering terjadi menjelang persalinan dan dapat memengaruhi kesiapan fisik maupun mental ibu dalam menghadapi proses persalinan. Tingginya tingkat kecemasan dapat berdampak terhadap proses persalinan, kondisi kesehatan ibu, serta kesejahteraan janin. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan kecemasan ibu hamil adalah prenatal yoga. Tujuan : ntuk mengetahui pengaruh prenatal yoga terhadap kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi persalinan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk AlungKabupaten Padang Pariaman. Metode : ini menggunakan desain pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 34 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi prenatal yoga dilakukan sebanyak enam kali selama tiga minggu. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil : menunjukkan sebelum dilakukan prenatal yoga terdapat 7 responden mengalami kecemasan berat, 18 responden mengalami kecemasan sedang, 8 responden mengalami kecemasan ringan, dan 1 responden tidak mengalami kecemasan. Setelah dilakukan prenatal yoga terjadi penurunan tingkat kecemasan, yaitu kecemasan berat menjadi 4 responden, kecemasan sedang menjadi 14 responden, kecemasan ringan menjadi 13 responden, dan tidak cemas menjadi 3 responden. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value = 0,000 (0,05), sehingga Kesimpulan : dapat disimpulkan terdapat pengaruh prenatal yoga terhadap kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Kata Kunci: prenatal yoga, kecemasan, ibu hamil, persalinan, trimester III
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, ORGANIZATIONAL CULTURE, AND COMPLETENESS OF ELECTRONIC MEDICAL RECORDS AMONG NURSES: A MIXED-METHODS STUDY Aliffia Yulanda Prabawati; Umi Solikhah; Vivi Leona Amelia; Dedy Purwito
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.7934

Abstract

Background: Digital transformation in healthcare has demanded complete and accurate nursing documentation through Electronic Medical Records (EMRs). However, EMR completeness has remained suboptimal, indicating that technological implementation alone is insufficient. Organizational factors, particularly transformational leadership and organizational culture, play a critical role in influencing nurses’ documentation practices. Effective leadership may enhance supervision and engagement, while a supportive culture promotes collaboration and accountability. Nevertheless, evidence regarding their combined influence on EMR completeness remains limited. Purpose: This study aimed to analyze the relationship between transformational leadership style and organizational culture on the completeness of EMRs among nurses. Methods: A mixed-methods research design was employed. Quantitative data were collected from 112 nurses to examine the relationship between transformational leadership, organizational culture and the completeness of electronic medical records, while qualitative data were obtained from eight key informants to identify the contextual factors influencing documentation practices. Results: The findings revealed that the majority of EMR documentation was incomplete (60.7%). A statistically significant but negative correlation was identified between transformational leadership and documentation completeness (p = 0.002; r = -0.287), Qualitative findings highlighted systemic barriers, including high workload, limited system usability, and technical constraints. A perception gap was also identified between nurses and management. Conclusion: Improving EMR documentation completeness required an integrated approach involving leadership effectiveness, organizational culture, system usability, and workload management.
PENGARUH MADU ACACIA CRASSICARPA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT X JAKARTA Retno Widowati; Yeni Andriani; Lisa Trina Arlym
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.8058

Abstract

Pendahuluan: Sectio Caesarea (SC) merupakan proses pembedahan untuk melahirkan bayi melalui penyayatan pada dinding abdomen dan uterus. Madu memiliki sifat meningkatkan sistem kekebalan imunitas, mendorong debridemen dan merangsang proses regenerasi luka. Kandungan gula yang tinggi memiliki efek osmotik yang mengurangi perkembangbiakan dan pertumbuhan bakteri. Kandungan antioksidan memiliki peran dalam penyembuhan luka. Tujuan: Menguji pengaruh madu Acacia crassicarpa terhadap penyembuhan luka pasca-sectio caesarea di Rumah Sakit Marinir Cilandak Jakarta. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel sebanyak 45 ibu pasca-sectio caesarea (30 intervensi dan 15 kontrol) menggunakan accidental sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen menggunakan skala REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation). Madu diberikan secara topikal dengan mengoleskannya pada luka jahitan pada hari ke-3 dan diamati pada hari ke-7. Analisis data menggunakan SPSS 23.0. Uji Wilcoxon digunakan untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi serta uji Mann-Whitney untuk membandingkan hasil antar kelompok. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan penurunan skor REEDA secara signifikan dari pretest ke posttest. Uji Mann–Whitney menunjukkan penyembuhan luka pasca-sectio caesarea kelompok intervensi madu Acacia crassicarpa berbeda signifikan terhadap penyembuhan pada kelompok kontrol (p0,001). Diskusi: Pemberian madu Acacia crassicarpa mempercepat penyembuhan luka pasca-sectio caesarea dibandingkan dengan kelompok kontrol.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE ORGAN REPRODUKSI DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN REPRODUKSI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS X Putri Permata Sari; Elfira Awalia Rahmawati; Buntar Handayani Handayani; Dian Eka Nursyam
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.7614

Abstract

Latar belakang: Infeksi saluran reproduksi (ISR) pada wanita usia subur (WUS) masih menjadi masalah kesehatan karena menimbulkan keluhan seperti keputihan patologis, gatal, bau tidak sedap, rasa perih, dan nyeri, serta berpotensi menurunkan kualitas hidup. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah personal hygiene organ reproduksi, termasuk cara membersihkan area genital, kebiasaan mengganti pakaian dalam/pembalut, dan penggunaan bahan pembersih yang berisiko mengganggu keseimbangan flora normal. Tujuan Peneitian: mengetahui hubungan personal hygiene organ reproduksi dengan kejadian ISR pada WUS di wilayah kerja Puskesmas X. Metode penelitian:  menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan total sampling pada 42 WUS yang memenuhi kriteria inklusi–eksklusi. Data personal hygiene dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai indikator praktik kebersihan genital (arah cebok, frekuensi membersihkan, cara mengeringkan setelah BAK/BAB, kebiasaan mengganti pakaian dalam, jenis bahan pakaian dalam, kebiasaan mengganti pembalut, serta penggunaan sabun pembersih/douching). Kejadian ISR diukur berdasarkan riwayat/keluhan khas dan riwayat diagnosis/kunjungan pelayanan kesehatan sesuai definisi operasional. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil:  menunjukkan 24 responden (57,1%) memiliki personal hygiene baik dan 18 responden (42,9%) kurang baik. ISR terjadi pada 5 responden (20,8%) dengan hygiene baik dan 11 responden (61,1%) dengan hygiene kurang baik. Uji Chi-Square menghasilkan p=0,001, dengan OR=6,7 (95% CI: 1,8–24,6). Kesimpulan: bahwa personal hygiene organ reproduksi berhubungan signifikan dengan kejadian ISR; hygiene kurang baik meningkatkan risiko ISR pada WUS.